Rabu, 17 Oktober 2012
Warga OKI Terima Kasih Atas Program Sekolah dan Berobat Gratis
Kayuagung;
Warga empat kecamatan di Ogan Komering Ilir (OKI) mengucapkan terima
kasih atas program sekolah gratis dan berbat gratis yang telah digagas
Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin.
Sebagai bentuk terima kasihnya, mereka mendukung agar Alex Noerdin
mencalonkan kembali dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang.
Mereka bahkan menyatakan kesiapan untuk memenangkan kembali.
"Anak- anak kami bisa menikmati sekoah gratis, keluarga kami juga
merasakan manfaat berobat gratis," ujar mar Dani dalam sambutannya saat
kunjungan Gubernur Sumsel ke desanya, Awal Terusan.
Kehadiran Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin di tengah-tengah warga
Kecamatan Sirah Pulau Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan
Jejawi, Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (11/10), seolah mengobati
kekecewaan terhadap para pemimpin lainnya yang tak pernah hadir di antara
mereka.
”Berjanji akan datang, ternyata mereka hanya mengirim wakilnya,” ujar
Umar Dani, tokoh masyarakat Desa Awal Terusan, SP Padang.
Kehadiran Alex Noerdin bersama istrinya Hj Eliza Alex memang disambut
antusias warga. Sebagian ibu-ibu bahkan terlihat terharu karena mereka bisa
bersalaman dengan gubernur.
Umar Dani bahkan, mempersembahkan pantun untuk Alex Noerdin ketika
menyampaikan sambutan di Mesjid Baiturahman, Desa Awal Terusan.
”Marilah kita membeli telur,
belilah telur putih yang asin
Marilah kita pilih gubernur
Pilihlah hanya gubernur Alex Noerdin”
”Bagaimana Pak, pantunnya, kami yakin karena Bapak selama ini telah
memimpin dengan jujur dan adil,” kata Omar Dani.
Sambutan warga yang tulus, menurut Omar Dani, karena selama ini
memang program kesehatan dan berobatgratis telah dirasakan oleh
masyarakat. ”Kami bisa menikmati sekolah karena tidak lagi dibebani biaya.
Begitu pun pengobatan dapat dinikmati juga tanpa perlu memikirkan biaya.
Karenanya, wajar kalau atas yang telah dinikmati itu, warga mengucapkan
terima kasih. Dan mendukung serta mendoakan agar Bapak Gubernur bisa
mencalonkan kembali dan bisa terpilih kembali,” ujar warga Dusun V, Desa
Awal Terusan ini.
Dalam kesempatan itu, Alex Noerdin dan rombongan selain menemui warga
di Masjid Baiturahman, Awal terusan, juga menemui warga di Mesjid Jamik,
SP Padang.
”Saya sengaja datang menemui warga, istilahnya bejerom. Nak minta
tolong, minta dukung, dan minta direstui. Saya datang bersama istri saya, H
Eliza. Terima kasih atas perkenan warga yang telah mengajukan permohoan
agar saya maju kembali,. Lalu siap mendukung dan siap pula memenangkan
saya,” kata Alex Noerdin.
Alex Noerdin di Mesjid Baiturahman menyerahkan bantuan peralatan
olahraga, peralatan rebana, bantuan pembangunan mesjid, bantuan bagi dua
anak yatim Andi dan Nada, serta bantuan paket sembako.
Sementara di Mesjid Jamik, kepada jemaah pengajian Alhidayah, Alex
memberikan bantuan peralatan rabana. Kepada pemudanya, membantu
peralatana olahraga. Serta, memberikan hadiah umrog kepada Kades
settempat Abu Yazid Robani.
”Semoga semua yang diberikan bisa memberikan manfaat serta berkah,”
ujar Alex Noerdin.
Alex meyampaikan kepada warga, bahwa di periode kedua nanti, program
kesehatan dan berobat gratis tidak sekedar gratis tetapi akan diupayakan
lebih berkualitas. ”Berbagai kelemahan dala pelaksanaan akan diperbaiki
sehingga masyarakat akan merasakan manfaat berlipat. Semuanya, untuk
masyarakat,” janjinya yang disambut aplaus dan tepuk tangan warga.
Bagi Alex Noerdin Noerdin sendiri, pendidikan gratis bukan lah hal
baru. Dia telah menerapkan sejak menjadi Bupati Musi Banyuasin.
Karenanya, ia berani menjamin pendidikan gratis tidak menurunkan mutu
pendidikan. "Lima tahun sebelumnya, tidak ada lulusan SMA di Muba
yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). Tapi tahun 2002 setelah
pendidikan gratis berlangsung tingkat kelulusan ujian nasional saja 100
persen, dan ada SMA yang 85 persen siswanya diterima PTN," ujarnujar
menggambarkan bagaimana sekolah gratis ketika diterapkan di Muba.
Dengan dialokasikannya anggaran pendidikan 26,5 persen, Muba yang
pada 2002 masih daerah tertinggal, dengan angka pendidikan tingkat SD 40
persen, bahkan SMA hanya 20 persen, kini 100 persen anak usia sekolah di
Muba lulus SD, 93 persen lulus SMP, dan SMA lebih dari 70 persen.
Menurutnya, dialokasikannya anggaran untuk membuat pendidikan gratis,
tidak akan mengganggu pelaksanaan program-program pembangunan. 'Hal
itu sudah dibuktikan dengan kesuksesan beberapa pemerintah daerah
menyelenggarakan pendidikan gratis. Untuk menyelenggarakan pendidikan
gratis, tidak tergantung pada besarnya APBD. Awal dimulainya program
pendidikan dan kesehatan gratis pada 2002, APBD Muba hanya Rp 600
miliar. Baru pada 2005, APBD Muba meningkat jadi Rp 1,2 triliun.
Lalu ketika terpilih sebagai Gubernur Sumsel, program sekolah gratis pun
diterapkannya. Dan terbukti bisa mendongkrak Pendidikan. Data di Dinas
Pendidikan Nasional (Diknas) Sumsel
sejak diberlakukannya program sekolah gratis oleh Gubernur Alex Noerdin
tiga tahun lalu di Sumatera Selatan (Sumsel) jumlah anak yang bersekolah
mengalami peningkatan. Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas)
Sumsel Ade Karyana mengatakan, tahun ajaran 2011/2012 di Sumatera
Selatan terdapat 1.775.214 siswa yang belajar dan tersebar di 8.554 sekolah
dengan 44.245 rombongan belajar yang diasuh oleh 109.877 orang guru.
Ade Karyana juga menjelaskan, untuk angka partisipasi kasar (APK) Sejak
2008, APK SD mencapai 102,03 persen, Tahun 2010 APK meningkat
102,21 persen, dan 2011 APK 101,43 persen. Begitupun dengan dengan
APM (Angka Partisipasi Murni) tahun 2009, hanya 95,01 persen, 2010
menjadi 95,14 persen, dan tahun 2011 95.36 persen.
Angka putus sekolah juga meningkat, kalau tahun 2009 0,45 persen, 2010
turun 0,38 persen, dan 2011 menyiskan 0,31 persen.
Di tingkat SMP/MTS, APK juga meningkat. Kalau 2009 94,01 persen,
meningkat menjadi 96,06 persen di tahun 2010, dan 96,36 persen
di tahun 2011. APM juga meningkat, 81,60 persen di tahun 2009,
meningkat menjadi 83,07 persen di tahun 2010, dan 83,94 persen tahun
2011. Begitupun angka putus sekolah di tingkat SMP/MTs, kalau tahun
2009 0,86 persen turun menjadi 0,76 persen di tahun 2010, dan 0,63 persen
di tahun 2011.
Di tingkat SMA/MA/SMK, APK juga meningkat. Kalau 2009 79,52
persen, meningkat menjadi 80,04 persen di tahun 2010, dan 81,27 persen
di tahun 2011. APM juga meningkat, 56,27 persen di tahun 2009,
meningkat menjadi 67,03 persen di tahun 2010, dan 68,32 persen tahun
2011. Begitupun angka putus sekolah di tingkat SMA/MA/SMK, kalau
tahun 2009 1,04 persen turun menjadi 1,02 persen di tahun 2010, dan 0,99
persen di tahun 2011. (...)
Gubernur Pembina Tagana Sumsel
Tanah Abang:
"Are
You Ready?" Yel yel itu meluncur dari Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin, SH, Dirjen Perlindungan dan
Jaminan Sosial Kemensos Dr. Andi ZA Dulung, dan Bupati Muaraenim Muzakir Sai
Sohar.
Tatkala
yel-yel itu diucapkan, spontan para taruna siaga bencana (Tagana) yang ikut
apel dalam Pencanangan Desa Desa
TanahAbang, sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) menjawab, "yes."
Gubernur
Sumsel Ir H AlexNoerdin dikukuhkan sebagai Pembina Taruna Siaga Bencana
(Tagana) Sumsel oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementrian Sosial
Dr Andi ZA Dulung, Selasa (16/10) di Desa Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah
Abang, Muara Enim. Saat yang sama, Bupati Muara Enim juga dilantik sebagai
Pembina Tagana Muaraenim.
Gubernur dalam
sambutannya merespon dan mengapresiasi pengukuhan tersebut. “Daerah kita
(Sumsel, red) dikenal sebagai daerah Batanghari Sembilan, rawa-rawa, tropis, dengan curah hujan tinggi
mencapai 120 – 2.300 mm/tahun. Karenanya, rawan banjir, longsor, angin puting beliung. Sehingga dengan
keberadaan tagana, membuat kita bisa meminimalisasi risiko,” ujarnya.
Dengan
dicanangkannya KSB bencana ini maka kita telah membangun sinergi dengan
masyarakat dalam penanganan bencana berbasis masyarakat. "Kita memiliki
tenaga sukarelawan lokal yang berkompetisi," tambah gubernur.
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial,
Kementrian Sosial Dr Andi ZA Dulung mengungkapkan bahwa baru kali ini pencanangan KSB dihadiri langsung
oleh gubernur dan bupati.
Hal ini bisa
menjadi contoh dan dukungan daerah dengan partisipasi APBD. "Apalagi
dengan UU no 24 tahun 2007 kita memiliki regulasi penanganan bencana. Bahwa
Pemda pun punya tanggung jawab untuk terlibat secara aktif dalam penanganan
bencana, mulai dari pra dan pasca, juga saat terjadi bencana," ujarnya.
‘Saat ini
sudah ada 32.000 Tagana se-Indonesia. Sehingga dimana ada bencana di situ ada
tagana. Keberadaan relawan kemanusiaan yang tak kenal pamrih ini bisa
memberikan nilai lebih dalam upaya mengtasi bencana. Bukan hanya saat bencana,tapi
juga saat pra dan pasca bencana,” ujarnya.
Dalam
kesempatan ini, Gubernur Sumsel juga menyerahkan bantuan insentif bagi 750
tagana Sumsel dan bantuan bagi 14 desa di Kecamatan Talang Ubi 17 desa di Tanah
Abang sbesar Rp 505 juta.
Sementara
untuk KSB diserahkan juga bantuan dari Kemensos berupa tenda pletok, tenda
regu, tenda pengungsi, peralatan dapur umum, dan jaket pelampung.
Tagana
Sumsel Terbaik di Indonesia
Taruna Siaga
Bencana (Tagana) Sumsel merupakan Tagana terbaik se Indonesia, dan dicontoh
Tagana provinsi lainnya. Itu karena memiliki peralatan serta tim reaksi cepat
yang selalu tanggap setiap bencana.
Menurut
Koordinator Tagana Sumsel Drs H MS Sumarwan MM, pekan lalu, Tagana Sumsel memiliki 1.258 personil
tersebar di Kabupaten/Kota di Sumsel, peralatan seperti tenda bencana, mobil,
mobil box untuk memasak ditengah bencana dan lain sebagainya.
"Kendala
yang dihadapi hanya personil yang masih minim. idealnya untuk satu kabupaten
mempunyai 200-250 personil, untuk mengatasi ini dibutuhkan kampung siaga
bencana. dan itu kini sudah Terpenuhi dengan telah dicanangkannya Desa Tanah
Abang sebagai Kampung Siaga Bencana," jelas Marwan.
Dituturkan
Marwan walalupun mempunyai personil yang kurang, pihaknya sangat terbantu
dengan adanya tim reaksi cepat dari Tagana Provinsi Sumsel. Para SDM reaksi
cepat ini anggotanya sangat terlatih sehingga kalau terjadi bencana tim ini
sangat diandalkan.
"Personil
tagana itu tim intinya ada 40 personil, tim inti ini membawahi semua tim
yang ada, agar proses evakuasi, penyelamatan dan pengiriman bantuan dapat
secepat mungkin dapat tersalurkan,” jelas dia. Dengan ditetapkannya Gubernur
Sumsel Ir H Alex Noerdin sebagai pembina Tagana Sumsel, tentu akan semakin
memperkuat semangat dan kinerja tagana.
Alex Terima
Penghargaan BNPB Ward
Gubernur
Sumsel H Alex Noerdin menerima penghargaan tertinggi di bidang penanggulangan
bencana berupa ‘BNPB Award’ 2012 dari Kepala Badan Nasional Penanggunglangan
Bencana (BNPB) Mayjen TNI (Purn) Syamsul Maarif, Kamis (16/2/2012). Sementara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel dinyatakan menjadi BPBD
terbaik oleh Kementerian Kesejahteraan Rakyat RI.
Untuk itu,
keberhasilan yang dicapai tidak lepas dari peranan Gubernur H Alex Noerdin yang
memiliki keseriusan dalam penanggulangan bencana. Seperti saat pelaksanaan SEA
Games XXVI tahun lalu, di mana BPBD Sumsel ditugasi untuk siaga asap dan hujan.
