Jumat, 14 September 2012

Vairis, Band Lokal Tampil di Soundrenaline 2012 di Palembang

WANTED yang menjadi ajang pembekalan dan eksplorasi talenta para band baru berbakat telah mendapatkan satu band finalis perwakilan regional Sumatera. Finalis tersebut telah diseleksi melalui tahap Regional Selection yang  digelar semalam, Sabtu  (23/06/2012) di B’Nice, Palembang.
Vairis ketika menjadi jawara Wanted Regional Selection


Vairis, band berkonsep unik asal Palembang ini tampil menarik perhatian dengan membawakan dua buah lagu andalan mereka, “Malu-Malu” dan “Tak Kan Terganti”. Mereka memenangkan hadiah pertama berupa uang tunai senilai Rp.5.000.000,00, sertifikat dan plakat serta mengikuti WANTED Camp dan Final Selection di Jakarta.

Di Jakarta, Vairis akhirnya sukses menjadi finalis. Atas prestasinya tersebut, grub band ini tampil di kotanya, Palembang, dalam Soundrenaline 2012 pada Sabtu (15/9) di Lapangan PTC Palembang.

Sebelumnya, dalam even Wanted, Vairis mewakili Sumsel. Setelah itu Mubarox sebagai juara kedua dan Wemore di posisi ketiga. Regional Selection di Palembang ini melibatkan 10 band berbakat dari regional Palembang yang mencakup Palembang, Muara Bungo, Bengkulu, Pangkal Pinang, Batu Raja, Bandar Lampung, dan Jambi. 

Mereka menampilkan aksi panggung terbaik di hadapan dewan juri yang terdiri dari wakil label rekaman, eproduser, musisi dan jurnalis musik.

Zainal Abadi selaku Manager Area Marketing wilayah Samarinda PT HM Sampoerna Tbk. mengatakan, “Kami puas dan bangga dengan hasil Regional Selection Sumatera dimana dewan juri telah memilih band terbaik dari regional Sumatera. Kami melihat Vairis menerapkan pembekalan yang diberikan saat sharing session dengan penampilan yang unik di atas panggung. Dengan ini diharapkan konsistensi mereka dapat mewakili regional Palembang sampai pada Final Selection di Jakarta.”

Krisna Sadrach selaku perwakilan juri mengatakan, “Secara keseluruhan, semua band semifinalis dari regional Palembang tadi tampil maksimal. Dengan ilmu dan pengalaman yang dibagikan saat sharing session kemarin para semifinalis terlihat ingin memberikan aksi panggung terbaiknya untuk menjadi juara. Tentunya kami berharap melalui hasil penjurian kami di WANTED 2012, program ini dapat menghasilkan band-band berbakat dengan karya berkualitas.”

Medi Juansyah, vokalis Vairis yang ditemui seusai pengumuman pemenang menyampaikan “Kami sangat senang sekaligus bangga dapat terpilih sebagai juara pertama.

Tampil bersama band-band terkemuka seperti Slank Andra & The Back Bone, Vairis mentakan akan tampil prima. Mari kita tunggu penampilan mereka. 

Soundrenaline 2012 Dimulai dari Palembang

Soundrenaline di Surabaya beberapa waktu lalu.
Pecinta musik di Palembang dapat kembali menikmati musik Indonesia  berkualitas di Road To Soundrenaline  2012. Dengan mempersembahkan tema” Rhythm Revival” Soundrenaline 2012 akan menjadi titik temu musisi nasional yang tidak hanya mengandalkan penampilan semata, namun juga menghadirkan kualitas musik yang prima.  Road To Soundrenaline 2012 akan diawali di Kota Palembang, Sabtu 15 September pukul 14.00 WIB di Lapangan Palembang Trade Center (PTC).

Brand manager A Mild PT HM Sampoerna Tbk, Hartawan Adi Kusuma mengatakan Soundrenaline 2012 kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-10 sejak pertama kali diadakan tahun 2002. Pada tahun ini soundrenaline akan menjadi festival yang aspirasional karena melibatkan musisi nasional dengan penampilan spektakuler di atas panggung dengan mutu, sound system dan tata cahaya kelas dunia.

“Soundrenaline konsisten menjadi simbol festival musik yang mengapresiasi musisi nasional. Dengan bangga kami mengawali Road To Show Soundrenaline 2012 di Palembang yang memberi kesempatan bagi musisi papan atas serta band baru berbakat untuk memberikan aksi panggung yang terbaik,” ujar Hartawan dalam konfrensi pers di Hotel Novotel Palembang, Jumat (14/09).

Dikatakannya Road To Soundrenaline 2012 di Palembang akan menampilkan band-band besar di industri musik Indonesia seperti Slank, Andra & The Backbone, J- Rock, Burgerkiil, Dead Squad dan Seringai. Kesempatan manggung juga diberikan kepada finalis Wanted 2012 dari Palembang yaitu Vairis dan dari Jakarta yaitu De Neno.

Hartawan  menambahkan, Road To Soundrenaline juga menjadi ajang pengalaman musik yang inspiratif dengan mengajak penikmat musik Indonesia mengikuti berbagai kegiatan pendukung. Terdapat musik production  yang mengangkat proses produksi musik yang mengedepankan gaya hidup seputar musik dan soundrenaline journey yang membawa pecinta musik melalui evolusi genre musik.

“Sampoerna A selalu berkomitmen mendukung berkembangnya musik yang berkualitas di Indonesia melalui program musik kami seperti Sondrenaline, Wanted, dan acara musik lainnya yang terintegrasi, serta wadah dari para musik mania di Indonesia. Kami berharap ini dapat menginspirasi perokok dewasa Palembang untuk membeikan apresiasi kepada musik Indonesia sesuai dengan semangat Go A Head dari Sampoerna A,” ujar Hartawan.

Setelah di Palembang, Road Show Soundrenaline 2012 akan hadir di Surabaya ( 29 September), Makassar( 13 Oktober), Medan ( 27 Oktober), dan berakhir di Jakarta ( 3 November)

Rabu, 12 September 2012

Lowongan kerja di sinar harapan

13 September 2012

Lowongan Kerja 29 Agustus 2012
MANAGER SALES Requirements : Laki - Laki / Perempuan, lebih disukai berstatus lajang/ single dengan usia maksimal 30 tahun Penampilan baik, berkepribadian dan menarik Minimum D3 atau sederajat, lebih disukai dari jurusan Marketing/ Komunikasi/ Public Relation atau sejenisnya Mempunyai pengetahuan tentang perusahaan Media Mempunyai kemampuan yang baik dalam komunikasi dan presentasi Mampu mengoperasikan komputer (Word, Exel dan PowerPoint) Bermotivasi tinggi, siap bekerja dibawah tekanan dan pemain tim yang baik Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik lisan maupun tertulis Bagi yang sudah berpengalaman : memiliki jaringan dan database klien yang bagus, mempunyai hubungan dengan agensi serta jaringan media Diutamakan bagi mereka yang mempunyai kendaraan sendiri dan SIM
   
  SALES EXECUTIVE Kualifikasi Laki-laki/Perempuan, lebih disukai berstatus lajang/ single dengan usia maksimal 30 tahun. Penampilan baik, berkepribadian dan menarik, sehat dan tidak buta warna. Minimum D3 atau sederajat, lebih disukai dari jurusan Marketing/Komunikasi/Public Relation atau sejenisnya. Dapat berbahasa asing (Minimum Bahasa Inggris - Pasif) Mempunyai pengetahuan tentang perusahaan Media. Mempunyai kemampuan yang baik dalam komunikasi dan presentasi. Mampu mengoperasikan komputer (word, excel dan power point) Memiliki jejaring yang luas, berorientasi target baik individu maupun tim, serta bermotivasi tinggi. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik lisan maupun tertulis. Bagi yang sudah berpengalaman : memiliki jaringan dan database klien yang bagus, mempunyai hubungan dengan agensi serta jaringan media. Diutamakan bagi mereka yang mempunyai kendaraan sendiri dan SIM.


  REDAKTUR (Editor) Kualifikasi : Pendidikan teknis minimum Sarjana (S1) atau sederajat Usia Maksimum 35 tahun Dapat memahaman dan menerapkan Kode Etik Jurnalistik dalam menentukan pilihan liputan. Pengalaman di redaksi surat kabar harian minimal 5 tahun atau mempunyai sertifikat kompetensi wartawan madya. Mempunyai kemapuan manajerial dalam keredaksian Memiliki jiwa kepemimpinan. REPORTER (Journalist) Kualifikasi Pendidikan Minimum S1 semua jurusan dari universitas terkemuka dengan IPK min. 2.80 Menyukai dunia jurnalistik, usia maksimal 30 tahun, sehat dan tidak buta warna Mandiri, tangguh, menyukai tantangan, kreatif dan berinisiatif tinggi. Analitis, antusias, sanggup bekerja cepat dan akurat di bawah tekanan Dapat berbahasa asing (Minimum Bahasa Inggris - Pasif) Lebih disukai jika memiliki pengalaman menulis atau aktivitas pers kampus Belum pernah mengikuti proses seleksi reporter Sinar Harapan Familiar dengan social & digital media Memahami dan siap menerapkan Kode Etik Jurnalistik. Menguasai pengoperasian komputer, alat rekam serta Internet. DESAIN GRAFIS (Graphic Designer) Tanggung jawab Membuat desain, konsep, dan contoh layout berdasarkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip tata letak dan konsep desain estetik di dalam tim redaksi. Mencari dan mengeksplorasi desain dan artistik yang relevan baik untuk media cetak maupun digital Kualifikasi Laki-laki/Perempuan, lebih disukai berstatus lajang/ single dengan usia maksimal 30 tahun. Minimum D3 atau sederajat, lebih disukai dari jurusan Graphic Design/Visual Communication Design Mempunyai kemampuan mengoperasikan software Photoshop, InDesign, Illustrator. Mempunyai kemampuan visualisasi yang kuat serta sketsa tangan. Bermotivasi tinggi, kreatif, mempunyai attitude yang baik serta siap bekerja dibawah tekanan deadline dan mampu merencanakan kegiatan baik secara individu maupun tim. Mempunyai Orisinalitas, Ide dan gagasan, visi, visualisasi, penalaran Induktif, ekspresi lisan, penalaran Deduktif. Contoh karya desain wajib dilampirkan dalam surat lamaran dalam bentuk JPEG/PDF STAFF LITBANG Kualifikasi Pria/ Wanita, maksimal 40 tahun Pendidikan Minimal S1 segala jurusan dan memahami ilmu statistik Menguasai software Office (Word, Excel dan PowerPoint) Memiliki kemampuan analisis dan statistik yang kuat Pengalaman di bidang statistik minimal 1 tahun, terutama dari biro riset dan penelitian Menguasai bahasa Indonesia dan Inggris (English) Mampu mengolah data, fakta dan berita nasional maupun internasional Mampu membuat database informasi dan pemberitaan publik Mampu melakukan riset, survei dan pendataan berdasarkan metodologi penelitian Mampu melakukan administrasi data dan dokumentasi berdasarkan metode kepustakaan Mampu membuat dan mengelola data base “Pusat Informasi Redaksional” Mampu menyusun proposal dan laporan riset, baik dalam Bahasa Indonesia dan Inggris (English) HR MANAGER Pendidikan minimal S1 ( Hukum / Physicology/Manajemen SDM), diutamakan lulusan Magister Management Memiliki pengalaman minimal 5 (lima) tahun dibidang yang sama. Memiliki pengetahuan tentang Training Need Analysis (TNA), Evaluasi training dan mampu membuat program training. Menguasai proses recruitment, seleksi, pengembangan dan penilaian karyawan. Menguasai Undang – Undang dan Peraturan Ketenagakerjaan Menguasai proses HR Management, peraturan karyawan, kompensasi & tunjangan-tunjangan Memiliki pengetahuan tentang Job Analysis, Job Evaluation, dan Compensation Benefit analysis. Menguasai UU Ketenagakerjaan di Indonesia. Memiliki sifat yang tegas dalam menjalankan peraturan. Memiliki kemampuan komunikasi dan bekerjasama yang baik. Berpengalaman dalam implementasi HRIS. Memiliki kemampuan yang baik dalam analisa pengambilan keputusan Tegas, teliti, detail dan bertanggung jawab. Mampu bekerja dalam tekanan & target kerja Mampu berkomunikasi dengan baik Loyal & berdedikasi tinggi Menguasai MS-office ( Excel & Words) Lamaran dikirim ke PT. Sinar Harapan Persada Gd. Sinar Harapan Jl. Raden Saleh No. 1B-1D Cikini, Jakata Pusat rekrutmenhrdshp@yahoo.com dan sdm@sinarharapan.co.id

Sabtu, 08 September 2012

Korban Limbang Jaya Lapor Polisi

*Korban Baru Lapor Polisi


Fraksi PAN dan Demokrat Pertanyakan Penyelesaian Kasus Limbang Jaya

Palembang:

Pada rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum fraksi di DPRD Sumsel Jumat (7/9), hampir semua fraksi mempertanyakan kelanjutan penyelesaian lahan PTPN VII Cinta Manis.  Sementara para korban penembakan di Desa Limbang Jaya, kemarin melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polda Sumsel

Seperti yang disampaikan juru bicara Fraksi PAN,Rusdi Tahar.Menurut Tahar, sesuai janji Gubernur pada paripurna sebelumnya, yang mengatakan siap mencarikan jalan terbaik untuk masalah PTPN VII, pihaknya mempertanyakan kelanjutan permasalahan lahan yang telah menelan korban jiwa itu.

“Kami lihat, hampir semua fraksi memberikan pandangan politik agar (Gubernur) segera menyelesaikan permasalahan ini. Sebab, pada paripurna sebelumnya Pak Gubernur berkomitmen akan mengambil alih permasalahan Cinta Manis,” kata Tahar.

Anggota DPRD dapil OKI dan OI ini menuturkan, jika konflik ini tidak segera dituntaskan, kemungkinan bisa kembali terulang masalah baru. “Bukan tidak mungkin situasi yang sudah kondusif kembali bergejolak,”tuturnya.

