Tampilkan postingan dengan label hatta rajasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hatta rajasa. Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 Agustus 2012
Pembangunan Musi III dan Tanjung Api-api Tak Gunakan APBN
Palembang:
Rencana pembangunan jembatan Musi III dan Pelabuhan Tanjung Api-api di Sumsel, menuru Menko Perekonomian Hatta Rajasa, tak akan gunakan APBN. Karena Gubernur Sumsel sebelumnya menyatakan akan melibatkan pihak swasta.
"Saya katakan, gubernurnya sendiri meminta itu melalui swasta. Sudah bekerjasama dengan India. nah saya menagih sekarang, mana itu pembangunannya. karena buat saya yang paling penting itu adalah sesegera mungkin. Pembangunan kereta api menuju ke Tanjung Api Api itu berjalan. Provinsi belum menyatakan kata putus maunya apa,” ujarnya Minggu (12/8) di Palembang.
Menurut Hatta Rajasa, sebelumnya Gubernur Sumsel Alex Noerdin sendiri yang menyatakan bahwa pembangunannya melibatkan pihak ketiga, dalam hal ini investor dari India.
“ Sekarang ini kan sudah beda zamannya dengan Orde Baru, kalau dulu semuanya ditentukan pusat. Sekarang itu pemerintah daerah maunya apa? Itu sudah menentukan grand planingnya, designya. Tanjung Api Api kita jadikan kawasan ekonomi khusus. Tapi mengisi pembangunan itu harus ada misi dari daerah. Apakah ini bekerjasama dengan swasta. Usahakan memang APBN itu sesedikit mungkin. Kalau kita menggunakan APBN tidak bisa dalam waktu yang singkat,” tambahnya.
Dana sebesar itu, lanjutnya, Harus melalui DPR RI. “Kalau 2013, selama belum ada keputusan dari pemerintah daerah, sementara dalam master plan kita itu dibiayai Pemda melalui kerjasama dengan India. Sampai sekarang belum ada perubahan. Sepanjang itu belum ada perubahan, belum akan dialokasikan dari APBN," tandasnya.
Hatta mengakui adanya kedatangan anggota DPRD Sumsel ke Jakarta yang meminta agar pembangunan kereta api ke pelabuhan Tanjung Api Api dan Jembatan Musi III, juga pembangungan jalan tol supaya dibiayai oleh APBN.
“Kami tagih komitmen pemerintah daerah yang sebelumnya menyatakan pembangunan proyek-proyek ini melibatkan pihak ketiga. Dalam planning pusat, pembangunan itu sudah didesain oleh pihak ketiga. Pemerintah daerah harus ubah dan usulkan perubahan itu,” ujarnya. (sir)
Hatta Rajasa akan Perjuangkan Tanah untuk Warga OI
Palembang:
Menko Perekonomian Hatta Rajasa, menyatakan dirinya akan sekuat tenaga memperjuangkan nasib warga korban PTPN VII Cinta Manis Ogan Ilir untuk akses tanah.
"Soal daerah sungguh memperhatikan itu dan saya mempunyai pemikiran planing rakyat itu harus diberikan akses kepada tanah. Tidak mungkin rakyat itu bisa sejahtera hidupnya kalau dia tidak punya tanah," ungkap Hatta Rajasa yang juga Ketua Umum DPP PAN usai membuka Pasar Anak Negeri di halaman PSCC Kampus Palembang, Minggu (12/8).
Menurut tokoh asal Desa Jejawi Kabupaten Ogan Ilir ini, dirinya sadar dan menyadari sebagai warga yang berangkat dari daerah (dusun), masyarakat sangat membutuhkan untuk bisa sejahtera.
"Aku nih wong dusun, wong OKI, hidup nih dari tanah, dari sawah. Biso sekolah. Kalau sawah, tanah masyarakat itu terserabut, dio jadi kuli di kota-kota, makmano nak sejahtera. Jadi harus ada design baru macam mano rakyat ini tetap memiliki tanah. Aku harus perjuangkan habis-habisan. Harus kita selesaikan di Jakarta. Harus kita berikan akses itu. Bukan soal kepemilikan, tapi rakyat harus punya akses bercocok tanam terhadap tanah. Tenang dak usah ribut, kito selesaikan," tegas Hatta.
Disinggung soal Menteri BUMN Dahlan Iskan yang bersikeras mempertahankan tanah milik PTPN VII, Hatta Rajasa menyatakan untuk itu akan dilakukan upaya-upaya sehingga didapat keputusan terbaik.
Sebelumnya, ribuan warga memadati pembagian sembako gelaran Pasar Anak Negeri di halaman dan gedung PSCC (Palembang Sport and Convention Centre) yang diresmikan Hatta Rajasa.
"Pasar merupakan simbolik dari aktivitas masyarakat. Kita ingin meningkatkan dan menguatkan perekonomian yang barangkali tertinggal. Ini disimbolikkan dengan usaha kecil menengah binaan kader PAN. Supaya tidak terpuruk karena ada yang tidak punya modal. Kita juga punya program MAPAN (Maju Bersama PAN). Ini untuk kepelatihan wirausahawan mengurangi pengangguran. Kita dampingi, cari modal. Sebagi simbol umat beragama kita juga bantu masjid. Lebih dari 500 masjid sudah kita perbaiki. Kita juga sampaikan ke Sumsel, ada 100 masjid yang harus dibantu. Untuk itu akan kita serahkan dana dari kader-kader kita dari infak, zakat malnya kita tampung,” ujar Hatta Rajasa dalam pidatonya.
“Kita juga bagikan sembako ini penting untuk saudara kita yang mengalami kesulitan. Jelang lebaran saudara yang sungguh amat kesulitan akan terbantukan. Karena saya juga Menko Perekonomian tidak mungkin saya tidak memikirkan untuk peningkatan perekonomian di Sumsel," tambah Hatta. (sir)
Hatta Rajasa Masuk Lima Besar Figur Bakal Capres
Palembang:
Berdasarkan survey terakhir lembaga survey Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Hatta Rajasa termasuk dalam lima besar figur bakal capres ke depan.
Kelima figur tersebut, Prabowo Subianto, Megawati Soekarno Putri, Aburijal Bakrie, Hatta Rajasa, dan Jusuf Kalla.
Husin Yazid mengatakan berdasarkan survey, Hatta Rajasa merupakan figur populis dan popular dengan julukan Mr White atau Si Rambut Putih.
Menurutnya, rakyat yang dijadikan populasi lebih mengenal figur Hatta Rajasa sebagai Tokoh berambut putih atau Mr White. Ini artinya, soal populeritas, Hatta Rajasa tak kalah dengan tokoh-tokoh lainnya yang masuk lima besar tadi.
Gambaran warna putih disukai masyarakat karena merakyat, jujur, bersih, berwibawa, suci, diterima di setiap golongan, general.
" Pak Hatta ini sudah jalan programnya. Ia punya kemampuan dan integritas. Hanya saja sosialisasinya mesti ditingkatkan. Banyak yang nggak tahu itu programnya Pak Hatta. Sekarang ini dari hasil survei kita sebulan yang lalu, figur populernya maupun elektabilitasnya ada di peringkat keempat nasional, jadi harus kerja keras. Program dan tugasnya sebagai Menko Perekonomian harus realistis, sosialisasi," ujar Husin yazid.
Hanya saja, soal calon pemimpin ke depan, Husin Yazid menyatakan tak bisa melupakan soal jawa luar jawa. “Pemimpin harus mempertimbangkan ini. Harus mempetimnbangkan besarnya suara yang ada di Pulau Jawa yag lebih dari 50 persen. Sementara 50 persen lainnya ada di luar Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya. Ini artinya, pemilih di Jawa masih menentukan siapa yang bisa memimpin,” ujarnya.
Sebagai calon dari Indonesia barat, pasangannya harus dari Jawa dan militer. Hanya saja, Puskaptis sendiri belum mensurvei seperti apakah pasangan pemimpi ke depan yang diiinginkan rakyat.
Hatta Rajasa sendiri ketika dimintai komentarnya soal kemungkinannya menuju RI 1 enggan berkomentar. Secara diplomatis dia menyatakan bahwa saat ini dirinya hanya fiokus menjalankan tugas sebagai orang yang dipercaya mengurus perekonomian negara.
“Tidaklah. Saya hanya bekerja. Dan saya tak mau mengomentari soal politis,” elaknya.
Namun dalam acara pembagian sembako gelaran Pasar Anak Negeri di halaman dan gedung PSCC (Palembang Sport and Convention Centre) yang diresmikan Menteri Koordinator Perekonomian RI HM Hatta Rajasa yang juga Ketua Umum DPP PAN, Minggu (12/8) dukungan untuk menuju RI 1 terdengar beberapa kali.
Pada acara silaturahmi dengan kader se-Sumsel, terus bergema yel-yel menyuarakan, "Kader, Siap, PAN, Menang, Hatta Rajasa, Presiden". Ustad tajudin yang memimpin tausiah juga juga menyebutkan diantara tujuh golongan manusia yang diselamatkan Allah yakni pemimpin yang jujur, amanah. (sir)
Langganan:
Postingan (Atom)