Tampilkan postingan dengan label ipad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ipad. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Agustus 2012

Perang Ginseng, Korea vs Amerika


Sumber: Seputar Indonesia, Kamis 30 Agustus 2012
 
Kalau Anda mengenal watak orang Korea dan Amerika, mungkin Andaakansepakatdengansaya, Samsung tak akan menyerah ditekan Apple.

Pekan lalu Samsung didenda USD1 miliar atas tudingan telah mengambil tanpa hak beberapa elemen kekayaan intelektual Apple (yang tak diakui Samsung) dan minggu ini Apple meminta pengadilan melakukan injunction agar melarang delapan produk Samsung beredar di seluruh pasar Amerika Serikat. Di lain pihak, Samsung baru saja mengumumkan rencana ekspansi dengan membuka pabrik besar-besaran di Amerika Serikat untuk memasok kebutuhan memory chip bagi Apple.

Orang Korea yang saya kenal bersuara halus, tetapi berwatak keras.Daya juangnya seakan tak pernah habis, sekuat tenaga yang dijanjikan akar ginseng. Mental menembusnya sangat kuat sekalipun medan yang dihadapi berbahaya untuk dimasuki. Seperti itulah mereka menempati kawasan berbahaya di Los Angeles (LA) yang tak berani didiami warga Amerika sekalipun.

Anda mungkin masih ingat bagaimana mereka mempersenjatai diri tatkala LA dilanda kerusuhan berat pada 1992. Bukannya lari seperti kebanyakan kelas menengah kita yang mengalami hal serupa di Jakarta tahun 1998, mereka justru menghadapinya dengan senjata laras panjang. Padahal bahasa Inggris mereka pas-pasan. Dengan modal bahasa isyarat, mereka menguasai titik-titik strategis di berbagai pelosok dunia. Sekeras baja itulah pegolf perempuannya, Se Ri Pak, dididik ayahnya menjadi juara dunia turnamen golf.

Dua Perspektif Berbeda

Pada sisi lain mari kita lihat perspektifApple.Langkah yang diambil Apple adalah cerminan watak orang Amerika yang saya kira mudah Anda kenal.Mereka sangat straight to the point,apa yang dirasakan itu yang diungkapkan, pegangan mereka adalah aturan hukum,kompensasi kerugian tanpa perasaan, dan sangat kompetitif. Orang Amerika yang kita kenal memang amat beragam,tetapi dunia mengenal mereka sebagai bangsa yang ingin mengatur dunia dan merasa pusat dunia ada di rumah mereka.

Sejak kecil anak-anak di sekolah Amerika dibiasakan berbicara terbuka, menghargai kesetaraan, berkompetisi, dan berinovasi. Melakukan plagiat adalah haram. Kalau mengutip kalimat orang lain sekalipun, harus disebutkan sumbernya. Itu pun belum cukup. Para pelajar dan mahasiswa wajib mengolah kembali kutipan milik orang lain itu dengan kata-kata buatan sendiri. Mereka menghargai orisinalitas ide dan kreativitas.

Tapi begitu ada yang meniru, jangankan bangsa lain,bangsa sendiri pun dikenai sanksi berat. Seorang plagiator yang tertangkap tak akan pernah bisa berkarier di dunia akademis sepanjang hidupnya dan seorang pencuri karya cipta didenda sangat berat. Di lain pihak,Korea Selatan memasuki pasar dunia yang sudah lebih dulu dikuasai Jepang yang menjadi obsesinya. Seorang ilmuwan Korea pernah mengatakan, jalur yang harus mereka lalui adalah inovasi melalui imitasi.

Adapun bagi masyarakat Amerika, imitasi adalah perbuatan kriminal yang berarti mencuri kekayaan orang lain dan bisa menghancurkan daya saing bangsa karena imitasi menghalangi niat orang lain berinovasi. Imitasi adalah disinsentifbagiinovasisehingga ujung-ujungnya konsumen sendiri yang dirugikan. Namun badan orang Korea terlalu kecil untuk melompat sejauh inovasi yang sudah dibangun Amerika selama dua abad. Maka imitasi yang dulu dilakukan Jepang kini mereka ikuti.

Hanya saja dunia telah berubah menjadi lebih kompleks, industri berteknologi tinggi semakin ruwet,dan Amerika sudah semakin licin memagari dirinya dengan jeratanjeratan hukum. Jadi sesungguhnya bukan Amerika yang ingin mereka tundukkan,melainkan Jepang. Kalau Jepang bisa buat Honda, Korea buat Hyundai dan bunyinya mirip. Platform pengembangan teknologinya mirip-mirip Jepang, tetapi diawali dengan tangan besi militer di bawah kekuasaan Jenderal Park Chung-hee.Nah,begitu pasar automotif dan konstruksi memasuki tahap saturation, Korea mengopi cara Jepang mengembangkan platform teknologi informasi (TI).

Dulu Jepang melalui korporasinya, Fujitsu, juga pernah mempermalukan Intel saat mengembangkan microprocessor chip pada 1980-an. Meski hak patennya ada di Intel, Fujitsu selalu mampu meluncurkan chipyang kapasitasnya dua kali lebih besar dalam waktu enam bulan lebih cepat dari kemampuan Intel memasuki pasar. Toh Intel bukannya menyeret Fujitsu ke ranah hukum, melainkan melakukan switching ke chip komputer dan membiarkan Fujitsu berjaya dalam industri game dan entertainment. Tapi mengapa sekarang Apple begitu marah pada Samsung?

Nazar Keras Kepala

Beberapa menit lalu, saat transit di Bandara Sydney,saya menyaksikan sejumlah orang memperdebatkan kasus Samsung. Seorang warga Korea menunjukkan tablet Samsung berlayar kaca antigores yang tak bisa dibuat Apple. Baginya Samsung pahlawan. Samsung bukanlah plagiator sejati karena juga mengembangkan teknologi hardware. Dan baginya, konsumen telah diuntungkan. Buktinya produk berteknologi sama bisa dipasarkan Samsung dengan separuh harga Apple.

Orang Amerika yang berada di sampingnya ternyata tak membela Apple, ia justru mengutuknya. Ia tidak bisa menerima langkah sweeping yang diajukan Apple untuk melakukan injunction sebagai lanjutan dari putusan peradilan yang memenangkan gugatannya. Injunction itu berupa permintaan agar delapan produk Samsung dilarang beredar di seluruh pasar Amerika. Seperti biasanya, setelah itu lawyer Apple yang jeli melihat uang akan melakukan hal serupa di negara-negara lain. Memang kalau diperhatikan, denda sebesar USD1 miliar yang diajukan kelihatan impresif.

Tapi bagi perusahaan global yang sedang tumbuh, jumlah sebesar itu hanya menarik di mata media. Harap maklum, anggaran promosi tahunan Samsung USD2,75 miliar.Samsung adalah penguasa pasar hardware Android terbesar di Benua Amerika (33%) mengalahkanLG, Moto,Sony,danHTC. Bahkan Samsung menjadi pemasok komponen dan memory chip yang penting bagi Apple. Samsung menguasai 70% pasar memory chip untuk handset berbasiskan Android dan Apple, jauh melebihi Toshiba.

Bahkan 40% pasokan DRAM Apple datang dari Samsung. Maka, seperti yang saya duga, Samsung memilih bertempur ketimbang menarik diri. Cara Samsung memang berbeda dengan yang biasa ditempuh korporasi Jepang yang mudah menyerah kalau ditekan Amerika. Beberapa detik yang lalu CEO Samsung sudah membuat pernyataan yang sangat mengejutkan.“Kita akan terus bertempur dan bersungguh- sungguh menghadapi kenyataan ini.

Kita akan melakukan banding dan kami nyatakan akan terus berupaya untuk menjamin keberadaan barangbarang ini di berbagai jaringan ritel di Amerika Serikat dan dunia,”ujarnya. Saya kira, selain berwatak keras, Samsung juga paham bagaimana cara menghadapi lawyerAmerika Serikat. Menghadapi bangsa besar ini Anda tak bisa bermain dengan perasaan. Bangsa ini harus dilawandenganargumentasi.

Bila Anda diam berarti tidak mengerti atau kalah.Dan bagi yang kalah, pintu terbuka lebar. Bukan dengan sowan,cium tangan atau membuat pernyataan maaf di koran seperti yang menjadi ciri khas tuntutan para lawyer kita,melainkan membayar. Beberapa waktu lalu Apple juga membayar ganti rugi sebesar USD600 juta kepada Nokia karena dianggap lalai menyalahgunakan perjanjian hak cipta dalam kasus IP.

Selain itu Apple juga sepakat membayar sebesar USD11,5 dari setiap penjualan iPhone-nya kepada Nokia. Nah sekarang Apple wajib mencari dana penggantinya. Mudah saja bukan? Kalau Samsung tak bisa membayar, mereka akan mengalihkannya kepada pelanggannya.Itu saja. Mereka tak pernah berpikir konsumen itu perasa, punya pertimbangan lain dan seterusnya. Mereka juga tak berpikir hubungan jangka panjang dengan vendor-vendornya.Amerika adalah bangsa seperti yang saya sebutkan di atas.

Mereka pragmatis dan main logis,bukan win-windan bukan hubungan saling membantu. Media massa di Amerika menyebut cara yang ditempuh Apple sebagai cara pemungut pajak. Denda ini kini dikenal dengan istilah “Apple Tax”. Jadi bagi Samsung,buat apa bawa-bawa perasaan atau memakai budaya Asia lainnya.Hadapi saja dengan perang ginseng, toh dengan beredarnya kasus ini brand power Samsung naik beberapa kali lipat.

Kendati harga sahamnya sempat anjlok dan platform baru bermunculan, Samsung masih punya kekuatan pasar yang besar. Samsung juga mulai mengincar Nokia dan Microsoft yang akan masuk besar-besaran ke dalam kategori produk yang sama. Jadi, bagi saya, perang ginseng masih panjang. Ini adalah bagian dari perjuangan yang diajarkan guru-guru sekolah bisnis Amerika Serikat sendiri pada bangsa-bangsa Asia. Mereka mengajarkan cara menyaingi korporasi dunia Amerika, bahkan cara menaklukkannya.

Mereka mengajarkan pentingnya inovasi dan memiliki paten teknologi.Dan bagi negara seperti Indonesia, penting agar menciptakan sophisticated corporate yang mampu menggantikan peran negara dalam penciptaan kesejahteraan. Ini berarti penting bagi kita melakukan transformasi dari factor-based economy (ekonomi berbaikan SDA) menjadi innovation-based economy. Dan dalam transformasi itu, intrik, saling menuntut dan menuduh dalam business law adalah hal yang biasa.Kata Ross Perot semua itu ada aturannya, kecuali bila Anda memasuki ranah politik. Jadi adu pintar saja. Mari kita pantau terus perang ginseng ini.●

RHENALD KASALI
Ketua Program MM
Universitas Indonesia              

Jumat, 29 Juni 2012

iPad vs Galaxy Tab

iPad 2 vs Samsung Galaxy Tab 2, Apa Sih Yang Beda?


Mar 30, 2011 by Feri Yunus Madao Under Gadget - http://blog.fastncheap.com/ipad-2-vs-samsung-galaxy-tab-2/#more-7516

Kesuksesan Apple mempopulerkan PC Tablet (iPad) membuat vendor-vendor lain berlomba-lomba ikut memproduksi PC Tablet versi mereka masing-masing. Salah satunya samsung dengan Galaxy Tab-nya yang telah berhasil mencuri perhatian pengguna PC Tablet. Bahkan kabarnya, saat ini Samsung Galaxy Tab merupakan pesaing terberat iPad.

iPad 2

Bukan Steve Jobs namanya kalau tidak bisa melakukan inovasi untuk mengatasi para kompetitor-nya. Terbukti, awal maret 2011, Apple secara resmi merilis iPad generasi kedua (iPad 2) yang tentu saja akan jauh lebih baik dari versi sebelumnya.


Apa saja kelebihan iPad 2 dari iPad 1?
Lebih Tipis dan Ringan
Pad 2 memiliki ketebalan 8,8 milimeter, lebih tipis 4.6 mm dari iPad 1 (13,4 mm). Bahkan lebih tipis dari iPhone 4 (9.3 mm). Dengan berkurangnya ketebalan yg dimiliki sekarang, berhasil mengurangi beratnya dari 1,5 pon menjadi 1,3 pon.
Prosesor Berbasis ARM Cortex A9
Jika pada iPad generasi pertama menggunakan prosesor A4 single-core 1GHz, maka pada iPad 2, menggunakan prosesor Apple A5 dual-core 1GHz, rancangan ARM Cortex A9. Dengan prosesor yang baru ini, maka iPad 2 memiliki performa dua kali lebih cepat dari iPad 1.
Memiliki Kamera
Tidak adanya kamera pada iPad 1, banyak disayangkan oleh para pecinta PC tablet, khususnya pecinta Apple tablet (iPad). Oleh karena itu, iPad 2 telah dilengkapi dengan dua kamera (depan dan belakang). Dengan penambahan kamera ini, maka Video chat atau video conference pun bisa dilakukan dengan fitur FaceTime. Sayang, belum diketahui berapa pixel resolusi kameranya tersebut.
Sistem Operasi iOS 4.3
Operating sistem iPad 2 telah diupgrade dari iOS 4.1 menjadi iOS 4.3. Operating sistem terbaru ini menawarkan performa kecepatan browsing internet yang lebih baik melalui browser Safari-nya.
Grafis Yang Hebat
Berdasarkan pernyataan bos Apple,Steve Jobs, kemampuan grafis iPad 2 sembilan kali lebih hebat dari generasi iPad yang pertama. Jika pernyataan itu benar, maka kemampuan ini akan memanjakan para pecinta game (gamers).
Terdapat HDMI Out
IPAD 2 ini memiliki fasilitas HDMI (High-Definition Multimedia Interface) untuk menghubungkannya pada televisi. Namun sayang, untuk bisa menggunakannya masih butuh konektor tambahan yang harus dibeli terpisah.
Smart Cover
Smart Cover yang merupakan aksesoris pelapis layar depan iPad 2, yang bisa otomatis mengunci perangkat dalam keadaan tertutup. Cover ini mengandung magnet sehingga bisa terpasang dengan baik. Selain itu, Cover ini juga bisa dilipat untuk dijadikan dudukan iPad.


Dibalik semua kelebihan atau kecanggihan yang ditawarkan iPad 2, ternyata menurut seorang pengamat Apple, Mattew Powell, menilai iPad 2 tidak memberikan perubahan radikal, seperti yang banyak diharapkan banyak orang. Contohnya, resolusi layar (1024 x 768) yang sama saja dengan versi sebelumnya. Katanya lagi, “memang ada prosesor dual core dan kamera, tapi para kompetitor pun memilikinya”.

Samsung Galaxy Tab 2 (10,1)

Diluncurkannya iPad generasi kedua oleh Apple, sepertinya sudah ketehui oleh Pesaing terdekatnya saat ini, samsung. Sehingga sebelum iPad 2 resmi diluncurkan, Samsung sudah terlebih dulu memperkenalkan tablet generasi keduanya (Samsung Galaxy Tab 10.1) pada ajang Mobile World Congress 2011, di Barcelona, Spayol, bulan februari lalu.


Apa saja kelebihan Samsung Galaxy Tab 2 dari versi sebelumnya?

Ukuran layar lebih besar dan lebih tipis
Samsung Galaxy Tab 2 hadir dengan ukuran layar yang jauh lebih besar dari versi sebelumnya (7 inchi) menjadi 10,1 inchi dengan resolusi 1280 x 800 pixel. Sedangkan ketebalan dan beratnya, saat pertama kali diperkenalkan pada Mobile World Congress 2011, adalah: tebal 10mm, berat 599 gram. Namun kemudian didesain ulang sehingga lebih tipis dan lebih ringan. Sekarang tebalnya tinggal 8,6 mm, dan berat 595 gram.
Menggunakan Prosesor Dual Core
Sama dengan iPad 2, Galaxy Tab 2 juga menggunakan prosesor dual core 1GHz, yang kecepatannya dua kali lebih cepat dari versi awal.
Resolusi kamera lebih tinggi
Resolusi kamera mengalami perubahan yang cukup signifikan, terutama untuk kamera belakang. Kalau Galaxy Tab generasi pertama resolusi kamera depannya 1,3 megapixel dan kamera belakang 3 megapixel, maka pada Galaxy Tab generasi kedua, kamera depan 2 megapixel dan kemera belakang 8 megapixel.
Menggunakan Android Honeycomb
Jika pada samsung Galaxy Tab generasi pertama masih menggunakan sistem operasi Android untuk Smartphone, maka pada tablet generasi kedua sudah menggunakan Android Honeycomb, yang kabarnya memang dirancang khusus untuk PC Tablet.

Kabar terbaru mengatakan kalau perusahaan asal korea selatan ini, juga telah mempersiapkan varian lain dari Galaxy Tab generasi kedua, dengan ukuran layar 8,9 inchi. Dan akan dirilis belakangan setelah Galaxy Tab 10,1 yang rencananya akan hadir di bulan Juni 2011.

Memang masalah ukuran layar yang tepat bagi PC Tablet, masih menjadi perdebatan. Masing2 mengkalim, bahwa ukuran tablet mereka lah yang paling ideal. Namun sepertinya samsung masih belum yakin dengan ukuran layar tablet-nya, sehingga sampai mengeluarkan 3 ukuran layar. Atau samsung hanya ingin menghadirkan variasi ukuran saja? Berbeda dengan iPad yang sepertinya sudah yakin dengan ukuran layar tablet-nya (9,7 inchi).

Kesimpulan

Secara resmi, Samsung Galaxy Tab 2 memang belum diluncurkan, tapi dari spesifikasi-nya yang telah beredar, kita bisa melihat bahwa Galaxy Tab 2 sedikit lebih unggul dari iPad 2. Namun bukan rahasia lagi kalau Apple lekat dengan image eksklusif, karena produk-produknya yang berkualitas tinggi. Sehingga harganya pun diatas rata-rata harga gadget produksi vendor yang lain. Tapi kalau dilihat harga iPad 2 dengan harga Samsung Galaxy Tab 2, tidak jauh beda kok.

Serba-Serbi Ipad

Sumber Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/IPad

iPad adalah sebuah produk komputer tablet buatan Apple Inc. (AI). iPad memiliki bentuk tampilan yang hampir serupa dengan iPod Touch dan iPhone, hanya saja ukurannya lebih besar dibandingkan kedua produk tersebut dan memiliki fungsi-fungsi tambahan seperti yang ada pada sistem operasi Mac OS X.Daftar isi [sembunyikan]
1 Sejarah
1.1 Tablet sebelum iPad
1.2 Generasi pertama
2 Spesifikasi
3 Aplikasi
4 Aksesori Tambahan
5 Referensi
6 Pranala Luar

[sunting]
Sejarah
[sunting]
Tablet sebelum iPad

Tablet komputer pertama Apple adalah Newton MessagePad 100,[8][9] yang pertama kali diperkenalkan tahun 1993. Apple juga meluncurkan prototype tablet berbasis PowerBook Duo, PenLite, namun memutuskan untuk tidak menjualnya karena khawatir akan mengurangi penjualan MessagePad.[10] Setelah itu Apple kembali meluncurkan beberapa PDA berbasis Newton; yang terakhri, MessagePad 2100, dihentikan produksinya pada tahun 1998.

Apple kembali masuk ke pasar mobile-computing pada tahun 2007 melalui iPhone. Lebih kecil dari iPad, namun memiliki kamera dan berfungsi sebagai telepon genggam. iPhone menjadi pionir dari penggunaan antarmuka multisentuh pada iOS, sistem operasi mobile milik Apple. Pada akhir tahun 2009, rumor peluncuran iPad mengemuka. Spekulasi tentang nama produk ini bermunculan, termasuk di antaranya iTablet dan iSlate.[11] iPad akhirnya diluncurkan pada tanggal 27 Januari 2010 oleh Steve Jobs di Yerba Buena Center for the Arts, San Francisco.[12][13]

Jobs kemudian mengatakan bahwa Apple telah mengembangkan iPad sebelum iPhone,[14][15][16] namun menghentikan pengembangannya sementara karena ide itu dianggap lebih cocok digunakan untuk telepon genggam.[17] Di lingkungan internal Apple, iPad dikenal dengan nama sandi K48. [18]
[sunting]
Generasi pertama

iPad diperkenalkan pertama kali oleh Steve Jobs, CEO (yang merupakan singkatan dari Chief Executive Officer) dari Apple Inc. dalam Apple Special Event yang bertempat di Yerba Buena Center for the Arts, San Fransisco, Amerika Serikat, pada tanggal 27 Januari 2010. Produk ini dirancang sebagai sebuah perangkat digital yang berada di antara telepon pintar (smartphone) dan komputer jinjing (laptop). Apple Inc. berencana akan mulai memasarkan iPad di Amerika Serikat (AS) mulai 3 april 2010, dengan kisaran harga mulai dari 499 Dolar Amerika Serikat (USD) hingga 829 USD. Namun warga AS sudah dapat memesan produk ini mulai tanggal 12 Maret 2010 melalui Apple Online Store.
[sunting]
Spesifikasi

IPad generasi pertama, Apple memiliki dua jenis model, yakni Wi-Fi dengan Wi-Fi 802.11a/b/g/n dengan berat 680 gram dan telah dipasarkan sejak 3 April 2010 dan model Wi-Fi + 3G yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan jaringan HSDPA dengan berat 730 gram, yang telah dipasarkan sejak akhir April 2010. Produk ini memiliki desain layar multi-sentuh 9.56x7.47 inci dengan lebar layar 9.7 inci atau sekitar 25 sentimeter (cm), yang dilengkapi LED backlight dengan teknologi IPS (singkatan dari In-Plane Switching), resolusi 1024x768 piksel, kapasitas memori flash drive mulai dari kisaran 16 gigabita (Gb) hingga 64 Gb, prosesor 1 gigahertz (GHz) Apple A4, baterai lithium-polymer yang dapat bertahan hingga 10 jam pemakaian, mendukung pemutaran audio dengan format AAC, MP3, VBR, audible, apple lossless, AIFF dan WAV serta mendukung format video H.264 hingga 720p, .m4v, .mp4, .mov, dan MPEG-4. Selain itu juga terdapat Bluetooth 2.1, kompas digital, GPS, Wi-Fi (802.11a/b/g/n), dock connector, built-in speaker, mikrofon, 3.5-mm stereo headphone jack dan menggunakan sistem operasi yang sama dengan sistem operasi iPhone.
[sunting]
Aplikasi

Di dalam iPad, selain fitur umum seperti home screen, contact (kontak), kalender dan catatan terdapat juga sejumlah aplikasi-aplikasi seperti:
Safari: merupakan penjelajah web yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai situs internet, seperti Google, Yahoo, Myspace, Flickr, Apple atau situs jejaring sosial seperti Friendster, Twitter, Facebook dan Plurk.
Mail: merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melihat surat elektronik (email) dan fitur ini dapat bekerja dengan hampir semua provider terkemuka seperti Yahoo! Mail, Gmail, atau Windows Live Hotmail.
iTunes: merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk menjelajah dan mengunduh musik, tayangan televisi, video maupun podcasts melalui iTunes Store. Aplikasi iTunes yang ada di dalam iPad dapat disinkronisasikan dengan iTunes yang ada pada MacBook ataupun komputer yang dimiliki pengguna.
iPod: merupakan aplikasi yang mampu mengorganisasi dan memutar musik, sama seperti yang terdapat pada produk Apple yang lain seperti iPod ataupun iPhone.
Photo: sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk menyimpan, mengorganisasi dan melihat foto. Pengguna tidak hanya bisa melihat foto berdasarkan tanggal dan acaranya, tetapi juga berdasarkan wajah ataupun tempat dimana foto tersebut diambil. Pengguna juga dapat mengsinkronisasikan foto ke dalam iPad dari Mac atau komputer melalui iTunes ataupun memindahkan foto dari kamera digital ke iPad melalui iPad camera connection kit.
Video: aplikasi yang digunakan untuk menonton berbagai jenis video, mulai dari film dengan kualitas High Definition (HD), podcast, acara TV sampai musik video dimana saja walau pengguna sedang berada di dalam pesawat sekalipun.
App Store: digunakan untuk mengunduh aplikasi yang jumlahnya mencapai hampir 150.000. App Store menyediakan aplikasi untuk produk-produk buatan Apple dengan beragam kategori, mulai dari permainan, gaya hidup, pendidikan dan lain sebagainya. Aplikasi yang terdapat di dalam App Store dapat diunduh secara gratis oleh pengguna namun ada juga yang dikenakan sejumlah biaya.
Youtube: aplikasi ini dapat digunakan untuk memudahkan pengguna melihat berbagai macam jenis video yang ada dalam Youtube tanpa perlu mengakses situsnya.
iBooks: sebuah aplikasi yang digunakan tidak hanya untuk membaca saja, tetapi juga menjelajah dan membeli buku-buku berformat digital (e-books) dari iBookstore. Aplikasi ini dapat diunduh di App Store secara gratis, namun sayangnya aplikasi ini baru tersedia di AS saja.
iWork: aplikasi yang juga terdapat pada Mac, yang terdiri dari Keynote, Pages dan Numbers. Aplikasi ini dapat membantu pengguna membuat presentasi, dokumen, maupun spreadsheet.
Maps: aplikasi yang dapat digunakan untuk melihat peta dari atas dengan resolusi tinggi melalui pencitraan satelit. Selain melihat peta, pengguna juga bisa mencari lokasi tempat atau rute dari satu tempat ke tempat lain.
[sunting]
Aksesori Tambahan

Apple juga menyediakan berbagai macam aksesori tambahan yang dapat dibeli secara terpisah oleh pengguna untuk melengkapi Ipad. Aksesori tambahan untuk iPad tersedia mulai dari keyboard dock, iPad case, iPad camera connection kit, iPad dock, iPad 10W USB power adapter, iPad dock connector to VGA adapter, Apple wireless keyboard, headphone, earphone hingga composite dan component AV cable.
[sunting]
Referensi
^ Jeff Gamet (March 19, 2010). "Wintek May Be Behind Delayed iPad Launch". The Mac Observer. Diakses pada 17 April 2010.
^ Paul Suarez (March 28, 2010). "Is iPad Sold Out?". PCWorld. Diakses pada 17 April 2010.
^ a b c d "iPad — Technical specifications and accessories for iPad". Apple. 27 Januari 2010. Diakses pada 27 Januari 2010.
^ "iPad SDK". Apple. 27 Januari 2010. Diakses pada 27 Januari 2010.
^ Brooke Crothers. "Inside the iPad: Apple's new 'A4' chip ", CNET, 27 Januari 2010. Diakses pada 27 Januari 2010.
^ "Apple A4 Teardown — Page 3". iFixit. Diakses pada 17 April 2010.
^ "teardown of production iPad". Ifixit.com. Diakses pada 17 April 2010.
^ John Gruber (January 14, 2010). "The Original Tablet". Daring Fireball. Diakses pada 20 Maret 2010.
^ Brad Stone. "Apple Rehires a Developer of Its Newton Tablet ", The New York Times, 28 September 2009. Diakses pada 20 Maret 2010.
^ "The Apple Museum: Prototypes". The Apple Museum. Diakses pada 23 Februari 2010.
^ Laura June (January 26, 2010). "The Apple Tablet: a complete history, supposedly". Engadget. Diakses pada 27 Januari 2010.
^ Apple (January 27, 2010). Apple Launches iPad. Siaran pers. Diakses pada January 27, 2010.
^ "Apple iPad tablet is unveiled at live press conference ", The Star-Ledger, 27 Januari 2010. Diakses pada 27 Januari 2010.
^ Cohen, Peter. Macworld Expo Keynote Live Update, Macworld, (January 9, 2007)Templat:Accessdate
^ Block, Ryan. Live from Macworld 2007: Steve Jobs keynote, Engadget, (January 9, 2007)Templat:Accessdate
^ Grossman, Lev. The Apple Of Your Ear, TIME, (January 12, 2007)Templat:Accessdate
^ "Jobs Says iPad Idea Came Before iPhone ", (Fox News), 2 Juni 2010.
^ "Executive Pleads Guilty to Leaking Apple Secrets ", (The New York Times), 6 Juli 2010.