Selasa, 29 Desember 2009

Membangun Palcomtech dari Rental VCD

Sinar Harapan, edisi Rabu 9 Desember 2009


*Berawal dari Rental VCD

Hendri Sukses Bangun Lembaga Pendidikan

OLEH: MUHAMAD NASIR

PALEMBANG - Memiliki perguruan tinggi dengan 3.000 mahasiswa yang dinobatkan sebagai lembaga pendidikan komputer terbaik tingkat nasional 2007, pemenang IT Growth Special Award dari Telkom Smart Campus Award (Tesca) 2009, serta Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Bidang Pendidikan 2009, Hendri tampil low profile bahkan lugu.

Pada usia yang masih muda, peraih Pemuda Pelopor 2009 ini, ternyata memulai geliatnya justru dari usaha rental VCD di tahun 1998 lalu. Di bilangan Jalan Sudirman, berseberangan dengan Rumah Sakit Muhamad Hoesin (RSMH) pada 1998 Hendri membuka rental VCD DJDisc dengan modal awal Rp 10 juta. Setahun kemudian, dengan bekal ilmu komputernya yang didapat secara otodidak, Hendri dan Maria Veronica (kini menjadi istrinya), memulai usaha warung internet (warnet) DJNet dengan delapan unit komputer.
Di luar perkiraan sebelumnya, usaha warnet yang dirintis dan merupakan warnet keempat di Palembang tersebut ternyata nyaris tutup. ”Soalnya, seminggu pertama hampir tak ada satu pun pengunjung yang datang. Bisa dibayangkan stresnya, ya!” ujar ayah dari dua anak, Velicia Gwen Thalia dan Vernandito Gwen Mario ini.
Lelaki kelahiran Palembang, 14 Juli 1978, ini sempat merenung, memikirkan apa yang menjadi penyebab sepinya pengunjung. Lalu Hendri tak tinggal diam, ia berusaha mencari tahu dengan berbagai cara. Dan ternyata didapat bahwa akar persoalannya adalah masyarakat yang belum familiar dengan dunia maya. Bahkan, penggunaan komputer pun waktu itu belum booming seperti saat ini.



“Data itulah yang didapatnya, yang tentu harus direspons agar warnet bisa tetap bertahan,” tutur putra sulung dari Effendi Yani dan Erlina Tjong yang berbisnis ekspedisi angkutan darat ini.
Dari permasalahan ini, Hendri pun menggagas paket “Pelatihan Internet Singkat Empat Jam Dijamin Langsung Bisa!” dengan konsep 100% praktik 100% internet yang digelar pertama kali gratis dan selanjutnya berbiaya hanya Rp 15.000. Dengan resep itu, otomatis untuk mengelola warnet dan mengajar sendiri sekaligus dilakoninya.

PalComTech
Tak disangka, ternyata inilah awal konsep dan program pendidikan yang kini juga sukses diterapkan di LPK, STMIK, dan Politeknik PalComTech.
Seiring pelatihan internet yang sering digelar di Warnet DJNet, pada tahun 2003 Hendri pun memberanikan diri membuka Lembaga Pendidikan Komputer (LPK), dengan nama PalComTech dan melakukan sinergi antara warnet dan LPK. Melalui warnet DJNet, informasi pelatihan dan penawaran program PalComTech disampaikan.
“Gimana ya, saya memang sangat hobi dengan dunia teknologi informatika (TI). Rata-rata, sehari saya menghabiskan waktu lima jam mengakses internet,” ujarnya.

“E-learning” Tak Laku
Awal membuka LPK itu sendiri tidak di­sengajanya karena ide awalnya adalah menjual aplikasi e-learning yang berhasil dirancang sembari mengelola warnet. Tapi ke­nyataan berbicara lain. Pada saat itu aplikasi e-learning masih asing di dunia pendidikan. Dan karena tak ada yang mau menggunakan, Hendri akhirnya memutuskan melakukan uji coba aplikasi ini melalui lembaga yang dibuka, yakni LPK PalComTech.
Jadi, sebenarnya LPK PalComTech sendiri merupakan kelinci percobaan dari aplikasi e-learning. Melalui uji coba tersebut, didapatkan fakta bahwa ternyata belajar komputer yang mudah itu adalah melalui praktik dan internet. Maka, sejak itu PalComTech menggunakan 100% praktik 100% internet sebagai konsep belajar dan tagline.
Warnetnya yang memiliki empat cabang di Palembang kini sudah dilepas. Setelah makin serius menekuni bidang pendidikan di PalComTech, pengelolaan DJNet pun diserahkan kepada karyawannya yang merupakan alumnus PalComTech. Keseriusan ini pun menampakkan hasil, di mana pada tahun 2004 PalComTech membuka cabang di Jambi, lalu pada tahun 2006 berhasil melakukan alih kelola Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Ilmu Komputer (STMIK) dan Politeknik Mahameru menjadi STMIK dan Politeknik PalComTech.
Selanjutnya, pada tahun 2008-2009 pihaknya berhasil membuka cabang di Kota Lahat, Prabumulih, dan Baturaja yang merupakan kota kabupaten di seputar Sumatera Selatan.
Kebanggaan memenangkan berbagai penghargaan tingkat nasional, patut diperhitungkan, sebab PalComTech menjadi satu-satunya lembaga pendidikan di luar Pulau Jawa yang sukses mendulang berbagai prestasi nasional yang bergengsi dan diakui keberhasilan sistem pendidikan dan penerapan TI-nya. n

http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/back_to/indeks-lalu/read/hendri-sukses-bangun-lembaga-pendidikan/?tx_ttnews[years]=2009&tx_ttnews[months]=12&tx_ttnews[days]=9&cHash=0e8923ced6



Sisi Lain
Sulit Diterima Masyarakat





KONSEP pendidikan yang diterapkan di PalComTech awalnya sulit diterima masyarakat, juga oleh lembaga-lembaga sejenis.

Program 100% praktik dan 100% internet memang belum begitu dikenal. Namun, melalui keberanian dan keuletan, Hendri bisa meyakinkan sehingga kini lembaga pendidikan yang didirikannya makin diminati masyarakat.
Tahun ini lembaga ini direncanakan menelurkan ratusan sarjana baru di bidang teknologi informasi. Memang, tak sedikit kendala dan halangan yang dialami, mulai dari keraguan masyarakat atas kualitas layanan pendidikan hingga status lembaga tersebut. Tetapi institusi yang awalnya hanya berupa lembaga pelatihan komputer dalam binaan pendidikan nonformal itu, kini dapat berkembang menjadi perguruan tinggi di bawah binaan Dirjen Pendidikan Tinggi melalui alih kelola perguruan tinggi lainnya.
”Kami belajar dari pengalaman dan selalu merespons perkembangan yang ada agar pendidikan yang kami gagas dapat diterima masyarakat,” kata Hendri yang juga aktif di beberapa lembaga sosial keagamaan ini.
Oleh karena keberhasilannya, Hendri kini dipercaya menjadi narasumber nasional di Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PNFI) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) subdit kelembagaan, terutama berkaitan dengan peningkatan mutu dan penguatan manajemen kelembagaan di Indonesia. (sir)

http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/back_to/indeks-lalu/read/sulit-diterima-masyarakat/?tx_ttnews[years]=2009&tx_ttnews[months]=12&tx_ttnews[days]=9&cHash=8582b8480d

Tidak ada komentar: