Senin, 08 September 2008

pendukung sohe-polisi bentrok

Pendukung Sohe datangi KPU Sumsel.

Kapoltabes Palembang Kombes Lucki Hermawan
Bentrok antara pendukung Sohe dan polisi tak terelakkan.
Pintu gerbang KPUD Sumsel pun jebol....

*KPU Mencekam

Pendukung Sohe Tolak Pleno Hari Ini

Palembang:

Percepatan penetapan hasil Pilgub Sumsel yang semula tanggal 14 September menjadi hari ini, dipertanyakan tim sukses calon gubernur nomor urut 2 Syahrial Oesman-HelmiYahya (Sohe).
Ribuan pendukung Cagub Sohe mengepung KPU Sumsel di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring Palembang.

Mereka memadati dua pintu masuk KPU. Sementara sedikit 300 personel dari berbagai kesatuan Poltabes Palembang dan Brimob dikerahkan mengamankan.

Suasana tampak mencekam. Bentrok nyaris terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat dari arah massa ada lembaran batu ke arah barisan polisi di halaman KPU. Pintu gerbang nyaris rubuh, dan suasana histeris. Beruntung polisi yang dikomandani langsung Kapoltabes Kombes Lucki Hermawan berhasil menenangkan suasana.


Pukul 10.30 WIB bentrok kembali terjadi. Dimulai dari pinti kiri, massa berhasil merusak pintu masuk. Lemparan batu dari kedua pihak membuat beberapa orang mengalami luka-luka.
Kini, massa semakin merangsek ke pintu masuk. Sementara KPU melakukan rekapitulasi suara dan direncanakan akan diplenokan.

Inilah yang ditolak oleh pendukung Sohe. Soalnya jadwal semula pleno direncanakan Minggu (14/9). Namun kemudian berubah pada Selasa (9/9) bertepatan dengan hari ulang tahun Alex Noerdin.
Tim sukses SoheE menilai, tidak terdapat kondisi yang mengharuskan penetapan yang dijadwalkan pada 14 September mendatang tersebut untuk dipercepat. Selain itu,beberapa temuan pelanggaran yang ditemukan tim Sohe belum disikapi KPUD Sumsel.


Ketua Tim Pemenangan Sohe Ibnu Hajar Dewantara mengatakan, seharusnya KPUD Sumsel dapat menanggapi dan menyelesaikan temuan tim Sohe. Sebab, selain temuan tersebut merupakan pelanggaran, KPUD juga masih memiliki waktu untuk menyelesaikan temuan itu sebelum jadwal penetapan awal pada 14 September mendatang.


”Semuanya tahu, tidak ada kondisi yang mengharuskan dipercepat, sehingga dengan rentang waktu yang tersisa dapat digunakan untuk menyelesaikan semua masalah,” ujar Koordinator Aksi, Suparman Roman di sela-sela orasinya.


Menurutnya,terdapat tiga temuan yang harus diselesaikan KPUD Sumsel,di antaranya terdapat berita acara yang tidak sesuai dengan jumlah suara yang sebenarnya, ditemukan juga pemilih yang menggunakan kartu pilih orang lain dengan buktibukti yang telah dikumpulkan, dan ditemukan juga perbedaan hitungan suara antara C1 yang dipegang saksi dengan rekapitulasi PPK.


”Kita meminta ketiga temuan ini segera diselesaikan. Kita tidak minta penambahan waktu, hanya, minta semua diselesaikan sesuai dengan tahapannya,” paparnya. Suparman mengaku sangat terkejut dengan pemberitahuan percepatan penetapan yang disampaikan KPUD melalui surat.Pasalnya,bukannya menyelesaikan temuan yang diajukan, melainkan mengambil keputusan percepatan yang dinilai tidak memiliki dasar. Untuk itu,tim Sohe sepakat untuk menolak percepatan hasil pilkada dan kembali pada 14 September yang telah dijadwalkan sejak awal serta menolak hasil Pilgub Muba.

"Kami juga tetap akan hadir pada rapat KPUD dengan massa sebanyak 20.000 orang.Kami juga mengirim surat ke Mendagri, Komisi III DPR,Komisi Yudisial, dan Kejaksaan Agung. Malam ini juga kurirnya berangkat,” ujarnya seraya menambahkan, tindakan tersebut terpaksa dilakukan karena keluhan tim Sohe tidak diindahkan.

Di tempat terpisah, Ketua Tim Kampanye Pasangan Aldy Junial Komar menyatakan bersyukur atas kemenangan yang berhasil diraih pasangan ini dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel. Ketua Panwaslu Sumsel Ruslan Ismail menyatakan mendukung ditundanya pleno dan pengumuman hasil Pilgub karena sebelumnya sudah dijadwalkan pada tanggal 14 September," ujarnya.(sir)

aldy raja kecil

Perhitungan KPU, ‘Raja Kuis’ Dikalahkan ‘Raja Kecil’


Palembang:

Penghitungan suara oleh KPUD Sumsel memang belum final, namun berdasarkan data yang dihimpun dari KPUD kabupaten/kota se-Sumsel pasangan H Alex Nordin-Eddy Yusuf (Aldy) yang merupakan dua raja kecil –sebutan untuk bupati— dari Muba dan OKU mengungguli pasangan incumbent H Syahrial Oesman- Helmy Yahya (Sohe). Dengan hasil ini, Raja Kuis Helmy Yahya yang merupakan artis kelahiran Ogan Ilir dikalahkan dua ’Raja Kecil’.

Dengan hasil ini, maka Helmy Yahya tak sesukses rekannya sesama artis, Dede Yusuf yang menjadi pemenang di Jawa Barat.

Siapa yang akan memimpin Sumsel lima tahun mendatang hari ini akan diputuskan hari ini setelah KPUD menuntaskan rekapitulasi. Dari hasil penghitungan resmi yang diputuskan dalam rapat pleno 15 KPUD kabupaten/ kota se-Sumsel yang rampung kemarin,menunjukkan bahwa pasangan calon gubernur Sumsel nomor 1 H Alex Noerdin-H Eddy Yusuf (ALDY) memperoleh suara terbanyak.
Pasangan yang didukung Partai Golkar, PBB,Demokrat, PBR,dan PNBK, ini mengantongi 1.866.380 suara atau 51,40 %. Pasangan yang dikenal dengan tagline ”Yakin Sumsel Bisa” ini mengungguli pasangan calon gubernur nomor urut 2 H Syahrial Oesman-H Helmi Yahya (SOHE) dengan perolehan 1.764.553 suara atau 48,60 %.Pasangan SOHE diusung PDIP, PPP, PKS, dan sejumlah parpol yang tergabung Forum Parpol Sriwijaya Bersatu. Anggota KPUD Sumsel Divisi Hukum Helmi Ibrahim mengatakan,hingga kemarin, KPUD Sumsel menerima rekapitulasi suara dari delapan daerah. Yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas (Mura), Empat Lawang, Lahat, OKU Selatan, Banyuasin, dan Kota Lubuklinggau. Dengan demikian, artinya KPUD Sumsel tinggal menunggu hasil penghitungan dan rekapitulasi Pilgub Sumsel dari tujuh kabupaten/ kota yang masih tersisa, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI),OKU Timur, Muaraenim, Kota Palembang, Pagaralam, dan Prabumulih. ”Kemungkinan penetapan segera dilakukan hari ini juga.Tetapi, tergantung situasi,” ujar Helmi di Palembang Selasa pagi (9/9).

Sementara itu, berdasarkan data dari 15 KPUD kabupaten/ kota se-Sumsel,ALDY menang tipis dengan 101.827 suara atau 2,8% dari total suara yang sah sebesar 3.630.933 dari jumlah mata pilih Sumsel sebanyak 5.085.416 suara. Adapun jumlah surat suara tidak sah plus golongan putih mencapai 1.454.483 atau 28,6 %.Dari total suara hasil penghitungan seluruh KPUD Sumsel ini, hasil penghitungan KPUD yang menyatakan Aldy 51,40% dan Sohe 48,60% paling mendekati hasil quick count versi Lingkar Survey Indonesia-Jaringan Isu Publik (LSI-JIP) pimpinan Denny JA yang memprediksi keunggulan perolehan Aldy 51,20 % dan Sohe 48,80 % serta versi LSI Syaiful Mudjani, Aldy 51,90% dan Sohe 48,10%. Sementara, berdasarkan quick count versi Puskaptis, yang unggul justru pasangan Sohe dengan 51,10% atas Aldy dengan 48,90 %.

