Rabu, 05 November 2014

PRESIDEN SAMPAIKAN RENCANA PENCABUTAN SUBSIDI BBM DIIDEPAN PARA GUBERNUR






34 Gubernur se Indonesia, Selasa (4/11) mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kabinet Kerja di Istana Negara Jakarta dibuka Presiden Joko Widodo yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo.   
 Selain Gubernur dan para Menteri Kabinet Kerja Rakornas ini juga diikuti para Kapolda seluruh Indonesia.      Dalam pengarahanya Presiden Joko Widodo menyampaikan rencananya untuk mencabut dan mengalihkan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).    Menurutnya subsidi energi senilai Rp.330 triliun sangat memberatkan postur anggaran.
 Untuk itu ia akan mencabut dan mengalihkan subsidi bahan bakar minyak yang konsumtif ke subsidi produktif dalam bentuk pembiayaan usaha-usaha produktif.    "Kita ingin pengalihan subsidi BBM, kita arahkan ke subsidi pupuk untuk petani, subsidi benih untuk petani, infrastruktur dan irigasi ke petani juga," katanya.       
Selanjutnya Ia menargetkan mencapai swasembada dalam tiga tahun dan membangunan lima hingga tujuh bendungan setiap tahunnya.   Dikatakan subsidi BBM juga harus diarahkan untuk pengadaan mesin kapal dan pendingin ikan untuk nelayan serta infrastruktur, dan kegiatan-kegiatan produktif lain. Pada kesempatan itu Presiden juga menjelaskan bahwa nilai subsidi BBM sungguh sanggat besar, ini dapat dialihkan ke sektor kesehatan maupun pembangunan Infrastruktur karena ini juga suatu tantangan ekonomi.       
 Selain menyampaikan mengenai pengalihan subsidi energi, Presiden pada kesempatan itu juga mengingatkan para pejabat daerah untuk berhati-hati dalam memberikan izin pengelolaan sumber daya alam pada investor.    
 Ia menilai yang diperlukan Indonesia adalah investor di bidang infrastruktur sedangkan pengelolaan sumber daya alam sepenuhnya hendaknya demi kesejahteraan rakyat. "Satu-satunya jalan untuk mempercepat pembangunan adalah investasi. Namun (menerima) investor itu milih-milih, kalau infrastruktur silakan masuk," katanya.     
Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel H Alex Noerdin juga menyampaikan laporan tentang berbagai hal di Sumatera Selatan  termasuk soal energi diantaranya adalah soal energi listrik  yang dapat membbantu daerah lain, selain itu Gubernur juga menyampaikan tentang Sumber Daya Alam Sumsel lainya seperti bidang Perkebunan dan Pertanian, sebab  dari sektor Pertanian Sumatera Selatan merupakan salah satu Provinsi penopang pangan Nasional.   
Usai Pembukaan para Gubernur  menuju Kementrian Dalam Negeri  untuk melanjutkan Rakornas dengan salah satu agendanya adalah mendengarkan pengarahan Wakil Presiden Jusuf Kalla,  namu sebelumnya Gubernur para peserta Rakornas menikuti  sesi Foto bersama Prsiden dan Wapres di Beranda Istana Merdeka Jakarta.

Tidak ada komentar: