Selasa, 07 Februari 2012

PT BA Anggarkan Rp 204 M untuk Hijaukan Eks Tambang




Palembang:

PT Bukit Asam (PTBA) menyiapkan dana lingkungan untuk pasca tambang senilai Rp204,9 miliar. Sehingga nantinya, eks wilayah tambang menjelma dari kota tambang menjadi kota hijau.

Menurut PTBA, Milawarma menjelaskan saat ini perseroan sudah membuat hutan taman raya (Hutara), di daerah operasional Tanjung enim, Kab. Muaraenim, Sumsel.

Dia menyebutkan, dua Hutara itu, yakni Taman Air Laya seluas 3350,5 hektare dan kawasan Banko Barat seluas 2044,1 hektare.

"Kami memiliki komitmen untuk memperbaiki lingkungan eks tambang sehingga tetap berguna untuk anak cucu ke depan,"ungkapnya di Palembang,Selasa (7/2).

Dia menjelaskan Hutara tersebut bukan saja dijadikan hutan, namun dimanfaatkan untuk peternakan, sarana wisata, penelitian,perikanan dan taman buah serta satwa.

Dia menyebutkan setiap areal lahan pasti meninggalkan lobang, tetapi semua lahan tambang tersebut tetap dimanfaatkan menjadi taman,

0leh karena itu,dengan dana sebesar itu memang sengaja dicadangkan untuk lingkungan sebesar Rp204,9 miliar.

"Hampir 10 persen  atau 2,5 persen pendapatan perseroan untuk negara yang disalurkan guna mensukseskan program CSR dan lingkungan,"paparnya.

Dia optimistis dengan tetap memanfaatkan lahan eks tambang untuk kawasan hutan dan wisata tentunya ke depan dapat dimanfaatkan rakyat setempat.

Selain itu juga sambungnya berguna bagi Kabupaten Muaraenim.

Pengembangan

Selain itu, mantan Direktur Operasi dan Produksi PT BA ini mengungkapkan  hingga 2016 mendatang perusahaanny merencanakan meningkatkan produksi menjadi 50 juta ton per tahun. Guna mengejar volume produksi itu, selain meningkatkan kapasitas angkutan PT KA sebesar 22,7 juta ton tahun, melalui anak perusahaaannya PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) akan membangum jalur baru kereta api dari Tanjung Enim ke pelabuhan baru di Tarahan Lampung dengan kapasitas 25 juta ton per tahun.
Saat ini, proyek jaringan kereta api baru yang melibatkan PT BA dengan kepemilikan saham sebesar 10%, PT Transpasific Railway Infrastructure 80% dan China Railway Engineering 10% sedang dalam tahap pembebeasan lahan. Bentangan relnya sepanjang 307 km dari Tanjung Enim ke Tarahan di Lampung.

Bersamaan, jalur baru angkutan kereta pai dari tanjung Enim menuju Tannjung Api-api  Sumsel yang melibatkan PT BA,PT Adani Global dan Pemprov Sumsel  juga dalam tahap persiapan. Diyakini, empat tahunmendatang, sekitar 35 juta ton batu bara per tahunnya dari tambang Banko tengah bisa memanfaatkan jalur ini. (sir)

Tidak ada komentar: