Tampilkan postingan dengan label news dan foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news dan foto. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 September 2008

pascapilgub

Kapoltabes nyaris tertabrak mobil pendukung sohe
Mobil pendukung Sohe mencoba menembus barikade polisi yang mengamankan Pleno Pilgub Sumsel di KPUD Sumsel, Kamis (11/9).
Pasca Pilgub


Polisi Segera Periksa Syahrial, Tim Sohe Gugat KPUD Palembang

Pascarapat pleno Pilgub oleh KPUD Sumsel yang berakhir bentrok antara pendukung Sohe dan polisi, Kapoltabes Palembang Kombes Pol Luki Hermawan mengungkapkan,dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil calon gubernur Sumsel Syahrial Oesman dan sejumlah petinggi partai pendukung Syahrial.

Mereka akan dimintai keterangan terkait kerusuhan di Kantor KPUD Sumsel saat KPUD Sumsel menggelar rapat pleno penetapan hasil Pilgub Sumsel, 11 September lalu.
Sementara Pasangan Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE) melalui tim advokasinya memastikan akan mengajukan keberatan terhadap penetapan KPUD Sumsel ke Mahkamah Agung (MA),Senin (15/9) mendatang

Menurut Luki, para saksi tersebut akan dimintai keterangan soal keberadaan truk Mercedes Benz BG 1964 AH yang nyaris menabrak Kapoltabes Palembang. Dia menjelaskan, hingga kini polisi masih mengejar sopir truk yang telah menerobos barikade aparat tersebut.Namun, Luki menolak menyebutkan nama sopir yang identitasnya telah diketahui petugas. Dia mengatakan,para provokator yang ditangkap akan dikenai Pasal 160 dan 170 KUHP. Kuasa hukum Syahrial Oesman, Bahrul Ilmi Yakub, mengatakan, itu merupakan hak kepolisian untuk memanggil kliennya karena terkait masalah tindak pidana. ”Setahu kami, mobil truk itu bukan milik Pak Syahrial. Dulu memang punya Pak Syahrial secara administratif atas nama dia. Tapi, beliau sendiri tidak tahu siapa yang menggunakannya,”papar dia. Gugat

Pasangan Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE) melalui tim advokasinya memastikan akan mengajukan keberatan terhadap penetapan KPUD Sumsel ke Mahkamah Agung (MA),Senin (15/9) mendatang.
Setidaknya 10 advokat akan mewakili pasangan SOHE dalam menyampaikan keberatan tersebut.Kepastian pengajuan keberatan itu disampaikan tim kampanye dan pimpinan parpol pendukung pasangan SOHE dalam jumpa persnya di Hotel Horizon, Palembang,Jumat (12/9) kemarin. Mereka antara lain Wakil ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Darmadi Djufri, Sekretaris DPW PKS Sumsel Erza Saladin, dan Ketua DPP PDK Suparman Roman. Selain itu, hadir pula pimpinan koalisi parpol, seperti Ketua DPP PKPI Sumsel Azhari Ali Agus,Ketua DPP PPDI HM Rasyid Yus, Ketua DPW PKPB Sumsel Abadi Temenggung, dan beberapa pimpinan parpol lainnya.


Juru Bicara Tim Kampanye pasangan SOHE Darmadi Djufri mengatakan, pengajuan keberatan tersebut merupakan imbas dari penetapan hasil penghitungan suara Kamis (11/9) lalu. Mereka menilai rapat pleno rekapitulasi tersebut penuh rekayasa dan terindikasi dipaksakan oleh pihak kepolisian. Pasalnya, menurut dia, setelah gagal melaksanakan pleno penetapan hasil pemungutan suara Senin (9/9) lalu,KPUD dan tim kampanye SOHE menyepakati untuk mengembalikan pleno sesuai jadwal semula pada 14 September besok.Namun,tanpa sepengetahuan mereka, KPUD Sumsel mengubahnya dan memutuskan melaksanakan pleno pada 11 September, di bawah tekanan kepolisian.


”Selain itu, pleno KPUD Sumsel tersebut juga cacat prosedur dan cacat hukum karena tidak diketahui secara formal oleh pasangan SOHE serta tidak disampaikan secara patut dan benar,” kata Darmadi Djufri di Hotel Horizon kemarin. Tim kampanye,lanjut dia, juga menemukan kecurangan dalam pelaksanaan pencoblosan yang dapat dikategorikan pelanggaran pilkada dan perbuatan pidana. Darmadi menambahkan, tim pemenangan SOHE juga menemukan penggelembungan suara di Kabupaten tersebut. Salah satunya,mereka menemukan penggelembungan suara di Kecamatan Bayung Lencir, yang mana ada beberapa TPS yang DPT-nya cuma 937 suara. Namun, saat pilgub lalu membengkak menjadi 1.034 suara.


Oleh karena itu, tim kampanye SOHE kemarin mengambil sikap menolak hasil penetapan suara KPUD Sumsel dan mendesak KPUD untuk menyelenggarakan pilgub ulang di Kabupaten Musi Banyuasin. Mereka juga mendesak Kapolri untuk mengambil tindakan tegas terhadap Kapolda Sumsel karena menggiring kemenangan salah satu calon. Dengan latar belakang tersebut, lanjut Darmadi, pihaknya mengambil aksi dengan menyampaikan gugatan hukum ke Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.


Selain itu, mereka akan menyampaikan laporan pidana ke lembaga terkait dan melakukan aksi politik melalui parlemen dan parpol pendukung. ”Hari ini juga, tim advokasi bertolak ke Jakarta untuk mendaftarkan gugatan hukum, baik material maupun formal,ke MA dan MK,”tuturnya. Menghadapi gugatan keberatan hasil pilkada,Ketua Tim Advokasi KPUD KMS M Amin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berkas dan bukti terkait. Jika dibutuhkan, pihaknya juga akan menghadirkan bukti, termasuk hasil penghitungan dan surat suara yang telah dicoblos.” Kami akan menyiapkan bukti-bukti, baik saksi maupun surat untuk menghadapinya,” ungkapnya. (sir)



Rabu, 10 September 2008

polisi bentrok dengan pendukung sohe

Kapoltabes Palembang Kombes Lucky Hermawan pimpin pengamanan Pleno KPUD Sumsel
Divisi Hukum KPUD Sumsel Helmi Ibrahim umumkan pleno Pilgub dilaksanakan Kamis (11/9)

Seorang anak bermain di pagar kawat berduri yang dibuat polisi untuk mengamankan pleno KPUD, Kamis (11/9) Bentrok pendukung Sohe dan polisi dibubarkan dengan water canon.
Pendemo diamankan karena menjadi provokator.

*Bentrok Pendukung Sohe-Polisi Terulang

Alex Noerdin Cagub Golkar Pertama Menangi Pilgub


Palembang:

Hasil rapat pleno terbuka KPUD Sumsel kemarin menetapkan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf (Aldy) sebagai gubernur Sumsel terpilih.

Pasangan ini didukung Partai Golkar, PBB,Demokrat, PBR,dan PNBK. Sementara rivalnya, pasangan Sohe diusung PDIP, PPP, PKS, dan sejumlah parpol yang tergabung Forum Parpol Sriwijaya Bersatu.

Rapat pleno berlangsung mencekam. Pengamanan ekstraketat diberlakukan mengantisipasi terulangnya bentrok antara pendukung Syahrial Oesman -Helmy Yahya (Sohe) dengan polisi Selasa lalu. Meski demikian, ternyata bentrok kembali pecah.

Penghitungan selesai pukul 09.30 dengan perolehan suara pasangan Aldy sebanyak 1.866.390 dan Sohe hanya 1.764.373 suara dan suara tidak sah 713.828. Penghitungan ini sendiri tidak dihadiri saksi dari tim kampanye pasangan Sohe.
Dari data ini diketahui, warga yang tidak memberikan suara sebanyak Golput 1.380.825

Dengan demikian, pemenangnya dari 15 kabupaten/kota adalah pasangan Aldy yang unggul di delapan daerah, yakni Palembang, Muba, OKU Selatan, Muaraenim, Lahat, Pagaralam, Musirawas, dan Empatlawang.

Pengamanan berlapis diterapkan dengan memasang kawat berduri sepanjang sekitar 500 meter di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring, Palembang.

Menurut Kapolda Sumsel Irjen Ito Sumardi sedikitnya 3.000 personel dikerahkan melakukan pengamanan. Berasal dari polisi, Brimob dibackup 5 SSK TNI atau satu batalyon sebanyak 500 personel.

Pemantauan, lima anggota KPU tiba di sekretariat KPUD dengan kendaraan anti peluru sekitar pukul O5.00 WIB. Sementara para anggota KPUD kabupaten /kota diangkut dengan bus dari hotel dalam waktu bersamaan.
Pleno dimulai pukul 08.15 setelah Gubernur Sumsel Mahyudin Ns hadir di lantai II tempat pleno dilangsungkan.
Para saksi dari cagub pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf (Aldy) sebanyak lima orang diantaranya Syaiful Islam, Anita Noeringhati, Edi Rianto hadir sekitar pukul 05.30 WIB.
Sementara saksi dari pasangan Sohe hingga acara selesai tak satu pun hadir. Kursi yang disediakan tampak kosong.
Sebelumnya, Tim Kampanye Sohe Suparman Roman menyatakan bahwa mereka meminta agar rapat pleno dilaksanakan sesuai jadwal yakni Minggu (14/9). Mereka meminta agar pemilihan di Muba diulang sebelum dilakukan pleno dan pengumuman pemenang.


Penjagaan ketat di tempat-tempat vital dan keramaian. Beberapa kantor di sekitar KPU ditutup dan diliburkan, yakni Pengadilan Agama dan Kantor Perikanan dan Kelautan.


Massa pendukung Sohe mulai tampak di lokasi di bagian kiri dan kanan KPUsekitar pukul 08.00 WIB. Namun mereka tertahan di lapis pertama pengamanan sekitar 1 km. Tak berapa lama mereka berhasil menembus barikade dan tertahan di lapis kedua yang dibatasi pagar kawat berduri sekitar 300 meter dari pintu masuk KPU. Jumlah massa sekitar 500 orang. Mereka melakukan orasi, sementara pelaksanaan rapat pleno terus berlangsung.

Sekitar pukul 09.00 WIB, massa di sebelah kanan akhirnya berhasil dibubarkan. Mereka ternyata bergabung ke bagian kiri sehingga jumlahnya semakin banyak.

Dalam situasi yang makin panas, menggunakan sebuah truk sejenis kendaraan militer pendemo menerobos kawat berduri. Bentrok akhirnya pecah ketika pendemo menembus barikade kawat berduri menggunakan truk. Bentrok terjadi dan saling pukul dan lembar batu pun berlangsung sedikitnya lima menit sebelum akhirnya massa dibubarkan dengan semprotan water canon.
Seorang orator, Panji diamankan pihak kepolisian. Sementara massa lainnya bubar. Setelah itu, kondisi semakin panas. Massa kembali maju. Namun mereka tak berani mendekat karena barisan PHH bertahan dibentengi oleh water canon. Masa akhirnya bisa dibubarkan. (sir)

raja kuis kalah

Alex Noerdin yang berpasangan dengan Eddy Yusuf kini menjadi gubernur Sumsel..


Perhitungan KPU, ‘Raja Kuis’ Dikalahkan ‘Raja Kecil’


Palembang

Penghitungan suara oleh KPUD Sumsel kini sudah final. Berdasarkan pnghitunganyang dilakukan KPU dalam rapat pleno terbuka dibawah pengamanan yang ekstraketat, pasangan H Alex Nordin-Eddy Yusuf (Aldy) yang merupakan dua raja kecil –sebutan untuk bupati— dari Muba dan OKU mengungguli pasangan incumbent H Syahrial Oesman- Helmy Yahya (Sohe). Dengan hasil ini, Raja Kuis Helmy Yahya yang merupakan artis kelahiran Ogan Ilir dikalahkan dua ’Raja Kecil’.

Dengan demikian, maka Helmy Yahya menyusul kegagalan rekannya Syaiful Jamil yang tak sesukses rekannya sesama artis, Dede Yusuf yang menjadi pemenang di Jawa Barat.

Siapa yang akan memimpin Sumsel lima tahun mendatang hari ini akan diputuskani setelah KPUD menuntaskan rekapitulasi.Rencana rekapitulasi tadinya dijadwalkan Selasa (9/9) namun tertunda hari ini karena ada desakan dari pendukung Sohe dan dalam aksi itu berakhir dengan bentrok antara para pendukung Sohe dengan polisi. KPUD akhirnya memutuskan penghitungan dilaksanakan hari ini.

Dari hasil penghitungan resmi yang diputuskan dalam rapat pleno masing-masing 15 KPUD kabupaten/ kota se-Sumsel yang telah kemarin,menunjukkan bahwa pasangan calon gubernur Sumsel nomor 1 H Alex Noerdin-H Eddy Yusuf (ALDY) memperoleh suara terbanyak.
Pasangan yang didukung Partai Golkar, PBB,Demokrat, PBR,dan PNBK, ini mengantongi 1.866.390 suara atau 51,40 %. Pasangan yang dikenal dengan tagline ”Yakin Sumsel Bisa” ini mengungguli pasangan calon gubernur nomor urut 2 H Syahrial Oesman-H Helmi Yahya (SOHE) dengan perolehan 1.764.373 suara atau 48,60 %.Pasangan Sohe diusung PDIP, PPP, PKS, dan sejumlah parpol yang tergabung Forum Parpol Sriwijaya Bersatu.

Penghitungan dipimpin langsung Ketua KPUD Sumsel Syafitri Irwan dan dihadiri semua anggota KPUD serta para anggota KPUD Kabupaten/kota se-Sumsel. ”Penetapan dilakukan hari ini mengacu pada PP No 6 Tahun 2006 bahwa tiga hari setelah semua KPUD kota/kabuapten melaporkan hasil penghitungan maka KPUD Sumsel harus mengumumkannya,Kemungkinan penetapan segera dilakukan hari ini juga.Tetapi, tergantung situasi,” ujar Helmi di Palembang.

Sementara itu, berdasarkan data dari 15 KPUD kabupaten/ kota se-Sumsel,ALDY menang tipis dengan 102.017 suara atau 2,8% dari total suara yang sah sebesar 3.630.763 dari jumlah mata pilih Sumsel sebanyak 5.085.416 suara. Adapun jumlah surat suara tidak sah mencapai 73.828. Dari total suara hasil penghitungan seluruh KPUD Sumsel ini, hasil penghitungan KPUD yang menyatakan Aldy 51,40% dan Sohe 48,60% paling mendekati hasil quick count versi Lingkar Survey Indonesia-Jaringan Isu Publik (LSI-JIP) pimpinan Denny JA yang memprediksi keunggulan perolehan Aldy 51,20 % dan Sohe 48,80 % serta versi LSI Syaiful Mudjani, Aldy 51,90% dan Sohe 48,10%. Sementara, berdasarkan quick count versi Puskaptis, yang unggul justru pasangan Sohe dengan 51,10% atas Aldy dengan 48,90 %.

Di tempat terpisah,Ketua Panwaslu Sumsel Ruslan Ismail mengatakan, pihaknya telah menerima undangan resmi dari KPUD Sumsel untuk hadir pada acara rekapitulasi hasil penghitungan Pilgub Sumsel di tingkat provinsi.Mereka menyatakan tak bertanggung jawab kalau terjadi hal-hal tak dinginkan dengan dilaksanakannya rekap hari ini. Keua Panwaslu memang tidak tampak dalam pleno tersebut. Namun beberapa anggotanya terlihat hadir.

Aldy Kuasai 8 Daerah, Sohe 7

Sementara, Sohe yang dikenal dengan tagline”Sumsel Hebat Untuk Semua” ini menguasai 7 daerah, yakni Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, OKU, OKU Timur, Prabumulih, dan Lubuklinggau.Berdasarkan hasil rekapitulasi di 15 KPUD se-Sumsel, pasangan Aldy menang telak di seluruh kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan perolehan 207.142 suara (79,24%). Di kabupaten yang pernah dipimpin Alex Noerdin ini, Sohe hanya kebagian 54.261 suara (20,76%). Di Empat lawang yang merupakan kampung halaman Eddy Yusuf, Aldy memperoleh suara 78.865 (76,88%) mengungguli Sohe yang memperoleh suara 23.716 (23,12%). Selain Muba dan empat Lawang, Aldy juga menang mutlak di Kota Pagaralam dengan perolehan 41.859 suara (63,27%) mengalahkan Sohe dengan perolehan 24.303 suara (36,33%). Aldy yang mengampanyekan sekolah dan berobat gratis juga unggul di Kabupaten Lahat dengan perolehan suara 105.231 (51,58%) meninggalkan Sohe yang mengumpulkan 81.143 suara (48,42%). Selain itu,kemenangan Aldy diraih di Musi Rawas (Mura) dan Banyuasin berturut-turut dengan perolehan suara sebanyak 127.803 (52,03%) dan 188.638 (51,19%) mengungguli Sohe dengan perolehan suara masing-masing 117.825 (47,97%) dan 179.846 (48,81%). Yang cukup mengejutkan, Aldy juga menang di Kabupaten Muaraenim dan OKU Selatan yang dikenal sebagai basis pendukung Sohe.Apalagi, di dua kabupaten tersebut, kepala daerahnya secara vulgar mendukung pasangan Sohe. Di Kabupaten Muaraenim yang merupakan kampung halaman tokoh PDIP Taufik Kiemas ini, Aldy mengantongi 181.902 suara (54,22%) mengungguli Sohe yang memperoleh 153.587 suara (45,78 %). Sementara, di Kabupaten OKU Selatan, Aldy memperoleh 84.295 suara (51,58%) unggul tipis dari Sohe yang memperoleh 79.124 suara (48,42%). Adapun pasangan Sohe unggul di 7 daerah, yakni Kabupaten OKU Timur, OKU, OKI, Ogan Ilir, Prabumulih, Lubuklinggau, dan Palembang. Pasangan Sohe menang telak di OKUT. Di kampung halaman Syahrial Oesman ini, Sohe unggul dengan perolehan suara 223.954 suara (66,80%) mengalahkan Aldy yang mengumpulkan 111.141 suara (33,20%). Sohe juga unggul di Kota Prabumulih. Di Kota Nanas yang wali kota dan wakil wali kotanya berasal dari Partai Golkar ini, Sohe justru unggul dengan perolehan 47.390 suara (63,37%) mengalahkan Aldy yang menangguk 27.429 suara (36,67 %).Demikian halnya di Ogan Ilir (OI). Di kabupaten pimpinan Mawardi Yahya yang merupakan Ketua Partai Golkar OI, Sohe justru unggul tipis dengan perolehan 95.719 suara (50,77%) mengalahkan Aldy dengan perolehan 92.805 suara (49,23%)


Sementara itu, di luar dugaan, Sohe hanya unggul tipis atas Aldy di Kota Palembang. Maklum, Kota Palembang selama ini diklaim sebagai basis SOHE, mengingat di daerah yang mempunyai mata pilih terbanyak sekitar satu juta lebih ini merupakan daerah ”kekuasaan” Wali Kota Palembang Eddy Santana yang juga Ketua DPD PDIP Sumsel.Dari hasil rekapitulasi KPUD Palembang kemarin, Sohe hanya unggul tipis dengan perolehan 368.164 suara (52,59%) mengalahkan Aldy dengan perolehan 331.929 suara (47,41 %).
Begitu pula di OKU. Di kabupaten yang pernah dipimpin Syahrial dan rivalnya, Eddy Yusuf,ini, Sohe unggul tipis dengan perolehan 84.053 suara (53,47%) mengalahkan ALDY yang mengumpulkan 73.141 suara (46,53%). Sohe juga unggul tipis di Kabupaten OKI dengan perolehan 188.058 suara (52,21%) meninggalkan Aldy yang memperoleh 172.106 (47,79%). Di Kota Lubuklinggau, Sohe menang tipis dengan perolehan 43.410 suara (50,75%) mengungguli Aldy yang memperoleh 42.121 suara (49,25%).

Dengan hasil ini, Syahrial yang dalam suksesi sebelumnya mengalahkan incumbent Rosihan Arsyad dengan selisih satu suara. Begitupun saat mengikuti suksesi di OKU juga unggul atas lawannya dengan selisih satu suara, yang kemudian ditinggalkannya dengan menyisakan masa pemerintahannya dua tahun kepada wakilnya, Eddy Yusuf dua suksesi Syahrial Oesman ini masih dipilih oleh anggota DPRD.
Sementara Alex Noerdin bersama pasangannya Eddy Yusuf masing-masing telah menjabat bupati dua kali di Muba dan OKU. Alex, yang pertama dipilih DPRD, yang kedua pilihan langsung. Eddy Yusuf, yang pertama sisa jabatan yang diitinggalkan Syahrial Oesman, yang kedua pemilihan langsung. Artinya, keduanya berpengalaman dalam pilkadasung berbeda dengan Syahrial-Helmy yang merupakan pengalaman pertama.
Siapapun gubernur Sumsel, masyarakat tinggal menunggu janji. Apalagi Aldy dalam berbagai kesempatan selalu menyatakan siap mundur bila dalam waktu setahun tak berhasil merealisasikan program utamanya, sekolah dan kesehatan gratis.(sir)

Senin, 08 September 2008

pendukung sohe-polisi bentrok

Pendukung Sohe datangi KPU Sumsel.

Kapoltabes Palembang Kombes Lucki Hermawan
Bentrok antara pendukung Sohe dan polisi tak terelakkan.
Pintu gerbang KPUD Sumsel pun jebol....

*KPU Mencekam

Pendukung Sohe Tolak Pleno Hari Ini

Palembang:

Percepatan penetapan hasil Pilgub Sumsel yang semula tanggal 14 September menjadi hari ini, dipertanyakan tim sukses calon gubernur nomor urut 2 Syahrial Oesman-HelmiYahya (Sohe).
Ribuan pendukung Cagub Sohe mengepung KPU Sumsel di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring Palembang.

Mereka memadati dua pintu masuk KPU. Sementara sedikit 300 personel dari berbagai kesatuan Poltabes Palembang dan Brimob dikerahkan mengamankan.

Suasana tampak mencekam. Bentrok nyaris terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat dari arah massa ada lembaran batu ke arah barisan polisi di halaman KPU. Pintu gerbang nyaris rubuh, dan suasana histeris. Beruntung polisi yang dikomandani langsung Kapoltabes Kombes Lucki Hermawan berhasil menenangkan suasana.


Pukul 10.30 WIB bentrok kembali terjadi. Dimulai dari pinti kiri, massa berhasil merusak pintu masuk. Lemparan batu dari kedua pihak membuat beberapa orang mengalami luka-luka.
Kini, massa semakin merangsek ke pintu masuk. Sementara KPU melakukan rekapitulasi suara dan direncanakan akan diplenokan.

Inilah yang ditolak oleh pendukung Sohe. Soalnya jadwal semula pleno direncanakan Minggu (14/9). Namun kemudian berubah pada Selasa (9/9) bertepatan dengan hari ulang tahun Alex Noerdin.
Tim sukses SoheE menilai, tidak terdapat kondisi yang mengharuskan penetapan yang dijadwalkan pada 14 September mendatang tersebut untuk dipercepat. Selain itu,beberapa temuan pelanggaran yang ditemukan tim Sohe belum disikapi KPUD Sumsel.


Ketua Tim Pemenangan Sohe Ibnu Hajar Dewantara mengatakan, seharusnya KPUD Sumsel dapat menanggapi dan menyelesaikan temuan tim Sohe. Sebab, selain temuan tersebut merupakan pelanggaran, KPUD juga masih memiliki waktu untuk menyelesaikan temuan itu sebelum jadwal penetapan awal pada 14 September mendatang.


”Semuanya tahu, tidak ada kondisi yang mengharuskan dipercepat, sehingga dengan rentang waktu yang tersisa dapat digunakan untuk menyelesaikan semua masalah,” ujar Koordinator Aksi, Suparman Roman di sela-sela orasinya.


Menurutnya,terdapat tiga temuan yang harus diselesaikan KPUD Sumsel,di antaranya terdapat berita acara yang tidak sesuai dengan jumlah suara yang sebenarnya, ditemukan juga pemilih yang menggunakan kartu pilih orang lain dengan buktibukti yang telah dikumpulkan, dan ditemukan juga perbedaan hitungan suara antara C1 yang dipegang saksi dengan rekapitulasi PPK.