Penghargaan
itu diberikan karena Sumsel terpilih sebagai provinsi terbaik nasional dalam
infrastruktur dan kelengkapan penanggulangan bencana. Selain memberikan
penghargaan, Syamsul Ma'arif, juga menyerahkan bantuan kendaraan operasional
seperti peralatan Rumah Sakit Lapangan, Ambulan, sepeda motor dan perahu karet
kepada kabupaten/kota di Sumsel.
Dengan
kelengkapan yang telah diberikan itu, Alex Noerdin meminta agar Sumsel
ditetapkan sebagai provinsi pusat penanggulangan bencana se Sumatera.
"Sangat tepat, jika Sumsel dijadikan pusat penanggulangan bencana se
Sumatera karena saya Ketua Forum Gubernur Sumatera," kata Alex Noerdin.
*Festival Sriwijaya XX Lahat Termegah
"Terima Kasih Alex, Kami
Dipercaya Tuan Rumah"
Lahat
Puluhan ribu warga Lahat seminggu ini terhibur dengan getaran Festival
Sriwijaya ke-20 yang tahun ini dihelat di Kota Lahat. Artis-artis ibukota
seperti Ari Laso dan Mahadewa bergantian tampil menghibur warga. Puncaknya,
Ahmad Albar legenda rock Indonesia akan memuaskan dahaga hiburan warga Lahat.
Kalau sebelumnya selalu digelar di Palembang,
Festival Sriwijaya tahun ini memang digelar di luar ibukota provinsi Sumsel,
yakni di Lahat. Dobrakan ini dilakukan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.
"Dimaksudkan agar setiap kabupaten/kota di Sumsel dapat kesempatan untuk
mengangkat budaya dan seni sekaligus menghibur warganya," ujar Gubernur
Sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya ketika membuka festival, Senin malam
(15/10) di Lapangan eks MTQ, Lahat.
"Pertama kali digelar di
Lahat, ternyata surprise. Lahat sukses, dan saya nilai ini merupakan festival
sriwijaya termegah selama pelaksanaan festival ini digelar," puji Alex
yyang alam itu hadir bersama Ny Liza Alex. Tampak hadir dalam pembukaan ini
beberapa bupati dan walikota seperti Bupati OKUYulizar dan Bupati Muaraenim
Muzakir Sai Sohar.
"Tahun-tahun berikutnya, Festival Sriwijaya ini akan digilir ke
semua kabupaten/kota se-Sumsel sehingga semua budaya dan aktivitas seni daerah
bisa tersentuh dan semakin lestari bahkan semakin berkembang," tambah
Gubernur.
"Terima kasih kami sampaikan kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin
yang telah mempercayakan pelaksanaan Festival Sriwijaya ke-20 pertama kalinya
di luar kota Palembang," demikian diutarakan Bupati Lahat Saefudin Aswari
Rivai saat menyampaikan sambutan.
Pembukaan Festival Sriwijaya XX di Lahat Senin malam (15/10)
berlangsung meriah. Langit Kota Lahat terang benderang oleh kembang api dan
lapangan Eks MTQ seakan membuncah oleh hiburan artis-artis papan atas, seperti
Ari Laso dan Mahadewa. Pembukaan semakin meriah diwarnai pemberian rekor MURI
atas penyebaran megalitikum terbanyak di Lahat.
Keputusan pemberian rekor MURI diserahkan langsung perwakilan
penyelenggara dan diterima Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai.
"Alhammdulillah, kita pertama kalinya terpilih sebagai
penyelenggara festival Sriwijaya dan mudah-mudahkan sukses hingga penutupan tujuh
hari kedepan," tambah Aswari.
Festival Sriwijaya di Bumi Seganti Setungguan ini selain menampilkan
berbagai seni budaya, juga diramaikan Lahat Ekspo yang memberikan kesempatan
kepada pengusaha usaha kecil dan menengah (UKM) untuk berpromosi sekaligus
transaksi.
Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai berharap selama kegiatan ini,
diharapkan transaksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat bertambah. Kendati
tidak menyebutkan secara rinci target yang akan dicapai, Aswari berharap tetap
mendapatkan manfaat. “Kita tidak terlalu mematok pendapatan. Ini merupakan
hiburan rakyat Kabupaten Lahat. Semuanya berhak terlibat dan merayakannya,”
jelasnya.
Dalam pelaksanaan Fetival Sriwijaya XX dan Expo Lahat ini, dikatakan
Aswari, pihaknya berharap dapat mengembangkan potensi masyarakat Kabupaten
Lahat, terutama di bidang UKM. “Kita berharap UKM di Kabupaten Lahat dapat
terus maju dengan menghasilkan berbagai produk-prodk yang berkualitas tinggi,”
harapnya.
Diakuinya, berbagai multiplier efect atas terselenggaranya festival
ini. "Kalau sebelumnya, hotel masih
terbatas, kini Lahat memiliki hotel berbintang tiga, Grand Zuri. Dengan 94
kamar yang tersedia, memberikan fasiltas inapan yang bertingkat internasional.
Gubernur Sumsel juga berkesempatan meresmian beroperasinya hotel bintang tiga
ini.
Bupati Lahat ini juga mengakui kalau selama ini pembangunan Lahat
terinspirasi dari sosok Alex Noerdin dalam memimpin Sumsel. "Semangat
kerja dan semangat membangun Lahat, saya adopsi dari semangat Pak ALex dalam
membangun Sumsel. Kehadiran parai nvestor di Lahat
belum sebanding dengan apa yang telah dilakukan beliau dalam membangun
berbagai venue Sea Games yang tidak bergantung pada APBN dan APBD. Ini yang
saya contoh dan inil juga yang harus diketahui warga Lahat bahwa kepemimpinan
Alex Noerdin membuat Sumsel telah jauh melompat ke depan," katanya ketika
menyampaikan sambutan saat peresmian Hotel Grand Zuri Senin siang (15/10).
Belum lagi program sekolah gratis dan berobat gratisnya yang telah
banyak membantu warga Sumsel. "Di
bidang kesehatan, Lahat juga berkomitmen melalui dana sharing yang dianggarkan
di APBD. Selain itu, kami juga berupaya melibakan pihak ketiga sehingga ada
kebersamaan dalam membangun antara pemerintah dan stakeholder lainnya. Ini pun,
terus terang saya 'curi' dari Alex Noerdin. Bagaimana ketika membangun berbagai
venue Sea Games beliau bisa menyentuh pihak ketiga baik itu BUMN maupun
investor lainnya untuk terlibat dan berperan aktif, "ujarnya.
Hasilnya, Lahat dapat bantuan dari PT BA berupa pembangunan RSUD Lahat
melalui dana CSR-nya sebesar Rp 18,4 miliar untuk 56 kamar kelas I, VIP, dan
VVIP.
Masyarakat Pali Tekad Menangkan Kembali Alex Noerdin
SURYA telah tegak lurus persis di atas
ubun-ubun, sengatnya mulai membakar kulit, namun tetap membuat bergeming sekitar 5000 warga dari
lima kecamatan di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Selasa (16/10)
siang itu. Bahkan tidak sedikit dari ribuan warga tersebut yang sejak pagi
sudah tumplek di tenda lapangan Desa Air Itam Barat, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Muara Enim menanti sang idola.
Sejenak kemudian
hujan rintik mulai turun dan tepat pukul 13.30 WIB tokoh
yang ditunggu tiba, gemuruh sorak massa memadati tenda di lapangan sepakbola itu menambah semarak
suasana kedatangan Alex Noerdin, Eliza Alex serta rombongan. Dengan senyum dan
lambaian tangan Alex membuat massa yang terdiri dari anak-anak, remaja, serta
orang tua baik itu perempuan dan lelaki bertambah antusias.
Betapa tidak, sosok Alex memang tidak asing
bagi warga dan sudah sukses mereka dukung saat Pemilihan Kepala Daerah
(Pemilukada) 2008, ketika itu sekitar 80% pemilih di kawasan tersebut mencoblos
pasangan Alex-Eddy sehingga mengantarkan keduanya sebagai gubernur dan wakil
gubernur Sumatra Selatan (Sumsel). ‘’Hidup
Alex, hidup Muzakir (Bupati Muara
Enim Muzakir Sai Sohar),’’ teriak massa saling bersautan.
Kali ini harapan itu kembali mencuat,
karena mereka yakin tidak salah pilih. Buktinya, hampir empat tahun Alex
Noerdin memimpin Sumsel mayoritas kebijakkannya telah menyentuh dan dirasakan
rakyat, khususnya program dasar yang dibutuhkan masyarakat pendidikan dan
kesehatan gratis.
=====
Karenanya, wajar kalau ribuan warga yang berasal dari lima kecamatan di Pali ini
pun meminta Alex Noerdin agar
mencalonkan kembali sebagai gubernur Sumsel kedua kalinya.
Keinginan ini disampaikan perwakilan warga
dalam penyataan sikap. Dalam penyataan sikapnya tersebut, warga juga mendukung
Muzakir Sai
Sohar untuk menjadi Bupati Muara Enim kedua kalinya.
“Kami
memandang Pilkada DKI yang dimenangkan Jokowi merupakan kesempatan bagi
Alex Noerdin untuk memimpin Sumsel kembali. Kami memang mendoakan agar Alex
Noerdin bisa menjadi gubernur kedua kali di Sumsel,” ujar tokoh masyarakat
Pali, Dahlan AR.
Dukungan ini disampaikan dalam bentuk
pernyataan sikap yang dibacakan dalam kesempatan kunjungan tersebut. “Apalagi,
dalam pilkada 2008 lalu, di Air Itam
Alex Noerdin memperoleh 80% suara. Dari 71 desa yang berasal dari lima
kecamatan, yakni Talang Ubi, Abab, Tanah
Abang, Penukal Utara, dan Penukal memang
kami mayoritas mendukung Alex Noerdin yang ketika itu berpasangan dengan Eddy
Yusuf,” tambah Bachrie Rasyid, tokoh masyarakat yang lainnya.
Atas dukungan yang diberikan, warga tidak
minta apa-apa. Meskipun Alex Noerdin ketika itu memberikan kesempatan untuk
menyampaikan apa yang diinginkan warga. “Silakan ajukan apa permintaan bapak-bapak dan ibu-ibu,” kata Alex
memberi kesempatan warga untuk mengutarakan aspirasinya.
“Kami hanya minta agar penunjukan carateker Bupati Pali nanti adalah putra
daerah Air Itam asli. Selain itu, kami juga minta agar pemerintah bisa
memperhatikan listrik yang sering mati, terkadang sore, magrib, dan
subuh,” katanya.
"Kami menderita Pak, kadang untuk
menghidupkan tivi pun listriknya tak bisa. Belum lagi, sering mati. Untuk itu
kami mohon agar tegangan listriknya bisa ditambah sehingga aktivitas bisa berjaan
normal dan hidup kami bisa lebih nyaman, " tambahnya.
"Kami yakin, Pak Alex akan mampu
membawa Sumsel lebih baik lagi. Karenanya, kami siap mendukung agar dibawah
kepemimpinan Pak Alex, Sumsel mencapai cita-citanya menuju Sumsel
gemilang," tambah Bahrie Rasjid.
Berbagai program yang menyentuh rakyat
telah mereka rasakan. "Terutama sekolah gratis dan berobat gratis, tidak
diragukan lagi," tuturnya yang disambut aplaus warga.
Saat kunjungan itu pun, beberapa kali
listrik mati dan menyala kembali. Sehingga membuat Alex Noerdin pun mengetahui
secara langsung bahwa memang listrik di daerah tersebut memang sering kali
mati.
“Saya menyadari kondisi ini, padahal Sumber
daya alam (SDA) di Muaraenim khususnya Pali
begitu besar. Seperti batubara dan coal beat
metan (CBM), namun ternyata listrik masih mati terus.
Makanya kita akan bangun sendiri pembangkit di daerah ini, sehingga listrik bisa dinikmati secara baik,”
janji gubernur.
Soal carateker, Gubernur juga menjanjikan
saatnya nanti akan menunjuk putra daerah sesuai
keinginan masyarakat. “Saat ini saja sudah ada beberapa putra daerah
dari Air Itam yang memegang jabatan penting di Pemprov Sumsel,” tambah Alex Noerdin.
"Pak
Alex siapa yang punya,
Pak
Alex siapa yang punya,
Yang
punya kita semua”
Sebait lagu bertajuk Pramuka Siapa Yang
Punya diplesetkan sekitar 5000 warga terdengar menyambut dan melepas Alex Noerdin
dan rombongan.
Jumat, 12 Oktober 2012
Kodam Segera Perbarui Alusita
Kodam Segera Perbarui Alutsista
Palembang:
Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho
Widyotomo mengatakan, pada November,modernisasi alat utama sistem senjata
(alutsista) Kodam II/SWJ akan dilakukan.
Alutsista, seperti tank berat leopard, pesawat takstis, roket, meriam
dan lainnya, akan datang dan siap menggantikan persenjataan sebelumnya.
“November mendatang alutsista baru masuk ke Kodam II/Sriwijaya, baik leopard,
roket, pesawat,maupun meriam. Seluruh satuan, termasuk infanteri alutsistanya,
akan baru semua,” ujarnya seusai memimpin upacara HUT Ke-67 TNI di pelataran
Benteng Kuto Besak (BKB) Jumat (5/10). Dia menuturkan, untuk menghadirkan
persenjataan baru dan modern,TNI memerlukan perjuangan yang berat.
“Tidaklah mudah memodernisasi alutsista di tubuh TNI,harus melalui
perjuangan panjang karena kita menyadari kemampuan negara menyediakan anggaran
untuk memperbaharui persenjataan,” katanya. Kendati alutsista yang dimiliki
baru,Nugroho mengatakan, TNI masih memerlukan kerja sama dengan seluruh
komponen bangsa guna mendukung TNI disegani dan mampu berkiprah di kawasan
regional. Dengan begitu, kedaulatan Indonesia terjaga baik tanpa harus
ada gangguan dari luar.
“Kita mengharapkan dukungan seluruh pihak agar TNI setara dengan
tentara di kawasan regional dan patut diperhitungkan,”ungkap dia. Mengenai
kondisi keamanan Sumsel dan sekitarnya, menurut dia, masih relatif aman.“Saat
ini kondisi Sumsel dan sekitarnya kondusif. Namun, kita harus waspada karena
Sumsel bisa menjadi pelarian atau tempat-tempat oknum melakukan persiapan
aktivitas membahayakan negara,” katanya. Gubernur Sumsel Alex Noerdin
mengatakan,TNI harus mampu mengayomi masyarakat seperti moto yang selama ini
dijunjung tinggi, yakni TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat.
“Kita berharap TNI semakin jaya dan mampu mengayomi masyarakat.
Contohnya soal kedisiplinan dan ketertiban yang harus menjadi contoh kita
semua,terutama pegawai negeri sipil (PNS),”kata dia. Mengenai alutsista TNI
yang semakin modern, Alex berharap TNI dapat menjaga kedaulatan bangsa dari
gangguan luar.“Alutsista yang dimiliki saat ini hampir sebagian besar baru, dan
itu sangat baik untuk TNI agar mampu dan tetap menjaga kedaulatan bangsa Indonesia,”
pungkasnya.
Upacara ini diikuti para anggota TNI di Kodam II Sriwijaya, dihadiri
Muspida. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin tampak hadir menyaksikan atraksi yang
ditampilkan menyemarakkan HUT TNI. (Sir)
KPK; Alex, Jadi Teladan Verifikasi LHKPN
KPK; Alex, Jadi Teladan Verifikasi LHKPN
Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), mulai melakukan verifikasi dan klarifikasi Laporan Harta
Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) calon gubernur (Cagub) dan calon wakil
gubernur (Cawagub) DKI Jakarta. Kali ini, petugas KPK menyambangi kediaman Cagub
H Alex Noerdin.
Tim KPK sejumlah empat
orang ini bergerak ke rumah Alex yang beralamat di Jalan Merdeka Palembang pukul
10.00 WIB, Kamis (7/6). Pemeriksaan harta kekayaan Alex ini berlangsung cukup
lama, yakni sekitar 2,5 jam, sehingga puluhan wartawan media cetak maupun
elektronik nasional dan lokal harus bersabar menunggu di depan kediamaan
Gubernur Sumsel yang sukses menggelar SEA Games di Sumsel November tahun lalu
itu.
Dalam proses
verifikasi LHKPN tersebut, terungkap harta kekayaan Gubernur Sumsel ini sebesar
Rp19.694.375.876. Nilai ini bertambah dari laporan sebelumnya pada 15 Maret
2012 yang lalu, sebesar Rp2,482 miliar. Kenaikan ini disebabkan adanya
penambahan harta yang belum dilaporkan, seperti barang antik dan barang-barang
mobilier yang dimiliki Alex serta usaha salon. Angka tersebut, merupakan hasil
harta yang dihargai berdasarkan penetapan harga atau nilai yang menggunakan
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), bukan nilai pasar.
Pada saat verifikasi LKHPN
tersebut, Alex Noerdin mendapat apresiasi dari Tim KPK yang dipimpin Direktur
Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat dari KPK Dedi Arahim. Sebab, Alex dinilai sangat
kooperatif dan terbuka dalam mengungkapkan harta kekayaannya kepada Tim KPK
yang ditunjuk menyambangi kediamaannya.
”Kami apresiasi atas sambutan
dan kerjasama Bapak Alex Noerdin. Ini menunjukkan bahwa, Bapak Alex Noerdin menjadi
teladan bagi pemimpin lain di negeri ini dalam menerapkan prinsif akuntabilitas
dan transparansi informasi dan harta kekayaannya terhadap publik sebagai
penyelenggara negara,” ujar Dedi Arahim.
Dikatakan Dedi, Cagub
DKI dengan nomor enam ini, sangat koorperatif dalam proses klarifikasi terutama
terkait dengan data-data administrasi yang dibutuhkan KPK. Dari sikap keterbukaan
Alex dalam melaporkan kekayaannya tersebut, menurut Dedi, dapat dicontoh bagi
semua pihak terutama bagi pejabat penyelenggara negara untuk diimplementasikan.
”Patut dan harus kita
ketahui, beliau (Alex Noerdin-red), sudah menerima dengan baik termasuk juga
sudah memberikan data-data yang sudah kami minta untuk di klarifikasi. Dan beliau
sudah menyampaikannya secara transparan,” ungkapnya.
Cagub DKI H Alex
Noerdin mengatakan, harta kekayaan memang ada peningkatan sekitar Rp2,482
miliar. Hal ini disebabkan, adanya barang-barang berupa perelengkapan rumah
tangga, barang antik, termasuk usaha salon milik istrinya belum dilaporkan.
”Jadi wajar bila ada
penambahan harta yang dimiliki sekarang ini,” ujarnya.
Dikatakannya, dirinya
berkewajiban melaporkan harta kekayaannya pada saat mencalonkan diri menjadi
Gubernur DKI Jakarta. Hal ini juga dilakukan beberapa Cagub dan Cawagub
lainnya. ”Semua calon juga wajib melewati proses ini, karena sudah menjadi
kewajiban berdasarkan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Wartawan Butuh Perhatian
Wartawan Butuh Perhatian
Wartawan adalah profesi yang paling rentan dan beresiko.
Selalu dikejar deadline, stres, dibawah tekanan, dan umumnya perokok berat.
Karenanya, sering makan tidak teratur, dan berakibat mudah diserang berbagai
penyakit.
Untuk itu, mestinya diimbangi dengan rajin
berolahraga. Sehingga bisa menikmati hidup yang sehat.
Alex Noerdin, sebagai Gubernur Sumsel menunjukkan
perhatiannya kepada para jurnalis bukan saat ini saja. Sejak masih menjabat bupati
Musi Banyuasin pun, dia telah menunjukkan kepeduliannya.
Dengan adanya Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) yang
kini memasuki angakatan keenam, menurut Alex Masih belum cukup kalau wartawan
itu tidak sehat.
“Makanya, kini saya tawarkan lagi kepada para wartawan
untuk memilih salah satu fitnnes centre yang memadai, sehingga dalam sehari
minimal 30 menit dan tiga kali dalam seminggu bisa memperhatikan kesehatan.
Silakan pilih salah satu diantara jurnalis untuk menentukan siapa yang paling
aktif. Hadiahnya, umroh,” ujarnya, dalam sambutan ketika secara resmi membuka SJI Provinsi Sumatera Selatan yang ke-6.
“Ini sudah saya lakukan beberapa tahun lalu. Sayang, wartawannya
memang sibuk sehingga kurang peduli untuk kesehatan dirinya sekalipun. Dan
sekarang saya tawarkan kembali, “ujar Alex yang disambut tepuk tangan hadirin.
SJI ini dilaksanakan oleh SJI Pusat yang bekerjasama dengan
Dinas Pendidikan (Diknas) Propinsi Sumsel berlangsung di Aula Diknas Propinsi
Sumsel, Senin (1/10).
Kalau para wartawan sudah sehat, tentu dengan bekal
ilmu jurnalistik akan membuat mereka
bisa semakin eksis dan berkompeten di lapangan. Apalagi, kalau kemudian juga di
tambah lulus uji kompetensi, maka diharapkan fungsi jurnalis itu akan semakin
memilliki nilai plus.
Sementara, keberadaan wartawan sebagai salah satu
pilar demokrasi memang dituntut untuk dapat menempatkan dirinya sebagai sosok
yang profesional dan bisa menjadi ‘pengawal’ pembangunan melalui peran kontrol
sosialnya.
Prof Dr Hj Isna Wijayani, Msi mengemukakan, wartawan
itu adalah profesi yang dituntut untuk memiliki standar dan kompetensi
tertentu. Utnuk itu, dibutuhkan pendidikan yang bisa membuat mereka melaksanakan
tugas sesuai dengan standarnya.
Peran inilah yang dimainkan oleh SJI. Sehingga para
wartawan nanti akan menjadi jurnalis yang benar-benar bisa melaksanakan tugas
sesuai dengan tuntutan keprofesionalannya.
SJI, juga bisa menjadi kawah candradimuka. Karena
mereka tidak sekedar dijejali teori, tetapi juga saling sharing dan praktik
melaksanakan profesi sesuai kode etik dan Undang-undang tentang Pers.
“Apalagi, setelah lulus SJI, mereka langsung mengikuti
Uji Kompetensi Wartawan. Sehingga begitu lulus, diharapkan menjadi wartawan yang siap pakai.
Selain itu, wartawan juga sekaligus sebagai pendidik bagi
masyarakat. Melalui tulisan yang dipublikasikannya, dapat mencerahkan atau
justru membuat kelam. Karenanya, harus diarahkan supaya bisa mencerahkan.
Pembukaan diklat ini dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal
(Sekjen) PWI Pusat Hendry CH Bangun, Ketua Yayasan Sekolah Jurnalistik
Indoensia (SJI) Pusat Marah Sakti Siregar, Kepala Dinas Pendidikan (Diknas)
Propinsi Sumsel Ade Karyana, Ketua Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Propinsi Sumsel H Oktab Riady, mantan Ketua PWI Provinsi Sumsel H Asdit
Abdullah, serta jajajaran SKPD Propinsi
Sumsel. (***)
Langganan:
Postingan (Atom)



