Senin, 25 Juni 2012

Bus Transmusi ke Unsri Stop Operasional



 *Diharuskan Ngetem
* Halte Diporakporandakan
Palembang:
Lima unit Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi khusus mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) saat ini stop operasional akibat dilarang masuk ke area Kampus Unsri oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Bahder Johan membenarkan, lima unit Transmusi rute Unsri Bukit Besar– Unsri Indralaya saat ini memang tidak dioperasikan sembari menunggu keputusan pihak Unsri.

Sebelumnya bus Transmusi mahasiswa ini sempat beroperasi mulai Senin (28/5). Setelah dua hari berjalan, armada dilarang masuk ke area kampus karena dinilai tidak mengikuti aturan. “Aturan itu dibuat sendiri oleh mereka (oknum yang melarang Transmusi masuk Unsri). Aturannya
,  Bus Transmusi harus ikut ngetem atau antre mengambil penumpang,” kata dia kemarin. Aturan ini jelas berbenturan dengan aturan pihaknya.
Sebab, transportasi massal, seperti Transmusi, tidak boleh lama di halte untuk menunggu penumpang. Tidak hanya itu, semua halte portable yang dipasang di sepanjang jalan Kampus Unsri dijungkirbalikkan orang-orang suruhan sang oknum.

“Untuk menghindari hal
-hal yang tidak diinginkan, akhirnya kami mengambil kebijakan untuk stop operasional Transmusi sementara ini sampai ada keputusan lebih lanjut dari pihak Unsri,” ujar Bahder.
Bahder menyebutkan, selama Transmusi khusus mahasiswa beroperasi, sambutan mahasiswa cukup baik. Apalagi, halte pemberangkatan sengaja disiapkan di empat titik kumpul mahasiswa, yakni di halte Unsri Bukit Besar yang disiapkan 1 unit bus Transmusi, halte BI Syariah Jalan Sudirman 2 unit bus,halte PDAM flyover simpang Polda 1 unit bus, dan halte seberang DPRD Kota Palembang 1 unit bus.

“Semua tentu menginginkan mendapatkan transportasi yang terjangkau dan nyaman. Tapi, kalau seperti ini, tentunya jadi terbengkalai lagi,” katanya. Menurut Bahder, semestinya larangan masuk ke Kampus Unsri tidak dilakukan karena Transmusi tidak mengambil penumpang lain selain mahasiswa. Selain itu,Transmusi pakai sistem point to point.Jadi, armada berangkat dari halte Kampus Bukit Besar langsung ke halte Kampus Inderalaya. Artinya,Transmusi khusus mahasiswa tidak mengambil penumpang dari tempat lain.

“Kami sangat sayangkan ini terjadi.Apalagi,demi melindungi kepentingan segelintir pihak, kepentingan orang banyak jadi terabaikan,” ujar Bahder. Sementara, untuk tiga bus Transmusi berukuran sedang yang sudah lama beroperasi dan melayani penumpang umum,tetap disiapkan untuk berangkat dari Terminal Karya Jaya menuju Kampus Unsri Indralaya.“Sebab, selain untuk meningkatkan pelayanan angkutan umum dalamKota Palembang,Transmusi juga melayani rute Palembang–Inderalaya, Ogan Komering Ilir(OI),”bebernya.

Terpisah, Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra menyayangkan adanya pelarangan bus Transmusi masuk ke Kampus UnsriInderalaya.“Saya harapkan pihak Unsri segera mengambil tindakan, kalau perlu laporkan masalah ini ke polisi.Pemkot Palembang ini hanya membantu untuk melayani transportasi mahasiswa. Tapi,kalau dihalangi seperti ini,kami jadi sulit,”tukasnya.
Sementara itu, Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan (BSTP) Kemenhub Elly Adrianus Sinaga belum lama ini mengatakan,ke depan akan ada pertemuan moda kereta api dan bus kota di Inderalaya, persisnya di area Kampus Unsri.

Selain konektivitas moda transportasi, juga akan dikembangkan sistem satu tiket untuk modabuskota,busair,dankereta api.Bahkan,pihaknya berencana bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan lembaga keuangan untuk yulia
_menjadikan kartu mahasiswa sebagai alat pembayaran transportasi. (**) seputar Indonesia, selasa 26 juni 2012

Jumat, 22 Juni 2012

SFC Puncaki Klasemen Sementara


Palembang, 

Taklukkan tamunya Deltras 3-1, SFC merebut posisi puncak klasemen sementara Indonesian Super League. Sementara dua pemainnya menempati top skor di urutan pertama dan kedua.

Dalam pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Rabu (8/2),tiga gol SFC masing-masing disumbangkan Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs pada menit ke-13 dan ke-41 serta Hilton Moreira pada menit ke-62. Sementara, satu-satunya gol  Deltras dilesakkan Amos Mara Mecket pada menit ke-37.

Ketiga gol itu juga membuat Kayamba dan Hilton memuncaki daftar pemain penyumbang gol terbanyak.  Dua gol yang dicetak Kayamba itu membuat posisinya sebagai top skorer sementara semakin kokoh dengan total 12 gol. Sementara itu, gol Hilton menempatkannya di posisi kedua dengan 9 gol,diikuti Alberto Goncalves, Safee Sali, dan Herman Dzumafo Afandi dengan 7 gol.


Tambahan tiga angka ini membuat SFC kini mengoleksi 25 poin dari 12 laga dan berhasil menggeser Persipura dari tahtanya. Persipura Jayapura kini turun ke peringkat dua dengan selisih 1 angka dan Persiwa Wamena ke posisi dua dengan perbedaan dua angka. Sedangkan, bagi Deltras, kekalahan itu tidak mengubah posisi mereka di peringkat 11 dengan nilai 11 dari 11 laga. Koleksi angka Deltras sama dengan Gresik United, tapi unggul selisih gol.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi SFC untuk melakoni laga selanjutnya dalam tur Sumatera menghadapi PSAP Sigli (Kamis, 16/2) dan PSMS Medan (Senin, 20/2).

Tambahan motivasi ini diharapkan dapat membuat SFC terus melanjutkan tren positif dengan meraih minimal hasil imbang sehingga bisa membawa pulang paling sedikit dua poin. “Tambahan tiga angka ini memang membuat kami berhasil menduduki posisi puncak klasemen sementara, tetapi kita tidak boleh terlalu terlena, karena setelah ini akan bertandang menghadapi dua tim asal Sumatera lainnya. Jika ingin tetap mempertahankan posisi di puncak, minimal kita tidak boleh kalah,” kata Pelatih Kepala SFC Kas Hartadi seusai pertandingan.
 

Hal yang wajar jika Kas membidik hasil terbaik dalam laga tandang nanti. Soalnya, Persipura yang merupakan pesaing SFC dalam memperebutkan posisi terhormat di puncak klasemen akan menjalani dua kali laga kandang menghadapi Pelita Jaya (Rabu, 15/2) dan Persib Bandung (Minggu,19/2). Dengan kondisi seperti ini, kesempatan SFC untuk tetap berada di papan atas cukup berat.

Apalagi seperti tim-tim lain yang telah melakoni laga tandang ke Stadion Mandala, Jayapura, yang menjadi markas Mutiara Hitam, hanya Persiba yang berhasil menahan imbang, selebihnya pulang dengan tangan kosong,seperti layaknya SFC. Di tempat yang sama,Pelatih Deltras Jorg Peter Steinebrunner mengakui keunggulan SFC atas timnya.Menurut dia, sebenarnya timnya mampu mengimbangi dan memberikan perlawanan terhadap SFC. (sir)

Tuntut Lahan yang Dikuasai PTPN VII, Petani OI Demo di Jakarta




Palembang, Sinar Harapan
Tuntut pengembalian lahan mereka yang diserobot PTPN VII,  ribuan petani dari 20 desa di Kabupaten Ogan Ilir (OI) akan ke Jakarta awal Juli .
Selain mendatangi BUMN dan Kantor BPN pusat, ribuan petani ini  yang mengatasnamakan diri Gabungan Petani Pendesak Bersatu (GPPB) itu, juga mendatangi DPR RI.
Upaya mereka ke Jakarta ini diakuinya sekaligus menindaklanjuti rekomendasi yang telah disepakati beberapa waktu lalu dengan Gubernur, DPRD,dan Kapolres OI.
Demikian diungkapkan para petani Jumat (22/6) seusai melakukan pertemuan dengan Walhi dan Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) di Hotel Bumi Asih.
Abdul Muis, seorang warga, mengatakan bahwa  untuk membawa masalah ini sampai ke nasional, pihaknya siap melakukan apa saja. Termasuk bahu-membahu memobilisasi massa dari OI ke Jakarta .“Kami targetkan  jumlahnya lebih 1.000 orang. Brsama-sama siap mendanai itu. Ibu-ibu dan anak-anak juga akan kami ajak turut serta berjuang,” ujar dia.
Indikasi Korupsi
Sekjen KPA Idham Arsyad mengatakan, berdasarkan materi yang sudah dipelajarinya, masalah perebutan lahan antara warga OI dan PTPN VII ini terindikasi kuat mengarah ke korupsi.
Menurutnya, kalau dari 20.000 hektare lahan itu memang benar baru 6.500 hektare yang punya HGU, artinya ini ada indikasi ke arah korupsi. Karena dari 14.000 hektare itu artinya ada penguasaan tanah tanpa hak. Itu tidak ada dalam UU Agraria. Sebaliknya, dengan mengatasnamakan negara, PTPN  sudah mengarah ke tindakan pidana karena menguasai tanah tanpa hak kemudian melakukan usaha di atas tanah tersebut,” tegasnya.
“Yang jadi pertanyaan itu, ke mana larinya pemasukan itu,” kata dia.


Kejelasan
Direktur Walhi Palembang, Anwar Sadat, warga menyatakan, upaya mereka membawa masalah ini ke level nasional tak lain untuk mendapatkan kejelasan masalah perebutan lahan tersebut yang sudah terjadi sejak 30 tahun silam.
“Untuk mengembalikan hak rakyat ini, kita butuh dukungan banyak pihak di pemerintahan pusat, makanya awal Juli nanti kita akan ke Jakarta mendorong pemerintah agar secepatnya menyelesaikan masalah ini,” kata Anwar Sadat..
Sadat mengatakan, agresivitas warga ini bukan tanpa alasan. Mereka menilai apa yang dilakukan PTPN VII di atas tanah warga sudah benar-benar tak bisa ditoleransi karena membuat warga kehilangan tanah sebagai mata pencaharian.
Belum lagi dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas produksi yang membuat warga dirugikan. “Usaha yang dikerjakan PTPN itu separuhnya ilegal, karena dari 20.000 hektare lahan yang dikerjakan baru 6.500 hektare yang memiliki HGU. Nah, kalau usaha itu mereka kerjakan di atas lahan yang tidak ada HGU, artinya tidak ada uang yang masuk ke kas negara,”ungkap dia.
Karena alasan itu pula, ribuan warga dari 20 desa di enam Kecamatan OI menuntut agar tanah mereka segera dikembalikan, berikut tanah-tanah warga yang ada di desa terdekat dengan Pabrik Cinta Manis PTPN VII.
“Tanah itu harapan hidup mereka maka mereka akan terus berupaya agar tanah itu kembali, ”ucapnya.
Sebelumnya, aksi  juga dilakukan pekerja PTPN VII. Sedikitnya 2.000 pekerja PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Unit Usaha (UU) Pabrik Gula Cinta Manis, Senin sore (28/5) melakukan unjukrasa menuntut perhatian dari DPRD Sumsel, Kantor Pemprov Sumsel, dan Polda Sumsel.
Massa yang ikut demo ini sebanyak 2.000 orang," kata Ketua II Serikat Pekerja Perkebunan PTP Nusantara VII Pusat, Endah Arifin Siregar ketika itu. Initinya, mereka memohon perhatian pihak terkait sehingga pendudukan lahan dan penutupan akses ke pabrik warga dapat dihentikan.
Apalagi, pihak PTPN VII mengkalim mereka telah mengalami kerugian milyaran rupiah akibat pendudukan dan penutupan akses menuju pabrik oleh warga. (sir)


Oknum TNI Kodam II Sriwijaya Diduga Timbun Ratusan Ton Solar


Ratusan Ton Solar Timbunan Milik Oknum TNI Digerebek


Palembang, 

Sedikitnya 356 ton solar bersubsidi yang diduga  milik oknum TNI digerebek Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi Pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM), Jumat (22/6).
Pemilik gudang, Serma Rsnd bersama seorang warga sipil, AH  masih diperiksa intensif oleh tim.  Dari lokasi penggerebekan  di Perumahan Bukit Raflesia, Jalan Raflesia, Blok A2, Kelurahan Karya Baru,Kecamatan Alang- Alang Lebar (AAL) Palembang, petugas mengamankan beberapa barang bukti (BB).
Dalam penggerebekan ini, tim satgas  di-back up personel dari Mabes TNI, Mabes Polri, BPH Migas Pusat,Badan Intelijen Strategis (Bais) Pusat serta penyidik PPNS.
Tim gabungan akan melimpahkan kasus ini ke penyidik Polda Sumsel, dan Kodam II Sriwijaya dalam hal ini Denpom II/4 Sriwijaya.  Juru bicara tim gabungan M Fanshurullah yang juga Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi mengatakan,pengerebekan gudang penimbunan BBM solar ini merupakan terbesar dilakukan Tim Satgas Gabungan Koordinasi Pengendalian BBM,hingga pertengahan tahun ini.
Anggota satgas gabungan Kolonel Robianom menambahkan, pihaknya telah mendapatkan data adanya oknum TNI yang diduga terlibat dalam kasus penimbunan BBM ini. ”Kami masih dalami lagi sampai sejauh mana keterlibatan oknum TNI dalam kasus ini.Yang jelas, kasus ini akan kita laporkan ke Mabes (TNI), dan akan kita pisah mana oknum TNI dan yang mana yang bukan.Jika nanti terbukti (ada oknum TNI yang terlibat), kita akan tindak tegas,” ujarnya di TKP.
AKBP M Barly Ramadhany yang juga Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumsel menyampaikan, terkait kasus ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim satgas gabungan. ”Kami  siap menindaklajuti kasus ini lebih lanjut sesuai prosedur berlaku. Setelah didapatkan data dari hasil penyelidikan tim satgas gabungan, kita akan mulai bekerja termasuk memeriksa sejumlah saksi dan mengarah kepada tersangkanya,” ujar Barly di TKP.

Informasi Warga
Penggerebekan ini sendiri, berlangsung setelah tim gabungan mendapatkan informasi dari warga bahwa di wilayah mereka terdapat gudang penimbunan BBM jenis solar dalam jumlah besar.
Sebelum penggerebekan, tim satgas gabungan terdiri dari tim penyelidikan dan penindakan sudah terjun ke lokasi sejak Selasa (19/6) lalu. Setelah didapatkan data yang otentik bahwa di gudang milik PT Musi Sarana Energy itu menimbun ribuan ton minyak solar subsidi, tim penindakan langsung bergerak.
Awalnya anggota tim penindakan sempat dilarang masuk pegawai gudang kantor PT Musi Sarana Energy, dengan alasan  gerbang dikunci bos mereka. “Anggota tak putus asa, dan nekat memanjat pagar beton setinggi sekitar 20 meter yang berada di belakang gudang itu,” tutur M Fanshurullah.

Barang bukti yang diamankan 356 ton solar yang tersebar atau ditimbun dalam lima bunker besar,dalam ruang kantor yang diketahui milik PT Musi Sarana Energy. Tiga bunker lagi yang memiliki kedalaman 10 meter dan lebar tiga meter, lokasinya persis di belakang dan samping kantor.
Solar juga ditemukan di dalam 160 drum dalam gudang bagian belakang kantor, dan di sejumlah mobil tanki masing-masing dengan kapasitas 5.000 liter,12.000 liter, 18.000 liter, dan 20.000 liter, hingga total mobil tanki yang ada di TKP ada 15 unit. Truk-truk itu dicat berwarna biru putih dan bertuliskan PT Agung Pratama Sriwijaya, lengkap dengan logo PT Pumas Petro Lampung dan Pertamina.
Ditemukan juga dua mobil Toyota Kijang LGX dan Innova, yang tankinya sudah dimodifikasi sedemikian rupa, agar bisa menampung BBM dalam jumlah banyak.
Pemantauan,  di dalam kantor sekaligus rumah itu, banyak terpajang foto-foto sang oknum bersama sejumlah pejabat Kodam dan Polda. Tim gabungan belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus ini, dengan alasan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapendam II Sriwijaya Kolonel Arm Jauhari Agus membenarkan ada oknum TNI AD dari berpangkat Serma terlibat dalam kasus ini. ”Saya sudah mendapat laporan dari anggota di lapangan. Tadi juga sudah kami utus anggota Denpom untuk menjemput si oknum itu, untuk diperiksa lebih lanjut terkait kasus ini.Yang jelas,jika dia (si oknum) terbukti, akan ditindak tegas sesuai hukum militer,” ungkap Jauhari dihubungi via telepon.
Soal banyaknya foto perwira menengah (Pamen) di Kodam dan Polri baik yang aktif maupun yang sudah pensiun berfoto bareng dengan oknum TNI tersebut di ruang tamu kantor PT Musi Sarana Energy, Jauhari menegaskan, foto-foto itu tidak ada kaitannya dengan institusi kodam.
Modus
Dari hasil pemeriksaan sementara tim gabungan,diduga kuat modus penimbunan BBM jenis solar ini dilakukan sudah sejak lama.
Caranya, menurut  M Fanshurullah, sejumlah orang sengaja membeli solar bersubsidi di sejumlah SPBU di wilayah Sumsel. Setelah terkumpul, solar-solar itu dimasukkan ke dalam mobil tanki berkapasitas 5.000 liter sampai 20.000 liter.  Solar-solar itu dijual ke pemesan baik perusahaan swasta maupun BUMN yang ada di Sumsel, dengan harga jual solar industri. (sir)



Bocah SD Dicabuli Tetangga

Seputar Indonesia, Sabtu, 23 Juni 2012


Yani, warga Jalan Sosial, Sukarami, melaporkan Martin, 40, tetangganya, ke Polresta Palembang kemarin. Pasalnya, tetangganya itu telah mencabuli P, 7, anak ketiganya, di sebuah rumah kosong di dekat rumahnya,Kamis (21/6).

Yani mengaku tahu anaknya sudah menjadi korban pencabulan karena curiga mendengar anaknya merintih kesakitan saat buang air pagi hari kemarin. Setelah didesak, anaknya yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD) itu mengaku digagahi pelaku. “Setelah mendengar cerita itu, aku langsung membawa anak aku ke sini (Polresta Palembang) untuk membuat laporan,” ujarYanti.

Di hadapan polisi yang menerima laporan tersebut, korban menceritakan peristiwa yang dialaminya. Awalnya, korban tengah bermain dengan empat temannya, salah satu di antaranya anak pelaku. Ketika sedang asyik bermain, muncul pelaku yang langsung menyuruh temanteman korban membeli gorengan. Setelah teman-teman korban pergi, pelaku menarik tangan P masuk ke rumah kosong yang berada sekitar 100 meter dari rumahnya.

Korban kemudian digagahi. Ironisnya,peristiwa itu disaksikan anak pelaku dan temanteman korban yang lain.“Aku ndenger kawan aku ngomong, ‘ngapo ayahmu Din, melukmeluk P (korban) di kamar,” ungkap korban. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya,pelaku mengancam korban agar tidak menceritakan peristiwa tersebut. Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Djoko Julianto mengungkapkan,tersangka sudah diamankan di rumah ketua RT setempat. cr1

Kamis, 21 Juni 2012

Apresiasi Gemilang dan road to Jurnalis Award.

Palembang, 


Apresiasi Gemilang dengan tema Membangun Kreativitas Bangsa dipersembahkan Pemprov Sumsel untuk menyambut penghargaan Piala Citra FFI 2011 dan Piala Terpuji 2012 Film Pengejar Angin di Ballroom Hotel Aston Palembang, Kamis (21/6) malam.

Penampilan Pelukis Pasir Indonesia ini sekaligus membuka malam Apresiasi Gemilang dan road to Jurnalis Award.
 
Hadir dalam acara ini, orang nomor satu di Bumi Sriwijaya Alex Noerdin, sejumlah Pimpinan Media di Sumsel, dan para peserta lomba feature televisi yang turut meramaikan.

Tidak ketinggalan, Sutradara Film Pengejar Angin Hanung Bramantyo beserta sejumlah pemain seperti Matias Mucus, Kausar Hatta Yudana, Agus Kuncoro Adi dan sejumlah artis lainnya.
 
 Acara ini berlangsung meriah dengan menampilkan sejumlah hiburan dan perform pelukis Pasir Indonesia, Dedi Darko.

Pasir di tangan Dedi Darko bisa menceritakan banyak hal. Termasuk mengenai perkembangan singkat Bumi Sriwijaya.

Mengenakan jas dengan mata tertutup, ia menaburkan pasir di permukaan kaca yang di bawahnya sudah terhubung dengan layar monitor sehingga penonton bisa menyaksikan.

Sentuhan pertama dimulai dengan menebar basir membentuk gelombang yang
menjelma menjadi Sungai Musi dengan Jembatan Ampera yang membentang
di atasnya.

Bak nonton di dalam ruang bioskop penampilan pelukis top di Indonesia ini mengundang decak kagum dari undangan yang hadir.

Tidak berhenti sampai di situ. Tebaran pasir juga dibentuk sedemikian rupa hingga berwujud seperti gedung sekolah dengan cerminan program
sekolah gratis.

Gambar ini seolah menceritakan keberhasilan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menerapkan sistem pendidikan yang banyak memberikan kesempatan kepada warga Sumsel untuk bersekolah.

Cerita selanjutnya disampaikan melalui lukisan pasir yang menggambarkan perjuangan Alex Noerdin menuju DKI 1.

Gambar Tugu Monas yang tegak berdiri dengan background para calon dibuat semirip mungkin. Tentu saja dengan gambar Alex yang paling mendominasi dengan progam Tiga Tahun Bisa-nya.

Bangga

Alex Noerdin mengaku sangat bangga atas raihan penghargaan film yang diproduksi di Sumsel, tepatnya di Kabupaten Lahat tersebut.

Menurutnya, ini akan menjadi modal atau motivasi bagi provinsi yang tengah berkembang pesat ini untuk meningkatkan apresiasi perfilman di Bumi Sriwijaya.

“Saya sangat berterimakasih kepada para kru film terutama para pemain dan masyarakat yang ikut mendukung suksesnya film ini. Ini tidak akan berhenti di sini. Kita akan buat film lebih banyak dengan kualitas lebih baik lagi,” ujar Alex.

Alex mengatakan, dunia perfilman di Indoensia harus didorong secara bersama-sama tidak hanya dari pusat melainkan daerah.

Menurutnya, India saja saat ini memproduksi film sekitar 900-an dalam setahun. Sementara Indonesia hanya mampu sekitar 90-an.

Karena itu, film ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kepala daerah di provinsi lain. Sehingga potensi daerah bisa terekspos melalui kreativitas film ini.

“Di Indonesia ada 33 provinsi. Kalau masing-masing setahun menyumbang tiga saja, maka film Indonesia akan kaya,” katanya.

Sementara itu, Hanung Bramantyo mengungkapkan apresiasi terhadap komitmen Pemprov Sumsel yang sejauh ini menjadi satu-satunya daerah yang mendukung penuh pembuatan film di daerah.

Sebagai sutradara, ia merasa cukup puas dan ke depan merencanakan akan menggaraf sebuah film baru lagi.

“Saya tidak bisa menyebut film apa. Karena sejauh ini masih dalam tahap riset. Tapi yang jelas film berikutnya lebih kepada cerita kerajaan dimana dari kerajaan itu lahir pemimpin yang berhasil,” katanya.





Pemenang Feature Televisi

Di pertengahan acara, sejumlah pimpinan media di Sumsel juga didaulat membacakan nominasi dan pemenang Lomba Feature Televisi. Nominasi Editing Terbaik dibacakan Pemimpin Redaksi Sriwijaya Post (Sripo) Hadi Prayogo dengan pemenang Ardiyansah, Sriwijaya TV.

Sementara untuk kategori Video Terbaik dibacakan Pimpinan Pal TV Syafik Gani dengan pemenang Jefri, Feature Terbaik oleh Pemred Palembang Today Oktap Riyadi dengan pemenang Ardiyansah dan Naskah terbaik oleh Pemred Suara Nusantara Agus Rizal dengan pemenang Herdiansyah Saputra dari Mos TV.

SFC Fenomenal, Persija Tak Ada Apa-apanya




Palembang,

Sebagai Gubernur Sumsel yang juga pembina Sriwijaya Football Club (SFC), H Alex Noerdin begitu bangga dengan prestasi yang diraih tim yang bermarkas di Palembang. Sebaliknya, sebagai calon Gubernur DKI, mantan Bupati Musi Banyuasin ini menilai Persija,  tim kebanggaan ibukota, sebagai tim yang tidak apa-apanya.


”Sungguh fenomenal, menyisakan empat pertandingan, SFC sudah mengunci sebagai juara Indonesian Super League (ISL) dengan poin 73,” ujar Alex Noerdin di sela-sela sambutannya usai menerima piala citra dan penghargaan terpuji yang diperoleh Film ”Pengejar Angin” dalam FFI dan Festival Film Bandung beberapa waktu lalu dari para pemain dan sutradara fil tersebut. Acara ini digelar di Hotel Aston Kamis malam (21/6).

Ditambahkan Alex, ini merupakan kebanggaan dan kesuksesan fenomena  yang pernah diraih SFC. Sebelumnya, tim yang dulunya bernama Persijatim ini memang pernah meraih double winner, mengawinkan piala Liga Indonesia dan Piala Copa. Lalu, dua kali berturut-turut menjuarai Piala Copa.

Dan di musim tahun ini, dengan pengelolaan tanpa menggunakan APBD kembali menorehkan hasil gemilang.

”Bandingkan dengan Persija, yang bermarkas di ibukota. Bagaimana mau berprestasi kalau stadion untuk latihan saja tak punya. Berbeda dengan SFC yang punya home base. Mereka mestinya punya level yang jauh lebih tinggi dibanding kesebelasan yang bermarkas di daerah,” ujarnya membandingkan.


Memang, untuk menciptakan prestasi yang mumpuni, lanjut Alex, dibutuhkan pengelolaan yang profesional, transparan, dan serius.  ”Ini dibuktikan oleh manajemen SFC. Tentunya, pemain yang bisa menciptakan prestasi bagus kalau dinaungi manajemen yang juga baik,’ katanya yakin.

Incar LCA


Setelah dipastikan menjadi juara ISL, SFC mengincar  ajang kompetisi yang lebih tinggi yakni Liga Champion Asia (LCA) maupun Piala AFC.

Pelatih SFC Kas Hartadi juga berharap timnya bisa memperoleh kesempatan bermain dikompetisi level Asia seperti LCA. Menurut dia, keinginan itu juga harapan seluruh pemain agar dapat menimba ilmu lebih banyak dan menjajal kualitas tim-tim elite dari negara di Asia.

“Kami sangat berkeinginan berlaga di LCA karena dari ajang itu bisa mendapatkan banyak pengalaman. Bagaimana mekanismenya, diserahkan sepenuhnya kepada yang lebih berwenang,” tambahnya.

Presiden SFC Dodi Reza Alex optimistis, timnya bisa menjadi wakil Indonesia di ajang kompetisi level Asia seperti musim-musim sebelumnya sehingga bisa memperbaiki prestasi tertinggi yang berhasil ditorehkan ketika sukses menembus babak 16 besar Piala AFC musim kompetisi 2009/2010 lalu.  (sir)
 



Ratusan Hotspot Terpantau



Palembang,
Berdasarkan data yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengendalian Kebakaran
Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, selama periode Januari hingga 19 Juni, tercatat ada 395 titik api.


Kasi Kelembagaan pada UPTD Kebakaran Lahan dan Hutan Dishut Sumsel,Salman di ruang kerjanya  mejelaskan bahwa memasuki musim kemarau, titik api terpantau mengalami peningkatan signifikan di 15 kabupaten/kota se-Sumsel. Peningkatan mencolok terjadi pada bulan Juni.

Terpisah, Kepala Stasiun BMKG Kenten Palembang M Irdam mengatakan, musim kemarau segera memasuki puncaknya pada bulan Juli-Agustus.

Tingginya suhu udara pada musimkemarau, katadia,berpotensi memicu kemunculan titik api terutama di lahan gambut. Untuk itu masya-rakat diimbau waspada untuk tidak menyalakan api di sekitar lahan karena dapat menjadi penyebabkan kebakaran,” ingatnya.

Adapun 395 titik api masing-masing 46 titik api pada bulan Januari,17 titik api bulan Februari, 38 titik api bulan Maret, 82 titik api bulan April,89 titik api bulan Mei dan 123 titik api pada bulan Juni 2012.

Ke-395 titik api itu tersebar hampir di semua kabupaten dengan konsentrasi paling banyak terjadi di Kabupaten OKI, Musi Banyuasin (Muba) dan Musi Rawas (Mura). Ratusan titik api itu masih sporadis dan tersebar di hampir semua kabupaten.Yang paling tinggi di OKI,Muba dan Mura, jelas Salman. MenurutSalman, jumlah titik api ini bisa jadi terus bertambah, apalagi jika musim kemarau yang terjadi masuk kategori eksrim.

Kalau benar demikian, kata dia, biasanya akan ada ribuan titik hot spot yang termonitor.Seperti yang sudahsudah keberadaan titik api diprediksi mencapai puncaknya pada bulan September-Oktober. Kalau sudah extreme seperti itu, biasanya titik api yang tersebar akan berpotensi memicu kebakaran lahan dan asap tak jarang hingga ke beberapa negara tetangga salah satunya Malaysia. Tahun lalu sampai ribuan, makanya diadakan hujan buatan. Saat puncaknya nanti titik api atau hotspot berpotensi menyebabkan kebakaran,tuturnya.

Keberadaan titik api ini, lanjut Salman, paling banyak ditemukan di daerah Kabupaten OKI dan Muba karena kedua kabupaten tersebut banyak tersebar lahan gambut. Menurutnya,pemadaman api pada lahan seperti itu lebih sulit karena harus sampai ke bawah permukaan. Karena jenis kebakaran lahan ini mirip api dalam sekam. Kedalam lahan gambut ini bisa sampai 3 meter.Kalau mau dipadamkan tidak bisa disiram begitu saja. Tapi perlu air yang banyak sampai lahan benar-benar tergenang. Kalau tidak,api di dalam masih akan menjalar kemanamana dan asap yang di-timbulkan banyak sekali,tuturnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya titik api, pihaknya sudah menyiapkan posko khusus mengantisipasi kebakaran lahan sejak awal Juni, lalu.Posko setiap hari dijaga tiga personil untuk memantau perkembangan titik api. Selain itu, tim patroli diterjunkan untuk melakukan pemadaman yang terdiri dari 7-8 orang.Tim bergerak sesuai pantauan titik api yang didapat pendeteksian menggunakan GPS. Tugas mereka mengecek dulu benar tidak ada confidence api. Kalau benar confidence-nya tinggi langsung dipadamkan. Adapun proses pemadaman bisa melibatkan pemda setempat,katanya.

Dua pecan lalu, kabut asap sempat mengganggu penerbangan di Sumsel. Begitupula transportasi perairan juga sempat terganggu karena terbatasnya jarak pandang yang mencapai di bawah normal. (sir)

Mantan Pejabat BRI Divonis 9 Tahun Penjara



Palembang,


Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kemarin kembali menghukum dua eks pejabat BRI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Veteran dengan vonis 9 tahun penjara. Vonis ini menyusul keputusan yang ditetapkan kepada tiga tersangka lainnya dalam kasus kredit fiktif bernilai ratusan milyar.


Dalam dua sidang terpisah, Kepala BRI KCP Veteran periode 2008- 2010 Yandes Hamidi dan kepala Account Officer (AO) BRI KCP Veteran Palembang Ishaq Suhadi dijatuhi hukuman masing-masing 9 tahun penjara.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim yang diketuai Porman Situmorang menyatakan Yandes bersalah sebagai pembuat keputusan sehingga praktik kredit fiktif yang dilakukan oleh terdakwa Ishaq Suadi (berkas terpisah) dapat terjadi. Akibatnya negara dirugikan sekitar Rp 123,8 miliar (hasil audit BPKP) Terdakwa Yandes Hamidi telah melanggar undangundang Tindak Pidana Korupsi, ujar Porman.

Selain harus menjalani hukuman penjara selama 9 tahun, Yandes juga diwajibkan membayar denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara. Terhadap vonis tersebut, Yandes Hamidi bersama penasehat hukumnya Bustanul Fahmi dan Rusmaita menyatakan pikir-


Sebelumnya, dua kreditor dalam kasus kredit fiktif dari Bank BRI Cabang Veteran Palembang, Abdul Rasyid dan Amrah Muslimin, divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim PN Klas IA Tipikor Palembang, Selasa (19/6).

Pada kasus ini, keduanya berfungsi sebagai kreditor Bank BRI Cabang Veteran Palembang. Karena menginginkan pinjaman dalam jumlah yang besar, keduanya memberikan 300 identitas kreditor palsu kepada pihak Bank BRI Cabang Veteran Palembang.

Meski mengetahui itu palsu, pejabat BRI Yandes dan Kustiati tetap menerima 300 identitas tersebut dan mencairkan dana pinjaman kepada Abdul dan Amrah. Bersama Ishak Suhadi, kelimanya akhirnya menjalani sidang korupsi. Akibat aksi kelima terdakwa, negara diperkirakan mengalami kerugia mencapai ratusan milyar rupiah. Dalam kasus ini, Kustiati Isfandari, mantan Kepala BRI Palembang divonis 6 tahun penjara. (sir)

Pastikan Jawara ISL, Pemain SFC Bertabur Bonus






Palembang,

Dipastikan mengoleksi 73 poin setelah menundukkan  Persela di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang Rabu 20/6), SFC dipastikan jawara Indonesian Super League (ISL) tahun ini.

Dengan prestasi puncak ini, para pemain tim yang berjuluk Laskar Wong Kito ini dipastikan pula mengantongi bonus ratusan juta.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memastikan pemberian bonus ini usai pertandingan kemarin. Mengenai bonus, dia memastikan para pemain akan memperoleh lebih dari yang biasa diberikan pada pertandingan sebelumnya. Begitu pula mengenai hadiah juara yang akan diterima oleh SFC dari PT Liga Indonesia selaku operator ISL.
Akan ada bonus khusus dari manajemen dan lebih besar dari biasanya. Untuk hadiah liga, jika sebelumnya sebesar 60% dari jumlah keseluruhan, maka kali ini seluruh tim akan memperoleh lebih dari itu. Berapa pastinya, akan kami tentukan nanti,janjinya pasti.

Dalam pertandingan kemarin, dengan perolehan poin penuh tersebut SFC mengantongi total poin 73 dari 30 pertandingan. Poin ini tidak bisa dikejar lagi oleh Persipura Jayapura yang berada di posisi kedua dan baru mengoleksi 62 angka dari 31 laga, meski mereka masih memiliki tiga laga tersisa. Kalaupun tiga pertandingan berikutnya Persipura dapat poin penuh, total poin yang mereka kumpulkan hanya 71.

Pencapaian ini merupakan gelar juara Liga Indonesia kedua bagi SFC. Sebelumnya tim kebanggan masyarakat Sumatera Selatan ini juara musim kompetisi 2007/2008. Di tahun itu, SFC juga mencatatkan prestasi bisa meraih double winner, juara Liga Indonesia sekaligus juara Copa.


Dalam pertandingan kemarin,  Firman Utina dkk mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal hingga akhir.

Ketiga gol kemenangan bagi SFC masing-masing dicetak oleh Keith Jerome Kayamba Gumbs pada menit 18, serta oleh M Ridwan pada menit 25 dan 73. Pelatih SFC Kas Hartadi terharu dan bangga dengan kesuksesan ini. Dia juga bersyukur bisa mengemban amanat yang diberikan kepadanya sehingga SFC bisa menjadi jawara ISL musim ini.

Dia mengungkapkan, pencapaian tahun ini tidak terlepas dari hasil kerja keras seluruh komponen tim seperti manajemen klub, official dan terutama seluruh pemain. Selain memastikan diri sebagai kampiun ISL, SFC hingga kini masih memegang rekor sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga 20 pertandingan terakhir.

Walau berhasil mengunci juara ISL di laga ke-30, Kas Hartadi bertekad fokus pada empat pertandingan sisa melawan Persija (24/6), PSPS (28/6), Pelita Jaya (5/7) dan Persib (11/7) nanti.Kami tentu akan berusaha maksimal untuk menjaga prestise sebagai tim juara. Karena itulah pada empat laga sisa nanti kami akan tetap fight dan bertekad menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan, katanya.

Kesuksesan merebut trofi juara Liga Indonesia pada musim ini merupakan pencapaian kedua bagi Kayamba dan Ferry Rotinsulu.Karena mereka berdua merupakan punggawa SFC yang sebelumnya sama-sama berjuang merebut trofi Liga Indonesia edisi tahun 2007.

Perang Bintang

Presiden SFC Dodi Reza Alex menambahkan, setelah meraih juara ISL dia juga mengincar piala perang bintang saat SFC menghadapi para pemain bintang ISL yang akan diadakan pada acara penyerahan trofi ISL (15/6) nanti. Untuk menyempurnakan prestasi SFC musim ini kami bertekad merebut piala pada perang bintang nanti,” ujarnya bersemangat.

Pada pertandingan tersebut dia akan turun langsung memimpin para pemain sebagai manajer tim. (sir)
Foto-foto: Untung Sarwono, Humas Pemprov