Tampilkan postingan dengan label tni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tni. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2012

Kodam Segera Perbarui Alusita

Kodam Segera Perbarui Alutsista


Palembang:

Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo mengatakan, pada November,modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) Kodam II/SWJ akan dilakukan.

Alutsista, seperti tank berat leopard, pesawat takstis, roket, meriam dan lainnya, akan datang dan siap menggantikan persenjataan sebelumnya. “November mendatang alutsista baru masuk ke Kodam II/Sriwijaya, baik leopard, roket, pesawat,maupun meriam. Seluruh satuan, termasuk infanteri alutsistanya, akan baru semua,” ujarnya seusai memimpin upacara HUT Ke-67 TNI di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Jumat (5/10). Dia menuturkan, untuk menghadirkan persenjataan baru dan modern,TNI memerlukan perjuangan yang berat.

“Tidaklah mudah memodernisasi alutsista di tubuh TNI,harus melalui perjuangan panjang karena kita menyadari kemampuan negara menyediakan anggaran untuk memperbaharui persenjataan,” katanya. Kendati alutsista yang dimiliki baru,Nugroho mengatakan, TNI masih memerlukan kerja sama dengan seluruh komponen bangsa guna mendukung TNI disegani dan mampu berkiprah di kawasan regional. Dengan begitu, kedaulatan Indonesia terjaga baik tanpa harus ada gangguan dari luar.

“Kita mengharapkan dukungan seluruh pihak agar TNI setara dengan tentara di kawasan regional dan patut diperhitungkan,”ungkap dia. Mengenai kondisi keamanan Sumsel dan sekitarnya, menurut dia, masih relatif aman.“Saat ini kondisi Sumsel dan sekitarnya kondusif. Namun, kita harus waspada karena Sumsel bisa menjadi pelarian atau tempat-tempat oknum melakukan persiapan aktivitas membahayakan negara,” katanya. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan,TNI harus mampu mengayomi masyarakat seperti moto yang selama ini dijunjung tinggi, yakni TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat.

“Kita berharap TNI semakin jaya dan mampu mengayomi masyarakat. Contohnya soal kedisiplinan dan ketertiban yang harus menjadi contoh kita semua,terutama pegawai negeri sipil (PNS),”kata dia. Mengenai alutsista TNI yang semakin modern, Alex berharap TNI dapat menjaga kedaulatan bangsa dari gangguan luar.“Alutsista yang dimiliki saat ini hampir sebagian besar baru, dan itu sangat baik untuk TNI agar mampu dan tetap menjaga kedaulatan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Upacara ini diikuti para anggota TNI di Kodam II Sriwijaya, dihadiri Muspida. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin tampak hadir menyaksikan atraksi yang ditampilkan menyemarakkan HUT TNI. (Sir)



Sabtu, 11 Agustus 2012

Anggota TNI Tersangka Narkoba Kabur

Palembang: Seorang anggota TNI yang menjadi tersangka kasus narkoba kabur dari ruangan Unit III Ditresnarkoba Polda Sumsel saat menunggu dijemput pihak polisi militer Jumat (11/8). Namun pihak Kodam II Sriwijaya menyatakan tersangka justru menyerahkan diri ke markasnya. Polisi sempat berusaha mengejar Pratu BA (32), tersangka yang kabur tersebut, tetapi kalah cepat. Oknum anggota TNI AD dari Kesatuan Intel Korem 044/Gapo ini sudah berhasil kabur dengan melompati pagar Polda Sumsel. Setelah itu, diduga masuk ke lorong samping Polda, lalu menyeberang jalan raya untuk kemudian kabur dengan naik bus kota jurusan Km 12. Versi kalangan anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel, tersangka belum tertangkap dan masih dalam pengejaran. Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Teguh Prayitno melakukan aksi aksi tutup mulut terkait kaburnya tersangka narkoba tersebut. Padahal, setengah jam sebelum kabur, Direktur Ditnarkoba secara terbuka memublikasikan penangkapan Pratu BA dan dua tersangka lainnya, yakni Juanda (40) dan Hery (42). Mereka ditangkap di rumah Juanda, warga Jalan Way Hitam,Lorong Family, Kecamatan IB I,Palembang. Kapendam II/Sriwijaya Kolenel Jauhari Agus Suraji menjelaskan, tersangka sudah menyerahkan diri ke markasnya ke Korem 004/Gapo. Dia juga telah dijemput anggota Pomdam II/Sriwijaya. “Dia (Pratu BA) menyerahkan diri ke markasnya dengan alasan takut berada di Polda Sumsel,” kata Jauhari. (sir)

Jumat, 22 Juni 2012

Oknum TNI Kodam II Sriwijaya Diduga Timbun Ratusan Ton Solar


Ratusan Ton Solar Timbunan Milik Oknum TNI Digerebek


Palembang, 

Sedikitnya 356 ton solar bersubsidi yang diduga  milik oknum TNI digerebek Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi Pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM), Jumat (22/6).
Pemilik gudang, Serma Rsnd bersama seorang warga sipil, AH  masih diperiksa intensif oleh tim.  Dari lokasi penggerebekan  di Perumahan Bukit Raflesia, Jalan Raflesia, Blok A2, Kelurahan Karya Baru,Kecamatan Alang- Alang Lebar (AAL) Palembang, petugas mengamankan beberapa barang bukti (BB).
Dalam penggerebekan ini, tim satgas  di-back up personel dari Mabes TNI, Mabes Polri, BPH Migas Pusat,Badan Intelijen Strategis (Bais) Pusat serta penyidik PPNS.
Tim gabungan akan melimpahkan kasus ini ke penyidik Polda Sumsel, dan Kodam II Sriwijaya dalam hal ini Denpom II/4 Sriwijaya.  Juru bicara tim gabungan M Fanshurullah yang juga Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi mengatakan,pengerebekan gudang penimbunan BBM solar ini merupakan terbesar dilakukan Tim Satgas Gabungan Koordinasi Pengendalian BBM,hingga pertengahan tahun ini.
Anggota satgas gabungan Kolonel Robianom menambahkan, pihaknya telah mendapatkan data adanya oknum TNI yang diduga terlibat dalam kasus penimbunan BBM ini. ”Kami masih dalami lagi sampai sejauh mana keterlibatan oknum TNI dalam kasus ini.Yang jelas, kasus ini akan kita laporkan ke Mabes (TNI), dan akan kita pisah mana oknum TNI dan yang mana yang bukan.Jika nanti terbukti (ada oknum TNI yang terlibat), kita akan tindak tegas,” ujarnya di TKP.
AKBP M Barly Ramadhany yang juga Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumsel menyampaikan, terkait kasus ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim satgas gabungan. ”Kami  siap menindaklajuti kasus ini lebih lanjut sesuai prosedur berlaku. Setelah didapatkan data dari hasil penyelidikan tim satgas gabungan, kita akan mulai bekerja termasuk memeriksa sejumlah saksi dan mengarah kepada tersangkanya,” ujar Barly di TKP.

Informasi Warga
Penggerebekan ini sendiri, berlangsung setelah tim gabungan mendapatkan informasi dari warga bahwa di wilayah mereka terdapat gudang penimbunan BBM jenis solar dalam jumlah besar.
Sebelum penggerebekan, tim satgas gabungan terdiri dari tim penyelidikan dan penindakan sudah terjun ke lokasi sejak Selasa (19/6) lalu. Setelah didapatkan data yang otentik bahwa di gudang milik PT Musi Sarana Energy itu menimbun ribuan ton minyak solar subsidi, tim penindakan langsung bergerak.
Awalnya anggota tim penindakan sempat dilarang masuk pegawai gudang kantor PT Musi Sarana Energy, dengan alasan  gerbang dikunci bos mereka. “Anggota tak putus asa, dan nekat memanjat pagar beton setinggi sekitar 20 meter yang berada di belakang gudang itu,” tutur M Fanshurullah.

Barang bukti yang diamankan 356 ton solar yang tersebar atau ditimbun dalam lima bunker besar,dalam ruang kantor yang diketahui milik PT Musi Sarana Energy. Tiga bunker lagi yang memiliki kedalaman 10 meter dan lebar tiga meter, lokasinya persis di belakang dan samping kantor.
Solar juga ditemukan di dalam 160 drum dalam gudang bagian belakang kantor, dan di sejumlah mobil tanki masing-masing dengan kapasitas 5.000 liter,12.000 liter, 18.000 liter, dan 20.000 liter, hingga total mobil tanki yang ada di TKP ada 15 unit. Truk-truk itu dicat berwarna biru putih dan bertuliskan PT Agung Pratama Sriwijaya, lengkap dengan logo PT Pumas Petro Lampung dan Pertamina.
Ditemukan juga dua mobil Toyota Kijang LGX dan Innova, yang tankinya sudah dimodifikasi sedemikian rupa, agar bisa menampung BBM dalam jumlah banyak.
Pemantauan,  di dalam kantor sekaligus rumah itu, banyak terpajang foto-foto sang oknum bersama sejumlah pejabat Kodam dan Polda. Tim gabungan belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus ini, dengan alasan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapendam II Sriwijaya Kolonel Arm Jauhari Agus membenarkan ada oknum TNI AD dari berpangkat Serma terlibat dalam kasus ini. ”Saya sudah mendapat laporan dari anggota di lapangan. Tadi juga sudah kami utus anggota Denpom untuk menjemput si oknum itu, untuk diperiksa lebih lanjut terkait kasus ini.Yang jelas,jika dia (si oknum) terbukti, akan ditindak tegas sesuai hukum militer,” ungkap Jauhari dihubungi via telepon.
Soal banyaknya foto perwira menengah (Pamen) di Kodam dan Polri baik yang aktif maupun yang sudah pensiun berfoto bareng dengan oknum TNI tersebut di ruang tamu kantor PT Musi Sarana Energy, Jauhari menegaskan, foto-foto itu tidak ada kaitannya dengan institusi kodam.
Modus
Dari hasil pemeriksaan sementara tim gabungan,diduga kuat modus penimbunan BBM jenis solar ini dilakukan sudah sejak lama.
Caranya, menurut  M Fanshurullah, sejumlah orang sengaja membeli solar bersubsidi di sejumlah SPBU di wilayah Sumsel. Setelah terkumpul, solar-solar itu dimasukkan ke dalam mobil tanki berkapasitas 5.000 liter sampai 20.000 liter.  Solar-solar itu dijual ke pemesan baik perusahaan swasta maupun BUMN yang ada di Sumsel, dengan harga jual solar industri. (sir)



