Senin, 10 November 2008

Mura city second

Mura Menargetkan Jadi Gerbang Baru Investasi Sektor Barat

Palembang:

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, (Mura) Provinsi Sumatera Selatan menargetkan daerah ini untuk menjadi gerbang baru investasi sektor Barat. Beberapa persiapan yang telah dilakukan Pemkab Mura untuk merealisasi keinginan tersebut, diantaranya memperluas lapangan terbang yang telah ada dan membuka akses destinasi Jakarta-Mura.

Menurut Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti, di Palembang, Sabtu malam (1/11) Kabupaten Musi Rawas merupakan daerah yang potensial dikembangkan, sebab selain sebagai daerah transit, Bengkulu, Jambi dan Padang, kabupaten yang bisa dijangkau 7 jam dari Palembang itu menyimpan potensi batubara, wisata dan perkebunan sebagai sektor andalan.

Saat ini, kata Ridwan, bandara Silampare masih didarati oleh pesawat jenis casa, namun sejak diperpanjang, panjang landasan telah bisa dilalui pesawat jenis foker. “Panjang landasan sudah 1.350 meter. Selama ini hanya didarati oleh pesawat jenis casa. Sekarang sudah bisa untuk pesawat jenis Foker. Semua biaya oleh pemerintah pusat. Sebelumnya sudah 900 meter, panjang runway yang sudah dibangun sejak tahun 1995,” katanya.

Ke depan di tahun 2009, lanjutnya, pihak Pemkab Mura sudah buat membuat master plan runway hingga 2.000 meter dengan jumlah usulkan dana Rp 34 miliar kepada pemerintah pusat.

Untuk mewujudkan Mura sebagai gerbang investasi baru, pihak Pemkab Mura sudah menyiapkan beberapa infrastruktur strategis. Selain bandara untuk mempersingkat jarak antara ibukota dan Musi Rawas, Pemkab Mura, sudah membangun terminal peti kemas kereta api.

Akses lewat jalur kereta api ini katanya, akan ditambah dengan akses baru. “Mura tidak hanya bisa diakses lewat jalur kereta api dari Palembang saja, terapi juga dari Bengkulu dan Tanjung Api-Api melalui Muba. Mura punya deposit batubara yang cukup besar sehingga akan ada jalur baru kaereata api,’ ujar Ridwan.

Ke tiga membangun power plant berkaitan langsung dengan infrastruktur listrik. Akhir tahun ada mini IPP 2x7 MW. Sedang dalam proses PPE 2 x 40 MW dan mulut tambang 2 x 600 MW, sedang dalam pendalaman study. Mini IPP dibangun 2x 7 investor lokal. 2x40 merupakan Medco konsorsium dengan Mepogen di Muara Enim. Kedua pembangkit ini merupakan PLTG. 2 x 600 murni IPP diharapkan dari jepang. Untuk 2 x 600 MW belum direalisasi dan masih menunggu pembangunan kabel bawah laut Jawa-Sumatera untuk memenuhi energi listrik Jawa dan Bali.

Ke depan, Mura, katanya juga akan mengembangkan beberapa potensi wisata, yang terintegrasi dengan potensi wisata di kabupaten/kota lainnya yang ada di Sumatera Selatan. “Kita tidak akan berani membuat kebijakan sektor pariwisata tanpa ada dukungan dari daerah lain,” katanya didampingi Kepala Dinas Pariwisata Mura, Hj Retno Trapsilowati..

Menurut Bupati Mura Ridwan Mukti, Mura, miliki potensi wisata, tetapi bagaimana pengembangkan potensi wisata itu sehingga menjadi konkret. Untuk berangkat dari potensi jadi kongkret perlu diskusi secara mendasar dan konfrehensif

Sebagai contoh, katanya, Mura memiliki hutan lindung dan sekaligus ada aliran Sungai Rawas yang arusnya sangat deras, dan airnya jernih yang sangat cocok untuk medan arung jeram.

Sementara Ketua Mura Tourism Board Iwan Kesumah menyatakan bahwa Mura saat ini berusaha menjadi poilot project pengembangan pariwisata. Dimana akan mengajak kabupaten/kota se-Sumsel untuk duduk satu meja menggagas paket wisata yang sinergis. Sehingga wisatawan nantinya daat menikmati paket wisata yang saling tersambung satu sama lain di Sumsel.

Langkah awal, yang manjdi sasaran bukanlah wisatawan mancanegara, tetapi justru wisatawan nusantara dan lokal. Bagaimana dengan dana yang tersedia bisa menggugah keinginan orang untuk berkunjung ke objek-objek wisata di daerah.(sir)

Tidak ada komentar: