sumber: wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya_FC
Skuad 2011-2012
2 DF Muhammad Shobran
3 DF James Coyne
4 MF Lim Joon-Sik
6 DF Thierry Gathuessi
7 MF Siswanto
10 FW Hilton Moreira
11 MF Ponaryo Astaman (Captain)
12 GK Ferry Rotinsulu
13 DF Achmad Jufriyanto
14 FW Riski Novriansyah
15 MF Firman Utina (Vice Captain)
17 FW Keith Kayamba Gumbs
19 GK Andi Irawan
20 MF Khoirul Huda
21 MF Jeki Arisandi
22 DF Supardi Nasir
23 MF Muhammad Ridwan
24 DF Mahyadi Panggabean
25 DF Darwin
26 DF Seftia Hadi
27 MF Rendy Siregar
29 MF Ruly Saputra
30 DF Nova Arianto
31 GK Tri Hamdani Goentara
32 DF Markus Bachtiar
33 GK Rivki Mokodompit
37 FW Rizky Dwi Ramadhan
44 FW Yudistira Yehuda Wehu
Transfer 2011-2012
Masuk
Hilton Moreira
Nova Arianto
Markus Bachtiar
Syamsul Chaeruddin
Ilham Jaya Kesuma
Risky Nofriansyah
Muhammad Shobran
Siswanto
Keluar
Gunawan Dwi Cahyo
Korinus Fingkreuw
Mahadirga Lasut
Oktovianus Maniani
Fauzal Mubaraq
Jajang Mulyana
Muhammad Rifky
Ardiles Rumbiak
Ade Suhendra
Kim Yong-Hee
Markus Bachtiar
Sponsor
Bank Sumsel-Babel (2008–sekarang)
Thamrin Brothers (2011–sekarang)
Yamaha (sekarang)
Penyedia Seragam
2007—2009: Specs
2009—2010: Reebok
2010—kini: Specs
Tampilkan postingan dengan label sfc. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sfc. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Juli 2012
Pemain, sponsor, penyedia kostum SFC
Gelar dan Prestasi SFC
Liga Indonesia
Juara (1): 2007
Piala Indonesia
Juara (3): 2008, 2009, 2010[2]
Liga Super Indonesia
Fair Play Team (1): 2009-10
Juara (1): 2011-2012
Community Shield
Juara (1): 2010[3]
Inter Island Cup 2010
Juara (1): 2010[4]
Liga Champion AFC
2009: babak penyisihan grup
Piala AFC
2010: babak 16 besar
Juara (1): 2007
Piala Indonesia
Juara (3): 2008, 2009, 2010[2]
Liga Super Indonesia
Fair Play Team (1): 2009-10
Juara (1): 2011-2012
Community Shield
Juara (1): 2010[3]
Inter Island Cup 2010
Juara (1): 2010[4]
Liga Champion AFC
2009: babak penyisihan grup
Piala AFC
2010: babak 16 besar
Seputar SFC
Dikutip dari wikipedia....http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya_FC
Sriwijaya Football Club (disingkat Sriwijaya FC) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Palembang. Tim berjuluk Laskar Sriwijaya ini merupakan tim yang dimiliki oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) setelah terjadi penjualan opsi kepemilikan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Presiden Sriwijaya saat ini adalah Doddy Alex Reza yang merupakan putra dari gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Tim berkostum merah kuning bermotif songket ini memiliki dua kelompok suporter, S-Mania (Sriwijaya Mania) dan Singa Mania (Sriwijaya Palembang mania) yang kemudian digabung menjadi Sumselmania (Sumatera Selatan mania). Sriwijaya FC adalah juara Divisi Utama Liga Indonesia 2007.
Sejarah
Sriwijaya Football Club (disingkat Sriwijaya FC) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Palembang. Tim berjuluk Laskar Sriwijaya ini merupakan tim yang dimiliki oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) setelah terjadi penjualan opsi kepemilikan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Presiden Sriwijaya saat ini adalah Doddy Alex Reza yang merupakan putra dari gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Tim berkostum merah kuning bermotif songket ini memiliki dua kelompok suporter, S-Mania (Sriwijaya Mania) dan Singa Mania (Sriwijaya Palembang mania) yang kemudian digabung menjadi Sumselmania (Sumatera Selatan mania). Sriwijaya FC adalah juara Divisi Utama Liga Indonesia 2007.
Sejarah
Walaupun mewakili provinsi Sumatera Selatan, Sriwijaya FC didirikan di Jakarta dengan nama Persijatim Jakarta Timur pada tahun 1976. Karena alasan finansial, klub ini sempat pindah ke Solo dan menjadi Persijatim Solo FC pada tahun 2002 hingga 2004. Setelah itu klub ini dibeli oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan diganti namanya menjadi Sriwijaya FC Palembang.[1]
Logo SFC
Logo berbentuk lingkaran bertuliskan Sumatera Selatan Bersatu Teguh mempunyai arti bahwa Sriwijaya FC dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan kesatuan yang bulat dari seluruh masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.
Stadion Gelora Sriwijaya
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang berkapasitas 40.000 penonton ini merupakan stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Stadion ini juga merupakan stadion terbesar ketiga di Indonesia. Stadion ini juga diakui sebagai salah satu stadion terbaik bertaraf internasional.
Mess Pertiwi
Mess Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dikelola oleh Dharma Wanita Pemprov Sumsel digunakan sebagai mess para pemain dan staff pelatih, sehingga dapat menekan anggaran kebutuhan tim. Walaupun mess ini terletak di tengah kota, yaitu di Jl. Ba Salim Batubara Sekip Pangkal, tetapi mess ini tetap menimbulkan kesan asri sehingga menjadi kenyamanan tersendiri bagi penghuninya.
Sekretariat SFC
Sriwijaya FC memiliki sekretariat yang terletak di Kompleks Palembang Square Jl. Angkatan 45/Kampus POM IX No R 130. Sekretariat ini merupakan bangunan ruko tiga tingkat. Lantai satu digunakan untuk etalase dan pusat penjualan cendera mata & atribut Sriwijaya FC. Lantai dua merupakan pusat aktivitas manajemen, sedangkan lantai tiga digunakan sebagai tempat pertemuan/ruang rapat
SFC Gelorakan Sepakbola Sumsel
Penulis:
Agustian Pratama (Wartawan Topskor)
Gelora
persepakbolaan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini sedang memuncak. Salah
satu indikatornya, ikon sepakbola Sumsel klub Sriwijaya Football Club (SFC) menjadi salah satu klub terkuat dan ditakuti
klub sepakbola di Indonesia.
Musim
tahun ini, SFC kembali mengukir prestasi dengan menjuarai Indonesia Super League
(ISL). Bahkan, masih menyisakan empat pertandingan, tim lascar wong kito ini
sudah memastikan sebagai juara.
Laskar
Wong Kito, julukan SFC ini, sebelumnya sempat disebut-sebut sebagai ‘bayi ajaib’
karena sederet prestasi yang digapai klub konversi dari Persijatim yang
dibeli Pemprov Sumsel pada tahun 2005. Prestasi itu dimulai dari juara
Divisi Utama Liga Indonesia 2007. Lalu, SFC menjadi satu-satunya klub di
Indonesia yang hattrick. Mengoleksi
double winner --Piala Copa serta Juara Liga Indonesia-- kompetisi 2008/2009 dan
dua tahun berturut-turut menjadi jawara Copa Indonesia.
SFC
juga menjuarai Community Shield tahun 2010, lalu juara Inter Island
Cup 2010 dan di Liga Super Indonesia 2009/2010 menjadi Fair Play Team. Di
Liga Champions AFC tahun 2009 SFC masuk ke babak penyisihan grup, dan di
Piala AFC 2010 mampu masuk ke babak 16 besar.
Di
bawah naungan PT Sriwijaya Optimis binaan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman kala
itu, eksistensi klub yang memiliki homebase
di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) ini di Sumsel semakin lama
semakin dicintai masyarakat Sumsel. Menjadi pemersatu masyarakat Sumsel, meski
para pemain SFC bukan sepenuhnya diperkuat para pemain asal Sumsel.
Seiring
waktu dan berakhirnya masa kepemimpinan Gubernur Syahrial Oesman pada 2008, SFC
dibina Gubernur baru H Alex Noerdin, perusahaan yang menaungi SFC pun diganti
menjadi PT SOM (Sriwjaya Optimis Mandiri). Mandiri yang diinginkan Gubernur
Alex ini salah satunya mandiri finansial tanpa harus membebani APBD
Pemprov Sumsel.
Mimpi
itu pun terwujud. Pada 2012 ini, SFC lepas dari ketergantungan terhadap APBD.
SFC tidak mendapat suntikan dana dari APBD Sumsel karena dinilai
sudah professional. Ini sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri, yang
menyebutkan bahwa klub bola profesional tidak boleh lagi dianggarkan dalam
APBD. Untuk mandiri pendanaan ini, SFC telah mendapat sokongan dana dari
berbagai sponsor. Tahun 2011, kebutuhan dana yang bersumber dari APBD
Sumsel sekitar Rp25 miliar.
Pemain Lokal
Prestasi
yang diukir SFC menjadi pemecut bangkitnya gairah persepakbolaan di Sumsel. Sumsel
kembali diperhitungkan di bidang persepakbolaan di tanah air. Pemain-pemain
profesional asal Sumsel seperti Ilham Jaya Kesuma ataupun pemain lokal di
Sumsel pun sangat berminat bergabung ke SFC.
Alhasil, cita-cita klub SFC didominasi pemain asal
Sumsel mulai menunjukkan tanda-tanda bakal terwujud. Pemain asli Sumsel mulai memperkuat
skuad SFC. Beberapa pemain asli Sumsel yang memperkuat SFC saat ini M Sobran,
Jeki Arisandi, Supardi, Ilham Jaya Kusuma. Dan juga ada pemain
magang seperti Try Hamdani Goentara, Risky Dwi Ramadhana, dan Darwin.
Pemerintah
daerah dan Manajemen SFC semakin serius membina potensi muda untuk dijadikan
bibit pesepakbola profesional asli Sumsel. Seleksi pemain Sriwijaya FC U-19 dan
U-21 Januari 2012 lalu tanpa dipungut biaya. Tindakan ini cukup disambut
baik masyarakat hingga peminatnya membludak mencapai sekitar 1.500
remaja ikut seleksi.
Remaja
asal Sumsel ingin masuk dan dibina manajemen SFC tidak lain karena klub SFC selalu
berjaya.
Kejayaan Masa Lalu
Berkembangnya
persepakbolaan di Provinsi Sumsel tak lepas dari sebuah klub yang dulu pernah
jaya dan bermarkas di Palembang di era 1980-an, yaitu Krama Yudha Tiga Berlian
Palembang yang biasa disebut KTB Palembang. Kesebelasan ini merupakan binaan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor Palembang, yang
pemiliknya adalah Syarnubi Said.
KTB
Palembang cukup berprestasi di eranya. Mulai dari juara Liga Indonesia V/1989.
Juga pernah mewakili Indonesia di Piala Winners Asia I/1990-1991. KTB pun pernah mengikuti kompetisi Galatama XI
/1990-1992 meski hanya satu putaran.
Selain
Krama Yudha Tiga Berlian, Sumsel khususnya Kota Palembang juga memiliki klub
sepakbola yang juga dapat diperhitungkan, yaitu PS Pusri milik PT Pupuk
Sriwijaya (Pusri) dan juga PS Palembang milik Pemerintah Kota Palembang. Kedua
klub ini juga memberikan kontribusi lahirnya para pemain sepakbola
berkualitas asal Sumsel. Hanya saja gaungnya belum seperti SFC.
Fasilitas
Upaya
pengembangan olahraga sepakbola di Sumsel ke depan sangat didukung fasilitas
olahraga yang dimiliki. Salah satunya Stadion GSJ eks Pekan Olahraga Nasional
XVI tahun 2004 yang sudah berstandar internasional. Stadion ini juga pernah
digunakan untuk dua pertandingan dalam lanjutan Piala Asia AFC 2007, yaitu
babak penyisihan grup D antara Arab Saudi dan Bahrain, serta perebutan tempat
ketiga antara Korea Selatan dengan Jepang.
Terakhir,
Kompleks Jakabaring Sport City (JSC) termasuk Stadion GSJ, digunakan untuk gelaran
olahraga multi even Asia Tenggara, SEA Games XXVI/2011.
Sumsel
juga memiliki Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) atau Sriwijaya Sport School, untuk membina pelajar
berbakat olahraga berasal dari kabupaten/kota di Sumsel. Termasuk
diantaranya, sepakbola.
SONS
diharapkan dapat mencetak bibit-bibit terbaik bidang olahraga asal Sumsel. Dalam
implementasinya, Pemprov Sumsel menggandeng sekolah olahraga di negara tetangga
Singapura yakni Singapore Sport School.
Kerjasama ini mulai dari kurikulum, materi pelajaran, hingga tenaga
pengajar.
Persepakbolaan
di Sumsel sudah dapat dikatakan maju. Kemajuan ini harus terus dipelihara dan
ditingkatkan. Mempertahankan dan
meningkatkan kualitas persepakbolaan di Sumsel butuh kerja keras, keseriusan
pemerintah, dan stakeholder lainnya. Salah satunya, manajemen klub sepakbola
profesional seperti SFC. Juga
harus didukung masyarakat Sumsel itu sendiri. (***)
Jawara ISL, Pemain SFC dan Trofi Diarak
Palembang:
Aura
kegembiraan tergambar dari antusias ribuan warga Palembang yang tumpah
ruah ke jalan raya mengiringi arak-arakan kemenangan Sriwijaya FC (SFC) sebagai
juara Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, Senin (16/7).
Jalan
protokol yang dilewati pemain
SFC yang membawa trofi Liga Indonesia kedua dipadati warga. Masyarakat mengelu-elukan
mereka karena dianggap sebagai pahlawan bagi Sumsel. Arak-arakan dimulai dari i Stadion
Gelora Sriwijaya Jakabaring hingga di Kantor Gubernur Sumatera Selatan
(Sumsel).
Setibanya di Kantor Gubernur Sumsel, trofi ISL diserahkan
langsung Presiden SFC Dodi Reza Alex, didampingi Direktur Tehnik, SDM PT
Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin, dan Pelatih SFC Kas Hartadi,
kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin selaku Dewan Pembina SFC.
Gubernur Sumsel Alex
Noerdin menilai SFC layak disebut sebagai tim terbaik di Tanah Air karena
hampir seluruh gelar juara kompetisi maupun turnamen sepak bola yang berlangsung
di Indonesia pernah diraih SFC.
“Habis sudah seluruh gelar sepak bola di Indonesia,mulai
juara Divisi Utama, ISL, Copa Indonesia, Community Sield, Inter Island Cup
(IIC),Tim Fair Play, hingga Perang Bintang. Tinggal piala U-21 nanti yang akan
kita rebut untuk melengkapi pencapaian SFC,”katanya kemarin.
Lebih membanggakan lagi, ungkap Alex, semua prestasi itu
diperoleh tanpa bantuan dana APBD. “Karena itu, saya berterima kasih kepada seluruh sponsor yang
telah membantu karena bukan mudah bisa lepas dari ketergantungan APBD,” ujar mantan Bupati Muba ini.
Sementara
Dodi berharap, prestasi yang telah ditorehkan SFC
dapat dipertahankan. Apalagi dalam waktu dekat ini, keputusan dari joint
committee memutuskan SFC berhak menjadi wakil Indonesia di Liga Champion Asia
(LCA). (sir)
Jumat, 13 Juli 2012
SFC Siap Genapi Koleksi Gelar Kompetisi
Palembang
Sriwijaya FC (SFC) menargetkan bisa menambah koleksi gelar kompetisi pada pertandingan Perang Bintang melawan tim ISL All Star,
besok. Gelar ini
akan menggenapi prestasi Laskar Wong Kito di level sepak bola
Indonesia.
Tim yang masih berusia muda ini sedikitnya telah mengoleksi Sembilan gelar kompetisi dan turnamen..Sebut saja tiga kali Piala Indonesia, dua kali juara Liga Indonesia, Tim Fair-Play, juara Inter Island Cup (IIC), dan juara Community Shield (CS). Jika pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, besok, Ponaryo Astaman dkk berhasil merebut Trofi Perang Bintang,tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini akan menjadi pengoleksi gelar terlengkap di Indonesia.
Perah double winner dan dua kali berturut-turut juara copa ini, yahun ini
pun memastkan menjadi jawara ISL meski masih menyisakan empat pertandingan.
“Ini merupakan prestasi tersendiri. Yang belum pernah terjadi dalam sejarah
persepakbolaan Indonesia,” ujar Pembina SFC, Alex Noerdin yang Gubernur Sumsel.
Presiden Klub SFC Dodi Reza Alex
optimistis mampu menyempurnakan keberhasilan menjadi jura Indonesian Super
League (ISL) musim ini dengan memenangi pertandingan Perang Bintang dan
menyandingkan kedua trofi tersebut saat kegiatan arak-arakan nanti.
“Saya sangat yakin tim kami bisa mengatasi
tim ISL All Star.Meski mereka secara perseorangan memiliki kualitas yang baik, belum tentu itu bisa dengan cepat dipadukan menjadi sebuah tim.
Berbeda dengan tim kami yang telah teruji,baik secara kualitas maupun kolektivitasnya selama satu musim ini,” ungkap Dodi.
Berbeda dengan tim kami yang telah teruji,baik secara kualitas maupun kolektivitasnya selama satu musim ini,” ungkap Dodi.
Tapi,untuk mewujudkan semua itu, Dodi
mengharapkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat dan pencinta bola di
Sumatera Selatan, khususnya Palembang, agar bisa datang langsung dan
memberikan dukungan kepada para pemain di lapangan. Pada pertandingan nanti, Dodi dipastikan menjadi
manajer tim SFC.
Direktur Tehnik dan SDM PT
Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin mengharapkan pendukung dan
pecinta SFC dari seluruh penjuru Sumsel bisa hadir langsung memberikan semangat
perjuangan SFC melawan tim ISL All Star sehingga bisa memenangkan pertandingan.
“Jika SFC bisa memenangkan pertandingan pada perang bintang nanti, kami dari pihak manajemen klub akan memberikan tambahan berupa bonus untuk seluruh tim sebesar Rp100 Juta. Itu diluar hadiah yang telah disediakan oleh PT Liga Indonesia selaku penyelenggara,” ungkap Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin.
“Jika SFC bisa memenangkan pertandingan pada perang bintang nanti, kami dari pihak manajemen klub akan memberikan tambahan berupa bonus untuk seluruh tim sebesar Rp100 Juta. Itu diluar hadiah yang telah disediakan oleh PT Liga Indonesia selaku penyelenggara,” ungkap Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin.
Disambut
Ratusan pencinta sepak
bola memadati Atrium Palembang Indah Mal untuk melihat langsung pemain tim
juara Indonesia Super League (ISL) Sriwijaya FC dan ISL All Star yang akan
meramaikan acara perang bintang, Minggu (15/7) di Stadion Gelora Sriwijaya
Jakabaring, Palembang.
Dalam acara meet and greet para pengunjung diberi kesempatan bertatap muka dan melakukan sesi foto bersama para bintang lapangan dari tim kebanggan masyarakat Sumsel maupun dari berbagai klub yang selama satu musim terakhir meramaikan kompetisi Liga Indonesia edisi 2011/2012 dan terpilih melalui polling SMS.
Selain dihadiri jajaran manajemen klub dan seluruh pemain dari tim
Laskar Wong Kito, tampak 15 pemain dari ISL All Star seperti Bambang
Pamungkas,Aldo Baretto,Alberto Goncalves, Zah Rahan dan lainnya yang dipimpin langsung
Pelatih Misroslav Janu yang ditunjuk untuk menjadi arsitek tim.
Kedatangan para pemain SFC dan tim ISL All Star disambut teriakan histeris para penggemar yang sudah menanti sejak sore hari meski acara baru digelar pukul 20.00 WIB.
Kedatangan para pemain SFC dan tim ISL All Star disambut teriakan histeris para penggemar yang sudah menanti sejak sore hari meski acara baru digelar pukul 20.00 WIB.
Sementara itu, pemain tim Persija, Bambang Pamungkas yang mewakili
para pemain bintang ISL mengatakan sangat siap menghadapi SFC. “Untuk Ponaryo
Astaman, kapten tim SFC, saya harap Anda dan teman lainnya bisa melakukan
persiapan maksimal karena kami datang kesini (Palembang) untuk mengalahkan tim
juara,”ujarnya.
Manajer Bisnis PT Liga Indonesia, Ali Reza mengungkapkan, kegiatan
ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun sebagai penutup gelaran
kompetisi level tertinggi di Tanah Air. (sir)
Palembang, Sinar Harapan
Sriwijaya FC (SFC) menargetkan bisa menambah koleksi gelar kompetisi pada pertandingan Perang Bintang melawan tim ISL All Star,
besok. Gelar ini
akan menggenapi prestasi Laskar Wong Kito di level sepak bola
Indonesia.
Tim yang masih berusia muda ini sedikitnya telah mengoleksi Sembilan gelar kompetisi dan turnamen..Sebut saja tiga kali Piala Indonesia, dua kali juara Liga Indonesia, Tim Fair-Play, juara Inter Island Cup (IIC), dan juara Community Shield (CS). Jika pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, besok, Ponaryo Astaman dkk berhasil merebut Trofi Perang Bintang,tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini akan menjadi pengoleksi gelar terlengkap di Indonesia.
Perah double winner dan dua kali berturut-turut juara copa ini, yahun ini
pun memastkan menjadi jawara ISL meski masih menyisakan empat pertandingan.
“Ini merupakan prestasi tersendiri. Yang belum pernah terjadi dalam sejarah
persepakbolaan Indonesia,” ujar Pembina SFC, Alex Noerdin yang Gubernur Sumsel.
Presiden Klub SFC Dodi Reza Alex
optimistis mampu menyempurnakan keberhasilan menjadi jura Indonesian Super
League (ISL) musim ini dengan memenangi pertandingan Perang Bintang dan
menyandingkan kedua trofi tersebut saat kegiatan arak-arakan nanti.
“Saya sangat yakin tim kami bisa mengatasi
tim ISL All Star.Meski mereka secara perseorangan memiliki kualitas yang baik, belum tentu itu bisa dengan cepat dipadukan menjadi sebuah tim.
Berbeda dengan tim kami yang telah teruji,baik secara kualitas maupun kolektivitasnya selama satu musim ini,” ungkap Dodi.
Berbeda dengan tim kami yang telah teruji,baik secara kualitas maupun kolektivitasnya selama satu musim ini,” ungkap Dodi.
Tapi,untuk mewujudkan semua itu, Dodi
mengharapkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat dan pencinta bola di
Sumatera Selatan, khususnya Palembang, agar bisa datang langsung dan
memberikan dukungan kepada para pemain di lapangan. Pada pertandingan nanti, Dodi dipastikan menjadi
manajer tim SFC.
Direktur Tehnik dan SDM PT
Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin mengharapkan pendukung dan
pecinta SFC dari seluruh penjuru Sumsel bisa hadir langsung memberikan semangat
perjuangan SFC melawan tim ISL All Star sehingga bisa memenangkan pertandingan.
“Jika SFC bisa memenangkan pertandingan pada perang bintang nanti, kami dari pihak manajemen klub akan memberikan tambahan berupa bonus untuk seluruh tim sebesar Rp100 Juta. Itu diluar hadiah yang telah disediakan oleh PT Liga Indonesia selaku penyelenggara,” ungkap Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin.
“Jika SFC bisa memenangkan pertandingan pada perang bintang nanti, kami dari pihak manajemen klub akan memberikan tambahan berupa bonus untuk seluruh tim sebesar Rp100 Juta. Itu diluar hadiah yang telah disediakan oleh PT Liga Indonesia selaku penyelenggara,” ungkap Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin.
Disambut
Ratusan pencinta sepak
bola memadati Atrium Palembang Indah Mal untuk melihat langsung pemain tim
juara Indonesia Super League (ISL) Sriwijaya FC dan ISL All Star yang akan
meramaikan acara perang bintang, Minggu (15/7) di Stadion Gelora Sriwijaya
Jakabaring, Palembang.
Dalam acara meet and greet para pengunjung diberi kesempatan bertatap muka dan melakukan sesi foto bersama para bintang lapangan dari tim kebanggan masyarakat Sumsel maupun dari berbagai klub yang selama satu musim terakhir meramaikan kompetisi Liga Indonesia edisi 2011/2012 dan terpilih melalui polling SMS.
Selain dihadiri jajaran manajemen klub dan seluruh pemain dari tim
Laskar Wong Kito, tampak 15 pemain dari ISL All Star seperti Bambang
Pamungkas,Aldo Baretto,Alberto Goncalves, Zah Rahan dan lainnya yang dipimpin langsung
Pelatih Misroslav Janu yang ditunjuk untuk menjadi arsitek tim.
Kedatangan para pemain SFC dan tim ISL All Star disambut teriakan histeris para penggemar yang sudah menanti sejak sore hari meski acara baru digelar pukul 20.00 WIB.
Kedatangan para pemain SFC dan tim ISL All Star disambut teriakan histeris para penggemar yang sudah menanti sejak sore hari meski acara baru digelar pukul 20.00 WIB.
Sementara itu, pemain tim Persija, Bambang Pamungkas yang mewakili
para pemain bintang ISL mengatakan sangat siap menghadapi SFC. “Untuk Ponaryo
Astaman, kapten tim SFC, saya harap Anda dan teman lainnya bisa melakukan
persiapan maksimal karena kami datang kesini (Palembang) untuk mengalahkan tim
juara,”ujarnya.
Manajer Bisnis PT Liga Indonesia, Ali Reza mengungkapkan, kegiatan
ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun sebagai penutup gelaran
kompetisi level tertinggi di Tanah Air. (sir)
Selasa, 26 Juni 2012
Dipermalukan Persija, SFC Ogah Dipermalukan Lagi Oleh PSPS
Seusai dipermalukan Persija 3- 0 di laga terakhir, Sriwijaya FC terus berbenah menjelang derby Sumatera menghadapi PSPS Pekanbaru, Kamis (28/6).
Buruknya kinerja lini belakang menjadi fokus evaluasi yang dilakukan pelatih Kas Hartadi. Dia bertekad memperbaiki penampilan anak asuhnya demi menjaga prestise sebagai tim juara Indonesia Super League (ISL) musim ini dengan menurunkan kekuatan terbaik, termasuk bek tangguh Thierry Gathuessi dan LimJoonSikyang sebelumnya diistirahatkan. “Kekalahan telak 3-0 kemarin menjadi pelajaran berharga dan kita tidak ingin lengah saat melawan PSPS.Yang pasti lini belakang harus lebih konsentrasi dan waspada,” ungkapnya kemarin.
Kurang disiplinnya Michael Jamie Coyne dkk, saat menjalankan tugas menjaga barisan pertahanan lantaran kerap meninggalkan pos untuk membantu serangan,membuat para penyerang Persija leluasa melakukan penetrasi ke jantung pertahanan Laskar Wong Kito. Menurutnya, perilaku itu bukan hanya sekali terjadi, melainkan sering dilakukan Jamie dan Thierry di beberapa pertandingan terakhir, terutama saat tim sedang memimpin perolehan skor.Padahal,mereka sering diwanti-wanti pelatih dari pinggir lapangan.
Akibatnya, saat tim lawan melakukan serangan balik,mereka sering terlambat dalam menutup pergerakan pemain lawan dan membuat gawang Ferry Rotinsulu terancam bahaya. Puncaknya,tiga gol tanpa balas yang dicetak para penyerang Persija di pertandingan terakhir menjadi klimaks dari perilaku indisipliner yang kerap dipertontonkan para pemain bertahan SFC. Padahal, sebagai bek tengah, posisi kedua legiun asing ini sangat vital dan sudah seharusnya mereka menjelma menjadi tembok yang kokoh di depan gawang Ferry. Berbeda dengan posisi Supardi dan Mahyadi Panggabean yang memang merupakan bek sayap.
Keduanya memang diplot untuk membantu serangan dari sisi kanan dan kiri serta mem-back up pergerakan dari Siswanto maupun M Ridwan di sektor sayap. “Setelah pertandingan melawan Persija kemarin,kita (pelatih) bersama pemain sudah membahas mengenai apa saja yang harus dibenahi agar penampilan tim lebih baik saat menghadapi PSPS. Saya rasa mereka (pemain) juga tidak ingin kembali mengalami kekalahan seperti kemarin,” ujarnya. Sementara, menghadapi PSPS besok, Kas mengatakan seluruh pemain SFC berada dalam kondisi terbaik dan tidak ada yang terkena akumulasi kartu.Hanya, dia masih meragukan kondisi kiper utama Ferry Rotinsulu yang belum pulih total.
Jika hingga besok kondisi masih belum fit, kemungkinan besar Rivky Mokodompit akan diplot sebagai starting eleven. Sedangkan, Hilton sengaja tidak dibawa serta ke Pekanbaru lantaran sedang mengikuti terapi di Jakarta untuk mengobati penyakitnya. “Rombongan tim sudah tiba di Pekanbaru sejak siang tadi (kemarin) dan menginap di Wisma Hasanah.Mudah-mudahan kita bisa mencuri poin di sini.Saya berharap doa dan dukungan seluruh masyarakat Sumsel dan pendukung SFC,” tuturnya.
Buruknya kinerja lini belakang menjadi fokus evaluasi yang dilakukan pelatih Kas Hartadi. Dia bertekad memperbaiki penampilan anak asuhnya demi menjaga prestise sebagai tim juara Indonesia Super League (ISL) musim ini dengan menurunkan kekuatan terbaik, termasuk bek tangguh Thierry Gathuessi dan LimJoonSikyang sebelumnya diistirahatkan. “Kekalahan telak 3-0 kemarin menjadi pelajaran berharga dan kita tidak ingin lengah saat melawan PSPS.Yang pasti lini belakang harus lebih konsentrasi dan waspada,” ungkapnya kemarin.
Kurang disiplinnya Michael Jamie Coyne dkk, saat menjalankan tugas menjaga barisan pertahanan lantaran kerap meninggalkan pos untuk membantu serangan,membuat para penyerang Persija leluasa melakukan penetrasi ke jantung pertahanan Laskar Wong Kito. Menurutnya, perilaku itu bukan hanya sekali terjadi, melainkan sering dilakukan Jamie dan Thierry di beberapa pertandingan terakhir, terutama saat tim sedang memimpin perolehan skor.Padahal,mereka sering diwanti-wanti pelatih dari pinggir lapangan.
Akibatnya, saat tim lawan melakukan serangan balik,mereka sering terlambat dalam menutup pergerakan pemain lawan dan membuat gawang Ferry Rotinsulu terancam bahaya. Puncaknya,tiga gol tanpa balas yang dicetak para penyerang Persija di pertandingan terakhir menjadi klimaks dari perilaku indisipliner yang kerap dipertontonkan para pemain bertahan SFC. Padahal, sebagai bek tengah, posisi kedua legiun asing ini sangat vital dan sudah seharusnya mereka menjelma menjadi tembok yang kokoh di depan gawang Ferry. Berbeda dengan posisi Supardi dan Mahyadi Panggabean yang memang merupakan bek sayap.
Keduanya memang diplot untuk membantu serangan dari sisi kanan dan kiri serta mem-back up pergerakan dari Siswanto maupun M Ridwan di sektor sayap. “Setelah pertandingan melawan Persija kemarin,kita (pelatih) bersama pemain sudah membahas mengenai apa saja yang harus dibenahi agar penampilan tim lebih baik saat menghadapi PSPS. Saya rasa mereka (pemain) juga tidak ingin kembali mengalami kekalahan seperti kemarin,” ujarnya. Sementara, menghadapi PSPS besok, Kas mengatakan seluruh pemain SFC berada dalam kondisi terbaik dan tidak ada yang terkena akumulasi kartu.Hanya, dia masih meragukan kondisi kiper utama Ferry Rotinsulu yang belum pulih total.
Jika hingga besok kondisi masih belum fit, kemungkinan besar Rivky Mokodompit akan diplot sebagai starting eleven. Sedangkan, Hilton sengaja tidak dibawa serta ke Pekanbaru lantaran sedang mengikuti terapi di Jakarta untuk mengobati penyakitnya. “Rombongan tim sudah tiba di Pekanbaru sejak siang tadi (kemarin) dan menginap di Wisma Hasanah.Mudah-mudahan kita bisa mencuri poin di sini.Saya berharap doa dan dukungan seluruh masyarakat Sumsel dan pendukung SFC,” tuturnya.
Kamis, 21 Juni 2012
Pastikan Jawara ISL, Pemain SFC Bertabur Bonus
Dipastikan mengoleksi 73 poin setelah menundukkan Persela di Stadion Gelora Sriwijaya,
Jakabaring, Palembang Rabu 20/6), SFC dipastikan jawara Indonesian Super League
(ISL) tahun ini.
Dengan prestasi puncak ini, para pemain tim yang berjuluk Laskar Wong Kito
ini dipastikan pula mengantongi bonus ratusan juta.
“Akan ada
bonus khusus dari manajemen dan lebih besar dari biasanya. Untuk hadiah liga,
jika sebelumnya sebesar 60% dari jumlah keseluruhan, maka kali ini seluruh tim
akan memperoleh lebih dari itu. Berapa pastinya, akan kami tentukan nanti,”janjinya pasti.
Dalam pertandingan kemarin, dengan perolehan poin penuh tersebut SFC mengantongi
total poin 73 dari 30 pertandingan. Poin ini tidak bisa dikejar lagi oleh
Persipura Jayapura yang berada di posisi kedua dan baru mengoleksi 62 angka
dari 31 laga, meski mereka masih memiliki tiga laga tersisa. Kalaupun tiga
pertandingan berikutnya Persipura dapat poin penuh, total poin yang mereka
kumpulkan hanya 71.
Pencapaian ini merupakan gelar juara Liga Indonesia kedua bagi SFC. Sebelumnya
tim kebanggan masyarakat Sumatera Selatan ini juara musim kompetisi 2007/2008. Di
tahun itu, SFC juga mencatatkan prestasi bisa meraih double winner, juara Liga
Indonesia sekaligus juara Copa.
Dalam pertandingan kemarin, Firman
Utina dkk mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal hingga akhir.
Dia mengungkapkan, pencapaian tahun ini tidak terlepas dari hasil kerja
keras seluruh komponen tim seperti manajemen klub, official dan terutama
seluruh pemain. Selain memastikan diri sebagai kampiun ISL, SFC hingga kini
masih memegang rekor sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga 20
pertandingan terakhir.
Walau berhasil mengunci juara ISL di laga ke-30, Kas Hartadi bertekad fokus
pada empat pertandingan sisa melawan Persija (24/6), PSPS (28/6), Pelita Jaya
(5/7) dan Persib (11/7) nanti.“Kami tentu akan berusaha
maksimal untuk menjaga prestise sebagai tim juara. Karena itulah pada empat
laga sisa nanti kami akan tetap fight dan
bertekad menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan,” katanya.
Kesuksesan merebut trofi juara Liga Indonesia pada musim ini merupakan
pencapaian kedua bagi Kayamba dan Ferry Rotinsulu.Karena mereka berdua
merupakan punggawa SFC yang sebelumnya sama-sama berjuang merebut trofi Liga
Indonesia edisi tahun 2007.
Perang Bintang
Pada pertandingan tersebut dia akan turun langsung memimpin para pemain
sebagai manajer tim. (sir)
Foto-foto: Untung Sarwono, Humas Pemprov
Rabu, 20 Juni 2012
Tundukkan Persela 3-0, SFC Juara ISL
AKHIRNYA perlawanan Persela Lamongan terhenti, Sriwijaya FC
mampu mengakhiri permainan dengan dengan skor 3-0 dalam lanjutan ISL di Stadion
Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012).
Gol masing-masing dicetak Kayamba menit 18, M Ridwan menit ke-25 dan 73. Berkat kemenangan ini SFC total mengumpulkan 73 poin dengan menyisakan empat pertandingan.
SFC mengunci gelar lantaran tidak akan terkejar lagi oleh pesaing terdekatnya Persipura yang jika memenangkan semua pertandingan hanya mengumpulkan 71 poin.
Gol masing-masing dicetak Kayamba menit 18, M Ridwan menit ke-25 dan 73. Berkat kemenangan ini SFC total mengumpulkan 73 poin dengan menyisakan empat pertandingan.
SFC mengunci gelar lantaran tidak akan terkejar lagi oleh pesaing terdekatnya Persipura yang jika memenangkan semua pertandingan hanya mengumpulkan 71 poin.
Kayamba akhirnya memecahkan kebuntuan yang dialami Sriwijaya
FC selama 17 menit menyerang areal pertahanan Persela Lamongan dalam lanjutan
ISL di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012) sore.
Diawali dari keberhasilan Ponaryo Astaman merebut bola dari lini tengah, bola kemudian alirkan kepada Siswanto yang tidak terjaga di sisi kiri, selanjutnya diteruskan kepada Kayamba, dengan cepat striker senior ini memanfaatkan celah di lini belakang kemudian melepaskan tembakan ke gawang Persela.
Gol di menit ke-18 ini untuk sementara membawa Laskar Wong Kito unggul 1-0 atas tim asuhan Miroslav Janu.
Diawali dari keberhasilan Ponaryo Astaman merebut bola dari lini tengah, bola kemudian alirkan kepada Siswanto yang tidak terjaga di sisi kiri, selanjutnya diteruskan kepada Kayamba, dengan cepat striker senior ini memanfaatkan celah di lini belakang kemudian melepaskan tembakan ke gawang Persela.
Gol di menit ke-18 ini untuk sementara membawa Laskar Wong Kito unggul 1-0 atas tim asuhan Miroslav Janu.
Setelah tujuh
menit berselang, Persela kembali kebobolan. Kali ini giliran M Ridwan yang
membawa Sriwijaya FC unggul 2-0 atas tim tamu dalam lanjtuan ISL di Stadion
Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012).
Bermula dari akselerasi Supardi dari sayap kanan yang kemudian melepaskan umpan datar kepada Kayamba, selanjutnya striker yang kini menjadi pemuncak top skorer ISL sementara ISL itu memberikan assist kepada M Ridwan yang tidak terjaga.
Dengan tenang winger SFC ini melepaskan tendangan ke gawang Persela di menit ke-25 dan membawa Laskar Wong Kito unggul dengan skor 2-0.
Bermula dari akselerasi Supardi dari sayap kanan yang kemudian melepaskan umpan datar kepada Kayamba, selanjutnya striker yang kini menjadi pemuncak top skorer ISL sementara ISL itu memberikan assist kepada M Ridwan yang tidak terjaga.
Dengan tenang winger SFC ini melepaskan tendangan ke gawang Persela di menit ke-25 dan membawa Laskar Wong Kito unggul dengan skor 2-0.
WINGER M Ridwan mencetak gol keduanya sekaligus membawa
Sriwijaya FC unggul dengan skor 3-0 atas tamunya Persela Lamongan dalam
lanjutan ISL di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012) sore.
Menerima umpan cross dari Mahyadi dari sisi kanan pertahanan Persela, M Ridwan dengan sedikit membuat sentuhan langsung menembak bola yang menembus kanan jala gawang Persela.
Menerima umpan cross dari Mahyadi dari sisi kanan pertahanan Persela, M Ridwan dengan sedikit membuat sentuhan langsung menembak bola yang menembus kanan jala gawang Persela.
Dengan kemenangan ini, SFC mengantongi 73 poin dan
dipastikan menjadi jawara ISL tahun ini.
"Maaf kami Juara" demikian
yang tertulis dari banner salah satu suporter yakni Bela Armada
Sriwijaya (Beladas). Banner itu sudah terpampang saat M Ridwan mencetak
gol ketiga Sriwijaya FC di menit ke-73.
SFC Sudah pasti mengunci gelar juara setelah menundukkan Persela Lamongan dengan skor 3-0, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012).
Gumbs dkk sudah mengemas total 73 poin, dan sudah tidak akan terkejar lagi oleh Persipura. Sebab tim berjuluk Mutiara Hitam ini jika memenangkan seluruh laga hanya mengemas 71 poin, sementara SFC masih menyisakan empat pertandingan.
SFC benar-benar meraih juara dan membuka sejarah baru, sebab gelar diraih saat klub-klub diwajibkan tanpa menggunakan APBD."Ini sejarah baru, karena gelar diraih saat SFC tanpa menggunakan APBD," jelasnya.(sir)
SFC Sudah pasti mengunci gelar juara setelah menundukkan Persela Lamongan dengan skor 3-0, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (20/6/2012).
Gumbs dkk sudah mengemas total 73 poin, dan sudah tidak akan terkejar lagi oleh Persipura. Sebab tim berjuluk Mutiara Hitam ini jika memenangkan seluruh laga hanya mengemas 71 poin, sementara SFC masih menyisakan empat pertandingan.
SFC benar-benar meraih juara dan membuka sejarah baru, sebab gelar diraih saat klub-klub diwajibkan tanpa menggunakan APBD."Ini sejarah baru, karena gelar diraih saat SFC tanpa menggunakan APBD," jelasnya.(sir)
Hilton dan Riski Absen, SFC Targetkan Menang Jamu Persela
Palembang
Meski dua stikernya
dipastikan absen, saat jamu Persela besok di Stadion Gelora Sriwijaya
Jakabaring besok SFC tetap targetkan koleksi poin penuh.
“Pada
pertandingan kemarin (Arema) kami berhasil menang, tapi seharusnya bisa menciptakan lebih dari dua gol. Ini
memperlihatkan jika penyelesaian akhir masih buruk, Untuk itu kami harus
memperbaikinya agar bisa tampil lebih baik saat melawan Persela nanti,” ungkap pelatih SFC, Kas Hartadi.
SFC, kata dia, harus
mempersiapkan diri lebih baik saat menjamu Persela, apalagi rekor pertemuan
kedua tim sejauh ini cukup berimbang.
Dari 7 kali pertemuan, masing-masing
tim dua kali saling mengalahkan dan tiga kali bermain imbang. Belum lagi,sejak
di bawah asuhan Miroslav Janu musim ini, Persela memiliki catatan baik melakoni
laga tandang dan berhasil menempati peringkat kelima klasemen sementara dengan
raihan poin 47 dari 30 pertandingan. Mereka juga memiliki penyerang andal
seperti Mario Costas yang telah mencetak 18 gol.
“Jadi
selain fokus pada pengembalian kondisi fisik dan stamina pemain, kami juga
terus mengasah finishing touch mengingat pertandingan nanti sangat penting.
Jika kita bisa menang, maka dipastikan juara sudah dalam genggaman,” ujarnya.
Menghadapi pertandingan
menghadapi Persela Lamongan, armada
Sriwijaya FC memang terus berbenah. Buruknya penyelesaian akhir saat laga
terakhir melawan Arema Indonesia
menjadi fokus evaluasi Pelatih Kas Hartadi.
Apalagi pada pertandingan
nanti, lini depan Laskar Wong Kito kehilangan dua penyerang andalannya yakni
Hilton Moreira yang masih sakit dan Riski Nopriansyah akibat terkena akumulasi
kartu kuning.
Dengan kondisi seperti ini,
maka dapat dipastikan Kas hanya memiliki Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs dan Siswanto untuk menggedor lini pertahanan
Laskar Joko Tingkir, julukan Persela.
Sementara itu, tim tamu juga dipastikan tidak
akan tampil dengan full team lantaran adanya sejumlah pemain mereka yang
terkena hukuman larangan bertanding dari komisi disiplin akibat terlibat
perkelahian dengan pemain PSMS sebelumnya.
Mereka adalah penjaga gawang
Ali Barkah, Aris Alfiansyah, I Gede Sukadana serta pemain asal Korea Selatan
Inkyun Oh.Satu pemain lain yang terkena sanksi adalah bek asal Negeri Ginseng,
Park Chul Yung. Belum lagi kondisi Gery Setya yang berposisi sebagai penyerang
saat ini sedang dirundung cidera, pasca latihan beberapa hari lalu.
Kejutan
Manajemen dan kelompok
suporter telah mempersiapkan kejutan yang akan disuguhkan pada akhir
pertandingan menyambut kesuksesan menjadi kampium Indonesian Super League (ISL)
musim2011/2012. Jika SFC unggul atas Persela maka dipastikan tim “Wong
Kito” akan menjadi jawara musim ini.
“Kami kemarin
telah melakukan pertemuan dengan para ketua kelompok supporter untuk
membicarakan kira-kira selebrasi seperti apa yang layak disuguhkan untuk
merayakan keberhasilan SFC menjadi juara ISL. Sehingga momen itu bisa terus diingat oleh seluruh
masyarakat dan pendukung SFC,” kata Presiden SFC Dodi Reza Alex. (sir)
Minggu, 17 Juni 2012
Tundukkan Arema, SFC Makin Dekat Juara
PALEMBANG –Dua gol yang dilesakkan M Ridwan dan Keith Jerome “Kayamba”
Gumbs ke gawang Arema Indonesia pada lanjutan Indonesian Super League
(ISL) Sabtu sore (16/6), membawa Laskar Wong Kito semakin dekat dengan titel
juara.
Dengan kemenangan ini,praktis Sriwijaya FC hanya membutuhkan dua poin lagi untuk memastikan diri sebagai kampiun Liga Indonesia musim 2011/2012. Jika pada pertandingan melawan Persela Lamongan, Rabu (20/6) nanti Firman Utina dkk bisa memetik hasil maksimal, dapat dipastikan tim yang dinakhodai Kas Hartadi ini bakal mengangkat trofi pada akhir musim nanti.
Dua gol SFC masing-masing dilesakkan oleh M Ridwan pada menit 14,yang memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Siswanto. Sedangkan gol kedua terjadi pada menit 68 melalui eksekusi penalti oleh Kayamba, setelah dirinya dilanggar oleh Seme Patrick dikotak terlarang. Sementara gol balasan Arema Indonesia dicetak Herman Dzumafo Epandi menit 59. Meski menang,pelatih SFC Kas Hartadi mengaku kurang puas dengan penampilan anak asuhnya yang tampil kurang maksimal serta banyak membuang peluang emas sepanjang laga.
“Penampilan para pemain hari ini cukup bagus, apalagi performa Arema Indonesia sedang meningkat setelah di bawah asuhan Pelatih Suharno.Seharusnya,kita bisa mencetak gol lebih banyak,” katanya seusai laga. Kas juga menyesalkan terjadinya gol balasan dari Herman Dzumafo, yang berawal dari serangan balik. Sebab, ketika itu, dua bek andalan SFC Michael Jamie Coyne dan Thierry Gathuessi sedang tidak berada di posisi masingmasing lantaran terlalu sering membantu serangan.
“Padahal saya telah mengingatkan mereka berkali-kali agar tidak ikut-ikutan ma-ju menbantu serangan,”ujar Kas. Kekhawatirannya itu akhirnya terbukti dengan satu gol yang dicetak Dzumafo.Menurut arsitek asal Solo ini, sebenarnya dirinya tidak terlalu mempermasalahkan jika ada pemain belakang yang turut membantu melakukan serangan, asalkan mereka bisa tetap bertanggung jawab untuk kembali secepatnya ke posisi masing-masing dan melihat kondisi tim terlebih dahulu.
Untuk itulah,jika ingin memastikan diri juara lebih awal saat melawan Persela nanti, Kas menginginkan agar para pemain bisa tampil lebih baik dari pertandingan kemarin. Apalagi, Persela merupakan salah satu tim yang memiliki kolektivitas tim yang baik serta mempunyai mental bertanding yang baik pula,meski bermain di kandang lawan.
“Untuk memastikan juara, kita tinggal membutuhkan satu setengah poin lagi. Tetapi, Persela bukan lawan yang mudah dikalahkan. Jadi, kita harus bermain lebih baik lagi jika tidak ingin tergelincir. Apalagi,Persela memiliki dua pemain yang berbahaya yakni Gustavo Lopez dan Emanuelle Costas,”katanya.
Gagal
Di tempat yang sama,pelatih Arema Indonesia Suharno gagal melanjutkan hasil positif di enam laga sebelumnya tanpa kekalahan. Meski kalah, Arema tetap menampilkan permainan cantik dan menyerang,sesuai janji sang pelatih,yang mengatakan tidak akan memberikan kemenangan mudah bagi SFC.
“Kita memang kalah hari ini karena SFC tampil lebih baik. Tetapi, bagi saya, pada pertandingan kali ini para pemain tetap tampil sangat baik.Yang pasti,kita menerima kekalahan dengan gentleman dan tidak akanmencari-carialasan.Target kita ke depan hanya fokus pada dua laga kandang agar bisa memperbaiki posisi di klasemen akhir,”katanya. (sir)
Dengan kemenangan ini,praktis Sriwijaya FC hanya membutuhkan dua poin lagi untuk memastikan diri sebagai kampiun Liga Indonesia musim 2011/2012. Jika pada pertandingan melawan Persela Lamongan, Rabu (20/6) nanti Firman Utina dkk bisa memetik hasil maksimal, dapat dipastikan tim yang dinakhodai Kas Hartadi ini bakal mengangkat trofi pada akhir musim nanti.
Dua gol SFC masing-masing dilesakkan oleh M Ridwan pada menit 14,yang memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Siswanto. Sedangkan gol kedua terjadi pada menit 68 melalui eksekusi penalti oleh Kayamba, setelah dirinya dilanggar oleh Seme Patrick dikotak terlarang. Sementara gol balasan Arema Indonesia dicetak Herman Dzumafo Epandi menit 59. Meski menang,pelatih SFC Kas Hartadi mengaku kurang puas dengan penampilan anak asuhnya yang tampil kurang maksimal serta banyak membuang peluang emas sepanjang laga.
“Penampilan para pemain hari ini cukup bagus, apalagi performa Arema Indonesia sedang meningkat setelah di bawah asuhan Pelatih Suharno.Seharusnya,kita bisa mencetak gol lebih banyak,” katanya seusai laga. Kas juga menyesalkan terjadinya gol balasan dari Herman Dzumafo, yang berawal dari serangan balik. Sebab, ketika itu, dua bek andalan SFC Michael Jamie Coyne dan Thierry Gathuessi sedang tidak berada di posisi masingmasing lantaran terlalu sering membantu serangan.
“Padahal saya telah mengingatkan mereka berkali-kali agar tidak ikut-ikutan ma-ju menbantu serangan,”ujar Kas. Kekhawatirannya itu akhirnya terbukti dengan satu gol yang dicetak Dzumafo.Menurut arsitek asal Solo ini, sebenarnya dirinya tidak terlalu mempermasalahkan jika ada pemain belakang yang turut membantu melakukan serangan, asalkan mereka bisa tetap bertanggung jawab untuk kembali secepatnya ke posisi masing-masing dan melihat kondisi tim terlebih dahulu.
Untuk itulah,jika ingin memastikan diri juara lebih awal saat melawan Persela nanti, Kas menginginkan agar para pemain bisa tampil lebih baik dari pertandingan kemarin. Apalagi, Persela merupakan salah satu tim yang memiliki kolektivitas tim yang baik serta mempunyai mental bertanding yang baik pula,meski bermain di kandang lawan.
“Untuk memastikan juara, kita tinggal membutuhkan satu setengah poin lagi. Tetapi, Persela bukan lawan yang mudah dikalahkan. Jadi, kita harus bermain lebih baik lagi jika tidak ingin tergelincir. Apalagi,Persela memiliki dua pemain yang berbahaya yakni Gustavo Lopez dan Emanuelle Costas,”katanya.
Gagal
Di tempat yang sama,pelatih Arema Indonesia Suharno gagal melanjutkan hasil positif di enam laga sebelumnya tanpa kekalahan. Meski kalah, Arema tetap menampilkan permainan cantik dan menyerang,sesuai janji sang pelatih,yang mengatakan tidak akan memberikan kemenangan mudah bagi SFC.
“Kita memang kalah hari ini karena SFC tampil lebih baik. Tetapi, bagi saya, pada pertandingan kali ini para pemain tetap tampil sangat baik.Yang pasti,kita menerima kekalahan dengan gentleman dan tidak akanmencari-carialasan.Target kita ke depan hanya fokus pada dua laga kandang agar bisa memperbaiki posisi di klasemen akhir,”katanya. (sir)
Jumat, 15 Juni 2012
Kejar Juara, SFC Target Tundukkan Arema Malang
Palembang,
Laga kandang SFC melawan
Arema Malang di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang sore ini dipastikan bakal seru. SFC
butuh dua kemenangan untuk mantap
sebagai juara Indonesia Super League (ISL).
Pelatih SFC Kas Hartadi
maupun pelatih Arema Suharno sama-sama bertekad untuk menang. Karenanya
pertandingan diyakini bakal seru karena kedua tim sama-sama ngotot.
Pesaing terdekatnya,
Persipura, gagal meraih kemenangan dan hanya mampu membawa pulang satu poin
setelah ditahan imbang 0-0 oleh Persiram Jumat (15/6). Dengan demikian SFC
tinggal membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar ISL musim
2011/2012
Jika SFC bisa mengalahkan
Arema Indonesia
dan Persela pada dua laga kandang, masyarakat Sumsel dan suporter bisa langsung
merayakan pesta juara ISL di Stadion GSJ tanpa harus menunggu hasil
pertandingan berikutnya.
“Saat ini kami (SFC) telah
mengumpulkan 67 poin dari 28 laga, sedangkan Persipura 59 poin dari 30 pertandingan.
Kalaupun mereka bisa menang di empat pertandingan sisa, hasil akhirnya hanya
71. Sementara, apabila kita bisa mendapatkan enam poin di dua laga kandang,
total nilai yang terkumpul sudah 73. Jadi tidak perlu menunggu hasil empat pertandingan lain
untuk memastikan menjadi juara,”papar Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis
Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin.
Karenanya, Hendri, menyambut
gembira hasil imbang yang diperoleh tim berjuluk Mutiara Hitam. Hasil tersebut
akan menambah motivasi para pemain untuk memenangkan pertandingan melawan Arema
sehingga bisa secepatnya memastikan diri sebagai kampiun ISL.
Tadinya SFC baru bisa
memastikan diri menjadi penguasa ISL musim ini setelah pertandingan melawan
Persija pada Minggu (24/6) nanti, itu pun dengan catatan pada dua laga kandang
melawan Arema dan Persela, Firman Utina dkk bisa menyapu bersih enam poin yang
ada.
Tetapi, setelah tim asuhan
Jackson F Tiago itu gagal mengamankan tiga poin tandang di markas Persiram,
walaupun mereka nantinya bisa meraih kemenangan pada empat laga sisa dan
menambah perolehan 12 poin, tetap saja tidak cukup untuk mengejar
ketertinggalan angka dari SFC.
Sementara itu, terkait
persiapan tim melawan Arema, pelatih SFC Kas Hartadi mengatakan, saat ini anak
asuhnya sudah dalam kondisi siap tempur, meski salah satu penyerang andalannya,
Hilton Moreira, kemungkinan besar tidak tampil lantaran kondisi fisiknya belum
pulih 100%.
Untuk menggantikan posisi
Hilton, Kas menyiapkan Siswanto seperti ketika melawan Gresik United. Saat itu
Siswanto tampil sangat baik dan mampu menyumbang dua gol. “Kami harapkan Siswanto bisa tampil baik seperti saat
menghadapi Gresik United,”katanya.
Pelatih Arema Indonesia
Suharno mengaku sudah mengantongi kelemahan SFC. Bahkan, strategi untuk menjinakkan
SFC telah dimatangkan saat latihan uji coba lapangan di Stadion GSJ.
“Sebagus-
bagusnya tim, pasti ada kelemahan. Sejauh ini saya sudah mengetahui celah dalam
SFC. Berbagai pola untuk membongkar pertahanan SFC telah dicobakan saat uji
coba lapangan karena itu kita latihan agak lama dari biasanya,” jelasnya yakin. Karena itu, Suharno bertekad akan
permalukan SFC di hadapan penontonnya sendiri. (sir)
SFC dan Arema Sama-Sama Siap Melumat
Palembang,
Sriwijaya FC (SFC) dan Arema
Malang menyatakan siap untuk mengalahkan lawannya. Kedua tim ini akan
bertanding dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Gelora
Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (16/6).
SFC memastikan siap meredam
perlawanan Arema Indonesia.
Sebaliknya,dengan membawa kekuatan penuh, pasukan Singo Edan siap menerkam dan
membalaskan kekalahan telak 1-5 atas Laskar Wong Kito, saat kedua tim bertemu
pada putaran pertama lalu.
Pelatih SFC Kas Hartadi
memastikan, timnya sudah siap meladeni perlawanan Arema Indonesia. Bahkan, persiapan yang dilakukan selama
beberapa hari terakhir dirasakannya sudah cukup. Arsitek asal Solo ini pun
yakin, Firman Utina dkk dapat mempertahankan rekor selalu menang saat bermain
di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, sehingga dapat semakin memuluskan
langkah menuju tangga juara ISL musim ini.
“Saya
hanya meminta,agar para pemain bisa bermain dengan sebaik-baiknya. Mereka juga
saya bebaskan untuk berkreasi di lapangan, asalkan tetap bertanggung jawab pada
posisi masing-masing. Yang pasti, kami sudah siap 100%,” pungkasnya.
Dipimpin langsung Pelatih
Suharno, runner up ISL musim lalu itu, tiba di Bumi Sriwijaya dengan membawa
keyakinan dapat melanjutkan tren positif yang telah berhasil mereka torehkan di
dua laga tandang sebelumnya, yakni sukses menahan imbang PSMS Medan dan PSAP
Sigli. “Target kami realistis saja.
Bisa mencuri satu poin saja sudah cukup,apalagi kalau sampai berhasil menang.
Itu tentunya pencapaian yang sangat baik, apalagi mengingat tim tuan rumah
memiliki kekuatan yang merata dan sejauh ini belum terkalahkan di laga kandang
mereka,” ungkap Suharno saat
dijumpai di Hotel Sandjaja, Kamis (14/6).
Bermaterikan pemain pilar
terbaik, mantan pelatih Persiwa Wamena ini berambisi untuk kembali meraih poin
di Palembang,
dan berjuang habis-habisan agar jangan sampai kalah. Karena, satu poin saja
sangat berarti bagi mereka untuk semakin menjauhkan dari zona degradasi.
Suharno mengakui, bukan
pekerjaan mudah bagi Herman Dzumafo dkk untuk merealisasikan target tersebut,
mengingat SFC saat ini merupakan pimpinan klasemen sementara dan berpeluang
besar untuk menjadi juara ISL tahun ini. Meski demikian, nada optimisme tetap
didengungkan jelang pertandingan melawan SFC besok.
Apalagi,dari 18 pemain yang
dibawa ke Palembang
tidak ada pemain yang terkena akumulasi kartu kuning ataupun cedera.
Suharno menambahkan, dalam
pertandingan ini dirinya masih akan melakukan evaluasi terhadap kinerja timnya
terutama ketajaman lini depannya. Pasalnya, dia melihat saat melawan Deltras
kemarin, meski berhasil menang 3-1, para
pemain di lini depan masih banyak sekali membuang peluang yang seharusnya bisa
dikonversi menjadi gol.
Untuk mengatasi hal itu,
pelatih senior ini mengaku sudah melakukan pendekatan kepada anak asuhnya,
dengan cara mengajak bicara dari hati ke hati.Dengan begitu,dia berharap mental
pemainnya bisa bangkit. “Kami
akan bermain maksimal dan berharap bisa pulang membawa poin,” tandasnya. (sir)
Jumat, 27 April 2012
SFC Bakal Tundukkan PSMS
SFC Bakal Tundukkan PSMS
Palembang, Sinar Harapan
Kesebelasan Sriwijaya FC (SFC) menargetkan dapat menundukkan PSMS dalam
derby Sumatera mala mini. Menjamu kesebelasan asal medan di Stadion Gelora
Sriwijaya Jakabaring, SFC optimistis dapat mempertahankan rekor selalu dalam
laga kandang.
Sepuluh 10 pertandingan terakhir
tanpa kalah, menambah keyakinan tim besutan Kas Hartadi ini dapat kembali
mempersembahkan tiga angka kepada pendukungnya.
Dalam putaran pertama, kedua kesebelasan bermain imbang tanpa gol saat kedua tim bertemu
di Stadion Teladan,Medan. Sementara di dua pertemuan sebelumnya, SFC berhasil
menang 1 kali saat bermain di kandang dan kalah 1 kali ketika bermain tandang.
Di pertandingan sebelumnya,mereka sama-sama sukses meraih hasil
maksimal.SFC berhasil menumbangkan Mitra Kukar 1-0 melalui gol Hilton Moreira. Sementara
PSMS menang atas Persidafon 1-0 lewat gol semata wayang Osas Marveluos melalui
titik penalti. Jika menang,posisi SFC akan semakin aman di puncak klasemen
sementara Indonesian Super League (ISL) dari kejaran Persipura yang terus
menempel ketat di peringkat 2. Kedua tim saat ini sama-sama telah mengumpulkan
poin 45.Namun, keunggulan produktivitas gol membuat Laskar Wong Kito lebih
berhak menempati posisi teratas.
Sementara bagi PSMS, bila hanya bisa menahan imbang dan memperoleh satu
angka,tim asuhan Pelatih Suharto ini tetap akan berada di posisi 11. Saat ini, mereka
berbeda dua poin dengan PSPS yang bertengger di urutan 10. Namun, jika mereka sukses
mencuri tiga angka, posisi tim berjuluk Ayam Kinantan ini akan langsung naik
dua tingkat ke posisi 9 dan menggeser Persib.
Pelatih SFC Kas Hartadi mengungkapkan, jika ingin tetap menjaga asa
merebut Trofi ISL dari Persipura musim ini, tidak ada cara lain bagi timnya
selain menang atas PSMS.Laskar Wong Kito,menurut Kas,wajib menyapu bersih semua
laga kandang di sisa putaran kedua ini. ”Sebab,pada pertandingan kandang
seperti inilah kesempatan kami untuk bermain dengan sebaik mungkin.Kami juga
tidak akan menyia-nyiakan dukungan penuh dari para suporter yang sudah datang
ke stadion.Untuk itu,permainan menyerang akan menjadi pilihan agar kami bisa
mengamankan tiga poin,”ujarnya.
Kas juga meyakinkan bahwa Keith ’Kayamba’ Gumbs dapat kembali
memperlihatkan ketajamannya bersama Hilton Moreira. Meskipun, pemain paling
senior di SFC itu sudah dua pertandingan terakhir ini seperti kehilangan
sentuhannya. Dia belum bisa menambah pundi-pundi golnya dan masih tertahan di
angka 15 gol. Untungnya,saat itu terjadi, tandemnya, Hilton ,justru
trengginas.Striker asal Brasil itu dua kali menjadi penyelamat SFC saat menyarangkan
masing-masing satu gol ke gawang Deltras dan Mitra Kukar.
Pelatih PSMS Suharto AD yakin timnya mampu mengimbangi permainan
SFC.Bahkan dirinya menargetkan bisa membawa pulang minimal satu poin dari
Palembang.
“Saya sudah mempelajari dan melihat bagaimana pola permainan SFC, saya
tahu mereka memiliki pemain yang bagus dihampir setiap lini. Tetapi sebagus
apapun tim pasti ada celahnya, itulah yang akan kami manfaatkan. Apalagi d ibeberapa
pertandingan terakhir, para pemain terus menunjukkan peningkatan,” pungkasnya
Bebuyutan
Rivalitas kedua tim diawali saat keduanya bertemu di final Liga
Indonesia edisi 2007-08 di Stadion si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.
Ketika itu, Laskar Wong Kito berhasil mengubur mimpi Ayam Kinantan
untuk menjadi juara setelah menang dengan skor 3-1. Sejak itu, pertemuan kedua
tim selalu berlangsung sengit, meskipun kedua tim sama-sama telah beberapa kali
berganti pemain maupun pelatih. Pelatih SFC Kas Hartadi sangat memahami
bagaimana persaingan ketat yang telah terjadi diantara kedua tim, untuk menjadi
yang terbaik di Pulau Sumatera.Karena itu,dia telah mempersiapkan skuad
terbaiknya dalam duel kali ini sehingga dapat memetik kemenangan dan
memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang.
Pada pertemuan pertama lalu,kedua tim harus puas bermain imbang tanpa
gol saat bertemu di Stadion Teladan, Medan.
Ini cukup membuktikan, walaupun tanpa diperkuat oleh para pemain
bintang tetapi PSMS tetaplah sebuah tim yang kuat dan pantang menyerah. Bahkan
sejak awal musim, tim berjuluk Ayam Kinantan ini sudah me-nerapkan pola
permainan cantik dan mengandalkan kolektivitas tim sehingga pergerakan mereka
sangat teratur saat menyerang maupun bertahan. Untuk itu kewaspadaan pemain
harus ditingkatkan, terutama terhadap penyerang utamanya Osas Marvelous maupun
gelandang Nastjah Ceh yang menjadi motor serangan serta para pemain lokal
lainnya. (sir)
Rabu, 29 Februari 2012
Hilton Mulai Latihan
Sriwijaya FC (SFC) dapat bernapas lega setelah salah satu
Hilton Moreira kembali menghirup udara segar berkat jaminan dari manajemen
klub. Sebagai konsekuensi, pemain asal Brasil itu akan bersikap kooperatif.
Setelah dibebaskan dengan jaminan,beban Hilton dengan penegak hukum tidak langsung selesai.Dia masih harus siap memenuhi panggilan penyidik jika dibutuhkan terkait dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang pramugari yang dituduhkan kepadanya. Mantan punggawa klub Palmeiras itu telah tiba di Palembang,kemarin pagi, didampingi Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin.
Hilton dibebaskan dari Polresta Tangerang,Selasa (28/2) malam,sekitar pukul 21.30 WIB. Dengan begitu,Laskar Wong Kitokemungkinan besar sudah bisa kembali menurunkan tandem Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs saat SFC berhadapan dengan tim kuat asal Kalimantan Timur Persisam Samarinda dalam laga big matchyang akan digelar Sabtu (3/3) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang.
Hadirnya Hilton membuat SFC lebih percaya diri menghadapi tim berjuluk Elang Borneoitu dalam lanjutan kompetisi Indonesian Super League (ISL).Apalagi,tim kini di bawah kendali caretakerPelatih Hendri Susilo tersebut bakal turun dengan kekuatan penuh dan sedang dalam kondisi percaya diri tinggi setelah sebelumnya mereka berhasil menahan imbang Persija Jakarta di laga sebelumnya.
Ditambah lagi dengan pulihnya playmakerPersisam Ronald Fagundez dari cedera membuat lini tengah Persisam semakin kuat.Bersama Eka Ramdhani, kedua pemain ini merupakan roh permainan tim berkostum oranye-oranye itu untuk melanjutkan tren positif di laga selanjutnya. Sebaliknya dengan SFC,yang dipastikan tidak diperkuat tiga pemain intinya,yakni dua bek Mahyadi Panggabean dan Supardi serta kreator lini tengah Firman Utina.
Tanpa kehadiran ketiga pemain ini diprediksi mengurangi kekuatan tim peraih gelar double winner itu secara keseluruhan. Namun,kehadiran Hilton setidaknya akan membuat lini depan SFC makin menakutkan karena Laskar Wong Kitowajib meraih kemenangan agar bisa tetap menjaga persaingan di papan atas.Apalagi, saat ini posisi puncak klasemen sementara telah diambil alih oleh Persiwa Wamena yang sukses mempermalukan tamunya, Pelita Jaya,4-2.
Tim berjuluk Badai Pegununganitu juga unggul dua poin atas SFC dan Persipura yang berada di posisi 3.Untuk itu,tidak ada pilihan lain bagi pasukan Pelatih Kas Hartadi selain meraih kemenangan demi memperoleh tambahan tiga poin sekaligus mempertahankan keangkeran Stadion GSJ. “Memang kehadiran Hilton bisa membawa pengaruh besar pada tim.Dengan pengalaman dan jam terbang tinggi yang dimilikinya,dia bisa membantu SFC meraih kemenangan.
Mudah-mudahan kondisi psikisnya bisa cepat pulih,karena dia tampaknya kelelahan dan sedikit stres akibat terus diperiksa oleh polisi secara maraton terkait dugaan kasus yang menimpanya,”ungkap Kas Hartadi. Kalaupun ternyata Hilton belum siap dimainkan,Kas mengaku sudah mempersiapkan rencana cadangan.Namun yang terpenting,menurut pelatih asal Solo ini,siapa pun pemain yang akan diturunkan nanti harus mengutamakan kekompakan dan koordinasi tim.Sebab,Persisam terkenal dengan kolektivitas timnya.
Sindo, Kamis, 1 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)