Selasa, 07 Februari 2012

Prajurit TNI Siap Jadi Petani



Palembang:

Prajurit TNI tidak hanya mahir mengangkat senjata. Prajurit di lingkungan Kodam II/Sriwijaya siap dikerahkan untuk bertani.

Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI S Widjonarko, Minggu (5/2) menegaskan, "Prajurit Kodam II/ Sriwijaya siap dikerahkan bertani, guna mendukung program Kementerian Pertanian mencapai target surplus beras pada tahun 2014."

Menurut Pangdam S Widjonarko yang akan segera mengakhiri tugas di Kodam II/ Sriwijaya, semua prajurit TNI Kodam II yang tersebar di Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung siap ikut bertani memanfaatkan lahan yang ada di sekitar kesatuan wilayah, guna menyukseskan program pemerintah tersebut.

Widjonarko yang akan menempati jabatan baru sebagai Aster di Mabes TNI, mengungkapkan, prajurit TNI siap bertani sebagai wujud keseriusan Kodam II/Sriwijaya mendukung program Kementerian Pertanian yang sebelumnya telah menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin akhir pekan lalu saat Menteri Pertanian Suswono melakukan kunjungan kerja ke Sumsel.

Pangdam mengatakan, lahan-lahan kosong milik kesatuan wilayah Kodam II/Sriwijaya yang tersebar di seluruh Provinsi Sumsel dan daerah lain, akan dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

Lahan kosong tersebut akan diinventarisir dan diteliti kondisinya cocok untuk ditanami apa, jika cocok untuk lahan persawahan akan digarap dan ditanami padi, kalau cocok untuk singkong ditanami tanaman tersebut, kata dia.

Dengan pengerahan prajurit TNI dan pemanfaatan lahan kosong yang selama ini belum optimal, diharapkan dapat mempercepat gerakan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP), dan Gerakan Surplus Beras Nasional 10 juta ton pada 2014, ujar jenderal TNI berbintang dua itu pula.

Selain melibatkan personel TNI, untuk mempercepat pelaksanaan program pertanian tersebut, Kementerian Pertanian juga melibatkan perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) yang ada di Sumsel, dengan mencanangkan program integrasi perkebunan dengan peternakan dan pengembangan lahan sawah.

Perusahaan perkebunan sawit sangat cocok untuk peternakan sapi potong, karena banyak limbahnya bisa dijadikan pakan ternak, sedangkan lahan HTI bisa dimanfaatkan untuk tanaman pangan, kata Menteri Pertanian Suswono.

Melalui program kerja sama tersebut, diharapkan ke depan tidak ada lagi lahan kosong yang dibiarkan "menganggur" tanpa memberikan manfaat buat pemiliknya maupun masyarakat sekitarnya, dan swasembada beras serta daging bisa tercapai sesuai target yang telah ditetapkan, ujar dia.

Pemilik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Campang Tiga, H Mularis Djahri mengatakan, siap menjalankan program pemerintah integrasi sawit-ternak sapi, dan akan berupaya semaksimal mungkin mengemban kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya.

Pada tahap awal akan dikembangkan ternak sapi sebanyak 200 ekor di areal perkebunan kelapa sawit PT Campang Tiga di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dan jika berhasil akan dikembangkan di areal lain di Kabupaten Banyuasin.(sir)

Tidak ada komentar: