Sabtu, 01 Februari 2020
Senin, 06 Juni 2016
Wartawan Sumsel Sumbang Perpusda
http://www.assajidin.com/2016/05/18/peringati-hari-buku-jurnalis-sumbang-buku-ke-perpustakaan-sumsel/
Perpustakaan Sumsel
PALEMBANG, ASSAJIDIN.Com – Di tengah sepinya Hari Buku Nasional pada 17 Mei 2016 di Sumatera Selatan (Sumsel), jurnalis Sumsel punya cara tersendiri memperingatinya. Muhamad Nasir jurnalis Sinar Harapan dan Maspril Aries jurnalis Republika dengan mendatangi Perpustakaan Sumatera Selatan (Sumsel) di jalan Demang Lebardaun, Palembang.
Dalam kunjungan tersebut kedua jurnalis tersebut memberikan bantuan buku yang mereka tulis dan diterima langsung Kepala Badan Perpustakaan Sumsel Kabul Aman. “Kami datang ke sini untuk memperingati Hari Buku Nasional 2016 dengan memberikan bantuan 35 eksemplar buku untuk koleksi perpustakaan,” kata Muhamad Nasir.
“Bantuan buku kami jangan dilihat dari dari nilai atau harganya. Ini bentuk kecil dari kepedulian kami untuk menambah koleksi Perpustakaan Sumsel. Buku yang kami sumbangkan ini karya kami yang temanya variatif,” ujar Maspril Aries.
Kabul Aman yang menerima kedua jurnalis tersebut mengaku merasa kaget dan suprise karena diingatkan tentang peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh 17 Mei 2016. “Kami berterima kasih sudah diingatkan bahwa hari ini adalah Hari Buku Nasional. Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan buku untukPerpustakaan Sumsel,” katanya.
Menurut Kabul Aman, Perpustakaan Sumsel pada peringatan Hari Buku Nasional tahun ini memang tidak ada kegiatan khusus. “Namun pada hari ini kami tetap buka seperti biasa dan kami juga terbuka menerima bantuan buku untuk menambah koleksi buku yang ada,” katanya.
Kepala Perpustakaan Sumsel Kabul Aman menyambut baik aksi kedua jurnalis tersebut. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih peduli terhadap buku yang selama ini diyakini bisa menambah pengetahuan. Bantuan ini kami catat dan laporkan ke Gubernur Sumsel. Ke depan kami harapkan ini bisa menjadi contoh bagi masyrakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Muhamad Nasir juga mempertanyakan kepedulian banyak pihak terhadap perpustakaan di daerah ini, termasuk pemerintah daerah?
Menjawab pertanyaan tersebut, Kabul Aman yang didampingi dua stafnya menjelaskan, “Untuk penambahan koleksi buku selama ini pendanaannya bersumber dari APBD. Alhamdulillah setiap tahun ada peningkatan jumlah APBD yang dialokasikan untuk penambahan koleksi buku,” ujarnya.
Wartawan Sinar Harapan yang juga kandidat doktor di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut mengatakan, “Dengan momentum peringatan Hari Buku Nasional mari kita mulai membudayakan membaca buku 15 menit setiap harinya seperti yang diwacanakan Menteri Pendidikan Kebudayaan Anies Baswedan,” katanya.
Muhamad Nasir juga mengimbau Pemerintah Provinsi Sumsel dan 17 pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel untuk terus mendorong minat baca dan juga penerbitan buku.
“Untuk penerbitan buku, kami berharap pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten dan kota mau mengalokasikannya dana penerbitan buku dalam APBD untuk penerbitan buku-buku terutama dari penulis lokal,” kata Muhamad Nasir yang juga dosen Universitas PGRI Palembang.(*)
Hari Buku, Wartawan Sumsel Sumbang Perpusda
http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/05/18/o7d1uw301-peringati-hari-buku-jurnalis-sumsel-sumbang-buku
Republika, Rabu, 18 Mei 2016, 13:54 WIB
Republika, Rabu, 18 Mei 2016, 13:54 WIB
Peringati Hari Buku, Jurnalis Sumsel Sumbang Buku
Rep: Maspril Aries/ Red: Damanhuri Zuhri
VOA
Buku-buku di perpustakaan (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Banyak cara memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei 2016. Dua jurnalis di Sumatera Selatan (Sumsel) punya cara tersendiri memperingatinya.
Muhamad Nasir jurnalis Sinar Harapan dan Maspril Aries jurnalisRepublika dengan mendatangi Perpustakaan Sumatera Selatan (Sumsel) di jalan Demang Lebardaun, Palembang.
Dalam kunjungan tersebut kedua jurnalis tersebut memberikan bantuan buku yang mereka tulis dan diterima langsung Kepala Badan Perpustakaan Sumsel Kabul Aman.
Dalam kunjungan tersebut kedua jurnalis tersebut memberikan bantuan buku yang mereka tulis dan diterima langsung Kepala Badan Perpustakaan Sumsel Kabul Aman.
“Kami datang ke sini untuk memperingati Hari Buku Nasional 2016 dengan memberikan bantuan 35 eksemplar buku untuk koleksi perpustakaan,” kata Muhamad Nasir.
“Bantuan buku kami jangan dilihat dari nilai atau harganya. Ini bentuk kecil dari kepedulian kami untuk menambah koleksi Perpustakaan Sumsel. Buku yang kami sumbangkan ini karya kami yang temanya variatif,” ujar Maspril Aries.
Kabul Aman yang menerima kedua jurnalis tersebut mengaku merasa kaget dan suprise karena diingatkan tentang peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh 17 Mei 2016.
“Bantuan buku kami jangan dilihat dari nilai atau harganya. Ini bentuk kecil dari kepedulian kami untuk menambah koleksi Perpustakaan Sumsel. Buku yang kami sumbangkan ini karya kami yang temanya variatif,” ujar Maspril Aries.
Kabul Aman yang menerima kedua jurnalis tersebut mengaku merasa kaget dan suprise karena diingatkan tentang peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh 17 Mei 2016.
“Kami berterima kasih sudah diingatkan bahwa hari ini adalah Hari Buku Nasional. Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan buku untukPerpustakaan Sumsel,” ujarnya.
Menurut Kabul Aman, Perpustakaan Sumsel pada peringatan Hari Buku Nasional tahun ini memang tidak ada kegiatan khusus. “Namun pada hari ini kami tetap buka seperti biasa dan kami juga terbuka menerima bantuan buku untuk menambah koleksi buku yang ada,” katanya.
Pada kesempatan itu, Muhamad Nasir juga mempertanyakan kepedulian banyak pihak terhadap perpustakaan di daerah ini, termasuk pemerintah daerah?
Menurut Kabul Aman, Perpustakaan Sumsel pada peringatan Hari Buku Nasional tahun ini memang tidak ada kegiatan khusus. “Namun pada hari ini kami tetap buka seperti biasa dan kami juga terbuka menerima bantuan buku untuk menambah koleksi buku yang ada,” katanya.
Pada kesempatan itu, Muhamad Nasir juga mempertanyakan kepedulian banyak pihak terhadap perpustakaan di daerah ini, termasuk pemerintah daerah?
Menjawab pertanyaan tersebut, Kabul Aman yang didampingi dua stafnya menjelaskan, “Untuk penambahan koleksi buku selama ini pendanaannya bersumber dari APBD. Alhamdulillah setiap tahun ada peningkatan jumlah APBD yang dialokasikan untuk penambahan koleksi buku,” ujarnya.
Wartawan Sinar Harapan yang juga kandidat doktor di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut mengatakan, dengan momentum peringatan Hari Buku Nasional mari kita mulai membudayakan membaca buku 15 menit setiap harinya seperti yang diwacanakan Menteri Pendidikan Kebudayaan Anies Baswedan.
Wartawan Sinar Harapan yang juga kandidat doktor di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut mengatakan, dengan momentum peringatan Hari Buku Nasional mari kita mulai membudayakan membaca buku 15 menit setiap harinya seperti yang diwacanakan Menteri Pendidikan Kebudayaan Anies Baswedan.
Muhamad Nasir juga mengimbau Pemerintah Provinsi Sumsel dan 17 pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel untuk terus mendorong minat baca dan juga penerbitan buku.
“Untuk penerbitan buku, kami berharap pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten dan kota mau mengalokasikannya dana penerbitan buku dalam APBD untuk penerbitan buku-buku terutama dari penulis lokal,” kata Muhamad Nasir yang juga dosen Universitas PGRI Palembang.
“Untuk penerbitan buku, kami berharap pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten dan kota mau mengalokasikannya dana penerbitan buku dalam APBD untuk penerbitan buku-buku terutama dari penulis lokal,” kata Muhamad Nasir yang juga dosen Universitas PGRI Palembang.
Selasa, 25 Agustus 2015
Hak Paten Pempek dan Songket Milik Palembang
Palembang:
Hak
paten pempek dan songket kini resmi dimiliki Palembang. Surat hak cipta dari
Kementerian Hukum dan HAM RI kini dipegang Pemkot Palembang.
Selain
itu, Palembang juga berhasil mematenkan 71 motif songket, 10 motif tenun
tajung, 14 motif tenun blongsong, 4 motif tenun jumputan, dan batik
Palembang.
Paten
pempek, songket dan sejumlah hasil kebudayaan Palembang ini telah dikeluarkan
Kementerian Hukum dan HAM per 1 Agustus 2014. Setahun
sebelumnya memang telah didaftarkan.
Setelah resmi dikeluarkan, hak jangka pelindungan akan
diberlakukan hingga 50 tahun kedepan sejak hak paten tersebut dikeluarkan.
"Kami
pastikan pempek, motif songket, dan makanan lainnya tidak akan diklaim daerah
lain sebagai hasil kebudayaannya. Pasca ini, tidak akan ada lagi pempek Lampung
atau Jambi. Kalaupun ada makanan yang sama, tidak bisa disebut pempek,"
jelas Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Palembang H Harnojoyo,Selasa (25/8).
"Jadi kalau ada motif songket atau pempek dan bolu yang
diakui kota luar harus mendapat izin dari Pemkot Palembang, dan harus membayar
royalti jika memang ada yang memakainya," imbuhnya.
Kini surat
hak cipta tersebut telah selesai dan diambil oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan,
dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang Syahrul Hefni, Jumat (21/8) lalu.
Sebelumnya,
status pempek memang sempat menjadi polemik antara Palembang dan Jambi.
Begitupun songket, juga sempat menjadi rebutan dengan daerah tetangganya itu.
Sempat terjadi saling klaim.
Akhirnya,
kuliner khas Palembang yang terbuat dari ikan dan terigu dan telah dikenal
luas, yakni pempek berhasil dipatenkan Palembang.
Dalam
surat tersebut ditetapkan 12 jenis pempek sebagai hasil budaya masyarakat yang berasal dari Palembang. Diantaranya,
yakni pempek panggang, pempek telok, dan tekwan.
Dengan
dipatenkannya pempek, motif songket, serta serta puluhan makanan khas lainnya
di Palembang, maka semua hasil budaya rakyat tersebut tak dapat diakui daerah
lain.(sir)
.
Langganan:
Postingan (Atom)

