Senin, 05 September 2011

Napi Kriminal vs Narkoba Bentrok, 2 Tewas

Palembang: Bentrok berdarah antara penghuni blok tahanan narkoba dan kriminal Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Pakjo Palembang memakan dua korban jiwa. Kepala Rutan Pakjo Palembang Rizal Effendi ketika hendak diminta komentarnya terkait bentrok di dalam rutan terkesan menghindar dari kejaran wartawan media cetak dan elektronik. Kepala Polda Sumsel Irjen Pol Dikdik Mulyana Arif Mansur yang turun langsung untuk melihat ke TKP sekitar pukul 19.00 WIB, tak berkomentar terkait peristiwa tersebut dan langsung meninggalkan TKP dengan mobil dinasnya. ”Nanti saja,saya belum bisa beri keterangan, nanti ada waktunya,”ujar Dikdik didampingi sejumlah pejabat teras Polda Sumsel semalam. Sementara itu,Kepala Polresta Palembang Kombes Pol Agus Sulistiyono seusai masuk ke dalam rutan Pakjo membenarkan adanya peristiwa tersebut. ”Ada empat korban, dua terluka, dua tewas. Saat ini kami masih terus melakukan penyidikan dan penyelidikan terkait motif siapa pelaku penusukan terhadap kedua korban sampai tewas. Nanti akan saya kabari perkembangan lebih lanjut. Berdsarkan data yang diperoleh, dua korban tewas dalam bentrok yang terjadi Minggu (5/11), sekitar pukul 16.15 WIB itu, adalah Rusdi (27) dan Ipung (30), keduanya warga Jalan Pangeran Sidoing Lautan, Lorong Kedukan I,Palembang. Ipung tewas mengenaskan dengan luka tusuk diduga senjata tajam (sajam) jenis pisau sebanyak delapan tusuk, masing-masing kepala, bahu, tangan serta dada. Sementara Rusdi mengalami tusuk sebanyak lima lubang masing-masing di paha kiri dan kanan, kepala dan punggung. Keduanya tewas dalam sel Blok 5 kamar 3 dan Blok 5 kamar 9 Narkoba. Petugas Rutan yang mengetahui adanya kejadian itu dan kewalahan meredam bentrok, langsung menghubungi aparat kepolisian. Mendapat laporan tersebut, aparat Polresta Palembang segera meluncur ke tempat kejadian peristiwa (TKP). Tajk urung, lantaran bentrokan hebat itu melibatkan kedua Blok 5 Narkoba dan Blok 3 Kriminal, di mana masing-masing blok dihuni 50 orang lebih tahanan,memaksa Polda Sumsel membantu menerjunkan anggotanya dan satu pleton pasukan Sat Brimobda Sumsel bersenjata lengkap. Guna mencegah meluasnya bentrokan antartahanan, petugas rutan dibantu aparat Polresta dan Polda Sumsel terpaksa mengevakuasi atau memindahkan dua tahanan rutan yang diduga sebagai otak kerusuhan di dalam rutan, yakni Imen dan Memed ke Lapas Merah Mata. Hingga tadi malam,situasi mencekam masih menyelimuti rutan.
Personel gabungan dari Polsekta, Polresta Palembang,Polda Sumsel,Sat Brimobda Sumsel masih berjaga-jaga di luar dan dalam Rutan Pakjo,guna mengantisipasi terjadinya bentrokan lanjutan. Ketegangan antara kedua blok narkoba dan kriminal sebenarnya sudah terjadi sejak Jumat (2/9) malam. Berdasarkan informasi, bentrok terjadi antara tahanan narkoba atas nama Edo dan Yanto Pistol yang merupakan tahanan kriminal kasus perampokan. Selanjutnya, pada Sabtu (3/9), perkelahian antara Edo dan Yanto Pistol tidak bisa dihindari lagi. Dalam kejadian itu,Yanto Pistol mengalami luka parah di kepalanya karena terkena pukulan benda tumpul yang diduga milik Edo. Meskipun sempat diredam, ternyata diduga kelompok Blok Kriminal khususnya Blok 3 kamar 3 masih tak terima ada rekan mereka dilukai salah seorang penghuni blok narkoba. Berikutnya, kemarin sekitar 10,00 WIB tanda-tanda akan terjadi bentrokan hebat bakal tejadi di dalam rutan muncul kembali. Di mana kedua penghuni blok saat sedang kerja bakti di dalam rutan sudah saling tunjuk dan saling menantang. Puncaknya, kemarin sore, sekitar pukul 16.15 WIB puluhan penghuni Blok 3 Kriminal langsung menyerbu blok 5 Narkoba kamar 3 dan 9. Mereka yang tersulut emosi melakukan perusakan dan penganiayaan terhadap sejumlah tahanan. Bahkan, diduga ada tahanan yang membawa sajam jenis pisau,sehingga dapat melukai dan membunuh kedua korban. Menurut keterangan Farlan Erwin, salah satu tahanan Rutan Pakjo Palembang yang membantu membawa jenazah kedua korban tewas ke RSI Khodijah, kalau kedua korban sekujur tubuhnya dipenuhi luka pukul dan tusukan. Soal keberadaan senjata tajam yang digunakan para napi dalam bentrokan itu, Farlan mengaku tidak begitu tahu. (sir)

Kamis, 25 Agustus 2011

Ratusan Investor CV Fadilah Berang


Kantor CV Fadilah di Jl RA Abusamah, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang



Palembang:
Ratusan investor CV Fadilah, Jumat (26/8) berang menyusul belum cairnya dana bagi hasil yang dijanjikan. Dana bagi hasil yang dijanjikan sebesar 7 persen macet sejak April lalu. Padahal mereka dijanjikan bakal menerima dana tersebut kemarin. Para investor menanamkan modalnya hingga ratusan juta rupiah.

