Rabu, 29 Agustus 2012

Enam Perwira Diadili dalam Kasus Limbang Jaya

 Palembang:

Enam perwira yang diduga kuat bertanggung jawab dalam kasus penembakan warga Desa Limbang Jaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) diadili dalam sidang disiplin Rabu pagi (29/8). Sidang ini berlangsung di Ruang Catur Cakti Polda Sumsel..

 Enam perwira yang disidang adalah Kepala Polres OI AKBP Deni Dharmapala,Waka Polres Kompol Awan Hariyono, Kasat Reskrim, Kabag Ops Kompol Ridwan Simanjuntak, Kasat Intel AKP Agus Slamet, dan Kanit Brimob Daerah Sumsel Barly.


Waka Polda Sumsel Brigjen Pol Muhammad Zulkarnain akan memimpin sidang disiplin di Ruang Catur Cakti Anton Sudjarwo, Polda Sumsel, hari ini.
 Pemantauan, Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala bersama Wakapolres Kompol Awan Hariyono dan beberapa anggota Polres OI Selasa sore mendatangi ruang Subdit Paminal Bidang Propam Polda Sumsel.

Sebelumnya Kapolda Sumsel Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief Mansyur menyampaikan, dari sisi tanggung jawab manajemen dan dari hasil pemeriksaan Bidang Propam, pihaknya sudah menemukan enam orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus penembakan yang menewaskan satu warga Limbang Jaya,Kabupaten OI. ”Keenam orang itu semuanya perwira,” ungkap mantan Wakabareskrim Mabes Polri ini. Disinggung sanksi apa saja yang akan diberikan kepada keenam perwira itu, Dikdik enggan menjelaskan lebih lanjut. ”Nanti ada proses sidang disiplinnya. Baru nanti diketahui kesalahan apa saja yang mereka perbuat saat itu,” ujarnya.
 Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak lebih dari 100 polisi di tempat kejadian peristiwa bentrok yang menyebabkan tewasnya Angga Prima (12), warga Desa Limbang Jaya,Kecamatan Tanjung Batu,Kabupaten Ogan Ilir (OI), diperiksa tim Bidang Propam Polda Sumsel dan penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel.

Komnas HAM Setelah melakukan investigasi dalam kasus penembakan yang menyebakna tewasnya Angga Darmawan (12) di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Komnas Ham akhirnya menyimpulkan ada lima pihak yang harus bertanggung jawab. Yakni, Bupati Ogan Ilir, Kapolres Ogan Ilir, Wakapolres Ogan Ilir, komandan/atasan polisi di lapangan, dan Wakapolda Sumsel.

Menurut Wakil Ketua Komnas HAM, Nur Kholis, Bupati Ogan Ilir, diduga bertanggung jawab karena tidak mengambil tindakan yang efektif dalam penyelesaian sengketa lahan. Kapolres Ogan Ilir, yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan Patroli dialogis diduga bertanggung jawab dalam kegiatan patroli dialogis yang tidak terkoordinir dengan baik. Lalu, Wakapolres Ogan Ilir, diduga bertanggung jawab sebagai Komandan Lapangan sehingga terjadinya peristiwa kekerasan serta tidak melakukan pencegahan yang efektif guna menghindari jatuhnya korban jiwa yang meninggal dunia maupun yang luka-luka. Selain itu, menurut Nur Kholis, para komandan/atasan kepolisian yang tidak melakukan pencegahan bahkan melakukan pembiaran terhadap anak buahnya yang melakukan kekerasan dan pembiaran terhadap korban luka, juga harus bertanggung jawab.
 “Termasuk. Wakapolda Sumatera Selatan, diduga bertanggung jawab secara umum sehubungan dengan terjadinya peristiwa kekerasan di Desa Limbang Jaya Kab. Ogan Ilir,” papar mantan Direktur LBH Palembang ini..
Diungkapkan Nur Kholis, rekomendasi yang dikeluarkan Komnas HAM dan telah ditandatangani oleh Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, dibagi dalam lima ranah.
Yakni ranah pemerintah pusat, Polri, Bupati Ogan Ilir, korporasi dan ranah masyarakat. Untuk rekomendasi yang ditujukan Pemerintah Pusat, Pemerintah perlu melakukan review dan audit terhadap perizinan perkebunan yang telah dikeluarkan di tingkat daerah. Dan mendesak Menteri BUMN untuk segera melakukan inventarisasi terhadap seluruh BUMN yang bersengketa dengan warga.
Bagi Bupati Ogan Ilir, segera memfasilitasi perundingan – perundingan penyelesaian permasalahan antara warga dengan PTPN VII Unit Cinta Manis. Juga memberikan jaminan dan kepastian santunan bagi para korban dan atau keluarga korban yang meninggal dunia ataupun yang menderita luka-luka sebagai akibat dari terjadinya peristiwa tersebut. Juga memberikan jaminan kelangsungan ekonomi terhadap korban luka permanen akibat dair terjadinya peristiwa tersebut.

Komnas HAM juga mengeluarkan rekomendasi bagi pihak korporasi. Perusahaan-perusahaan perkebunan perlu menerapkan the Voluntary Principles on Security and Human Rights. Lalu perusahaan-perusahaan perkebunan harus menerapkan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor : A/HRC//8/5 tentang Guiding Principles for the Implementation of the Protect, Respect and Remedy Framework. Juga mendesak kepada pihak PTPN VII Unit Cinta Manis untuk mengedepankan dialog dan musyawarah dalam penyelesaian sengketa lahan dengan warga. Sementara bagi masyarakat, diharapkan mengedepankan pendekatan dialogis dalam penyelesaian setiap permasalahan yang ada dan menghindari tindakan yang bersifat anarkis. (sir)

Senin, 27 Agustus 2012

Warga Palembang Antusias “Nikmati” Bidar


 

Palembang,
Lomba bidar (perahu tradisional) yang biasanya digelar saat peringatan Agustusan, akhirnya digelar pasca lebaran. Meski demikian, ribuan warga Palembang dan berbagai daerah di Sumsel memadati seputar Benteng Kuto Besak (BKB) dan Jembatan Ampera, tempat digelarnya perlombaan tersebut.

Selain lomba perahu bidar, panitia juga menggelar parade kapal hias. Untuk bidar, keluar sebagai juara perahu milik PT Pelindo, diikuti PT Pusri dan Indofood. Lomba bidar diikuti sepuluh peserta.

Sementara untuk perahu hias, yang terdiri dari dua kategori, yakni kecamatan dan organisasi/BUMN, dimenangkan peserta dari Kalidoni-Ilir Timur I dan Disdikpora.

Wakil Walikota Palembang H Romi Herton didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang, M Tabrani mengatakan, parade perahu motor hias tahun ini diikuti 10 peserta untuk dua kategori, yakni kecamatan dan instansi, BUMN, dan organisasi.

Sedangkan untuk lomba bidar diikuti delapan peserta, termasuk tiga di antaranya bersal dari luar daerah seperti Kabupaten OKU Timur dan Musi  Banyuasin (Muba).

Romi Herton mengakui masih banyak hal yang harus dikembangkan dalam even tahunan ini. Karena itu, ke depan pihaknya berjanji akan membuat kegiatan ini lebih semarak lagi dengan menundang seluruh kabupaten di Indonesia bahkan luar negeri. Ini semua tentu tidak terlepas dari ketersediaan dana yang besar.

Namun ke depan, perlombaan bidar dan parade motor hias akan dijadikan agenda rutin Pemkot Palembang yang pembiayaannya juga akan dianggarkan melalui APBD.

Antusiasme masyarakat tampak terlihat dengan kehadiran mereka di lokasi acara. Sepanjang pagar pembatas plaza dipenuhi warga dari berbagai penjuru dalam wilayah Kota Palembang. Sebagian besar mereka mengaku cukup merindukan lomba-lomba perahu hias dan bidar yang hanya dapat dinikmati setahun sekali ini.

Wati, salah satunya. Warga asal Sekip ini datang bersama keluarga dan sejumlah tetangganya untuk menyaksikan lomba tersebut secara langsung. Kendati cukup senang, ia menyayangkan sedikitnya peserta yang berpartisipasi. Sehingga perlombaan terkesan kurang semarak.

Lomba bidar dan perahu hias memang bukan hal lasing di kalangan masyarakat Palembang. Perlombaan seperti ini sudah akrab dan cukup rutin digelar saat “Agustusan”. Karena beberapa tahun belakangan momen 17 Agustus bertepatan dengan bulan Ramadan, kegiatan lomba dilaksanakan setelah lebaran.(sir)


Minggu, 26 Agustus 2012

Kecelakaan Maut, Tewaskan Satu Keluarga


 

Palembang

Kecelakaan maut di Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Muaraenim, Sabtu (25/8) menewaskan lima penumpangnya yang terdiri dari satu keluarga. Korban menjadi enam orang karena Kades setempat yang menderita jantungan tewas setelah menyaksikan korban.

Peritiwa naas ini terjadi saat Kijang Inova BG 1913 DC yang berpenumpang satu keluarga terjun dan tenggelam dalam kanal milik perkebunan sawit PT Golden Blosum Sumatera (PT.GBS).

Sopir mobil Feri Suhendi bersama empat anaknya Muhammad Hafiz Abdurrahman, Iga Riana Juniarti, dan dua anak kembar tetangganya Winda dan Windi tewas terjebak dalam mobil.

Beruntung, istrinya Janariah berhasil selamat setelah memecahkan kaca mobil.

Menurut informasi, Feri Suhendi yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan Penukal,  Muaraenim bersama istrinya Janariah yang menjabat sebagai Kepsek SDN 9 Penukal, Desa Purun, dan keempat anaknya bermaksud hendak rekreasi atau jalan-jalan ke lokasi  PT GBS. Saat  di tengah perjalanan menuju lokasi, mobil yang mereka kendarai tiba-tiba terperosok dan tenggelam ke  dalam kanal PT GBS yang memang berupa lahan gambut.

Kades Tewas

Sebelum di kebumikan, Suparman, yang menjabat sebagai Kepala Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, menyempatkan diri melayat ke  rumah duka Minggu (26/8).

Korban  yang sebelumnya telah diperkirakan  menderita  penyakit jantung, ketika melihat lima mayat disemayamkan tiba-tiba mendadak shock dan tak sadarkan diri.

Spontan warga yang melayat dibuat heboh dan melarikan kades ke Puskesmas Desa Babat, Penukal, Muaraenim. Namun naas, jiwa Suparman tidak tertolong lagi dan meninggal dunia.

Tim Gabungan terdiri dari Polda Sumsel, Sat Lantas Polres Muaraenim, Dishub Muaraenim, dan Jasa Raharja, telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). (sir)


Apple Menangkan Perseteruan dengan Samsung

SAN JOSE — Perang hak paten antara dua raksasa teknologi, Apple Inc dan Samsung, memasuki babak baru. Dewan juri pengadilan di Amerika Serikat (AS),kemarin,memutuskan agar Samsung membayar ganti rugi lebih dari USD1 miliar (Rp9,5triliun) kepada Apple. Keputusan itu diambil setelah juri pengadilan San Jose, California, AS, menemukan bahwa Samsung telah mencontek beberapa karakteristik utama iPhone dan iPad. Meski demikian, keputusan juri ini belum disahkan oleh hakim yang memimpin persidangan. Gugatan hak cipta Apple terhadap Samsung merupakan salah satu kasus hak paten terbesar dalam beberapa puluh tahun terakhir dan menyebabkan reaksi besar dari pasar.Saham Apple langsung naik hampir 2% setelah keputusan juri itu. Beberapa analis menyebut angka ganti rugi itu bisa berlipat tiga karena juri menemukan bahwa Samsung “sangat berniat” melanggar hak paten. Juri juga telah menolak klaim balik perusahaan asal Korea Selatan itu. Apple awalnya menuntut ganti rugi sebesar USD2,5 miliar (Rp23,7 triliun). Dalam argumen penutup di persidangan, pengacara Samsung Charles Verhoeven menyebut tuntutan Apple itu konyol. Keputusan ganti rugi itu keluar setelah sembilan juri di pengadilan federal di San Jose harus mempertimbangkan 700 pertanyaan mengenai klaim tiap pihak bahwa rival mereka telah melanggar properti intelektual. Para juri itu menghabiskan waktu kurang dari tiga hari untuk mengeluarkan keputusan dengan menolak seluruh klaim Samsung dan memperkuat lima tuduhan Apple yang di antaranya, beberapa handset Samsung, termasuk model Galaxy S 4G,melanggar hak paten desain Apple untuk iPhone termasuk sistem yang dipakai untuk memajang teks dan ikon; seluruh perlengkapan Samsung yang dipermasalahkan mencontek “respons bounceback” Apple; beberapa perlengkapan Samsung menggabungkan fasilitas Apple yang membuat penggunanya bisa memperbesar teks dengan menggerakkan jari. Sementara Alfred Siew, reporter teknologi berbasis di Singapura, memaparkan, tuduhan Apple bahwa Samsung secara sengaja mencontek desain mereka itu terlalu umum. “Ini adalah hak cipta yang sangat umum—bentuk telepon, desain untuk membuka layar—, ini adalah tipe yang benar- benar umum yang bisa dengan sangat mudah ditiru banyak perusahaan,” papar Siew kepada Al Jazeera. Setelah vonis dibacakan, dari Seoul, Samsung menyatakan akan naik banding. “Kami akan segera mengajukan mosi pascavonis untuk menjatuhkan keputusan di pengadilan ini dan kalau kami tidak berhasil, maka kami akan naik banding ke Pengadilan Banding,” ujar Samsung dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP. Samsung menyebut putusan juri itu sebagai “kerugian” bagi konsumen Amerika.“Itu akan menyebabkan konsumen hanya memiliki sedikit pilihan, kurang inovasi,dan berpotensi menyebabkan kenaikan harga,” papar Samsung seperti dikutip BBC.“Sungguh disayangkan karena undang-undang hak cipta bisa dimanipulasi untuk memberikan monopoli terhadap satu perusahaan. ” Di pihak lain,Apple memuji pengadilan yang telah menjatuhkan sikap keras kepada Samsung.Perusahaan yang pernah dipimpin mendiang Steve Jobs itu berniat mengusahakan larangan penjualan beberapa produk Samsung di pasar AS pada hearing yang digelar 20 September mendatang. Secara global, dua perusahaan itu menguasai lebih dari separuh penjualan smartphone dan komputer tablet.Keputusan pengadilan itu memang terlihat merupakan kemenangan bagi Apple.Tapi tidak jelas apakah itu akan menghentikan penjualan Samsung atau memengaruhi model terbaru yang dirilis sejak gugatan itu dilayangkan. “Ini adalah kemenangan besar bagi Apple,”papar Brian Love,dosen hukum hak cipta di Universitas Santa Clara, kepada AFP. “Seluruh hak cipta Apple begitu valid dan semuanya, kecuali satu, dilanggar oleh sebagian besar atau semua produk Samsung yang diduga. Bahkan lebih baik bagi perusahaan itu, lima atau tujuh hak cipta dinyatakan dilanggar secara nyata oleh Samsung.” Kemenangan Apple itu juga merupakan tamparan besar bagi Google yang perangkat lunak Android-nya menggunakan produk Samsung yang dinyatakan melanggar hak cipta Apple. Google dan beberapa partner peranti kerasnya, termasuk unit Motorola-nya,sekarang menghadapi masalah legal dalam usaha mereka berkompetisi dengan Apple.“Samsung adalah proxy bagi Google dan vendor lain Android serta lebih terlindungi daripada yang lainnya,”papar analis Rob Enderle dari Enderle Group. Vonis itu memengaruhi sejumlah produk Samsung, termasuk smartphone Galaxy dan tablet Galaxy 10—yang diduga mencontek iPhone dan iPad. Tapi, beberapa gadget, termasuk Galaxy III S, tidak terpengaruh meski bisa ditarget dalam gugatan lain. Sebuah survei yang dilakukan perusahaan riset IDC memperlihatkan selama periode April—Juni, secara global Samsung menjual 50,2 juta smartphonedan Apple menjual 26 juta iPhone. Saat ini, Samsung memegang 32,6% pasar dan Apple 16,9%. Menurut direktur riset di Gartner, Michael Gartenburg, kemenangan Apple itu bisa menjadi hal baik bagi konsumen dalam jangka panjang karena akan memaksa pesaing perusahaan itu untuk berinovasi. “Siapa pun yang bahkan berpikir meminjam teknologi atau desain dari Apple sekarang akan berpikir dua kali,” papar dia kepada BBC. Tapi, analis lain memaparkan, Apple bisa menjadi pihak yang kalah karena kasus pengadilan itu telah membantu meningkatkan profil Samsung. Apalagi,perusahaan Korsel itu telah membeli generasi produk baru yang akan menghindari masalah hak cipta. Keputusan juri pengadilan San Jose itu muncul setelah pada Jumat (24/8) pengadilan Korsel memutuskan bahwa Apple dan Samsung saling melanggar hak cipta.Kedua perusahaan diharuskan memberikan ganti rugi terhadap masing- masing dan memberlakukan pelarangan penjualan beberapa produk di Korsel. Sumber: Sindo, Minggu (26/8/2012)

Akhir Dramatis, Pedrosa Kalahkan Lorenzo

Duel sengit Jorge Lorenzo dengan Dani Pedrosa berakhir dramatis di akhir balapan. Menyalip rivalnya itu di tikungan terakhir lap terakhir, Pedrosa tampil sebagai juara di sirkuit Brno.
Itulah hasil MotoGP Republik Ceko yang berlangsung Minggu (26/8/2012) petang, yang sedari awal lebih menyuguhkan pertarungan Lorenzo dan Pedrosa, menyusul absennya Casey Stoner yang sedang cedera, dan pebalap-pebalap lain memang kelasnya jauh di bawah mereka, termasuk Valentino Rossi. Lorenzo sempat dominan. Start di posisi terdepan, pebalap Yamaha itu mengamankan posisinya di tikungan pertama lap pertama, dan berhasil mempertahankannya sampai putaran ke-12. Pedrosa, yang tampak sabar menguntit Lorenzo, untuk pertama kalinya berhasil menyalip lawannya itu di trek lurus menjelang sebuah tikungan di lap 12. Setelah itu, di sisa 10 lap, pertarungan mereka menjadi lebih menjanjikan. Di pertengahan lap terakhir, Lorenzo melakukan manuver sangat jitu dan berani. Ia mengambil Pedrosa dari sudut dalam tikungan. Overtake yang sangat rapat. Duel berlanjut. Semakin mendekati garis finis potensi susul-menyusul kedua pebalap kian besar. Puncaknya terjadi di tikungan terakhir. Pedrosa berhasil mengalahkan kecepatan Lorenzo di trek lurus, dan menjaga posisinya setelah membelok, sampai kemudian menyentuh garis finish sebagai pemenang. Ini adalah kali ketiga Pedrosa tampil sebagai juara di musim ini, termasuk di seri sebelumnya pekan lalu di Indianapolis. Total rider Repsol Honda itu naik podium 11 kali dari 12 seri. Akan tetapi itu belum membuatnya menyalip Lorenzo di puncak klasemen sementara. Lorenzo, yang sudah naik podium teratas lima kali di musim ini, masih memimpin perolehan poin dengan nilai 245, unggul 13 angka dari Pedrosa. Hasil MotoGP Ceko: 1. Dani Pedrosa Honda 42m51.570s 2. Jorge Lorenzo Yamaha + 0.178s 3. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha + 12.343s 4. Andrea Dovizioso Tech 3 Yamaha + 18.591s 5. Stefan Bradl LCR Honda + 25.582s 6. Alvaro Bautista Gresini Honda + 29.451s 7. Valentino Rossi Ducati + 34.514s 8. Randy de Puniet Aspar Aprilia + 1m04.285s 9. Karel Abraham Cardion Ducati + 1m08.278s 10. Aleix Espargaro Aspar Aprilia + 1m09.972s 11. Toni Elias Pramac Ducati + 1m10.003s 12. Yonny Hernandez Avintia FTR-Kawasaki + 1m24.040s 13. Colin Edwards Forward Suter-BMW + 1m27.898s 14. Michele Pirro Gresini FTR-Honda + 1m36.165s 15. James Ellison Paul Bird Aprilia + 1m40.565s 16. Mattia Pasini Speed Master Aprilia + 1m41.226s 17. Danilo Petrucci Ioda-Aprilia + 1 Lap Tidak finish Ivan Silva Avintia FTR-Kawasaki 9 laps Ben Spies Yamaha 8 laps sumber: detik.com

Jumat, 24 Agustus 2012

Sepeda Motor Modifikasi

Sumsel Kirim Tim Tinjau Kesiapan Tuan Rumah

Palembang Guna memastikan kesiapan tuan rumah jelang pembukaan PON XVIII Riau, KONI Sumsel akan melakukan peninjauan langsung ke beberapa venue untuk memastikan hal tersebut. Dari informasi yang dihimpun, terdapat sedikitnya tujuh venue yang belum menunjukkan tanda-tanda selesai.Venue tersebut yaitu sepak takraw, boling, biliar,menembak, voli indoor,panahan dan futsal. “Jelas hal itu mengkhawatirkan peluang Sumsel.Sebab kebetulan venue yang terkendala dan meragukan (penyelesaiannya) merupakan cabor yang menjadi lumbung medali Sumsel seperti halnya menembak, boling dan biliar,” ujar Ketua Umum KONI Sumsel Muddai Madang, Jumat (24/8). Muddai menyatakan, persiapan atlet yang maksimal akan menjadi sia-sia jika pada saat berlaga nantinya menggunakan venue yang seadanya. Karenanya pihaknya akan mengirim tim untuk memastikan kondisi terkini di Riau. “Kalau melihat kondisi dan persiapan para atlet kami, Insya Allah target menembus persaingan di lima besar bisa tercapai. Akan tetapi tentunya hal itu didukung sarana dan prasarana pertandingan yang memadai dan sesuai standar pertandingan,” katanya. Lebih lanjut Muddai mengatakan, peluang memindahkan beberapa cabor keluar Riau tetap terbuka. Hal itu berdasarkan kondisi terkini dan prediksi kondisi venues saat akan digunakan September mendatang. “Pada dasarnya kita semua berharap PB PON XVIII tetap bisa menyelesaikan persoalan ini dan pelaksanaan PON tetap sepenuhnya di Provinsi Riau. Meski demikian, jika kondisinya memang emergency,Sumsel bersedia dan siap membantu penyelenggaraan beberapa cabor demi kepentingan PON,”ucap Muddai Wakil Ketua II Biro Humas dan Media KONI Sumsel M Darmansa mengatakan, peninjauan akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Objek peninjauan merupakan venue yang selama ini dikabarkan belum mencapai 100% penyelesaiannya. “Kami akan melihat langsung kondisi venues yang diberitakan media massa selama ini belum selesai dan masih bermasalah,” ujar Darmansa. Menurut Darmansa, kondisi venues sangat penting artinya untuk keberlangsungan PON itu sendiri. Sebab prestasi atlet juga akan sangat bergantung dengan kondisi arena pertandingan. “Yang pasti seluruh kontingen inginnya venue yang berada di atas atau minimal memenuhi standar pertandingan. Sebab latihan yang digelar untuk persiapan PON nanti menggunakan fasilitas dan peralatan pertandingan yang standar.Sehingga kalau sampai venue amburadul, jelas atlet dan kontingen akan dirugikan,”tuturnya. (sir)

Sabtu puncak arus balik

Puncak Balik Darat dan Sungai Hari Ini


Palembang,

Puncak arus balik Lebaran baik melalui moda darat maupun sungai tahun ini diperkirakan terjadi hari ini. Soalnya aktivitas sekolah dan beberapa perusahaan swasta sudah kembali normal pada Senin (27/8).

Kepala Pelabuhan 35 Ilir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Ansyori melalui petugas operasional Samir Hasan mengungkapkan sejak Jumat (26/8) tercatat 300–400 penumpang, 40 unit mobil pribadi, dan 80 unit motor menyeberang yang terbagi dalam lima armada yaitu Kakap, Kayong Utara, Jembatan Musi II, Mulia Nusantara, dan Kerapuh.

“Kendaraan masih didominasi sepeda motor. Diprediksi puncak arus balik Lebaran tahun ini terjadi pada Sabtu. Karenanya dipersiapkan lebih banyak tiket dari hari biasanya yakni 600-700 tiket dari 400 tiket. Untuk harga tiket masih normal yakni Rp127.000 untuk motor, Rp840.000 untuk mobil kapasitas lima penumpang dan tiket penumpang sebesar Rp47.000. Jam keberangkatan mulai pukul 09.00 WIB,12.00 WIB,15.00 WIB, 18.00 WIB, hingga 20.00 WIB,”papar Samir kemarin.

“Antisipasi lonjakan penumpang tahun ini telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Untuk tahun ini kami menambah satu kapal angkutan baru,”ujarnya.

Arus balik di Stasiun Kertapati Palembang juga terlihat padat. Antrean di loket terlihat sejak pukul 06.30 WIB untuk tujuan Lampung dan Lubuklinggau.

Pihak PT KAI menyiapkan tiket 650 tempat duduk untuk KA Ekspres Rajabasa tujuan Lampung dan KA Serelo tujuan Lubuklinggau sebanyak 500 tempat duduk.
“Tiket ini sudah ditambah 20 persen dari hri biasa,” ujar Humas PT KAI Sumsel Jaka Jarkasih, Sabtu pagi.

Pihak PT KAI juga menerapkan sistem boarding pass layaknya di Bandara. Sehingga calon penumpang yang tak sama identitasnya dengan yang tertulis di tiket tak dilayani.

Sementara arus balik sepanjang jalan lintas timur (Jalintim) Kabupaten Ogan Ilir (OI), kemarin dipadati mulai kendaraan roda empat maupun dua. Kadishub OI, Mustarsyah mengakui telah terjadi lonjakan volume kendaraan khususnya mobil pribadi. Dia memprediksi hari ini Jalintim OI akan ramai arus balik terutama malam hari.

Untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya menempatkan beberapa personel untuk berjaga dan mengatur lalu lintas seperti di Pasar Inderalaya dan Palembang Inderalaya Km 27.“Kami bersama dengan Polres OI dibantu pramuka dan Dinkes berada di dua pospam. Alhamdulillah arus mudik dan balik saat ini aman terkendali,” ungkapnya.

Kasat Lantas Polres Ogan Ilir,AKP Wawan Andi Susanto memprediksi arus balik terjadi Sabtu dan Minggu. “Dari awal kami sudah prediksi keramaian akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Karena hari Senin semua sudah beraktivitas seperti biasa termasuk pelajar. Biasanya pada malam hari tersebut ramai kendaraan arus balik,”ujarnya kemarin.

Kadishub OKU Timur Mulyanto, juga memperkirakan puncak arus balik akan terjadi hari ini, Sabtu (25/8). “Meski padat,arus kendaraan lalu lintas di Jalinteng tetap lancar. Kami sudah menempatkan petugas pada beberapa titik yang dinilai rawan kemacetan.(sir)

Rabu, 22 Agustus 2012

Midang Bukan Lagi Ajang Mencari Jodoh




Kayuagung: Tradisi midang memang masih terus lestari. Hanya saja, kini tradisi ini tak lagi jadi ajang mencari jodoh. Meski demikian, Midang yang digelar hari ke-3 dan ke-4 Lebaran Idul fitri tetap diminati warga Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI).

Musik tanjidor dengan lagu-lagu nostalgia tampak mengantarkan ratusan pasang bujang gadis Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), berkeliling kota Kayuagung.

Bupati OKI, H Ishak Mekki menyebutkan, midang merupakan suatu tradisi yang digelar masyarakat Kota Kayuagung, khususnya sembilan marga atau morge siwe yang dikenal masyarakat luar sebagai midang.

Midang Morge Siwe ini diartikan juga sebagai “Karnaval Sembilan Marga”. Menurut dia, sembilan marga asli Kayuagung tersebut yakni Dusun Kayuagung Asli, Dusun Perigi, Dusun Kotaraya, Dusun Kedaton, Dusun Jua-Jua, Dusun Sidakersa, Dusun Mangunjaya, Dusun Paku, dan Dusun Sukadana.

“Midang ini merupakan suatu rangkaian adat perkawinan Mabang Handak (burung putih) yang merupakan adat perkawinan tertinggi di kalangan masyarakat Kayuagung yang dilaksanakan oleh mereka-mereka yang tergolong dalam keluarga pesirah atau keluarga Keratin,”kata Ishak Mekki.

Dia menjelaskan, pada zaman dahulu, midang ini merupakan suatu bagian dari adat perkawinan Kayuagung, di mana para peserta midang adalah para bujang dan gadis marga Kayuagung.

Tujuan midang ini adalah memperlihatkan kepada masyarakat umum agar mengetahui budaya dan adat Kayuagung. “Jika ada yang seorang bujang luar menyukai gadis Kayuagung dan terpikat ingin meminangnya, dia (bujang) itu dapat melamarnya dengan mengikuti semua adat istiadat perkawinan Kayuagung, seperti melaksanakan midang ini,” ungkapnya.

Hanya saja, untuk melaksanakan pesta perkawinan sesuai adat istiadat tidaklah mudah. Selain biayanya besar, juga cukup sulit. Karenanya, tradisi midang ini dimaksudkan untuk melestarikan adat istiadat tersebut.

Bupati juga juga menyadari pergeseran tradisi midang di mata remaja-remajanya. Baginya, itu tak masalah. Yang penting, para remaja itu tetap suka menyaksikan dan sebagian ikut midang. Dan pemerintah tetap memberikan perhatian sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun. ”Orang muda, kan wajar kalau juga mengikuti perkembangan dan tren. Dari midang ini, mereka juga masih bisa menyaksikan musik tradisional tanjidor,” ujarnya.

Bergeser

Kemajuan teknologi komunikasi tampaknya telah mempengaruhi para remaja di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) dalam mencari jodoh. Mereka kini telah sangat akrab dengan jejaring sosial layaknya remaja perkotaan seperti, Friendster, Twitter, maupun  Facebook.

Pasangan muda-mudi yang berasal berbagai kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, memang mengikuti arak-arakan keliling Kota Kayuagung. Tradisi midang ini dilaksanakan pascalebaran setiap tahunnya.

Kayuagung berjarak sekitar 100 km dari ibukota Provinsi Sumsel, Palembang. Atau ditempuh selama 1,5 jam perjalanan melewati Jalintim dari Palembang ke arah Lampung. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini midang mendapat sambutan antusias oleh gadis dan bujang Kayuagung. Kegiatan midang diikuti sekitar lima kelurahan di Kota Kayuagung, yaitu Kelurahan Sidakersa, Kedaton, Kutaraya, Perigi, dan Kayuagung Asli. Para peserta midang ini berjalan menyusuri sepanjang jalan di pinggir Sungai Ogan. Mereka melewati Kelurahan Sukadana, Paku, Mangunjaya, Cintaraja, Sidakersa, dan Kelurahan Jua-Jua.

Hanya saja, mereka mengaku tak lagi menjadikan ajang ini untuk mencari calon pasangan hidup. ”Wah, kayaknya idak (tidak). Kalau mau cari teman lebih enak melalui internet,” ujar Efendi, remaja di Kayu agung yang tampak sibuk mengutak-atik handphone 3G-nya.

Tampak memang, sembari menyaksikan iring-iringan midang, para remaja sibuk dengan handphone masing-masing. Rupanya, mereka berinternet ria.

Sementara, para peserta midang yang mengenakan pakaian adat menyeberang ke Kelurahan Kedaton, Kotaraya, Perigi. Dalam arak-arakan ini sepasang muda-mudi dinaikkan ke atas juli (tandu yang dihiasi). Bemacam-macam bentuk juli ini, ada yang berbentuk burung, ada yang berbentuk mobil, bahkan ada juga yang berbentuk singgasana raja.

Pada zaman kolonial Belanda, para peserta Midang ini harus melewati pendopoan sebagai bentuk tanda pengontrolan para petinggi Kolonial Belanda. Makanya midang saat ini pun peserta midang harus melintas di depan pendopoan, di hadapan pada pejabat dan tetua serta tokoh masyarakat.

Di pendopoan telah menunggu Bupati OKI Ir H Ishak Mekki,Ketua sementara DPRD OKI HM Yusuf Mekki, Ketua TP PKK OKI Hj Tartila Ishak, beserta unsur Muspida lainnya.

 Walaupun hanya dilaksanakan setahun sekali, antusias masyarakat untuk mengikuti dan menyaksikan midang ini cukup tinggi. Terbukti, banyak masyarakat yang berbondong-bondong berdatangan ingin menonton kegiatan tersebut. Akibatnya, jalanan yang dilalui pawai midang menjadi macet.(sh/muhamad nasir)







Hari Pertama Kerja, PNS Hany Silaturahmi

Hari Pertama, Hanya  Bersilaturahmi

Palembang, Sinar Harapan
Hari pertama masuk kerja di Kantor Gubernur Sumsel ada beberapa PNS yang belum masuk kerja.
Terdata ada ......pns yang tidak masuk kerja dengan berbagai alasan. Sakit dan tanpa keterangan.
Apel pertama kerja dipimpin Asisten I, Mukti Sulaiman. Dalam sambutannya, Mukti menyatakan akan memberikan sanksi tegas bagi yang tidak hadir.
Meski antusias PNS yang hadir cukup tinggi di hari pertama, nuansa kerja belum terlihat.
Di beberapa ruangan, para pegawai hanya terlihat bergerombol dan bersilaturahmi.
Secara umum, pukul 09.00 diadakan halal bihalal Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan jajaran pimpinan dengan seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Sumsel.
Dengan demikian, otomatis hari pertama kerja hanya diisi dengan silaturahmi dan halal bi halal.
Pemantauan di lapangan, suasana yang sama juga terlihat di Kantor Pemkot Palembang dan instansi lainnya.
Nuansa kerja lebih terlihat di perbankan. Hampir semua bank yang ada dipadati warga yang akan melakukan transaksi. (Sir)