”Kita meminta ketiga temuan ini segera diselesaikan. Kita tidak minta penambahan waktu, hanya, minta semua diselesaikan sesuai dengan tahapannya,” paparnya. Suparman mengaku sangat terkejut dengan pemberitahuan percepatan penetapan yang disampaikan KPUD melalui surat.Pasalnya,bukannya menyelesaikan temuan yang diajukan, melainkan mengambil keputusan percepatan yang dinilai tidak memiliki dasar. Untuk itu,tim Sohe sepakat untuk menolak percepatan hasil pilkada dan kembali pada 14 September yang telah dijadwalkan sejak awal serta menolak hasil Pilgub Muba.

"Kami juga tetap akan hadir pada rapat KPUD dengan massa sebanyak 20.000 orang.Kami juga mengirim surat ke Mendagri, Komisi III DPR,Komisi Yudisial, dan Kejaksaan Agung. Malam ini juga kurirnya berangkat,” ujarnya seraya menambahkan, tindakan tersebut terpaksa dilakukan karena keluhan tim Sohe tidak diindahkan.

Di tempat terpisah, Ketua Tim Kampanye Pasangan Aldy Junial Komar menyatakan bersyukur atas kemenangan yang berhasil diraih pasangan ini dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel. Ketua Panwaslu Sumsel Ruslan Ismail menyatakan mendukung ditundanya pleno dan pengumuman hasil Pilgub karena sebelumnya sudah dijadwalkan pada tanggal 14 September," ujarnya.(sir)

Minggu, 07 September 2008

pilgub sumsel

KPUD Sumsel belum menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara PIlgub Sumsel yang dilaksanakan Kamis (4/9). Namun berdasarkan penghitungan cepat tiga lembaga survey, masing-masing kandidat mengklaim sebagai pemenang karena dua lembaga menggunggulkan pasangan Alex Noerdin -Eddy Yusuf (Aldy) dan satu lembaga lainnya memenangkan pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya (Sohe). Masing-masing di kediaman kandidat dipenuhi karangan bunga. Tampak dua orang pelajar melintas di halaman rumah pribadi Alex Noerdin di Jalan Merdeka Senin (8/9). Kandidat ini dalam kampanyanye menjual isu sekolah gratis dan pengobatan gratis.

Pilgub Sumsel

Suara Tidak Sah dan Golput 1,4 Juta


Palembang:

Hingga Minggu malam (7/9) berdasarkan tekapitulasi semantara KPUD Sumsel Tingkat partisipasi pemilih 3.631.961 (71,36%) dari jumlah mata pilih yang disahkan KPU Sumsel sebanyak 5.089.536. Diketahui, ada 1.457.575 (28,64%) suara tidak sah dan golput (tidak menyalurkan hak suara sama sekali). Namun, panitia belum bisa merinci riilnya jumlah yang golput dan jumlah yang tidak sah.

Saat ini, tujuh KPU kabupaten/kota sudah melakukan pleno rekapitulasi suara pemilukada gubernur dan wakil gubernur 4 September lalu. Masing-masing, Musi Rawas (Mura), Empat Lawang, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ulu (OKU), Lubuk Linggau, OKU Selatan, dan Kabupaten Lahat.

“KPU Sumsel hanya melakukan rekap berdasarkan hasil perhitungan KPU kabupaten/kota. Nantinya, kami akan menghadirkan Ketua KPU, Panwaslu, dan pihak-pihak yang menandatangani berita acara. Jadi, kotak suara tidak ikut serta dibawa,” kata Ahmad Bakri, anggota KPUD Sumsel.

Hasil pleno tujuh KPU kabupaten/kota tersebut menunjukkan pasangan nomor urut 1 Aldy sementara unggul dari pasangan Sohe.

Rincian raihan suara masing-masing kandidat, di Musi Rawas pasangan Aldy mendapatkan 127.803 suara, Sohe 117.825. Empat Lawang Aldy 78.865, Sohe 23.536; Muba Aldy 207.142, Sohe 54.261. Lalu, OKU pasangan Aldy mendapatkan 73.141, Sohe 84.053; Lubuk Linggau Aldy 42.121, Sohe 43.410; OKU Selatan Aldy 84.295, Sohe 79.124 suara. Terakhir, Lahat Aldy meraih 105.231 suara, sedangkan Sohe hanya 81.143.

Meski demikian, perbedaan suara dua kandidat ini diperkirakan sangat tipis. Memang, jumlahnya masih dapat berubah karena belum dibawa dalam rapat pleno di delapan kabupaten/kota lain.

Dari data PPK di delapan daerah tersebut, pasangan Aldy memperoleh dukungan 1.148.474 suara. Sedangkan, suara Sohe 1.281.537. Suara tersebut tersebar di Palembang, Aldy mendapatkan 331.929, Sohe 368.241. “Rencananya rekap suara 16 PPK itu akan kita plenokan pukul dua siang (14.00 WIB),” kata anggota KPU Kota Palembang, Rosydah M Rozali, tadi malam.

Kemudian di Ogan Ilir, yang juga baru akan diplenokan hari ini. Di daerah Mawardi Yahya, ketua DPD Partai Golkar OI itu, pasangan Aldy mengumpulkan 92.815 suara. Kalah tipis dari Sohe dengan 95.719 suara.

Lalu, di Ogan Komering Ilir (OKI). Rekap per PPK, Aldy meraih 172.111 suara, sedangkan Sohe 187.527. Prabumulih Aldy kalah telah dengan 27.429 suara, sedangkan Sohe unggul 47.390 suara. Sebaliknya di daerah basis Sohe Muara Enim. Aldy malah menang dengan 182.700 suara. Sementara Sohe meraih 154.117 suara. Berikut di OKU Timur, pasangan Aldy hanya mendapat 110.991 suara, Sohe 224.395.

Dua daerah terakhir, Banyuasin dan Pagar Alam Aldy unggul. Masing-masing 188.638 suara dan 41.861. Sohe kalah dengan 179.864 suara dan 24.303.
Melihat perolehan suara hasil pleno KPU dan rekap PPK, pasangan Aldy sementara unggul dengan 1.867.072 suara (51,41%). Jumlah suara Sohe 1.764.889 (48,59%).

Sementara hasil quick count yang dilakukan tiga lembaga survey menunjukkan hasil berbeda. Dengan selisih suara yang juga tipis. Dua lembaga, Lembaga Survey Indonesia (LSI), menunjukkan pasangan Aldy unggul 52,34 persen dan Sohe 47,66 persen dan Lingkaran Survey Indonesia-Jaringan Isu Publik (LSI-JIP) mencatat kemenangan untuk pasangan Aldy dengan hasil pasangan Aldy mengungguli pasangan Sohe dengan perolehan 51,22% dan 48,78%. . Dan satu lembaga survey, Puskaptis mengunggulkan pasangan Sohe. Sehingga masing-masing kubu kandidat mengklaim sebagai pemenang.Menurut lembaga ini pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya unggul sebesar 51,11 persen dari saingannya Alex Nerdin-Eddy Yusuf (Aldy) yang memperoleh angka 48,89 persen.

Pendukung Sohe Duduki KPUD

Ratusan anggota tim sukses (timses) pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur nomor urut 2 Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE) menduduki Kantor KPUD Sumsel semalam. Anggota KPUD sendiri tidak ada di tempat, sementara aparat keamanan terus berjaga-jaga. Hingga pukul 23.00 WIB, situasi masih aman terkendali. Mereka mendatangi KPUD sejak siang kemarin. Massa bermaksud meminta kejelasan tentang hasil penghitungan dan rekapitulasisuaradarisejumlahKPUD kabupaten/kota yang sudah masuk ke KPUD Sumsel. Namun, tidak satu pun anggota KPUD berhasil ditemui.

Selain aparat dari satuan Brimob Polda Sumsel yang memang bersiaga di kantor KPUD,beberapa aparat dari Satuan Samapta Poltabes Palembang juga tampak mulai berdatangan karena adanya isu massa demonstran yang mendatangi KPUD Sumsel.

Koordinator Aksi Timses Pasangan SOHE Toni Siahaan mengatakan, pihaknya berencana menduduki KPUD Sumsel untuk menghindari terjadinya penggelembungan suara. Toni menuntut agar KPUD melakukan pemilihan ulang di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). (sir)