Senin, 13 Oktober 2014

Pemprov. Sumsel Terus Upayakan Penanggulangan Asap


Palembang  -  Pemerintah Sumatera Selatan hingga saat ini terus upayakan penanggulangan bencana kabut asap di sebagian wilayah sumatera bagian selatan. Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin melalui Asisten Kesra Ahmad Najib mengatakan bencana ini didasari kondisi hotspot yang terjadi di wilyah Sumsel, selain musim kemarau yang melanda Sumsel. Saat memimpin rapat penanggulangan bencana Asap. Senin (13/10) di ruang rapat bina praja. Asisten Kesra Ahmad Najib mengapresiasi kinerja dinas terkait dalam menanggulangi bencana kabut asap yang terjadi di Sumsel.
Berbagai upaya sudah kita bahkan terus ditingkatkan untuk menanggulangi bencan kabut asap, “selain itu Gubernur H. Alex Noerdin juga mengajak masyarakat untuk melakukan Sholat Istisqa atau sholat minta hujan” ungkapnya
Pelaksanaan Sholat Istisqa sendiri akan dilaksanakan di halaman kantor Gubenur Sumsel. Jalan Kapt.Arivai hari Selasa (14/10).
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Yulizar Dinoto mengataakan dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana asap mengatakan, bencan asap sendiri dilatar belakangai dari musim kemarau yang sedang melanda dari priode  juli – Oktober  bahkan sudah mencapai  37 derajat. “ Hal ini menyebabakan terjadinya kebakaran.
Siklus ini lah yang tidak dapat dihindari, berbagai upaya telah dilaksanakan pemerintah melaui dinas terkait, Gubernur Sumatera Selatan telah mengeluarakan PP terkait hal tersebut dengan no PPGUB/609/KPTS/BPDB-SS/2014 tentang penanggulangan tanggap darurat asap akbibat kebakaran lahan.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendirikan berapa posko pemadaman darat yang melibatkan 400 personet TNI, Mandala Agni sebanyak 240, BPBD sendiri sebanyak 75 orang, Polhut 65, dan Polri 315 pesonel.
Titik api yang sebagian besar berasal dari daerah Ogan Komering Ilir yang mayoritas memiliki lahan gambut mudah terbakar. Yulizar menjelaskan terkait pendanaan sendiri berasal dari TMC dan BNPB bukan berasal dari Dinas Kehutanan. SKPD sebagai faslitator” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutana Prov. Sumsel  Sigit Wibowo menerangkan, Saat ini sumsel berada dalam kondisi cuaca extreem, Sumsel mililki 4 juta lahan gambut yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi banyuasin, Banyuasin dan Muara Enim.
Tercatat di Bulan september terdapat 1957 hotspot, dan di Oktober sebanyak 1657 hotspot yang sebagian besar di wilayah Ogan Komering Ilir seperti daerah tulung selapan, pampangan dan pedamaran.
Pihak dinas Kehutanan sendiri telah melakukan berbagai upaya yang terkait pencegahan, dan mensosialisakikan masalah kebakaran hutan sendiri.
Kepala dinas kesehatan Prov. Sumsel Dra Lesty Nuraini melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Sumsel Dr H Matdani Nurcik M.Epid mengatakan kasus Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bulan September 2014 mencapai 44 kasus dari 10.00 jiwa.. angka tersebut masih dibawah tahun sebelumnya pada waktu yang sama.
Pihaknya terus melakukan pencegahan serta penyuluhan sebagai upaya pencegahan penderita ISPA”. Dalam kesempatan ini pihaknya kembali mengimbau kepada warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruang.
Menurut Matdani pihaknya juga membagikan masker kepada warga.  “Pada tanggal 21 September lalu telah dibagikan 3.000 masker. Tanggal 29 September juga dibagikan 4.000. Terakhir tanggal 13 Oktober dibagikan 3000  ribu lembar,” sebutnya.
Selanjutnya pihak Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mensuplai masker ke sekolah – sekolah

Tidak ada komentar: