Selasa, 28 Desember 2010

Nonton Bareng Telkomsel Meriah




Asyiknya, Pak Riki juga sibuk mengajak pelanggan Telkomsel untuk nonton bareng.

Suasana nonton bareng
Untuk dapat hadiah, harus belu kupon nih
Wah, asyiknya yang beruntung bisa dapat hadiah handphone, selamat ya, kata Samsurizal dari Telkomsel Grapari Palembang

Meski Timnas mengalami kekalahan, nonton bareng bersama Telkomsel Minggu (26/12) bersama telkomsel di Raja Sport Centre Kompleks PTC berlangsung meriah. Penonton tetap memberikan dukungan kepada Timnas.....

Bubar nonton, pelanggan Telkomsel tampak ceriah karena berbagai hadiah mereka dapat....





Organize by: Km.O-Organiser

Kamis, 23 Desember 2010

Tim Futsal SMA YKPP Jawara Turnamen Esia

Tim Futsal SMA YKPP A juara pertama




Palembang,

Menundukkan tim futsal SMAN 5 Palembang dengan skor tipis 1-O, tim YKPP akhirnya menjadi jawara Esia Smart Futsal Turnamen antar pelajar 2010.

Final turnamen yang diikuti 74 tim futsal pelajar SLTA se-Sumsel

ini berlangsung cukup ketat. Kedua tim memiliki kemampuan seimbang. Turnamen yang digelar di Raja Sport Centra kompleks PTC, Senin (27/12) ini cukup menegangkan. Hingga pertandingan berakhir, SMA YKPP hanya menyarangkan 1 gol.


Tim Futsal SMAN 5 , runner up


Dengan hasil ini, tim SMA YKPP Mengantongi hadiah uang pembinaan sebesar Rp 2 juta, trofi, dan handphone Esia.SMAN 5 yang menjadi juara kedua mendapat trofi dan uang pembinaan Rp 1 juta.

Sementara tim futsal SMA Muhamadyah 1 Palembang yang menundukkan SMAN 18 Palembang dengan skor 6-3, menjadi juara ketiga. Mendapat hadia pembinaan dan trofi.

Hendri Kesuma, manajemen Esia Sumbagsel, usai penutupan menyatakan bahwa even ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan brtanding bagi pelajar SLTA, mengisi waktu libur, dan menyemarakkan tutup tahun 2010.

Tim Futsal SMA Muhamadyah 1, juara ketiga


"Dengan ini, diharapkan akan muncul atlet dan tim futsal yang tangguh," ujarnya.

Darwin Syarkowi dari Smart FM Palembang menambahkan bahwa even ini akan dijadwalkan dan diagendakan rutin setiap tahun. Apalagi mengingat animo masyarakat terhadap futsal cukup tinggi.



The best player....


Even ini sendiri berlangsung selama dua hari. Menggunakan sistem gugur, dan memakai lapangan indoor maupun outdor. (pr)




organize by: Km.0-Organiser

Telkomsel Ajak Palembang Dukung Elloco cs



PALEMBANG--Telkomsel mengajak masyarakat Palembang mendukung Timnas yang akan menghadapi Malaysia pada partai final Piala AFF di Bukit Jalil, Minggu (26/12) dengan menggelar nonton bareng di dua tempat yakni, pelataran parkir Raja Sport Center Palembang dan pelataran Benteng Kuto Besak (BKB).


SRIPO/HENDRA KUSUMA
Dari kiri Riki Agustiawan Manajer Telkomsel Palembang, Syamsul Manajer Community Telkomsel Palembang dan Taufik Usman




"Kita menyiapkan layar lebar berukuran 3 x 4 meter di Raja Futsal dan BKB, menghimbau agar masyarakat Palembang datang untuk memberikan dukungan kepada Timnas," kata Manajer Branch Telkomsel Palembang, Riki Agustiawan, Kamis (23/12).

Menurut Riki, acara ini digelar secara terbuka untuk umum pada Minggu (26/12) dan Rabu (29/12). Puncaknya digelar pada Rabu mendatang di BKB."Khusus untuk pelaksanaan di BKB akan digelar pada final leg kedua Rabu (29/12). Tujuannya lebih kepada mengapresiasi dan mendukung Timnas, menyalurkan hoby masyarakat," jelasnya.
Ditambahkan Syamsul Rizal, Manajer Departeman Communitiy Telkomsel Palembang format acara nonton bareng ini bersifat hiburan, makanya pihak Telkomsel menyedikan terompet dan hadiah menarik seperti ponsel dan voncher."Hadiahnya kita siapkan 2 unit hp dan ratusan voucher, serta 20 lembar kaos Timnas original," jelas Syamsul.
Dijelaskan pihak panitia Taufik Usman, khusus yang berminat mendapatkan hadiah, bisa mengambil kupon di Raja Futsal sejak Jumat (24/12) pagi, kupon ini seharga Rp2 ribu rupiah plus kartu perdana As."Ini bagi yang berminat untuk mengikuti undian, bagi tidak tetap bisa mengikuti nonton bareng dengan langsung datang ke Raja Futsal dan BKB," jelasnya.

Hendra Kusuma

Kamis, 16 Desember 2010

LO Festival Keraton Nusantara Belum Terima Honor

http://www.sinarharapan.co.id/berita/content/read/lo-festival-keraton-nusantara-belum-terima-honor-1





Palembang - Sedikitnya 50 tenaga Liasion Officer (LO) Festival Keraton Nusantara (FKN) VII yang dilaksanakan 26-28 November lalu hingga Rabu (15/12) mengeluh belum terima honor.
Mereka menuntut kalau memang ada kompensasi dari kerja yang telah dilakukan, dapat segera direa¬lisasikan oleh panitia atau Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin. ”Padahal, kami sudah melaksanakan tugas selama hari H festival. Bahkan sebelumnya juga sudah melakukan aktivitas,” ujar Robby Wijaya, seorang LO kepada SH, Rabu.
Sementara itu, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa memang keberadaan mereka (para LO) tak jelas. ”Mereka sepertinya tertipu oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Masa jumlahnya sempat mencapai 400 orang. Lalu ada lagi LO yang jumlahnya juga mencapai 50 orang. Tapi, semuanya sudah diselesaikan,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Rabu malam. (sir)

My coloring book.mp4

Rabu, 15 Desember 2010

Isi Waktu Libur, Smart-Esia Gelar Turnamen Futsal Antarpelajar SLTA



Palembang: Mengisi waktu libur dan menyemarakkan tutup tahun 2010, Radio Smart FM bekerja sama dengan Operator Selular Esia, menggelar turnamen futsal pelajar SLTA.

Untuk memberikan daya tarik, menurut Pjs Manager Marketing Esia Area Sumbagsel, Hendry Hadikesuma, juga disediakan hadiah dengan total jutaan rupiah dan handphone bagi pememang dan the best player.

“Kegiatan ini dilaksanakan di Raja Sport Centre, di Kompleks PTC Palembang Pada Minggu dan Senin (26-27 Desember 2010),” tambah Hendry didampingi PR Regional Sumbagsel Ade Rosalina.

Ditambahkan Area Manager Smart FM Palembang Darwin Syarkowi, olahraga merupakan suatu kegiatan jasmani yang dilakukan dengan maksud untuk memelihara kesehatan dan memperkuat otot–otot tubuh. Kegiatan ini dalam perkembangannya dapat dilakukan sebagai kegiatan yang menghibur, menyenangkan atau juga dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi.


“Seiring dengan hal itu, kami menilai dunia olahraga di Kota Palembang dan Sumsel umumnya telah mengalami perkembangan yang sangat pesat khususnya pada olahraga Futsal. Potensi-potensi muda telah bermunculan seiring dengan banyaknya dukungan, peran serta dan binaan dari beberapa pihak-pihak terkait,” tambahnya.

Pemerintah Palembang maupun Sumsel ebagai fasilitator yang consern terhadap perkembangan olahraga di kota Palembang maupun Sumsel bersama stake holder lainnya telah memberikan dukungan dan ruang kepada para pelajar SLTA untuk mengaktualisasikan kreativitas dan sportivitas mereka dalam banyak hal. Dan akan lebih baik kiranya jika potensi-potensi pelajar yang telah ada dan akan muncul dibekali juga dengan pengalaman bertanding untuk menambah kemampuan mereka dalam olahraga Futsal itu sendiri.


“Karenanya, kami yakin, melalui even ini akan mampu membuat olahraga futsal di kota Palembang dan Sumsel umumnya mampu “berbicara” di tingkat Nasional bahkan Internasional kedepannya,” jelas Darwin Syarkowi.

Dengan semangat mengisi waktu libur pelajar dan menyemarakkan tutup tahun 2010, Turnamen Futsal Antarpelajar SLTA ini dilaksanakan. Tujuannya, memberikan pengalaman bertanding yang perlu dimiliki oleh para pelajar SLTA di kota Palembang maupun Sumsel umumnya. Selain itu, melalui turnamen diharapkan semakin terasahnya kemampuan teknik, fisik dan mental para pelajar SLTA.

Ditargetkan sedikitnya 100 tim akan berlaga dalam even ini. Pendaftaran dapat dilakukan di Raja Sport Centre, Kompleks PTC. Masing-masing sekolah boleh mengirimkan lebih dari satu tim. Biaya pendaftaran Rp 160.000/tim dengan 10 atlet per tim. (*)

Contact Person

Robi (0711 9283636)

Raja Sport Centre (07117796318)

Rabu, 08 Desember 2010

buku antik

buku antik bisa di klik di sini:


http://warungbarangantik.blogspot.com/search/label/Buku%20Antik

diantaranya

Kamis, 25 November 2010

Aura Musi, Satukan Perupa Nusantara dan Musi




Palembang:

Musi, sebagai sungai bukan sekadar memberikan inspirasi yang bisa ditorehkan di atas kanvas. Lebih dari itu, sungai yang juga merupakan bagian dari aliran batanghari sembilan itu telah melahirkan seniman yang kemudian di kenal di nusantara. Sebut saja, Amri Yahya yang disusul oleh seniman lainnya.

Bagaimana jika seniman nusantara dan perupa di aliran Musi dipadukan dalam satu panggung?

Ini bisa dinikmati di Pameran bertajuk ”Aura Musi” yang digagas Galeri Nasional sejak Senin (21/11) hingga Sabtu (27/11) mendatang di Hall Ida Bayumi, Kampus Universitas IBA Palembang.

Meski tak seramai pasar malam, pameran ini paling tidak menyampaikan pesan-pesan dari seniman yang lahir dan berkarya di sepanjang Musi dan Batanghari Sembilan. Gambaran lokal ini bukan hanya ditampilkan seniman lokal tetapi juga mereka yang sudah lebih dahulu ’naik daun’ seperti Amri Yahya. Tetapi juga perupa-perupa muda seperti Edo Pop, Syahrizal Pahlevi, Ronald Aprian, Askanadni, dan lain-lain. Tercatat ada 25 seniman muda memamerkan karyanya.


M Agus Burhan, kurator Galeri Nasional dalam ’buku suci pameran’ menulis bahwa even ini bermaksud menghadirkan wajah seni lukis modern indonesia sekaligus membangkitkan potensi seni rupa modern di daerah setempat. Palembang, merupakan daerah kesekian setelah Medan, Manado, Balikpapan, dan Ambon yang dihampiri.

Melalui pameran ini, menurutnya, seniman nasional yang selama ini hanya dikenal lewat buku, media massa, dan informasi dunia maya, kini benar-benar bisa disapa secara langsung.

Supaya energi kreatifnya menular ke daerah, maka dipadupadankanlah karya menasional yang monumental dengan karya seniman di aliran Musi. Sehingga nantinya, nusantara dan Musi saling bersinergi, saling menularkan auranya.
Masyarakat lah nanti yang akan merasakan auranya. Maka, tak heran kalau pengunjung pun banyak yang mengabadikan diri mereka bersama karya-karya di arena pameran. Bukan hanya lukisan-lukisan yang telah berumur dan dikenal, tetapi juga lukisan-lukisan yang muncul kemudian.

Memang ada sedikitnya 80 lukisan dipamerkan. Baik koleksi pilihan galeri nasional maupun karya para perupa Sumsel.

Di dinding sebelah kiri dekat pintu masuk ada tiga lukisan karya pelukis terkenal tanah air. Lukisan pertama berjudul “Kakak dan Adik” karya almarhum Basoeki Abdullah. Lukisan cat minyak pada kanvas berukuran 65 x 79 cm itu, memperlihatkan sang kakak mendukung adiknya, begitu hidup dan seolah nyata. Pada keterangan lukisan tertera, tahun pembuatan 1978. Di sebelahnya, ada lukisan berjudul “Ibu Menjahit “ karya pelukis S Sudjojono.
Lukisan yang telah berumur 75 tahun ini diabadikan di atas kanvas 55,5 x 71 cm. Dengan cat minyaknya, S Sudjojono melukiskan sosok seorang ibu sedang duduk di atas sebuah kursi dan fokus menjahit. Ciri yang menandakan jaman dulu terlihat jelas, dimana sang ibu rambutnya disanggul, mengenakan kain dan kebaya.
Di sisinya dipajang karya Affandi “Bunga Matahari I”. Cukup besar, 100 x 170 cm, dibuat tahun 1974 dengan cat minyak dan dominasi warna kuning. Sementara, di dinding kanan depan, ada lukisan “Potret Diri” karya Haryadi Selobinangun berukuran 120 x 90 cm yang dibuat tahun 1962.
Perupa Sumsel, misalnya Amri Yahya, karya yang dipilih dari koleksi Galeri Nasional cukup tua bertahun 1963, dengan judul Lebak. Lukisan cat minyak. Karya almarhum kelahiran Ogan Ilir yang 2001 lalu mendapat honor causa dari Universitas Negeri Yogyakarta cukup menarik perhatian.

Begitu juga karya-karya lainnya dengan objek yang bervariasi. Mulai dari objek manusia yag ditangkap dan dialihkan ke kanvas, seperti “Menunggu I” karya D’maah yang menggambar sosok lelaki di aliran Sungai Musi dengan latar rumah rakit. Armada Ms, dengan lukisan Mei 98 yang menggambarkan realitas wajah memelas di balik sobekan kain yang berdarah. Lalu ada Heru Andriansyah yang menggoreskan suasana di kesultanan dalam lukisan berjudul Mengatur Strategi. Yulis Armita, dengan kreativitasnya menorehkan pena di atas kertas berupa tubuh dengan darah di dadanya berjudul ”Kesia-siaan” dan ”My First Baby” berupa rahim yang digambarkan berupa lingkaran berisi calon putrinya.
Gambaran kehidupan Palembang juga dipatrikan pelukis lainnya, seperti Rahman R hambour yang merekam kondisi banjir yang sudah biasa di kota Palembang berjudul ”Banjir Bukan Penghalang” sepasang bocah pelajar SD mengangkat celana pendek dan roknya ketika melintas banjir. Seragam putih merahnya begitu hidup. Lalu Fariz Fahlevi Akbar mengabadikan kebiasaan masyarakat menjadikan Musi sebagai MCK (mandi cuci dan kakus). Pelajar SMAN 8 Palembang ini memberi judul lukisannya ”Tak Lagi di Musi”.
Unsur budaya dan tradisi juga direkam perupa Musi, seperti Halimatus Sa’diyah yang memberi judul ”Misteri Pulau Kemaro” atas lukisannya menggunakan akrilik yang menggambarkan suasana Pulau Kemaro yang memang penuh legenda. Bersama Suparman S, memang siswa SMA Sampoerna ini berhasil mengabadikan pulau kemarau. Meski sudut pandangnya berbeda.
Lalu ada Emielson Saparudin yang memajang lukisan kehidupan Musi lengkap dengan rumah rakit dan Jembatan Ampera. Judulnya tegas, ”Permukiman Pinggiran”. Tempat ibadah di tepi Sungai bisa dinikmati dalam lukisan Nawir Mc Pitt bertitel Mesjid di tepi Batanghari”. Ada mesjid lalu ada perahu ketek berwarna hitam-putih..
Lukisan abstrak juga terlihat meramaikan even ini. Misalnya Muhamad Natsir dengan ”Deja Vu”-nya, Askanadi melalui ”Untitle”, Ronald Apriyan melalui ciptaannya berjudul Lonely Judge” berupa sebatang palu. Lalu ada ”Sungaiku yang Hilang” karya Rudi Maryanto, Edy Fahyuni dengan ”Bahayo Nang#1”. Fajar Agustono memberi judul lukisannya ”Satu Kita kalah, Bersatu kita Menang”, M Azizi Al Majid ”Di Bawah Jembatan Ampera” dan Baharizki Talibrata dengan ”Ikan-Ikan I” nya.
Amrul Hiban cukup berbeda melalui lukisan berjudul ”Kebiasaan di Dusun”. Ada ’sehekap’ alat penangkap ikan terbuat dari rotan, ada kotak-kotak hitam bak papan catur, ada manusia menaiki tangga, lalu ada buah dadu.

Bagi mereka yang berkesempatan hadir di pameran ini, memang akan cukup puas. “Kami bawa 25 lukisasaann karya pelukis Indonesia yang menjadi karya pilihan Galeri Nasional,”ungkap Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus Andre Sukmana.
A Erwan Suryanegara, selaku pendamping kurator mengatakan, dalam pameran ada 25 perupa Sumsel yang ikut ambil bagian. Setiap perupa menampilkan minimal satu dan maksimal tiga karya senirupa yang lulus seleksi. Hingga 27 November mendatang, ada beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan memeriahkan pameran ini. Tiara Putri Utami, pelajar SMAN Sumsel melengkapi pameran dengan karyanya tiga uit perahu kajang yang dibuat dari batang pohon kelapa
Musi terus mengalir, auranya bisa diabadikan di atas kanvas. Pelukis akan terus berkarya seiring arus Musi yang akan berlabuh ke laut yang luas. (sh/muhamad nasir)

Minggu, 21 November 2010

Fun Mountea Digelar di Palembang

Palembang:
Mountea sebagai salah satu merek produk minuman unggulan dari GarudaFood, kembali akan menggelar roadshow Mountea Fruition di Palembang setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di kota Semarang (10/10), Banjarmasin (17/10), Makassar (24/10), Yogyakarta (31/10), Bali (7/11) dan Surabaya (14/11). Event ini akan dilaksanakan pada Minggu, 21 November 2010 di Lapangan Parkir Palembang Trade Centre (PTC) mulai pukul 06.30 WIB dan akan dimeriahkan oleh band Vierra selaku Brand Ambassador Mountea.

Palembang merupakan kota ke-tujuh dari total 8 kota roadshow dan selanjutnya, event serupa juga akan digelar di Bandung pada tanggal 28 November 2010. Event Mountea Fruition ini akan diawali dengan kegiatan Jalan Sehat oleh seribu peserta, dilanjutkan dengan lomba mewarnai untuk tingkat TK hingga SD, serta pentas seni dan unjuk bakat dari remaja SLTP dan SMA. Di penghujung acara, akan ada prosesi launching/peluncuran produk Mountea Starfruit dan berakhir dengan penampilan dari Kevin Aprilio, Widy Soediro Nichlany, Raka Cyril Damar, Satryanda Widjanarko serta Deryansha Azhary.

“Mountea rasa buah Belimbing merupakan yang pertama di Indonesia, kami yakin konsumen kami akan mendapatkan pengalaman berbeda yang eksotis, dengan varian baru Mountea ini”, ujar Senior Brand Manager Mountea Erwin Panigoro dengan penuh optimis.

Mountea Fruition merupakan salah satu bentuk apresiasi Mountea kepada pedagang, baik grosir, semi grosir maupun retail yang telah mempromosikan dan menjual produk Mountea sehingga bisa dijangkau oleh konsumen. Juga tidak ketinggalan, para konsumen loyal Mountea yang meliputi anak-anak, remaja dan dewasa.


Untuk setiap penjualan Mountea nilai tertentu yang dilakukan oleh grosir, semi grosir dan retail, baik pedagang maupun konsumen akan mendapatkan kupon yang akan diundi pada acara Mountea Fruition yang diadakan di 8 kota tersebut. Pada event ini juga akan diluncurkan produk Mountea cup dengan promo gosok-gosok yang memperebutkan hadiah menarik dengan total ratusan juta rupiah. Promo ini digelar oleh Mountea secara nasional untuk item tertentu sampai dengan bulan Juli 2011.

Mountea merupakan salah satu merek produk minuman unggulan dari GarudaFood, sebuah perusahaan industri makanan dan minuman terkemuka di Indonesia. Mountea merupakan pionir sekaligus market leader dalam kategori minuman teh dalam kemasan dengan rasa buah yang sangat disukai konsumen dari pelbagai kelompok umur dan status sosial. Sejak diluncurkan lima tahun silam, kini Mountea telah hadir dalam beragam varian rasa yang terbukti begitu disukai konsumen, antara lain : Mountea rasa apel, blackcurrant, guava, stroberi, leci, buah persik dan teh manis.

Keseriusan GarudaFood menggarap pasar minuman teh dalam kemasan mendapat pengakuan antara lain dari : Indonesian Best Brand Award (IBBA) empat tahun berturut-turut (2007-2010) dari MARS & Majalah SWA, Top Brand Award dari Frontier Marketing Research & Majalah Marketing, serta Word of Mouth Marketing Award (WOMM) dari majalah SWA (Juni 2010).

Kamis, 11 November 2010

108 Kesultanan Hadiri Festival Kesultanan Nusantara di Palembang


Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Keraton Palembang Kamis (11/11) memberikan pengarahan kepada para 400 laskar keraton Kesultanan Palembang Darusalam yang akan turut menyukseskan Festival Keraton Nusantara (FKN) VII di Palembang, 26-28 November mendatang.


Palembang:

Sedikitnya 108 keraton/kesultanan memastikan menghadiri dan meramaikan Festival
Keraton Nusantara (FKN) VII di Palembang, Jumat– Minggu (26–28/11).

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Kamis (11/11) mengungkapkan, selain berasal dari keraton di nusantara, beberapa keraton/kesultanan dari negara tetangga seperti Kesultanan Sulu (Filipina), Kesultanan Serawak (Malaysia), dan Kesultanan Brunei Darussalam juga akan ambil bagian pada even kali ini.

“Panitia sudah mendapat komitmen mereka akan hadir pada FKN di Palembang.
Mengusung tema “Revitalisasi Peran Keraton dan Lembaga Adat Nusantara dalam Memperkokoh Ketahanan Budaya Bangsa”, ajang pertemuan keraton se- Nusantara kali ini akan mem-fokuskan pembahasan bagaimana mengembalikan nilai-nilai luhur bangsa ini yang mulai meluntur.

“Begitu banyak permasalahan muncul di negeri ini sekarang. Tawuran dan aksi anarkis setiap hari terjadi. Kekompakan, gotong royong, kesetiakawanan, dan kebersamaan yang menjadi nilai luhur bangsa ini seolah menghilang ditelan globalisasi. Itulah yang ingin diperbaiki bersama melalui lembaga adat ini,”tukasnya.



Dirikan Koperasi

Sultan Iskandar menambahkan, pada musyawarah besar (mubes) juga akan dibahas pembentukan wadah tunggal dari forum keraton dan lembaga adat yang tersebar di nusantara ini. Selain itu akan dibahas pula pembentukan koperasi raja/sultan nusantara untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Berbagai persoalan lainnya, menurut Ketua Panitia Ismet Nur Asni, akan dibahas dalam festival ini. Di antaranya peran keraton dan lembaga adat dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa dan menetapkan tuan rumah FKN VIII.

Untuk meramaikan festival ini, sebanyak 3.000 prajurit keraton se-Nusantara akan mengikuti even yang bakal digelar di Palembang, Jumat– Minggu (26–28/11).

FKN nanti akan dipusatkan di Plasa Benteng Kuto Besak (BKB) dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Festival ini menurut dia, terbuka untuk umum. Saat festival berlangsung akan ditampilkan berbagai keunikan budaya yang dimiliki masing-masing keraton.

“Akan ada pameran benda pusaka masing-masing keraton. Nanti juga akan ada kirab agung prajurit keraton lengkap dengan atribut dan ciri khas masing-masing keraton pada 27 November,” katanya.

Diungkapkan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, masyarakat Palembang patut berbangga dengan adanya even ini. Pasalnya, FKN VII ini baru pertama kali dilaksanakan di pulau Sumatera. “Kesultanan Palembang sudah lebih dari 183 tahun vakum karena berbagai permasalahan. Namun saat ini kami berusaha bangkit dan alhamdulillah, bisa muncul kembali dan membangun kembali tatanan adat istiadat dan kebudayaan di Palembang. Kesuksesan kami menjadi tuan rumah yang baik nantinya, tentu tidak lepas dari peran serta masyarakat Palembang,” tutur Sultan Iskandar.

Berbagai persoalan lainnya, menurut Ketua Panitia Ismet Nur Asni, akan dibahas dalam festival ini. Di antaranya peran keratin dan lembaga adapt dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa, deklarasi persaudaraan raja/sultan dan lembaga adat nusantara menjadi wadah tunggal yang bernama Persaudaraan raja/sultan adat nusantara. (sir)