Tampilkan postingan dengan label sfc. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sfc. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2012

Pemain, sponsor, penyedia kostum SFC

sumber: wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya_FC
Skuad 2011-2012

2 DF Muhammad Shobran
3 DF James Coyne
4 MF Lim Joon-Sik
6 DF Thierry Gathuessi
7 MF Siswanto
10 FW Hilton Moreira
11 MF Ponaryo Astaman (Captain)
12 GK Ferry Rotinsulu
13 DF Achmad Jufriyanto
14 FW Riski Novriansyah
15 MF Firman Utina (Vice Captain)
17 FW Keith Kayamba Gumbs
19 GK Andi Irawan
20 MF Khoirul Huda
21 MF Jeki Arisandi
22 DF Supardi Nasir
23 MF Muhammad Ridwan
24 DF Mahyadi Panggabean
25 DF Darwin
26 DF Seftia Hadi
27 MF Rendy Siregar
29 MF Ruly Saputra
30 DF Nova Arianto
31 GK Tri Hamdani Goentara
32 DF Markus Bachtiar
33 GK Rivki Mokodompit
37 FW Rizky Dwi Ramadhan
44 FW Yudistira Yehuda Wehu




Transfer 2011-2012

Masuk


Hilton Moreira
Nova Arianto
Markus Bachtiar
Syamsul Chaeruddin
Ilham Jaya Kesuma
Risky Nofriansyah
Muhammad Shobran
Siswanto
Keluar
Gunawan Dwi Cahyo
Korinus Fingkreuw
Mahadirga Lasut
Oktovianus Maniani
Fauzal Mubaraq
Jajang Mulyana
Muhammad Rifky
Ardiles Rumbiak
Ade Suhendra
Kim Yong-Hee
Markus Bachtiar

Sponsor
Bank Sumsel-Babel (2008–sekarang)
Thamrin Brothers (2011–sekarang)
Yamaha (sekarang)

Penyedia Seragam
2007—2009: Specs
2009—2010: Reebok
2010—kini: Specs

Gelar dan Prestasi SFC

Liga Indonesia
Juara (1): 2007

Piala Indonesia
Juara (3): 2008, 2009, 2010[2]

Liga Super Indonesia
Fair Play Team (1): 2009-10
Juara (1): 2011-2012

Community Shield
Juara (1): 2010[3]

Inter Island Cup 2010
Juara (1): 2010[4]



Liga Champion AFC
2009: babak penyisihan grup
Piala AFC
2010: babak 16 besar

Seputar SFC


Dikutip dari wikipedia....http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya_FC
Sriwijaya Football Club (disingkat Sriwijaya FC) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Palembang. Tim berjuluk Laskar Sriwijaya ini merupakan tim yang dimiliki oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) setelah terjadi penjualan opsi kepemilikan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Presiden Sriwijaya saat ini adalah Doddy Alex Reza yang merupakan putra dari gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Tim berkostum merah kuning bermotif songket ini memiliki dua kelompok suporter, S-Mania (Sriwijaya Mania) dan Singa Mania (Sriwijaya Palembang mania) yang kemudian digabung menjadi Sumselmania (Sumatera Selatan mania). Sriwijaya FC adalah juara Divisi Utama Liga Indonesia 2007.
Sejarah
Walaupun mewakili provinsi Sumatera Selatan, Sriwijaya FC didirikan di Jakarta dengan nama Persijatim Jakarta Timur pada tahun 1976. Karena alasan finansial, klub ini sempat pindah ke Solo dan menjadi Persijatim Solo FC pada tahun 2002 hingga 2004. Setelah itu klub ini dibeli oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan diganti namanya menjadi Sriwijaya FC Palembang.[1]
Logo SFC
Logo berbentuk lingkaran bertuliskan Sumatera Selatan Bersatu Teguh mempunyai arti bahwa Sriwijaya FC dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan kesatuan yang bulat dari seluruh masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.
Stadion Gelora Sriwijaya
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang berkapasitas 40.000 penonton ini merupakan stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Stadion ini juga merupakan stadion terbesar ketiga di Indonesia. Stadion ini juga diakui sebagai salah satu stadion terbaik bertaraf internasional.
Mess Pertiwi
Mess Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dikelola oleh Dharma Wanita Pemprov Sumsel digunakan sebagai mess para pemain dan staff pelatih, sehingga dapat menekan anggaran kebutuhan tim. Walaupun mess ini terletak di tengah kota, yaitu di Jl. Ba Salim Batubara Sekip Pangkal, tetapi mess ini tetap menimbulkan kesan asri sehingga menjadi kenyamanan tersendiri bagi penghuninya.
Sekretariat SFC
Sriwijaya FC memiliki sekretariat yang terletak di Kompleks Palembang Square Jl. Angkatan 45/Kampus POM IX No R 130. Sekretariat ini merupakan bangunan ruko tiga tingkat. Lantai satu digunakan untuk etalase dan pusat penjualan cendera mata & atribut Sriwijaya FC. Lantai dua merupakan pusat aktivitas manajemen, sedangkan lantai tiga digunakan sebagai tempat pertemuan/ruang rapat



SFC Gelorakan Sepakbola Sumsel



Penulis: Agustian Pratama (Wartawan Topskor)

Gelora persepakbolaan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini sedang memuncak. Salah satu indikatornya, ikon sepakbola Sumsel klub Sriwijaya Football Club (SFC)  menjadi salah satu klub terkuat dan ditakuti klub sepakbola di Indonesia.

Musim tahun ini, SFC kembali mengukir prestasi dengan menjuarai Indonesia Super League (ISL). Bahkan, masih menyisakan empat pertandingan, tim lascar wong kito ini sudah memastikan sebagai juara.

Laskar Wong Kito, julukan SFC ini, sebelumnya sempat disebut-sebut sebagai ‘bayi ajaib’ karena sederet prestasi yang digapai klub  konversi dari Persijatim yang dibeli Pemprov Sumsel pada tahun 2005. Prestasi itu dimulai dari juara  Divisi Utama Liga Indonesia 2007. Lalu, SFC  menjadi satu-satunya klub di Indonesia yang hattrick. Mengoleksi double winner --Piala Copa serta Juara Liga Indonesia-- kompetisi 2008/2009 dan dua tahun berturut-turut menjadi jawara Copa Indonesia.

SFC juga menjuarai  Community Shield tahun 2010, lalu juara  Inter Island Cup 2010 dan di Liga Super Indonesia  2009/2010 menjadi Fair Play Team. Di Liga Champions AFC tahun 2009 SFC masuk ke babak penyisihan grup, dan di  Piala AFC 2010 mampu masuk ke babak 16 besar.

Di bawah naungan PT Sriwijaya Optimis binaan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman kala itu, eksistensi klub yang memiliki homebase di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) ini di Sumsel semakin lama semakin dicintai masyarakat Sumsel. Menjadi pemersatu masyarakat Sumsel, meski para pemain SFC bukan sepenuhnya diperkuat para pemain asal Sumsel.

Seiring waktu dan berakhirnya masa kepemimpinan Gubernur Syahrial Oesman pada 2008, SFC dibina Gubernur baru H Alex Noerdin, perusahaan yang menaungi SFC pun diganti menjadi PT SOM (Sriwjaya Optimis Mandiri). Mandiri yang diinginkan Gubernur Alex ini salah satunya  mandiri finansial tanpa harus membebani APBD Pemprov Sumsel.

Mimpi itu pun terwujud. Pada 2012 ini, SFC lepas dari ketergantungan terhadap APBD. SFC tidak mendapat suntikan dana dari  APBD Sumsel karena  dinilai sudah professional. Ini sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri, yang menyebutkan bahwa klub bola profesional tidak boleh lagi dianggarkan dalam APBD. Untuk mandiri pendanaan ini, SFC  telah mendapat sokongan dana dari berbagai sponsor. Tahun 2011, kebutuhan dana yang bersumber  dari APBD Sumsel sekitar  Rp25 miliar.

Pemain Lokal

Prestasi yang diukir SFC menjadi pemecut bangkitnya gairah persepakbolaan di Sumsel. Sumsel kembali diperhitungkan di bidang persepakbolaan di tanah air. Pemain-pemain profesional asal Sumsel seperti Ilham Jaya Kesuma ataupun pemain lokal di Sumsel pun sangat berminat bergabung ke SFC.

Alhasil,  cita-cita klub SFC didominasi pemain asal Sumsel mulai menunjukkan tanda-tanda bakal terwujud. Pemain asli Sumsel mulai memperkuat skuad SFC. Beberapa pemain asli Sumsel yang memperkuat SFC saat ini M Sobran, Jeki Arisandi,  Supardi,  Ilham Jaya Kusuma. Dan juga ada pemain magang seperti Try Hamdani Goentara, Risky Dwi Ramadhana, dan Darwin.

Pemerintah daerah dan Manajemen SFC semakin serius membina potensi muda untuk dijadikan bibit pesepakbola profesional asli Sumsel. Seleksi pemain Sriwijaya FC U-19 dan U-21 Januari 2012  lalu tanpa dipungut biaya. Tindakan ini cukup disambut baik masyarakat hingga peminatnya  membludak  mencapai sekitar 1.500 remaja ikut seleksi.
Remaja asal Sumsel ingin masuk dan dibina manajemen SFC tidak lain karena klub SFC selalu berjaya.


Kejayaan Masa Lalu

Berkembangnya persepakbolaan di Provinsi Sumsel tak lepas dari sebuah klub yang dulu pernah jaya dan bermarkas di Palembang di era 1980-an, yaitu Krama Yudha Tiga Berlian Palembang yang biasa disebut  KTB Palembang.  Kesebelasan ini merupakan binaan PT  Krama Yudha Tiga Berlian Motor Palembang, yang pemiliknya adalah Syarnubi Said.

KTB Palembang cukup berprestasi di eranya. Mulai dari juara Liga Indonesia  V/1989.  Juga pernah mewakili Indonesia di Piala Winners Asia I/1990-1991.  KTB pun pernah mengikuti kompetisi Galatama XI /1990-1992 meski hanya satu putaran.

Selain Krama Yudha Tiga Berlian, Sumsel khususnya Kota Palembang juga memiliki klub sepakbola yang juga dapat diperhitungkan, yaitu PS Pusri milik PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) dan juga PS Palembang milik Pemerintah Kota Palembang. Kedua klub ini  juga memberikan kontribusi lahirnya para pemain sepakbola berkualitas asal Sumsel. Hanya saja gaungnya belum seperti SFC.

Fasilitas

Upaya pengembangan olahraga sepakbola di Sumsel ke depan sangat didukung fasilitas olahraga yang dimiliki. Salah satunya Stadion GSJ eks Pekan Olahraga Nasional XVI  tahun 2004 yang sudah berstandar internasional. Stadion ini juga pernah digunakan untuk dua pertandingan dalam lanjutan Piala Asia AFC 2007, yaitu babak penyisihan grup D antara Arab Saudi dan Bahrain, serta perebutan tempat ketiga antara Korea Selatan dengan Jepang.
Terakhir, Kompleks Jakabaring Sport City (JSC) termasuk Stadion GSJ, digunakan untuk gelaran olahraga multi even Asia Tenggara, SEA Games XXVI/2011.

Sumsel juga memiliki Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) atau Sriwijaya Sport School, untuk membina pelajar berbakat olahraga  berasal dari kabupaten/kota di Sumsel. Termasuk diantaranya, sepakbola. 

SONS diharapkan dapat mencetak bibit-bibit terbaik bidang olahraga asal Sumsel. Dalam implementasinya, Pemprov Sumsel menggandeng sekolah olahraga di negara tetangga Singapura yakni Singapore Sport School.  Kerjasama ini mulai dari kurikulum, materi pelajaran, hingga tenaga pengajar.
   
Persepakbolaan di Sumsel sudah dapat dikatakan maju. Kemajuan ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan.  Mempertahankan dan meningkatkan kualitas persepakbolaan di Sumsel butuh kerja keras, keseriusan pemerintah, dan stakeholder lainnya. Salah satunya, manajemen klub sepakbola profesional seperti SFC.  Juga harus  didukung masyarakat Sumsel itu sendiri. (***)


Jawara ISL, Pemain SFC dan Trofi Diarak


Palembang:

Aura kegembiraan tergambar dari antusias ribuan warga Palembang yang tumpah ruah ke jalan raya mengiringi arak-arakan kemenangan Sriwijaya FC (SFC) sebagai juara Indonesia Super League (ISL)  2011/2012, Senin  (16/7).
Jalan protokol yang dilewati pemain SFC yang membawa trofi Liga Indonesia kedua dipadati warga. Masyarakat mengelu-elukan mereka karena dianggap sebagai pahlawan bagi Sumsel.  Arak-arakan dimulai dari i Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hingga di Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).
Setibanya di Kantor Gubernur Sumsel, trofi ISL diserahkan langsung Presiden SFC Dodi Reza Alex, didampingi Direktur Tehnik, SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin, dan Pelatih SFC Kas Hartadi, kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin selaku Dewan Pembina SFC.
 Gubernur Sumsel Alex Noerdin menilai SFC layak disebut sebagai tim terbaik di Tanah Air karena hampir seluruh gelar juara kompetisi maupun turnamen sepak bola yang berlangsung di Indonesia pernah diraih SFC.
“Habis sudah seluruh gelar sepak bola di Indonesia,mulai juara Divisi Utama, ISL, Copa Indonesia, Community Sield, Inter Island Cup (IIC),Tim Fair Play, hingga Perang Bintang. Tinggal piala U-21 nanti yang akan kita rebut untuk melengkapi pencapaian SFC,”katanya kemarin.
Lebih membanggakan lagi, ungkap Alex, semua prestasi itu diperoleh tanpa bantuan dana APBD. Karena itu, saya berterima kasih kepada seluruh sponsor yang telah membantu karena bukan mudah bisa lepas dari ketergantungan APBD,” ujar mantan Bupati Muba ini.
Sementara Dodi  berharap, prestasi yang telah ditorehkan SFC dapat dipertahankan. Apalagi dalam waktu dekat ini, keputusan dari joint committee memutuskan SFC berhak menjadi wakil Indonesia di Liga Champion Asia (LCA). (sir)

Jumat, 13 Juli 2012

SFC Siap Genapi Koleksi Gelar Kompetisi




Palembang

Sriwijaya FC (SFC) menargetkan bisa menambah koleksi gelar kompetisi pada pertandingan  Perang Bintang melawan tim ISL All Star, besok. Gelar ini akan menggenapi prestasi  Laskar Wong Kito di level sepak bola Indonesia. 

Tim yang masih berusia muda ini sedikitnya telah mengoleksi Sembilan gelar kompetisi dan turnamen..Sebut saja tiga kali Piala Indonesia, dua kali juara Liga Indonesia, Tim Fair-Play, juara Inter Island Cup (IIC), dan juara Community Shield (CS). Jika pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, besok, Ponaryo Astaman dkk berhasil merebut Trofi Perang Bintang,tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini akan menjadi pengoleksi gelar terlengkap di Indonesia.

Perah double winner dan dua kali berturut-turut juara copa ini, yahun ini pun memastkan menjadi jawara ISL meski masih menyisakan empat pertandingan. “Ini merupakan prestasi tersendiri. Yang belum pernah terjadi dalam sejarah persepakbolaan Indonesia,” ujar Pembina SFC, Alex Noerdin yang Gubernur Sumsel.

Presiden Klub SFC Dodi Reza Alex optimistis mampu menyempurnakan keberhasilan menjadi jura Indonesian Super League (ISL) musim ini dengan memenangi pertandingan Perang Bintang dan menyandingkan kedua trofi tersebut saat kegiatan arak-arakan nanti.

“Saya sangat yakin tim kami bisa mengatasi tim ISL All Star.Meski mereka secara perseorangan memiliki kualitas yang baik, belum tentu itu bisa dengan cepat dipadukan menjadi sebuah tim.
Berbeda dengan tim kami yang telah teruji,baik secara kualitas maupun kolektivitasnya selama satu musim ini,”
ungkap Dodi.

Tapi,untuk mewujudkan semua itu, Dodi mengharapkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat dan pencinta bola di Sumatera Selatan, khususnya Palembang, agar bisa datang langsung dan memberikan dukungan kepada para pemain di lapangan. Pada pertandingan nanti, Dodi dipastikan menjadi manajer tim SFC. 

Direktur Tehnik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin mengharapkan pendukung dan pecinta SFC dari seluruh penjuru Sumsel bisa hadir langsung memberikan semangat perjuangan SFC melawan tim ISL All Star sehingga bisa memenangkan pertandingan. 

“Jika SFC bisa memenangkan pertandingan pada perang bintang nanti, k
ami dari pihak manajemen klub akan memberikan tambahan berupa bonus untuk seluruh tim sebesar Rp100 Juta. Itu diluar hadiah yang telah disediakan oleh PT Liga Indonesia selaku penyelenggara,” ungkap Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin.

Disambut

Ratusan pencinta sepak bola memadati Atrium Palembang Indah Mal untuk melihat langsung pemain tim juara Indonesia Super League (ISL) Sriwijaya FC dan ISL All Star yang akan meramaikan acara perang bintang, Minggu (15/7) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Dalam acara meet and greet para pengunjung diberi kesempatan bertatap muka dan melakukan sesi foto bersama para bintang lapangan dari tim kebanggan masyarakat Sumsel maupun dari berbagai klub yang selama satu musim terakhir meramaikan kompetisi Liga Indonesia edisi 2011/2012 dan terpilih melalui polling SMS.
Selain dihadiri jajaran manajemen klub dan seluruh pemain dari tim Laskar Wong Kito, tampak 15 pemain dari ISL All Star seperti Bambang Pamungkas,Aldo Baretto,Alberto Goncalves, Zah Rahan dan lainnya yang dipimpin langsung Pelatih Misroslav Janu yang ditunjuk untuk menjadi arsitek tim. 

Kedatangan para pemain SFC dan tim ISL All Star disambut teriakan histeris para penggemar yang sudah menanti sejak sore hari meski acara baru digelar pukul 20.00 WIB.
Sementara itu, pemain tim Persija, Bambang Pamungkas yang mewakili para pemain bintang ISL mengatakan sangat siap menghadapi SFC. “Untuk Ponaryo Astaman, kapten tim SFC, saya harap Anda dan teman lainnya bisa melakukan persiapan maksimal karena kami datang kesini (Palembang) untuk mengalahkan tim juara,”ujarnya.
Manajer Bisnis PT Liga Indonesia, Ali Reza mengungkapkan, kegiatan ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun sebagai penutup gelaran kompetisi level tertinggi di Tanah Air. (sir)
 SFC Siap Genapi Koleksi Gelar Kompetisi

Palembang, Sinar Harapan

Sriwijaya FC (SFC) menargetkan bisa menambah koleksi gelar kompetisi pada pertandingan  Perang Bintang melawan tim ISL All Star, besok. Gelar ini akan menggenapi prestasi  Laskar Wong Kito di level sepak bola Indonesia. 

Tim yang masih berusia muda ini sedikitnya telah mengoleksi Sembilan gelar kompetisi dan turnamen..Sebut saja tiga kali Piala Indonesia, dua kali juara Liga Indonesia, Tim Fair-Play, juara Inter Island Cup (IIC), dan juara Community Shield (CS). Jika pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, besok, Ponaryo Astaman dkk berhasil merebut Trofi Perang Bintang,tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini akan menjadi pengoleksi gelar terlengkap di Indonesia.

Perah double winner dan dua kali berturut-turut juara copa ini, yahun ini pun memastkan menjadi jawara ISL meski masih menyisakan empat pertandingan. “Ini merupakan prestasi tersendiri. Yang belum pernah terjadi dalam sejarah persepakbolaan Indonesia,” ujar Pembina SFC, Alex Noerdin yang Gubernur Sumsel.

Presiden Klub SFC Dodi Reza Alex optimistis mampu menyempurnakan keberhasilan menjadi jura Indonesian Super League (ISL) musim ini dengan memenangi pertandingan Perang Bintang dan menyandingkan kedua trofi tersebut saat kegiatan arak-arakan nanti.

“Saya sangat yakin tim kami bisa mengatasi tim ISL All Star.Meski mereka secara perseorangan memiliki kualitas yang baik, belum tentu itu bisa dengan cepat dipadukan menjadi sebuah tim.
Berbeda dengan tim kami yang telah teruji,baik secara kualitas maupun kolektivitasnya selama satu musim ini,”
ungkap Dodi.

Tapi,untuk mewujudkan semua itu, Dodi mengharapkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat dan pencinta bola di Sumatera Selatan, khususnya Palembang, agar bisa datang langsung dan memberikan dukungan kepada para pemain di lapangan. Pada pertandingan nanti, Dodi dipastikan menjadi manajer tim SFC. 

Direktur Tehnik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin mengharapkan pendukung dan pecinta SFC dari seluruh penjuru Sumsel bisa hadir langsung memberikan semangat perjuangan SFC melawan tim ISL All Star sehingga bisa memenangkan pertandingan. 

“Jika SFC bisa memenangkan pertandingan pada perang bintang nanti, k
ami dari pihak manajemen klub akan memberikan tambahan berupa bonus untuk seluruh tim sebesar Rp100 Juta. Itu diluar hadiah yang telah disediakan oleh PT Liga Indonesia selaku penyelenggara,” ungkap Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin.

Disambut

Ratusan pencinta sepak bola memadati Atrium Palembang Indah Mal untuk melihat langsung pemain tim juara Indonesia Super League (ISL) Sriwijaya FC dan ISL All Star yang akan meramaikan acara perang bintang, Minggu (15/7) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Dalam acara meet and greet para pengunjung diberi kesempatan bertatap muka dan melakukan sesi foto bersama para bintang lapangan dari tim kebanggan masyarakat Sumsel maupun dari berbagai klub yang selama satu musim terakhir meramaikan kompetisi Liga Indonesia edisi 2011/2012 dan terpilih melalui polling SMS.
Selain dihadiri jajaran manajemen klub dan seluruh pemain dari tim Laskar Wong Kito, tampak 15 pemain dari ISL All Star seperti Bambang Pamungkas,Aldo Baretto,Alberto Goncalves, Zah Rahan dan lainnya yang dipimpin langsung Pelatih Misroslav Janu yang ditunjuk untuk menjadi arsitek tim. 

Kedatangan para pemain SFC dan tim ISL All Star disambut teriakan histeris para penggemar yang sudah menanti sejak sore hari meski acara baru digelar pukul 20.00 WIB.
Sementara itu, pemain tim Persija, Bambang Pamungkas yang mewakili para pemain bintang ISL mengatakan sangat siap menghadapi SFC. “Untuk Ponaryo Astaman, kapten tim SFC, saya harap Anda dan teman lainnya bisa melakukan persiapan maksimal karena kami datang kesini (Palembang) untuk mengalahkan tim juara,”ujarnya.
Manajer Bisnis PT Liga Indonesia, Ali Reza mengungkapkan, kegiatan ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun sebagai penutup gelaran kompetisi level tertinggi di Tanah Air. (sir)

Selasa, 26 Juni 2012

Dipermalukan Persija, SFC Ogah Dipermalukan Lagi Oleh PSPS

Seusai dipermalukan Persija 3- 0 di laga terakhir, Sriwijaya FC terus berbenah menjelang derby Sumatera menghadapi PSPS Pekanbaru, Kamis (28/6).

Buruknya kinerja lini belakang menjadi fokus evaluasi yang dilakukan pelatih Kas Hartadi. Dia bertekad memperbaiki penampilan anak asuhnya demi menjaga prestise sebagai tim juara Indonesia Super League (ISL) musim ini dengan menurunkan kekuatan terbaik, termasuk bek tangguh Thierry Gathuessi dan LimJoonSikyang sebelumnya diistirahatkan. “Kekalahan telak 3-0 kemarin menjadi pelajaran berharga dan kita tidak ingin lengah saat melawan PSPS.Yang pasti lini belakang harus lebih konsentrasi dan waspada,” ungkapnya kemarin.

Kurang disiplinnya Michael Jamie Coyne dkk, saat menjalankan tugas menjaga barisan pertahanan lantaran kerap meninggalkan pos untuk membantu serangan,membuat para penyerang Persija leluasa melakukan penetrasi ke jantung pertahanan Laskar Wong Kito. Menurutnya, perilaku itu bukan hanya sekali terjadi, melainkan sering dilakukan Jamie dan Thierry di beberapa pertandingan terakhir, terutama saat tim sedang memimpin perolehan skor.Padahal,mereka sering diwanti-wanti pelatih dari pinggir lapangan.

Akibatnya, saat tim lawan melakukan serangan balik,mereka sering terlambat dalam menutup pergerakan pemain lawan dan membuat gawang Ferry Rotinsulu terancam bahaya. Puncaknya,tiga gol tanpa balas yang dicetak para penyerang Persija di pertandingan terakhir menjadi klimaks dari perilaku indisipliner yang kerap dipertontonkan para pemain bertahan SFC. Padahal, sebagai bek tengah, posisi kedua legiun asing ini sangat vital dan sudah seharusnya mereka menjelma menjadi tembok yang kokoh di depan gawang Ferry. Berbeda dengan posisi Supardi dan Mahyadi Panggabean yang memang merupakan bek sayap.

Keduanya memang diplot untuk membantu serangan dari sisi kanan dan kiri serta mem-back up pergerakan dari Siswanto maupun M Ridwan di sektor sayap. “Setelah pertandingan melawan Persija kemarin,kita (pelatih) bersama pemain sudah membahas mengenai apa saja yang harus dibenahi agar penampilan tim lebih baik saat menghadapi PSPS. Saya rasa mereka (pemain) juga tidak ingin kembali mengalami kekalahan seperti kemarin,” ujarnya. Sementara, menghadapi PSPS besok, Kas mengatakan seluruh pemain SFC berada dalam kondisi terbaik dan tidak ada yang terkena akumulasi kartu.Hanya, dia masih meragukan kondisi kiper utama Ferry Rotinsulu yang belum pulih total.

Jika hingga besok kondisi masih belum fit, kemungkinan besar Rivky Mokodompit akan diplot sebagai starting eleven. Sedangkan, Hilton sengaja tidak dibawa serta ke Pekanbaru lantaran sedang mengikuti terapi di Jakarta untuk mengobati penyakitnya. “Rombongan tim sudah tiba di Pekanbaru sejak siang tadi (kemarin) dan menginap di Wisma Hasanah.Mudah-mudahan kita bisa mencuri poin di sini.Saya berharap doa dan dukungan seluruh masyarakat Sumsel dan pendukung SFC,” tuturnya.

Kamis, 21 Juni 2012

Pastikan Jawara ISL, Pemain SFC Bertabur Bonus






Palembang,

Dipastikan mengoleksi 73 poin setelah menundukkan  Persela di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang Rabu 20/6), SFC dipastikan jawara Indonesian Super League (ISL) tahun ini.

Dengan prestasi puncak ini, para pemain tim yang berjuluk Laskar Wong Kito ini dipastikan pula mengantongi bonus ratusan juta.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memastikan pemberian bonus ini usai pertandingan kemarin. Mengenai bonus, dia memastikan para pemain akan memperoleh lebih dari yang biasa diberikan pada pertandingan sebelumnya. Begitu pula mengenai hadiah juara yang akan diterima oleh SFC dari PT Liga Indonesia selaku operator ISL.
Akan ada bonus khusus dari manajemen dan lebih besar dari biasanya. Untuk hadiah liga, jika sebelumnya sebesar 60% dari jumlah keseluruhan, maka kali ini seluruh tim akan memperoleh lebih dari itu. Berapa pastinya, akan kami tentukan nanti,janjinya pasti.

Dalam pertandingan kemarin, dengan perolehan poin penuh tersebut SFC mengantongi total poin 73 dari 30 pertandingan. Poin ini tidak bisa dikejar lagi oleh Persipura Jayapura yang berada di posisi kedua dan baru mengoleksi 62 angka dari 31 laga, meski mereka masih memiliki tiga laga tersisa. Kalaupun tiga pertandingan berikutnya Persipura dapat poin penuh, total poin yang mereka kumpulkan hanya 71.

Pencapaian ini merupakan gelar juara Liga Indonesia kedua bagi SFC. Sebelumnya tim kebanggan masyarakat Sumatera Selatan ini juara musim kompetisi 2007/2008. Di tahun itu, SFC juga mencatatkan prestasi bisa meraih double winner, juara Liga Indonesia sekaligus juara Copa.


Dalam pertandingan kemarin,  Firman Utina dkk mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal hingga akhir.

Ketiga gol kemenangan bagi SFC masing-masing dicetak oleh Keith Jerome Kayamba Gumbs pada menit 18, serta oleh M Ridwan pada menit 25 dan 73. Pelatih SFC Kas Hartadi terharu dan bangga dengan kesuksesan ini. Dia juga bersyukur bisa mengemban amanat yang diberikan kepadanya sehingga SFC bisa menjadi jawara ISL musim ini.

Dia mengungkapkan, pencapaian tahun ini tidak terlepas dari hasil kerja keras seluruh komponen tim seperti manajemen klub, official dan terutama seluruh pemain. Selain memastikan diri sebagai kampiun ISL, SFC hingga kini masih memegang rekor sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga 20 pertandingan terakhir.

Walau berhasil mengunci juara ISL di laga ke-30, Kas Hartadi bertekad fokus pada empat pertandingan sisa melawan Persija (24/6), PSPS (28/6), Pelita Jaya (5/7) dan Persib (11/7) nanti.Kami tentu akan berusaha maksimal untuk menjaga prestise sebagai tim juara. Karena itulah pada empat laga sisa nanti kami akan tetap fight dan bertekad menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan, katanya.

Kesuksesan merebut trofi juara Liga Indonesia pada musim ini merupakan pencapaian kedua bagi Kayamba dan Ferry Rotinsulu.Karena mereka berdua merupakan punggawa SFC yang sebelumnya sama-sama berjuang merebut trofi Liga Indonesia edisi tahun 2007.

Perang Bintang

Presiden SFC Dodi Reza Alex menambahkan, setelah meraih juara ISL dia juga mengincar piala perang bintang saat SFC menghadapi para pemain bintang ISL yang akan diadakan pada acara penyerahan trofi ISL (15/6) nanti. Untuk menyempurnakan prestasi SFC musim ini kami bertekad merebut piala pada perang bintang nanti,” ujarnya bersemangat.

Pada pertandingan tersebut dia akan turun langsung memimpin para pemain sebagai manajer tim. (sir)
Foto-foto: Untung Sarwono, Humas Pemprov

Rabu, 20 Juni 2012

Tundukkan Persela 3-0, SFC Juara ISL


AKHIRNYA perlawanan Persela Lamongan terhenti, Sriwijaya FC mampu mengakhiri permainan dengan dengan skor 3-0 dalam lanjutan ISL di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012).

Gol masing-masing dicetak Kayamba menit 18, M Ridwan menit ke-25 dan 73. Berkat kemenangan ini SFC total mengumpulkan 73 poin dengan menyisakan empat pertandingan.

SFC mengunci gelar lantaran tidak akan terkejar lagi oleh pesaing terdekatnya Persipura yang jika memenangkan semua pertandingan hanya mengumpulkan 71 poin.

Kayamba akhirnya memecahkan kebuntuan yang dialami Sriwijaya FC selama 17 menit menyerang areal pertahanan Persela Lamongan dalam lanjutan ISL di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012) sore.

Diawali dari keberhasilan Ponaryo Astaman merebut bola dari lini tengah, bola kemudian alirkan kepada Siswanto yang tidak terjaga di sisi kiri, selanjutnya diteruskan kepada Kayamba, dengan cepat striker senior ini memanfaatkan celah di lini belakang kemudian melepaskan tembakan ke gawang Persela.

Gol di menit ke-18 ini untuk sementara membawa Laskar Wong Kito unggul 1-0 atas tim asuhan Miroslav Janu.

Setelah tujuh menit berselang, Persela kembali kebobolan. Kali ini giliran M Ridwan yang membawa Sriwijaya FC unggul 2-0 atas tim tamu dalam lanjtuan ISL di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012).

Bermula dari akselerasi Supardi dari sayap kanan yang kemudian melepaskan umpan datar kepada Kayamba, selanjutnya striker yang kini menjadi pemuncak top skorer ISL sementara ISL itu memberikan assist kepada M Ridwan yang tidak terjaga.

Dengan tenang winger SFC ini melepaskan tendangan ke gawang Persela di menit ke-25 dan membawa Laskar Wong Kito unggul dengan skor 2-0.

WINGER M Ridwan mencetak gol keduanya sekaligus membawa Sriwijaya FC unggul dengan skor 3-0 atas tamunya Persela Lamongan dalam lanjutan ISL di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012) sore.

Menerima umpan cross dari Mahyadi dari sisi kanan pertahanan Persela, M Ridwan dengan sedikit membuat sentuhan langsung menembak bola yang menembus kanan jala gawang Persela.

Dengan kemenangan ini, SFC mengantongi 73 poin dan dipastikan menjadi jawara ISL tahun ini.
 
"Maaf kami Juara" demikian yang tertulis dari banner salah satu suporter yakni Bela Armada Sriwijaya (Beladas). Banner itu sudah terpampang saat M Ridwan mencetak gol ketiga Sriwijaya FC di menit ke-73.

SFC Sudah pasti mengunci gelar juara setelah menundukkan Persela Lamongan dengan skor 3-0, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012).

Gumbs dkk sudah mengemas total 73 poin, dan sudah tidak akan terkejar lagi oleh Persipura. Sebab tim berjuluk Mutiara Hitam ini jika memenangkan seluruh laga hanya mengemas 71 poin, sementara SFC masih menyisakan empat pertandingan.

SFC benar-benar meraih juara dan membuka sejarah baru, sebab gelar diraih saat klub-klub diwajibkan tanpa menggunakan APBD."Ini sejarah baru, karena gelar diraih saat SFC tanpa menggunakan APBD," jelasnya.(sir)

Hilton dan Riski Absen, SFC Targetkan Menang Jamu Persela



Palembang

Meski dua stikernya dipastikan absen, saat jamu Persela besok di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring besok SFC tetap targetkan koleksi poin penuh.

Pada pertandingan kemarin (Arema) kami berhasil menang, tapi seharusnya  bisa menciptakan lebih dari dua gol. Ini memperlihatkan jika penyelesaian akhir masih buruk, Untuk itu kami harus memperbaikinya agar bisa tampil lebih baik saat melawan Persela nanti, ungkap pelatih SFC, Kas Hartadi.

SFC, kata dia, harus mempersiapkan diri lebih baik saat menjamu Persela, apalagi rekor pertemuan kedua tim sejauh ini cukup berimbang.

Dari 7 kali pertemuan, masing-masing tim dua kali saling mengalahkan dan tiga kali bermain imbang. Belum lagi,sejak di bawah asuhan Miroslav Janu musim ini, Persela memiliki catatan baik melakoni laga tandang dan berhasil menempati peringkat kelima klasemen sementara dengan raihan poin 47 dari 30 pertandingan. Mereka juga memiliki penyerang andal seperti Mario Costas yang telah mencetak 18 gol.

Jadi selain fokus pada pengembalian kondisi fisik dan stamina pemain, kami juga terus mengasah finishing touch mengingat pertandingan nanti sangat penting. Jika kita bisa menang, maka dipastikan juara sudah dalam genggaman, ujarnya.

Menghadapi pertandingan menghadapi Persela Lamongan,  armada Sriwijaya FC memang terus berbenah. Buruknya penyelesaian akhir saat laga terakhir melawan Arema Indonesia menjadi fokus evaluasi Pelatih Kas Hartadi.


Apalagi pada pertandingan nanti, lini depan Laskar Wong Kito kehilangan dua penyerang andalannya yakni Hilton Moreira yang masih sakit dan Riski Nopriansyah akibat terkena akumulasi kartu kuning.

Dengan kondisi seperti ini, maka dapat dipastikan Kas hanya memiliki Keith Jerome Kayamba Gumbs dan Siswanto untuk menggedor lini pertahanan Laskar Joko Tingkir, julukan Persela.


 Sementara itu, tim tamu juga dipastikan tidak akan tampil dengan full team lantaran adanya sejumlah pemain mereka yang terkena hukuman larangan bertanding dari komisi disiplin akibat terlibat perkelahian dengan pemain PSMS sebelumnya.

Mereka adalah penjaga gawang Ali Barkah, Aris Alfiansyah, I Gede Sukadana serta pemain asal Korea Selatan Inkyun Oh.Satu pemain lain yang terkena sanksi adalah bek asal Negeri Ginseng, Park Chul Yung. Belum lagi kondisi Gery Setya yang berposisi sebagai penyerang saat ini sedang dirundung cidera, pasca latihan beberapa hari lalu.

Kejutan
Manajemen dan kelompok suporter telah mempersiapkan kejutan yang akan disuguhkan pada akhir pertandingan menyambut kesuksesan menjadi kampium Indonesian Super League (ISL) musim2011/2012. Jika SFC unggul atas Persela maka dipastikan tim “Wong Kito”  akan menjadi jawara musim ini.

Kami kemarin telah melakukan pertemuan dengan para ketua kelompok supporter untuk membicarakan kira-kira selebrasi seperti apa yang layak disuguhkan untuk merayakan keberhasilan SFC menjadi juara ISL.  Sehingga momen itu bisa terus diingat oleh seluruh masyarakat dan pendukung SFC, kata Presiden SFC Dodi Reza Alex. (sir)

Minggu, 17 Juni 2012

Tundukkan Arema, SFC Makin Dekat Juara

PALEMBANG –Dua gol yang dilesakkan M Ridwan dan Keith Jerome “Kayamba” Gumbs ke gawang Arema Indonesia pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) Sabtu sore (16/6), membawa Laskar Wong Kito semakin dekat dengan titel juara.

Dengan kemenangan ini,praktis Sriwijaya FC hanya membutuhkan dua poin lagi untuk memastikan diri sebagai kampiun Liga Indonesia musim 2011/2012. Jika pada pertandingan melawan Persela Lamongan, Rabu (20/6) nanti Firman Utina dkk bisa memetik hasil maksimal, dapat dipastikan tim yang dinakhodai Kas Hartadi ini bakal mengangkat trofi pada akhir musim nanti.

Dua gol SFC masing-masing dilesakkan oleh M Ridwan pada menit 14,yang memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Siswanto. Sedangkan gol kedua terjadi pada menit 68 melalui eksekusi penalti oleh Kayamba, setelah dirinya dilanggar oleh Seme Patrick dikotak terlarang. Sementara gol balasan Arema Indonesia dicetak Herman Dzumafo Epandi menit 59. Meski menang,pelatih SFC Kas Hartadi mengaku kurang puas dengan penampilan anak asuhnya yang tampil kurang maksimal serta banyak membuang peluang emas sepanjang laga.

“Penampilan para pemain hari ini cukup bagus, apalagi performa Arema Indonesia sedang meningkat setelah di bawah asuhan Pelatih Suharno.Seharusnya,kita bisa mencetak gol lebih banyak,” katanya seusai laga. Kas juga menyesalkan terjadinya gol balasan dari Herman Dzumafo, yang berawal dari serangan balik. Sebab, ketika itu, dua bek andalan SFC Michael Jamie Coyne dan Thierry Gathuessi sedang tidak berada di posisi masingmasing lantaran terlalu sering membantu serangan.

“Padahal saya telah mengingatkan mereka berkali-kali agar tidak ikut-ikutan ma-ju menbantu serangan,”ujar Kas. Kekhawatirannya itu akhirnya terbukti dengan satu gol yang dicetak Dzumafo.Menurut arsitek asal Solo ini, sebenarnya dirinya tidak terlalu mempermasalahkan jika ada pemain belakang yang turut membantu melakukan serangan, asalkan mereka bisa tetap bertanggung jawab untuk kembali secepatnya ke posisi masing-masing dan melihat kondisi tim terlebih dahulu.

Untuk itulah,jika ingin memastikan diri juara lebih awal saat melawan Persela nanti, Kas menginginkan agar para pemain bisa tampil lebih baik dari pertandingan kemarin. Apalagi, Persela merupakan salah satu tim yang memiliki kolektivitas tim yang baik serta mempunyai mental bertanding yang baik pula,meski bermain di kandang lawan.

“Untuk memastikan juara, kita tinggal membutuhkan satu setengah poin lagi. Tetapi, Persela bukan lawan yang mudah dikalahkan. Jadi, kita harus bermain lebih baik lagi jika tidak ingin tergelincir. Apalagi,Persela memiliki dua pemain yang berbahaya yakni Gustavo Lopez dan Emanuelle Costas,”katanya.

Gagal
Di tempat yang sama,pelatih Arema Indonesia Suharno gagal melanjutkan hasil positif di enam laga sebelumnya tanpa kekalahan. Meski kalah, Arema tetap menampilkan permainan cantik dan menyerang,sesuai janji sang pelatih,yang mengatakan tidak akan memberikan kemenangan mudah bagi SFC.

“Kita memang kalah hari ini karena SFC tampil lebih baik. Tetapi, bagi saya, pada pertandingan kali ini para pemain tetap tampil sangat baik.Yang pasti,kita menerima kekalahan dengan gentleman dan tidak akanmencari-carialasan.Target kita ke depan hanya fokus pada dua laga kandang agar bisa memperbaiki posisi di klasemen akhir,”katanya. (sir)

Jumat, 15 Juni 2012

Kejar Juara, SFC Target Tundukkan Arema Malang




Palembang,


Laga kandang SFC melawan Arema Malang di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang sore ini dipastikan bakal seru. SFC butuh dua kemenangan untuk mantap  sebagai juara Indonesia Super League (ISL).

Pelatih SFC Kas Hartadi maupun pelatih Arema Suharno sama-sama bertekad untuk menang. Karenanya pertandingan diyakini bakal seru karena kedua tim sama-sama ngotot. 


Pesaing terdekatnya, Persipura, gagal meraih kemenangan dan hanya mampu membawa pulang satu poin setelah ditahan imbang 0-0 oleh Persiram Jumat (15/6). Dengan demikian SFC tinggal membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar ISL musim 2011/2012

Jika SFC bisa mengalahkan Arema Indonesia dan Persela pada dua laga kandang, masyarakat Sumsel dan suporter bisa langsung merayakan pesta juara ISL di Stadion GSJ tanpa harus menunggu hasil pertandingan berikutnya.

“Saat ini kami (SFC) telah mengumpulkan 67 poin dari 28 laga, sedangkan Persipura 59 poin dari 30 pertandingan. Kalaupun mereka bisa menang di empat pertandingan sisa, hasil akhirnya hanya 71. Sementara, apabila kita bisa mendapatkan enam poin di dua laga kandang, total nilai yang terkumpul sudah 73. Jadi tidak  perlu menunggu hasil empat pertandingan lain untuk memastikan menjadi juara,papar Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin.


Karenanya, Hendri, menyambut gembira hasil imbang yang diperoleh tim berjuluk Mutiara Hitam. Hasil tersebut akan menambah motivasi para pemain untuk memenangkan pertandingan melawan Arema sehingga bisa secepatnya memastikan diri sebagai kampiun ISL.

Tadinya SFC baru bisa memastikan diri menjadi penguasa ISL musim ini setelah pertandingan melawan Persija pada Minggu (24/6) nanti, itu pun dengan catatan pada dua laga kandang melawan Arema dan Persela, Firman Utina dkk bisa menyapu bersih enam poin yang ada.

Tetapi, setelah tim asuhan Jackson F Tiago itu gagal mengamankan tiga poin tandang di markas Persiram, walaupun mereka nantinya bisa meraih kemenangan pada empat laga sisa dan menambah perolehan 12 poin, tetap saja tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan angka dari SFC.

Sementara itu, terkait persiapan tim melawan Arema, pelatih SFC Kas Hartadi mengatakan, saat ini anak asuhnya sudah dalam kondisi siap tempur, meski salah satu penyerang andalannya, Hilton Moreira, kemungkinan besar tidak tampil lantaran kondisi fisiknya belum pulih 100%.

Untuk menggantikan posisi Hilton, Kas menyiapkan Siswanto seperti ketika melawan Gresik United. Saat itu Siswanto tampil sangat baik dan mampu menyumbang dua gol. Kami harapkan Siswanto bisa tampil baik seperti saat menghadapi Gresik United,katanya.
Pelatih Arema Indonesia Suharno mengaku sudah mengantongi kelemahan SFC. Bahkan, strategi untuk menjinakkan SFC telah dimatangkan saat latihan uji coba lapangan di Stadion GSJ.

Sebagus- bagusnya tim, pasti ada kelemahan. Sejauh ini saya sudah mengetahui celah dalam SFC. Berbagai pola untuk membongkar pertahanan SFC telah dicobakan saat uji coba lapangan karena itu kita latihan agak lama dari biasanya, jelasnya yakin. Karena itu, Suharno bertekad akan permalukan SFC di hadapan penontonnya sendiri. (sir)

SFC dan Arema Sama-Sama Siap Melumat




Palembang,


Sriwijaya FC (SFC) dan Arema Malang menyatakan siap untuk mengalahkan lawannya. Kedua tim ini akan bertanding dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (16/6).


SFC memastikan siap meredam perlawanan Arema Indonesia. Sebaliknya,dengan membawa kekuatan penuh, pasukan Singo Edan siap menerkam dan membalaskan kekalahan telak 1-5 atas Laskar Wong Kito, saat kedua tim bertemu pada putaran pertama lalu.

Pelatih SFC Kas Hartadi memastikan, timnya sudah siap meladeni perlawanan Arema Indonesia.  Bahkan, persiapan yang dilakukan selama beberapa hari terakhir dirasakannya sudah cukup. Arsitek asal Solo ini pun yakin, Firman Utina dkk dapat mempertahankan rekor selalu menang saat bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, sehingga dapat semakin memuluskan langkah menuju tangga juara ISL musim ini.

Saya hanya meminta,agar para pemain bisa bermain dengan sebaik-baiknya. Mereka juga saya bebaskan untuk berkreasi di lapangan, asalkan tetap bertanggung jawab pada posisi masing-masing. Yang pasti, kami sudah siap 100%, pungkasnya.

Dipimpin langsung Pelatih Suharno, runner up ISL musim lalu itu, tiba di Bumi Sriwijaya dengan membawa keyakinan dapat melanjutkan tren positif yang telah berhasil mereka torehkan di dua laga tandang sebelumnya, yakni sukses menahan imbang PSMS Medan dan PSAP Sigli. Target kami realistis saja. Bisa mencuri satu poin saja sudah cukup,apalagi kalau sampai berhasil menang. Itu tentunya pencapaian yang sangat baik, apalagi mengingat tim tuan rumah memiliki kekuatan yang merata dan sejauh ini belum terkalahkan di laga kandang mereka, ungkap Suharno saat dijumpai di Hotel Sandjaja, Kamis (14/6).

Bermaterikan pemain pilar terbaik, mantan pelatih Persiwa Wamena ini berambisi untuk kembali meraih poin di Palembang, dan berjuang habis-habisan agar jangan sampai kalah. Karena, satu poin saja sangat berarti bagi mereka untuk semakin menjauhkan dari zona degradasi.

Suharno mengakui, bukan pekerjaan mudah bagi Herman Dzumafo dkk untuk merealisasikan target tersebut, mengingat SFC saat ini merupakan pimpinan klasemen sementara dan berpeluang besar untuk menjadi juara ISL tahun ini. Meski demikian, nada optimisme tetap didengungkan jelang pertandingan melawan SFC besok.

Apalagi,dari 18 pemain yang dibawa ke Palembang tidak ada pemain yang terkena akumulasi kartu kuning ataupun cedera.

Suharno menambahkan, dalam pertandingan ini dirinya masih akan melakukan evaluasi terhadap kinerja timnya terutama ketajaman lini depannya. Pasalnya, dia melihat saat melawan Deltras kemarin, meski berhasil menang 3-1,  para pemain di lini depan masih banyak sekali membuang peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol.

Untuk mengatasi hal itu, pelatih senior ini mengaku sudah melakukan pendekatan kepada anak asuhnya, dengan cara mengajak bicara dari hati ke hati.Dengan begitu,dia berharap mental pemainnya bisa bangkit. Kami akan bermain maksimal dan berharap bisa pulang membawa poin, tandasnya. (sir)

Jumat, 27 April 2012

SFC Bakal Tundukkan PSMS


SFC Bakal Tundukkan PSMS

Palembang, Sinar Harapan
Kesebelasan Sriwijaya FC (SFC) menargetkan dapat menundukkan PSMS dalam derby Sumatera mala mini. Menjamu kesebelasan asal medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, SFC optimistis dapat mempertahankan rekor selalu dalam laga kandang.

 Sepuluh 10 pertandingan terakhir tanpa kalah, menambah keyakinan tim besutan Kas Hartadi ini dapat kembali mempersembahkan tiga angka kepada pendukungnya.
Dalam putaran pertama, kedua kesebelasan  bermain imbang tanpa gol saat kedua tim bertemu di Stadion Teladan,Medan. Sementara di dua pertemuan sebelumnya, SFC berhasil menang 1 kali saat bermain di kandang dan kalah 1 kali ketika bermain tandang.
Di pertandingan sebelumnya,mereka sama-sama sukses meraih hasil maksimal.SFC berhasil menumbangkan Mitra Kukar 1-0 melalui gol Hilton Moreira. Sementara PSMS menang atas Persidafon 1-0 lewat gol semata wayang Osas Marveluos melalui titik penalti. Jika menang,posisi SFC akan semakin aman di puncak klasemen sementara Indonesian Super League (ISL) dari kejaran Persipura yang terus menempel ketat di peringkat 2. Kedua tim saat ini sama-sama telah mengumpulkan poin 45.Namun, keunggulan produktivitas gol membuat Laskar Wong Kito lebih berhak menempati posisi teratas.
Sementara bagi PSMS, bila hanya bisa menahan imbang dan memperoleh satu angka,tim asuhan Pelatih Suharto ini tetap akan berada di posisi 11. Saat ini, mereka berbeda dua poin dengan PSPS yang bertengger di urutan 10. Namun, jika mereka sukses mencuri tiga angka, posisi tim berjuluk Ayam Kinantan ini akan langsung naik dua tingkat ke posisi 9 dan menggeser Persib.
Pelatih SFC Kas Hartadi mengungkapkan, jika ingin tetap menjaga asa merebut Trofi ISL dari Persipura musim ini, tidak ada cara lain bagi timnya selain menang atas PSMS.Laskar Wong Kito,menurut Kas,wajib menyapu bersih semua laga kandang di sisa putaran kedua ini. ”Sebab,pada pertandingan kandang seperti inilah kesempatan kami untuk bermain dengan sebaik mungkin.Kami juga tidak akan menyia-nyiakan dukungan penuh dari para suporter yang sudah datang ke stadion.Untuk itu,permainan menyerang akan menjadi pilihan agar kami bisa mengamankan tiga poin,”ujarnya.

Kas juga meyakinkan bahwa Keith ’Kayamba’ Gumbs dapat kembali memperlihatkan ketajamannya bersama Hilton Moreira. Meskipun, pemain paling senior di SFC itu sudah dua pertandingan terakhir ini seperti kehilangan sentuhannya. Dia belum bisa menambah pundi-pundi golnya dan masih tertahan di angka 15 gol. Untungnya,saat itu terjadi, tandemnya, Hilton ,justru trengginas.Striker asal Brasil itu dua kali menjadi penyelamat SFC saat menyarangkan masing-masing satu gol ke gawang Deltras dan Mitra Kukar.

Pelatih PSMS Suharto AD yakin timnya mampu mengimbangi permainan SFC.Bahkan dirinya menargetkan bisa membawa pulang minimal satu poin dari Palembang.
“Saya sudah mempelajari dan melihat bagaimana pola permainan SFC, saya tahu mereka memiliki pemain yang bagus dihampir setiap lini. Tetapi sebagus apapun tim pasti ada celahnya, itulah yang akan kami manfaatkan. Apalagi d ibeberapa pertandingan terakhir, para pemain terus menunjukkan peningkatan,” pungkasnya

Bebuyutan
Rivalitas kedua tim diawali saat keduanya bertemu di final Liga Indonesia edisi 2007-08 di Stadion si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.
Ketika itu, Laskar Wong Kito berhasil mengubur mimpi Ayam Kinantan untuk menjadi juara setelah menang dengan skor 3-1. Sejak itu, pertemuan kedua tim selalu berlangsung sengit, meskipun kedua tim sama-sama telah beberapa kali berganti pemain maupun pelatih. Pelatih SFC Kas Hartadi sangat memahami bagaimana persaingan ketat yang telah terjadi diantara kedua tim, untuk menjadi yang terbaik di Pulau Sumatera.Karena itu,dia telah mempersiapkan skuad terbaiknya dalam duel kali ini sehingga dapat memetik kemenangan dan memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang.
Pada pertemuan pertama lalu,kedua tim harus puas bermain imbang tanpa gol saat bertemu di Stadion Teladan, Medan.
Ini cukup membuktikan, walaupun tanpa diperkuat oleh para pemain bintang tetapi PSMS tetaplah sebuah tim yang kuat dan pantang menyerah. Bahkan sejak awal musim, tim berjuluk Ayam Kinantan ini sudah me-nerapkan pola permainan cantik dan mengandalkan kolektivitas tim sehingga pergerakan mereka sangat teratur saat menyerang maupun bertahan. Untuk itu kewaspadaan pemain harus ditingkatkan, terutama terhadap penyerang utamanya Osas Marvelous maupun gelandang Nastjah Ceh yang menjadi motor serangan serta para pemain lokal lainnya. (sir)

Rabu, 29 Februari 2012

Hilton Mulai Latihan

Sriwijaya FC (SFC) dapat bernapas lega setelah salah satu Hilton Moreira kembali menghirup udara segar berkat jaminan dari manajemen klub. Sebagai konsekuensi, pemain asal Brasil itu akan bersikap kooperatif.

Setelah dibebaskan dengan jaminan,beban Hilton dengan penegak hukum tidak langsung selesai.Dia masih harus siap memenuhi panggilan penyidik jika dibutuhkan terkait dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang pramugari yang dituduhkan kepadanya. Mantan punggawa klub Palmeiras itu telah tiba di Palembang,kemarin pagi, didampingi Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin.

Hilton dibebaskan dari Polresta Tangerang,Selasa (28/2) malam,sekitar pukul 21.30 WIB. Dengan begitu,Laskar Wong Kitokemungkinan besar sudah bisa kembali menurunkan tandem Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs saat SFC berhadapan dengan tim kuat asal Kalimantan Timur Persisam Samarinda dalam laga big matchyang akan digelar Sabtu (3/3) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang.

Hadirnya Hilton membuat SFC lebih percaya diri menghadapi tim berjuluk Elang Borneoitu dalam lanjutan kompetisi Indonesian Super League (ISL).Apalagi,tim kini di bawah kendali caretakerPelatih Hendri Susilo tersebut bakal turun dengan kekuatan penuh dan sedang dalam kondisi percaya diri tinggi setelah sebelumnya mereka berhasil menahan imbang Persija Jakarta di laga sebelumnya.

Ditambah lagi dengan pulihnya playmakerPersisam Ronald Fagundez dari cedera membuat lini tengah Persisam semakin kuat.Bersama Eka Ramdhani, kedua pemain ini merupakan roh permainan tim berkostum oranye-oranye itu untuk melanjutkan tren positif di laga selanjutnya. Sebaliknya dengan SFC,yang dipastikan tidak diperkuat tiga pemain intinya,yakni dua bek Mahyadi Panggabean dan Supardi serta kreator lini tengah Firman Utina.

Tanpa kehadiran ketiga pemain ini diprediksi mengurangi kekuatan tim peraih gelar double winner itu secara keseluruhan. Namun,kehadiran Hilton setidaknya akan membuat lini depan SFC makin menakutkan karena Laskar Wong Kitowajib meraih kemenangan agar bisa tetap menjaga persaingan di papan atas.Apalagi, saat ini posisi puncak klasemen sementara telah diambil alih oleh Persiwa Wamena yang sukses mempermalukan tamunya, Pelita Jaya,4-2.

Tim berjuluk Badai Pegununganitu juga unggul dua poin atas SFC dan Persipura yang berada di posisi 3.Untuk itu,tidak ada pilihan lain bagi pasukan Pelatih Kas Hartadi selain meraih kemenangan demi memperoleh tambahan tiga poin sekaligus mempertahankan keangkeran Stadion GSJ. “Memang kehadiran Hilton bisa membawa pengaruh besar pada tim.Dengan pengalaman dan jam terbang tinggi yang dimilikinya,dia bisa membantu SFC meraih kemenangan.

Mudah-mudahan kondisi psikisnya bisa cepat pulih,karena dia tampaknya kelelahan dan sedikit stres akibat terus diperiksa oleh polisi secara maraton terkait dugaan kasus yang menimpanya,”ungkap Kas Hartadi. Kalaupun ternyata Hilton belum siap dimainkan,Kas mengaku sudah mempersiapkan rencana cadangan.Namun yang terpenting,menurut pelatih asal Solo ini,siapa pun pemain yang akan diturunkan nanti harus mengutamakan kekompakan dan koordinasi tim.Sebab,Persisam terkenal dengan kolektivitas timnya. 

Sindo, Kamis, 1 Maret 2012