Senin, 16 Juli 2012

Perampok Kolor Hijau Beraksi, Harta Senilai Rp 1 M Disikat


*Korban Terkejut dan Meninggal


Palembang:
Komplotan perampok kolor hijau berjumlah 10 orang, beraksi di Kompleks Bukit Sejahtera Polygon, Palembang  kemarin. Harta korban, Hasan Rozali senilai Rp 1 miliar berhasil disikat pelaku. Mengetahui hartanya dijarah, korban jantungan dan meninggal.
Harta milik Hasan (49) yang yang tinggal di Blok EF X  ini disimpannya di brankas berukuran kecil di bawah kasur kamar rumah kakak perempuannya, Gokmhua alias Wati (54), di perumahan elite Bukit Sejahtera Polygon, Blok CX 10, Kelurahan Karang Anyar,Kecamatan Gandus,Palembang.
Menurut informasi, salah seorang perampok menggunakan kolor hijau. Dalam aksinya di rumah Wati, mereka menggunakan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam). Setelah melumpuhkan korbannya, para pelaku membongkar brangkas dan mengambil isinya. Berupa  10 batang emas murni, uang Rp140 juta, sertifikat tanah, dan 2 unit ponsel.
Mengetahui  hartanya kerampokan, Hasan  terserang penyakit jantung dan akhirnya meninggal ketika hendak dilarikan ke Rumah Sakit Charitas Palembang.
Wati memaparkan,  perampok masuk ke rumahnya dengan memanjat tembok belakang setinggi 10 meter lebih dengan tali. “Setelah berhasil naik tembok, mereka (perampok) merusak atap rumah saya, kemudian masuk melewati plafon kamar mandi belakang rumah, lalu turun ke dapur dan masuk ke ruang tengah,” ungkapnya di lokasi kejadian kemarin.
Dalam aksinya, perampok mengikat tangan dan membekap mulut Novri ( 19), pacar anaknya yang kebetulan malam itu sedang menginap rumahnya, dengan tali telepon dan kain.
Saat kejadian, di rumahnya hanya ada dirinya, anaknya Nana (17), adik saya yang juga adik Hasan yang sakit stroke dan tidak bisa bergerak di kamar tengah depan, serta pacar anaknya, Novri.
Empat perampok yang membawa senpi dan golok itu menyekap anaknya, Nana.  “Seorang  perampok tidak pakai baju dan hanya berkolor hijau minta ditunjukkan kamar saya. Karena takut dibunuh, akhirnya anak saya menunjukkan di ruang tengah,”ceritanya.
Mendengar anaknya mengetuk pintu, dia yang sedang tertidur di kamar langsung membuka pintu. Wati mengaku kaget ketika melihat perampok memakai sebo (penutup kepala berbahan kain) langsung menodongkan pistol ke kepalanya. Sementara , tiga lainnya langsung membuka kasur kamar dan mengarah ke tempat penyimpanan brankas yang tertutup keramik putih.
Setelah merusak gembok brankas, para perampok mengambil semua isinya,mulai emas batangan, uang, surat sertifikat tanah,hingga dua ponsel.  Sebelum kabur, para  perampok sempat mengancam jangan melawan dan berteriak. Atau para korban akan dibunuh semua.

Berhasil mendapatkan harta, para perampok kabur lewat tembok belakang ke arah rawa-rawa Gandus.
“Setelah mereka pergi, kami berteriak dan warga pun berdatangan,” tutur Wati. Selain menelpon polisi, dia pun menginformasikan perihal peristiwa itu kepada adiknya.
Sehari-hari Hasan tinggal bersama istri keduanya dan memiliki bisnis karet di Gandus, Palembang. Istri pertamanya tinggal dengan anaknya di kawasan Sukarami. Dari istri kedua, Hasan dikaruniai dua anak yang masih kecil-kecil.
Hendri, anak tertua Hasan, membenarkan bapaknya meninggal setelah mendapat kabar isi brankasnya habis terkusar digasak perampok.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Gandus Aiptu Suhaidi membenarkan kasus perampokan tersebut. Mereka masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi di TKP.  Mulai pacar pemilik rumah Wati; anaknya, Nana; pacar anaknya, Novri,  hingga pembantunya, Nurjanah. (sir)

Sabtu, 14 Juli 2012

Jotun Fun Carnival, Palembang Square Palembang

Novie Christiana, Decorative Retail Sales dan Marketing Manager PT Jotun Indonesia

Press Confrence, in Siemen Cafe, Palembang Square.  Oleh Novi Christina,
Wily Pangadi, dan Victor Taslim.


Konsultasi Fengshui, 




Jotun Fun Carnival, Palembang Square Palembang digelar dua hari, Sabtu  (14/7) dan Minggu (15/7). Masyarakat memadati berbagai stan dan permainan yang disiapkan penyelenggara.
Jotun Paint, salah satu ponir produsen cat berkualitas, menggelar even ini dengan tema "Jotun Fun Carnival Day". Berbagai edutainment disajikan.
"Sebelumnya, festival ini telah sukses diadakan di Semarang (2-3 Juni 2012) dan Kota Pontianak menjadi kota terakhir pada 15-16 September mendatang," papar Wily Pangadi, Development Retail, PT Jotun Indonesia.

"Melalui Jotun Festival ini kami ingin lebih memperkenalkan dan mendekatkan diri kepada masyarakat di Palembang mengenai rangkaian produk serta visi dan misi PT Jotun Indonesia. Selain itu, masyarakat akan mendapatkan informasi tentang solusi menyeluruh dari rangkaian produk Jotun untuk cat interior maupun eksterior baik bagi rumah, hunian maupun kantor," jelas Novi Christina, Decorative Retail Sales dan Marketing Manager PT Jotun Indonesia.

Victor Taslim, Area Sales Manager Jotun Wilayah Sumsel menargetkan Jotun dapat meraup penjualan mencapai Rp 18 miliar tahun ini. "Sedikitnya kita targetkan bisa terjual cat Jotun sekitar 1 juta liter," tegasnya.

Jotun Paint merupakan salah satu pionir manufaktur cat, pelapis, dan powder coating. Grup ini memiliki 74 perusahaan dan 39 fasilitas produksi di 43 negara. Total penjualan pad atahun 20122 mencapai NOK 14,742 juta (NOK=Norwegian Kroner) dan telah memiliki 8.600 pegawai. Jotun berkantor pusat di Sandefjord, Norway.
Jotun hadir di Indonesia sejak 1983 dan terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan layanan. Jotun telah banyak dipercaya untuk melindungi dan meperindah gedung-gedung hunian maupun mahakarya arsitektur di dunia. Seperti menara Eiffel, paris; Burj Al Arab dan Burj Khalifa di Dubai.

Untuk informasi lebih lanjut bisa diakses di Jotun.com atau www.warnaimpian.com



Penjualan cat

Festival Band SMA

Modern Dance

Bunuh Diri dari Ampera, Jasad Ditemukan Mengambang





Palembang, Sinar Harapan


Setelah tiga hari dinyatakan hilang pasca terjun bebas dari atas Jembatan Ampera, Jumat (13/7)  jasad Steven W Janson alias Abing (18) ditemukan mengambang di perairan Sungai Musi.


Saat ditemukan di dekat Dermaga Boom Baru, Palembang kondisi tubuh dan wajah korban sudah membengkak.

Setelah ditemukan warga, jasad Abing langsung dibawa ke Pos Pol Perairan Polresta Palembang Boom Baru, Palembang. Selanjutnya bersama tim SAR Palembang dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk diautopsi.

Kepala Kantor SAR Palembang Marsono melalui Humas Kantor SAR, Taufan membenarkan jenazah Abing telah ditemukan. 

”Yang menemukan pertama kali warga lalu dibawa ke Kantor Pos Polisi Boom Baru. Kemudian bersama-sama k
ami membawa ke kamar jenazah RSMH Palembang,” jelas Taufan kemarin. Penemuan mayat korban bunuh diri ini juga dibenarkan Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabarudin Ginting.

Orang tua korban, Alwi dihadapan beberapa mantan teman akrab korban di SMA Methodis 2 Palembang, mengungkapkan kronologis Abing bisa terjun dari atas Jembatan Ampera. 

”Pagi saat kejadian saya dan Abing mau mencari sarapan pagi nasi gemuk. Namun saat mau pergi Abing bilang biar dia saja yang bawa motor. Lalu saya turuti kemauan Abing,” ungkapnya di kamar jenazah RSMH Palembang kemarin. Saat motor dibawa Abing melintas di depan Bundaran Air Mancur,Abing membelok ke arah kiri atau ke atas jembatan Ampera.

”Saya kaget sekali dan tidak bisa mencegah Abing karena saat dia memberhentikan sepeda motornya langsung berlari cepat dan me-manjat pagar Jembatan Am-pera yang mengarah ke Pasar 16 Ilir. Dia langsung loncat terjun ke bawah. Saya sempat berteriak minta tolong tapi setelah kami cari tubuh Abing sudah tengelam terbawa arus,” katanya. Ketika ditanya apa penyebab Abing nekat terjun dari Ampera,Alwi mengatakan s-eminggu sebelum kejadian sempat membawa Abing konsultasi ke pskiater.
 

 “Pesan pskiater saya diminta menjaga khusus Abing. Dokter bilang potensi bunuh diri Abing tinggi. Jadi tolong diawasi benar,” ujarnya.

Teman dekatnya, Riki (19), mengemukakan korban dikenal banyak teman dan mudah bergaul. ”Dia juga anaknya pintar. Sejak kelas satu selalu masuk ranking 3 sampai 7. Adapun hobinya main basket dan gitar,” kenangnya saat membesoek ke kamar jenazah RSMH Palembang, kemarin. (sir)



Bunuh Diri Terjun dari Ampera




Palembang, Sinar Harapan

Bunuh diri, seorang pemuda terjun dari Jembatan Ampera Rabu (11/7).

Korban  Steven W Janson alias Abing (18), diiduga mengalami gangguan kejiwaan. Hingga Kamis pagi,  jenazah warga Jalan HBR Motik, Kompleks Griya Asri Mandiri,Kelurahan Karya Baru,Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), Palembang, tersebut belum berhasil ditemukan

 Kasat Reskrim Djoko Julianto membenarkan peristiwa tersebut dan saat ini polisi terus berusaha mencari korban.

Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab korban nekat melompat dari Jembatan Ampera. Saat ini Tim SAR dan petugas kami  di perairan Sungai Musi masih mencari jenazah korban, ungkapnya.

Tim SAR Palembang, bekerja sama dengan Pol Air Polresta Palembang dan Direktorat Pol Air Polda Sumsel melakukan pencarian di sekitar Jembatan Ampera hingga radius 500 meter.
 Menurut Humas Kantor SAR Palembang Taufan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, korban melompat dari Jembatan Ampera, tepatnya posisi tubuh menghadap ke Pasar 16 Ilir. Korban langsung melompat dan dilihat saksi, lalu kejadian itu dilaporkan ke aparat polisi terdekat,ungkap Taufan.

Setelah mendapat laporan, kami langsung menerjunkan Tim SAR berjumlah tujuh orang dengan peralatan lengkap guna melakukan penyisiran di sekitar lokasi titik korban terjun. Kami juga menyisir arus sepanjang Sungai Musi,katanya.
Taufan melanjutkan, hingga pagi ini belum ada tanda-tanda ditemukan jenazah korban di perairan Sungai Musi. Tim SAR Palembang masih bekerja dan berusaha melakukan pencarian jenazah korban bersama anggota Pol Air, tuturnya.
Sementara itu, tetangga korban,Yuli, 45, mengungkapkan, keluarga korban sudah empat tahun menetap di Kompleks Griya Asri Mandiri. Yuli melanjutkan, Abing merupakan anak kedua dari dua bersaudara dengan ciriciri badan kurus tinggi.
 Saya terakhir melihatnya pada Selasa (10/7) pagi. Saya lihat dia (Abing) bersama bapaknya beli kue di depan kompleks. Saya sempat bilang sama bapaknya, Abing sudah sehat, Pak? Terus dijawab bapaknya sudah,tuturnya.

Berdasarkan penuturan kedua orang tua Abing,kata Yuli, anak mereka setahun terakhir mengalami sakit aneh.

Abing selalu teriak-teriak di rumah tanpa alasan dan kami sebagai tetangga selalu mendengarnya. Abing baru tamat SMA swasta di Palembang dan rencananya mau melanjutkan kuliah sama seperti kakak perempuannya, paparnya. (Sir)


Jumat, 13 Juli 2012

Ical Harus Bertanggung Jawab Atas Kekalahan Alex-Nono


Seputar Indonesia, Sabtu 14 Juli 2012


Jakarta:
Kekalahan pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta nomor urut 6 Alex Noerdin-Nono Sampono dinilai akibat Partai Golkar setengah hati memaksimalkan mesin politik. 

Terlebih,Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) memilih ke luar negeri daripada ikut mendukung Alex-Nono saat hari pencoblosan. Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, mengatakan,Partai Golkar harus menjelaskan alasan kekalahan Alex-Nono kepada konstituen. “Golkar perlu menjelaskan ke konstituen.
 

Kalau enggak, bisa jadi preseden buruk. Jangan-jangan pencalonan Alex hanya akal-akalan DPD untuk meraup kepentingan tertentu,” kata Gun Gun Heryanto kemarin. Seharusnya, lanjut Gun Gun, Partai Golkar all out dalam Pilkada DKI ini. Hal itu karena Pilkada DKI merupakan barometer untuk Pemilu 2014. “Isu Jakarta adalah isu strategis. Ini menjadi barometer Pemilu 2014.Apa yang diinvestasikan saat ini bisa untuk ke depan salah satunya pencapresan Ical,”tuturnya.
 

Menurutnya, kekalahan Alex-Nono menunjukkan bahwa keroposnya politik figur di partai berlambang pohon beringin tersebut.Hal ini sama dengan pemaksaan Ical sebagai calon presiden (capres) meskipun elektabilitasnya masih di bawah kader lainnya. Gun Gun juga mengaku heran dengan sikap Ical yang lebih memilih berlibur ke Los Angeles, Amerika Serikat, bersama keluarganya dari pada menggunakan hak pilihnya.
 

Sikap tersebut justru menzalimi Alex Noerdin. “Ini jelas menzalimi, bagaimana mau memilih Alex sementara Ical sendiri punya hak pilih tak digunakan. Dia bukan warga biasa, tapi ketua umum partai. Pada saat dia tidak mencoblos artinya tanpa sadar dia mengimbau kepada para konstituen untuk tidak terlalu fokus pada pencalonan Alex,”kritiknya.
 

Menurutnya,tidak seharusnya Ical pergi berlibur saat kadernya tengah berjuang dalam memperebutkan kursi DKI 1. Seharusnya Ical memberikan dukungan dan dorongan kepada Alex.“Ical tidak etis, bagaimanapun dia ketua umum, simbol partai.Pada saat dia tidak pakai hak suara itu akan menjadi preseden buruk,” tuturnya.
 

Amir A Gofur,Koordinator Cinta Jakarta,relawan Tantowi Yahya, mengatakan bahwa kekalahan Alex-Nono sudah diprediksi sejak awal. Kemunculan pasangan tersebut dinilai sangat dipaksakan. Hasilnya, berdasarkan quick count, perolehan suara Alex-Nono masih di bawah cagub independen, Faisal Basri-Biem Benjamin.
 

Berdasarkan hasil survei, kader Partai Golkar yang memiliki popularitas paling tinggi yang seharusnya diusung Partai Golkar dalam Pilkada DKI Jakarta adalah Tantowi Yahya. Anggota Komisi I DPR itu hanya kalah dari incumbent Fauzi Bowo. Selain itu, sejak awal Tantowi juga serius membangun basis massa.


Warga Bakar Kompleks Lokalisasi Sepancar


Warga Bakar Kompleks Lokalisasi Sepancar

Palembang, Sinar Harapan
Ratusan warga Lawang Kulon, Kelurahan Sepancar, Kecamatan Baturaja Timur, mengamuk dan menutup paksa Lokalisasi Sepancar. Tanpa dikoordinasi, massa membakar seluruh bangunan liar di lokasi itu.
Berdasarkan informasi, aksi yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB itu membuat areal perkampungan di jalan lintas Sumatera Km 12 tersebut sebagian besar habis terbakar. 

Petugas kepolisian tidak dapat berbuat apa-apa atas aksi pembakaran dan penghancuran rumah bordir. Belasan rumah luluh lantak dengan suara ledakan dari dalam rumah. Penghuni lokalisasi hanya bisa berteriak dan berupaya mengeluarkan barang-barang berharga mereka agar tidak dilalap si jago merah.
Warga yang menginginkan lokalisasi ditutup membawa alat berupa linggis, martil, dan kayu guna menghancurkan rumah yang diduga digunakan sebagai tempat prostitusi. 

Awalnya
, massa hanya membongkar bangunan ilegal di lokalisasi. Karena mendapat  perlawanan dari pemilik bangunan, warga akhirnya kalap. Tanpa diberi komando, massa langsung membakar kafe dan warung remang-remang di Lokalisasi Sepancar.
Camat Baturaja Timur Mirdailli yang  datang ke lokasi kejadian langsung menghubungi Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) OKU. 

Mirdailli juga meminta Kasat Pol PP OKU Agus Salim agar menyiagakan personelnya di lokasi kejadian. “Saya minta agar anggota Pol PP berjaga di rumah penduduk di Lokalisasi Sepancar supaya tidak ikut dibakar massa,” katanya.
Kapolres OKU AKBP Azis Saputra melalui Kasat Reskrim AKP Median Utama mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan secara persuasif untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan. Namun, jumlah personel yang diterjunkan berkisar 30 anggota dari Resmob, Intel, dan Polsek Baturaja Timur, ditambah puluhan anggota Satpol PP, tidak mampu membendung amukan warga. 

Nariman (72), ,tokoh masyarakat Lawang Kulon,Kelurahan Sepancar, mengatakan, sebelum men-sweeping kawasan yang dikenal sebagai lokalisasi sejak 1970-an itu, mereka telah beberapa kali memberi peringatan. 

Pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan para mucikari/germo, yang dihadiri camat, lurah, Polsek, Koramil, dan tokoh agama, untuk membuat kesepakatan agar tidak ada lagi aktivitas pelacuran di sana.
Menurut dia, pihaknya akan selalu melakukan sweeping di areal tersebut agar benar-benar kawasan tersebut bersih dari bentuk perzinaan. “Warga sudah berkomitmen, bukan hanya kawasan ini, tapi jika kami menemukan pasangan mesum, juga harus hengkang dari kampung ini,” tukasnya.

“Kita mengawasi dengan cara persuasif agar tidak terjadi tindak kriminalitas. Aksi ini merupakan warga yang meminta agar lokalisasi untuk ditutup atau tidak beraktivitas,” ucapnya.
(sir)



SFC Siap Genapi Koleksi Gelar Kompetisi




Palembang

Sriwijaya FC (SFC) menargetkan bisa menambah koleksi gelar kompetisi pada pertandingan  Perang Bintang melawan tim ISL All Star, besok. Gelar ini akan menggenapi prestasi  Laskar Wong Kito di level sepak bola Indonesia. 

Tim yang masih berusia muda ini sedikitnya telah mengoleksi Sembilan gelar kompetisi dan turnamen..Sebut saja tiga kali Piala Indonesia, dua kali juara Liga Indonesia, Tim Fair-Play, juara Inter Island Cup (IIC), dan juara Community Shield (CS). Jika pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, besok, Ponaryo Astaman dkk berhasil merebut Trofi Perang Bintang,tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini akan menjadi pengoleksi gelar terlengkap di Indonesia.

Perah double winner dan dua kali berturut-turut juara copa ini, yahun ini pun memastkan menjadi jawara ISL meski masih menyisakan empat pertandingan. “Ini merupakan prestasi tersendiri. Yang belum pernah terjadi dalam sejarah persepakbolaan Indonesia,” ujar Pembina SFC, Alex Noerdin yang Gubernur Sumsel.

Presiden Klub SFC Dodi Reza Alex optimistis mampu menyempurnakan keberhasilan menjadi jura Indonesian Super League (ISL) musim ini dengan memenangi pertandingan Perang Bintang dan menyandingkan kedua trofi tersebut saat kegiatan arak-arakan nanti.

“Saya sangat yakin tim kami bisa mengatasi tim ISL All Star.Meski mereka secara perseorangan memiliki kualitas yang baik, belum tentu itu bisa dengan cepat dipadukan menjadi sebuah tim.
Berbeda dengan tim kami yang telah teruji,baik secara kualitas maupun kolektivitasnya selama satu musim ini,”
ungkap Dodi.

Tapi,untuk mewujudkan semua itu, Dodi mengharapkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat dan pencinta bola di Sumatera Selatan, khususnya Palembang, agar bisa datang langsung dan memberikan dukungan kepada para pemain di lapangan. Pada pertandingan nanti, Dodi dipastikan menjadi manajer tim SFC. 

Direktur Tehnik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin mengharapkan pendukung dan pecinta SFC dari seluruh penjuru Sumsel bisa hadir langsung memberikan semangat perjuangan SFC melawan tim ISL All Star sehingga bisa memenangkan pertandingan. 

“Jika SFC bisa memenangkan pertandingan pada perang bintang nanti, k
ami dari pihak manajemen klub akan memberikan tambahan berupa bonus untuk seluruh tim sebesar Rp100 Juta. Itu diluar hadiah yang telah disediakan oleh PT Liga Indonesia selaku penyelenggara,” ungkap Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin.

Disambut

Ratusan pencinta sepak bola memadati Atrium Palembang Indah Mal untuk melihat langsung pemain tim juara Indonesia Super League (ISL) Sriwijaya FC dan ISL All Star yang akan meramaikan acara perang bintang, Minggu (15/7) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Dalam acara meet and greet para pengunjung diberi kesempatan bertatap muka dan melakukan sesi foto bersama para bintang lapangan dari tim kebanggan masyarakat Sumsel maupun dari berbagai klub yang selama satu musim terakhir meramaikan kompetisi Liga Indonesia edisi 2011/2012 dan terpilih melalui polling SMS.
Selain dihadiri jajaran manajemen klub dan seluruh pemain dari tim Laskar Wong Kito, tampak 15 pemain dari ISL All Star seperti Bambang Pamungkas,Aldo Baretto,Alberto Goncalves, Zah Rahan dan lainnya yang dipimpin langsung Pelatih Misroslav Janu yang ditunjuk untuk menjadi arsitek tim. 