Namun ternyata janji tak terbukti. Para investor berang. Mereka mendatangi kantor CV Fadilah di Jl Abu Samah Sukabangun II Kecamatan Sukarami Palembang. Namun tak satu pun perwakilan CV Fadilah yang bisa ditemui. Semalam, ratusan investor dengan motor dan mobil mendatangi Ponpes Darunnasihin yang berada di Jalan Abu Samah Komplek Palm View II Blok F Sukabangun .

Seluruh ruangan Ponpes dibawah naungan CV Fa-dilah disisir investor. Mereka mencari pengurus CV Fadilah untuk menagih janji. Menurut salah satu investor yang enggan menyebutkan namanya ketika ditemui Sripo di Perumahan Palm View Kecamatan Sukarami Palembang, para Investor ini mendatangi kantor CV Fadilah untuk menagih janji kepada pemilik CV Fadilah yang berjanji akan memberikan hasil investasi yang ditanamkan para investor. “Kami datang ke sini tidak untuk anarkis, tetapi hanya meminta kejelasan dari pihak CV Fadilah,” ujarnya.

Menurut mereka, CV Fadilah telah menjanjikan sejak empat bulan lalu untuk memberikan hasil investasi yang mereka tanamkan di CV Fadilah, tetapi hingga Agustus ini mereka belum menerima sepeserpun hasil investasi. Saat mereka mendatangi kantor CV Fadilah yang ada di Jalan Sukabangun II, ternyata kantor tersebut kosong dan tidak ada satu orang pun di dalam kantor tersebut. Para investor yang merasa kecewa karena tidak ada orang di kantor tersebut, akhirnya para investor mendatangi perumahan Palm View.

Di sana para investor mencoba mencari pemilik CV Fadilah, tetapi para investor tidak menemukan satu pun pemilik CV Fadilah. Para investor yang penasaran mencoba mencari di sekitar lingkungan ponpes Darunnasihin yang berada di Jalan Abu Samah Komplek Palm View II Blok F Sukabangun Palembang.

Setiap ruangan di sisir para investor tetapi tidak ada satupun orang yang ada di dalam ponpes.
“Sudah kami cari tetapi tidak ada orang, katanya dijanjikan malam ini. Makanya kami datang dan ternyata tidak ada orang, ada satu orang karyawannya yang dibawa polisi namanya Yusuf. Dia sempat menghalangi kami untuk bertemu dengan pemilik,” ungkapnya.

Mereka berencana akan tetap menduduki Ponpes tersebut hingga hari ini, tetapi sebagian investor lagi kembali ke rumah masing-masing. Mereka juga berjanji akan kembali mendatangi untuk terus meminta kepastian dari CV Fadilah. “Kami akan datang lagi besok (hari ini), dan akan mencari pemilik CV Fadilah,” ungkapnya. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan, pihak Polsek Sukarami berjaga-jaga di sekitar lingkungan ponpes.

Informasi yang dihimpun, CV Fadilah sudah tujuh tahun mengelola dana investasi. Awalnya ini bisnis keluarga, tapi kemudian banyak yang tertarik sehingga diubah menjadi perusahaan berbadan hukum.

Saat ini tercatat lebih dari 1.000 investor yang menanamkan uangnya di CV tersebut. Mereka bekerja di BUMN, PNS, dan swasta. Masing-masing investor menyetor uang minimal Rp 10 juta sampai ratusan juta. Total dana diperkirakan miliaran rupiah.

CV Fadilah punya usaha di bidang perkebunan karet di kawasan Muba dan Ogan Ilir. Saat ini sedang dilakukan pengembangan tambak ikan. Sistem bagi hasil setiap bulan sebesar 7 persen dari modal yang ditanamkan investor.

Investor mengatakan, awalnya pembayaran lancar lewat rekening bank. Kemudian uang ambil langsung di kantor CV Fadilah di Jl Angkatan 66 Sekip Ujung (sebelum pindah ke Jl RA Abusamah). Belakangan, terhitung pembayaran April, Mei, Juni dana bagi hasil tersendat. (*)

Sumber sriwijaya post, Sabtu 27 Agustus 2011


Lonjakan Penumpang Bukan Hanya di Darat

Palembang:

Lonjakan penumpang di Pelabuhan Boom Baru yang mengangkut penumpang dari Bangka–Palembang dan Batam–Palembang atau sebaliknya terus mengalami peningkatan.

Kepala Unit Terminal Penumpang Pelabuhan Boom Baru A Hoiling mengatakan,pada H-4 Lebaran, jumlah penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan yang melalui Pelabuhan Bom Baru masih bisa dibilang sedikit. Untuk itu, pihaknya masih mengoperasikan dua kapal cepat Sumber Bangka dan dua kapal cepat Ekspres Bahari dengan satu kali keberangkatan.

Namun,melihat sudah adanya peningkatan penumpang, pihak pelabuhan akhirnya mengoperasikan dua kapal tambahan yang sekarang jumlahnya menjadi enam kapal cepat, yaitu Ekspres Bahari 5, 8, dan 9, ditambah Sumber Bangka 6,7 dan 8. “Jika nantinya keenam kapal yang dioperasikan overkapasitas karena lonjakan penumpang yang terus terjadi, kami sudah siap kembali melakukan penambahan kapal cadangan,” ujar Hoiling, Sabtu pagi (27/8).

Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Dermaga Boom Baru AKP I Ketut Kantun mengungkapkan, hingga H-3 Lebaran, kondisi arus mudik di pelabuhan Boom Baru masih terbilang normal. Kendati terus adanya peningkatan jumlah penumpang, jumlahnya tetap masih bisa dikontrol.

Pihaknya juga memprediksi, dari pengamatan di Pos Pengamanan Operasi Ketupat 2011 di Pelabuhan Boom Baru, kemungkinan besar lonjakan penumpang terjadi 28 Agustus.

Begitupun di Stasiun Kereta Api Kertapati Palembang. Pantauan, penumpang berdesak-desakan dan antri sejak subuh untuk mendapatkan tiket jurusan Lubuklinggau ataupun Lampung.
Pihak PT KA telah menyiapkan gerbong tambahan. Jika penumpang memang melebihi kapasitas mereka menyiapkan kereta sapu jagat. Selain itu, untuk memberikan rasa aman, personel Brimob diterjunkan di setiap kereta yang berangkat.

Parkir Inap
Terpisah, pada H-1 Lebaran, kapasitas parkir inap di Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II diprediksi meningkat hingga dua kali lipat.

“Jika saat ini parkir inap Bandara SMB II hanya mampu menampung sekitar 40 kendaraan roda empat, pada H-1 Lebaran nanti diperkirakan akan ada peningkatan jumlah kendaraan hingga 80 unit,”ujar General Manager Angkasa Pura II Yon Sugiono kemarin.

Kendati lokasi parkir inap pada hari raya nanti melebihi kapasitas, pihak parkir bandara telah mengantisipasinya dengan menempatkan mobil-mobil yang hendak diparkirkan selama Lebaran ke Kantor Pusat Angkasa Pura yang dijaga satpam 24 jam.

“Untuk pergi ke rumah sanak saudaranya di luar Sumatera, masyarakat lebih memilih naik mobil ke bandara dan menitipkan di bandara. Hanya dengan pembayaran sekitar Rp50.000 lebih per dua hari, mobil mereka sudah dirasa aman dibanding diinapkan di rumah mereka yang saat ini kosong,”katanya.

Yon mengakui, permasalahan parkir selalu ada tiap tahun menjelang Lebaran hingga puncak Lebaran.Semakin tingginya minat pemilik kendaraan yang lebih memilih menitipkan mobilnya di bandara, pihak bandara akan melakukan renovasi maksimal terhadap lokasi parkir yang ada saat ini.

“Rencananya pada 2012 akan dilakukan renovasi daya tampung parkir inap tersebut, dengan memperluas sekitar 80% dari luas sekarang. Dengan begitu, nantinya tahun depan parkir inap mampu menampung hingga 120 kendaraan, sehingga tidak akan lagi overkapasitas seperti Lebaran tahun ini,” jelasnya. (sir)


Puluhan Perusahaan Belum Bayar THR Palembang, Sinar Harapan Sedikitnya 21 perusahaan di Palembang dilaporkan ke LBH karena belum membayar tunjangan

Puluhan Perusahaan Belum Bayar THR

Palembang:

Sedikitnya 21 perusahaan di Palembang dilaporkan ke LBH karena belum membayar tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya sesuai ketentuan.


Atas laporan yang diterima, LBH langsung memberikan surat peringatan meminta perusahaan untuk segera memberikan hak karyawannya. Dengan adanya peringatan tegas ini, Kepala Divisi Ekonomi Sosial Budaya dan Sipil Politik LBH Palembang Andri Meilansyah Jumat (26/8) berharap,tidak ada lagi perusahaan yang menyepelekan hak-hak pegawainya.

Sejak dibuka pada 8 Agustus lalu, posko pengaduan ini juga menerima berkeluh kesah pekerja melalui pesan singkat (short messages system/ SMS) maupun telepon.

Kebanyakan mereka menanyakan haknya sesuai status kepe-gawaian masing-masing. “Masih banyak pegawai yang berstatus buruh harian lepas (BHL), tenaga kerja kontrak dan outsourcing yang belum memahami hak mereka. Padahal, sesuai peraturan undang- undang ketenagaker-jaan, semua pegawai yang sudah bekerja lebih dari tiga bulan berhak atas THR keagamaan,” ungkapnya.

Sesuai peraturan perundangan, perusahaan wajib memberikan THR bagi mereka yang sudah bekerja tiga bulan tanpa memandang statusnya. “Tidak peduli dia BHL, karyawan kontrak, atau outsourcing, semua dapat dengan hitungan yang proporsional, yakni masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan gaji,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palembang Gunawan mengatakan, seseorang yang telah memiliki masa kerja lebih dari tiga bulan, bahkan lebih dari dua kali kontrak, pegawai tersebut berhak mendapatkan haknya sebagai pegawai,yaitu THR. “Jika pegawai tersebut masih bekerja di bawah satu tahun, dia hanya mendapatkan THR proporsional atau melalui perhitungan,”katanya.

Jika hingga batas waktu yang telah ditentukan pemerintah daerah tentang limit waktu pembayaran THR bagi pegawai perusahaan tempatnya bekerja habis dan belum ada bentuk pembayaran, pegawai yang bersangkutan silakan melaporkan perbuatan pelanggaran itu kepada Disnaker Kota Palembang, maka secepatnya permasalahan tersebut akan kami proses.

“Pengaduan itu harus dengan syarat, di antaranya adanya ikatan kerja, atau massa kerja,jadi bukan untuk pegawai yang kerjanya serabutan yang melakukan pengaduan tidak mendapatkan THR,” katanya. (sir)

3.071 Napi Mendapat Remisi Lebaran



Palembang:


Sedikitnya 3.071 narapidana (napi) yang menjalani masa tahanan di sejumlah lembaga pemasyarakatan (LP) di Sumatera Selatan mendapat remisi pada Hari Raya Idul Fitri 1432 H nanti. Sementara 66 diantaranya, langsung bebas.


Sebanyak 473 napi khusus di antaranya juga memperoleh hak yang sama. Mereka menerima pengurangan masa hukuman (remisi) dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1432 H yang tinggal lima hari lagi. Remisi itu diberikan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM kepada para napi di 17 LP, rutan, dan cabang rutan (cabrutan) di Sumsel.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum HAM Sumsel Drs Sutarmanto Kamis (25/8) menuturkan, napi yang mendapatkan remisi pada Lebaran ini sebanyak 3.005 orang. Pemberian remisi ini akan dilakukan pada Lebaran, seusai salat Idul Fitri, di masing-masing UPT.

“Para napi mendapatkan remisi khusus (RK) I selama 15 hari–2 bulan. Selain itu,ada 66 napi yang mendapatkan RK II selama 15 hari–2 bulan. Mereka yang mendapat RK II ini langsung bebas pada Lebaran nanti,” papar Sutarmanto.

Para napi tersebut mendapat RK II karena menjadi donor, pemuka, dan dianggap membantu petugas LP, rutan, atau cabrutan sehingga ada nilai plus melalui pemberian RK II. Dari jumlah total 3.071 napi yang mendapat remisi, ada 465 napi yang mendapat RK I dan 8 napi mendapat RK II sesuai PP 28/2006.“Mereka yang diberi remisi di antaranya napi kasus korupsi, terorisme, dan kasus lain,” ungkapnya. Dia menambahkan, mereka yang mendapatkan remisi adalah para napi yang berkelakuan baik dan telah menjalani masa pidana minimal enam bulan.

Sementara, untuk napi dengan syarat tertentu bisa mendapatkan pembebasan bersyarat. Ada yang cuti menjelang bebas (CMB) dan pembebasan bersyarat (PB). “Syaratnya sudah jalani dua pertiga hukuman,kelakuan baik, dan dinilai telah bisa kembali ke masyarakat. Napi bisa kapan saja mengajukan bebas bersyarat ini sepanjang memenuhi syarat-syarat tersebut,” katanya. (sir)

Modo-Modi Kenakan Songket



Palembang:

Maskot SEA Games Modo-Modi dipastikan akan menggunakan pakaian tradisional khas Palembang.

Hal ini dilakukan untuk mengenalkan budaya Palembang sebagai salah satu penyelenggara pesta olahraga se-Asia Tenggara pada 11–22 November nanti. “Komodo memang telah ditetapkan sebagai maskot SEA Games sebagai hewan khas yang menjadi kebanggaan Indonesia. Penggunaan baju daerah untuk memunculkan kesan khas Sumsel sebagai penyelenggara,” ujar Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel Aidit Azis seusai memimpin rapat sosialisasi SEA Games di Kantor Pemprov Sumsel Kamis (25/8).

Dalam kesempatan itu, dia mengimbau perusahaan-perusahaan swasta, seperti hotel, mal, pusat perbelanjaan lainnya di Kota Palembang,dapat memajang maskot SEA Games ini di tempat usahanya masing- masing. “Kita imbau agar maskot SEA Games ini dipajang di kantor-kantor. Minimal ada di bandara, jadi bisa dilihat langsung para pengunjung dan mereka yang hadir,belum terlambat,”kata Aidit.