Anggota komisi IV DPRD Sumsel ini juga berharap kasus ini jangan sampai dipetieskan, apalagi masalah ini sudah 30 tahun lebih dan sudah menelan korban jiwa. Sedangkan,juru bicara dari Fraksi Partai Demokrat Misliha meminta keterangan terbaru dan lengkap tentang penyelesaian konflik lahan di Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir. “Karena Gubernur telah berjanji mengambil alih penyelesaiannya, mohon penjelasannya,” tukas Mislih

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menjelaskan, masalah lahan PTPN VII tidak perlu dikhawatirkan dan masyarakat diminta tetap bersabar. “Saat ini kami tengah mencari jalan tengah yang paling baik untuk kedua belah pihak (warga dan PTPN VII). Sebab, kami sedang negosiasikan permasalahan itu dengan PTPN VII dan pihak terkait, dengan fasilitatornya Pemerintah Provinsi. Saat ini juga sedang berlangsung dan diproses jalan tengahnya,” ungkap Alex seusai Rapat Paripurna di DPRD Sumsel, Jumat (7/9).

Sementara sidang disiplin dengan agenda pembacaan putusan sidang disiplin atas terperiksa Kapolres OI AKBP Deni Dharmpala dan Wakapolres OI Kompol Awan Hariono kembali ditunda alias molor. Rapatnya ditunda karena dua ruangan yang biasa dipakai untuk sidang digunakan untuk rapat dan sejumlah kegiatan lain,” ungkap penuntut umum Bidang Propam Polda Sumsel AKBP Nuryanto di PoldaSumsel.

Baru Lapor

Para korban penembakan dalam kasus bentrok polisi dan warga di Desa Limbang Jaya, Kabupaten OI, baru melaporkan Kepala Polres Ogan Ilir (OI) AKBP Deni Dharmapala ke Polda Sumsel kemarin. Laporan tersebut diterima  dengan nomor laporan LPB/596/- IX/2012/SPKT Polda Sumsel.

Pjs Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova melalui Panit SPKT 1 AKP M Mahdi Denfat membenarkan adanya laporan itu.


Saat melapor, para korban dikawal tim advokasi pencari fakta kasus Limbang Jaya, pelapor yang diwakili korban, Sudirman (49),warga Desa Limbang Jaya I, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten OI.

Menurut Koordinator Tim Advokasi Pencari Fakta Kasus Limbang Jaya,Andri Meylansyah,
sebenarnya para korban juga ingin melaporkan Kasat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Adeni Mohan Daeng Pabali. Namun, petugas SPKT Polda Sumsel hanya menerima satu terlapor. “Alasannya, nanti dari hasil penyidikan anggota reserse Polda, tersangka dapat berkembang lebih dari satu jika benar-benar terbukti,” katanya.

Keempat korban penembakan yang mereka dampingi itu adalah Sudirman yang mengalami luka tembak di punggung kiri. Lalu, korban Rusman yang mengalami luka tembak di kepala, rusuk sebelah kiri, dan tangan kiri sehingga harus diamputasi.

“Kemudian, korban Farida yang mengalami luka tembak di bagian tangan dekat pangkal bahu sebelah kanan.Terakhir, Darmawan, ayah Angga, bocah yang tewas di tempat kejadian peristiwa (TKP) di Desa LimbangJaya,” ungkap Andri di Polda Sumsel kemarin.

Tujuan korban melapor, kata Andri, tak lain meminta pertanggungjawaban penuh Kapolres OI terkait adanya empat warga Desa Limbang Jaya yang tertembak, termasuk satu bocah yang tewas karena terkena sasaran penembakan.

Darmawan, ayah korban yang tewas,berharap dengan dilaporkannya kasus ini ke Polda Sumsel, pelaku penembakan anaknya dan ketiga korban lainnya dapat diproses sesuai hukum berlaku. “Saya yakin betul yang menembaknya pasti polisi,” ungkap Darmawan seusai melapor.(sir)




Jumat, 07 September 2012

Wakapolres OI Tinggalkan Anggota yang Dikepung Warga



Palembang:

Wakapolres OI dinilai melanggar peraturan disiplin karena tidak memerintahkan anggotanya membantu anggota yang dikepung warga, sebaliknya malah meninggalkan mereka.

Demikian antara lain terungkap dalam sidang disiplin Polri terkait kasus bentrok di Desa Limbang Jaya Ogan Ilir kembali digelar Kamis (6/9). Agendanya memeriksa Wakapolres OI Kompol Awan Hariono terkait terjadinya bentrok yang menewaskan anak-anak dan melukai beberapa warga sipil.

Dalam sidang yang digelar di Ruang Catur Cakti Gedung Anton Sudjarwo Polda Sumsel ini, penuntut umum Bidang Propam Polda Sumsel AKBP Nuryanto meminta pimpinan sidang
menetapkan terperiksa Wakapolres OI Kompol Awan Hariono, bersalah.

Wakapolres dinilai telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No 2/2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Republik Indonesia,khususnya Pasal 4 huruf d yang mewajibkan anggota polisi membimbing bawahannya dalam tugas.

 ”Saat apel pasukan pada 27 Juli 2012, terperiksa,Wakapolres OI, selaku wakil dari Kapolres OI, tidak memimpin apel dan tidak melakukan pemeriksaan perlengkapan anggota yang akan mengikuti kegiatan seperti senjata dan lainnya,” ujarnya.

Wakapolres juga dinilai melanggar peraturan disiplin karena tidak memerintahkan anggotanya membantu anggota yang dikepung warga, sebaliknya malah meninggalkan mereka. Karena itu, penuntut umum meminta pimpinan sidang menghukum terperiksa Kompol Awan Hariono sesuai Pasal 9 PP No 2/2003 berupa teguran tertulis.

Sidang tersebut menghadirkan tiga saksi, yaitu Kaden C Satuan Brimob Polda Sumsel Kompol Barliansyah, Kabag Ops Polres OI Riduan Simanjuntak, dan Kasat Intel Polres OI AKP Agus Slamet. Dalam sidang disiplin kemarin, Kaden C Satuan Brimob Polda Sumsel Kompol Barliansyah menjelaskan kepada pimpinan sidang bahwa dirinya tidak tahu-menahu jika Wakapolres OI Kompol Awan Hariono, selaku ketua tim 2, mengarahkan rombongan mobil ke Desa Limbang Jaya.

“Karena mobil kami berada di rangkaian nomor 13 dan 15, jadi saya dan anggota saya ikut saja mobil rombongan depan,” ujarnya. Barli juga menjelaskan bahwa saat mobil mereka diserang warga, dia sempat melapor ke Wakapolres melalui telepon seluler (ponsel), tetapi tidak mendapatkan instruksi lebih lanjut.

Saat dikonfrontasi, Wakapolres OI Kompol Awan Hariono di persidangan mengatakan bahwa mereka sudah mengagendakan untuk masuk ke Desa Limbang Jaya pada rapat analisis dan evaluasi (anev) yang digelar pada 26 Juli 2012. Tujuan masuk ke lokasi untuk melakukan patroli dialogis. “Sudah ada, jadi kami masuk ke sana melakukan patroli dialogis,” katanya.

Wakapolres mengakui dirinya tidak membantu pasukan yang berada di belakangnya, meski mengetahui bahwa pasukan tersebut dikepung warga. Hal itu dia lakukan dengan pertimbangan karena anggotanya tidak terlatih menghadapi massa.
(sir)

Kabut Asap, Warga Diimbau Gunakan Masker


 
Palembang:
Seiring semakin tebalnya kabut asap di Palembang, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang mengimbau masyarakat untuk waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Menurut Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kota Palembang Novran Fadillah, memburuknya kualitas udara di Kota Palembang terpantau sejak tiga hari terakhir.
“Berdasarkan hasil pengukuran di sejumlah titik, seperti Kambang Iwak, Bundaran Air Mancur, Jalan Merdeka, Simpang Charitas, kualitas udara mendekati ambang batas normal, yakni mencapai 233 PM10 (debu),” ungkapnya Kamis (6/9).

Diungkapkan Novran,  Particulate Matter (PM10) dalam bentuk asap, debu dan uap jumlahnya sudah di atas standar baku mutu lingkungan. Padahal ideal PM10 adalah 150 μg/NM3.

Tingginya PM10 ini disebabkan jumlah pembakaran, seperti pembakaran sampah dan lahan yang sering terjadi. Jika dalam dua minggu ke depan tidak turun hujan, diperkirakan kabutasap akan bertambah pekat.

"Dalam kondisi seperti ini sebaiknya kita semua waspada. Sebaiknya pakai masker jika ingin ke luar rumah. Masyarakat diharapkan untuk memakai masker apabila keluar rumah," ujarnya mengimbau.
Novrian mengatakan, pengecekan kemarin kembali dilakukan di tiga lokasi, yakni depan Kantor Walikota Palembang, Bundaran Air Mancur dan Kambang Iwak.

Dari hasil itu, kadar PM10 diketahui meningkat. Misalnya di depan Kantor Walikota mencapai  237 μg/NM3, dan Bundaran Air Mancur jumlah PM10 mencapai 378 μg/NM3. Sedangkan di Kambang Iwak belum diketahui hasilnya.

Dijelaskan, standar baku mutu lingkungan mutlak harus diketahui untuk kepentingan kesehatan masyarakat. Sebab jika jumlahnya sudah melebihi standar baku, maka masyarakat dapat terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Selain itu, pengecekan kualitas udara merupakan agenda rutin yang dilakukan BLH Kota Palembang.
Setiap tahun, pihaknya melakukan pengecekan udara sebanyak empat kali.

Pengecekan udara secara rutin dilakukan di 16 titik lokasi, di antaranya simpang Polda, simpang RS RK Charitas, Bundaran Air Mancur, simpang Jakabaring, simpang Patal, simpang DPRD dan lainnya.

"Biasanya kita turunkan dua tim, yang terdiri 8 orang. Teknisnya kita lakukan secara manual dan menggunakan mobil laboratorium lingkungan," jelasnya
Kualitas udara di beberapa wilayah Sumatera Selatan terus memburuk sejak sepekan terakhir karena kabut asap semakin tebal akibat pembakaran lahan.

Sebelum muncul asap akibat pembakaran, ungkap dia, kualitas udara masih berkisar 100–150 PM10 (debu). “Kalau hujan tidak turun juga sampai beberapa hari ke depan, kualitas udara semakin mengkhawatirkan karena banyak mengandung debu,” kata Novran.

Dari hasil pengukuran itu, kualitas udara saat ini masuk kategori pencemaran sedang karena udara sudah tercemar dengan berbagai racun. “Jika tidak disapu hujan, kualitas udara bisa langsung melonjak signifikan. Hal itu biasanya disebabkan adanya kebakaran lahan di sekitar Kota Palembang, baik akibat panas ataupun warga yang membakar lahan untuk membuka lahan,”tuturnya.

Memburuknya kualitas udara ditandai dengan pekatnya asap yang muncul saat pagi hari,kemudian terasa pedih di mata. (sir)

