Rabu, 18 Juli 2012

Walhi: Pembakaran Lahan PTPN VII, Skenario Sudutkan Warga


http://www.shnews.co/detile-4966-walhi-pembakaran-lahan-ptpn--vii-skenario-sudutkan-warga-.html

Walhi: Pembakaran Lahan PTPN VII, Skenario Sudutkan Warga



Palembang: 

Direktur Walhi Sumsel Anwar Sadat menduga, di balik persoalan ini ada skenario khusus yang diciptakan pihak PTPN VII untuk menyudutkan warga yang berjuang mendapatkan lahannya. 

Untuk itu, pihaknya mendesak pihak kepolisian segera menyelidiki provokator yang menimbulkan kericuhan, dan mendesak kepolisian segera membebaskan warga yang ditahan. Pihaknya juga mengutuk Kementerian BUMN dan PTPN VII yang tidak memiliki komitmen untuk menyelesaikan konflik agraria yang makin meruncing.

“Masalah ini terus meruncing setelah tidak adanya jalan keluar dari proses mediasi penyelesaian konflik agraria antara warga dengan pihak PTPN VII di kantor Kementerian BUMN, Senin (16/7) lalu, di Jakarta,” kata Anwar Sadat Kamis (19/7)


Kapolres OI, AKBP Deni Dharmapala menyatakan ratusan personel kepolisian di back up aparat Polda Sumsel, sampai saat ini masih bersiaga di sekitar lokasi PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis, guna mencegah aksi lanjutan terjadi.

“Saat ini kondisi di lapangan di sekitar PTPN mulai kondusif. Tapi, kami tetap antisipasi dengan menyiagakan personel di lapangan.Kami harapkan warga tetap tenang dan tidak melakukan aksi yang menjurus ke tindakan anarkistis yang dapat merugikan semua pihak,”
imbaunya.

Sebelumnya, aksi warga yang menuntut lahan PTPN VII yang telah habis HGU-nya  melakukan pembakaran lahan perkebunan tebu milik PTPN VII.

Kecam Pemukulan Anggota DPRD

Dalam penanganan aksi masa, pihak kepolisian diketahui melakukan penangkapan dan tindakan refresif terhadap  anggota DPRD Sumsel, Rusdi Tahar.

Atas aksi ini, Koordinator Independent Police Watch (IPW) Sumsel, Shofuansyah mengecam tindakan ini. Menurut Shofuansyah, informasi yang mereka terima, pengamanan pihak kepolisian dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumatera Selatan Brigjend Pol M Zulkarnain, SH yang juga didampingi Kapolres Ogan Ilir (OI) beserta 400 anggota personil Brimob yang diturunkan dalam rangka pengamanan di Areal Perkebunan Tebu milik PTPN VII.

“Saat itu terjadi Insiden yang memalukan institusi Kepolisian yang mengakibatkan beberapa orang warga menjadi korban akibat tindakan represif aparat Kepolisian dalam menghadapi aksi massa Warga Cinta Manis, Ogan Ilir (OI). Salah satu di antaranya yang menjadi korban pemukulan oleh aparat Kepolisian adalah Rusdi Tahar yang semula akan meninjau lokasi, dan mencoba melakukan mediasi konflik antara warga dengan aparat kepolisian. Justru mendapat perbuatan tidak menyenangkan saat berada di tengah-tengah kerumunan massa,” paparnya.

Berdasarkan fakta-fakta diatas, IPW Sumatera Selatan menyatakan bahwa  insiden Pemukulan yang polisi kepada beberapa warga Cinta Manis, dan Salah satu korbannya adalah Anggota DPRD Sumatera Selatan Rusdi Tahar merupakan tindakan represif yang berlebihan oleh Aparat Kepolisian, serta tindakan yang sewenang-wenang.

“Aksi ini diduga telah menyalahi Prosedur Pengamanan terhadap Aksi massa, yang seharusnya dilakukan dahulu dengan tindakan prefentif sebagai bentuk profesionalitas pengamanan terhadap Masyarakat. Karenanya, kami mengecam  keras tindakan pemukulan dan ketidakprofesionalan aparat kepolisian dalam menjalankan tugas pada tragedi kerusuhan terkait Kasus sengketa antara warga Cinta Manis dengan PTPN VII,” jelasnya.
Untuk itu, Shofuansyah meminta kepada Kapolda Sumatera Selatan beserta segenap jajarannya untuk bertanggung jawab dan melakukan tindakan tegas (sanksi hukuman) terhadap oknum anggota kepolisian yang melakukan tindak kekerasan dan pelanggaran HAM di Lokasi Kejadian.


Hal yang sama dikemukakan Ketua Komisi IV DRPD Sumsel, Edward Jaya. Politisi Golkar ini menyatakan rasa simpati terhadap apa yang terjadi pada Rusdi Tahar.

Bahkan,Edward berharap kepada polisi sebagai penegak hukum, untuk tidak main hakim sendiri. “Kami minta Kapolda untuk memberi sanksi kepada bawahannya yang tidak taat hukum,” tegasnya.

 Rasa simpati juga datang dari Ketua Komisi V DPRD Sumsel,MF Ridho,yang sangat mengecam aksi anarkistis yang tercipta di lokasi. 

Seharusnya semua pihak bisa menahan diri, terlebih lagi pihak kepolisian punya prosedur penanggulangan bentrok. “Seharusnya kondisi ini tidak boleh terjadi,apa lagi sudah ada standar operasi.Yang anehnya lagi kenapa ada oknum dewan yang ditangkap.Padahal, kita tahu saudara Tahar memang sangat konsisten memperjuangkan hak masyarakat di Dapilnya.
Apa lagi dewan punya hak imunitas dan dilindungi undang-undang, sehingga ia diperbolehkan mengelurkan statmen atau bentuk perlindungan selama masih dalam wewenangnya,” ungkap Ridho. 

Terpisah, Rusdi Tahar sendiri menceritakan, bahwa kehadiran dirinya di tengah massa merupakan bentuk kepeduliannya untuk menenangkan warga yang beringas. Bahkan, sebelum kejadian,dia menerima informasi dari masyarakat, bahwa tengah terjadi keributan di lokasi (PTPN VII).

“Sekitar pukul 11.00 WIB sebelum kejadian bentrok saya juga dihubungi pihak kepolisian dengan tujuan meminta bantuan untuk menenangkan massa.Namun, karena saat dihubungi saya tengah mengikuti agenda kunjungan Komisi IV melihat kesiapan jalur mudik Jalintim, lantas saya menunda untuk melihat kondisi di lapangan. Sampai akhirnya,sekitar pukul 14.00 WIB saya dihubungi oleh Dandrem dengan harapan yang sama, yakni meminta saya hadir dan menenangkan massa,”urainya.

Karena merasa daerah OI masuk dalam Dapilnya, akhirnya dia bergerak ke lokasi kejadian, dengan ditemani dua orang rekannya. “Alhamdulillah setelah saya datang massa kembali tenang. Tetapi, tak lama setelah itu pasukan pengamanan datang lebih banyak dan menyusup. Setelah itu,saya sudah berada di tengah massa dan terkepung. Dua orang bersama saya sudah dipukuli, begitu juga saya,” ungkapnya.

Pjs Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova, menegaskan, saat kejadian bentrok, aparat kepolisian baik dari Polres OI dan Polda Sumsel yang bertugas di lapangan, sudah menjalankan tugas sesuai prosedur berlaku. ”Anggota di sana tentunya terus memantau, baik yang berpakaian preman atau dinas. (sir)





Press releasenya independent police Watch

PRESS RELEASE Nomor : 003/IPW.SS/PR/07/2012

 Kecaman Keras terhadap Tindakan Represif Aparat Kepolisian dan Tugas yang Tidak Profesional dalam Tragedi Cinta Manis

 Menindaklanjuti permasalahan yang terjadi pada Kasus Pemukulan Anggota DPRD Sumsel (Bpk. Rusdi Tahar, SE), yang juga Dewan Penasehat Independent Police Watch Sumatera Selatan (Berita Sumex, Sripo, Tribun, Sindo tgl 18 Juli 2012) yang sedang menjalankan tugas dan fungsinya sebagai anggota DPRD dari Dapil Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI) di Lokasi Perkebunan Tebu milik PTPN VII Kabupaten Ogan Ilir (OI), kemarin (selasa, 17 Juli 2012).

Bahwa, Informasi yang kami terima, Pengamanan pihak kepolisian yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumatera Selatan Brigjend Pol M. Zulkarnain, SH yang juga didampingi Kapolres Ogan Ilir (OI) beserta 400 anggota personil Brimob yang diturunkan dalam rangka pengamanan di Areal Perkebunan Tebu milik PTPN VII. Telah terjadi Insiden yang memalukan Institusi Kepolisian, dengan mengakibatkan beberapa orang warga menjadi korban akibat tindakan represif Aparat Kepolisian dalam menghadapi aksi massa Warga Cinta Manis Kab. Ogan Ilir (OI).

Salah satu di antaranya yang menjadi korban pemukulan oleh aparat Kepolisian adalah Bpk. Rusdi Tahar, SE yang semula akan meninjau lokasi, dan mencoba melakukan mediasi konflik antara warga dengan aparat kepolisian, justru mendapat perbuatan tidak menyenangkan saat berada di tengah-tengah kerumunan massa. Meskipun, beberapa menit kemudian baru diamankan oleh aparat kepolisian yang mengawalnya, sesuai dengan Intruksi Wakapolda Sumsel yang juga dikawal oleh aparat TNI. Namun, hal tersebut tentunya mencemari Institusi Kepolisian karena tidak profesional terkait Tugas dan Tanggungjawabnya dalam melakukan pengamanan teritori lokasi konflik.

 Berdasarkan fakta-fakta diatas, Kami Independent Police Watch (IPW) Sumatera Selatan sebagai lembaga yang concern terhadap issue Kepolisian yang Profesional, menganggap perlu untuk menyampaikan hal-hal sebagai berikut ;

 Pertama, Bahwa Insiden Pemukulan yang dilakukan kepada beberapa Warga Cinta Manis, dan Salah satu korbannya adalah Anggota DPRD Sumatera Selatan Bapak Rusdi Tahar yang juga merupakan Anggota Dewan Penasehat Independent Police Watch Sumatera Selatan, merupakan tindakan represif yang berlebihan oleh Aparat Kepolisian, serta tindakan yang sewenang-wenang.

 Kedua, Bahwa dari Insiden Pemukulan yang terjadi terhadap Warga Cinta Manis dan Bapak Rusdi Tahar, SE Anggota DPRD Sumatera Selatan, yang dilakukan oleh Aparat kepolisian diduga telah menyalahi Prosedur Pengamanan terhadap Aksi massa, yang seharusnya dilakukan dahulu dengan tindakan prefentif sebagai bentuk profesionalitas pengamanan terhadap Masyarakat.

 Ketiga, Bahwa dari Insiden tersebut Independent Police Watch Mengecam Keras tindakan Pemukulan dan Ketidakprofesionalan Aparat Kepolisian dalam menjalankan tugas pada Tragedi kerusuhan terkait Kasus sengketa antara warga Cinta Manis dengan PTPN VII.

 Keempat, Meminta kepada Kapolda Sumatera Selatan beserta segenap jajarannya untuk bertanggung jawab dan melakukan tindakan tegas (sanksi hukuman) terhadap oknum anggota kepolisian yang melakukan tindak kekerasan dan pelanggaran HAM di Lokasi Kejadian.

 Kelima, Mendesak kepada pihak Kepolisian Daerah Sumatera Selatan untuk menangani pengamanan sipil pada sengketa pertanahan (sengketa agraria) di Sumatera Selatan dengan tidak mengutamakan indikasi metode kekerasan dan indikasi kriminalisasi masyarakat. Demikian Release ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

 Palembang, 18 Juli 2012

 Hormat Kami,

Independent Police Watch Sumatera Selatan

Ade Indra Chaniago, Msi

Direktur Eksekutif 



 Mualimin, SH 
 Sekretaris Eksekutif 




 Mengetahui 


Sofhuan Yusfiansyah, 
Kordinator Daerah


SH Sri Lestari Kadariah, SH 
 Kordinator Harian

Warga bakar 1000 ha lahan PTPN vii

Warga OI vs PTPN VII Rusuh, 1000 Ha Lahan Tebu Terbakar Palembang Pascamediasi di Kementrian BUMN antara Direksi dan Serikat Pekerja PTPN VII dengan perwakilan warga Ogan Ilir di Jakarta kemarin, situasi di lokasi sengketa antara warga dan pihak PTPN VII tak terkendali. Bentrok dan pembakaran yang dilakukan ribuan warga itu terjadi di Desa Ketiau,Kecamatan Lubuk Keliat, Rayon 6 Desa Rengas. Hingga tadi malam, kondisi di lapangan masih mencekam. Informasi di lapangan, lahan yang terbakar hingga tengah malam tadi mencapai 1.000 hektare.Tidak hanya itu, beberapa peralatan seperti eskavator milik BUMN tersebut juga dibakar massa. Sebelumnya massa dari 17 desa di 5 kecamatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI) berunjuk rasa di lokasi PTPN VII unit usaha Cinta Manis. Mereka mencoba menguasai lahan milik PTPN yang dinilai telah habis HGU-nya. Sedikitnya 500 personel dari Brimob dan Dalmas Polda Sumsel berusaha mengamankan. Akibatnya lima polisi luka-luka dan enam warga yang diduga sebagai provokator diamankan. Menurut Direktur SDM dan Umum PTPN VII, Budi Santoso, aksi anarkis massa juga diikuti aksi penjarahan pupuk di gudang rayon III. Dalam aksinya, warga melempari petugas dengan bambu dan batu sehingga mengakibatkan 5 polisi yakni 3 anmgota Brimob Polda Sumsel dan 2 anggota Polres Ogan Ilir (OI). Korban Briptu Doni Karlos mengalami luka pada bagian pipi kanan akibat terkena serpihan peluru yang diduga dari kecepek dan langsung dilarikan ke Puskemas Tanjung Raja. Direktur SDM dan Umum PTPN VII Budi Santoso mengatakan, informasi dari staf di lapangan menyebutkan luas lahan yang terbakar hingga tengah malam tadi mencapai 1.000 hektare.Tidak hanya itu, beberapa peralatan seperti eskavator milik BUMN tersebut juga dibakar massa. Menurut Budi, aksi anarkis massa juga diikuti aksi penjarahan pupuk di gudang rayon III. “Kondisi di lapangan masih sangat mencekam,” ujar Budi saat menggelar jumpa pers di Hotel Arista Palembang. Budi menerangkan, selama ini pihaknya selalu mengedepankan pendekatan dialogis kepada warga di sekitar lokasi perkebunan. Pihaknya juga memberikan berbagai tawaran solusi kepada warga baik berupa CSR maupun program kemitraan desa. “Namun pada kenyataannya, warga selalu menolak dan ngotot agar PTPN mengembalikan lahan yang diklaim milik mereka. Padahal secara hukum, lahan PTPN VII statusnya milik Negara. Meski demikian, kami (PTPN VII) tetap membuka pintu dialog untuk menyelesaikan persoalan ini,”katanya. Kuasa hukum PTPN VII Bambang Hariyanto menyatakan, dirinya berharap kepolisian tegas terhadap aksi anarkistis. “Selama ini kita telah melakukan koordinasi baik dengan kepolisian menyikapi antisipasi terjadinya aksi anarkistis dan konflik horizontal di lapangan. Kita sangat menghargai upaya kepolisian mengirimkan petugasnya untuk mengamankan aset PTPN VII. Dengan adanya tindakan tegas itu bisa menjadi shock terapi bagi pelaku lain,”tegasnya. Sementara untuk penyelesaian sengketa lahan sebaliknya diselesaikan melalui jalur hukum. Silakan warga gugat di pengadilan. Sekretaris Perusahaan PTPN VII Sonny Soediastanto menyatakan bahwa sikap PTPN VII tidak akan menyerahkan lahan kepada masyarakat. “Untuk soal lahan sudah harga mati, tidak bisa diberikan kepada masyarakat, karena merupakan asset perusahaan yang juga aset nagara. Kita diberi amanah untuk mengelola dan menjaganya,” kata dia. Langkah yang ditempuh PTPN VII, kata Sonny, sudah pada jalur yang benar. Bahwa semua proses dilalui untuk memperoleh lahan sudah sesuai prosedur dan peraturan. Karena itu, warga yang menuntut hendaknya juga mempunyai bukti-bukti yang sah dan melalui prosedur sesuai dengan aturan dan perundang-undangan. Meskipun demikian, perusahaan akan terus membuka ruang untuk melakukan dialog dan kerja sama untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan wilayah. “Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk menjalin kerja sama, apakah melalui CSR atau program-program yang lain untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya Pjs Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova mengatakan, sebanyak 400 personel yang terdiri dari Brimob dan Shabara membantu pengamanan di lokasi kejadian. Menurutnya, Wakapolda Sumsel Brigjen M Zulkarnain langsung meninjau lokasi.Saat ini Mapolres OI tengah memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak.(sir) nanti akan saya tambah keterangan dari pihak warga atau walhi. Trims

Selasa, 17 Juli 2012

Gubernur Luncurkan Pasar Murah Sembako



Palembang,
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, meluncurkan pasar murah sembako di Pelabuhan 35 Ilir Palembang, Selasa (17/7). Secara simbolis, Gubernur menyerahkan 118.652 paket sembako yang merupakan bantuan Pemprov Sumsel kepada masyarakat kurang mampu di 15 kabupaten/kota.
Gubernur mengatakan, pasar murah sembako ini menjadi agenda rutin tahunan Pemprov Sumsel dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Sebab, dalam situasi menjelang atau selama bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, konsumsi masyarakat khususnya kebutuhan bahan pkok akan cenderung mengalami kenaikan dan akibatnya harga-harga akan ikut naik.
“Dari sisi ekonomi, terjadinya hal seperti ini sebenarnya sudah dipahami karena bekerjanya hukum permintaan dan penawaran. Tapi, kita harus menindaklanjutinya, setidaknya dengan pasar murah ini mengurangi beban masyarakat terutama bagi yang kurang mampu. Kan lumayan, satu paket itu harga normalnya lebih dari Rp50 ribu, tapi kita bantu jadi masyarakat hanya membayar Rp39 ribu, kan murah,” ujar Gubernur.
Gubernur mengapresiasi ibu-ibu TP PKK dan Dharma Wanita Provinsi Sumsel yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Gubernur berharap, kegiatan ini dapat dicontoh dan dilanjutkan pula oleh BUMN/BUMD dan pelaku usaha lainnya yang ada di Sumsel sehingga manfaaatnya bagi masyarakat akan terasa lebih besar dan lebih luas lagi.
Begitu juga dengan penyelenggara, Gubernur meminta dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang membutuhkan. “Usahakan agar kegiatan ini benar-benar tepat sasaran. Penyelenggara harus proraktif mencari daerah-daerah yang masyarakatnya sangat membutuhkan dan berpenghasilan rendah, disamping masyarakat umum lainnya,” imbau Gubernur.
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, meski pasar murah ini sudah digelar, namun dirinya tetap menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus memonitor dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sehingga harga stok persediaan dan harga bahan pokok dapat dikendalikan.
“Harus (harga sembako-red) dipantau terus. Kalau memang terus naik, operasi pasar kita lakukan terus-menerus, sehingga harga kembali normal. Pokoknya, selama bulan ini kita harapkan, harga sembako bisa terkendali,” harap Gubernur.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumsel Nasrun Umar menjelaskan, tujuan pasar murah sembako yang disedikan Pemprov Sumsel bekerjasama dengan TP PKK Sumsel dan Dharma Wanita Provinsi Sumsel ini, untuk menekan harga sembako menjelang Ramadhan tahun ini. Pasar murah ini menyediakan paket-paket sembako, berupa beras 2 kilo gram (kg), gula pasir 2 kg, dan minyak goreng 2 kg senilai Rp39 ribu.
Nasrun menegaskan, total paket pasar murah yang dibagikan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu sebanyak 118.652 paket sembako. Begitu juga dengan subsidi dari paket sembako mengalami peningkatan. Tahun ini, subsidi yang diberikan Rp4 ribu/kg dan tahun sebelumnya hanya Rp3 ribu/kg atau Rp24 ribu per paket. Sedangkan teknis penyalurannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar dapat berjalan dengan optimal.
“Jumlah yang kita salurkan ke daerah sesuai permintaan. Untuk pelaksanaannya juga akan diatur kemudian sesuai dengan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota,” terangnya.
Pihaknya berharap, pasar murah yang digelar Pemprov Sumsel ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat mendapatkan sembako dan membantu masyarakat akan tingginya harga. Namun, pihaknya juga tetap mengadakan kontrol jika ditemukan gejolak harga sembako pada bulan puasa cukup tinggi.
“Operasi pasar akan kita gelar jika memang harga sembako di pasaran sudah mencekik masyarakat. Kalau sekarang, belum kita gelar karena kenaikannya masih dinilai normal,” tukasnya.

Senin, 16 Juli 2012

Pemain, sponsor, penyedia kostum SFC

sumber: wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya_FC
Skuad 2011-2012

2 DF Muhammad Shobran
3 DF James Coyne
4 MF Lim Joon-Sik
6 DF Thierry Gathuessi
7 MF Siswanto
10 FW Hilton Moreira
11 MF Ponaryo Astaman (Captain)
12 GK Ferry Rotinsulu
13 DF Achmad Jufriyanto
14 FW Riski Novriansyah
15 MF Firman Utina (Vice Captain)
17 FW Keith Kayamba Gumbs
19 GK Andi Irawan
20 MF Khoirul Huda
21 MF Jeki Arisandi
22 DF Supardi Nasir
23 MF Muhammad Ridwan
24 DF Mahyadi Panggabean
25 DF Darwin
26 DF Seftia Hadi
27 MF Rendy Siregar
29 MF Ruly Saputra
30 DF Nova Arianto
31 GK Tri Hamdani Goentara
32 DF Markus Bachtiar
33 GK Rivki Mokodompit
37 FW Rizky Dwi Ramadhan
44 FW Yudistira Yehuda Wehu




Transfer 2011-2012

Masuk


Hilton Moreira
Nova Arianto
Markus Bachtiar
Syamsul Chaeruddin
Ilham Jaya Kesuma
Risky Nofriansyah
Muhammad Shobran
Siswanto
Keluar
Gunawan Dwi Cahyo
Korinus Fingkreuw
Mahadirga Lasut
Oktovianus Maniani
Fauzal Mubaraq
Jajang Mulyana
Muhammad Rifky
Ardiles Rumbiak
Ade Suhendra
Kim Yong-Hee
Markus Bachtiar

Sponsor
Bank Sumsel-Babel (2008–sekarang)
Thamrin Brothers (2011–sekarang)
Yamaha (sekarang)

Penyedia Seragam
2007—2009: Specs
2009—2010: Reebok
2010—kini: Specs

Gelar dan Prestasi SFC

Liga Indonesia
Juara (1): 2007

Piala Indonesia
Juara (3): 2008, 2009, 2010[2]

Liga Super Indonesia
Fair Play Team (1): 2009-10
Juara (1): 2011-2012

Community Shield
Juara (1): 2010[3]

Inter Island Cup 2010
Juara (1): 2010[4]



Liga Champion AFC
2009: babak penyisihan grup
Piala AFC
2010: babak 16 besar

Seputar SFC


Dikutip dari wikipedia....http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya_FC
Sriwijaya Football Club (disingkat Sriwijaya FC) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Palembang. Tim berjuluk Laskar Sriwijaya ini merupakan tim yang dimiliki oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) setelah terjadi penjualan opsi kepemilikan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Presiden Sriwijaya saat ini adalah Doddy Alex Reza yang merupakan putra dari gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Tim berkostum merah kuning bermotif songket ini memiliki dua kelompok suporter, S-Mania (Sriwijaya Mania) dan Singa Mania (Sriwijaya Palembang mania) yang kemudian digabung menjadi Sumselmania (Sumatera Selatan mania). Sriwijaya FC adalah juara Divisi Utama Liga Indonesia 2007.
Sejarah
Walaupun mewakili provinsi Sumatera Selatan, Sriwijaya FC didirikan di Jakarta dengan nama Persijatim Jakarta Timur pada tahun 1976. Karena alasan finansial, klub ini sempat pindah ke Solo dan menjadi Persijatim Solo FC pada tahun 2002 hingga 2004. Setelah itu klub ini dibeli oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan diganti namanya menjadi Sriwijaya FC Palembang.[1]
Logo SFC
Logo berbentuk lingkaran bertuliskan Sumatera Selatan Bersatu Teguh mempunyai arti bahwa Sriwijaya FC dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan kesatuan yang bulat dari seluruh masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.
Stadion Gelora Sriwijaya
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang berkapasitas 40.000 penonton ini merupakan stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Stadion ini juga merupakan stadion terbesar ketiga di Indonesia. Stadion ini juga diakui sebagai salah satu stadion terbaik bertaraf internasional.
Mess Pertiwi
Mess Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dikelola oleh Dharma Wanita Pemprov Sumsel digunakan sebagai mess para pemain dan staff pelatih, sehingga dapat menekan anggaran kebutuhan tim. Walaupun mess ini terletak di tengah kota, yaitu di Jl. Ba Salim Batubara Sekip Pangkal, tetapi mess ini tetap menimbulkan kesan asri sehingga menjadi kenyamanan tersendiri bagi penghuninya.
Sekretariat SFC
Sriwijaya FC memiliki sekretariat yang terletak di Kompleks Palembang Square Jl. Angkatan 45/Kampus POM IX No R 130. Sekretariat ini merupakan bangunan ruko tiga tingkat. Lantai satu digunakan untuk etalase dan pusat penjualan cendera mata & atribut Sriwijaya FC. Lantai dua merupakan pusat aktivitas manajemen, sedangkan lantai tiga digunakan sebagai tempat pertemuan/ruang rapat



SFC Gelorakan Sepakbola Sumsel



Penulis: Agustian Pratama (Wartawan Topskor)

Gelora persepakbolaan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini sedang memuncak. Salah satu indikatornya, ikon sepakbola Sumsel klub Sriwijaya Football Club (SFC)  menjadi salah satu klub terkuat dan ditakuti klub sepakbola di Indonesia.

Musim tahun ini, SFC kembali mengukir prestasi dengan menjuarai Indonesia Super League (ISL). Bahkan, masih menyisakan empat pertandingan, tim lascar wong kito ini sudah memastikan sebagai juara.

Laskar Wong Kito, julukan SFC ini, sebelumnya sempat disebut-sebut sebagai ‘bayi ajaib’ karena sederet prestasi yang digapai klub  konversi dari Persijatim yang dibeli Pemprov Sumsel pada tahun 2005. Prestasi itu dimulai dari juara  Divisi Utama Liga Indonesia 2007. Lalu, SFC  menjadi satu-satunya klub di Indonesia yang hattrick. Mengoleksi double winner --Piala Copa serta Juara Liga Indonesia-- kompetisi 2008/2009 dan dua tahun berturut-turut menjadi jawara Copa Indonesia.

SFC juga menjuarai  Community Shield tahun 2010, lalu juara  Inter Island Cup 2010 dan di Liga Super Indonesia  2009/2010 menjadi Fair Play Team. Di Liga Champions AFC tahun 2009 SFC masuk ke babak penyisihan grup, dan di  Piala AFC 2010 mampu masuk ke babak 16 besar.

Di bawah naungan PT Sriwijaya Optimis binaan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman kala itu, eksistensi klub yang memiliki homebase di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) ini di Sumsel semakin lama semakin dicintai masyarakat Sumsel. Menjadi pemersatu masyarakat Sumsel, meski para pemain SFC bukan sepenuhnya diperkuat para pemain asal Sumsel.

Seiring waktu dan berakhirnya masa kepemimpinan Gubernur Syahrial Oesman pada 2008, SFC dibina Gubernur baru H Alex Noerdin, perusahaan yang menaungi SFC pun diganti menjadi PT SOM (Sriwjaya Optimis Mandiri). Mandiri yang diinginkan Gubernur Alex ini salah satunya  mandiri finansial tanpa harus membebani APBD Pemprov Sumsel.

Mimpi itu pun terwujud. Pada 2012 ini, SFC lepas dari ketergantungan terhadap APBD. SFC tidak mendapat suntikan dana dari  APBD Sumsel karena  dinilai sudah professional. Ini sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri, yang menyebutkan bahwa klub bola profesional tidak boleh lagi dianggarkan dalam APBD. Untuk mandiri pendanaan ini, SFC  telah mendapat sokongan dana dari berbagai sponsor. Tahun 2011, kebutuhan dana yang bersumber  dari APBD Sumsel sekitar  Rp25 miliar.

Pemain Lokal

Prestasi yang diukir SFC menjadi pemecut bangkitnya gairah persepakbolaan di Sumsel. Sumsel kembali diperhitungkan di bidang persepakbolaan di tanah air. Pemain-pemain profesional asal Sumsel seperti Ilham Jaya Kesuma ataupun pemain lokal di Sumsel pun sangat berminat bergabung ke SFC.

Alhasil,  cita-cita klub SFC didominasi pemain asal Sumsel mulai menunjukkan tanda-tanda bakal terwujud. Pemain asli Sumsel mulai memperkuat skuad SFC. Beberapa pemain asli Sumsel yang memperkuat SFC saat ini M Sobran, Jeki Arisandi,  Supardi,  Ilham Jaya Kusuma. Dan juga ada pemain magang seperti Try Hamdani Goentara, Risky Dwi Ramadhana, dan Darwin.

Pemerintah daerah dan Manajemen SFC semakin serius membina potensi muda untuk dijadikan bibit pesepakbola profesional asli Sumsel. Seleksi pemain Sriwijaya FC U-19 dan U-21 Januari 2012  lalu tanpa dipungut biaya. Tindakan ini cukup disambut baik masyarakat hingga peminatnya  membludak  mencapai sekitar 1.500 remaja ikut seleksi.
Remaja asal Sumsel ingin masuk dan dibina manajemen SFC tidak lain karena klub SFC selalu berjaya.


Kejayaan Masa Lalu

Berkembangnya persepakbolaan di Provinsi Sumsel tak lepas dari sebuah klub yang dulu pernah jaya dan bermarkas di Palembang di era 1980-an, yaitu Krama Yudha Tiga Berlian Palembang yang biasa disebut  KTB Palembang.  Kesebelasan ini merupakan binaan PT  Krama Yudha Tiga Berlian Motor Palembang, yang pemiliknya adalah Syarnubi Said.

KTB Palembang cukup berprestasi di eranya. Mulai dari juara Liga Indonesia  V/1989.  Juga pernah mewakili Indonesia di Piala Winners Asia I/1990-1991.  KTB pun pernah mengikuti kompetisi Galatama XI /1990-1992 meski hanya satu putaran.

Selain Krama Yudha Tiga Berlian, Sumsel khususnya Kota Palembang juga memiliki klub sepakbola yang juga dapat diperhitungkan, yaitu PS Pusri milik PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) dan juga PS Palembang milik Pemerintah Kota Palembang. Kedua klub ini  juga memberikan kontribusi lahirnya para pemain sepakbola berkualitas asal Sumsel. Hanya saja gaungnya belum seperti SFC.

Fasilitas

Upaya pengembangan olahraga sepakbola di Sumsel ke depan sangat didukung fasilitas olahraga yang dimiliki. Salah satunya Stadion GSJ eks Pekan Olahraga Nasional XVI  tahun 2004 yang sudah berstandar internasional. Stadion ini juga pernah digunakan untuk dua pertandingan dalam lanjutan Piala Asia AFC 2007, yaitu babak penyisihan grup D antara Arab Saudi dan Bahrain, serta perebutan tempat ketiga antara Korea Selatan dengan Jepang.
Terakhir, Kompleks Jakabaring Sport City (JSC) termasuk Stadion GSJ, digunakan untuk gelaran olahraga multi even Asia Tenggara, SEA Games XXVI/2011.

Sumsel juga memiliki Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) atau Sriwijaya Sport School, untuk membina pelajar berbakat olahraga  berasal dari kabupaten/kota di Sumsel. Termasuk diantaranya, sepakbola. 

SONS diharapkan dapat mencetak bibit-bibit terbaik bidang olahraga asal Sumsel. Dalam implementasinya, Pemprov Sumsel menggandeng sekolah olahraga di negara tetangga Singapura yakni Singapore Sport School.  Kerjasama ini mulai dari kurikulum, materi pelajaran, hingga tenaga pengajar.
   
Persepakbolaan di Sumsel sudah dapat dikatakan maju. Kemajuan ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan.  Mempertahankan dan meningkatkan kualitas persepakbolaan di Sumsel butuh kerja keras, keseriusan pemerintah, dan stakeholder lainnya. Salah satunya, manajemen klub sepakbola profesional seperti SFC.  Juga harus  didukung masyarakat Sumsel itu sendiri. (***)


Jelang Puasa, Sembako Merangkak Naik




Palembang:
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi II DPRD Sumsel bersama Disperindag Sumsel di Pasar Cinde,Palembang, Senin (16/7), rata-rata harga sembako naik hingga 10%.
Daging sapi, semula berkisar Rp80.000/kg, beberapa hari ini merangsek menjadi Rp85.000/kg. Begitu juga untuk harga daging ayam, dari Rp28.000/kg naik menjadi Rp35.000/kg.
Menurut pedagang, kenaikannya sudah tiga pekan terakhir karena pasokannya juga kurang. Sehari kebutuhan kita bisa-bisa mencapai 300 kg,tapi suplainya hanya 100–200 kg.
Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam yang saat ini mencapai Rp17.000/kg dari sebelumnya Rp15.000/kg. Lalu, harga gula pasir dari Rp13.000/kg menjadiRp15.000/kg,begitujuga bawang putih dari Rp16.000/kg menjadi Rp19.000/kg.
Ny Jum, seorang pedagang mengemukakan, kenaikan ini sudah satu pekan lalu.Bukan karena menjelang puasa, melainkan dari agen harganya memang sudah naik.
Setelah melihat langsung kondisi kenaikan harga sembako di Pasar Cinde,Ketua Komisi II DPRD Sumsel Budiarto Marshul menilai bahwa kenaikan berbagai sembako masih terbilang wajar. Politikus asal Partai Gerindra ini berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar kenaikan harga tidak sampai meresahkan masyarakat.
Pasar Murah
Guna menekan laju kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Ramadan, hari ini Pemprov Sumsel menggelontorkan 115.000 paket sembako bagi warga tidak mampu.
“Untuk menekan harga sembako agar tidak melambung tinggi, kami sengaja menggelar pasar murah yang akan di-launching hari ini di halaman Pelabuhan Penyeberangan 35 Ilir,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumsel Nasrun Umar  Selasa pagi .
Untuk tahap awal, penjualan sembako di pasar murah tersebut akan digelontorkan 4.000 paket sembako. Setiap paket terdiri dari beras 2 kg, gula pasir 2 kg, dan minyak goreng 2 kg. Masyarakat yang nantinya ingin membeli cukup membayar Rp39.000 untuk setiap paketnya.
Agar penjualan dapat dilakukan dengan merata dan tidak ada pihak yang menyalahgunakan program tersebut demi keuntungan pribadi, seperti memborong atau membeli paket sembako dalam jumlah banyak, panitia akan membagikan kupon kepada setiap calon pembeli.

 “Seluruh paket sembako nantinya disebar ke 15 kabupaten/ kota di Sumsel dan kami mulai dari Kota Palembang. Besaran atau jumlah paket sembako yang disiapkan untuk 15 kabupaten/kota tidak sama. Tapi, penyaluran terbanyak tetap di Kota Palembang karena jumlah penduduknya banyak,” paparnya.
Pasar murah ini akan diselenggarakan selama lima kali di sejumlah titik permukiman masyarakat ekonomi rendah. Program ini diharapkan bisa membantu kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Sama seperti yang dilakukan Pemprov, penyelenggaraan pasar murah ini bersifat tentatif. Artinya,jika harga sembako tetap merangkak naik, Disperindagkop akan terus menggelar program ini. (sir)


Jawara ISL, Pemain SFC dan Trofi Diarak


Palembang:

Aura kegembiraan tergambar dari antusias ribuan warga Palembang yang tumpah ruah ke jalan raya mengiringi arak-arakan kemenangan Sriwijaya FC (SFC) sebagai juara Indonesia Super League (ISL)  2011/2012, Senin  (16/7).
Jalan protokol yang dilewati pemain SFC yang membawa trofi Liga Indonesia kedua dipadati warga. Masyarakat mengelu-elukan mereka karena dianggap sebagai pahlawan bagi Sumsel.  Arak-arakan dimulai dari i Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hingga di Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).
Setibanya di Kantor Gubernur Sumsel, trofi ISL diserahkan langsung Presiden SFC Dodi Reza Alex, didampingi Direktur Tehnik, SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin, dan Pelatih SFC Kas Hartadi, kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin selaku Dewan Pembina SFC.
 Gubernur Sumsel Alex Noerdin menilai SFC layak disebut sebagai tim terbaik di Tanah Air karena hampir seluruh gelar juara kompetisi maupun turnamen sepak bola yang berlangsung di Indonesia pernah diraih SFC.
“Habis sudah seluruh gelar sepak bola di Indonesia,mulai juara Divisi Utama, ISL, Copa Indonesia, Community Sield, Inter Island Cup (IIC),Tim Fair Play, hingga Perang Bintang. Tinggal piala U-21 nanti yang akan kita rebut untuk melengkapi pencapaian SFC,”katanya kemarin.
Lebih membanggakan lagi, ungkap Alex, semua prestasi itu diperoleh tanpa bantuan dana APBD. Karena itu, saya berterima kasih kepada seluruh sponsor yang telah membantu karena bukan mudah bisa lepas dari ketergantungan APBD,” ujar mantan Bupati Muba ini.
Sementara Dodi  berharap, prestasi yang telah ditorehkan SFC dapat dipertahankan. Apalagi dalam waktu dekat ini, keputusan dari joint committee memutuskan SFC berhak menjadi wakil Indonesia di Liga Champion Asia (LCA). (sir)