Tampilkan postingan dengan label Buntut Tawuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buntut Tawuran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

SFC Targetkan Menangi Pertandingan Jamu Deltras



Palembang:

Untuk puncaki klasmen sementara kompetisi Indonesian Super League (ISL), Sriwijaya FC menargetkan menang atas tamunya, Deltras Sidoarjo, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, sore ini.


Kekalahan dua tim asal Papua, Persipura dan Persiwa, atas lawan-lawannya di pertandingan kemarin menjadi berkah tersendiri bagi Ponaryo Astaman dkk. Saat ini tim berjuluk Laskar Wong Kito bertengger di urutan ketiga dengan raihan poin 22 angka dari 11 kali pertandingan.

Sementara, Persipura yang menduduki puncak klasmen hanya terpaut dua angka dan Persiwa satu angka dari 12 laga. 

Kemenangan telak 5-0 atas Persidafon di laga sebelumnya menjadi modal yang sangat baik untuk mendongkrak motivasi dan semangat pemain agar kembali menunjukkan kualitas terbaiknya. Namun, untuk mewujudkan ambisi itu bukanlah perkara mudah,apalagi tim yang kini berada di urutan 12 ini pastinya tidak akan menyerah begitu saja dari SFC setelah mereka sebelumnya telah menelan dua kali kekalahan beruntun atas Persidafon dan Persiram Raja Ampat di laga sebelumnya.
 

Jika tim asuhan Pelatih Kas Hartadi ini mampu menaklukkan The Lobster, julukan Deltras, di depan pendukungnya sendiri, tambahan tiga angka sudah cukup untuk mendongkrak posisi SFC.

Pelatih Deltras Jorg Peter Steinebrunner mengakui jika SFC merupakan lawan berat yang harus mereka hadapi. Dia berharap para pemain tidak larut dalam dua kekalahan terakhir dan berusaha bangkit serta memberikan perlawanan. 

“Saya tahu SFC tim kuat, mereka juga baru saja menang besar atas Persidafon. Tetapi, bukan berarti kami akan menyerah begitu saja, saya juga pastikan SFC tidak akan mudah mendapatkan poin dari kami meskipun dari segi materi pemain SFC jelas lebih baik, ” tandasnya

“Target kami jelas mengamankan tiga poin penuh di kandang agar  bisa mengejar Persipura dan Persiwa.Maka itu, kami akan mencoba melakukan tekanan sejak menit awal dan mencari celah kelengahan lawan untuk mencetak gol.Tetapi,saya berharap pemain dapat tampil dengan tenang dan mempertahankan pola permainan,” ungkap pelatih SFC, Kas Hartadi. 

Kesempatan ini pastinya akan dimanfaatkan dengan baik oleh Deltras untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka demi mencuri dan membawa pulang minimal satu poin dengan menahan imbang tuan rumah.

Di atas kertas, SFC lebih diunggulkan dapat meraih kemenangan. Apalagi, dari empat pertemuan sebelumnya di ajang kompetisi yang sama (ISL), SFC berhasil unggul dengan dua kali kemenangan, satu kali imbang dan satu kali kalah, itu pun saat bermain di kandang Deltras musim lalu. 
SFC juga diuntungkan karena pada pertemuan kali ini mereka bisa menurunkan formasi terbaiknya, sementara Deltras tidak bisa diperkuat dua pilar utamanya, Budi Sudarsono, lantaran istrinya baru melahirkan serta Sean Rooney yang terkena akumulasi kartu. Pada laga kali ini, SFC tetap akan mengandalkan duet penyerang Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs dan Hilton Moreira sebagai mesin gol ditunjang Firman Utina sebagai penyerang lubang. 

Sejauh ini kedua striker andalan Laskar Wong Kito itu telah menyumbangkan 18 gol, dengan rincian 10 gol Kayamba dan 8 gol dari Hilton.

 Sementara di lini tengah, kerja sama yang apik dari M Ridwan,Ponaryo Astaman,dan Lim Joon Sik diharapkan dapat memutus pergerakan penyerang lawan,kemudian memberikan umpan-umpan matang kepada para penyerang yang berada di lini terdepan. 
Sedangkan, untuk menghalau gempuran dari duet striker Deltras, Qischill G Minny dan Amos Marah Kicmett, dua bek tangguh yang dimiliki SFC, yakni Ahmad Juprianto dan Thierry Gathuessi,dibantu dua bek sayap,Mahyadi Panggabean dan Supardi, tetap akan menjadi andalan untuk mengamankan gawang Ferry Rotinsulu dari kebobolan.
 (sir)



Jumat, 12 Desember 2008

Kasek Pukul Siswa

Pukul Siswa, Kepala Sekolah Jadi Tersangka
Palembang:
Polisi akhirnya menetapkan Kepala Sekolah (Kasek) SMA Veteran I (pagi) Fedwin Al Muhir (40),sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap siswanya.
Selain Fedwin, polisi juga menetapkan delapan siswa SMA Veteran 1 dan 2 sebagai tersangka. Seorang siswa dari SMA Veteran 1 dan tujuh siswa lainnya dari SMA Veteran 2 (siang). Mereka dianggap bertanggung jawab atas jatuhnya korban dalam tawuran di area SMA Veteran, Kamis (11/12) yang mengakibatkan Asril (17), siswa SMA Veteran 2 (sore) luka serius di bagian kepala.

Ketujuh siswa SMA Veteran 2 yang dijadikan tersangka adalah M Husin (18); Feri Supriadi (19); Mulyadi (17); Deka Apriansyah (17); Nur Apriadi (17). Selain itu Doni Lesmana (17); Salika Haryananda (17); serta seorang siswa SMA Veteran 1, Rico Candra (18). Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, baik kasek dan delapan siswa tersebut tidak ditahan.

Mereka hanya dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Sebelumnya, akibat tawuran yang melibatkan siswa SMA Veteran I dan 2, Kamis (11/12) siang, seorang siswa Kelas 3 IPS dari SMA Veteran 2 (siang) bernama Asril mengalami luka serius di bagian kepala dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Khodijah Palembang.

Dugaan sementara, luka robek di kepala korban akibat dipukul Kasek SMA Veteran 1 Fedwin Al Muhir.

Kepala Kepolisian Sektor Kota (Kapolsekta) IB I Palembang Ajun Komisaris Polisi Imam Tarmudi melalui Kepala Unit Reserse Kriminal Inspektur Dua Wira Prayatna mengungkapkan, dalang kerusuhan yang melibatkan siswa SMA Veteran pagi dan sore adalah Rico Candra, warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Lorong Produksim.

Menurut Wira, awalnya Rico dan Feri Supriadi saling pelotot,yang berujung perkelahian. Siswa SMA Veteran siang yang melihat ada temannya berkelahi langsung mengejar Rico hingga hampir ke kelasnya. “Melihat Rico dikejar, teman-temannya keluar kelas dan balik mengejar kelompok siswa SMA Veteran siang, ”paparnya.

Situasi semakin tidak terkendali hingga terjadilah tawuran antarkedua kelompok. Saat itulah berdasarkan keterangan M Husin dan Feri Supriadi, Kasek SMA Veteran pagi ikut memukul korban Asril. Berdasarkan laporan dari M Husin, akhirnya polisi menetapkan oknum kasek sebagai tersangka.

Kedelapan siswa itu juga ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat tawuran. “Kami memang tidak melakukan penahanan terhadap tersangka dengan pertimbangan mereka masih sekolah, dan pihak sekolah telah menjamin. Selain itu, selama menjalani pemeriksaan, mereka cukup kooperatif,” papar Wira.

Sementara itu, terkait kasus pemukulan yang diduga dilakukan Fedwin Al Muhir terhadap Asril, pihak Yayasan Veteran Kota Palembang masih akan menyelidiki kasus tersebut lebih lanjut. Zawawie Said, Ketua Legiun Veteran RI Kota Palembang yang juga menjabat sebagai Pembina Yayasan Veteran menuturkan, pihaknya baru akan meminta konfirmasi yang jelas dari pihak pengurus Yayasan Veteran tentang permasalahan yang sebenarnya.

Namun, hingga kini informasi yang diperoleh belum secara keseluruhan. ”Sebagai Ketua Pembina Yayasan Veteran, saya berpendapat bahwa ini bukanlah masalah kecil. Namun, tidak juga untuk dibesarbesarkan. Untuk itu, pihak yayasan akan membicarakan masalah ini secara internal,” ujar Zawawie di ruang kerjanya kemarin.

Zawawie mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memutuskan sanksi apa yang akan diberikan kepada Fedwin. Itu karena pihaknya belum mengetahui secara pasti apa penyebab pemukulan tersebut. Jika hal itu dilakukan secara tidak sengaja dan spontanitas, tentu pihak yayasan akan memiliki pertimbangan lain.

”Untuk itu, kasus ini harus di usut kembali sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara bijaksana,” papar Zawawie. Dia mengungkapkan, tugas dari pihak Yayasan Veteran mengawasi sampai sejauh mana tanggung jawab kasek dan guru dalam menangani proses kegiatan belajar mengajar.

Untuk itu, pihaknya mengimbau semua pihak terkait meningkatkan kedisiplinan. Jangan sampai nama baik sekolah tercemar hanya garagara tingkah anak didiknya. ”Kami akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Selama ini kami mengenal kalau Pak Fedwin ini berkepribadian cukup baik.
Mungkin dia tidak sengaja memukul karena ingin melerai. Agar lebih objektif, kami juga ingin meminta pendapat dari guru dan juga siswa lainnya yang melihat kejadian ini,” tandasnya.

Ahmad Jauh, salah satu guru SMA Veteran Pagi mengungkapkan, akibat kejadian ini para siswa SMA tersebut tertunda melaksanakan ujian semester.

Pelaksanaan ujian hanya bisa dilakukan jika ada persetujuan dan pengawasan dari kepala sekolah.Namun, ini ujian semester dan bukan ujian nasional (UN). Untuk itu, pihaknya masih memiliki toleransi. ”Saat ini kami tidak bisa memberikan kesimpulan karena masih dalam kondisi darurat.

Ujian tersebut pasti akan kami laksanakan sebagaimana mestinya. Namun karena saat ini kepala sekolah berhalangan, bagaimana pelaksanaannya seharusnya wewenang tersebut diambil alih oleh pihak yayasan,” ujar Ahmad. Menanggapi hal ini,Ketua Yayasan Veteran Djuanidi menuturkan, pihak yayasan belum mendapatkan informasi dari pihak sekolah jika pelaksanaan ujian ditunda.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait hal ini. Namun, jika pelaksanaan ujian tersebut belum dapat dilaksanakan, selambatnya akan di tunda hingga Senin (15/12).. ”Dalam tenggang waktu itu, kami akan mencari solusinya. Misalnya bagaimana pelimpahan wewenang selama kepala sekolah masih berhalangan atau hal lainnya,”ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Hatta Wazol menjelaskan, jika memang ujian tersebut belum dapat dilaksanakan, tidak masalah untuk ditunda. Pelaksanaan ujian membutuhkan kondisi yang kondusif agar siswa dapat mengisi soal ujian dengan sebaik-baiknya.

“Kebijakan pelaksanaan ujian semester tergantung dari sekolah masing-masing. Begitu pula dengan soalsoalnya dibuat oleh sekolah masing-masing.Hal ini hanya akan berpengaruh pada tataran intern sekolah yang bersangkutan dan tidak akan meluas ke sekolah yang lain” tambahnya. (sir)