Senin, 08 Agustus 2011

Umroh Bappeda Sumsel





Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Senin (8/8) didampingi Sekda Sumsel
Yusri Effendi dan Asisten Kesra Aidit Aziz melepas keberangkatan
Jemaah Umroh dari Bappeda Sumsel sebagai Reward atas diterimanya
Anugerah Pangripta Nusanttara beberapa waktu lalu

Foto : Untung Sarwono/Humas Pemprov Sumsel

Kamis, 04 Agustus 2011

SUMSEL AKAN MILIKI TOL TERPANJANG DILUAR JAWA

SUMSEL AKAN MILIKI TOL TERPANJANG DILUAR JAW




A


Foto : Untung Sarwono/Humas Pemprov Sumsel







Satu lagi Mega Proyek Infrastruktur akan dibangun di Sumatera Selatan, yaitu berupa pembangunan Jalan Tol sepanjang 137 Km dari Kayu agung Ogan Komering ilir hingga Betung Banyuasin, yang merupakan Tol terpanjang diluar Jawa dan Tol kedua di Sumatera setelah Sumatera Utara.
Hal itu terungkap ketika ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) antara Charman Markmore Labuan Ltd Datok Tansri Halim bin Saat dengan Direktur Perusahaan daerah (PD) Prodexim Muchlis, Kamis (4/8) di Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) jalan Gatot Subroto jakarta.
Penandatanganan HoA itu sendiri disaksikan oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Bupati OKI H Ishak Mekki dan Bupati Banyuasin H amiruddin Inoed serta Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis.
Dalam sambutanya Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan Pembangunan Jalan TOl sepanjang 137 Km ini akan menelan biaya antara 7 hingga 8 Triliyun rupiah, dan pembangunanya akan dilaksanakan oleh PT Sriwijaya Markmore Persada yang merupakan kerjasama antara Markmore Labuan Ltd sebuah Perusahaan dari malaysia dengan PD Prodexim. Oleh karena itu ALex berharap kepada Pemerintah Pusat melalui BKPM agar dapat memberi dukungan dalam bentuk bantuan penyelesaian perizinan agar pelaksanaan pembangunan jalan Tol ini bisa segera dimulai.Masih menurut Alex Launching Pembangunan Jalan Tol ini nantinya menurut rencana akan dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri malaysia pada 10 November 2011 mendatang, satu hari menjelang pembukaan Seagames ke XXVI. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang saat itu didampingi Asisten Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Prov Sumsel H Eddy Hermanto dan Staf Khusus Gubernur Bidang Percepatan pembangunan Emir Sanaf serta Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo, lebih lanjut merincikan pembangunan jalan Tol sepanjang 137 Km itu adalah Kayu AGung-Jakabaring (Jalan Lingkar PAalembang) sepanjang 37 Km, sedangkan Jakabaring-Alang Alang Lebar sepanjang 42 Km dan Alang Alang Lebar-Betung sepanjang 58 Km. Pada bagian lain H Alex Noerdin juga menjelaskan untuk pembangunan tahap pertama jalan Tol sepanjang 37 Km sudah bisa segera dilaksanakan, karena proses pembebasan lahanya telah selesai dan saat ini pihaknya tinggal menunggu soal perizinan.
Sementara itu Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan pihaknya akan mendukung sepenuhnya untuk proses pembangunan Infrastruktur Jalan di Sumsel termasuk proses perizinanya, hal ini menurutnya suatu keharusan karena ini adalah pembanunan buidang investasi yang juga merupakan tugasnya.
Azhar berjanji akan segera melaporkan Penandatanaganan HoA ini kepada Kepala BKPM Gita Wiryawan.
Ketika ditanya bentuk pembagian tugas dan permodalanya untuk pembangunan jalan tol ini Asisten Ekubang Eddy Hermanto menjelaskan akan dibahas dalam rapat lanjutan setelah penandatangan HoA ini dan Markmore Labuan Ltd ini dalam beinvestasi di bidang pembangunan infrastruktur jalan ini adalah yang pertama di Sumsel.
Penandatangan HoA itu juga dihadiri Ketua DPRD OKI Yusuf Mekki dan Ketua DPRD Banyuasin Agus Salam.

Rabu, 03 Agustus 2011

100 Hari Jelang Sea Games, Buka Bersama di Mesjid Agung

100 Hari Jelang Sea Games, Buka Bersama di Mesjid Agung





Kepsen foto: Menegpora Andi Malaarangeng dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin serta Ketua KONI/KOI Rita Subowo dan Ketua Inassoc Rahmat Gobel, Rabu (3/8) melakuukan Do'a bersma jelang 100 hari Pelaksanaan Seagames di Masjid Agung Palembang
Foto : Untung Sarwono/Humas Pemprov Sumsel









Palembang:
Acara doa dan buka bersama diikuti ribuan masyarakat Palembang dan sekitarnya digelar di Mesjid Agung, menandai 100 hari menjelang Sea Games XXVI, Rabu (3/8).
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Malarangeng, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Ketua KONI/KOI Pusat Rita Subowo, Direktur INASOC Rahmat Gobel, Ketua KONI Sumsel Muddai Madang dan pejabat teras Pemprov Sumsel serta tamu undangan hadir dalam acara ini.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan, pembangunan venues di Palembang telah ditinjau oleh pejabat dari tingkat yang paling bawah sampai Presiden SBY. Dari semua peninjauan itu,semuanya menyatakan keyakinannya.
Diakui Gubernur, memangada masalah tapi tetap jalan terus. “Komitmen kita September semua selesai kecuali kolam renang yang mungkin awal Oktober tapi sebelum SEA Games dimulai sudah siap dan diuji coba. Dibanyak negara yang menjadi tuan rumah event serupa, besok mau pembukaan hari ini masih ngecat dan masih melakukan berbagai macam pekerjaan konstruksi,”pungkasnya
Menpora Andi A Malarangeng bersyukur atas persiapan yang berjalan baik yang dilakuksan selama ini. “Saat ini fokus persiapan terangkum dalam tiga poin besar yaitu persiapan sarana dan prasarana, penyelenggaraan SEAG yang merupakan wewenang INASOC, kemudian yang tidak kalah penting adalah kesiapan atlet-atlet Indonesia untuk merebut juara SEA Games 2011,” ujarnya usai buka bersama.

Venues di Jakabaring,Palembang, sebagian sudah selesai dan sebagian lagi terus dilakukan. Insya Allah semua akan rampung pada waktunya. Awal September hampir semua venues di Palembang akan selesai. Begitupula di Jakarta, sehingga urusan venues selesai dan tidak ada kendala berarti.
“Untuk penyelenggaraan, disiapkan secara matang oleh INASOC,termasuk upacara pembukaan dan penutupan serta pelaksanaan pertandingan. Sejauh laporan yang diterimanya, persiapan penyelenggaraan berjalan baik dan standar internasional,” tambah mantan juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Technical delegate dari SEA Games council dan pengurus besar cabang olahraga serta pengurus cabor dari negara peserta sudah berkunjung ke Palembang dan Jakarta untuk melihat venues. “Mereka puas melihat hasilnya,” katanya.

“Prestasi atlet, diserahkan sepenuhnya kepada Satlak Prima dan berbagai program ke arah itu sudah berjalan. Berbagai try out sudah dilaksanakan dan semua cabor sudah memiliki road map untuk mencapai hasil maksimal yaitu medali emas di SEA Games nanti,” paparnya.

Terkait tambahan dana yang diperoleh Kemenpora sebesar Rp 700 miliar dari Rp 1,1 triliun yang diajukan di APBN Perubahan 2011, Andi menyatakan dana itu harus dipergunakan maksimal.

Bahkan Kemenpora langsung berkoordinasi dengan INASOC mengenai alokasi penggunaan dana tersebut. Dana itu terutama untuk penyelenggaraan dan INASOC sudah punya hitungan mana yang harus dihemat dan mana anggaran yang di-breakdown. Kekurangan anggaran yang dibutuhkan tersebut, diharapkan bisa ditutupi dengan berbagai penghematan dan pihak sponsor.(sir)

Selasa, 02 Agustus 2011

Harimau Sumatera Dilepasliarkan di Pulau Betet

Harimau Sumatera Dilepasliarkan di Pulau Betet


Si Putri, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berjalan perlahan meninggalkan kandang yang telah dipersiapkan petugas memasuki kawasan hutan Pulau Betet Taman Nasional Sembilang, Banyuasin, Selasa (2/8). Pelepasan Liaran Harimau Sumatera ini dilakukan oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dari jarak 100 meter di atas motor sungai jukung. http://palembang.tribunnews.com/2011/08/02/harimau-sumatera-akhirnya-dilepas





Palembang:
Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dilepasliarkan di Pulau Betet, Taman Nasional Sembilang, Sumatera Selatan, Selasa (2/8).

Pelepasliaran harimau sumatera ini dilakukan Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin. Pelepasan dilakukan dari jarak jauh melalui dua jukung yang telah disiapkan.

Sebelumnya, harimau betina berumur sekitar tujuh tahun dengan berat 75 kilogram itu ditangkap karena mengancam kehidupan manusia di sekitar Jambi. Tepatnya di kawasan konsesi hutan tanaman industri (HTI) PT Sumber Hijau Permai (SHP), Sumatera Selatan. Kawasan ini memang berbatasan dengan wilayah Jambi.

Tercatat dua orang diserang harimau itu. Sampai akhirnya , ditangkap untuk diselamatkan. Pulau Betet dinilai cocok sebagai habitat harimau.
Kepala Balai Taman Nasional Sembilang Tatang mengemukakan, harimau tersebut akan dipasangi GPS untuk dapat melacak keberadaannya. Alat ini, kata dia, hanya bisa bertahan enam bulan. Setelah habis baterai yang dipasang pada GPS Collar maka dengan sendirinya akan lepas.“Jika tidak mati, berarti keberadaannya telah beradaptasi dengan tempatnya barunya,”tuturnya.

Menurut Menhut Zulkifli , populasi harimau sumatera semakin tahun semakin menurun. Ini disebabkan peralihan fungsi lahan atau keadaan lain yang memengaruhi populasi harimau sumatera. “Diperkirakan harimau sumatera saat ini mencapai 400 ekor,” ujarnya.


Menhut Zulkifli Hasan bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin (berdiri) menggunakan perahu meninjau kawasan Taman Nasional Sembilang, sebelum melepaskan seekor harimau sumatera di Pulau Betet, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, kemarin. http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/category/87/




Pelepasliaran harimau hutan ini merupakan program utama dan unggulan dari Menhut. Terutama dalam memperkuat kawasan konservasi, agar satwa liar terutama harimau dilindungi dan dijaga agar tumbuh-kembang dengan baik di alamnya.

“Di Sumsel ada Pulau Betet, Lampung yang dikenal dengan Tambling, dan masih ada beberapa daerah seperti di Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dan Jambi untuk dijadikan habitat satwa liar,” tambahnya.

Untuk pelestarian satwa liar termasuk perlindungan atau konservasi,pemerintah menganggarkan dana , hingga mencapai Rp3 triliun.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, Pulau Betet merupakan salah satu tempat habitat satwa liar, terutama untuk menjaga populasi harimau sumatera. Oleh karena itu, ditangkapnya harimau dan dikembalikan ke habitatnya menjadi bentuk kerja keras untuk menjaga dan memberikan ruang bagi satwa liar yang dilindungi.

Menurut Alex Noerdin, harimau akan mengancam keselamatan manusia jika habitatnya terusik oleh berbagai aktivitas. Jika diletakkan pada alamnya yang di sana hanya ada para satwa liar, tentunya hidupnya tidak akan mengancam keselamatan manusia. Termasuk populasinya juga akan tetap terjaga. (sir)

Harimau Sumatera Direlokasi


WWF merilis hasil kamera infra-red, Senin (9/5/2011), yaitu rekaman foto induk harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) sedang bersama anaknya di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Sumatera, 14 April 2011. ap




Seekor harimau Sumatera akan direlokasi ke Pulau Betet, sebuah pulau kecil di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (2/8).

Harimau betina berusia tujuh tahun itu ditangkap dari habitat aslinya di kawasan konsesi hutan tanaman industri (HTI) PT Sumber Hijau Permai (SHP), Sumatera Selatan, sekitar dua bulan lalu. Kawasan yang berada di dekat Taman Nasional Sembilang itu memang merupakan habitat asli satwa langka tersebut.

Saat ini, keberadaan harimau Sumatera di habitat aslinya tersebut semakin terdesak oleh pembukaan lahan. Penangkapan harimau itu menyusul terbunuhnya dua karyawan PT SHP karena serangan harimau. Relokasi dimaksudkan agar satwa bertubuh besar itu tak lagi mengganggu aktivitas manusia di areal HTI anak perusahaan PT Sinar Mas tersebut.

"Pulau Betet dipilih karena kaya hewan buruan, air, dan memang merupakan habitat harimau. Letaknya juga terpisah dari daratan Sumatera," kata Ernita dari bagian Public Relation PT Sinar Mas.

Untuk memantau keberadaan harimau, alat pelacak kalung GPS telah dipasang pada satwa itu. Rencananya, pelepasliaran akan dihadiri Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, juga Bupati Banyuasin Amirudin Inoed. (sir)

Senin, 01 Agustus 2011

Pembunuh Siti Aisyah Ditangkap di Ciamis

Pembunuh Siti Aisyah Ditangkap di Ciamis





Palembang:

Sempat buron hampir sepekan lamanya, tersangka pembunuh Siti Aisyah (19), ditangkap petugas Unit Reskrim Polres Ciamis, Provinsi Jabar.

Tersangka yang tak lain pacar korban, Wawan Kurniawan alias Kaweng (26), disergap di kediaman orang tuanya di Jalan Ciamis Baru, RT 17/5, Kelurahan Cijinjing,Kecamatan Cijinjing, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jabar, Jumat (29/7).

Setelah sempat diamankan di Polres Ciamis,Wawan kemudian dijemput tim Buser Unit Reskrim Polsekta IT II Palembang guna diperiksa lebih lanjut di Palembang.

Terpisah, Kepala Polsekta IT II Kompol M Nuzuar didampingi Kanit Reskrim Iptu Hansy Pamungkas Subandrio mengatakan, penangkapan tersangka berkat kerja sama dengan Polres Ciamis. ”Untuk pasal (menjerat tersangka), belum kami tentukan karena masih didalami lagi pemeriksaannya, apakah ada unsur perencanaan atau tidak dalam kasus ini,” kata M Nuzuar.

Untuk melengkapi berkas, jajaran Polsekta IT II Palembang langsung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut.

Reka ulang 21 adegan yang menghadirkan tersangka Wawan itu digelar di lokasi pembunuhan, yakni kamar Kos Kencana,No 3, Jalan Sersan Zaini, Kelurahan 2 Ilir, Palembang, kemarin sekitar pukul 14.30 WIB.

Rekonstruksi dimulai saat korban Siti Aisah datang ke kamar kos Wawan dengan maksud mau menginap di sana karena suami korban sedang tugas di luar kota. Dalam kamar kosan itulah, korban dihabisi tersangka.

Setelah korban dipastikan sudah tak bernyawa, tersangka mengemasi barang-barang miliknya dan mengunci pintu kamar kosan dari luar.

Seusai berpamitan dengan pemilik kosan, tersangka bergegas kabur dengan sepeda motor milik korban menuju loket bus di Jalan Kolonel Atmo, Palembang. Setiba di loket, tersangka langsung naik bus tujuan Bandung dan meninggalkan sepeda motor di parkiran loket. Tersangka

Wawan ditemui seusai rekonstruksi mengaku sengaja membunuh korban karena kesal.
”Waktu itu saya mau pulang ke Bandung, tapi tidak diizinkan sama dia (korban). Bahkan tak dikasih ongkos. Jadi, saya kesal dan khilaf, lalu menghabisi nyawa korban,” tuturnya.

Disinggung apakah sebelum menghabisi nyawa korban keduanya pernah melakukan hubungan layaknya suami istri, tersangka mengaku tidak pernah.

”Saya memang enam bulan tinggal di Palembang, tapi saya tidak melakukan itu (berhubungan intim dengan korban),” katanya. (sir)

Infrastruktur Sea Games Tersandung Dana

Infrastruktur Sea Games Tersandung Dana


PALEMBANG,SEPUTAR INDONESIA– Dinas KebudayaandanPariwisata( Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluhkan belum jelasnya aliran dana untuk penyelenggaraan gelar budaya pada upacara pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI di Palembang, November mendatang.

Kepala Disbudpar Sumsel M Jhonson merasa bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap upacara pembukaan dan penutupan SEA Games XXVInantinya.Saat ini pihaknya hanya fokus pada tugas utama pelaksanaan gelar budaya. “Soal kesiapan gelar budaya ini belum apa-apa. SEA Games-nya saja belum siap, dananya saja belum jelas,” ujar dia di sela-sela Paripurna DPRD Sumsel kemarin.

Meski demikian, disinggung soal kesiapan, Jhonson memastikan tidak ada masalah karena perencanaan penyelenggaraan gelar budaya telah disusun sebagus mungkin. Namun, Jhoanason menandaskan, perencanaan sebaik apa pun tak ada artinya tanpa kejelasan dana. “Perencanaan saja tidak ada artinya tanpa dana. Perencanaan itu sama dengan bermimpi,berkhayal,” tandasnya.

Dia menerangkan, soal perencanaan gelar budaya telah berulang kali dijelaskan dalam sejumlah kesempatan kepada media maupun instansi terkait. Gelar budaya sebagai pelengkap pelaksanaan SEA Games XXVI di Palembang yang menjadi tanggung jawab Disbudpar Sumsel,mulai penyambutan tamu dari Bandara SMB II hingga upacara pembukaan dan penutupan SEA Games.

Mengenai besaran dana yang dibutuhkan, Jhonson belum bersedia mengungkapkan. “Tapi, dananya belum ada sama sekali.Saya tidak akan berbicara mulukmuluk tanpa dana,”katanya. Terpisah,Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo menegaskan segera mengutuskomisi teknis untuk menanyakan kepada pemerintah pusat terkait kepastian besaran dana panitia lokal Sumsel untuk pelaksanaan SEA Games XXVI dari APBN sebesar Rp500 miliar lebih.

“Tugas Sumsel pada SEA Gamesini pada dasarnya membangun infrastruktur penunjang dan venues, sementara pelaksanaan (SEA Games) itu tugas pusat,”tandasnya. Untuk diketahui, dana sebesar Rp500 miliar segera dicairkan dan dialokasikan pada empat pos anggaran masingmasing pelaksanaan ASEAN Para Games 2011 di Kota Solo,

Jawa Tengah, panitia SEA Games tingkat pusat, panitia DKI Jakarta,serta panitia daerah Sumsel.Tetapi, saat ini belum ada keterangan resmi pemerintah pusat mengenai kepastian besaran dana yang menjadi jatah Sumsel untuk pelaksanaan dan pembangunan **dedy sagita

Seputar Indonesia, Tuesday, 02 August 2011

Sumsel Akan Gelar Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik

Sumsel Akan Gelar Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik

Palembang:

Usai menyelenggarakan Asian Men’s Club Volleyball Championship 2011, Sumatera Selatan (Sumsel) siap menggelar Asia Pacific Beach Volleyball Championship 2011.
Event ini semula akan digelar di Bali,23–25 Agustus 2011. Kesempatan tersebut kembali dimanfaatkan Sumsel sebagai tes event penyelenggaraan voli pantai SEA Games XXVI.

