Pengunjung

Hilton Mulai Latihan

Sriwijaya FC (SFC) dapat bernapas lega setelah salah satu Hilton Moreira kembali menghirup udara segar berkat jaminan dari manajemen klub. Sebagai konsekuensi, pemain asal Brasil itu akan bersikap kooperatif.

Setelah dibebaskan dengan jaminan,beban Hilton dengan penegak hukum tidak langsung selesai.Dia masih harus siap memenuhi panggilan penyidik jika dibutuhkan terkait dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang pramugari yang dituduhkan kepadanya. Mantan punggawa klub Palmeiras itu telah tiba di Palembang,kemarin pagi, didampingi Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin.

Hilton dibebaskan dari Polresta Tangerang,Selasa (28/2) malam,sekitar pukul 21.30 WIB. Dengan begitu,Laskar Wong Kitokemungkinan besar sudah bisa kembali menurunkan tandem Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs saat SFC berhadapan dengan tim kuat asal Kalimantan Timur Persisam Samarinda dalam laga big matchyang akan digelar Sabtu (3/3) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang.

Hadirnya Hilton membuat SFC lebih percaya diri menghadapi tim berjuluk Elang Borneoitu dalam lanjutan kompetisi Indonesian Super League (ISL).Apalagi,tim kini di bawah kendali caretakerPelatih Hendri Susilo tersebut bakal turun dengan kekuatan penuh dan sedang dalam kondisi percaya diri tinggi setelah sebelumnya mereka berhasil menahan imbang Persija Jakarta di laga sebelumnya.

Ditambah lagi dengan pulihnya playmakerPersisam Ronald Fagundez dari cedera membuat lini tengah Persisam semakin kuat.Bersama Eka Ramdhani, kedua pemain ini merupakan roh permainan tim berkostum oranye-oranye itu untuk melanjutkan tren positif di laga selanjutnya. Sebaliknya dengan SFC,yang dipastikan tidak diperkuat tiga pemain intinya,yakni dua bek Mahyadi Panggabean dan Supardi serta kreator lini tengah Firman Utina.

Tanpa kehadiran ketiga pemain ini diprediksi mengurangi kekuatan tim peraih gelar double winner itu secara keseluruhan. Namun,kehadiran Hilton setidaknya akan membuat lini depan SFC makin menakutkan karena Laskar Wong Kitowajib meraih kemenangan agar bisa tetap menjaga persaingan di papan atas.Apalagi, saat ini posisi puncak klasemen sementara telah diambil alih oleh Persiwa Wamena yang sukses mempermalukan tamunya, Pelita Jaya,4-2.

Tim berjuluk Badai Pegununganitu juga unggul dua poin atas SFC dan Persipura yang berada di posisi 3.Untuk itu,tidak ada pilihan lain bagi pasukan Pelatih Kas Hartadi selain meraih kemenangan demi memperoleh tambahan tiga poin sekaligus mempertahankan keangkeran Stadion GSJ. “Memang kehadiran Hilton bisa membawa pengaruh besar pada tim.Dengan pengalaman dan jam terbang tinggi yang dimilikinya,dia bisa membantu SFC meraih kemenangan.

Mudah-mudahan kondisi psikisnya bisa cepat pulih,karena dia tampaknya kelelahan dan sedikit stres akibat terus diperiksa oleh polisi secara maraton terkait dugaan kasus yang menimpanya,”ungkap Kas Hartadi. Kalaupun ternyata Hilton belum siap dimainkan,Kas mengaku sudah mempersiapkan rencana cadangan.Namun yang terpenting,menurut pelatih asal Solo ini,siapa pun pemain yang akan diturunkan nanti harus mengutamakan kekompakan dan koordinasi tim.Sebab,Persisam terkenal dengan kolektivitas timnya. 

Sindo, Kamis, 1 Maret 2012

Seguir leyendo...

14 SMA Negeri Menumpang


Miris! Di tengah gencarnya program sekolah gratis yang diusung Pemprov Sumsel, ternyata masih ada 14 SMA negeri (SMAN) di provinsi ini yang menumpang karena belum memiliki gedung sendiri.

“Ada 14 SMA negeri yang belum punya gedung.Tahun ini akan kita bangun 10 (gedung) dulu.Di mana saja itu,nanti karena masih dievaluasi. Dananya nanti sekitar Rp14 miliar,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo As di ruang kerjanya kemarin.

Widodo menyebutkan,pembangunan gedung sekolah tersebut pada prinsipnya mengacu pada standar kebutuhan. Artinya,gedung yang dibangun nanti paling tidak memiliki beberapa ruang belajar sesuai jumlah siswa, ruang kepala sekolah, dan ruangan kantor administrasi sekolah. “Kemungkinan besar pembangunan akan dimulai pertengahan tahun ini,”kata Widodo.

Menurut dia, saat ini proses tender pembangunan 10 gedung sekolah SMAN di Sumsel belum dimulai.Namun,Widodo memastikan, 10 gedung sekolah yang akan dibangun itu tak berlokasi di Kota Palembang. Untuk menentukan gedung sekolah mana saja yang akan dibangun tahun ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Di antaranya, sekolah yang akan dibangunkan gedungnya itu harus memiliki lahan seluas minimal 2 hektare (ha),yang didapat dari hibah pemerintah kabupaten/- kota, tempat sekolah itu berada. “Nanti kita bentuk tim untuk mengevaluasi daerah mana yang layak dibangunkan terlebih dahulu.Itu tergantung hasil survei nantinya,”pungkas Widodo.

Sementara itu,Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Komite Sekolah mulai mempersiapkan pembangunan 13 gedung sekolah tingkat SMA/SMK, lengkap dengan sarana dan prasarana sekolah, yang dananya dianggarkan dari APBD Kota Palembang 2012. Ke-13 sekolah itu adalah SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 7,SMAN10, SMANPlus 17,SMAN 22, SMKN 1,SMKN 2, dan SMKN 3.

Pembangunan dilakukan dalam bentuk perbaikan gedungsekolah.Masingmasing gedung sekolah akan dibangun tiga lantai dengan biaya kurang dari Rp10 miliar dan totalnya Rp100 miliar. KepalaDinasPendidikan,Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Riza Pahlevi mengharapkan pihak sekolah dapat lebih memperhatikan pembangunan ruang kelas dan laboratorium.

Dengan begitu, tiap sekolah bisa maksimal menampung siswa dan memberikan fasilitas terbaik dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Palembang. “Program ini sudah komitmen Pemkot, terutama dalam upaya mengentaskan wajib belajar 12 tahun bagi anak di Kota Palembang.Selain pembangunan fisik berupa penambahan ruang belajar, dana tersebut juga untuk menambah sarana dan prasarana sekolah,”kata dia.

Sindo, kamis 1 Maret 2012

Seguir leyendo...

Wako Dilaporkan KDRT oleh Istrinya


Srimaya, istri pertama Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, kemarin sekitar pukul 17.30 WIB,melaporkan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya ke Siaga Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Adapun sebagai terlapor adalah Eddy Santana Putra, suami korban. “Saya ke sini (Polda Sumsel) mau melaporkan kasus KDRT saya. Sebagai terlapor bapak Eddy Santana Putra. KDRT yang saya laporkan ini terkait masalah psikis,”ungkap Srimaya di Polda Sumsel kemarin. Ibu dua anak ini sudah tidak tahan dan tertekan batin lantaran sang suami Eddy Santana Putra beserta istri keduanya, Eva Ajeng, selalu terbit di media massa cetak yang beredar di Sumsel.

“Apalagi dia (Eddy Santana) selalu bilang ke media bahwa saya sudah bukan istri sahnya lagi. Padahal, proses hukumnya masih banding dan belum ada putusan tetap pengadilan,” tandasnya. Sementara itu, Direktur Eksekutif WCC Palembang Yenny Rozlainizi mengungkapkan, kondisi mental Sriamaya saat ini sangat tertekan.

Dia berharap polisi bersikap profesional dan menindaklanjuti laporan kliennya.“Klien saya sangat dirugikan karena dibilang sudah resmi cerai. Padahal, belum dan bukti itu kuat kalau keduanya belum bercerai,”ujarnya.

Sindo Kamis, 1 Maret 2012 http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/473944/

Seguir leyendo...

SFC Puncaki Klasemen Sementara




Palembang:

Taklukkan tamunya Deltras 3-1, SFC merebut posisi puncak klasemen sementara Indonesian Super League. Sementara dua pemainnya menempati top skor di urutan pertama dan kedua.

Dalam pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Rabu (8/2),tiga gol SFC masing-masing disumbangkan Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs pada menit ke-13 dan ke-41 serta Hilton Moreira pada menit ke-62. Sementara, satu-satunya gol  Deltras dilesakkan Amos Mara Mecket pada menit ke-37.

Ketiga gol itu juga membuat Kayamba dan Hilton memuncaki daftar pemain penyumbang gol terbanyak.  Dua gol yang dicetak Kayamba itu membuat posisinya sebagai top skorer sementara semakin kokoh dengan total 12 gol. Sementara itu, gol Hilton menempatkannya di posisi kedua dengan 9 gol,diikuti Alberto Goncalves, Safee Sali, dan Herman Dzumafo Afandi dengan 7 gol.


Tambahan tiga angka ini membuat SFC kini mengoleksi 25 poin dari 12 laga dan berhasil menggeser Persipura dari tahtanya. Persipura Jayapura kini turun ke peringkat dua dengan selisih 1 angka dan Persiwa Wamena ke posisi dua dengan perbedaan dua angka. Sedangkan, bagi Deltras, kekalahan itu tidak mengubah posisi mereka di peringkat 11 dengan nilai 11 dari 11 laga. Koleksi angka Deltras sama dengan Gresik United, tapi unggul selisih gol.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi SFC untuk melakoni laga selanjutnya dalam tur Sumatera menghadapi PSAP Sigli (Kamis, 16/2) dan PSMS Medan (Senin, 20/2).

Tambahan motivasi ini diharapkan dapat membuat SFC terus melanjutkan tren positif dengan meraih minimal hasil imbang sehingga bisa membawa pulang paling sedikit dua poin. “Tambahan tiga angka ini memang membuat kami berhasil menduduki posisi puncak klasemen sementara, tetapi kita tidak boleh terlalu terlena, karena setelah ini akan bertandang menghadapi dua tim asal Sumatera lainnya. Jika ingin tetap mempertahankan posisi di puncak, minimal kita tidak boleh kalah,” kata Pelatih Kepala SFC Kas Hartadi seusai pertandingan.
 

Hal yang wajar jika Kas membidik hasil terbaik dalam laga tandang nanti. Soalnya, Persipura yang merupakan pesaing SFC dalam memperebutkan posisi terhormat di puncak klasemen akan menjalani dua kali laga kandang menghadapi Pelita Jaya (Rabu, 15/2) dan Persib Bandung (Minggu,19/2). Dengan kondisi seperti ini, kesempatan SFC untuk tetap berada di papan atas cukup berat.

Apalagi seperti tim-tim lain yang telah melakoni laga tandang ke Stadion Mandala, Jayapura, yang menjadi markas Mutiara Hitam, hanya Persiba yang berhasil menahan imbang, selebihnya pulang dengan tangan kosong,seperti layaknya SFC. Di tempat yang sama,Pelatih Deltras Jorg Peter Steinebrunner mengakui keunggulan SFC atas timnya.Menurut dia, sebenarnya timnya mampu mengimbangi dan memberikan perlawanan terhadap SFC. (sir)

Seguir leyendo...

Banyak Persoalan yang Perlu Dipecahkan




Palembang:

Meski dipandang sebagai keputusan yang positif, menetapkan prasyarat bagi mahasiswa strata 1 untuk menulis di jurnal ilmiah sebelum diwisuda dinilai akan membawa banyak masalah.


Karenanya, beberapa dosen dan guru besar di Palembang menyatakan bahwa membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mensosialisasikan keputusan  ini. Dan mempersiapkan agar persoalan maupun kendala dapat diminimalisir.

Prof Dr Indawan Syahri, MPd guru besar dari Universitas Muhamadyah Palembang, menyatakan kebijakan ini secara idialis baik untuk meningkatkan mutu luaran (output) S-1. “Namun secara praktis, banyak hal yang harus dilakukan sebagai konsekwensi kebijakan ini. seluruh perguruan tinggi (PT) harus menyiapkan SDM dan imprastruktur yang mumpuni,” ujarnya.
Selain itu, Dosen harus lebih dulu aktif dan produktif menulis karya ilmiah, sehingga dapat menjadi contoh bagi mahasiswa. “Lembaga harus mengenal secara akrab dengan informasi dan teknologi berbasis internet. Nanti, karya tulis tidak hanya dimuat dalam jurnal ilmiah, tetapi karya tersebut juga harus diunggah (upload) di websites,” tambahnya.

Untuk itu, Indawan menyarankan, agar tidak terjadi kebingungan di tingkat PT, seharusnya DIKTI secara terus menerus melakukan sosialisasi kebijakan ini dan melakukan pembinaan…

Rektor Universitas Sriwijaya,  Prof Dr Badiah Parizade menyatakan saat ini, sedang disiapkan  kemungkinan untuk memperpanjang masa studi. “Bentuk publikasi dimaksud  mungkin jurnal cetak atau cukup di web. Harus ipertimbangkan, setiap tahun ada 5.000  sarjana baru yang diwisuda. Berapa banyak tukisan ilmiah yang harus dipublikasikan,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor ini.

Belum lagi, menurutnya, banyak persoalan terkait dengan publikasi tersebut. Di antaranya sarana-prasarana, dana, SDM pengelola. Semuanya harus dibenahi seiring kebijakan itu. Kalau tidak, bagaimana bisa memantau dan mengevaluasinya.

Diakui guru besar di Usri ini, walau jurnal di jurusan sudah ada tapi kapasitasnya tidak sebesar itu. Jangankan menampung tulisan mahasiswa,  tulisan dosen pun tak tertampung kalau semuanya aktif menulis.

Prof Dr Ratu Wardarita menyambut baik kebijakan ini. Menurutnya, dari sisi positif,  kebijakan ini  memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk  mampu mengungkapkan pikiran dan daya kritisnya melalui tulisan. Bagi kalangan akademisi, memang kekampuan dan profesional salah satunya diukur dengan kemampuan menulis.

Hanya saja, ada sisi negatifnya. Tentu kalau mahasiswa, dosen, dan lembaga tidak siap. Tentu bisa menghambat dan memperlambat penyelesaian studi.

Caranya, mungkin menyiasatinya dengan memperbanyak jurnal. Untuk itu tentunya perlu didukung oleh pemerintah dan lembaga.
Menyiasatinya, tentu mahaaiswa dapat mengolah kembali tugas-tugas kuliahnya untuk kemudian ditulis seuai dengan selingkung masing-masing jurnal. Jadi, sebelum menyusun skripsi, mulai mengirim tulisan ke jurnal. Apalagi, perlu waktu untuk proses penerbitannya. ”Dengan demikian, ketika mahsiswa menyelesaikan skripsi, jurnalnya pun sudah dimuat. Memang untuk itu dituntut kreativitas. Memang menulis pun merupakan aktivitas yang membutuhkan kemampuan yang kompleks,” ujar doktor alumnuns Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 2008 ini.

Tangapan cukup keras disampaikan mantan guru besar Universitas Sriwijaya, Nangsari Ahmad, yang saat ini menjadi Direktur Pascasarjana Universitas PGRI Palembang. Menurutnya, kebijakan itu dipandang sebagai peluang untuk memantau kualitas. Makanya sah-sah saja.

Hanya saja, menurut doktor lulusan Universitas Michigan, USA tahun 1982 ini, kondisi masing perguruan tinggi  tidak sama.

”Pemerintah saya nilai selalu sibuk mengurusi aturan standar dan lain-lain. Tapi lupa untuk beri kesempatan berkreativitas, memfasilitasi. Mestinya, mahasiswa dan dosen diundang menulis. Diberi kesempatan. Pemerintah masih bertindak sebagai penguasa dibanding memberdayakan dan memfasilitasi.


Mestinya tidak usah diatur, fasilitasi dan dukung saja. Nanti para mashsisa atau dosen ini sendiri yang menentukan  kemana dan bagaimana  tulisan mereka dimuat. Mereka harusnya kreatif.

”Bayangkan saja, kalau ada perguruan tinggi setiap tahun menelurkan 5.000 an sarjana baru,. Bagaimana agar dengan waktu yang tersedia mereka bisa mempublikasikan tulisannya. Kalau kondisinya masih seperti saat ini, akan menimbukan banyak persoalan,” katanya yakin.

Hal senada diungkapkan Dr Syarwani Ahmad, Rektor Universitas Palembang. Menurutnya, jangan sampai karena banyaknya mahasiswa seperti perguruan tingginya yang mencapai 15.000 an membuat  karya tulis yang dimuat di jurnal menjadi tidak berkualitas. ”Hanya sebatas memenuhi syarat. Belum lagi, jurnal yang harus dipersiapkan untuk bisa menampung karya tulis mahasiswa,” ujarnya.

Ketua Stisipol  Candradimuka Palembang, Lishapsari juga menyatakan perlu persiapan yang matang dan waktu yang memadai untuk sosialisasi sehingga tidak membuat mahasiswa ’gagap’. ”Apalagi, menulis selama ini bukanlah aktivitas yang dikuasai secara memadai oleh mahasiswa. Jangankan mahasiswa, dosennya pun sering tak akrab dengan kegiatan menulis. Terlihat dari minimnya tulisan yang biasanya diterima tim jurnal di kampus-kampus,” ujar kandidat doktor komunikasi di Universitas Pajajaran ini.

Darwin Effendi, dosen di Universitas  Tridinanti Palembang menyatakan pesimis persyaratan ini bisa menggiring mahasiswa memiliki keterampilan menulis yang baik kalau kondisi dan iklim belajar serta kondisi di perguruan tinggi masih seperti saat ini. ”Saya menbgajar mata kuliah menulis. Saya banyak melihat bagaimana minimnya kemampuan dan minat mahasiswa untuk menulis ilmiah. Harus ada
Perubahan dan dukungan yang kuat agar mereka secara sadar bisa merasakan dan menerima kenyataan bahwa menulis sangat dibutuhkan di dunia akademis,” katanya. (sir)



Seguir leyendo...

Mapolda Sumsel Terbakar



Palembang:

Salah satu ruang Bagian Min Opsnal Direktorat Sabhara Polda Sumsel, Selasa (7/2) sekitar pukul 15.30 WIB, terbakar.Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi kebakaran sempat membuat para pejabat teras Polda Sumsel dipimpin Wakapolda Brigjen Pol Ahmad Nasution turun ke tempat kejadian peristiwa (TKP).


Api baru bisa dipadamkan sekitar 15 menit setelah satu mobil Unit Rantis Polda Sumsel berhasil menyemprotkan air ke arah kebakaran api.Pascakebakaran tampak tiga ruang Bagian Opsnal Direktorat Sabhara porak-poranda, tapi hanya ruang Kasubagmin Ops Kompol Sugeng Sardjaj yang seluruh isinya habis dilahap si jago merah. Diduga penyebabnya dari arus pendek listrik di ruangan tersebut.
 

Menurut pengakuan tukang parkir di bagian belakang halaman Polda Sumsel,Samid, 58,dia tidak tahu persis api dari mana.Pasalnya, saat api mulai berkobar,dia sedang sibuk menyapu.” Saya baru tahu ada kebakaran waktu ada orang berteriak asap-asap dan kebakaran- kebakaran. Lalu saya lihat api mulai membesar keluar dari ruang tengah dan banyak orang berlarian dari lantai atas ruang R Sukamto, lalu barulah mobil Unit Rantis digerakkan untuk memadamkan api,”ungkap Samid di Polda Sumsel kemarin sore.
 

Terpisah,Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Ahmad Nasution membenarkan adanya kejadian tersebut. ”Hanya satu ruang yang terbakar, tapi sudah bisa cepat dipadamkan pakai mobil Rantis kita.Tak ada korban jiwa,hanya barang-barang seperti komputer dan sejumlah arisp atau buku laporan jadwal patroli dan pembinaan personel,” ungkap Ahmad di TKP.
 

Saat kejadian,jenderal bintang satu ini menambahkan, banyak pegawai sudah pulang kerja dan yang tinggal hanya beberapa anggota yang piket. “Jadi tidak terlalu banyak orang di ruangan saat kebakaran terjadi.Perlu diketahui bahwa yang terbakar hanya satu ruangan berukuran 2 x 5 meter. Sedangkan,dua ruang lain memang disengaja dipecahkan kacanya atau dijebol guna memadamkan api di ruang yang terbakar,”kata Wakapolda.
 

Disinggung apakah ada sanksi bagi anggota yang diduga lalai, dia belum bisa mengatakan ada atau tidak karena sedang menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut Bidang Propam dan Labfor Polda Sumsel.
 

“Namun,kita akan memanggil anggota yang piket saat itu guna mengetahui penyebab asal api. Apakah ada faktor kelalaian atau tidak, itu nanti tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,”katanya.
 (sir)

Seguir leyendo...

SFC Targetkan Menangi Pertandingan Jamu Deltras



Palembang:

Untuk puncaki klasmen sementara kompetisi Indonesian Super League (ISL), Sriwijaya FC menargetkan menang atas tamunya, Deltras Sidoarjo, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, sore ini.


Kekalahan dua tim asal Papua, Persipura dan Persiwa, atas lawan-lawannya di pertandingan kemarin menjadi berkah tersendiri bagi Ponaryo Astaman dkk. Saat ini tim berjuluk Laskar Wong Kito bertengger di urutan ketiga dengan raihan poin 22 angka dari 11 kali pertandingan.

Sementara, Persipura yang menduduki puncak klasmen hanya terpaut dua angka dan Persiwa satu angka dari 12 laga. 

Kemenangan telak 5-0 atas Persidafon di laga sebelumnya menjadi modal yang sangat baik untuk mendongkrak motivasi dan semangat pemain agar kembali menunjukkan kualitas terbaiknya. Namun, untuk mewujudkan ambisi itu bukanlah perkara mudah,apalagi tim yang kini berada di urutan 12 ini pastinya tidak akan menyerah begitu saja dari SFC setelah mereka sebelumnya telah menelan dua kali kekalahan beruntun atas Persidafon dan Persiram Raja Ampat di laga sebelumnya.
 

Jika tim asuhan Pelatih Kas Hartadi ini mampu menaklukkan The Lobster, julukan Deltras, di depan pendukungnya sendiri, tambahan tiga angka sudah cukup untuk mendongkrak posisi SFC.

Pelatih Deltras Jorg Peter Steinebrunner mengakui jika SFC merupakan lawan berat yang harus mereka hadapi. Dia berharap para pemain tidak larut dalam dua kekalahan terakhir dan berusaha bangkit serta memberikan perlawanan. 

“Saya tahu SFC tim kuat, mereka juga baru saja menang besar atas Persidafon. Tetapi, bukan berarti kami akan menyerah begitu saja, saya juga pastikan SFC tidak akan mudah mendapatkan poin dari kami meskipun dari segi materi pemain SFC jelas lebih baik, ” tandasnya

“Target kami jelas mengamankan tiga poin penuh di kandang agar  bisa mengejar Persipura dan Persiwa.Maka itu, kami akan mencoba melakukan tekanan sejak menit awal dan mencari celah kelengahan lawan untuk mencetak gol.Tetapi,saya berharap pemain dapat tampil dengan tenang dan mempertahankan pola permainan,” ungkap pelatih SFC, Kas Hartadi. 

Kesempatan ini pastinya akan dimanfaatkan dengan baik oleh Deltras untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka demi mencuri dan membawa pulang minimal satu poin dengan menahan imbang tuan rumah.

Di atas kertas, SFC lebih diunggulkan dapat meraih kemenangan. Apalagi, dari empat pertemuan sebelumnya di ajang kompetisi yang sama (ISL), SFC berhasil unggul dengan dua kali kemenangan, satu kali imbang dan satu kali kalah, itu pun saat bermain di kandang Deltras musim lalu. 
SFC juga diuntungkan karena pada pertemuan kali ini mereka bisa menurunkan formasi terbaiknya, sementara Deltras tidak bisa diperkuat dua pilar utamanya, Budi Sudarsono, lantaran istrinya baru melahirkan serta Sean Rooney yang terkena akumulasi kartu. Pada laga kali ini, SFC tetap akan mengandalkan duet penyerang Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs dan Hilton Moreira sebagai mesin gol ditunjang Firman Utina sebagai penyerang lubang. 

Sejauh ini kedua striker andalan Laskar Wong Kito itu telah menyumbangkan 18 gol, dengan rincian 10 gol Kayamba dan 8 gol dari Hilton.

 Sementara di lini tengah, kerja sama yang apik dari M Ridwan,Ponaryo Astaman,dan Lim Joon Sik diharapkan dapat memutus pergerakan penyerang lawan,kemudian memberikan umpan-umpan matang kepada para penyerang yang berada di lini terdepan. 
Sedangkan, untuk menghalau gempuran dari duet striker Deltras, Qischill G Minny dan Amos Marah Kicmett, dua bek tangguh yang dimiliki SFC, yakni Ahmad Juprianto dan Thierry Gathuessi,dibantu dua bek sayap,Mahyadi Panggabean dan Supardi, tetap akan menjadi andalan untuk mengamankan gawang Ferry Rotinsulu dari kebobolan.
 (sir)



Seguir leyendo...

PT BA Anggarkan Rp 204 M untuk Hijaukan Eks Tambang




Palembang:

PT Bukit Asam (PTBA) menyiapkan dana lingkungan untuk pasca tambang senilai Rp204,9 miliar. Sehingga nantinya, eks wilayah tambang menjelma dari kota tambang menjadi kota hijau.

Menurut PTBA, Milawarma menjelaskan saat ini perseroan sudah membuat hutan taman raya (Hutara), di daerah operasional Tanjung enim, Kab. Muaraenim, Sumsel.

Dia menyebutkan, dua Hutara itu, yakni Taman Air Laya seluas 3350,5 hektare dan kawasan Banko Barat seluas 2044,1 hektare.

"Kami memiliki komitmen untuk memperbaiki lingkungan eks tambang sehingga tetap berguna untuk anak cucu ke depan,"ungkapnya di Palembang,Selasa (7/2).

Dia menjelaskan Hutara tersebut bukan saja dijadikan hutan, namun dimanfaatkan untuk peternakan, sarana wisata, penelitian,perikanan dan taman buah serta satwa.

Dia menyebutkan setiap areal lahan pasti meninggalkan lobang, tetapi semua lahan tambang tersebut tetap dimanfaatkan menjadi taman,

0leh karena itu,dengan dana sebesar itu memang sengaja dicadangkan untuk lingkungan sebesar Rp204,9 miliar.

"Hampir 10 persen  atau 2,5 persen pendapatan perseroan untuk negara yang disalurkan guna mensukseskan program CSR dan lingkungan,"paparnya.

Dia optimistis dengan tetap memanfaatkan lahan eks tambang untuk kawasan hutan dan wisata tentunya ke depan dapat dimanfaatkan rakyat setempat.

Selain itu juga sambungnya berguna bagi Kabupaten Muaraenim.

Pengembangan

Selain itu, mantan Direktur Operasi dan Produksi PT BA ini mengungkapkan  hingga 2016 mendatang perusahaanny merencanakan meningkatkan produksi menjadi 50 juta ton per tahun. Guna mengejar volume produksi itu, selain meningkatkan kapasitas angkutan PT KA sebesar 22,7 juta ton tahun, melalui anak perusahaaannya PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) akan membangum jalur baru kereta api dari Tanjung Enim ke pelabuhan baru di Tarahan Lampung dengan kapasitas 25 juta ton per tahun.
Saat ini, proyek jaringan kereta api baru yang melibatkan PT BA dengan kepemilikan saham sebesar 10%, PT Transpasific Railway Infrastructure 80% dan China Railway Engineering 10% sedang dalam tahap pembebeasan lahan. Bentangan relnya sepanjang 307 km dari Tanjung Enim ke Tarahan di Lampung.

Bersamaan, jalur baru angkutan kereta pai dari tanjung Enim menuju Tannjung Api-api  Sumsel yang melibatkan PT BA,PT Adani Global dan Pemprov Sumsel  juga dalam tahap persiapan. Diyakini, empat tahunmendatang, sekitar 35 juta ton batu bara per tahunnya dari tambang Banko tengah bisa memanfaatkan jalur ini. (sir)

Seguir leyendo...

Sumsel Serius Upayakan Penurunan Emisi Rumah Kaca




Palembang:

Sumsel memastikan serius memberikan perhatian terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.


Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin menyadari, perubahan iklim (climate change) yang diakibatkan emisi rumah kaca terjadi tanpa disadari dan terus mengakibatkan berbagai kondisi cuaca ekstrem. 

Suhu cuaca yang kian memanas di daerah pegunungan sehingga terjadi badai dan angin puting beliung merupakan akibat dari climate change ini. Karena itu, sambung Alex, dibutuhkan aksi nyata yang dimulai dari kesadaran masyarakat sendiri maupun kepala daerah masing-masing,untuk paling tidak mengurangi dampak climate change yang dirasakan.

 “Sumsel akan mendahului provinsi- provinsi lain di Indonesia untuk menerbitkan pergub terkait RAD-RDK ini,”ujar Alex. 

ntuk itu,  ia berjanji secepatnya menerbitkan peraturan gubernur (pergub) terkait rencana aksi daerah penurunan emisi gas rumah kaca (RAD-RDK) di Sumsel.
 

Hal ini diungkapkan Alex dalam acara sosialisasi penyusunan RAD-GRK yang digelar Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/- Bappenas di Arista Hotel, Palembang, Selasa (7/2). Kepada sejumlah kepala daerah kabupaten/kota di Sumsel yang hadir di acara tersebut,Alex menyarankan untuk takut terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi dari climate change ini.

Alex yakin bahwa kebijakan yang diambilnya demi menyelamatkan dunia. 

Sosialisasi penyusunan RAD-GRK ini dilakukan di Palembang, Sumsel, untuk mewakili wilayah Sumatera. Lalu akan dilanjutkan dengan acara serupa di empat wilayah lain yaitu Denpasar untuk wilayah Bali-NTT, Makasar untuk wilayah Sulawesi, Semarang untuk wilayah Jawa, dan Balikpapan untuk wilayah Kalimantan.

Wakil Menteri PPN/Bapennas Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan,sosialisasi penyusunan RAD-GRK ini dilakukan untuk memulai RAD-GRK.

Melihat ke belakang, kondisi alam Indonesia, khususnya Sumatera, jauh berbeda dengan saat ini. Karena itu, perlu segera dilakukan aksi untuk mencegah kian parahnya kondisi alam akibat pengaruh emisi GRK ini. ”Menjaga lingkungan, tak lagi harus menunggu instruksi dari pimpinan atau Presiden tapi harus dilakukan dengan kesadaran sendiri,” ujar Lukita. (sir)



Seguir leyendo...

Hapus Taksi Gelap, Remajakan 72 Taksi Bandara



Palembang:

Guna mengurangi taksi gelap yang banyak beroperasi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Pemkot Palembang akan melakukan peremajaan terhadap 72 taksi bandara dari tiga koperasi,yakni Kotas, Balido, dan Primkopau. 

Hal ini terungkap dalam rapat pembahasan bersama tiga pengurus koperasi taksi dan pihak Bank SumselBabel di kantor wali kota akhir pekan lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Husni Thamrin mengatakan, peremajaan taksi ini sebagai upaya perbaikan pelayanan angkutan transportasi pribadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dan kota. Khususnya, kepada tamu yang datang dari pintu masuk angkutan jalur udara.

Ada 72 taksi yang diremajakan, tapi yang mengajukan harus menjual milik mereka dulu sebelum dapat pinjaman dari Bank SumselBabel,” ujar Husni.

Peremajaan taksi tersebut, kata dia, mendapat bantuan dari Bank SumselBabel. Bunga yang dikenakan kepada pengguna bantuan mencapai 4,88%.

Adapun tarifnya flat hingga selesai angsuran. Sementara, down payment (DP) kendaraan yang harus dibayarkan minimal 20% atau lebih.Kalau lebih dari 20% akan lebih murah dan cepat lunas, jadi tinggal mendapat keuntungan.

“Yang pasti diberi kemudahan pihak bank,”katanya.

Terpisah, Plh Kepala Disperindagkop Kota Palembang Ibnurohim menambahkan, dari jumlah peremajaan taksi tersebut, 40 di antaranya milik Balido.Balido akan mengganti kendaraannya dengan mobil proton.

Primkopau 30 unit mobil KIA dan Kotas 2 unit Chevrolet. Jumlah yang diajukan tersebut akan mendapat pinjaman Bank SumselBabel.
Jika pihak bank sudah sepakat, tinggal dilanjutkan kepengurusan administrasinya. Pemkot Palembang juga ikut membantu pemberian dana dalam peremajaan taksi tersebut. Namun, bantuan peremajaan taksi ini baru akan diusulkan dalam APBD Perubahan 2012. Nilainya mencapai Rp15 juta setiap mobil yang diremajakan. “Kalau di APBD induk belum ada, makanya menggunakan APBD perubahan. Bantuan Rp15 juta ini kebijakan wali kota,” katanya.

Dari hasil rapat yang digelar tersebut, diketahui taksiran harga taksi yang akan diremajakan mencapai Rp50 juta. Nilai tersebut bisa digunakan untuk DP dan keperluan lainnya. “Tapi, DP minimal harus 20% dari harga kendaraan,” ujarnya. Peremajaan taksi khusus kepada tiga koperasi taksi saja. Pihak lain yang berkeinginan tidak bisa karena terhambat status sebagai anggota.Termasuk pemilik taksi gelap, tak bisa ikut program peremajaan taksi ini.

“Khusus untuk anggota tiga taksi saja,” ungkapnya seraya menambahkan, upaya perbaikan pelayanan dengan peremajaan taksi tersebut bertujuan menghilangkan taksi gelap yang banyak beroprasi di sekitar bandara. (sir)







Seguir leyendo...