Di tempat terpisah,Ketua Panwaslu Sumsel Ruslan Ismail mengatakan, pihaknya telah menerima undangan resmi dari KPUD Sumsel untuk hadir pada acara rekapitulasi hasil penghitungan Pilgub Sumsel di tingkat provinsi.”Di dalam undangan disebutkan, rekapitulasi akan dilakukan pada pukul 08.00 WIB.Hampir dipastikan rekapitulasi jadi,” ucap Ruslan saat dihubungi kemarin. Dia menambahkan, pada Selasa (9/9), KPUD Sumsel hanya akan melakukan penghitungan dan rekapitulasi hasil Pilgub Sumsel dari 15 kabupaten/kota yang masuk ke KPUD Sumsel.

Aldy Kuasai 8 Daerah, Sohe 7

Sementara, Sohe yang dikenal dengan tagline”Sumsel Hebat Untuk Semua” ini menguasai 7 daerah, yakni Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, OKU, OKU Timur, Prabumulih, dan Lubuklinggau.Berdasarkan hasil rekapitulasi di 15 KPUD se-Sumsel, pasangan Aldy menang telak di seluruh kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan perolehan 207.142 suara (79,24%). Di kabupaten yang pernah dipimpin Alex Noerdin ini, Sohe hanya kebagian 54.261 suara (20,76%). Di Empat lawang yang merupakan kampung halaman Eddy Yusuf, Aldy memperoleh suara 78.865 (76,88%) mengungguli Sohe yang memperoleh suara 23.716 (23,12%). Selain Muba dan empat Lawang, Aldy juga menang mutlak di Kota Pagaralam dengan perolehan 41.859 suara (63,27%) mengalahkan Sohe dengan perolehan 24.303 suara (36,33%). Aldy yang mengampanyekan sekolah dan berobat gratis juga unggul di Kabupaten Lahat dengan perolehan suara 105.231 (51,58%) meninggalkan Sohe yang mengumpulkan 81.143 suara (48,42%). Selain itu,kemenangan Aldy diraih di Musi Rawas (Mura) dan Banyuasin berturut-turut dengan perolehan suara sebanyak 127.803 (52,03%) dan 188.638 (51,19%) mengungguli Sohe dengan perolehan suara masing-masing 117.825 (47,97%) dan 179.846 (48,81%). Yang cukup mengejutkan, Aldy juga menang di Kabupaten Muaraenim dan OKU Selatan yang dikenal sebagai basis pendukung Sohe.Apalagi, di dua kabupaten tersebut, kepala daerahnya secara vulgar mendukung pasangan Sohe. Di Kabupaten Muaraenim yang merupakan kampung halaman tokoh PDIP Taufik Kiemas ini, Aldy mengantongi 181.902 suara (54,22%) mengungguli Sohe yang memperoleh 153.587 suara (45,78 %). Sementara, di Kabupaten OKU Selatan, Aldy memperoleh 84.295 suara (51,58%) unggul tipis dari Sohe yang memperoleh 79.124 suara (48,42%). Adapun pasangan Sohe unggul di 7 daerah, yakni Kabupaten OKU Timur, OKU, OKI, Ogan Ilir, Prabumulih, Lubuklinggau, dan Palembang. Pasangan Sohe menang telak di OKUT. Di kampung halaman Syahrial Oesman ini, Sohe unggul dengan perolehan suara 223.954 suara (66,80%) mengalahkan Aldy yang mengumpulkan 111.141 suara (33,20%). Sohe juga unggul di Kota Prabumulih. Di Kota Nanas yang wali kota dan wakil wali kotanya berasal dari Partai Golkar ini, Sohe justru unggul dengan perolehan 47.390 suara (63,37%) mengalahkan ALDY yang menangguk 27.429 suara (36,67 %).Demikian halnya di Ogan Ilir (OI). Di kabupaten pimpinan Mawardi Yahya yang merupakan Ketua Partai Golkar OI, Sohe justru unggul tipis dengan perolehan 95.719 suara (50,77%) mengalahkan Aldy dengan perolehan 92.805 suara (49,23%)


Sementara itu, di luar dugaan, Sohe hanya unggul tipis atas ALDY di Kota Palembang. Maklum, Kota Palembang selama ini diklaim sebagai basis SOHE, mengingat di daerah yang mempunyai mata pilih terbanyak sekitar satu juta lebih ini merupakan daerah ”kekuasaan” Wali Kota Palembang Eddy Santana yang juga Ketua DPD PDIP Sumsel.Dari hasil rekapitulasi KPUD Palembang kemarin, Sohe hanya unggul tipis dengan perolehan 368.164 suara (52,59%) mengalahkan Aldy dengan perolehan 331.929 suara (47,41 %).
Begitu pula di OKU. Di kabupaten yang pernah dipimpin Syahrial dan rivalnya, Eddy Yusuf,ini, Sohe unggul tipis dengan perolehan 84.053 suara (53,47%) mengalahkan ALDY yang mengumpulkan 73.141 suara (46,53%). Sohe juga unggul tipis di Kabupaten OKI dengan perolehan 188.058 suara (52,21%) meninggalkan Aldy yang memperoleh 172.106 (47,79%). Di Kota Lubuklinggau, Sohe menang tipis dengan perolehan 43.410 suara (50,75%) mengungguli Aldy yang memperoleh 42.121 suara (49,25%).(sir)

Minggu, 07 September 2008

Dengan Umak
Adit dan Ana
Nurjanah, Adit, Ana, Lia, Nasir
Di rumah Bibi Sofiah di Jalan Majapahit, Kertapati Palembang
Aku dan

pribadiku2

Bersama Jend (Purn) Ryamizard Ryacudu di kediamannya Ana dan Adit di Kolam Lumban Tirta
Bersama Hj Maphilinda, istri Gubernur Sumsel H Syahrial Oesman
Adit dengan back ground Ampera berkabut
Ana mengenakan masker karena pekatnya kabut

pribadi

Bersama tokoh sumsel di rantau kemala motik
Bersama mantan Gubernur Sumsel H Ramli Hasan Basri
Bersama Raja Kuis, Helmi Yahya di kantornya Triwarsara Jakarta
Bersama mantan Menkop H Ali Marwan Hanan, di Kantor DPP PPP

Bersama Taufik Kiemas di Pom Bensinnya di Jakarta

pribadi

Bersama Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR RI
Bersama rekan-rekan di Bisnis Indonesia perwakilan Pekanbaru

Saat Umroh
Bersama mantan Gubernur Sumsel H Rosihan Arsyad di kediamannya






jurnalis investigatif

M Nasir mengikuti diskusi jurnalisme investigatif

kataman quran

Ana ikut kataman quran se-Kota Palembang dilaksanakan BKPRMI di GOR Sriwijaya Palembang.
Temannya Ana
Temannya Ana juga
Juga temannya Ana
Peserta terbaik mengkhatam Quran di panggung
Dan teman-teman
Bersiap....
Ana
Bersama teman dan ustazdah
Ana
Temannya jugo

Ana dan Papanya usai kataman Alquran juga......


Ana dan mamanya usai mengikuti kataman Alquran se-Kota Palembang di GOR Sriwijaya September 2008.



pamen ancam wartawan

Pamen Polisi Ancam Wartawan dengan Senpi

Palembang:

Kesal dengan aksi kebut-kebutan di jalan raya,membuat seorang oknum perwira menengah (Pamen) di jajaran Kepolisian Resor (Polres) KotaLubuklinggau bertingkah ala koboi.

Tak hanya menembakkan senjatanya, tindakan tak terpuji juga dilakukan si oknum kepada salah seorang wartawan harian lokal Media Musirawas (MM), bernama Imran Alkhudrie alias Boim, yang kebetulan berada di lokasi dan sempat mengabadikan aksi sang oknum saat meletuskan tembakan ke udara.
Menyadari aksinya diabadikan,sang oknum naik pitam dan memarahi Boim. Sang oknum bahkan hendak merampas kamera Boim yang saat itu sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Oknum Pamen berinisial ED tersebut, Sabtu (6/9) sekitar pukul 23.00 WIB,berbuat arogan dengan cara menembakkan senjata api (senpi) revolver miliknya secara membabi buta dengan tujuan membubarkan aksi kebut-kebutan kendaraan roda dua dan para remaja yang bermain petasan di seputaran Lapangan Merdeka, Kota Lubuklinggau.

Sontak, aksi koboi Pamen berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) dalam razia gabungan itu membuat puluhan remaja dan pedagang di sekitar lokasi langsung kocarkacir. Dengan ketakutan yang amat sangat,para warga mencari tempat teraman karena takut menjadi sasaran peluru nyasaroknum bersangkutan

Merasa di bawah tekanan, akhirnya Boim pun terpaksa menghapus hasil dokumentasinya saat itu juga. ”Aku waktu itu tidak bisa berpikir lagi dan hanya minta maaf sama dia (oknum perwira). Dia juga sempat membentak aku dengan keras serta mengacungkan senpinya ke arah kaki aku,”ujarnya. Boim juga menyebutkan, setelah menghapus foto jurnalistik tersebut, sang oknum Pamen sempat meminta maaf kepadanya di hadapan wartawan yang lain.

Kepala Polres Lubuklinggau Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yohanes Soeharmanto, mengatakan, aksi koboi salah satu anggotanya tersebut dengan melepaskan tembakan ke udara dilakukan semata-mata untuk membubarkan aksi kebut-kebutan di depan Lapangan Merdeka serta menertibkan para remaja yang tiap malam bermain mercon di dekat Masjid Agung.Mengenai tindakan anggotanya terhadap salah seorang wartawan MM, Kapolres mengatakan, seharusnya wartawan bersangkutan bertanya dulu kepada petugas di lapangan dan jangan mengambil gambar tidak pada tempatnya. ”Kita di sini sama-sama punya etika dan harus saling menghormati,” tuturnya.

Pimred MM, H FJ Adjong kepada wartawan mengatakan tidak bisa menerima perlakuan pamen terhadap wartawannya. Menurutnya, tidak ada juga etika yang mengharuskan fotografer mesti minta izin dahulu mengambil foto di tempat umum.

Kasus ini, menurutnya telah dilaporkan ke Kapolri, Kapolda, Dewan pers dan pihak terkait lainnya untuk dituntaskan. Dan jangan sampai terjadi serta terulang lagi aksi pengancaman terhadap jurnalis saat melaksanakan tugas profesinya. (sir)

pilgub sumsel

KPUD Sumsel belum menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara PIlgub Sumsel yang dilaksanakan Kamis (4/9). Namun berdasarkan penghitungan cepat tiga lembaga survey, masing-masing kandidat mengklaim sebagai pemenang karena dua lembaga menggunggulkan pasangan Alex Noerdin -Eddy Yusuf (Aldy) dan satu lembaga lainnya memenangkan pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya (Sohe). Masing-masing di kediaman kandidat dipenuhi karangan bunga. Tampak dua orang pelajar melintas di halaman rumah pribadi Alex Noerdin di Jalan Merdeka Senin (8/9). Kandidat ini dalam kampanyanye menjual isu sekolah gratis dan pengobatan gratis.

Pilgub Sumsel

Suara Tidak Sah dan Golput 1,4 Juta


Palembang:

Hingga Minggu malam (7/9) berdasarkan tekapitulasi semantara KPUD Sumsel Tingkat partisipasi pemilih 3.631.961 (71,36%) dari jumlah mata pilih yang disahkan KPU Sumsel sebanyak 5.089.536. Diketahui, ada 1.457.575 (28,64%) suara tidak sah dan golput (tidak menyalurkan hak suara sama sekali). Namun, panitia belum bisa merinci riilnya jumlah yang golput dan jumlah yang tidak sah.

Saat ini, tujuh KPU kabupaten/kota sudah melakukan pleno rekapitulasi suara pemilukada gubernur dan wakil gubernur 4 September lalu. Masing-masing, Musi Rawas (Mura), Empat Lawang, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ulu (OKU), Lubuk Linggau, OKU Selatan, dan Kabupaten Lahat.

“KPU Sumsel hanya melakukan rekap berdasarkan hasil perhitungan KPU kabupaten/kota. Nantinya, kami akan menghadirkan Ketua KPU, Panwaslu, dan pihak-pihak yang menandatangani berita acara. Jadi, kotak suara tidak ikut serta dibawa,” kata Ahmad Bakri, anggota KPUD Sumsel.

Hasil pleno tujuh KPU kabupaten/kota tersebut menunjukkan pasangan nomor urut 1 Aldy sementara unggul dari pasangan Sohe.

Rincian raihan suara masing-masing kandidat, di Musi Rawas pasangan Aldy mendapatkan 127.803 suara, Sohe 117.825. Empat Lawang Aldy 78.865, Sohe 23.536; Muba Aldy 207.142, Sohe 54.261. Lalu, OKU pasangan Aldy mendapatkan 73.141, Sohe 84.053; Lubuk Linggau Aldy 42.121, Sohe 43.410; OKU Selatan Aldy 84.295, Sohe 79.124 suara. Terakhir, Lahat Aldy meraih 105.231 suara, sedangkan Sohe hanya 81.143.

Meski demikian, perbedaan suara dua kandidat ini diperkirakan sangat tipis. Memang, jumlahnya masih dapat berubah karena belum dibawa dalam rapat pleno di delapan kabupaten/kota lain.

Dari data PPK di delapan daerah tersebut, pasangan Aldy memperoleh dukungan 1.148.474 suara. Sedangkan, suara Sohe 1.281.537. Suara tersebut tersebar di Palembang, Aldy mendapatkan 331.929, Sohe 368.241. “Rencananya rekap suara 16 PPK itu akan kita plenokan pukul dua siang (14.00 WIB),” kata anggota KPU Kota Palembang, Rosydah M Rozali, tadi malam.

Kemudian di Ogan Ilir, yang juga baru akan diplenokan hari ini. Di daerah Mawardi Yahya, ketua DPD Partai Golkar OI itu, pasangan Aldy mengumpulkan 92.815 suara. Kalah tipis dari Sohe dengan 95.719 suara.

Lalu, di Ogan Komering Ilir (OKI). Rekap per PPK, Aldy meraih 172.111 suara, sedangkan Sohe 187.527. Prabumulih Aldy kalah telah dengan 27.429 suara, sedangkan Sohe unggul 47.390 suara. Sebaliknya di daerah basis Sohe Muara Enim. Aldy malah menang dengan 182.700 suara. Sementara Sohe meraih 154.117 suara. Berikut di OKU Timur, pasangan Aldy hanya mendapat 110.991 suara, Sohe 224.395.

Dua daerah terakhir, Banyuasin dan Pagar Alam Aldy unggul. Masing-masing 188.638 suara dan 41.861. Sohe kalah dengan 179.864 suara dan 24.303.
Melihat perolehan suara hasil pleno KPU dan rekap PPK, pasangan Aldy sementara unggul dengan 1.867.072 suara (51,41%). Jumlah suara Sohe 1.764.889 (48,59%).

Sementara hasil quick count yang dilakukan tiga lembaga survey menunjukkan hasil berbeda. Dengan selisih suara yang juga tipis. Dua lembaga, Lembaga Survey Indonesia (LSI), menunjukkan pasangan Aldy unggul 52,34 persen dan Sohe 47,66 persen dan Lingkaran Survey Indonesia-Jaringan Isu Publik (LSI-JIP) mencatat kemenangan untuk pasangan Aldy dengan hasil pasangan Aldy mengungguli pasangan Sohe dengan perolehan 51,22% dan 48,78%. . Dan satu lembaga survey, Puskaptis mengunggulkan pasangan Sohe. Sehingga masing-masing kubu kandidat mengklaim sebagai pemenang.Menurut lembaga ini pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya unggul sebesar 51,11 persen dari saingannya Alex Nerdin-Eddy Yusuf (Aldy) yang memperoleh angka 48,89 persen.

Pendukung Sohe Duduki KPUD

Ratusan anggota tim sukses (timses) pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur nomor urut 2 Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE) menduduki Kantor KPUD Sumsel semalam. Anggota KPUD sendiri tidak ada di tempat, sementara aparat keamanan terus berjaga-jaga. Hingga pukul 23.00 WIB, situasi masih aman terkendali. Mereka mendatangi KPUD sejak siang kemarin. Massa bermaksud meminta kejelasan tentang hasil penghitungan dan rekapitulasisuaradarisejumlahKPUD kabupaten/kota yang sudah masuk ke KPUD Sumsel. Namun, tidak satu pun anggota KPUD berhasil ditemui.

Selain aparat dari satuan Brimob Polda Sumsel yang memang bersiaga di kantor KPUD,beberapa aparat dari Satuan Samapta Poltabes Palembang juga tampak mulai berdatangan karena adanya isu massa demonstran yang mendatangi KPUD Sumsel.

Koordinator Aksi Timses Pasangan SOHE Toni Siahaan mengatakan, pihaknya berencana menduduki KPUD Sumsel untuk menghindari terjadinya penggelembungan suara. Toni menuntut agar KPUD melakukan pemilihan ulang di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). (sir)