Pemprov Sumsel juga berencana memasang maskot serupa di beberapa tempat yang akan ditentukan nantinya. “Kita juga berencana memasang maskot, tapi sedang kita koordinasikan dulu. Sebenarnya maskot ini baru keluar 200 hari sebelum SEA Games dan semuanya belum terlambat, sehingga setelah perhelatan SEA Games pun masih dapat dipasarkan,”tukas dia.

Kepala Disperindag Sumatera Selatan Eppy Mirza mengatakan, replika Modo dan Modi yang dirancang dengan ukuran setinggi 110 cm ini diharapkan dapat membantu menyemarakkan perhelatan SEA Games XXVI di Palembang, salah satunya dengan memajang replika sepasang reptil khas Indonesia tersebut.

Pemasangan replika Modo-Modi ini setidaknya dapat mencerminkan persiapan Sumsel, khususnya Palembang sebagai tuan rumah SEA Games, dalam menyambut tamu dan atlet dari negara-negara di Asia Tenggara, yang menjadi peserta SEA Games. Mengenai harga sepasang maskot tersebut,Eppy juga menolak berkomentar.

Sebab, pengerjaan maupun distribusi diserahkan pemerintah sepenuhnya ke pihak swasta, dalam hal ini PT Network Armas Artindo.

Fiber

Sebelum diluncurkan, maskot SEA Games pernah dilakukan uji coba terlebih dahulu dalam pembuatannya, tapi hasilnya masih kurang memuaskan.Atas dasar itu,pihaknya mencoba membuat replika langsung buatan tangan, dengan berbahan dasar serat kaca (fiber glass).

“Maskot ini awalnya dibuat dengan pahatan. Karena terlalu lama dan memakan waktu, akhirnya diganti berbahan batu, itu pun hasilnya juga tidak memuaskan. Karena itu, kita ganti dengan bahan fiber dan ternyata hasilnya cukup baik,”tandas Eppy. (sir)


Lonjakan Pemudik Mulai Meningkat



Palembang:

Dari hasil pemantauan pada beberapa titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, di Kota Palembang, Jumat (26/8) atau H-4, mulai terjadi lonjakan penumpang dari dan menuju Palembang.

Meningkatnya aktivitas arus mudik di antaranya terlihat di Terminal Tipe A Karya Jaya, Stasiun Kereta Api Kertapati, Pelabuhan 35 Ilir, dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, pada H-5 Idul Fitri.

Kepala Dishub Sumsel Sarimuda mengatakan, pada H-4 memang tampak mulai terjadi lonjakan penumpang.

Namun demikian, seluruh pihak telah mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga dipastikan pada H-3 atau puncak arus mudik, nantinya dipastikan kondisi aman terkendali.

“Jadi walaupun lonjakan penumpang cukup besar, tapi seat yang tersedia di seluruh moda angkutan mudik lebaran tahun ini, masih aman,” ujar Sarimuda di sela-sela kegiatan pantauan arus mudik yang dilakukan Dishub Sumsel Jumat pagi (26/8),

Lebih lanjut Sarimuda merinci, dari pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan kesiapan 11-15 armada kereta, yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada musim mudik, tahun ini. Demikian pula,untuk pengguna moda transportasi bus saat puncak arus mudik nanti, Sarimuda memastikan aman.

Dari data di Terminal Tipe A Karya Jaya diketahui, terjadi lonjakan penumpang hingga mencapai 100%, dari hari-hari biasa. “Pada hari biasa,rata-rata 3 bus milik PO, yang berangkat, tapi sekarang naik hingga 6 bus,dengan cadangan 2 bus.Jadi hingga saat-saat puncak arus mudik nanti, keberangkatan dipastikan aman, artinya prediksi Dishub dengan kenyataan di lapangan tak jauh berbeda,” kata Sarimuda.

Hal yang sama pula terjadi pada moda transportasi angkutan udara. Pihak Angkasapura memastikan adanya penambahan penerbangan (extra flight), dari beberapa perusahaan penerbangan. Sehingga diharapkan jumlah seat, yang direncanakan Dishub Sumsel sebelumnya dapat terpenuhi.

Selain itu, untuk kondisi jalan lintas timur (jalintim) yang dilalui pemudik, Sarimuda menjelaskan, berdasarkan pantauan posko-posko Dishub di perbatasan menuju Jambi, dan batas menuju Lampung, dalam posisi aman.

Terpisah, Manajer Humas PT KAI Divre III Sumsel Jaka Zarkasih menyatakan, mengantisipasi lonjakan arus mudik pada Idul Fitri tahun ini, pihaknya menyiapkan alat material untuk siaga (Amus) seperti batu koral,pasir,bantalan rel, dan paku rel (pendrol), di 8 titik rel, ditambah kru serta mobil operasional, sebagai antisipasi terhadap kenyamanan track (jalur) kereta, yang dilalui pemudik,nantinya.

Sementara untuk pengamanan, menurut Jaka, pihaknya menyiagakan sedikitnya dua personel TNI yang fokus pada aksi kriminalitas atau pencurian rel di jalur kereta, selain personel polisi khusus kereta api (Polsuska) dan Brimobda,untuk pengamanan penumpang di atas kereta.

General Manager PT Angkasapura Yon Sugiono mengakui, pada H -5 Idul Fitri 1431 Hijriah (H) ini, sudah terjadi lonjakan penumpang yang luar biasa,namun demikian sudah diantisipasi,dengan cukup,untuk memenuhi kebutuhan angkutan lebaran tahun ini.

Demikian pula dari segi keamanan Bandara SMB II,Yon meyakini, relatif aman terkendali, meski terjadi lonjakan penumpang, pada musim mudik tahun ini. “Keamanan, disini ada Posko Polresta Palembang, kemudian ada tenaga bantuan dari Lanud Palembang.Jadi Insya Allah aman,”tandas Yon.

Sementara,Wakil Kasubag Tata Usaha Terminal TipeA Karya Jaya, Rusmaruddin, menyatakan, angkutan lebaran bus tahun ini telah terjadi peningkatan dibanding hari biasa, sejak Rabu (24/8) lalu,atau H -6. Namun,Rusmaruddin menjelaskan, peningkatan itu terjadi tidak merata.

Artinya bukan pada seluruh jurusan angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP),namun terfokus pada bus untuk jurusan Pulau Jawa,khususnya Yogyakarta, Jawa Tengah (Jateng) dan Bandung,Jawa Barat (Jabar).

“Terjadi lonjakan hingga 100% untuk jurusan Jogyakarta dan Bandung,jika biasanya 2 bus,sejak kemarin (Rabu),bisa hingga 4-5 bus yang diberangkatkan ke Jogyakarta dan Bandung,” ujar Rusmaruddin di Terminal Tipe A Karya Jaya.

Sementara, untuk penumpang bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sejak kemarin, menurut Rusmaruddin, justru terjadi penurunan dari 152 penumpang per hari, pada hari-hari biasa,menjadi 126 penumpang per harinya. Sementara, untuk penumpang AKAP justru terjadi peningkatan, dari 30 penumpang per hari, menjadi 34 penumpang per harinya. (sir)

Pelestarian Lingkungan Butuh Dukungan Masyarakat


Palembang:

Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta menyatakan, upaya pelestarian lingkungan sulit direalisasikan apabila tidak mendapat dukungan semua pihak tidak terkecuali masyarakat.


“Masalah lingkungan hidup yang dihadapi pemerintah sepertinya sulit terselesaikan karena permasalahan ini juga dipacu oleh peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya dalam seminar lingkungan hidup bertemakan “Pohon Penyangga Kehidupan” di Gedung Pertemuan Jakabaring, Rabu (24/8) yang dihadiri anggota Komisi VII DPR RI Nazarudin Kiemas dan Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra.

Namun demikian, Hatta mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Indonesia salah satunya dengan menggiatkan penanaman pohon di berbagai daerah. “Kegiatan penanaman pohon bukan sekadar k “Justru kegiatan itu harus dijadikan bagian hidup kita. Apalagi lahan penghijauan dapat menekan efek rumah kaca,”katanya lagi.

Tak hanya itu, pemerintah juga kerap melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan siswa sekolah dasar hingga sekolah menegah atas mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Sosialisasi penting dilakukan sejak dini kepada anak-anak kita. Mereka kita ajarkan bagaimana menjaga dan melestarikan lingkungan salah satunya dengan mengimbau jangan membuang sampah sembarangan,” tutur Hatta.

Terpisah, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan, Pemkot Palembang sudah lama melaksanakan program kerja yang fokus membenahi lingkungan di kawasan Ibu Kota Sumsel dengan memanfaatkan lahan kosong yang ditanami puluhan ribu pohon.

“Pemkot Palembang sangat serius menciptakan lingkungan yang ramah dan bersih. Banyak program lingkungan hijau yang dicanangkan berjalan sesuai target di antaranya pengadaan angkutan ramah lingkungan.Kami juga meningkatkan anggaran untuk memelihara lingkungan,”ujarnya.


Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Nazarudin Kiemas sependapat setiap peningkatan penduduk dan ekonomi berdampak pada lingkungan. “Kendati demikian, perlu ada tindakan konkret yang bisa menanggulangi keterpurukan lingkungan dengan merawat dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan hidup. Masalah lingkungan hidup merupakan persoalan sosial yang dialami bangsa ini,”katanya. (sir)


Pemudik Waspadai Pasar Tumpah

*Polda Siagakan 2.000 Personel

Palembang:

Pemprov Sumsel melalui Dishubkominfo Sumsel mengimbau para pemudik bermotor untuk mematuhi beberapa hal. Di antaranya tidak berjalan bergerombol,istirahat yang cukup, mematuhi rambu lalu lintas di sepanjang jalan yang dilalui, hingga mewaspadai keberadaan pasar tumpah, yang tersebar di beberapa titik di provinsi Sumsel.


Mengenai pasar tumpah, Kadishubkominfo Pemprov Sumsel Sarimuda mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kabupaten/kota masing-masing.

Sejumlah titik pasar tumpah yang diwaspadai keberadaannya adalah di Bayung Lencir dan Sungai Lilin, Musi Banyuasin (Muba), Tanjung Raja, Ogan Ilir (OI), Pendopo, dan Empatlawang (4L).

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Preemtif Ditlantas Polda Sumsel AKBP Eko Waluyo mengatakan, menghadapai arus mudik tahun ini,pihaknya fokus mengatur kelancaran di sejumlah titik kemacetan lalulintas di wilayah Sumsel.


Di wilayah Polres Banyuasin,titik kemacetan ada di Jalan Palembang-Jambi KM 10 dan Jalan Sekayu- Betung KM 45. ”Di Polres Prabumulih,di Jalan Jenderal Sudirman yakni Pasar Kota Prabumulih mulai sekitar pukul 06.30, 12.30, dan 17.30 WIB.

Polres Ogan Ilir di Pasar Tanjung Raya, KM 56 sekitar pukul 06.30 WIB,Pasar Indralaya KM 35, sekitar 12.30 WIB dan Simpang KM 32 sekitar pukul 17.30 WIB,” paparnya.

Seluruh jajaran Dishubkominfo Provinsi Sumsel dan kabupaten/kota di Sumsel siap bekerja sama dengan Polda Sumsel dan instansi terkait dalam melakukan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fiti 1423 Hijriah.

Kerahkan Ribuan Personel

Untuk mengamankan arus mudik, dan Lebaran Idul Fitri 1432 Hijriah, serta arus balik, Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel menggelar operasi ketupat dengan menerjunkan sebanyak 2.245 personel yang ditempatkan di seluruh pos pengamanan (PAM) dan pos pelayanan di seluruh kabupaten/kota se- Sumsel.


Tak hanya itu, seluruh instansi pemerintahan dan BUMN di Provinsi Sumsel juga siap berkoordinasi mendukung dan bersama-sama mengamankan Perayaan Idul Fitri 1432 Hijriah.Hal ini terungkap seusai rapat koordinasi (rakor) dengan instansi terkait di Polda Sumsel kemarin. Rakor dibuka langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Dikdik Mulyana Arif Mansyur dan ditutup Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Torkis Panangian Siahaan.

Kepala Biro Operasional Polda Sumsel Kombes Pol Fiandar didampingi Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Firman Shantyabudi dan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sabarrudin Ginting mengatakan, Polda Sumsel siap menggelar operasi ketupat 2011 selama 16 hari atau H-7 sebelum Idul Fitri dan H+8 sesudah Idul Fitri.Atau terhitung tanggal 23 Agustus-7 September 2011 dengan sandi ”Ketupat 2011”.

”Dari 2.245 personel itu, sudah termasuk bantuan satgas pengamanan dari Mabes Polri yang khusus ditempatkan di Stasiun Kereta Api dan Bandara Internasional SMB II Palembang,” kata Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Fiandar seusai mengikuti rakor kemarin.

Adapun sasaran operasi ketupat tahun 2011 ini, seluruh warga masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1423 Hijriah di Sumsel, masyarakat yang berbelanja, masyarakat yang sedang melaksanakan perjalanan mudik serta para pelaku pelanggaran lalu lintas dan tindak kejahatan.


”Termasuk kegiatan pengamanan ibadah tarawih, salat dan ziarah, lalu kegiatan rekreasi atau perayaan serta kegiatan di pusat perbelanjaan,”katanya.

Fiandar mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan kecepatan bertindak agar menimbulkan rasa aman dan memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat yang mudik melalui jalur lintas timur dan jalur lintas tengah.

”Kita bersama instansi terkait dan mitra kamtibmas telah menyiapkan 50 unit pos pengamanan dan 32 unit pos pelayanan di daerah rawan kriminalitas, kecelakaan dan keramaian umum.Seperti terminal, stasiun, bandara, pusat perbelanjaan serta tempat rekreasi,” ujarnya

Dia menambahkan, warga yang sedang mudik melintas di wilayah Sumsel silakan memanfaatkan pos-pos tersebut untuk meminta bantuan dan istirahat. Fiandar memperkirakan arus mudik yang menggunakan jalur lintas timur dan jalur lintas tengah Sumsel, kepadatan penumpang kereta api, kapal feri, kapal cepat, bandara, terminal sudah mulai terjadi sejak tanggal 23 Agustus 2011.

Puncak arus mudik terjadi tanggal 28–29 Agustus 2011. ”Puncak arus balik diperkirakan terjadi 3–4 September 2011,”jelasnya.

Sedangkan untuk kondisi jalan lintas tengah dan lintas timur pada umumnya dalam kondisi baik.Namun masih ada juga sedikit kerusakan pada beberapa titik, seperti di jalur lintas tengah Kabupaten Muaraenim, SP Sugiwaras dengan batas daerah Baturaja terjadi rusak ringan jalan sepanjang 1 Km. Selain itu kerusakan berat juga terjadi di Martapura perbatasan Lampung dengan panjang jalan 5 Km.

Sementara secara umum, ujar Fiandar, lokasi rawan macet di Sumsel meliputi 60 titik rawan, kecelakaan 63 titik rawan, longsor 15 titik dan rawan kriminalitas ada 61 titik.

”Di titik-titik itulah kami tempatkan pos dan anggota kita baik berpakaian preman maupun dinas lengkap,”tegasnya.

Sementara itu,Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Firman Shantyabudi menambahkan, pihaknya siap bergerak cepat mengantisipasiterjadikemacetan saat arus mudik maupun arus balik nanti di beberapa titik di wilayah Sumsel. (sir)


Diusahakan Opening-Closing Sea Games Tak Gunakan APBN



Palembang:

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Indonesia SEA Games Organizing Committee (INASOC) terus mencari sumber pendanaan alternatif guna membiayai perhelatan SEA Games XXVI 2011 di Palembang dan Jakarta,November 2011.

Di antaranya dengan memaksimalkan pemasukan dari penjualan tiket,terutama pertandingan cabang olahraga populer, seperti sepak bola dan bola basket.

“Saya rasa pemasukan dari tiket bisa dimaksimalkan.Penjualan merchandising berbagai macam suvenir yang diproduksi INASOC bisa juga menjadi sumber pemasukan. Dengan begitu,kebutuhan yang bisa dipenuhi dari dana sponsor,tiket, dan merchandising tidak lagi menggunakan APBN,” ujar mantan Juru Bicara Presiden Republik Indonesia Susilo BambangYudhoyono tersebut.

Menurut Andi, dengan semakin banyaknya partisipasi pihak swasta, bisa meringankan beban keuangan negara. Seperti halnya opening and closing ceremony yang membutuhkan dana berkisar Rp150 miliar– Rp200 miliar, tidak lagi menjadi tanggungan negara karena telah diambil alih pelaksanaannya oleh pihak swasta.

Dalam kesempatan kunjungannya ke venues Sea Games di Jakabaring Palembang, Rabu (24/8) Andi memuji keberadaan Jakabaring Sport City (JSC) yang modelnya seperti Kompleks Senayan, Jakarta. “Boleh dibilang JSC ini seperti Senayan II. Sudah sepatutnya menjadi contoh provinsi-provinsi lain di Indonesia,”katanya.

Karenanya, Andi mengimbau provinsi atau kabupaten yang memiliki tanah yang relatif luas untuk mengajukan usulan pembangunan kompleks olahraga.“ Suatu kebanggaan bagi Sumsel telah memiliki kompleks olahraga yang lengkap. Jadi,kemajuan olahraga nantinya akan berkembang seiring dengan kemajuan daerah,” tuturnya. Dia pun mengharapkan Pemerintah Sumsel menjaga asetnya itu agar tidak berubah fungsi.

“Jangan sampai seperti Senayan yang selama Orde Baru digunakan untuk fungsi nonolahraga. Kalau bisa, Jakabaring harus tetap menjadi paru- paru kota, ruang terbuka publik, dan rekreasi bagi masyarakat, selain fungsi utamanya sebagai sarana pembinaan olahraga berstandar internasional,” pungkas Andi.


Rp 700 M


Menurut Menpora Andi Mallarangeng, dana penyelenggaraan SEA Games XXVI yang didapatkan dari APBN Perubahan 2011 belum lama disetujui DPR RI. Karena itu, pencairan dana masih menunggu beberapa proses administrasi yang mesti diselesaikan. “Dana SEA Games sebenarnya sudah dianggarkan pada APBN 2011.Tapi,karena masih kurang,diajukan kembali pada APBN Perubahan 2011,” ujar Andi seusai meninjau venues SEA Games XXVIdi Jakabaring Sport City (JSC) kemarin .

“Nah, yang dari APBN-P itu memang baru saja diketok palu oleh DPR RI. Saya sudah berkoordinasi dengan Menkokesra, Menteri Keuangan, dan tim advokasi untuk percepatan pencairannya,”katanya lagi.

Dana Rp700 miliar tersebut telah dialokasikan untuk berbagai keperluan penyelenggaraan pesta olahraga bangsabangsa Asia Tenggara tersebut, seperti kepanitiaan,peralatan, fasilitas pertandingan. Selain dana dari APBN-P, ada juga dana dari sponsor. “Alhamdulillah, saat ini terus bertambah barisan sponsor pendukung SEA Games. Semoga itu bisa menutupi kebutuhan- kebutuhan penyelenggaraan lainnya yang tidak ter-cover dana APBN,”tukasnya.

Tak Perlu Dipindah
Melihat persiapan venue-venue yang terus dipacu, Andi Malarangeng memastikan tidak akan ada pemindahan pertandingan dari Palembang ke Jakarta. “Apalagi, beberapa venue dipastikan selesai akhir September. Saat ini, semuanya sudah finishing, meskipun memang ada yang dalam penyelesaian,” tegas Andi.

Bersama Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Wakil Direktur II Inasoc Inasoc Mudai Madang dan pihaka terkait lainnya, Menpora meninjau lokasi venue lapangan tembak, ski air, aquatic, kolam renang, panjat tebing, atletik, softball dan baseball. Di venue tennis, bahkan Andi menyempatkan mecoba lapangan yang telah siap. Dengan batik, Andi menjajal lapangan. (sir)