Senin, 05 Desember 2011

KOL CZI Amalsyah Tarmizi Jabat Danrem 043/ Gatam

Kolonel Corp Zeni Amalsyah Tarmizi paling kiri seusai serahterima jabatan Danrem Gatam bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI S Widjonarko dan manta Danrem Gatam Kol Infanteri Joni Supriyanto.
       


PALEMBANG --- Jabatan Komandan Komando Resor Militer (Danrem) Garuda Hitam (Gatam) Lampung diserahterimakan dari pejabat lama Kolonel Infanteri Joni Supriyanto kepada Kolonel Corp Zeni Amalsyah Tarmizi.
Serahterima jabatan yang belangsung di markas Kodam II/ Sriwijaya, Senin (5/12) langsung dipimpin Pangdam Mayjen TNI S Widjonarko di Palembang.
Kol Inf Joni Supriyanto selanjutnya mendapat tugas baru ke Akmil TNI AD dan Kol Czi Amalsyah Tarmizi sebelumnya Asisten Logistik Kodam II/Sriwijaya.
Pangdam dalam sambutannya  mengatakan, tantangan tugas dimasa mendatang cukup berat karena akan menghadapi berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Oleh karena itu seluruh prajurit dituntut terus meningkatkan kualitas profesionalisme, kata dia.
Menurut dia, upaya meningkatan profesionalisme itu dengan memelihara dan meningkatkan keterampilan, pengetahuan serta keterampilan.
Selain itu dukungan masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga ketertiban, ujar dia pula.
Oleh karena itu komunikasi, koordinasi dan kerja sama dengan semua komponen bangsa harus terus dibangun serta dipelihara, kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, koordinasi itu penting supaya permasalahan dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.
Menurut dia, bila itu terus dilaksanakan maka situasi keamanan yang kondusif selama ini dapat dipertahankan.
Usai sertijab, Pangdam Mayjen TNI S Widjonarko mengatakan keapda wartawan, TNI terus menyerap aspirasi masyarakat agar permasalahan yang akan timbul dapat diantisipasi secara cepat.
"Sekarang ini Pangdam rutin melaksanakan kunjungan kerja untuk melihat dan menyerap aspirasi masyarakat di Wilayah Kodam II/Sriwijaya," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, penyerapan aspirasi masyarakat itu hal penting mengingat bila ada permasalahan yang timbul terutama kurang baik dapat diantisipasi sesegera mungkin.
Oleh karena itu pihaknya rutin berkunjung ke wilayah Korem yang ada di Sumatera Bagian Selatan supaya keamanan di daerah ini semakin kondusif, ujar dia pula.
Bahkan pihaknya terus berdoa bersama dengan seluruh lapisan masyarakat sehingga beban tugas yang dihadapi dapat diselesaikan secara baik, kata dia lagi.
Kunjungan tersebut juga bersifat keagamaan karena bukan saja menyerap aspirasi masyarakat tetapi berdoa bersama, kata dia pula.
Bahkan, melalui kunjungan kerja tersebut untuk menjalin hubungan silaturahim yang selama ini sudah dibangun, kata dia.
Namun, lanjut dia, yang tidak kalah pentingnya pihaknya rutin melaksanakan koordinasi baik dengan seluruh lapisan masyarakat termasuk lingkungan kerja.
Dalam kesempatan itu Pangdam mengharapkan, kepada seluruh pimpinan dalam jajaran Kodam II/Sriwijaya harus rutin melaksanakan koordinasi sehingga apa yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.
Bahkan, pimpinan dalam Kodam II/Sriwijaya harus mampu memberikan warna dalam arti bisa meningkatkan kemampuan para prajurit. (sir)