Kamis, 02 April 2009

karyawan wachyuni mandira





Dialog Eks Karyawan vs Manajemen WM Deadlock

Palembang:

Upaya penyelesaian kasus antara eks karyawan dengan manajemen PT Wachyuni Mandira (WM) kembali belum menemukan titik temu.

Dialog yang difasilitasi pihak Pemrov Sumsel hingga kemarin sore berakhir deadlock. Tanpa kesepakatan.

Sebelumnya, ratusan eks Karyawan PT. Wahyu Mandira, kembali mendatangi Kantor Gubernur Sumsel kemarin.

Mereka menagih janji Gubernur Sumsel, Alex Nurdin, yang akan menyelesaikan permasalahan mereka dengan Direksi PT Wahyu Mandira.

Kedatangan karyawan ke kantor gubernur Sumsel untuk kesekian kalinya, masih belum ada titik temu. Karyawan selain menuntut pesangon, pembayaran Jamsostek dan pembebasan salah satu buruh bernama Yonce yang saat ini masih ditangkap dan diproses di Polres OKI. Bahkan berkasnya disudah diserahkan ke Kejaksaan dan sudah masuk proses persidangan.






”Kami datang kembali ke kantor Gubernur, untuk menagih janji yang pernah di ungkapkan oleh Bapak Alex Nurdin, pada aksi kami yang kedua, dan kalau sampai hari ini belum ada penyelesaian, kami akan menginap di kantor Gubernur,” teriak para karyawan.

Para karyawan ini menegaskan, tidak mungkin Gubernur tidak bisa menyelesaikan masalah seperti ini.

Tak lama berselang perwakilan masa diterima oleh Wagub Eddy Yusuf, yang memfasilitasi perwakilan masa untuk berdialog dengan Direksi PT. Wahyu Mandira, karena Wagub telah memanggil Direksi PT Wahyu Mandira.

Hanya saja, rapat penyelesaian konflik perburuhan antara direksi PT Wachyuni Mandira dengan 167 karyawan korban PHK yang difasilitasi Wagub Sumsel Eddy Yusuf deadclock.

Kedua pihak yang berseteru masing-masing mempertahankan pendapat masing-masing. Karyawan mendesak agar perusahaan membayar pesangon dan uang Jamsostek. Sementara, PT Wachyuni Mandira menempuh jalur penyelesaian melalui peradilan industrialisasi.

"Kami selesaikan ke jalur hukum," kata GM Hubungan Industri PT Wahyuni Mandira, Lumban Gaul.

Mengenai tunggakan Jamsostek sebesar Rp 8 miliar, diakuinya sudah dibayar Rp 2 miliar bahkan dalam sudah dalam perencanaan di April ini pelunasan tunggakan akan dicicil sisanya, ungkapnya.



Sementara buruh yang menjadi korban PHK tetap menolak hasil pertemuan tersebut dan tetap mendesak hak buruh. (k20)

Rabu, 01 April 2009

Human Trafficking

Human Trafficking Wanita Asal Jabar Digagalkan

Palembang

Human trafficking (penjualan) enam wanita asal Jawa Barat (Jabar) untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di Palembang digagalkan meski para korban telah sempat melayani para lelaki hidung belang selama tujuh hari.

Informasi yang dihimpun, para korban ini dijual oleh seorang tersangka, berinisial Wa seharga Rp 3 juta per orang. Awalnya, para korban ini oleh Wa dijanjikan bekerja di Singapura.
Para korban, La (19) dan Ti (19), asal Desa Kotasari, Kecamatan Pusakanegara, Subang; Ay (22), Sut (30), Tr (23), dan Ca (30), asal Indramayu.
Terungkapnya human trafficking ini, menurut Kapoltabes Palembang Kombes Luki Hermawan, berawal dari kecurigaan orang tua Tr (salah seorang korban), Mahrani yang berhasil menghubungi anaknya via handphone. Dari situlahkemudian diketahui kondisi keenam korban.
Para korban ini sendiri menurut Wa kepada para korban, diberangkatkan Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Eka Santi Jaya Mulia (ESJM) di Jakarta. Rencana awal, Wa akan memberangkatkan keenam wanita inike Singapura lewat Batam. Namun entah mengapa, ketika tiba di Palembang mereka justru dijual ke germo di lokalisasi Teratai Putih.
Mahrani sebelumnya ternyata sudah mengontak PT ESJM dan didapat informasi bahwa mereka tidak punya sponsor bernama Wa. Diduga, ia hanya memanfaatan PJTKI tersebut.
Lokalisasi ini sendiri, berdasarkan data Sinar Harapan telah ditutup sejak 2000 lalu. Namun ternyata hingga kini lokalisasi yang terletak di Km 9 Palembang itu masih operasional.

Para korban kini setelah diselamatkan dari Wisma Saputra dan Sari Indah. Dua germo, Ujang dan Kasim ikut diamankan.
Ay, salah seorang korban mengaku dia bertemu dengan Wa bersama korban lainnya ketika menunggu bus di Subang. ”Katanya kami mau dijadikan TKW dengan gaji jutaan. Kami kemudian dibawa ke Palembang. Di tempat itu kami tidak boleh keluar dan diharuskan melayani para lelaki hidung belang,” ujarnya. (sir)

Merokok Didenda 50 Jt

Menuju Kota Internasional, Merokok di TKR Didenda Rp 50 juta

Palembang:

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menetapkan perda larangan merokok. Pelanggaran terhadap peraturan ini diancam denda Rp 50 juta. Ketentuan ini merupakan salah satu upaya memenuhi kriteria sebagai kota internasional.

Setidaknya ditetapkan empat kawasan tanpa rokok (KTR) diberlakukan pertengahan April 2009 dari enam kawasan yang diusulkan. Pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda) inisiatif dewan ini diancam hukuman kurungan tiga bulan dan denda Rp 50 juta.

Ketua Komisi IV DPRD kota Palembang, Irmaidi SH, usai rapat bersama Walikota dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) pusat, kemarin mengatakan ada enam kawasan tanpa rokok, yang diajukan hak inisiatif dewan. Enam kawasan itu tempat umum, tempat belajar, tempat permainan anak, pusat kesehatan, tempat kerja dan tempat ibadah.

Hanya saja, untuk sosialisasi tahun ini ditekankan pada empat kawasan dulu seperti tempat umum, tempat belajar, pusat kesehatan dan tempat kerja.

Irmaidi menambahkan, tanggal 6 April 2009, Raperda ini akan dibahas dalam Paripurna.

Menurutnya dalam Raperda diatur masalah larangan dan sanksi bagi pelanggaran Perda KTR tersebut. "Pelanggarannya dikenakan denda Rp 50 juta dan atau kurungan 3 bulan," ungkap Irmaidi.

Sementara Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra mengatakan KTR merupakan hak inisiatif dewan dan hal ini akan dijadikan Peraturan Daerah.

Ketua IAKMI Pusat Badan khusus Pengendalian Tembakau, Dr Widyastuti Soerojo MSc, menjelaskan jika KTR di Palembang ini berhasil maka salah satu kriteria kota internasional itu sudah terpenuhi.

"KTR ini bukan melarang orang merokok tetapi mengatur kawasan-kawasan yang ddilarang merokok, karena asap rokok itu mengandung 4.000 bahan kimia berbahaya," jelasnya. (k20)

PT BA Melapor ke Polda

Lahan Bersengketa Dieksploitasi, PT BA Lapor Polisi


Palembang:

Tiga perusahaan pertambangan swasta dilaporkan oleh PT BA ke Polda Sumsel karena dinilai telah melakukan aksi penyerobotan, pencurian dan perusakan di beberapa lahan yang saat ini masih dalam sengketa di pengadilan.

Ketiga perusahaan yang dilaporkan itu, yakni PT Bumi Merapi Energi, PT Bara Alam Utama, dan PT Muara Alam Sejahtera.


Senior Manager Hukum dan Administrasi korporat PTBA, Munandar dan Manager Hukum Binsar Jonvic kepada wartawan Rabu malam (1/4) menyatakan mereka bertindak atas nama Direktur Utama PTBA Persero Tbk, Sukrisno.

Lahan-lahan yang bermasalah itu, menurut Binsar bertempat di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Lahat; Desa Lebak Budi, Desa Negeri Agung, Desa Telatang Kecamatan Merapi Barat, Lahat; dan Desa Muara Maung, Desa Telatang, Kecamatan Merapi Barat,Lahat.

Di tempat-tempat tersebut, menurut Binsar, ketiga perusahaan tadi mengambil bahan batu bara di lokasi kejadian dengan cara merusak dan memasuki areal lokasi kejadian tanpa hak dan izin pemilik. Padahal, lahan tersebut saat ini masih dalam sengketa dan tengah ditangani pengadilan.

Artinya, tanah yang masih status quo tersebut belum boleh diolah atau digarap oleh kedua pihak yang bersengketa, termasuk PTBA sebelum adanya putusan pengadilan yang tetap tentang siapa yang berhak atas kawasan tersebut.

Binsar berpendapat, terdapat tumpangtindih antara kawasan hasil eksplorasi PT BA dengan lahan yang ditambang ketiga perusahaan tersebut. Selama ini, biaya ekplorasi yang sudah dikeluarkan PT BA untuk KP di kabupaten Lahat tersebut mencapai angka Rp 260 miliar sejak 1990 hingga 2002.


Polda Sumsel kini tengah mengusut laporan tersebut. Tim khusus dibentuk dan diterjunkan ke Lahat untuk menindaklanjuti laporan PTBA tentang aksi pencurian dan perusakan yang dilakukan tiga perusahaan.

Wakil Direktur Reserse Kriminal AKBP Siswanto mengatakan, tim yang dipimpin Kepala Satuan Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Polda Sumsel AKBP Barli Rahmadi ini bertugas menyelidiki beberapa kawasan pertambangan yang diduga menjadi lokasi aksi perusakan hutan.

“Tim akan menyelidiki apakah di sana terjadi perusakan hutan, apakah juga beberapa perusahaan di sana memiliki izin operasional pertambangan serta Amdal,” ungkap Siswanto di ruang kerjanya. Selain itu, tim akan menyelidiki kemungkinan eksploitasi pertambangan dilakukan di lahan hutan lindung.

Berdasarkan data yang dihimpun Sinar Harapan, perseteruan yang terjadi antara PT BA dan Pemkab Lahat dipicu dari perebutan kuasa pertambangan (KP). Perusahaan melalui tim kuasa hukumnya Todung Mulia Lubis Cs menggugat Bupati Lahat yang telah membatalkan izin Kuasa Pertambangan di areal seluas 24.100 hektar di Kabupaten Lahat.

Kendati menjadi perkara di pengadilan, Pemkab Lahat, menurut kepala Dinas Pertambangan Syarifuddin Noersyamsu tetap memberikan izin kuasa penambangan kepada lima investor baru. Dia menyebutkan, sebetulnya kebijakan Bupati Lahat yang memberikan izin KP kepada lima investor tersebut adalah semata- mata untuk mempercepat pembangunan di Lahat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Kec Merapi yang bermukim langsung di atas lahan yang mengandung sekitar 900.000 ton batubara.

Sementara itu, mantan Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat yang kini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapedda) Marwan Mansyur mengungkapkan, kebijakan yang telah dikeluarkan Pemkab Lahat telah sesuai prosedur. Dia meyakini tidak terjadi pelanggaran.

Sebaliknya, dia mengatakan, keputusan ini dibuat bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Lahat. Dikeluarkannya sejumlah kuasa penggunaan (KP) bagi perusahaan-perusahaan pertambangan swasta dinilai akan berdampak baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. (sir)

Telkomsel bantu TI






Bantuan Pendidikan: (kiri-kanan) VP Area Pamasuka Telkomsel Agus Mulyadi, Kepala Sekolah SMAN 5 Balikpapan Siswantoro S.Pd. MM, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, Kepala Sekolah SMPN 3 Balikpapan Dra. Tatiek Sulastri, Kepala Sekolah SDN 9 Balikpapan Zuliah Ama Pd., dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Sarjono saat penyerahan bantuan aplikasi pendidikan berbasis teknologi informasi (TI) di Balikpapan (1/4). Dalam upaya membangun sekolah berbasis TI, Telkomsel menyerahkan bantuan software aplikasi canggih bagi 3.200 siswa di 3 sekolah di Balikpapan senilai Rp 200 juta berupa Paket Software Pendidikan Interaktif, Paket Komputer, UPS (baterai cadangan), LCD Proyektor, wide screen, dan pelatihan.


Telkomsel Gelar Metode Belajar Berbasis TI

Balikpapan, 1 April 2009

Dalam upaya membangun sekolah berbasis teknologi informasi (TI), hari ini Telkomsel menyerahkan bantuan software aplikasi canggih kepada 3 sekolah di Balikpapan sekaligus memperkenalkan metode pendidikan interaktif terbaru yang memadukan ilmu pengetahuan dan multimedia dalam tampilan yang atraktif dan menyenangkan bagi pelajar.

Bantuan Telkomsel bagi 3 sekolah di Balikpapan tersebut senilai Rp 200 juta berupa Paket Software Pendidikan Interaktif, Paket Komputer, UPS (baterai cadangan), LCD Proyektor, wide screen, dan pelatihan. Ketiga sekolah yang menerima bantuan adalah SDN 9, SMPN 3, dan SMAN 5 dengan jumlah dan siswa sebanyak 3.200 anak.

“Dengan adanya sofware pendidikan interaktif beserta perangkat keras ini, kami berharap dapat mempermudah para pengajar dan siswa dalam menjalankan proses belajar mengajar sejalan dengan kurikulum Depdiknas. Melalui metode pendidikan interaktif berbasis TI ini, para pelajar kini dapat belajar matematika atau fisika dengan cara yang sangat mudah, karena aplikasi ini dilengkapi dengan ilustrasi, gambar, dan suara. Hal ini tentunya akan menjadikan pelajaran matematika dan fisika yang sebelumnya dikenal sebagai momok bagi banyak siswa, akan menjadi mata pelajaran yang disenangi siswa,” ungkap Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.

Program ini juga merupakan upaya pemberdayaan guru sebagai bagian penting dalam proses belajar mengajar di sekolah, dimana mereka mendapatkan pelatihan penggunaan software dan metode pengajaran yang efektif dan mudah diserap. Pelatihan bagi para guru meliputi: install program, pengoperasian software, pelatihan pedagogi, dan teknik mengajar.

Metode pendidikan interaktif berbasis TI yang diperkenalkan Telkomsel ini merupakan metode yang mengacu pada sistem belajar siswa aktif, berbeda dengan metode tradisonal dimana pelajar hanya mendengarkan guru berbicara atau ceramah di depan kelas.

Teori Learning Pyramid oleh National Training Laboratories (NTL) Maine-USA menyebutkan bahwa metode tradisonal dalam bentuk Ceramah memiliki tingkat penyerapannya oleh pelajar hanya 5%. Untuk metode Bacaan, tingkat penyerapannya 10%, Audio-visual 20% dan metode Demonstrasi tingkat penyerapannya 30%. Ini merupakan suatu keprihatinan karena sebagian besar proses pendidikan di Indonesia justru menggunakan metode ceramah.

Rendahnya tingkat pencapaian metode tradisonal tersebut, menurut NTL dapat diatasi dengan pendekatan interaktif atau berpusat pada pelajar. Pendekatan interaktif terbagi atas tiga metode, yaitu kelompok diskusi yang tingkat pencapaiannya 50%, practice by doing 75%, dan yang paling efektif adalah mengajarkan kepada orang lain atau penggunaan secara langsung yang didukung aplikasi berbasis TI dengan tingkat pencapaiannya 90%.

“Metode pendidikan interaktif berbasis TI menghadirkan sistem belajar baru yang lebih mudah dan menyenangkan, dimana para pelajar memperoleh keterampilan praktis melalui tampilan multimedia dan sekaligus menciptakan lingkungan saling berbagi pengalaman, diskusi, maupun tukar pikiran. Kegiatan semacam ini bisa dilakukan lewat interaksi antara guru dan pelajar secara terbuka dan kritis,” tegas Sarwoto.

“Untuk penyediaan software pendidikan interaktif ini, Telkomsel bekerjasama dengan developer aplikasi lokal, yang sepenuhnya merupakan karya anak negeri. Software ini dilengkapi dengan Bahasa Indonesia dan Inggris, serta telah mendapatkan sertifikasi baik internasional maupun dalam negeri, yakni Departemen Pendidikan Nasional,” papar Sarwoto.

Bilamana metode belajar berbasis teknologi informasi ini diterapkan di seluruh Indonesia maka mutu pendidikan di sekolah-sekolah akan memiliki kesetaraan, baik di kota, daerah, dan pelosok.

”Dukungan Telkomsel terhadap dunia pendidikan telah lama diwujudkan dalam berbagai program kepeduliannya, dimana program Corporate Social Responsibility Telkomsel sengaja dititikberatkan pada bidang pendidikan. Telkomsel menyadari bahwa pendidikan merupakan faktor penentu sumber daya manusia Indonesia kelak, dan kami telah mensinergikan pendidikan dengan ragam apikasi dan kecanggihan teknologi informasi khususnya seluler, sehingga dunia pendidikan memasuki era baru pendidikan berbasis TI, seperti e-learning, e-education, dan sebagainya,” tambah Sarwoto.

Jumat, 27 Maret 2009

Bensin Campur Air


Fahrenheit menunjukkan temuannya



Bensin Campur Air, Hemat 8 Km/Liter

Palembang:

Disebut temuan baru, penelitian Fahrenheit ini mungkin bukan. Beberapa penelitian sebelumnya memang pernah dilakukan. Tetapi dengan metode berbeda, siswa kelas X-2 ini membuat beberapa tamu Fantasi Iptek-Imtak di sekolahnya, SMAN 6 Palembang sedikit tercengang.

Termasuk Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Palembang Hatta Wazol sempat mengeleng-gelengkan kepala melihat putra ketiga dari lima bersaudara pasangan M Bakri dan Yeti Hertati ini mempresentasikan temuannya, Minggu (28/3) di halaman sekolahnya.

Berdasarkan pengamatan seringnya melihat krisis bahan bakar minyak (BBM) mendera negaranya, termasuk Palembang, Fahrenhit kemudian berpikir mencari solusinya.

Apalagi sebagai siswa, dia juga sering dibatasi orangtuanya ketika membeli bensin sepeda motornya. Jadilah, ketika dia terpilih menjadi anggota Kelompo Ilmiah Remaja (KIR) persoalan yang pertama melekat di otaknya dia bagaimana bisa mensiasati agar air yang banyak dan mudah ditemukan bisa digunakan sebagai pencampur bensin motor.


Fahrenheit, siswa SMAN 6 Palembang menemukan bensin campur air untuk motor


Dari berbagai literatur dan sumber dia menemukan ternyata memang ada kemungkinan mencampur bensin denan air dalam proses pembakaran. Beberapa kali dia melakukan penelitian dan ujicoba. Sampai akhirnya ditemukan bahwa air hujan dicampur alkalis (soda kue) bisa menghasilna hidrogen. Dan hidrogen ini bisa dipompakan ke tanki bensin sehingga bisa memacu energi lebih kuat.

Hasilnya, selain mesin lebih hemat 30%, ternyata juga ramah lingkungan. Juga mesin bisa lebih halus. Untuk itu memang diperlukan elektroliser. Fahrenheit telah mekmbuktikan, sepeda motornya yang biasanya menggunakan 1 liter bensin untuk jarak tempuh 40 km kini 1 liter bisa dugunakan untuk menempuh jarak mencapai 48 km. ”Artinya, lebih hemat 8 km. Mesin motor juga lebig halus dan bau asap knalpot tidak menyengat, serta tarikan bisa lebih kencang,” jelasnya.

Hanya saja, penelitiannya belum dapat memastikan seberapa besar dampaknya terhadap mesin jika digunakan daam waktu lebih lama.

Bahan-bahan Bekas

Untuk membuat elektroliser sederhana, menurut Fahrenheit, tidak membutuhkan biaya besar. Dengan bahan-bahan bekas, setidaknya Rp 50.000 bisa mendapatkan alat yang ditemukannya.

”Setidaknya ada 13 macam bahan yang diperlukan, diantaranya toples untuk tempat air hujan, plastik tebal atau akrilik atau boleh juga logam tahan air untuk penampang. Kawat stanleis steel atau bisa menggunakan tali gitar no 3 dua buah. Bekas pentil ban dua buah plus tutupnya. Lalu baut, mur dan ring sepasang. Triflow( cabang tiga yang biasanya digunakan di aquarium), selang vaccum, kabel isi dua, sekereing, lighter plug, lem plastik, soda kue (sodium bikarbonat), demineralised water (air hujan/air suling yang biasa digunakan untuk aki.


Kepala Dinas Pendidikan , Pemuda dan Olahraga Palembang, H Hatta Wazol melihat temuan Fahrenheit

Membuatnya, tidak begitu sulit. Cukup dengan lima langkah. Pertama, lekatkan tempat (lembar plastik) lilitan kawat pada tutup toples menggunkan hot glue. Kedua, Lubangi tutup toples, dua untuk pentil dan dua untuk baut. Ketiga, pasang pentil, eratkan, tambahkan dengan hot glue agar tidak bocor. Lekatkan selang kecil pada salah satu pentil yang akan dipakai untukvaccum kontrol. Keempat, pasang baut dan ring di sisi dalam tutup toples. Kaitkan kawat stenleis dan lilitkan sepanjang plastik sampai ke dasar. Lalukan hal serupa pada baut lainnya. Kedua kawat tidak boleh saling berhubungan.
Kelima, sambungkan kabel ke tiap terminal baut. Salah satu kabel dipasang sekering. Sebagiknya disambungkan ke temrinal yang on saat kunci kontak on.

Cara Kerja
Bagaimana cara kerja alat yang disebut-sebut bisa menghemat BBM ini? Menurut siswa kelahiran 29 Oktober 1993 ini, cukup mudah. Saat diaktifkan, elektroliser menghasilkan hidrogen (gelembung keputihan) serta gelembung oksigen. Saat mesin running, hidrogen bercampur dengan oksigen yang dihasilkan elektrolisis dan udara yang masuk melalui kontrol vakum.
Dengan reaksi elektrolisis, air dapat dipecah menjadi hydrogen dan oksigen. Gabungan keduanya mempunyai daya bakar 8 kali yang lebih tinggi daripada bensin. Kombinaasi antara bensin, hidrogen dan oksigen menghasilkan emisi gas buang yang ramah lingkungan.

Untuk menggunakan alat ini, yang pertama dilakukan ialah mengisi stoples dengan air. Sisakan 2 cm di bawah permukaan tutupnya. Lalu beri satu sendok teh soda kue. Aduk hingga larut.

Tutup tples dengan kuat. Sambungkan selang vacum ke salah satu pentil. Tambahkan triflow, beri cabang ke inket manifol dan satunya ke inket bagian saringan udara (pre karbutarot). Tutup salah satu pentil. Sambungkan kabel paa terminak di toples. Hidupkan kunci kontak, bila dalam toples terbentuk gelembung putih artinta hidrogen telah terbentuk. Hidupkan mesin, maka akan ada udara luar yang masuk ke dalam toples, waran air menjadi putih karena penuhdengan gas hirogen.Selang dalama toples akan mengeluarkan gelembung. Atur vacum di toples dengan memuta ttup pentil. Bedakan bunyi mesin dan bau gas buang.
Bagi Kepala SMAN 6 Palembang Hj Darmi Hartati, apa yang dilakukan Fahrenheit merupakan gambaran aktifnya anak didik dalam melakukan penelitian. Meskipun masih sederhana, paling tidak telah memberikan gambaran bahwa di usia dininya, anak-anak juga bisa menunjukkan kemampuannya.
Dalam melakukan ujicoba, Fahrenheit ternyata juga pernah mengalami masalah. Elektrolisernya sempat meledak, saat dia menguji ada tidaknya hidrogen dari tabung itu. Untung, tidak membuatnya cidera. (sh/muhamad nasir)



Kepala SMAN 6 Palembang berbincang dengan seoraang guru di depan stan Fantasi...

Fantasi SMAN 6


Mozaik menggunakan cangkang telur


Kepala SMAN 6 Palembang, Hj Darmi Hartati



Stan tamu dari SMAN 5 Palembang


Miniatur Kota Palembang




Miniatur Jembatan Ampera


SMAN 6, Tidak Sekadar Mengutamakan Imtak

Palembang

Meski dikenal dengan visi misi keimanan dan ketakwaan yang menjadi poin unggulan, ternyata SMAN 6 Palembang tidak tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Fantasi Imtak-Iptek yang digelar selama dua hari Sabtu-Minggu (28/3-29/3) menjadi bukti bahwa siswa-siswa SMAN 6 juga ‘jago’ di bidang iptek.

“Artinya, siswa kami selain selalu mendapat pendidikan kerohanian dan keagamaan yang lebih banyak, juga memiliki kemampuan di bidang teknologi,” ujar Kepala SMAN 6 Palembang, Hj Darmi Hartati.

Dalam Fantasi yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemudan dan Olahraga Palembang H Hatta Wazol, beberapa temuan hasil penelitian dan ujicoba dipamerkan.

Terlihat adanya temuan yang cukup menarik seperti penggunaan BBM motor yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Temuan siswa kelas X-2, Fahrenheit ini menggunakan air. Bagaimana, air ternyata bias digunakan untuk mencampur bensin sehingga motor bisa lebih hemat.

Juga ada temuan lainnya, seperti alarm anti maling menggunakan sensor cahaya, atau pemanas air menggunakan uap. Hasil kreatitivas siswa, juga ada pembuatan beberapa kerajinan tangan dari tanah menggunakan kulit (cangkang) telur. Di bidang sosial, ada pembuatan miniature jembatan Ampera, miniature kota Palembang, dan beberapa temuan lainnya.

Dari sekolah lain, SMAN 5 Palembang, utusannya menampilan temuan pembuatan robot dan pembuatan sabun sederhana.

Untuk perlombaan juga digelar beberapa perlombaan seperti, browsing internet, lomba tartil dan dai yang diiikuti berbagai sekolah di Palembang. Hiburan selama Fantasi, ditampilkan kelompok nasyid dari sekolah ini. (sir)





Alarm anti maling dengan sensor cahaya





Pemanas air dengan menggunakan uap



Pembangkit listrik mini menggunakan matahari


mozaik menggunakan kulit telur

Telkomsel Luncurkan Hosted Push Email



Hosted PushMail: (kiri-kanan) Direktur Infinys System Indonesia Louis Larry, VP Corporate Account Management Telkomsel Aulia E. Marinto, dan Direktur Enterprise Partner Group Microsoft Indonesia Nina Wirahadikusumah saat peluncuran layanan Hosted PushMail Exchange (25/3). Inovasi layanan hasil kerjasama Telkomsel dan Microsoft ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki email korporat tanpa perlu berinvestasi membeli server, bahkan dapat mengaksesnya lewat berbagai ponsel yang telah dimiliki tanpa perlu membeli ponsel khusus untuk push email.





Telkomsel Luncurkan Hosted Push Email

Jakarta:

Telkomsel kembali mengembangkan layanan bagi pelanggan korporatnya, dengan meluncurkan inovasi layanan push email bernama Hosted PushMail Exchange. Hasil kerjasama Telkomsel dan Microsoft ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki email korporat tanpa perlu berinvestasi membeli server, bahkan dapat mengaksesnya ewat berbagai ponsel yang telah dimiliki tanpa perlu membeli ponsel khusus untuk push email.

Hadirnya Hosted PushMail Exchange ini tentunya semakin melengkapi layanan push email Telkomsel yang sudah ada sebelumnya dan menjadikan Telkomsel sebagai operator selular yang menyediakan pilihan layanan push email terlengkap, yakni: HALOventus, Blackberry Microsoft Direct Push dan yang terbaru Hosted PushMail Exchange.

VP Corporate Account Management Telkomsel Aulia E Marinto mengatakan,”Merupakan komitmen kami menghadirkan layanan yang sifatnya personalization, yakni memahami dan memenuhi kebutuhan serta keinginan masing-masing perusahaan. Kami menyadari ditengah-tengah mobilitas melakukan bisnis, pelanggn membutuhkan untuk tetap terhubung dengan berbagai informasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. Hosted PushMail Exchange ini tentunya menjadi solusi bagi perusahaan untuk menikmati fasilitas email korporat dengan mudah dan relatif lebih murah.

“Investasi awal dan pemeliharaan akan dikerjakan oleh Telkomsel sehingga perusahaan dapat lebih fokus kepada bisnisnya dengan memanfaatkan email berkelas enterprise untuk komunikasi yang lebih efisien dan bekerja dengan lebih efektif. Mereka juga mendapatkan domain atas nama perusahaan masing-masing misal nama@nama perusahaan.com. Selain fungsi email, pelanggan juga dapat melakukan sinkronisasi, look up, dan mengakses informasi perusahaan secara over the air dari mobile devicenya seperti calendar, contact dan task di manapun juga, kapanpun juga,” ungkap Aulia.

Layanan Hosted PushMail Exchange mendukung beragam mobile device yang dimiliki pelanggan, dengan set-up yang sangat mudah. Salah satunya lewat perangkat iPhone, yang telah diluncurkan oleh secara resmi oleh Telkomsel beberapa waktu lalu. Telkomsel juga secara khusus melakukan edukasi pada para pelanggan korporatnya tentang bagaimana memaksimalkan layanan hosted email ini melalui iPhone.

Direktur Enterprise Partner Group (EPG) Microsoft Indonesia Nina Wirahadikusumah mengatakan, “Sudah saatnya industri bisnis dimudahkan dalam melakukan investasi TI terutama disaat krisis ekonomi global seperti sekarang ini. Dalam rangka melanjutkan program Cost Effective Campaign, Microsoft dan Infinys System Indonesia, sebagai mitra hosting, bekerja sama dengan operator telekomunikasi terbesar di Indonesia untuk memberikan kemudahan bagi perusahaan baik korporasi maupun Small Medium Enterprise dalam berinvestasi pada Infratruktur TI.”

“Program ini memberikan keleluasaan bagi industri untuk menggunakan Telkomsel sebagai email hosting mereka. Dengan ini, industri-pun diberikan kenyamanan dalam mengatur cashflow. Dengan program ini, industri tidak perlu lagi dipusingkan akan biaya ruang server, biaya pemeliharaan server serta sumber daya manusianya,” tambah Nina.

Hosted Push Email ini menggunakan teknologi Microsoft Exchange Server yang memilki keamanan tinggi dengan fitur enkripsi, perlindungan data, backup, dan anti spam. Selain itu
fitur Anywhere Access memungkinkan pengguna nya mengakses email darimana saja, baik melalui aplikasi microsoft outlook di komputer kantor, melalui web browser dikomputer publik, atau melalui mobile device dengan fasilitas direct push, dimana tidak ada perbedaan signifikan dari sisi tampilan maupun komputasi antara ponsel dan PC.

Luasnya jaringan Telkomsel yang didukung 27.000 BTS atau 2 kali lipat dari yang dimiliki operator terbesar kedua di Indonesia, tentunya memberikan jaminan kelancaran pelanggan untuk menikmati layanan Hosted Push Email. Bahkan di ratusan wilayah di Indonesia, jaringan Telkomsel hadir sendirian.

Begitu juga dalam hal kecepatan data, pelanggan dilayani jaringan berteknologi 3G (WCDMA/HSDPA) terluas di lebih dari 140 kota yang tersebar dari Sumatera hingga wilayah Indonesia Timur. Saat berada di luar negeri tetap dapat menikmati layanan ini melalui kerjasama layanan data internasional roaming dengan 126 operator di berbagai belahan dunia.

Peluncuran layanan Hosted Push Email ini dilakukan di sela-sela Eksebisi dan Seminar rutin tahunan yang bertema ‘The World Is In Our Hand’, yang menghadirkan beragam solusi komunikasi bagi pelanggan korporat.

Eksebisi yang berlangsung di Hotel Ritz Carlton Pacific Place ini dihadiri oleh sekitar 1.000 pengunjung dari 300 perusahaan terkemuka dari wilayah Jabodetabek & Jawa Barat. Kegiatan serupa akan digelar di Bandung (1 April), Surabaya (7 April), Denpasar ( 15 April), Makasar (29 April), Medan (3 Juni) dan Batam (17 Juni).

Pada kesempatan ini, Telkomsel melakukan penandatanganan kerjasama implementasi customized business solutions dengan 4 perusahaan terkemuka yakni : Bank Syariah Mandiri (Layanan PushMail BlackBerry), RBS (Layanan PushMail BlackBerry), Koperasi Nusantara (Mobile VPN), dan Badan Pertanahan Nasional (Small Remote Office Connectivity).

Dalam ajang pameran, beberapa partner Telkomsel turut ambil bagian menyajikan ragam inovasi layanan customized business solutions. Mitra kerja Telkomsel tersebut antara lain: Telkom, Microsoft, Infinys serta Trikomsel – Oke Shop.

Saat ini Telkomsel telah dipercaya oleh sekitar 5.000 perusahaan dengan lebih dari 500,000 nomor kartuHALO, tingginya kepercayaan tersebut merupakan kebanggaan sekaligus menjadi tanggung jawab besar dalam menghadirkan solusi bisnis yang tepat. Untuk itu Telkomsel selalu berupaya menerapkan solusi komunikasi yang dimaksudkan guna meningkatkan keunggulan kompetitif pelanggan dalam hal efisiensi dan efektivitas kinerja serta pengembangan bisnisnya.

Untuk melayani kebutuhan solusi korporat masing-masing perusahaan, Telkomsel menyiapkan Tim Corporate Account Management-nya di berbagai wilayah Indonesia, yang siap memberikan pelayanan layaknya konsultan pribadi. Di samping itu, layanan customer care on line khusus korporat melalui akses 128 juga siap melayani 24 jam GRATIS langsung dari ponsel. (sir/release)

surat suara terendam

Puluhan Ribu Surat Suara DPR RI, DPRD Sumsel, dan DPD Terendam Banjir


Palembang:

Banjir yang melanda kawasan Sako Palembang merendam surat suara yang disimpan di Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sako. Akibatnya, sebanyak 48.468 lembar surat suara DPR RI, DPRD Sumsel, dan DPD menjadi rusak.

Ruangan penyimpanan surat suara kemasukan air setelah hujan deras mengguyur Kota Palembang Jumat (27/3) sore.

Hujan yang sangat deras mengakibatkan Sekretariat PPK Sako terendam air. Sebagian surat suara berhasil diselamatkan dan dibawa ke Balai Kelurahan Sako menggunakan truk. Namun, sebanyak 48.468 surat suara tidak berhasil diselamatkan.

Beberapa petugas yang mengetahui bila air telah memasuki ruangan penyimpanan kotak suara langsung berupaya menyelamatkan keberadaan surat suara yang akan digunakan pada Pemilu Legislatif 9 April mendatang. Surat suara yang selamat langsung dipindahkan menggunakan truk ke Balai Kelurahan.

Suat suara yang rusak yakni untuk DPR RI, DPRD Sumsel, dan DPD. Sedangkan, surat suara untuk DPRD Kota Palembang tidak basah karena berada di tumpukan kotak paling atas.

Ketua KPUD Kota Palembang Wastu Widya mengaku telah mendapatkan laporan mengenai surat suara yang terendam banjir di PPK Sako.

Pihaknya berjanji sesegera mungkin mengganti surat suara yang rusak tersebut, termasuk mengganti sekitar 800.000 lembar surat suara DPRD Kota Palembang yang keliru di dapil II,III,IV,dan V. “Kami sudah menerima laporan dan sebagian telah dibawa ke KPUD Kota Palembang untuk diperiksa, berapa jumlah surat suara yang selamat dan rusak,” jelasnya..

Sekretaris Camat Sako Thabrani mengatakan, luapan air di luar perkiraan mereka. Sebab, selama ini kantor kecamatan tidak pernah kebanjiran.

“Selama ini tidak pernah terjadi banjir,apalagi sampai naik ke kantor kelurahan. Mungkin ini terjadi akibat curah hujan disertai pasang yang sangat tinggi. Ini luar biasa dan belum pernah terjadi,”kata Thabrani. Menurut dia, surat suara yang rusak masih berada di Balai Kelurahan Sako,Palembang.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, petugas telah membawa sebagian surat suara yang diselamatkan ke Kantor KPU Palembang.“Kalau dilihat di sini, jelas air masuk ke kotak suara melalui sambungan empat sudut kotak suara,”kata dia. (sir)

Musi Kian Mengkhawatirkan


Sungai Musi di bagian hulu, di wilayah Kabupaten Empat Lawang.





Kondisi Musi Kian Mengkhawatirkan


Palembang:

Kerusakan lingkungan yang terjadi di sepanjang daerah aliran Sungai (DAS) Musi dinilai semakin mengkhawatirkan. Karenanya diperklukan berbagai upaya terpadu untuk menyelamatkannya.

Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Rachmat Witoelar mengkhawatirkan kerusakan lingkungan yang terjadi di sepanjang daerah aliran Sungai (DAS) Musi. Hal ini dikemukakannya dalam kuliah umum tentang perubahan iklim dan penyelamatan lingkungan di Gedung Pascasarjana Unsri di Palembang Jumat (27/3).

Yang paling penting lagi, menurut Menterio, untuk mencegah kerusakan lingkungan di Sungai Musi semakin parah, diperlukan pelestarian hutan di sepanjang sungai,terutama daerah hulu.

Penanaman pohon harus digalakkan, terutama menjaga lahan dari kebakaran. Selain itu, penyehatan lahan gambut dan mengurangi emisi dari sektor energi juga harus dilakukan.


Dalam kuliah umum yang juga dihadiri Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof Badiah Parizade beserta dosen dan sejumlah pejabat Palembang maupun Sumsel tersebut, tersebut, Rachmat juga menjelaskan perubahan konsentrasi CO2 saat ini telah mencapai 1,6 derajat Celsius, jauh di atas normal dengan perubahan suhu tahunan mencapai 0,8 derajat Celsius. Karena itu, khusus upaya penyelamatan Sungai Musi, diperlukan usaha konkret dan terpadu.

Penyelamatan lingkungan di Sungai Musi bukan saja dari daerah hilir, melainkan juga dari hulu sungai. Untuk itu,seluruh kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Sumsel harus taat terhadap tata ruang wilayah dan peruntukannya dan melakukan upaya penghijauan terus-menerus dari hulu hingga hilir Sungai Musi.

Terpisah, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel Anwar Sadat menyayangkan kondisi DAS Musi yang kian rusak akibat kondisi hutan yang semakin kritis.

Diungkapkannya, setiap tahunnya Sumsel kehilangan 1.200 ha hutan yang ditebang dan digunduli. ”Bila ini terus dibiarkan, erosi Sungai Musi dapat mengakibatkan bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor,” paparnya. Sadat menjelaskan, kerusakan sepanjang aliran Sungai Musi terjadi bukan saja di hulu tetapi juga di hilir.

Dari hulu sungai disebabkan konversi lahan hutan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit dan kuasa pertambangan yang seenaknya membabat hutan lindung. Imbas aktivitas dari sektor hulu inilah akan menjadikan endapan lumpur atau pendangkalan Sungai Musi di sektor hilir.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang Kemas Abubakar mengakui kondisi Sungai Musi sedikit banyaknya telah mengalami pencemaran. Bahkan, ada kecenderungan tingkat pencemaran semakin meningkat.

Kondisi ini terjadi akibat sejumlah limbah rumah tangga atau deterjen yang digunakan penduduk, khususnya yang bertempat tinggal di pinggiran Sungai Musi, langsung dibuang ke sungai. Meskipun begitu, kadar air Sungai Musi masih layak untuk dikonsumsi. Diakuinya memang banyak juga sampah atau limbah tinja dibuang ke sungai sehingga kondisi (Sungai Musi) menjadi tercemar.

Dengan kondisi cuaca saat ini yang semakin tidak menentu dan seringnya turun hujan, tingkat kekeruhan Sungai Musi pun bertambah. Kondisi ini pun menyebabkan beban berat PDAM tirta Musi untuk mengolah air Sungai Musi sebagai bahan baku air bersih di Palembang. (sir)