Selasa, 28 April 2009

pelatihan jurnalistik

Tinggi, Minat Mahasiswa Dalami Jurnalistik
Palembang:

Minat mahasiswa Universitas PGRI Palembang mendalami jurnalistik cukup tinggi. Sedikitnya 200 mahasiswa antusias mengikuti pelatihan yang digelar di Gedung Guru, Plaju, kemarin.

”Ternyata begitu ya, membuat berita. Sulit dan butuh perjuangan,” komentar Alvian mahasiswa FKIP yang menjadi peserta.

Pelatihan yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa Indonesia, FKIP ini, diikuti bukan saja mahasiswa caln guru tersebut. Tetapi juga dari fakultas lain dan beberapa orang dari Unsri.

Tiga orang narasumber, Chandra dari TVRI, Arif Ardiansyah dari Tempo dan Muhamad Nasir dari Sinar Harapan, yang juga dosen perguruan tinggi yang beralamat di Lorong Gotong royong ini menyampaikan materi terkait dunia jurnalistik.

Menurut Dekan FKIP Drs Syarwani Ahmad yang membuka pelatihan, kegiatan ini dimaksudkan untukmemberi bekal mahasiswa sehingga mereka memiliki keterampilan plus.
Ketua Panitia, Fajar Supriadi mengungkapkan, diharapkan pelatihan ini bisa menjadi cikal bakal terbitnya media kampus. Sehingga mahasiswa bisa mengasah keterampilan dan kemampuan jurnalistik secara langsung.

Beberapa pertanyaan muncul seperti, apa saja syarat untuk menjadi wartawan yang ditanyakan Novi atau mengapa wartawan itu harus menunjukkan identitas kepada narasumber.

Termasuk, bagaimana membagi waktu untuk profesi. ”Karena katanya wartawan itu bekerja 24 jam dalam sehari,” tanya peserta lainnya. ()

wayang palembang










Wayang Palembang, Tenggelam di Tepi Musi

Merangseknya budaya-budaya luar membuat generasi penerus tak mengenali dan tak menyukai budaya leluhur. Termasuk diantaranya, wayang Palembang yang kini telah semakin terpinggir dan mulai punah.
Wayang kulit Palembang memang tidak begitu dikenal dibanding wayang purwo asli Jawa. Walau sesungguhnya pernah tersohor di zamannya. Sayangnya, hingga kini peninggalan leluhur Palembang ini mulai punah ditelan zaman.
Di era 70 an dunia perwayangan Kota Palembang masih kerap menggelar kegiatan pentas di tengah masyarakat Palembang, seperti resepsi perkawinan serta khitanan. Namun kebiasaan masyarakat asli Palembang tidak menular ke generasi saat ini yang lebih mengenal kebudayaan luar.
Saat ini Wayang Purwa dari Jawa masih terus digandrungi dan digemari masyarakat Jawa. Bahkan bukan saja pada even tertentu saja, tetapi pementasan wayang purwa kerap diadakan oleh masyarakat Jawa khususnya yang tinggal di perkampungan. Seperti hiburan masyarakat, antara lain untuk acara khitanan dan resepsi perkawinan, bahkan perayaan syukuran kepala desa, maupun setelah selesai panen padi, masyarakat kerap menanggap wayang purwa ini.
Berbeda dengan wayang Palembang, agaknya era wayang Palembang sudah tenggelam. Tergeser oleh dominasi seni pop modern yang dinilai lebih menghibur. Berbagai hajatan rakyat, yang puluhan tahun lalu menjadi ruang pagelaran wayang Palembang, kini telah disergap pertunjukan organ tunggal yang marak di mana-mana.
Ironisnya, sebagian besar anak-anak di Palembang tidak begitu mengenal peninggalan leluhurnya ini. Tak sengaja, Jumat kemarin Sinar Harapan pernah bertanya kepada sejumlah siswa SLTP di Palembang. Sebagian besar mereka tidak mengetahui sama sekali bahwa Palembang memiliki wayang.
“Kita punya wayang asli kebudayaan Palembang ya, kak, dalangnya juga ada disini?saya kira Wayang berasal dari Jawa,” kata Heru, salah satu siswa SLTP Negeri di Palembang.
Karakter Khas
Johan Hanafiah budayawan Palembang menambahkan wayang Palembang sebenarnya kebudayaan yang memiliki karakter khas dibanding dengan wayang kulit purwa asal Jawa.
Namun sayang, lanjut dia wayang Palembang sudah kehilangan generasi penerus karena dalang terakhir wayang Palembang dengan menggunakan dialog bahasa Melayu Palembang itu, Ki Agus Rusdi Rasyid, telah meninggal pada Februari 2004. Saat ini, praktis tidak ada generasi penerus yang menguasai wayang tersebut.
Setelah era Alm Ki Agus Rusdi Rasyid usai, tambahnya seni tradisional, terutama wayang Palembang semakin ditinggalkan masyarakat, karena dinilai monoton dan tidak memiliki daya jual yang menarik.
Dia memaparkan Wayang Palembang, yang diperkirakan tumbuh sejak pertengahan abad ke-19 Masehi, saat Arya Damar yang terpengaruh budaya Jawa berkuasa di daerah Palembang. Wayang itu kemudian terus tumbuh dengan karakter lokal sehingga menjadi khas Palembang.
Wayang Palembang memiliki bentuk fisik dan sumber cerita yang sama dengan wayang purwa dari Jawa.
Bedanya, wayang Palembang dimainkan dengan menggunakan bahasa Melayu Palembang, dan perilaku tokoh-tokohnya lebih bebas. Sementara wayang purwa menggunakan bahasa Jawa dan perwatakan tokohnya ketat dengan pakem-pakem klasik.
Dia menilai merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Sumsel, sehingga semua masyarakat Sumsel seharusnya bertanggung jawab untuk kembali menggali dan melestarikannya. (sh/muhamad nasir)