Kedatangan para pemain SFC dan tim ISL All Star disambut teriakan histeris para penggemar yang sudah menanti sejak sore hari meski acara baru digelar pukul 20.00 WIB.
Sementara itu, pemain tim Persija, Bambang Pamungkas yang mewakili para pemain bintang ISL mengatakan sangat siap menghadapi SFC. “Untuk Ponaryo Astaman, kapten tim SFC, saya harap Anda dan teman lainnya bisa melakukan persiapan maksimal karena kami datang kesini (Palembang) untuk mengalahkan tim juara,”ujarnya.
Manajer Bisnis PT Liga Indonesia, Ali Reza mengungkapkan, kegiatan ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun sebagai penutup gelaran kompetisi level tertinggi di Tanah Air. (sir)
 SFC Siap Genapi Koleksi Gelar Kompetisi

Palembang, Sinar Harapan

Sriwijaya FC (SFC) menargetkan bisa menambah koleksi gelar kompetisi pada pertandingan  Perang Bintang melawan tim ISL All Star, besok. Gelar ini akan menggenapi prestasi  Laskar Wong Kito di level sepak bola Indonesia. 

Tim yang masih berusia muda ini sedikitnya telah mengoleksi Sembilan gelar kompetisi dan turnamen..Sebut saja tiga kali Piala Indonesia, dua kali juara Liga Indonesia, Tim Fair-Play, juara Inter Island Cup (IIC), dan juara Community Shield (CS). Jika pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, besok, Ponaryo Astaman dkk berhasil merebut Trofi Perang Bintang,tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini akan menjadi pengoleksi gelar terlengkap di Indonesia.

Perah double winner dan dua kali berturut-turut juara copa ini, yahun ini pun memastkan menjadi jawara ISL meski masih menyisakan empat pertandingan. “Ini merupakan prestasi tersendiri. Yang belum pernah terjadi dalam sejarah persepakbolaan Indonesia,” ujar Pembina SFC, Alex Noerdin yang Gubernur Sumsel.

Presiden Klub SFC Dodi Reza Alex optimistis mampu menyempurnakan keberhasilan menjadi jura Indonesian Super League (ISL) musim ini dengan memenangi pertandingan Perang Bintang dan menyandingkan kedua trofi tersebut saat kegiatan arak-arakan nanti.

“Saya sangat yakin tim kami bisa mengatasi tim ISL All Star.Meski mereka secara perseorangan memiliki kualitas yang baik, belum tentu itu bisa dengan cepat dipadukan menjadi sebuah tim.
Berbeda dengan tim kami yang telah teruji,baik secara kualitas maupun kolektivitasnya selama satu musim ini,”
ungkap Dodi.

Tapi,untuk mewujudkan semua itu, Dodi mengharapkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat dan pencinta bola di Sumatera Selatan, khususnya Palembang, agar bisa datang langsung dan memberikan dukungan kepada para pemain di lapangan. Pada pertandingan nanti, Dodi dipastikan menjadi manajer tim SFC. 

Direktur Tehnik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin mengharapkan pendukung dan pecinta SFC dari seluruh penjuru Sumsel bisa hadir langsung memberikan semangat perjuangan SFC melawan tim ISL All Star sehingga bisa memenangkan pertandingan. 

“Jika SFC bisa memenangkan pertandingan pada perang bintang nanti, k
ami dari pihak manajemen klub akan memberikan tambahan berupa bonus untuk seluruh tim sebesar Rp100 Juta. Itu diluar hadiah yang telah disediakan oleh PT Liga Indonesia selaku penyelenggara,” ungkap Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin.

Disambut

Ratusan pencinta sepak bola memadati Atrium Palembang Indah Mal untuk melihat langsung pemain tim juara Indonesia Super League (ISL) Sriwijaya FC dan ISL All Star yang akan meramaikan acara perang bintang, Minggu (15/7) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Dalam acara meet and greet para pengunjung diberi kesempatan bertatap muka dan melakukan sesi foto bersama para bintang lapangan dari tim kebanggan masyarakat Sumsel maupun dari berbagai klub yang selama satu musim terakhir meramaikan kompetisi Liga Indonesia edisi 2011/2012 dan terpilih melalui polling SMS.
Selain dihadiri jajaran manajemen klub dan seluruh pemain dari tim Laskar Wong Kito, tampak 15 pemain dari ISL All Star seperti Bambang Pamungkas,Aldo Baretto,Alberto Goncalves, Zah Rahan dan lainnya yang dipimpin langsung Pelatih Misroslav Janu yang ditunjuk untuk menjadi arsitek tim. 

Kedatangan para pemain SFC dan tim ISL All Star disambut teriakan histeris para penggemar yang sudah menanti sejak sore hari meski acara baru digelar pukul 20.00 WIB.
Sementara itu, pemain tim Persija, Bambang Pamungkas yang mewakili para pemain bintang ISL mengatakan sangat siap menghadapi SFC. “Untuk Ponaryo Astaman, kapten tim SFC, saya harap Anda dan teman lainnya bisa melakukan persiapan maksimal karena kami datang kesini (Palembang) untuk mengalahkan tim juara,”ujarnya.
Manajer Bisnis PT Liga Indonesia, Ali Reza mengungkapkan, kegiatan ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun sebagai penutup gelaran kompetisi level tertinggi di Tanah Air. (sir)

Selasa, 03 Juli 2012

Tuntut Lahan Dikuasai PTPN, Warga OI Demo Mabes Polri dan BPN

PALEMBANG – Ratusan warga dari 22 desa di Kabupaten Ogan Ilir (OI) kemarin mendatangi Markas Besar (Mabes) Polri dan Kantor BPN pusat. Menurut anggota DPRD Sumsel daerah pemilihan (dapil ) OI,Rusdi Tahar,yang turut serta bersama warga selama dua hari sejak Sabtu (30/6) dan Minggu (1/7) di Jakarta, ratusan warga yang mengatasnamakan Gerakan Petani Penesak Bersatu(GPPB) OImengancam tidak akankembali ke Sumsel sebelum tuntutan mereka dipenuhi terkait sengketa lahan dengan PTPN VII unit Usaha Cinta Manis,Kabupaten OI. “Minggu (1/7) malam, masyarakat rapat dengan Walhi dan KPA (Konsorsium Pembaharuan Agraria).Adapun hari ini (kemarin) masyarakat petani akan mendatangi Mabes Polri, Kementerian BUMN, BPN, KPK,dan DPR RI.Berdasarkan hasil kesepakatan,masyarakat tidak akan kembali ke kampung halaman OI kalau permintaannya tidak dituntaskan. Ini sudah menjadi keinginan mereka kalau persoalan ini tidak terselesaikan ,” ungkapnya di Palembang kemarin. Politikus muda dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan, masyarakat mendatangi Mabes Polri terkait tuntutan dan keinginan petani agar dalam proses sengketa lahan antara petani dan perusahaan (PTPN VII), polisi bersikap independen.“Jangan sampai polisi memihak perusahaan karena ini mengganggu upaya petani yang terus menyuarakan aspirasinya,” ungkapnya. Tidak hanya itu, masyarakat petani juga akan mendatangi KPK untuk melaporkan indikasi korupsi PTPN VII unit Usaha Cinta Manis. Sebab,berdasarkan data yang diperoleh masyarakat, sekitar 6.000 hektare (Ha) lahan milik rakyat dimiliki PTPN VII unit Usaha Cinta Manis. “Artinya, ada indikasi korupsi di penerimaan negara terkait dari sektor perkebunan. Itulah yang akan mereka sampaikan. Walhi dan KPA akan terus melakukan pendampingan dan mem-back up masyarakat selama berada di Jakarta untuk menyalurkan aspirasinya.Petani menginginkan pengembalian lahan tersebut dan sudah menjadi harga mati,”tuturnya. Rusdi berharap pemerintah pusat memberikan solusi terbaik.Apalagi,aksi masyarakat mendapat apresiasi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, DPRD Sumsel, serta Pemkab OI.“Mereka (pejabat daerah) ikut merekomendasikan dan mendukung apa yang dilakukan dan diinginkan masyarakat petani,”pungkasnya. Sementara itu,Ketua GPPB Abdul Muis mengatakan, kemarin rombongan masyarakat OI mendatangi Kantor Mabes Polri kantor BPN pusat untuk mengadukan nasib mereka. “Kami saat ini masih terus bernegosiasi dengan BPN.Karena ada sekitar 500-an warga ke Jakarta menuntut pengembalian lahan yang kini masih dikuasai PTPN. Jadi, kami tak akan kembali dan mendirikan tenda sampai tuntutan dipenuhi,”tuturnya kepada SINDO melalui telepon kemarin. Dia mengungkapkan, sejumlah perwakilan warga yang ikut ke Jakarta bukan saja berasal dari Kecamatan Tanjung Batu, melainkan dari berbagai kecamatan, seperti Payaraman, Lubuk Keliat, Tanjung Raja,Inderalaya, Indralaya Selatan, dan Inderalaya Induk. “Sementara ini kami mendirikan tenda di Ragunan. Kami tidak akan kembali sebelum adanya keputusan yang berpihak kepada masyarakat. Warga ke Jakarta menggunakan bus serta membawa 60 unit tenda untuk bermalam di sana. Soal akomodasi,warga sepakat menyumbangkan dana untuk memperjuangkan hak tersebut yang nilainya bervariasi. Ini semua digunakan untuk keperluan berada di Jakarta,”tuturnya. Direktur Walhi Sumsel Anwar Sadat mengatakan, hak guna usaha (HGU) milik PTPN VII unit Usaha Cinta Manis tidak memiliki hak karena belum mendapatkan sertifikat dari BPN.“Ini belum lagi dengan pengerjaan lahan di lapangan yang bisa mencapai sekitar 30.000 hektare. PTPN juga melakukan perampasan lahan milik warga dan melakukan kriminalisasi sebagai salah satu upaya represif,” katanya

MOS dilarang gunakan atriubut I

PALEMBANG – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Palembang melarang keras praktik-praktik perploncoan dan menggunakan atribut aneh dalam masa orientasi siswa (MOS). Kasi Kurikulum SMP/SMA/- SMK Disdikpora Palembang Nursyamsu menyatakan, pihaknya tidak melarang pelaksanaan MOS.Menurut dia,kegiatan ini cukup penting untuk mengenalkan siswa pascamengikuti pelajaran nantinya.“Tetapi, jangan ada atribut-atribut aneh,seperti dasi, topi, permen, karton. Para guru pembina dan OSIS juga harus memantau langsung kegiatan itu,”ujarnya. Sementara itu,SMA Negeri 6 berencana mengadakan MOS dan pembinaan mental serta disiplin (mendis) pada 1–7 Juli. Sebanyak 224 siswa akan digembleng untuk membentuk kedisiplinan, mental, dan imtak. Wakil Kasek Bagian Kesiswaan Elvi Martalinda mengutarakan, melalui MOS dan mendis, siswa baru juga diperkenalkan sistem belajar mengajar di SMA N 6. ”Sekolah kita sendiri berbasis imtak, jadi tidak mungkin melakukan kegiatan yang bertentangan dengan aturan keagamaan serta menjunjung tinggi nilai kedisiplinan,” ujar dia. Terpisah, ketua panitia MOS dan mendis Intan Ratu Kartika menambahkan, kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari,mulai 1–7 Juli, dan diikuti 224 siswa baru dengan mengerahkan 38 panitia. ”Acaranya ada tadarus, senam, sosialisasi tertib lalu lintas dari kepolisian,pemaparan materi, pembinaan konseling, eksebisi ekskul, latihan barisberbaris, dan pembinaan mental yang dilatih tiga anggota brimob. Pada akhir kegiatan akan ditutup dengan outbound,” ungkapnya. SMAN 1 dan 3 serta 15 dan 17 sejak kemarin sudah melaksanakan MOS juga.(Sir)

Istri penimbunan solar diperiksa polisi

PALEMBANG – Penyidikan kasus penimbunan 356 ton solar yang melibatkan Serma Risdan dan Sertu Irwansyah, anggota Intel Korem 004/- Gapo/Kodam II Sriwijaya, terus berlanjut. Siang kemarin, penyidik Subdit IV Tindak pidana tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Sumsel memeriksa RN, istri Serma Risdan, serta dua pegawai PT Agung Pratama Sriwijaya berinisial IL dan RE. ”Pemeriksaan saksi-saksi ini masih dalam rangka untuk mendapatkan informasi tambahan terkait kasus ini,” ungkap Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Barly Ramadhany di kantornya kemarin. Barly mengungkapkan, sebenarnya kemarin mereka menjadwalkan memeriksa lima saksi. Namun, dua saksi kemarin, yakni Rsdn dan Dian Neci, Direktur PT Musi Sarana Energi (MSE), tidak hadir. ”Direktur MSE tidak bisa hadir karena kata pengacaranya sedang sakit dengan disertai surat keterangan saksi dari dokter,”ungkapnya. Para saksi diperiksa sesuai kapasitas mereka di perusahaan masing-masing. Dua saksi, IL dan RE, juga ditanyai mengenai siapa penanggung jawab di perusahaan mereka. “Kalau level direktur kita akan tanya mengenai izin perusahaan mereka dan kepemilikan perusahaan. Saat ini Kita masih melengkapi bukti-bukti dulu, nanti kalau sudah lengkap semua dan semua pemeriksaan saksi selesai semua, baru akan kita kroscek dengan keterangan kedua oknum TNI tersebut,”bebernya. Setelah memeriksa tiga saksi tersebut,rencananya hari ini polisi bakal memeriksa Direktur PT Agung Pratama Sriwijaya Syahril Nasution dan Direktur PT Pumas Petro Lampung Suwarno atau H Anizar. ”Kalau Direktur PT MSE sudah sehat, kita akan periksa juga besok (hari ini) bersamaan, ”katanya. Edwar,pengacara IL dan RE, membenarkan jika dia mendampingi kedua saksi yang diperiksa.Namun,dia menolak menjelaskan materi pemeriksaan tersebut. “Nanti ada waktu yang pas kami pengacara klien kami akan menjelaskan secara terbuka,”katanya.