Tampilkan postingan dengan label Unsri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unsri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 April 2012

Unsri Kukuhkan Profesor ke-56


Unsri Kukuhkan Profesor ke-56

Palembang: Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menambah deretan panjang guru besarnya, dengan mengukuhkan Prof Dr Fakhili Gulo sebagai guru besar ke-56. Pengukuhan guru besar dari Jurusan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP) itu dilakukan di Aula Gedung Pascasarjana Unsri, Bukit Besar, Palembang, kemarin.
Hadir dalam pengukuhan tersebut,Rektor Unsri Badia Parizade, Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintahan Jhonson, berikut sivitas akademika Unsri. Prof Dr Fakhili Gulo dikukuhkan sebagai guru besar dengan orasi ilmiah berjudul “Perkembangan Kluster Niobium Oksiklorida Menuju Material Masa Depan”. Selain karya ilmiah itu,pria kelahiran Fadorohili, 9 Desember 1964 tersebut juga memiliki tiga hasil penelitian lagi yang belum dipublikasikan, salah satunya Pengembangan dan Penggunaan Multimedia Pembelajaran Kimia di Kelas X SMA Methodist I Palembang tahun 2005.

Menurut Rektor Unsri Badia Parizade, saat ini Unsri terus mendorong peningkatan jumlah guru besar di Unsri. Dia menargetkan,setidaknya Unsri memiliki lebih banyak guru besar ke depannya untuk memenuhi kebutuhan yang ideal sebuah universitas. Penambahan guru besar ini dinilai penting, karena turut memengaruhi kualitas sebuah universitas. “Unsri terus berupaya untuk itu. Karena penambahan ini jadi salah satu tolak ukur sebuah universitas yang diperhitungkan,” katanya.

Sementara itu,Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintahan Jhonson menyatakan, saat ini jumlah peneliti di Sumsel memang masih kurang. Untuk itulah, pihaknya terus mendorong penambahan jumlah peneliti dengan mempermudah kebijakan menyekolahkan PNS.

“Sekarang ini di Sumsel baru ada sekitar 30 peneliti. Nah inilah yang kita dorong terus penambahannya. Salah satu caranya dengan menyekolahkan dan membuka kesempatan bagi PNS yang berjasa, untuk mendapatkan ilmu yang lebih lagi ke luar negeri,” pungkasnya. komalasari

Seputar Indonesia, Sabtu (28/4/2012)

Jumat, 09 Desember 2011

Menghilang 1,5 Bulan, Mahasiswa Unsri Ditemukan




Palembang:

Wenny Rahmayana (21), mahasiswi semester IX FKIP Jurusan Bahasa Indonesia Universitas Sriwijaya (Unsri) yang hilang sejak 25 Oktober lalu akhirnya ditemukan.


Warga Desa Muara Gula Baru, Kecamatan Ujan Mas, Muaraenim, yang mengontrak di Jalan Muhajirin Inderalaya, Ogan Ilir (OI),ditemukan keluarganya pada Sabtu (26/11) sekitar pukul 18.30 WIB di rumah singgah Raden Pusaka Ilahi Ningrat alias Ajisaka alias Dedek di Talang Kerangga, Palembang. Saat ditemukan, kondisi Wenny dalam keadaan lemah dan seperti orang yang kehilangan kesadarannya.


Sementara, Dedek yang bersama Wenny selama pelarian tidak ada di lokasi tersebut. Diduga dia sudah melarikan diri setelah mengetahui keluarga Wenny datang. Mulyana, ibu Wenny, mengungkapkan, Wenny ditemukan setelah dia menerima informasi dari warga yang mengaku melihat Wenny di lokasi tersebut. “Ada orang yang melihat Wenny bersama Dedek di salah satu rumah di daerah Talang Kerangga,” tuturnya kepada SINDO kemarin.

Mendapatkan informasi tersebut, dia dan anggota keluarga lainnya langsung menuju lokasi yang diinformasikan. Benar saja, setelah tiba di rumah yang dimaksud, mereka menemukan Wenny di dalamnya. Ketika itu,Wenny sempat terkejut dengan kedatangan mereka saat itu. Namun, kondisinya seperti orang kebingungan.

“Saat bertemu, Wenny hanya mengenakan baju tidur dan berjilbab serta dalam keadaan lemah dan Dedek hingga kini tidak diketahui keberadaannya,” ujarnya. Secara fisik, tutur dia,Wenny masih sehat. Saat diperiksa bidan di tempat tinggalnya, tidak ditemukan tanda penyiksaan maupun kekerasan pada tubuhnya, hanya jiwanya yang terganggu.

“Wenny seperti orang linglung, tidak mau berinteraksi dengan seseorang. Kalau diajak bicara hanya diam dan seperti pikirannya kosong. Saya tidak tahu penyebabnya,” tuturnya. Untuk memulihkan kondisi kesehatannya,Wenny sementara tidak diperkenankan kuliah sebelum kondisinya benarbenar pulih.

Sementara itu, Dekan FKIP Unsri Prof Tatang Suhery melalui PD II FKIP Unsri Made Sukaryawan mengaku bersyukur atas kembalinya Wenny setelah sempat menghilang beberapa waktu lalu. ”Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua,khususnya mahasiswa,untuk tidak mudah percaya kepada orang,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini banyak komunitas bermunculan, yang kalau tidak pandai memilah, dapat membuat mahasiswa terperosok,apalagi kalau mendengar informasi saat ditemukan mahasiswanya tersebut dalam keadaan linglung. “Ya, semoga cepat sembuhlah dan segera bergabung kembali. Apalagi Wenny ini saya dengar sedang menyelesaikan skripsinya,” ucapnya. (sir)