“Insya Allah, awal Oktober mendatang Sumsel kembali menggelar Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik. Kejuaraan ini nanti juga untuk tes event SEA Games,” ujar Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Senin (1/8)

Menurut Alex, Kejuaraan Voli Pantai tersebut diikuti atlet putra dan putri dari sekitar 20 negara di kawasan Asia Pasifik sehingga persiapan yang dilakukan ekstrakeras. Pasalnya, secara hitunghitungan event ini lebih besar dibandingkan SEA Games sendiri.

“Akan ada 20 negara peserta yang mengikuti Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik nanti.Bagi Sumsel,ini bukan masalah besar. Sebab,hitung-hitungannya event ini akan semakin mematangkan kesiapan menjadi tuan rumah SEA Games nanti. Jika melaksanakan tingkat Asia saja bisa, apalagi cuma tingkat Asia Tenggara,” katanya.

Dengan pengalaman menggelar Asian Men’s Club Volleyball Championship 2011, Alex optimistis akan menuai sukses yang sama dalam penyelenggaraan Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik tersebut.

Saat ini, persiapan venue voli pantai di Jakabaring Sport City (JSC) baru mencapai kisaran 15%. Baik pihak kontraktor maupun Komite Pembangunan Venues SEA Games XXVI di Palembang, Sumsel, optimistis pengerjaan venue voli pantai bisa selesai September mendatang.

Terpisah, Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Sumsel Babel Asfan Fikri Sanaf mengatakan, sebagai salah satu pihak yang fokus terhadap perkembangan olahraga,terutama voli,Bank Sumsel Babel akan mendukung segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan voli,termasuk digelarnya berbagai eventkejuaraan,baik nasional maupun internasional yang digelar di Sumsel.


“Kami (Bank Sumsel Babel) akan mendukung pemerintah maupun pihak manapun yang menyelenggarakan event memajukan olahraga,khususnya bola voli. Seusai mem-back up Kejuaraan Antarklub Asia yang berjalan sukses,kami juga siap mendukung Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik yang juga digelar di Palembang, Oktober mendatang,”ujar Asfan yang juga Ketua Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumsel ini. (sir)

Tersangka Pembobol Waskita Diperkirakan di Jabar

Tersangka Pembobol Waskita Diperkirakan di Jabar


Polresta Palembang menyebarkan foto salah satu tersangka pembobol brangkas Waskita Karya, sebesar Rp 1,6 M....tersangka berinisial DD.

Palembang:

Dua tersangka pembobol brankas PT Waskita Karya diperkirakan berada di wilayah Jabar. Saat di bandara, keduanya sempat diinteogasi petugas karena membawa uang tunai dalam jumlah besar. Tapi karena beralasan membawa uang perusahaan, keduanya pun dilepas.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Frido Situmorang, Senin malam (1/8) mengemukakan, pelaku diduga melarikan diri menggunakan pesawat terbang dan membawa dua tas berisi uang. Pihak bandara pun sempat menginterogasi pelaku, tetapi berhasil lolos karena beralasan mengantarkan uang milik pimpinannya. Karena alasan tepat, pihak bandara tidak curiga dan membiarkan pelaku mengudara.
“Kami menyayangkan pihak perusahaan yang melaporkan kejadian setelah kejadian sekitar 12 jam. Jika menggunakan pesawat, pelaku tentunya bisa ke mana-mana, ”tukasnya

Pihak Polresta Palembang saat ini terus melacak alamat keluarga yang diduga tersangka pembobolan brankas milik PT Waskita Karya (Persero), Sabtu(30/7). Kedua tersangka, Ys dan D, yang tidak lain orang dalam perusahaan tersebut. Mereka adalah bendahara dan petugas keamanan perusahaan yang mengerjakan pembangunan venue tenis SEA Games XXVI di Jakabaring Sport City, Palembang.
Menurut Frido, diketahui keluarga tersangka berada di Jawa Barat (Jabar). “Kami sudah meminta keterangan beberapa saksi dan istri tersangka dugaan pembobolan brankas yang bersisikan uang sebesar Rp1,6 miliar. Dari keterangan yang diperoleh, pelaku merupakan bendahara dan keamanan perusahaan,” ujarnya.

Sementara pelaku ternyata jarang pulang ke rumah. Ini yang membuat pihak kepolisian kesulitan melacak keberadaan pelaku pembobolan.

Dengan informasi yang ada, polisi terus melakukan pelacakan keberadaan keluarga pelaku di Jabar. Sebab, dari keterangan istri Ys, Dewi Natalia, sejak tinggal di kawasan Km 13, baru dua kali pulang ke rumah, dengan alasan menginap di hotel karena banyak proyek yang dikerjakan.

Dewi Natalia mengaku tidak banyak tahu tentang pekerjaan suaminya. Pengakuannya, sejak bertempat tinggal di daerah Km 13, baru dua kali Ys pulang ke rumah. Bahkan, dia tidak mengetahui alamat orang tua suaminya di Jabar.

“Suami saya bilang jika dia menginap di hotel atau kantor karena banyak proyek yang dikerjakan. Saya tidak tahu apa saja yang dikerjakan di luar sana,” akunya di hadapan penyidik.

Sekedar informasi, PT Waskita Karya kebobolan pada Sabtu (30/7) sekitar pukul 13.00 WIB dan baru diketahui saat pimpinan cabang PT Waskita Karya Sudirman (47), memeriksa isi brankas yang sudah hilang. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp1,6 miliar. (sir)

Minggu, 31 Juli 2011

Waskita Karya Kebobolan, Rp 1,6 M Raib

Waskita Karya Kebobolan, Rp 1,6 M Raib


Palembang:

PT (Persero) Waskita Karya, perusahaan yang mengerjakan pembangunan venues tenis SEA Games XXVI di Jakabaring Sport City,Palembang, dibobol maling.

Tak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami perusahaan ini mencapai Rp 1,6 M. Brankas milik perusahaan yang beralamat di Jalan Kikim I, Blok W1, Pakjo, Kelurahan Siring Agung, Palembang dibobol maling. Uang tunai sebanyak Rp1,6 miliar itu sebelumnya disimpan di dua tas ransel dalam brankas.

Peristiwa pencurian yang diperkirakan terjadi Sabtu (30/7) sekitar pukul 13.00 WIB ini, baru diketahui saat pimpinan cabang PT Waskita Karya Sudirman (47), memeriksa isi brankas tersebut. Oleh pihak perusahaan, kasus ini langsung dilaporkan ke Polresta Palembang, Minggu (31/7).

Dari keterangan Sudirman kepada petugas, uang tersebut baru diambilnya pada Jumat (29/7) sore dan langsung dimasukkan ke dalam brankas yang ada di dalam ruangannya.

“Saya tidak bisa menduga siapa orang yang mengambil uang itu. Semuanya sudah diserahkan ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Saya tidak dapat memberikan keterangan banyak, karena masih shock atas peristiwa ini,” ungkap Sudirman sambil menghindar dari sejumlah wartawan yang menanyainya.

Banyak kejanggalan dalam kasus ini. Diantaranya, kunci brankas dan pintu masuk ruang pimpinan cabang tempat menyimpan brangkas tidak ada yang rusak sama sekali.

Salah seorang karyawan perusahaan yang tidak disebutkan namanya mengatakan, para karyawan perusahaan menaruh kecurigaan terhadap dua karyawan yang tidak datang pada hari kejadian itu, salah satunya bendahara perusahaan. “Semua karyawan di kantor ini datang, kecuali dua orang itu dan HP keduanya tidak ada yang aktif .Belum lagi kunci brankas itu hanya ada dua, satu dipegang pimpinan cabang dan satu dipegang bendahara perusahaan yang tidak datang itu,” ujarnya.

Kepala Polresta Palembang Komisaris Besar (Kombes) Pol Agus Sulistiyono mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus ini, sehingga belum bisa memastikan motif dan siapa pelakunya.

“Kami belum bisa memastikan siapa pelakunya dan motifnya.Apalagi, pihak perusahaan baru membuat laporan. Memang, begitu mendapat informasi itu kami langsung ke TKP dan melakukan penyelidikan,” ujar Agus yang langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP). (sir)