Selasa, 07 April 2009

KPK Usut TAA

KPK Lanjutkan Usut Kasus TAA

Palembang:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melanjutkan penyidikan dan penyelidikannya terhadap kasus alih fungsi hutan Tanjung Api Api di Palembang.

Selain memeriksa Bupati Banyuasin, tim penyidik KPK Selasa (7/4) menggeledah kantor PT Chandratex di kawasan Ruko Taman Mandiri, Jalan Angkatan 45, Palembang. Dalam waktu yang bersamaan tim penyidik KPK juga mengecek langsung bangunan fisik di kawasan Pelabuhan Tanjung Api Api,Banyuasin.

Kepada wartawan, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pemeriksaan tersebut untuk melanjutkan pemeriksaan kasus Tanjung Api Api. Namun Johan belum bisa memastikan sampai kapan para penyidik tersebut berada di Palembang.

“Tim kita melanjutkan penyelidikan hasil pengembangan kasus Tanjung Api Api, termasuk melakukan pengeledahan dan pengecekan di beberapa tempat,”kata Johan Budi. Menurut Johan, penggeledahan dan pengecekan lokasi di kawasan Tanjung Api Api ini untuk melengkapi keterangan saksi-saksi yang diperiksa KPK selama beberapa hari terakhir.

Sebelumnya,beberapa saksi seperti karyawan Chandra Taz, rekanan mantan Gubernur Syahrial Oesman termasuk Bupati Banyuasin H Amirudin Inoed telah diperiksa.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat ini mengatakan, penggeledahan dan pengecekanlokasipembangunan Tanjung Api Api sebagai kelanjutan dari proses penyidikan sebelumnya.


Pengamatan Sinar Harapan, para penyidik KPK yang dipimpin Kompol Roni Santana Tarigan setibanya di Mapolda Sumsel, berkoordinasi di halaman parkir Mapolda Sumsel. Setelah itu, tim KPK beranjak meninggalkan gedung Mapolda Sumsel.

Dalam melakukan penyelidikan, tim penyidik KPK dibagi menjadi dua.Tim pertama beranggotakan 4 orang penyidik, mereka berangkat menuju kantor PT Chandratex. Tim yang dipimpin langsung Kompol Roni Santana Tarigan dan ditemani seorang anggota Brimob. Setibanya di halaman kantor PT Chandratex, tim ini langsung bergegas masuk ke dalam ruangan kantor.T

idak diketahui secara persis apa yang dilakukan tim penyidik dalam kantor milik penguasaha Chandra Antonio Tan yang telah divonis penjara selama 3 tahun oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, 13 Maret lalu itu.

Pasalnya, pemeriksaan tersebut belangsung sangat tertutup. Sejak memasuki kantor tidak sedetik pun tim penyidik keluar dari gedung tersebut. Bahkan saat memasuki jam makan siang,hanya petugas Brimobda Polda Sumsel yang mengawal mereka keluar dari gedung untuk mengambil makanan dari dalam mobil.

Begitupula saat waktu makan malam tiba,sekitar pukul 19.30 WIB, hanya petugas Brimobda Polda yang keluar dari kantor tersebut. Hingga pukul 22.00 WIB tadi malam, para penyidik KPK masih berada di gedung kantor PT Chandratex.

Sementara tim kedua berangkat menggunakan dua mobil kijang Innova warna silver BG 999 RH dan BG 2925 NH. Tim kedua ini beranggotakan 6 orang penyidik yang mengendari Innova dan dikawal 5 personel Brimobda Sumsel beranjak meninggalkan Mapolda Sumsel menuju pelabuhan Tanjung Api Api, sesaat setelah tim pertama berangkat. Baru pada sekitar pukul 20.30 tim penyidik ini mendatangi kantor PT Chandratex dan bertemu dengan tim penyidik lainnya.(sir)

Bupati Banyuasin Diperiksa KPK

Pengusutan Kasus TAA Berlanjut, Bupati Banyuasin Dimintai Keterangan

Palembang:

Pengusutan kasus korupsi TanjungApiApi terus berlanjut. Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed Senin (6/4) dimintai keterangan oleh penyidik KPK terkait kasus yang telah menetapkan mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman sebagai tersangka ini.

Amiruddin menjalani pemeriksaan di ruang Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumsel selama sekitar 4,5 jam. Pada pemeriksaan tersebut, Amiruddin terlihat mengenakan baju safari biru tua lengkap dengan pengawalan dua ajudannya.

Seusai menjalani pemeriksaan, Amiruddin terlihat turun dari pintu belakang gedung sat tipikor dan langsung bergegas menuju mobilnya yang tengah terparkir. Saat yang bersamaan dengan pemeriksaannya, sejumlah bupati dan wali kota di Sumsel tengah mengikuti teleconference unsur Muspida Sumsel dengan Mendagri di ruang Rekonfu Polda Sumsel yang berjarak sekitar 20 meter dari tempatnya diperiksa.

Ditemui wartawan seusai pemeriksaannya di Mapolda Sumsel, orang nomor satu di bumi Sedulang Setudung ini, membenarkan dirinya menjalani pemeriksaan dan memberikan keterangan terkait kasus TAA. Namun, Amiruddin yang saat ini menjalani periode kedua kepemimpinannya di Banyuasin menolak memberikan keterangan terkait dengan isi pemeriksaan.

“Kalau itu silakan tanya kepada KPK ya,”kata Amiruddin seraya bergegas memasuki mobil Kijang Innova miliknya. Baru pada sekitar pukul 14.00 beberapa penyidik KPK yang dipimpin Kompol Roni Santana meninggalkan Mapolda Sumsel dengan menumpang mobil Kijang Innova B 8149 OG warna silver.

Humas KPK Johan Budi membenarkan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan di Polda Sumsel. Menurut dia, tim penyidik KPK saat ini tengah melakukan pemeriksaan di Sumsel terkait kasus Tanjung Api Api. “Saat ini tim kita tengah berada di Polda Sumsel untuk melanjutkan pemeriksaan dan penyidikan kasus Tanjung Api Api,” katanya singkat. (sir)

iPhone dipasarkan di Palembang



CAPTION
GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma, saat mendampingi Bapak Handoko Lukito mendapatkan layanan dari Customer Service graPARI Telkomsel, yang merupakan salahsatu pelanggan Priority Telkomsel yang berkesempatan memiliki iPhone 3G pertama saat dilakukan penjualan perdananya di Palembang.






CAPTION
GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma, saat menjelaskan berbagai fitur dan aplikasi yang terdapat dalam iPhone 3G Telkomsel kepada Bapak Handoko Lukito, yang merupakan salahsatu pelanggan Priority Telkomsel yang berkesempatan memiliki iPhone 3G pertama saat dilakukan penjualan perdananya di Palembang.




iPhone Dipasarkan Secara Resmi di Palembang

Palembang:

Produk iPhone 3G Telkomsel resmi dipasarkan di Palembang Selasa (7/4). Penawaran perdana mulai dilakukan di GraPARI Palembang dan dihadiri pelanggan Priority Telkomsel.
Palembang merupakan kota kelima pemasaran produk ini setelah Jakarta dan Makassar. Informasi pembelian dapat diakses melalui situs http://www.telkomsel.com/iphone/ wheretobuy.


Selain di GraPARI, pembelian iPhone 3G Telkomsel kini mulai dapat dilakukan di Telesindo Shop, kawasan Veteran, Palembang.

“Hari ini (kemarin) kami sengaja memberikan kesempatan pertama khusus bagi pelanggan Priority Telkomsel yang sangat antusias mendapatkan ponsel revolusioner ini,” papar GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel I Ketut Susila Dharma.

Produk ini merupakan kombinasi tiga produk dalam satu kesatuan, yakni ponsel revolusioner, iPod berlayar lebar, dan terobosan baru perangkat internet yang menghadirkan pengalaman menakjubkan dari sebuah perangkat mobile. Dengan dukungan kecepatan jaringan 3G, peta GPS, dan berbagai fitur enterprise corporate, di antaranya Microsoft Exchange.

Melalui akses App Store, tersedia puluhan ribu aplikasi,mulai games, social networking, financial planning, hingga health management yang telah di download lebih dari 500 juta kali sampai saat ini.“Saat ini iPhone 3G setidaknya telah hadir di lebih dari 70 negara di seluruh dunia,”ungkapnya.

Telkomsel juga menawarkan tiga pilihan paket tarif khusus untuk iPhone 3G yang sudah termasuk gratis bicara,SMS,dan akses data. Pelanggan dapat menikmat gratis incoming call sepanjang hari,gratis outgoing call hingga 360 menit,300 SMS gratis,serta gratis penggunaan akses data sebesar 1 GB (upload dan download), dengan kecepatan hingga 3,6 Mbps.

“Kami menawarkan solusi bagi pelanggan untuk mendapatkan iPhone dengan harga yang makin terjangkau. Melalui kerja sama dengan bank tiga bank terkemuka, kami menghadirkan paket cicilan kartu kredit, dengan biaya uang muka yang lebih rendah,” ungkap Ketut.

Selain dapat digunakan pada jaringan Telkomsel 3G,iPhone ini juga dapat digunakan di seluruh jaringan 2G serta mampu mendeteksi jaringan hotspotWiFi secara otomatis sehingga dapat mengakses internet lebih cepat maupun browsing multimedia. (sir/rel)




CAPTION
GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma, bersama Manager Regional Account Mangement Sumbagsel,Herlindra, saat mendampingi Bapak Handoko Lukito menerima Tshirt “ I Got iPhone 3G 1” yang merupakan salahsatu pelanggan Priority Telkomsel yang berkesempatan memiliki iPhone 3G pertama saat dilakukan penjualan perdananya di Palembang.




CAPTION
GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma, bersama Manager Branch Palembang, TS Parlindungan saat mendampingi Bapak Handoko Lukito yang merupakan salahsatu pelanggan Priority Telkomsel yang berkesempatan memiliki iPhone 3G pertama saat dilakukan penjualan perdananya di Palembang.

Telkomsel Siap Pemilu



Petugas Telkomsel sedang melakukan pengecekan Compact Mobile Base Stations (Combat) di salah satu lokasi dekat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Telkomsel telah menyiapkan seluruh elemen jaringannya untuk menghadirkan kenyamanan komunikasi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 yang akan dilaksanakan 9 April 2009, diantaranya penyediaan kapasitas handling SMS (SMSC) terbesar hingga 47.100 SMS/detik atau berkemampuan melayani hingga 4 miliar SMS/hari.




Jaringan Telkomsel Siap Layani Pemilu 2009




Jakarta:

Telkomsel telah menyiapkan seluruh elemen jaringannya untuk menghadirkan kenyamanan komunikasi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 yang akan dilaksanakan 9 April 2009.

Berbagai elemen network seperti SMSC (Short Message Service Center), BTS (Base Transceiver Station), MSC (Mobile Switching Center), dan IN (Intelligent Network) telah siap melayani masyarakat, terutama 72 juta pelanggan Telkomsel yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia hingga pelosok.

”Memastikan kesiapan berbagai elemen jaringan tersebut tentunya merupakan kewajiban kami untuk mendukung pemerintah dalam mensukseskan Pemilu 2009 dalam hal kelancaran komunikasi. Untuk komunikasi suara, jaringan Telkomsel menghadirkan tingkat Call Completion Success Rate mencapai 98,58%, dimana hal ini menggambarkan tingginya tingkat kesuksesan suatu komunikasi sejak tersambung hingga selesainya percakapan,” papar Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.

Untuk kenyamanan komunikasi SMS, Telkomsel menyediakan kapasitas handling SMS 47.100 SMS/detik atau berkemampuan melayani hingga 4 miliar SMS/hari. Selama masa kampanye, trafik penggunaan SMS pelanggan Telkomsel fluktuatif sekitar 310 – 325 juta SMS perhari dimana tidak terlalu terjadi peningkatan yang signifikan dibanding hari normal biasa yang rata-rata juga sekitar 310 juta SMS perhari.

Dari sisi jaringan, Telkomsel telah membangun sekitar 27.500 BTS yang menjangkau lebih dari 95 persen wilayah populasi Indonesia, Dan untuk kenyamanan layanan data, jaringan Telkomsel telah didukung teknologi canggih mulai dari GPRS, EDGE, 3G WCDMA hingga HSPDA.

Telkomsel juga telah menghadirkan Mobile Switching Center (MSC) sejumlah 111 MSC untuk mejaminkan kelancaran koneksi komunikasi. Di samping itu untuk kenyamanan pelanggan kartu prabayar, Telkomsel juga telah menyediakan kapasitas handling Intelligent Network (IN) sebesar 97 juta, mengingat hampir 95 persen pengguna seluler Indonesia adalah pelanggan prabayar.

Seluruh elemen infrastruktur Telkomsel telah menghadirkan kemampuan handling pelanggan atau HLR (home Location Register) hingga lebih dari 100 juta pelanggan. Bahkan mengingat bayaknya perantau yang akan pulang kampung untuk menggunakan hak pilihnya sekalian liburan karena hari H Pemilu diikuti libur panjang (long weekend), Telkomsel telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan kapasitas kelonggaran daya tampung perpindahan pelanggan atau Visitor Location Register (VLR) sebesar 73 juta.

“Kebutuhan komunikasi masyarakat menjelang Pemilu dan libur panjang ini diperkirakan meningkat. Kesibukan panitia dan kontestan Pemilu tentunya sangat membutuhkan dukungan sarana komunikasi baik untuk koordinasi, penyebaran informasi, maupun komunikasi antara petugas-petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar,” ungkap Sarwoto. (sir/rel)

Minggu, 05 April 2009

koresponden juara iv futsal antarmedia



Tim Koresponden Juara IV Futsal Antarmedia

Palembang:

Tim koresponden yang merupakan underdog dalam Turnamen Futsal antaramedia memperebutkan Piala Gubernur 2009 Sabtu (4/4) akhirnya menjadi juara IV.
Dari 16 tim yang berlaga, Tim Koresponden harus merelakan gelar juara III kepada tim Berita Pagi dan berhak mendapat hadiah uang Rp 7 juta. Sementara jawara even ini dipegang Tim Sumeks yang mengantongi hadiah Rp 20 juta dan runner up diraih Tim Sripo dengan hadiah Rp 15 juta.








Tim koorespenden diperkuat antara lain, Buyung Wijaya Kusuma (Kompas), Noverta Salyadi (Gatra), Arif Ardiansyah (Tempo), Muhamad Nasir (Sinar Harapan), Bangun P Lubis (Suara Pembaruan), dan Irwan Wahyudi (Bisnis Indonesia).
Dibabak sebelumnya, Tim Koresponden mengalahkan Tim Sentral Pos, TVRI. Namun langkahnya dijegal Tim Sumeks yang melaju ke final. Saat memperebutkan juara III dan IV harus menyerah kepada tim Berita Pagi.


Tim Futsal Sumatera Ekspres (Sumeks) yang diperkuat langsung Pimrednya, Mahmud meraih double winners dalam ajang turnamen yang digelar di lapangan futsal Sriwijaya Sport Centre. Final futsal tersebut mengantarkan tim Sumeks menjadi jawara, sekaligus pemainnya, Ahmad Rivai sebagai pemain terbaik. Top skor dengan 14 gol diraih pemain dari Berita Pagi, Habibie. Pemain terbaik dan top skor mengantongi masing-masing hadiah Rp 2 juta.


Gubernur Sumsel Alex Noerdin terlihat cukup antusias dalam gelar turnamen Futsal antar media tersebut. Menurut dia,Palembang sebentar lagi bakal menjadi tuan rumah cabangolahraga(Cabor) Futsalpada Sea Games 2011.

“Kita akan membangun tribun futsal yang memadai dandapatdimanfaatkansebagaimedia berlatih dan berbagai kompetisi akbar lainnya,”ujar Alex Noerdin.

Ketua PWI Sumsel Oktaf Riyadi saat pembukaan mendapayhadiah sepeda motor dari Gubernur Sumsel. Karena saat penendangan bola pertama oleh Gubernur, dia berhasil mengamankan gawangnya.




Keenam tim yang berlaga di even ini, Tim Sumeks, Tim Sripo, Tim Berita Pagi, Tim, Koresponden, Tim Sindo, Tim Sriwijaya TV, Tim PalTV, Tim Kompas, Tim TVRI, Tim JJTV, Tim Radar Palembang, Tim Palembang Pos, Tim Palembang Ekspres, Tim KPI dan Radio, dan Tim Sentral Pos.


Menurut Ketua Pelaksana, Riduan Temenggung, even ini digelar bukan sekadar sebagai sarana silaturahmi tetapi juga mencari bibit atlet futsal dari kalangan wartawan untuk diterjunkan di Porwanas yang rencananya digelar di Palembang.(sir)












Kamis, 02 April 2009

karyawan wachyuni mandira





Dialog Eks Karyawan vs Manajemen WM Deadlock

Palembang:

Upaya penyelesaian kasus antara eks karyawan dengan manajemen PT Wachyuni Mandira (WM) kembali belum menemukan titik temu.

Dialog yang difasilitasi pihak Pemrov Sumsel hingga kemarin sore berakhir deadlock. Tanpa kesepakatan.

Sebelumnya, ratusan eks Karyawan PT. Wahyu Mandira, kembali mendatangi Kantor Gubernur Sumsel kemarin.

Mereka menagih janji Gubernur Sumsel, Alex Nurdin, yang akan menyelesaikan permasalahan mereka dengan Direksi PT Wahyu Mandira.

Kedatangan karyawan ke kantor gubernur Sumsel untuk kesekian kalinya, masih belum ada titik temu. Karyawan selain menuntut pesangon, pembayaran Jamsostek dan pembebasan salah satu buruh bernama Yonce yang saat ini masih ditangkap dan diproses di Polres OKI. Bahkan berkasnya disudah diserahkan ke Kejaksaan dan sudah masuk proses persidangan.






”Kami datang kembali ke kantor Gubernur, untuk menagih janji yang pernah di ungkapkan oleh Bapak Alex Nurdin, pada aksi kami yang kedua, dan kalau sampai hari ini belum ada penyelesaian, kami akan menginap di kantor Gubernur,” teriak para karyawan.

Para karyawan ini menegaskan, tidak mungkin Gubernur tidak bisa menyelesaikan masalah seperti ini.

Tak lama berselang perwakilan masa diterima oleh Wagub Eddy Yusuf, yang memfasilitasi perwakilan masa untuk berdialog dengan Direksi PT. Wahyu Mandira, karena Wagub telah memanggil Direksi PT Wahyu Mandira.

Hanya saja, rapat penyelesaian konflik perburuhan antara direksi PT Wachyuni Mandira dengan 167 karyawan korban PHK yang difasilitasi Wagub Sumsel Eddy Yusuf deadclock.

Kedua pihak yang berseteru masing-masing mempertahankan pendapat masing-masing. Karyawan mendesak agar perusahaan membayar pesangon dan uang Jamsostek. Sementara, PT Wachyuni Mandira menempuh jalur penyelesaian melalui peradilan industrialisasi.

"Kami selesaikan ke jalur hukum," kata GM Hubungan Industri PT Wahyuni Mandira, Lumban Gaul.

Mengenai tunggakan Jamsostek sebesar Rp 8 miliar, diakuinya sudah dibayar Rp 2 miliar bahkan dalam sudah dalam perencanaan di April ini pelunasan tunggakan akan dicicil sisanya, ungkapnya.



Sementara buruh yang menjadi korban PHK tetap menolak hasil pertemuan tersebut dan tetap mendesak hak buruh. (k20)

Rabu, 01 April 2009

Human Trafficking

Human Trafficking Wanita Asal Jabar Digagalkan

Palembang

Human trafficking (penjualan) enam wanita asal Jawa Barat (Jabar) untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di Palembang digagalkan meski para korban telah sempat melayani para lelaki hidung belang selama tujuh hari.

Informasi yang dihimpun, para korban ini dijual oleh seorang tersangka, berinisial Wa seharga Rp 3 juta per orang. Awalnya, para korban ini oleh Wa dijanjikan bekerja di Singapura.
Para korban, La (19) dan Ti (19), asal Desa Kotasari, Kecamatan Pusakanegara, Subang; Ay (22), Sut (30), Tr (23), dan Ca (30), asal Indramayu.
Terungkapnya human trafficking ini, menurut Kapoltabes Palembang Kombes Luki Hermawan, berawal dari kecurigaan orang tua Tr (salah seorang korban), Mahrani yang berhasil menghubungi anaknya via handphone. Dari situlahkemudian diketahui kondisi keenam korban.
Para korban ini sendiri menurut Wa kepada para korban, diberangkatkan Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Eka Santi Jaya Mulia (ESJM) di Jakarta. Rencana awal, Wa akan memberangkatkan keenam wanita inike Singapura lewat Batam. Namun entah mengapa, ketika tiba di Palembang mereka justru dijual ke germo di lokalisasi Teratai Putih.
Mahrani sebelumnya ternyata sudah mengontak PT ESJM dan didapat informasi bahwa mereka tidak punya sponsor bernama Wa. Diduga, ia hanya memanfaatan PJTKI tersebut.
Lokalisasi ini sendiri, berdasarkan data Sinar Harapan telah ditutup sejak 2000 lalu. Namun ternyata hingga kini lokalisasi yang terletak di Km 9 Palembang itu masih operasional.

Para korban kini setelah diselamatkan dari Wisma Saputra dan Sari Indah. Dua germo, Ujang dan Kasim ikut diamankan.
Ay, salah seorang korban mengaku dia bertemu dengan Wa bersama korban lainnya ketika menunggu bus di Subang. ”Katanya kami mau dijadikan TKW dengan gaji jutaan. Kami kemudian dibawa ke Palembang. Di tempat itu kami tidak boleh keluar dan diharuskan melayani para lelaki hidung belang,” ujarnya. (sir)

Merokok Didenda 50 Jt

Menuju Kota Internasional, Merokok di TKR Didenda Rp 50 juta

Palembang:

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menetapkan perda larangan merokok. Pelanggaran terhadap peraturan ini diancam denda Rp 50 juta. Ketentuan ini merupakan salah satu upaya memenuhi kriteria sebagai kota internasional.

Setidaknya ditetapkan empat kawasan tanpa rokok (KTR) diberlakukan pertengahan April 2009 dari enam kawasan yang diusulkan. Pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda) inisiatif dewan ini diancam hukuman kurungan tiga bulan dan denda Rp 50 juta.

Ketua Komisi IV DPRD kota Palembang, Irmaidi SH, usai rapat bersama Walikota dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) pusat, kemarin mengatakan ada enam kawasan tanpa rokok, yang diajukan hak inisiatif dewan. Enam kawasan itu tempat umum, tempat belajar, tempat permainan anak, pusat kesehatan, tempat kerja dan tempat ibadah.

Hanya saja, untuk sosialisasi tahun ini ditekankan pada empat kawasan dulu seperti tempat umum, tempat belajar, pusat kesehatan dan tempat kerja.

Irmaidi menambahkan, tanggal 6 April 2009, Raperda ini akan dibahas dalam Paripurna.

Menurutnya dalam Raperda diatur masalah larangan dan sanksi bagi pelanggaran Perda KTR tersebut. "Pelanggarannya dikenakan denda Rp 50 juta dan atau kurungan 3 bulan," ungkap Irmaidi.

Sementara Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra mengatakan KTR merupakan hak inisiatif dewan dan hal ini akan dijadikan Peraturan Daerah.

Ketua IAKMI Pusat Badan khusus Pengendalian Tembakau, Dr Widyastuti Soerojo MSc, menjelaskan jika KTR di Palembang ini berhasil maka salah satu kriteria kota internasional itu sudah terpenuhi.

"KTR ini bukan melarang orang merokok tetapi mengatur kawasan-kawasan yang ddilarang merokok, karena asap rokok itu mengandung 4.000 bahan kimia berbahaya," jelasnya. (k20)

PT BA Melapor ke Polda

Lahan Bersengketa Dieksploitasi, PT BA Lapor Polisi


Palembang:

Tiga perusahaan pertambangan swasta dilaporkan oleh PT BA ke Polda Sumsel karena dinilai telah melakukan aksi penyerobotan, pencurian dan perusakan di beberapa lahan yang saat ini masih dalam sengketa di pengadilan.

Ketiga perusahaan yang dilaporkan itu, yakni PT Bumi Merapi Energi, PT Bara Alam Utama, dan PT Muara Alam Sejahtera.


Senior Manager Hukum dan Administrasi korporat PTBA, Munandar dan Manager Hukum Binsar Jonvic kepada wartawan Rabu malam (1/4) menyatakan mereka bertindak atas nama Direktur Utama PTBA Persero Tbk, Sukrisno.

Lahan-lahan yang bermasalah itu, menurut Binsar bertempat di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Lahat; Desa Lebak Budi, Desa Negeri Agung, Desa Telatang Kecamatan Merapi Barat, Lahat; dan Desa Muara Maung, Desa Telatang, Kecamatan Merapi Barat,Lahat.

Di tempat-tempat tersebut, menurut Binsar, ketiga perusahaan tadi mengambil bahan batu bara di lokasi kejadian dengan cara merusak dan memasuki areal lokasi kejadian tanpa hak dan izin pemilik. Padahal, lahan tersebut saat ini masih dalam sengketa dan tengah ditangani pengadilan.

Artinya, tanah yang masih status quo tersebut belum boleh diolah atau digarap oleh kedua pihak yang bersengketa, termasuk PTBA sebelum adanya putusan pengadilan yang tetap tentang siapa yang berhak atas kawasan tersebut.

Binsar berpendapat, terdapat tumpangtindih antara kawasan hasil eksplorasi PT BA dengan lahan yang ditambang ketiga perusahaan tersebut. Selama ini, biaya ekplorasi yang sudah dikeluarkan PT BA untuk KP di kabupaten Lahat tersebut mencapai angka Rp 260 miliar sejak 1990 hingga 2002.


Polda Sumsel kini tengah mengusut laporan tersebut. Tim khusus dibentuk dan diterjunkan ke Lahat untuk menindaklanjuti laporan PTBA tentang aksi pencurian dan perusakan yang dilakukan tiga perusahaan.

Wakil Direktur Reserse Kriminal AKBP Siswanto mengatakan, tim yang dipimpin Kepala Satuan Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Polda Sumsel AKBP Barli Rahmadi ini bertugas menyelidiki beberapa kawasan pertambangan yang diduga menjadi lokasi aksi perusakan hutan.

“Tim akan menyelidiki apakah di sana terjadi perusakan hutan, apakah juga beberapa perusahaan di sana memiliki izin operasional pertambangan serta Amdal,” ungkap Siswanto di ruang kerjanya. Selain itu, tim akan menyelidiki kemungkinan eksploitasi pertambangan dilakukan di lahan hutan lindung.

Berdasarkan data yang dihimpun Sinar Harapan, perseteruan yang terjadi antara PT BA dan Pemkab Lahat dipicu dari perebutan kuasa pertambangan (KP). Perusahaan melalui tim kuasa hukumnya Todung Mulia Lubis Cs menggugat Bupati Lahat yang telah membatalkan izin Kuasa Pertambangan di areal seluas 24.100 hektar di Kabupaten Lahat.

Kendati menjadi perkara di pengadilan, Pemkab Lahat, menurut kepala Dinas Pertambangan Syarifuddin Noersyamsu tetap memberikan izin kuasa penambangan kepada lima investor baru. Dia menyebutkan, sebetulnya kebijakan Bupati Lahat yang memberikan izin KP kepada lima investor tersebut adalah semata- mata untuk mempercepat pembangunan di Lahat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Kec Merapi yang bermukim langsung di atas lahan yang mengandung sekitar 900.000 ton batubara.

Sementara itu, mantan Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat yang kini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapedda) Marwan Mansyur mengungkapkan, kebijakan yang telah dikeluarkan Pemkab Lahat telah sesuai prosedur. Dia meyakini tidak terjadi pelanggaran.

Sebaliknya, dia mengatakan, keputusan ini dibuat bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Lahat. Dikeluarkannya sejumlah kuasa penggunaan (KP) bagi perusahaan-perusahaan pertambangan swasta dinilai akan berdampak baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. (sir)

Telkomsel bantu TI






Bantuan Pendidikan: (kiri-kanan) VP Area Pamasuka Telkomsel Agus Mulyadi, Kepala Sekolah SMAN 5 Balikpapan Siswantoro S.Pd. MM, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, Kepala Sekolah SMPN 3 Balikpapan Dra. Tatiek Sulastri, Kepala Sekolah SDN 9 Balikpapan Zuliah Ama Pd., dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Sarjono saat penyerahan bantuan aplikasi pendidikan berbasis teknologi informasi (TI) di Balikpapan (1/4). Dalam upaya membangun sekolah berbasis TI, Telkomsel menyerahkan bantuan software aplikasi canggih bagi 3.200 siswa di 3 sekolah di Balikpapan senilai Rp 200 juta berupa Paket Software Pendidikan Interaktif, Paket Komputer, UPS (baterai cadangan), LCD Proyektor, wide screen, dan pelatihan.


Telkomsel Gelar Metode Belajar Berbasis TI

Balikpapan, 1 April 2009

Dalam upaya membangun sekolah berbasis teknologi informasi (TI), hari ini Telkomsel menyerahkan bantuan software aplikasi canggih kepada 3 sekolah di Balikpapan sekaligus memperkenalkan metode pendidikan interaktif terbaru yang memadukan ilmu pengetahuan dan multimedia dalam tampilan yang atraktif dan menyenangkan bagi pelajar.

Bantuan Telkomsel bagi 3 sekolah di Balikpapan tersebut senilai Rp 200 juta berupa Paket Software Pendidikan Interaktif, Paket Komputer, UPS (baterai cadangan), LCD Proyektor, wide screen, dan pelatihan. Ketiga sekolah yang menerima bantuan adalah SDN 9, SMPN 3, dan SMAN 5 dengan jumlah dan siswa sebanyak 3.200 anak.

“Dengan adanya sofware pendidikan interaktif beserta perangkat keras ini, kami berharap dapat mempermudah para pengajar dan siswa dalam menjalankan proses belajar mengajar sejalan dengan kurikulum Depdiknas. Melalui metode pendidikan interaktif berbasis TI ini, para pelajar kini dapat belajar matematika atau fisika dengan cara yang sangat mudah, karena aplikasi ini dilengkapi dengan ilustrasi, gambar, dan suara. Hal ini tentunya akan menjadikan pelajaran matematika dan fisika yang sebelumnya dikenal sebagai momok bagi banyak siswa, akan menjadi mata pelajaran yang disenangi siswa,” ungkap Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.

Program ini juga merupakan upaya pemberdayaan guru sebagai bagian penting dalam proses belajar mengajar di sekolah, dimana mereka mendapatkan pelatihan penggunaan software dan metode pengajaran yang efektif dan mudah diserap. Pelatihan bagi para guru meliputi: install program, pengoperasian software, pelatihan pedagogi, dan teknik mengajar.

Metode pendidikan interaktif berbasis TI yang diperkenalkan Telkomsel ini merupakan metode yang mengacu pada sistem belajar siswa aktif, berbeda dengan metode tradisonal dimana pelajar hanya mendengarkan guru berbicara atau ceramah di depan kelas.

Teori Learning Pyramid oleh National Training Laboratories (NTL) Maine-USA menyebutkan bahwa metode tradisonal dalam bentuk Ceramah memiliki tingkat penyerapannya oleh pelajar hanya 5%. Untuk metode Bacaan, tingkat penyerapannya 10%, Audio-visual 20% dan metode Demonstrasi tingkat penyerapannya 30%. Ini merupakan suatu keprihatinan karena sebagian besar proses pendidikan di Indonesia justru menggunakan metode ceramah.

Rendahnya tingkat pencapaian metode tradisonal tersebut, menurut NTL dapat diatasi dengan pendekatan interaktif atau berpusat pada pelajar. Pendekatan interaktif terbagi atas tiga metode, yaitu kelompok diskusi yang tingkat pencapaiannya 50%, practice by doing 75%, dan yang paling efektif adalah mengajarkan kepada orang lain atau penggunaan secara langsung yang didukung aplikasi berbasis TI dengan tingkat pencapaiannya 90%.

“Metode pendidikan interaktif berbasis TI menghadirkan sistem belajar baru yang lebih mudah dan menyenangkan, dimana para pelajar memperoleh keterampilan praktis melalui tampilan multimedia dan sekaligus menciptakan lingkungan saling berbagi pengalaman, diskusi, maupun tukar pikiran. Kegiatan semacam ini bisa dilakukan lewat interaksi antara guru dan pelajar secara terbuka dan kritis,” tegas Sarwoto.

“Untuk penyediaan software pendidikan interaktif ini, Telkomsel bekerjasama dengan developer aplikasi lokal, yang sepenuhnya merupakan karya anak negeri. Software ini dilengkapi dengan Bahasa Indonesia dan Inggris, serta telah mendapatkan sertifikasi baik internasional maupun dalam negeri, yakni Departemen Pendidikan Nasional,” papar Sarwoto.

Bilamana metode belajar berbasis teknologi informasi ini diterapkan di seluruh Indonesia maka mutu pendidikan di sekolah-sekolah akan memiliki kesetaraan, baik di kota, daerah, dan pelosok.

”Dukungan Telkomsel terhadap dunia pendidikan telah lama diwujudkan dalam berbagai program kepeduliannya, dimana program Corporate Social Responsibility Telkomsel sengaja dititikberatkan pada bidang pendidikan. Telkomsel menyadari bahwa pendidikan merupakan faktor penentu sumber daya manusia Indonesia kelak, dan kami telah mensinergikan pendidikan dengan ragam apikasi dan kecanggihan teknologi informasi khususnya seluler, sehingga dunia pendidikan memasuki era baru pendidikan berbasis TI, seperti e-learning, e-education, dan sebagainya,” tambah Sarwoto.