Jumat, 28 November 2008

palembang banjir




Ratusan Rumah Terendam Banjir

Palembang:

Ratusan rumah di beberapa kawasan dalam kota Palembang rterendam banjir sejak Sabtu dinihari (29/11). Kedalama air bahkan ada yang mencapai 75 cm atau setinggi pinggang orang dewasa.

Hujan deras yang turun sejak Jumat malam membuat air menggenangi berbagai wilayah. Pemantauan, banjir menrendam ruma warga di kawasan Sekip dan Kelurahan 20 Ilir serta Pakjo.

Juga beberapa jalan di kawasan tersebut seperti Jalan Maysabara dan Mayor Ruslan terendam air dengan ketinggian mencapai setengah meter. Akibatnya tidak sedikit kendaraan yang mogok. Beberapa sekolah juga terpaksa diliburkan karena ruang kelas terendam banjir.

Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga karena air semakin tinggi. Di rumah Ny Nurjanah, warga Sekip, dipannya bahkan sampai terendam. Bukui-buku dan pakaian serta alat elektronik banyak yang tenggelam karena tidak menyangkan banjir akan datang lagi.

“Sehari sebelumnya kami baru membereskan dan membersihkan rumah dari bekas banjir. Tidak menyangka, hari ini banjir datang lagi bahkan lebih tinggi,” ujarnya.

Puluhan warga lainnya juga mengalami hal sama. Sampai saat ini belum ada, pihak dari Pemerintah Kota palembang yang meninjau lokasi banjir. Padahal, di bebrap kawasan, warga mengalami kesulitan kembali ke rumah. Terutam di pinggiran sungai.

Mereka mengharapkan perhatian dan bantuan dari pemerintah, seperti perahu karet ataupun makanan yang siap saji. Karena saat ini mereka tidak bisa masak. Soalnya, dapur pun tenggelam.
Saat ini, warga cemas hujan bakal turun. Kalau saja hari ini kembali hujan, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana rumah mereka. (sir)

Minggu, 23 November 2008

mura agropolitan





Mura Menuju Exciting of Sumatra



Komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) untuk menjadikan kabupaten tersebut sebagai exciting of Sumatra atau daerah yang bergairah dan mengasyikkan untuk investasi kini sudah di depan mata. Pembangunan di berbagai sektor terus dilakukan di daerah yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah miskin, dengan lima distrik agropolitan sebagai motornya.

KABUPATEN Musi Rawas (Mura) terletak di sebelah barat Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Sekitar 75% dari total luas wilayah Mura atau sekitar 1,23 juta hektare lebih luas dari Provinsi Bengkulu (Provinsi tetangga Kab. Mura) merupakan lahan yang dapat dimanfaatkan, baik dari migas maupun untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.

Kabupaten ini terletak di posisi 102°07’00”-103°40’10” BT dan 2°20’00’’-3°38’00’ LS serta berbatasan dengan Prov. Jambi, Sebelah Selatan dengan Kab. Lahat dan Kab. Lintang Empat Lawang, sebelah barat perbatasan dengan Kota Lubuk Linggau dan Prov. Bengkulu serta sebelah timur dengan Kab. Muara Enim dan Kab. Musi Banyuasin (Muba).

Kini jumlah penduduk Mura mencapai 491.558 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,5% serta didukung 19 Kecamatan dan 19 Kelurahan serta 242 desa.

Dengan wilayah yang cukup luas dibanding Bengkulu, Mura pun patut bersyukur, sebab Mura dikarunia berbagai sumber daya alam (SDA) yang cukup potensi dan berlimpah.

Namun selama ini masyarakat Mura ternyata belum termasuk kategori sejahtera dan bersifat paradoks. Oleh karena itu di era pemerintah Bupati Mura yang saat ini dijabat Ridwan Mukti kondisi tersebut tahap demi bertahap mulai dikikis.

Untuk mendukung pembangunan Mura, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun mulai digenjot, dari semula pada 2005 hanya sekitar Rp5 miliar per tahun, kini PAD bisa mencapai Rp40 miliar lebih, demikian pula dengan APBD yang dulunya hanya Rp300 miliar, pada 2009 diusulkan sekitar Rp1,5 triliun dengan tujuan agar pembangunan di segala lini, baik infrastruktur pendukung, maupun kesejahteraan masyarakat dapat lebih memadai.

Ada beberapa unggulan SDA Mura yang dapat mendukung kemajuan kabupaten ini, yakni energi (minyak, gas dan batubara). Hal ini berdasarkan dengan eksplorasi di Bumi Mura mengandung minyak mentah (cruide oli) sebanyak 83,871,60 MSTB dan gas alam 1.563,01 BSCF, sementara untuk deposit batubara terdeteksi mencapai 1.235 juta ton.
Tentunya bila SDA batubara tersebut dieksploitasi 10 juta ton per tahun atau 27.400 ton per hari, baru akan habis diperkirakan 120 tahun lebih, sementara SDA gas 48% merupakan cadangan nasional yang ada di Sumsel, dari jumlah itu 85% masih terdapat di Mura.

Sedangkan untuk SDA non migas sendiri Mura, memiliki komoditas unggulan karet dengan total area seluas 226.034 hektare (pada 2007) atau terluas di Sumsel, kebun karet seluas rata-rata 125.247,7 ton per tahun sebagian besar dikelola rakyat.

Dan komoditas unggulan lainnya, yakni sawit dengan total luas lahan mencapai 92.862,5 hektare dengan menghasilkan rata-rata 1.412.332,7 ton cruide palm Oil/CPO, bahkan pada 2007 lalu luas lahan sawit bertambah menjadi 96.097 hektare.

Mura pun memiliki lahan pertanian padi begitu luas dengan areal lahan tanam mencapai 59.828 hektare dan luas panen mencapai 56.594 hektare dengan produksi 236.886 ton per tahun. Dengan kondisi ini Mura bisa mengalami surplus beras sebesar 85.492 ton per tahun.

Kini dengan kondisi luas lahan padi dan produksi bisa surplus itu, maka Mura tengah membangun saluran Irigasi Bendungan Muara Lakitan Selangit, dan termasuk terbesar nomor dua di Sumsel. Rencananya akan digunakan untuk mengairi sawah baru seluas 50.000 hektare yang diharapkan ke depan dapat menghasilkan sekitar 500.000 ton beras. Pembangunan saluran itu saat ini tengah terealisasi fase I, diperkirakan tahun depan memasuki fase II dan tiga.

Bukan itu saja, Mura juga memiliki potensi di sektor perikanan, hal ini bisa sinergi dengan dibangunnya irigasi tersebut, karena memungkinkan masyarakat Mura dapat membudidayakan ikan kolam air tenang dengan luas areal 872,8 hektare dan produksi mencapai 8.120.63 ton dan untuk benih ikan mencapai 120.325.570 ekor.

Selain itu SDA diatas Mura termasuk salah satu penghasil kayu akasia untuk digunakan bahan baku industri pulp dan paper dengan luas kawasan lahan 631.104 hektare, sementara hutan konservasi (TNKS) hanya 251.252 hektare dan hutan lindung 1.842 hektare.

Hutan produksi tetap mencapai 301.453 hektare,hutan produksi terbatas mencapai 26.480 hektare dan hutan produksi konversi 50.072 hektare. Bahkan bukan itu saja, disektor pariwisata pun Mura siap mengembangkannya dengan membangun infrastruktur potensi pariwisata SDA yang bisa di jual, seperti Goa Napal Licin, Danau Raya, Danau Suka Hati, Danau Gegas dan wisata alam untuk arum jeram di Sungai Rawas.

Melihat kondisi SDA yang memadai itu, tidak mungkin harus didukung infrastruktur yang memadai, maka keseriusan untuk menjadikan Mura salah satu gerbang investasi di wilayah barat tersebut, komitmen Bupati Mura, Ridwan Mukti terus melakukan pembangunan yang hingga kini terus berlanjut.

Sehingga apa yang diharapkan untuk menarik investasi dari seluruh investor baik lokal maupun asing dapat terwujud, hal ini tentunya agar mereka (investor) memiliki akse ke daerah tujuan.

Infrastruktur yang tengah dibangun tersebut, seperti perluasan run way lapangan terbang Silampari dari dulunya hanya 900 meter, kini akan diperluas menjadi 2.000 meter yand diharapkan dibandara tersebut dapat mendarat pesawat Boeing 737 pada 2009.

Saat ini, infrastruktur tranfortasi darat, seperti pembangunan jalan dalam kota pun tengah dilakukan, bahkan rute darat (jalan nasional) pun terus diperbaiki. Selain itu Mura pun tengah sarana dan prasarana, seperti pembangunan gedung pusat pemerintahan dan pertokoan, terminal, pusat pergudangan dengan pengembangan empat distrik (kawasan) agropolitan dan satu agropolitan center.

Kembangkan Agropolitan Center
Keseriusan Pemkab Mura yang dikomandoi Bupati Ridwan Mukti dan Wakil Bupati Mura Ratnawati Ibnu Amin untuk membangun bumi Mura terbukti nyata, sebab saat ini ada lima distrik Agropolitan dan satu pusat agropolitan tengah dibangun. Hal ini tentunya komitmen dua pasangan tersebut untuk mendukung dan meningkatkan kesejahteraan serta pertumbuhan perekonomian masyarakat dengan pola berbasis agraris.
Agropolitan sendiri, yakni kota pertanian tumbuh dan berkembang yang mampu memacu berkembangnya sistem dan usaha agribisnis, sehingga dapat melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya.

Kawasan agropolitan terdiri dari Kota pertanian dan desa-desa sentra produksi pertanian yang ada di sekitamya, dengan batasan yang tidak ditentukan oleh batasan administrasi pemerintahan, tetapi lebih ditentukan dengan memperhatikan skala ekonomi yang ada. Dengan kata lain, kawasan agropolitan adalah kawasan agribisnis yang memiliki fasilitas perkotaan.

Tidak itu saja, agropolitan tersebut dilengkapi berbagai sarana dan prasarana agribisnis yang mernadai (pasar, bank, BPP, koperasi, terminal, pergudangan dan lain-lain). Bahkan sarana dan prasarana umum yang memadai (transportasi, listrik, telekomunikasi, air bersih, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan lainnya) dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup, SDA, Sosbud dan keharmonisan hubungan kota agropolitan,.

Agropolitan tersebut terdiri dari lima distrik dan satu pusat agropolitan dengan didirikan di areal lahan dengan total 99 hektare. Masing-masing distrik dibangun di areal lahan sekitar 5 hektare dan pusat agropolitan rencananya dibangun di atas lahan sekitar 74 hektare dengan menelan biaya hingga selesai 100% diperkirakan mencapai Rp1 triliun.

Kelima kawasan Agroplitan tersebut, yakni Megang Sakti, Simpang Terawas, Simpang Semambang, Simpang Nibung, Muara Beliti dan Agropolitan Center.

Sementara pengembangan Agropolitan Center tepatnya di Kecamatan Muara Beliti merupakan Ibukota Kabupaten ini, nantinya juga akan mencerminkan pengembangan kota yang pesat.

Sebab konsep dari Agropolitan Center ini sendiri ternyata menjanjikan, karena satu pembentukan miniatur kota metropolitan atau kota metropolitan dalam skala kecil. Hal ini untuk menunjang investor dalam menanamkan modalnya. Selain itu masing-masing distrik juga akan lebih nyaman karena dilengkapi dengan sarana rekreasi.

Yang lebih penting lagi dengan adanya lima distrik itu, secara otomatis akses ke daerah akan lebih lancar. Sebab dari Agropolitan Center ke lima distrik ini jalur, khususnya jalan yang dibuat lebih terencana. Dengan demikian akses ke arah yang selama ini menjadi permasalahan bisa teratasi.

Apalagi infrastruktur jalan untuk menuju kawasan agropolitan tersebut tengah dibangun dan Pemkab Mura pun pada 2009 mengusulkan dana untuk infrastruktur pada 2009 mencapai Rp232 miliar. Dana tersebut selain membangun jalan akan digunakan juga untuk perbaikan jembatan akses di lokasi itu.

Dana tersebut dibagikan merata untuk menunjang akses di lima distrik dan satu pusat agropolitan tersebut dengan masing-masing alokasi sebesar Rp14 miliar, sementara pusat agro sendiri dari alokasi dana yang diusulkan pada 2009 itu, akan digunakan untuk pusat agro sekitar Rp19 miliar dengan target penyelesaian jalan sepanjang 19 km x 7 meter dengan daya tahan beban 20 ton.

Pembangunan pembangkit
Selain membangun agropolitan, program Mura juga, yakni memanfaatkan SDA migas dengan rencana membangun beberapa pembangkit, seperti 2x7 Mega Watt (MW) di Kecamatan Muara Lakitan yang studi kelayakan sudah dilakukan pada 2005,

Diharapkan pembangkit yang digarap swasta dan BPPT sudah siap digunakan pada 2009, pembangkit 2x100 Mega Watt di Kecamatan Muara Lakitan dengan target pembangunan fisik pada 2009, pembangkit 2x600 MW di Kecamatan Rawas Ilir dengan target fisik 2009-2010 dan PLTG di Kecamatan Sukarya dengan kapasitas 2x50 MW dengan target pembangunan fisik 2008.

Infrastruktur lainnya, yakni jaringan rel kereta api yang rencananya akan menembus pelabuhan di Bengkulu untuk menunjang pengangkutan batubara.

Selain pembangunan fisik, Pemkab Mura tidak lupa melupakan pembangunan disektor pendidikan dan kesehatan masyarakat. Dalam membangun pendidikan benar-benar-benar digenjot, yakni terciptanya ekselerasi mengejar ketertinggalan, selain merekrut pengajar baru, mendorong para pejabat di jajaran Pemkab untuk ikut mengajar dan membentuk satgas wajib belajar sembilan tahun.

Hasilnya, APK pada 2007 menjadi 111,52 ditingkat SD, dan SLTP APK naik rata-rata 90,6, bahkan kenaikan tajam pada SMU mencapai 50,75, Bahkan buta aksara hingga kini dapat ditekan, berdasarkan sensus penduduk hanya sekitar 1,82%.

Dibidang kesehatan juga terus ditingkatkan dengan menambah posyandu di pedesaan, dibeberapa kecamatan pun Mura mempunyai 24 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit (RS) disetiap kecamatan dilengkapi ambulance.

Hal ini dibuktikan dengan tingkat kematian ibu melahirkan menurun tajam dari 447/100.000 pada 2005 menjadi 203/100.000 pada 2007, demikian kematian bayi pada 2005 mencapai 42/100.000 menjadi 6,6/100.000 pada 2007.(

Sabtu, 22 November 2008

wisata Musi Rawas





Lima Kunci Kembangkan Pariwisata Daerah

Pengembangan potensi wisata daerah, di manapun daerah itu berada, harus mengembangkan lima strategi pokok sehingga para wisatawan tergerak untuk mendatangi daerah tersebut.
Lima strategi pengembangan pariwisata daerah itu diantaranya, membangun desa-desa wisata, menggali dan mengemas produk wisata yang akan ditawarkan , dan satu desa satu produk unggulan. Di sisi lain, daerah selalu menampilkan potensi dan keunggulan daerah, tiap tahun ada festival tradisional, dan menggerakkan pariwisata “Poelang Kampoeng.”
Bupati Musi Rawas, Ridwan Mukti mengatakan, pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Sektor ini merupakan pekerjaan semua instansi terkait, lintas daerah dan lintas sektoral.
Pengamatan secara cermat terhadap perjalanan pariwisata Indonesia menurut Bupati Ridwan Mukti, menunjukkan, bahwa industri pariwisata nasional tidak dibangun di atas fondasi pariwisata lokal yang senyatanya memiliki sumberdaya utama.
Dengan kata lain katanya, kebijakan dan program pariwisata yang didisain tidak berbasis pada kebutuhan masyarakat lokal, katakanlah untuk memperoleh tourism experience, melainkan didasarkan pada kebutuhan wisatawan wisman. Ekonomi pariwisata dibingkai untuk merespon permintaan wisman, bukan sebagai stimulus dan antisipasi pengembangan perilaku wisata (tourism behaviour) masyarakat lokal.
Fakta itulah katanya, yang mencuat ketika banyak pihak merasa sukses membangun image terhadap produk wisata nasional di pasar dunia. Pebisnis wisata seperti tidak lelah dan kemudian tampil di berbagai event untuk menjual produk-produk wisata unggulan. Badan pariwisata internasional pun terus memprovokasi pemerintah agar menangkap peluang Indonesia sebagai destinasi wisata andalan di kawasan Asia Pasifik. Bahkan para ahli terpukau dengan sanjungan yang membius, bahwa Indonesia kelak akan jadi surga bagi wisman kalau potensi wisatanya dikembangkan sesuai dengan selera globalisasi.
Menurut Ridwan Mukti, ada dua tantangan strategis yang dihadapi oleh pariwisata daerah dan membutuhkan penanganan yang serius. Pertama pengembangan infrastruktur pariwisata yang secara riel menjadi kebutuhan wisatawan lokal. Fakta telah membuktikan bahwa penyediaan fasilitas pariwisata lokal ini seringkali dilakukan tanpa pengetahuan tentang – atau kebutuhan dan permintaan – pasar lokal.
Ke dua pembentukan pasar lokal yang potensinya cukup besar. Diakui atau tidak, fasilitas pariwisata yang tersedia akan mubazir tanpa adanya wisatawan yang akan menggunakannya. Jelasnya, membangun pariwisata daerah tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas dan atraksi semata, tanpa menciptakan pasar wisatawan yang akan mengonsumsi atraksi tersebut.
Dalam hal ini ujarnya, perlu diberikan perhatian khusus tentang yang kedua. Pemutusan tali ketergantungan pada pasar wisman dan kemudian memobilisasi pasar wisatawan lokal merupakan agenda pengembangan pariwisata daerah yang sangat desisif. Kebijakan pariwisata seharusnya disusun untuk menciptakan terobosan baru tentang pembentukan pasar (market formation) lokal dengan efek magnitude yang besar. Efek tersebut tidak hanya menyangkut mobilitas penduduk di daerah untuk melakukan perjalanan wisata, tetapi juga menciptakan peluang-peluang ekonomi dan pemberdayaan masyararakat secara optimal.
Untuk merealisasi hal ini, menurut Ketua Pusat Kajian Pariwisata, Universitas Pancasla Jakarta, Oka A. Yuti pihak daerah perlu menggali potensi pariwisata yang dimiliki daerah, dan mengembangkan pariwisata berdasarkan prioritas.
Di sisi lain daerah perlu memberi penyuluhan pada masyarakat, meningkatkan kompetensi dan profesional SDM pariwisata, dan menyusun perencanaan strategis pengembangan pariwisata daerah. Disamping menyusun anggaran pengembangan sesuai prioritas perencanaan pengembangan tiap tahun.
Oka menyungkapkan hal ini ketika menjadi pembicara pada Lokakarya Pengembangan Pariwisata Berbasis Pasar Wisata Lokal ( Menerobos Kemacetan Perkembangan Pariwisata Daerah) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas di Lubuklinggau kemarin.
Menurut dia, potensi wisata daerah, bisa menjadi penggerak perekonomian daerah, serta dapat membangun pusat-pusat pertumbuhan dan memberi peluang kesempatan berusaha. Di sisi lain, mengurangi pengangguran, dapat meningkatkan penerimaan pajak, PAD dan kesempatan membangun infrastruktur perekonomian.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Musi Rawas, Retno Trapsilowati, di Kabupaten Musi Rawas, terdapat empat lokasi wisata yang saat ini tengah dikembangkan. Diantaranya, Goa Napalicin, Danau Raya, Danau Suka Hati, dan Danau Gegas . Objek wisata ini merupakan 20 dari potensi wisata yang ada di daerah ini. (sir)

Agropolitan Mura

5 Distrik Agropolitan Dibangun di Mura

Lubuklinggau:
Pemerintah Kabupaten Musirawas (Mura), Sumatra Selatan membangun 5 agropolitan dan satu pusat (central) agropolitan di atas ereal lahan seluas 99 hentare (he) dengan dana yang dibutuhkan senilai Rp1 triliun guna mendongkrak petumbuhan ekonomi rakyat setempat.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi di Mura terus meningkat sehingga dapat menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mura di masa mendatang,”ungkap Bupati Mura, Ridwan Mukti,kemarin.

Kelima distrik agropolitan dan satu sentral agroplitan tersebut, jelasnya, yakni distrik agropolitan Simpang Nibung, Simpang Tarawas, Prabumulih II, Sakti, Simpang Semambang serta central agropolitan di daerah Beliti yang sudah direalisasikan pembangunannya berbarengan dengan pusat perkantoran pemerintah daerah Kab, Mura.

Dia menyebutkan dari lima distrik agropolitan, tiga distrik dan pusat agropolitan tengah direalisasikan pembangunnya, yakni, distrik agropolitan Simpang Nibung, Simpang Terawas, serta Prabumulih II dan central (pusat) agropolitan Beliti.

Agropolitan tersebut, katanya akan dilengkapi fasilitas terminal, pusat perdagangan dan pertokoan serta pusat pergudangan, sehingga masyarakat setempat setempat nantinya diharapkan langsung memanfaatkan distrik agropolitan di wilayahnya untuk menjual hasil komoditinya.

“Kami jamin masalah harga hasil komoditi diterima oleh pedagang pengumpul akan sesuai keinginan masyarakat setempat, sehingga masayarakat di Mura dapat lebih sejahtera, bahkan perekonomian dapat berjalan,”tuturnya.

Ridawan Mukti menambahkan, ke-5 distrik agropolitan dibangun masing-masing diatas lahan seluas 5 hektare sedangkan untuk pusat agropolitan lahan digunakan seluas 74 hektare dengan total dana seniai Rp1 triliun.

“Dana Rp1 triliun itu hanya sekitar Rp250 miliar dianggarkan dari APBD Mura 2008, namun sisanya akan kita galang dari investor, ”akunya.

Dia menjelaskan pembangunan agropolitan di Simpang Trawas telah dialokasikan anggaran Rp4,1 miliar, Simpang Nibung dan Prabumulih II masing-masing Rp3,6 miliar.

Dianggarkan Rp 232 miliar

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Kab. Mura C.Krisdanarto menambahkan pada 2009 ini untuk mendukung infrastruktur jalan dan jembatan di 5 distrik serta central angropolitan tersebut mengusulkan dana APBD senilai Rp232 miliar

Menurutnya pada 2008 ini PU Bina Marga juga mengangarkan dana sebesar Rp260 miliar untuk digunakan membangun jalan dan jembatan di seluruh kecamatan di daerah tersebut.

”Anggaran dana itu dibagikan merata untuk pembangunan jalan dan jembatan di seluruh kecamatan di daerah ini,”jelasnya.

Kris mengungkapkan anggaran dana 2008 itu yang digunakan untuk pembangunan jalan poros agropolitan center sebesar Rp14 miliar. Jalan poros agropolitan center ini pembangunannya sudah dimulai tahun lalu dengan anggaran senilai Rp21 miliar, dan tahun ini sebesar Rp14 miliar.

Sementara lanjutnya pada 2009 jalan poros agropolitan center ini bakal dianggarkan dana lagi melalui APBD Mura sebesar Rp19 miliar.

Pada 2009, ungkapnya akan menyelesaikan pembangunan jalan poros agropolitan center ini sepanjang 16 km dengan lebar 7 meter dengan sanggup menahan badan jalan 20 ton.
”Nantinya pembangunan jalan poros agropolitan ini diharapkan akses untuk masuk ke kawasan itu bisa lancar, dan sekarang masih tahap pembangunan serta sudah bisa dilalui kendaraan,”imbuhnya. (sir)

Senin, 17 November 2008

6 negara bahas perairan

Enam Negara Bahas Persoalan Perairan dan Daratan


Palembang:
Keberadaan Sungai Musi yang menjadi andalan masyarakat kota Palembang masuk dalam pembahasan para pakar perairan umum dari lima negara.

Ini terungkap dalam kegiatan International Conference on Indonesia Island Waters Tahun 2008 di Aryaduta Hotel, Senin (17/11).

Menurut Ketua Panitia Kegiatan, Dina Mutmainah, lima negara yang hadir yaitu Firlandia, Swedia, Kanada, Jerman dan Perancis. Dari Indonesia dari berbagai perwakilan dengan total peserta yang mengikuti konferensi ini sekitar 250 peserta. Palembang dengan keberadaan Sungai Musi, danau, dan rawanya menjadi tuan rumah dan menjadi pencetus adanya konferensi forum perairan umum ini.

Menurutnya, kegiatan forum yang masuk tahun kelima ini selain membahas keberadaan sungai, rawa dan danau yang masuk dalam perairan umum juga beberapa dampak ekonomisnya. Misalnya Sungai Musi dengan beberapa program Musi Tour dikaitkan dengan program pemerintah Visit Musi 2008 juga masuk dalam agenda konferensi Island Waters 2008.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan,Widi Agoes Pratikto di sela-sela forum ini menyatakan bahwa sedikitnya 10 danau besar di Indonesia rusak yang diakibatkan penggundulan hutan.

Diungkapkanya, danau-danau tersebut kini dangkal, pada waktu musim hujan dia tidak bisa menjadi reservoir (kolam). Justru memberi limpahan banjir.

Melalui forum ini, dia berharap bisa mendapatkan masukan yang merumuskan hubungan antara konservasi, bukan saja masalah habitat yang hidup, tetapi juga sungai atau
perairan umum bisa dikonservasi. (sir)

jamsostek sedih

70% Anggota Jamsostek Tak Aktif Lagi

Palembang:
Sebanyak 325.376 (70%) anggota jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) cabang Palembang tidak aktif lagi. Hal itu terjadi lantaran perusahaan tempat tenaga kerja itu bekerja bangkrut atau anggota tersebut pindah bekerja ke tempat lain sehingga menunggak iurannya.


Kepala Bidang Pemasaran PT Jamsostek Persero Cabang Palembang Kaharuddin Senin (17/11) mengatakan, hingga Oktober 2008, tercatat dari 431.354 orang anggota yang terdaftar hanya sekitar 105.978 orang yang aktif membayar iuran.

“Beberapa di antaranya ada perusahaan yang tutup dan ada tenaga kerja yang pindah ke tempat lain tetapi tidak melapor dan registrasi ulang,”katanya.

Dia menjelaskan, selain peserta Jamsostek aktif sedikit, dari 4.058 perusahaan yang terdaftar di Jamsostek hanya sebanyak 1.497 perusahaan yang aktif membayar iuran. Penyebab status nonaktif terjadi selain karena peserta tidak lagi bekerja, juga karena gaji karyawan yang sudah dipotong tidak dibayarkan ke PT Jamsostek. Untuk diketahui, iuran Jamsostek berasal dari potongan gaji karyawan sebesar 2% untuk program jaminan hari tua.

Perusahaan juga harus menyetorkan iuran sebesar 3,7% dari gaji pegawai yang disetor sebagai tabungan dan dapat diambil setelah pegawai tidak bekerja. Ada pula setoran tunjangan kematian sebesar 0,3% dari gaji. Setoran lain, kecelakaan kerja 0,24%– 1,74% dari gaji tergantung pada bidang usaha. “Konsekuensinya, para peserta tidak aktif hanya bisa mendapat tunjangan hari tua dan tidak akan mendapat jaminan jika terjadi kecelakaan kerja.

Dia juga tidak akan bisa mengikuti berbagai program bagi tenaga kerja yang diselenggarakan Jamsostek, misalnya bantuan kepemilikan rumah,” ujar Kaharuddin. Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumsel Ki Agus Zainuddin mengatakan, jumlah perusahaan yang telah terdaftar sebagai peserta Jamsostek baru sekitar 3.500 dari sekitar 5.481 perusahaan di seluruh Sumsel. (sir)

dulmuluk difestivalkan

Dulmuluk Difestivalkan

Palembang:



Sebanyak 10 sanggar seni teater Dulmuluk di Sumatera Selatan (Sumsel) Senin (17/1) berpartisipasi dalam Festival Seni Teater Dulmuluk Provinsi Sumsel.

Sanggar teater Dulmuluk yang tampil, Alon Jaya, Tunas Harapan, Sri Guna, Sentra Tasik, Tunas Muda, Beringin Jaya, Teratai Atni, Sentra Tasik PGRI, Bintang Sriwijaya,dan Karang Taruna Pemulutan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel Rachman Zeth, menjelaskan, jenis kesenian Dulmuluk perlu mendapat dukungan dalam konteks pelestarian budaya. Pihaknya kini sedang mengupayakan peningkatan intensitas pentas-pentas teater Dulmuluk di tingkatan provinsi hingga kabupaten/kota.

“Kesenian dan kebudayaan daerah membutuhkan ruang publik sehingga mudah dikenal masyarakat dan menimbulkan ketertarikan bagi generasi muda,” ujarnya..

Sementara itu,Ketua Himpunan Teater Tradisional Sumsel Muhsin Fajri menyatakan prihatin dengan minimnya dukungan dalam pengembangan seni budaya daerah, termasuk Dulmuluk.

Karena itu, pembinaan juga harus dilakukan kepada guru-guru kesenian di sekolah-sekolah. Hingga kini, ujar dia, sudah ada 25 sanggar yang sedang dibina. Para anggota dituntut berani tampil dalam setiap pentas seni dan budaya.

”Kisah Dulmuluk sendiri sudah ada sejak abad 18 dan hingga kini ceritanya tetap berkembang di masyarakat. Akan tetapi, dia menyayangkan minat masyarakat yang terus menurun terhadap kesenian daerah ini,” ujarnya.

Kisah dengan penokohan Abdul Muluk yang penuh dengan syair dan nasihat tersebut dikembangkan dengan bentuk lakon semikomedi. Sementara, kisah tersebut bercerita tentang istanasentris dengan dua tokoh utama Zubaidah dan Dulmuluk.

Cerita yang diangkat dengan dua lakon dalam naskah tersebut, lanjut dia, bersifat protagonis kepahlawanan. Dulmuluk juga mengangkat akting dan dialog yang dibawakan secara spontan dan improvisasi. Cerita yang dilahirkan dari cerita Abdul Muluk dan Siti Zubaidah ini diperankan 20–25 pemeran pria/wanita. Adapun bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu (Indonesia),kecuali lawakan (tokoh Khadam) yang mempergunakan bahasa setempat.

Musik, tarian, dan lawakan, merupakan bagian yang sangat integral dalam suatu pertunjukkan. Untuk pergantian babak sendiri ditandai dengan musik atau beremas. (sir)

razia narkoba dapatnya kondom

Razia Narkoba di Sekolah, yang Didapat Kondom dan Film Mesum

Palembang:
Razia mendadak Badan Narkoba Kota (BNK) Palembang yang di-backup kepolisian dan Pol PP di sejumlah SMA di Kota Palembang, Senin (17/11) bukannya mendapatkan narkoba. Petugas justru mendapati kondom di tas dan film mesum yang disimpan dalam ponsel siswa.

Kepala BNK Palembang, Zailani UD SIP yang memimpin langsung razia di SMAN 20 Gandus Palembang, pukul 09.30 kemarin, mendapatkan seorang siswa berinisial Sa (17), kelas 12 IPS 3 yang menyimpan kondom dalam dompetnya. Sa mengaku kondom itu barang titipan teman. “Namun pernyataan Sa ini berubah-rubah, kadang dia menyebutkan hanya sekedar iseng mengantongi kondom dan membawanya ke sekolah,” jelas Zailani.
Sementara di SMAN 3 Palembang, siswa kelas 12 yang bernama Sholahuddin (16), sempat mengancam anggota kepolisian dan beberapa wartawan saat kepergok menyimpan video mesum berdurasi 6 detik dalam ponsel Nokia 7610 yang semula disembunyikannya.
Walhasil, jajaran Poltabes Palembang melalui Kabag Bina Mitra dan Unit Perlindungan
Perempuan dan Anak (PPA) langsung menghapus video dan mendata serta melaporkan penemuan tersebut kepada Kepala Sekolah SMAN 3, Hj Asmawati MM.
Temuan yang tak diduga itu, spontan membuat kspala Sekolah kaget dan menegaskan bahwa siswa yang bersangkutan akan segera dipanggil untuk diproses dengan memanggil orangtuanya.
“Terus terang saya kaget, tentu temuan ini akan segera ditindaklanjuti dengan memanggil orangtua siswa yang bersangkutan,” tegas Asmawati.
Razia video mesum yang dilakukan jajaran Poltabes Palembang selama dua jam dipimpin langsung Wakasad AKP Banyu Dewantoro lebih bersifat pembinaan mental dan akhlak remaja usia sekolah sehingga saat ditemukan video mesum, pemberian hukum disiplin tetap diberikan pihak sekolah, sedang kepolisian sekedar memberikan pembinaan semata.

Tepat pukul 10.00, 12 personil yang terbagi dalam tiga kelompok langsung menyebar memasuki 18 ruang kelas, yakni kelas II dan III. Gerak cepat personil tetap dikalahkan oleh kecanggihan teknologi dan kecepatan tangan para siswa. Terbukti saat dirazia, meski mengaku kaget, rata-rata siswa berupaya menghapus beragam rekaman video yang tersimpan dalam ponsel.
Ketika memasuki ruang kelas III IPS C, Sholahuddin yang duduk di bagian belakang tampak gelisah sambil sesekali menghapus keringat yang memenuhi keningnya. Saat tangan petugas mengambil ponsel merah, dengan rileks dirinya mengatakan bahwa ponsel Ericcson-nya mati karena kehabisan baterai. sedang satu ponsel nokia 7610 miliknya tampak harus dibuka dulu menggunakan password.
“Coba kamu buka, mengapa pakai password segala,” kata petugas.
Dengan cepat, Sholahudin langsung menuntun petugas membuka satu demi satu ponsel layanan yang tersedia. Saat masuk item video ternyata gerak duduk Sholahuddin kian gelisah dengan mimik muka yang memucat. (sir)

Minggu, 16 November 2008

pelajar main film bokep

Pelajar SMA Pagaralam Bintangi Video Porno

Palembang:



Satu dari empat pemain video porno yang menghebohkan masyarakat Kota Pagaralam dalam beberapa hari terakhir Kamis (13/11) diciduk polisi.

Pemain yang ditangkap, yakni AN (15), oknum pelajar SMA Negeri 1 Pagaralam. Sementara, 3 laki-laki lawan main AN dan 1 pria lain yang bertugas merekam adegan syur tersebut hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

Keempat pemuda itu,yakni Ardi (21),Ceper (19),Jimi (22),dan Ari (22).Kesemuanya warga Gang Astra,Simpang Padang Karet,Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kota Pagaralam AKBP K Rahmadi melalui Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) AKP Tri Martono membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap AN ––pemeran wanita dalam video syur berdurasi 33 detik tersebut.

Menurutnya, saat ini, salah satu pemain dalam video tersebut sudah ditahan di Polres Kota Pagaralam guna dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara,empat pemeran laki-lakinya masih dalam kejaran petugas.

Berdasarkan pengakuan AN, lanjut dia, yang merekam adegan tersebut diketahui antara Ceper dan Jimi. Namun, keduanya terlebih dulu melarikan diri sehingga belum diketahui kepastian siapa yang merekam.

”Meski demikian, kami akan mengusut tuntas kasus ini hingga terbongkar siapa dalangnya,”ucap Tri.

Sementara itu,Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pagaralam H Deni Priansyah menyayangkan terjadinya adegan syur yang diperankan warga Kota Pagaralam. Apalagi, para “bintang porno” dalam VCD tersebut masih berstatus sebagai pelajar.

“Kami sangat menyayangkan ada peredaran video mesum di kalangan pelajar tersebut. Sebab, ini dapat merusak moral pelajar yang merupakan penerus bangsa,”katanya. Menurut dia, untuk mengatasi hal ini, peran serta masyarakat sangat diperlukan, khususnya dengan meningkatkan pendidikan moral dan agama di kalangan masyarakat.


Seperti diketahui, warga Kota Pagaralam dalam beberapa hari terakhir dihebohkan dengan beredarnya video syur yang diperankan salah satu oknum pelajar SMA Negeri 1 Kota Pagaralam bernama AN (15). Dalam video berdurasi 33 detik tersebut, AN secara jelas melayani tiga laki-laki sekaligus.

Sementara, satu laki-laki lagi berperan sebagai perekam adegan. Kuat dugaan,adegan mesum mulai dari aksi berciuman hingga membuka seluruh pakaian sambil menggerayangi tubuh siswa itu diabadikan dengan ponsel. (sir)