Jumat, 07 November 2008

tanjung api-api

Tiga Tahun, Tanjung Api-Api Terealisasi

Palembang:

Pembangunan pelabuhan samudera Tanjung Api-Api ditargetkan dapat dibangun dalam waktu tiga tahun ke depan. Jika hal ini menemui kendala paling lambat akan dapat direalisasi dalam empat tahun ke depan.

Pernyataan ini diungkapkan gubernur Sumatera Selatan terpilih, Alex Noerdin, dalam acara pisah sambut antara dirinya dengan Gubernur Sumsel Mahyuddin NS dan jajaran PNS dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, (Pemprov) yang berlangsung di Auditorium Pemprov Sumsel, Kamis (6/11).

Menurut Alex Noerdin, Tanjung Api-Api merupakan proyek strategis yang telah direncanakan sejak 50 tahun lalu, dan telah diperjuangkan oleh beberapa gubernur Sumsel sebelumnya.

Sebelumnya, proyek besar ini memang menghadapi masalah. Beberapa anggota DPR RI terlibat dalam kasus KKN dalam proses pembebasan kawasan mangrove hutan bakau di sekitar daerah itu. KPK juga sedang mengusut keterlibatan ekskutif dalam kasus ini.

Di era pemerintahannya, dia mengajak segenap jajaran di lingkungan Pemrov Sumsel untuk bersama-sama mencari solusi apa yang menjadi kendala sehingga pembangunan Tanjung Api-Api tersebut terhambat.

Untuk membahas lebih lanjut atas keseriusan pihaknya dalam merealisasi Tanjung Api-Api di hari pertama dia bekerja akan mengajak seluruh instansi terkait untuk membahas masalah ini.

Rencana pembangunan pelabuhan international Tanjung Api-Api berada di kawasan pantai Timur Kabupaten Banyuasin Sumsel.

Sementara staf khusus Pemprov Sumsel bidang Transportasi, Erika Buchari mengatakan perlu kerja keras semua stakeholder untuk merealisasi proyek ini. Semua stakeholder harus punya punya edukasi dan pengertian tentang pelabuhan. "Yang terpenting semua stake holder harus punya edukasi tentang pelabuhan sehingga jika ada investor yang berminat kita tidak dibohongi," katanya.

Selamai ini, menurut Erika, investor yang berminat selalu datang dan pergi tapi tidak ada realisasi. Dia juga melihat peranan Badan Otorita Tanjung Api-Api itu belum maksimal dan masih dikelola oleh pihak-pihak yang duduk dibirokrasi. "Seharusnya yang duduk di situ orang-orang profesional yang memahami pelabuhan dan diberi otoritas untuk melaksanakan itu," katanya.

Menurut Erika seharusnya ada badan promosi dan badan edukasi sehingga program besar ini bisa berjalan. Badan ini dibentuk juga diluar negeri untuk melakukan promosi, sehingga apa yang akan dijual di kawasan itu dapat diketahui sepenuhnya. (sir)

1 komentar:

Amisha mengatakan...

Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut