PALEMBANG
- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan negara-negara Islam
terhadap perubahan dunia internasional. Ada dua dua pilihan bagi dalam
merespon perubahan itu, tutup mata atau mengantisipasinya.
Dalam
pidatonya pada pembukaan konferensei parlemen negara-negara Islam ke7
di Palembang, Senin (30/1) Presiden Indonesia, mengajak kalangan
negara-negara Islam untuk mampu memberikan respons terhadap perubahan
peta politik internasional sehingga mampu bertahan di tengah
permasalahan global yang semakin kompleks.
"Kita memiliki dua
opsi atau pilihan. Menutup mata atau mengantisipasi serta beradaptasi
dengan perubahan. Kejadian yang berlangsung saat ini merupakan
peringatan bahwa dunia berubah tetapi kemampuan untuk beradaptasi tetap
harus
bisa dilakukan. Kita perlu untuk belajar dari abad sebelumnya. ini
ingatkan kita selalu melihat ke depan. Sekarang dunia yang
terkonektivitas antar negara," kata Yudhyono.
Kepala Negara
mengatakan, bila dalam menyikapi perubahan itu tidak disertai dengan
langkah yang maksimal maka akan terjadi goncangan yang besar.
"Karena
itu bila kita tidak bisa antisipasi perubahan dan perubahan tidak
disertai reformasi besar maka akan diikuti turbulansi," kata Presiden.
Sejumlah
masalah yang mempengaruhi perubahan secara internasional, kata
Presiden, termasuk diantaranya perubahan politik yang terjadi di kawasan
Afrika Utara dan juga krisis ekonomi global yang saat ini masih
berlangsung.
Presiden mengharapkan hasil yang dicapai oleh para
anggota parlemen dari negara-negara anggota organisasi negara Islam
tidak hanya memberikan kontribusi pada masing-masing negara namun juga
dapat memberikan kontribusi pada kemajuan dunia Islam.
Pada
bagian
lain sambutannya Presiden Yudhoyono mengatakan, nilai-nilai Islam dapat
digunakan menyelesaikan sejumlah permasalahan sehingga mendapatkan
penyelesaian yang baik bagi semua pihak.
"Kita harus proyeksikan
ajaran Islam dalam bentuk terbaiknya. Tetapi pesan ini hanya efekif bila
kita sebagai muslim menjalankan nilai Islam sebagai peradaban paling
maju di abad 13, ini berarti kita kerja sama, bangun kebersamaan,
kemampuan kita ini harus bisa tangani respons dengan budaya damai,
toleransi bersama," kata Presiden dihadapan anggota parlemen yang
berasal dari 37 negara peserta anggota PUIC
Pelatihan Jurnalistik siswa SMA se-Kota Palembang
2 minggu yang lalu



0 komentar:
Poskan Komentar