Kamis, 06 Juni 2013

Alex Noerdin Kembali Pimpin Sumsel

-->
Alex Noerdin Unggul Pilgub Sumsel
Palembang, MP

Pasangan calon gubernur petahana Alex Noerdin-Ishak Mekki memenangi Pilgub Sumsel  menurut hasil dari beberapa lembaga hitung cepat.
Menurut Indo Barometer, Alex Noerdin --sebelum menjadi gubernur Sumsel pernah memimpin Muba dua periode-- yang berpasangan dengan Ishak Mekki, saat ini Bupati OKI di periode kedua,  meraih 36,05 persen.  Pasangan ini diusung Partai Golkar, Demokrat, dan PBB.
Diikuti Herman Deru (menjabat Bupati OKU Timur periode kedua) berpasangan dengan Hj Maphilinda Boer –istri mantan Gubernur Sumsel, Syahrial Oesman—dengan 32, 92 persen.   Pasangan ini diusung Partai Hanura, Gerindra dan beberapa partai gurem lainnya.
Walikota Palembang Eddy Santana yang berpasangan dengan pengusaha Annisa Juwita hanya meraih suara sebanyak 19,68 persen. Eddy Santana-Annisa Juwita diusung oleh partai PDI Perjuangan, Barisan Nasional, PKPB, dan PNI Marhaenisme, dan partai no parlemen lainnya
Mantan Kapolda Sumsel Iskandar Hasan yang menggandeng adik kandung Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Hafisz Tohir memperoleh  11,33 persen. Pasangan ini diusung oleh PAN, PKS, dan PBR
Begitu juga dengan Pusat Kajian dan Kebijakan Pembangunan Strategis (Puskaptis) yang juga memenangkan pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki dalam hitung cepatnya. Alex Noerdin meraih suara sebayak 35,03 persen, disusul pasangan Herman Deru-Maphilinda 33,84 persen. Kemudian pasangan Eddy Santana-Annisa Juwita meraih 17,44 persen. Sedangkan pasangan Iskandar Hafisz hanya meraih suara 14,31 persen.
Menurut Direktut Puskaptis Husen Yazid, teknik yang mereka gunakan yaitu Multistage Random Sampling dengan responden sample sebanyak 440 TPS yang tersebar di 440 kelurahan/desa, 92 kecamatan, dan 15 kabupaten/kota di Sumsel.
Data dari Puskaptis pasangan Alex-Ishak unggul di 9 kabupaten/ kota, diantaranya Palembang, OKU, OKI, OI, Mura, Muba, Lahat, Empat Lawang dan Banyuasin.
Sementara pasangan Herman Deru – Maphilinda unggul di 5 kabupaten/kota yaitu Prabumulih, Pagar Alam, OKU Selatan, OKU Timur, dan Muara Enim. Sementara pasangan Iskandar-Hasan unggul di kota Lubuk Linggau, sedangkan pasangan ESP-WIN tidak ada satupun yang dikuasai. Angka partisipasi pada pilgub ini menurut Husen sekitar 66 persen. “Artinya, warga yang tidak menggunakan hak suaranya diprediksi mencapai 34%.
Calon incumbent Alex Noerdin menyatakan bahwa sangat bersyukur atas kepercayaan rakyat Sumsel telah memilih dia kembali sebagai gubernur Sumsel mendatang. “Semoga hasil ini tidak jauh berbeda dengan penghitungan manual. Terimakasih kepada masyarakat Sumsel, polisi, dan KPU. Saya yakin bisa satu putaran karena jika dua putaran uang rakyat akan banyak terpakai,’” ujar dia setelah mengetahui hasil hitung cepat di kediamannya.
Sedangkan Herman Deru menyatakan masih optimis bisa memenangkan pilgub Sumsel. “Saya yakin menang karena saya punya tim hitung cepat sendiri yang lebih unggul daripada Alex Noerdin. Juga masih menunggu penghitungan manual oleh KPU,” ujar Herman Deru.
Kemarin, sebanyak 5.825.765 warga Sumsel berpotensi menggunakan hak suaranya dalam pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel periode 2013-2018.
Mereka tersebar di 15 kabupaten/kota se Sumsel dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 16.638. “Untuk seluruh Sumsel sebanyak 230 PPK dan 3.201 PPS,” kata Anggota Divisi Sosialisasi KPUD Sumsel Ong Barlian.
Sehari sebelum pemilihan, KPU Sumsel memusnahkan sebanyak 6.381 surat suara rusak dan berlebih dengan cara dibakar. Kelebihan surat suara ini menurut Bawaslu Sumsel merupakan bentuk salah prosedur yang dijalankan oleh KPU. Pilkada Gubernur Sumsel juga diadakan serentak dengan Pilkada Banyuasin, Empat Lawang, Lahat, dan Ogan Komering ilir.
Alex Noerdin
Alex Noerdin menjanjikan akan meningkatkan dua program andalannya, berobat gratis dan sekolah gratis. “Kalau sebelumnya hanya untuk siswa SD hingga SLTA, ke depan kita akan laksanakan kuliah gratis,” ujarnya.
Selain itu, mantan Bupati Muba ini juga akan memperluas lapangan kerja. Sehingga, angka pengangguran bisa diperkecil. (sir)

Selasa, 05 Maret 2013

Caknur Menang di Muaraenim



Hitungan Cepat, Pasangan Caknur Unggul 40,40 %
Muaraenim
Pasangan kandidat Pilkada Muara Enim Muzakir Sai Sohar-Nurul Aman (Caknur) unggul  40,40 % dari pasangan lainnya dari hasil hitungan cepat (quick count ) Lingkaran Survei Indonesia dan Jaringan Isu Publik (JIP) di Hotel Swarna Dwipa, Muara Enim, Selasa (5/3).

Keluar sebagai pemenang, Muzakir Sai Sohar mengatakan, “Pertama-tama saya bersyukur kepada Allah karena segala sesuatu itu semata-mata dari Allah dan masyarakat masih percaya kepada kami untuk memimpin kembali Kabupaten Muara Enim ini. Kami ucapkan banyak terima kasih juga kepada seluruh tim yang bekerja keras dengan mendapatkan kemenangan dan kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Muara Enim. Sementara  perolehan pastinya kita tunggu dari KPUD. Saya berpesan kepada masyarakat Muaraenim, ini adalah kemenangan rakyat. Saya tidak membeda-bedakan yang milih atau tidak. Yang jelas rakyat Kabupaten Muara Enim semuanya. Ini adalah kemenangan  rakyat Muara Enim dan kami akan melanjutkan program Sehat, Mandiri, Agamis dan Sejahtera,” pesannya.

Sementara Supervisor LSM Naslim Sarlito mengatakan, quick count adalah perhitungan suara di sejumlah sampel TPS yang dipilih secara acak dan proporsional dari seluruh populasi TPS yang ada.  Teknik penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Jumlah sampel  250 TPS sampel tersebar secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih dan dipilih secara acak di seluruh kecamatan di Kab. Muara Enim   
dengan sampling error  ± 1%

Untuk memberikan informasi cepat dan akurat kepada masyarakatLSI & JIP melakukan hitung cepat  Pemilukada Muaraenim,

"K
ami lembaga independen dan tidak dibayar oleh siapapun," ujar Supervisor LSM Naslim Sarlito.

Masih Menurut Naslim Sarlito, pihaknya melakukan penghitungan cepat  pilkada Muaraenim itu agar hasil pemilukada Muaraenim dengan cepat diketahui masyarakat.
Hitungan ini dilakukan secara independen alias professional tanpa dipanggil ataupun dibayar oleh para kandidat,” ungkapnya. (m islan/editor: m nasir)










Hasil lengkap penghitungan cepat, pasangan Asri AG-Rachman Djalili
HASIL QUICK COUNT PEMILUKADA KAB. MUARA ENIM 5 MARET 2013



DISTRIBUSI SUARA DALAM PERSEN HASIL QUICK COUNT PEMILUKADA
KAB. MUARA ENIM BERDASARKAN WILAYAH

Wilayah
        Hasil prolehan Suara
No. 1
No. 2
No.3
No. 4
BENAKAT, GUNUNG MEGANG, MUARA ENIM, UJAN MS
19.83%
15.81%
48.82%
15.54%
ABAB, PENUKAL, PENUKAL UTARA, TALANG UBI, TANAH ABANG
56.78%
4.80%
31.38%
7.04%
LUBAI, RAMBANG, RAMBANG DANGKU
32.28%
17.30%
41.29%
9.14%
LAWANG KIDUL, SEMENDE DARAT LAUT, SEMENDE DARAT TENGAH, SEMENDE DARAT ULU, TANJUNG AGUNG
9.93%
17.18%
41.46%
31.43%
GELUMBANG, KELEKAR, LEMBAK, MUARA BELIDA, SUNGAI ROTAN
45.11%
5.64%
42.47%
6.78%

Cerpen Delapan Jurnalis Sumsel

Prosa di Genggaman Jurnalis

Judul: Bunga Rampai 8 Jurnalis dari Bumi Sriwijaya
Editor: Maspriel Aries
Tebal: 179 hlm.
Penerbit: Institut Jurnalistik Palembang
Terbit: Januari, 2013

Jurnalis, menulis berdasarkan fakta yang ada. Karena memang berdasarkan itulah sebuah berita yang harus disampaikan. Terkadang, tidak selamanya sang jurnalis menulis berita dengan gaya penyajian bersifat lugas tanpa ada diksi yang berbau sastra (straight news). Adakalanya berita tersebut harus disajikan dengan gaya penyajian yang langsung menyentuh emosi pembaca, diksi berbau sastra (feature news). Bila demikian, jurnalis juga sebenarnya seorang sastrawan ketika dia melaporkan berita dalam bentuk feature itu.

Cerpen-cerpen yang ditulis oleh delapan jurnalis dari Bumi Sriwijaya ini mengarah apa yang disampaikan sebelumnya. Sebagian besar tema yang diangkat berangkat dari realitas kehidupan yang biasa mereka temukan, baik cerita perjalanan mereka, kisah percintaan yang romantis, maupun satire juga tak luput dari perhatian penulis. Tema tentang sejarah yang sedikit berbeda dengan tema-tema lainnya juga ditampilkan dalam kumpulan cerpen ini.

Kedelapan jurnalis yang menampilkan cerpennya, Anto Narasoma (Sumatera Ekspres): Tamu Misterius dari Laut Lepas dan Tragedi Boncel dan Halimah; Iman Handiman (Berita Pagi): Dulmulek dan Dhuuut!; Imron Supriyadi (Kabar Sumatera): Selamat Pagi, Mr. Gagu dan Ayam unutk Tuan Bupati; Maspril Aries (Republika): Bunga di Bilik Jantungku dan Cinta Merdeka; Muhamad Nasir (Sinar Harapan): Cinta Tak Berbumbu dan Gila Berhitung; Noparina Bahraq (Palembang Pos): Mengejar Cinta mu Hingga Ujung Waktudan Togar Mencari Hanny di Botol Tuak; Triono Junaidi (Sumatera Ekspres): Perempuan Muda di Sudut Café Ya Shao dan Terpasung dalam Terungku Kaum Penjarah; Taufik Wijaya (Detik.com): Mati atau Hidup Sebagai Anak Ibu dan Belanda Menjaga Makam Batanghari Sembilan.

Keanekaragaman tema-tema yang ditawarkan, membuat pembaca bertambah kaya akan pengalaman kehidupan yang dinikmati. Kisah tentang kaum papah dalam sisi kehidupan yang tersingkirkan sering menjadi bahan untuk dinarasikan. Betapa sulitnya mereka dalam meminta hak mereka sebagai warga kemanusiaan yang tinggal di negari ini. Seperti Cerita Tragedi Boncel dan Halimah dalam kutipannya: “Oh, alangkah kejamnya rumah sakit ini. Padahal saya sudah mendaftarkan diri dengan surat Jamkesmas. Ternyata surat ini tidak ada gunanya sama sekali, begitu Halimah menangis. Suaranya membuat orang-orang yang berobat di sana berpaling ke arahnya.” (hlm.35). Ataupun Kisah orang-orang kaya yang jiwa kepekaan sosialnya sangat terbatas seperti dalam kutipan: “Kamu tidak punya utang. Pinjaman itu langsung lunas. Lima bulan ke depan kamu tidak terima gaji dulu,” kata Pak Dul, kali ini terdengar oleh Kemas seperti geledek. (Dulmulek:46).

Bahasa-bahasa kiasan ataupun sindiran tentang perilaku para pejabat di negeri ini dengan lugas disampaikan dalam alur yang menarik. Tatkala pejabat yang hanya tunduk pada atasannya, bukan memikirkan kepentingan rakyat yang menjadi kewajibannya seperti yang disampaikan dalam cerpen Ayam untuk Tuan Bupati.

Terlepas dari itu semua, berita realitas kehidupan yang setiap saat dijumpai oleh jurnalis layak untuk disajikan dalam bentuk narasi untuk menggugah emosi pembacanya.

Peresensi:
Darwin Effendi, M.Pd.
Staf Pengajar Universitas PGRI Palembang