Alex Noerdin: Soal Seni Budaya, Tak Main-Main



Palembang:
Perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel terhadap perkembangan seni-budaya tak main-main. Selain dana, perhatian dan pembinaan terus dilakukan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.
Setelah sukses dengan film Pengejar Angin, kini film kedua pun, Gending Sriwijaya,  diproduksi. Tiga penghargaan yang diperoleh  film pertama buah karya sutradara muda Hanung Bramantyo menjadi indikator bahwa ‘orang daerah’ juga bisa berbuat untuk kepentingan komersial sekaligus mengangkat citra daerah.
“ Pemprov Sumsel membuat film  yang mengangkat keindahan daerah, sekaligus  secara komersial juga laku di pasaran.  Saya berharap ini dapat diikuti oleh teman-teman gubernur se-Indonesia,” ujar  Alex Noerdin dalam sambutannya di Gelar Budaya dan Silaturahim Budaya, Seniman, serta Tokoh Masyarakat Sumsel, di  Griya Agung Rabu malam (5/9).
Alex mengungkapkan juga,  kini sudah ada provinsi lain juga bikin film sejenis. Seperti NTB  dan Kalimantan. “Seandainya 80 peren dari  33 gubernur di Indonesia  membuat satu film setiap tahun maka akan ada 25 film setiap tahun disumbang kan daerah untuk menyemangati dunia film yang sedang mati suri,”  katanya dalam acara yang sekaligus melaunching, film Gending Sriwijaya.
Film ini, selain ditangani Hanung juga melibatkan artis papan atas seperti Julia perez, Mathias Muchus Slamet Rahardjo, Agus Kuncoro, dan Sharul Gunawan. Dan tak kurang 80 persen didukung pelaku seni dari Sumsel.
Dengan produksi film serupa, lanjut mantan Bupati Muba ini, bisa membawa sejarah sekaligus  informasi dari daerah dan secara komersial membawa keuntungan bagi daerah.  Baik di dalam maupun luar negeri
Apalagi kalau film yang dihasilkan bermutu, seperti film yang dihaslkan Sumsel dan meraih tiga pnghargaan. Satu dan Festival Film Indonesia, dan dua dari Forum Film Bandung.
“Cita-cita saya menjadikan film indonesia tuan rumah di negerinya sendiri. Menyedihkan, kita saat ini dijajah oleh film-film dari luar.  Produksi film kita lesu darah. India saja menghasilkan 1000 film dalam setahun melalui Bollywood-nya.  Indonesia hanya 20 film per tahun, terutama  film cerita,” katanya.
Karenanya, Alex berharap,  apa yang dilakukan Sumsel  menjadi terdepan dan teladan  bagi daerah daerah lain di Indonesia untuk perkembangan film di Indonesia.
Diakui Alex, kritikan akan diterimanya sama seperti pad a film perdana. Tapi dijelaskannya, keterlibatan lokal sudah sedemikian besar. Mulai dari casting terbuka dan pelibatan artis-artis daerah. Selama kritikan itu membangun akan kita terima dengan lapang dada. Mari kita hargai buah kreasi orang- orang yang berdedikasi dan punya  komitmen ingin mengembalikan kejayaan sriwijaya, melalui salah satunya, film Gending Sriwijaya,” ajaknya.
Bagi Hanung Bramantyo sendiri, keterlibatannya dalam film berbasis di daerah telah membuatnya lebh mengenal sejarah. “Sejak dua tahun terakhir, saya menjadi sangat akrab dengan kejayaan Sriwijaya . Sebelumnya hanya selintas di bangku sekolah, ini yang akan ditularkan melalui layar lebar,” ujarnya.
Perhatian Lebih
Perhatian Gubernur Sumsel terhadap seni-buda ya memang diakui beberapa budayawan dan seniman di Sumsel. Selain dana, perhatian yang diberikan sudah sangat cukup. Meskipun memang perlu ada evaluasi agar distribusi dan penyerapannya bisa lebih optimal.
Zulkhair Ali, Ketua Dewan Kesenian Sumsel mengemukakan di awal menjabat saja, anggaran Rp 2 milyar yang dijanjikannya saat orasi budaya  langsung direalissikan dalam APBD.
“Dana itu terealisasi. Hanya saja pencairanya ternyata tidak sederhana. Seperti kita ketahui seniman itu sulit soal administrasi dan  laporan. Tahap pertama yang dijanjikan sebesar Rp 2 miliar itu memang ada. Kita sendiri sempat bingung.  Kami sudah susun program dan jadwalkan memberikan dana pembinaan bagi 100 sanggar yang ada, masing-masing Rp 5 juta. Ternyata tidak boleh untuk dana pembinaan,” ujarnya. Akibatnya, sebagian dana tersebut tak biusa dicairkan.
Kini, pihaknya juga  sudah melakukan workshop manajemen teater. “Kami buat 30 pertunjukan per tahun,  2 kali per bulan di Graha Budaya. Memang belum cukup untuk membuat kegiatan yang wah, masing-masing grup diberi  Rp 5 juta.  Untuk publikasinya mana, spanduk dan umbul-umbul belum.
Dalam waktu dekat,  pihaknya juga akan menggelar  Festival Irama Batang Hari Sembilan. Ini tetu bisa terlaksana dengan topangan dana yang memadai. Meskipun dalam pelaksanananya uga melibatkan pihak lain.
Dokter spesalis  penyakit dalam ini mengakui masih banyak Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.  Masih banyak seniman yang belum tersentuh.  “Namun perhatian pemerintah  sudah  sangat luar biasa. Bandingkan dalam era kepemimpinanya sebelumnya,  dana operasional selama pemerintahannya hanyaRp 200 juta,” katanya tanpa bermaksud membandingkan.
“Berbeda dengan sekarang, tahun pertama Rp 2 miliar  meskipun ada yang gagal direalisasikan  dan dikembalikan mencapai Rp 1,5 milyar. Tahun kedua, ada Sea games jadi banyak yang diplot ke even internasional itu, namun tetap disediakan Rp 1,2 M.  Lalu tahun berikutnya, dianggarkan Rp 1,3 M. Ii memberikan gambaran,
Senada diungkapkan seniman Sumsel, Anwar Putra Bayu. Menurut penyair yang sudah merambah ke mancanegara ini, perhatian pemerintah daerah terhadap seni budaya tak bisa dipungkiri.
“Beberapa kegiatan danaktivitas untuk seni budaya didorong. Padahal,   sebelumnya seakan dianaktirikan.  Lembaga dibantu  dana lebih tinggi, dibanding sebelumnya.
“Memang belum maksimal, perlu  banyak peran-peran lain, yang lebih khusus misalnya, teater, seni rupa dan lain-lain.  Juga perlu adanya perda. Ini juga sudah digagas Gubernur  agar pembinaan budaya bisa lebih terarah dan legalitasnya jelas. Sehingga jelas  aturan dan ada rambu-rambu berkesenian,” ujarnya.
Meski menilai perlu ada dialog dan pemetaan budaya yang jelas, Febri Al Lintani, mengungkapkan perhatian pemda terhadap budaya sudah sangat memadai. “Bagus. Sudah ada perhatian. Hanya saja perlu dievaluasi, seperti apa bentuknya yang pas. Contohnya anak,  tidak sekedar bantuan dana .  harus ada pertimbangan apakah bemanfaat atau tidak. jadi harus ada dialog dengan para pelaku budaya dan seni sehingga bisa tahu apa yang paling urgen dibutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, perhatian selama ini sudah cukup bagus. Secara politis sudah bagus, perhatian ada wujudnya. Dana terealisasi. Tinggal mungkin metodolodi dan mekanismenya yang harus diusahakan sehingga benar-benar optimal.
“Kalau lihat pembangunan  di negeri kita, selama ini pembangunan budaya kurang mendapat perhatian. Baik di era Orla maupun Orba. Nah di Sumsel, justru kebalikannya. Ini merupakan awal yang cukup baik untuk pertumbuhan dan perkembangan budaya,” katanya. (***)

Kamis, 06 September 2012

PT Servo Uji Coba Jalan Khusus Batubara



PALEMBANG – Jalan khusus batubara sepanjang 116 km mulai dari Kabupaten Lahat hingga Dermaga Muara Lematang, Kabupaten Muara Enim yang dibangun oleh PT Servo Lintas Raya yang merupakan anak perusahaan dari PT Servo Meda Sejahtera, saat ini telah memasuki masa uji coba lintasan.

“Untuk pengerjaan jalan khusus batubara tahap pertama sepanjang 116 km yang kita bangun, saat ini sudah memasuki tahap uji coba. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kualitas jalan, baik itu kepadatan jalan maupun kekuatan jembatan yang ada,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Servo Meda Sejahtera, Danke Dradjat, kemarin.

Jalan khusus batubara yang melewati 37 perlintasan ini, dikatakan Danke akan selesai dikerjakan pada akhir September 2012. dengan begitu kendaraan batubara yang selama ini melintasi jalan umum dapat beralih atau melintasi jalan khusus truk batubara tersebut.

Dia mengatakan, saat ini pengerjaan yang dilakukan oleh pihaknya yakni melakukan pengecoran beton terhadap 37 jembatan yang ada disepanjang jalan. Dikarenakan selama ini jembatan yang terbuat adalah jembatan belly atau jembatan sementara, yang kekuatannya hanya menahan beban 15 ton. “Ya, selain melakukan pengecoran pada jembatan, kita juga secara bertahap melakukan penebalan jalan yang masih mengalami penurunan saat dilakukan uji coba,” tuturnya.

Kendati nantinya dapat dilalui oleh kendaraan batubara, pihaknya tetap memberlakukan pembatasan beban angkutan. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga kualitas jalan agar tidak cepat hancur akibat beban yang berlebihan. “Kita batasi daya angkut kendaraan batubara maksimal 30 ton, ini tujuannya untuk menjaga kualitas jalan,” katanya.

Pengerjaan jalan khusus batubara yang menelan biaya sekitar Rp 1 triliun ini, menurut Danke kedepannya dapat mengurangi kepadatan jalan raya akibat kendaraan batubara sekitar 30%, serta dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat yang berada di sekitar jalan tersebut. “Disepanjang jalan tersebut kita telah persiapkan pos penjagaan, untuk mencegah kerawanan sepanjang perjalanan,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pembangunan jalan khusus batubara tahap kedua yakni sepanjang 123 kmi dari Kabupaten Lahat menuju Kabupaten Banyuasin akan segera dilakukan pembangunan. “Total panjang jalan yang akan kita bangun itu mencapai 239 km. tahap pertama Kabupaten Lahat ke Dermaga Muara Lematang, Kabupaten Muara Enim sudah selesai dibangun. Tahap kedua Kabupaten Lahat ke Kabupaten Banyuasin sepanjang 123 km saat ini tengah dalam proses pembebasan lahan,” bebernya.

PERGANTIAN DIREKSI PUSRI



Ir. Musthofa resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri)
Palembang menggantikan Drs. Eko Sunarko, Akt.MM. Pengangkatan berdasarkan
hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang
berlangsung di Jakarta pada tanggal 3 September 2012.

Sebelumnya Musthofa merupakan Direktur Teknik & Pengembangan PT Pupuk Indonesia (Persero).
Sedangkan Eko Sunarko saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Iskandar
Muda.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan mutasi terhadap pejabat Direktur SDM &
Umum, yang semula dijabat oleh Irwansyah kini diserahterimakan kepada M. Romli
HM dari PT Mega Eltra. Irwansyah saat ini dipercaya pemegang saham menjadi
Direktur SDM & Umum di PT Petrokimia Gresik.

Rotasi dan mutasi pejabat juga terjadi di lingkungan Direktorat Komersil. Ir. Bambang
Lesmoko, MMBAT dari PT Pektrokimia Gresik dilantik sebagai Direktur Komersil PT
Pusri Palembang, menggantikan Hilman Taufik yang kini memegang jabatan baru
sebagai Direktur Operasi Mega Eltra.

Pergantian juga terjadi dijajaran Dewan Komisaris. Achmad Tossin Sutawikara
menjadi Komisaris PT Pusri Palembang menggantikan Ir. Indra Jaya HM. Sedangkan
Direktur Produksi dan Direktur Teknik & Pengembangan tidak mengalami
perubahan. Masing-masing tetap dijabat oleh Ir. Djohan Safri, MM dan Ir. Benny
Haryoso, MT.