Tersimpan Rapi






Di rumah panggung kayu yang tersembunyi di Lorong Pasar, Pasar Tangga Buntung yang sesak tepatnya di Kelurahan 36 Ilir Palembang, dapat dijumpai peninggalan aset wayang Palembang.
Meski wayang tersebut sudah kusam, kotor dan rusak, sebagai warisan luluhur dan bukti sejarah wayang tersebut tetap tersimpan rapih di dalam peti khusus di kediaman Alm Ki Agus Rusdi Rasyid.
Dalang Muda Wirawan Rusdi, putra pertama Alm Rusdi, penerus dunia perwayangan Palembang bercerita banyak saat dijumpai di kediamannya.
Pedalang muda dari Sanggar Sri Wayang Palembang, Wirawan Rusdi anak dari pedalang senior asli Palembang, Ki Agus Rusdi Rasyid (alm) mengakui, kesenian tradisional wayang kulit Palembang, Sumatra Selatan, saat ini sudah mulai punah akibat tidak ada lagi generasi baru yang meneruskannya.
Selain itu, menurutnya, pedalang tua yang menguasai wayang dengan dialog berbahasa khas Melayu Palembang itu sudah tiada lagi.Sementara pemerintah dan lembaga kebudayaan tidak memiliki agenda konkret untuk melestarikan kekayaan tradisi itu.
Wirawan menjelaskan agar kebudayaan tersebut tidak punah, kepedulian Tim Peneliti dari UNESCO- sebuah badan dunia untuk urusan pendidikan dan kebudayaan ikut terlibat saat itu.
“Mereka mengutus Karen Smith wanita asal Australia menetap di Amerika dan Yushi Simishu pria asal Jepang yang menetap di Paris, markasnya UNESCO untuk berkunjung ke Sanggar kami yang terletak di Jalan PSI Lautan Rt.10,16 Ceklatah, 36 Ilir Palembang,” paparnya.
Hingga kini, sambungnya Sanggar Sri Wayang menjadi binaan UNESCO satu-satunya di Palembang, sebab wayang merupakan kekayaan seni tradisi lokal yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2004.
Dia mengungkapkan, saat itu Tim UNESCO mengunjung Sanggar Sri Wayang tidak sendirian. Melainkan dibarengi pimpinan Yayasan Senawangi Jakarta, Sumari, Ketua Persatuan Pendalangan Indonesia (Pepadi) Pusat, Eko Cipto, Ketua Pepadi Sumsel, H.R Amin Prabowo,
Menurutnya, rasa tertarik untuk mendalami dunia wayang hanya karena tanggung jawab terhadap aset budaya yang saat ini dinilai hampir punah, sebab tidak ada lagi generasi penerus untuk dalang di Palembang ini. Apalagi bukan dari keluarga besar Ki Rusdi Rasyid (kakeknya).
“Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi dalang meski pada saat kecil dulu kerap dikenalkan wayang oleh ayah,”ungkapnya.
Namun, karena sadar untuk meneruskan asli budaya wayang Palembang dari keluarga setidaknya dia sebagai anak tertua ikut menerusnya tradisi dalang ini.
Dia menerangkan terobsesi menjadi dalang setelah ayahnya meninggal, ketika itu sekitar 2005 dikunjungi oleh utusan UNESCO. Saat itu Sanggar Sri Wayang warisan orang tuanya tersebut sempat vakum.
Karena diberi bantuan wayang dan seperangkat gamelan tersebut, akhirnya sempat berpikir untuk menjadi dalang.
“Saya tidak ingin bantuan itu hanya untuk pajangan. Dengan rasa tanggung jawab itu akhirnya saya mulai belajar mendalami dunia dalang,”paparnya.
“Hampir semua peralatan wayang peninggalan ayah sudah rusak, hilang, atau entah ke mana. Kebanyakan peninggalan ikut ludes saat kebakaran rumah sekitar 2004dan sebagian lagi terendam banjir tahunan atau keropos dimakan usia, sehingga saat itu sempat hampir terlupakan, tetapi dari bantuan itu membuat motivasi bangkit lagi,”ujarnya.
Dia menerangkan meski wayang Palembang tidak begitu terkenal dan tersohor dibanding wayang Jawa, sebagai penerus dalang dari keluarga, dia sangat bangga. Sebab ayahnya pernah di undang dipertunjukan wayang tradisional di Taman Ismail Marzuki Jakarta, awal tahun 1990-an.
Dia mengakui di eranya jarang dipanggil untuk pentas. Kalaupun tampil hanya pada even tertentu. Untuk secara komersil, seperti hajatan perkawinan dan sunatan tidak pernah sama sekali, karena kesenian ini jauh ngetopnya dibanding kesenian modern.
Namun berkat niat, lanjutnya, dia pernah ikut diundang untuk mentas di Jogyakarta dalam acara The Indonesia Puppets Exhibitions.
Dinilainya, saat ini wayang Palembang tenggelam, apalagi banyak masyarakat tidak mengetahui dan senang dengan kebudayaan asli. Apalagi sebagian masyarakat Palembang yang mengerti kesenian mengganggap menyewa wayang untuk pertunjukan lebih mahal dari organ tunggal.
Padahal, sambung Wirawan, dia tidak pernah mematok tarif khusus. Paling tidak kalau memang dikomersilkan hanya Rp5 juta- Rp6 juta.
Dia menjelaskan wayang Palembang berbeda, karena mentas hanya 1-3 jam, sementara wayang Jawa bisa semalam suntuk. Sehingga tarifnya pun lebih murah dibanding wayang Jawa yang bisa mencapai belasan juta sekali mentas.
Wirawan berharap kepada pemerintah daerah dapat mengenalkan wayang Palembang di setiap sekolah, meski hanya dalam kegiatan ekstra kulikuler dan hanya dilakukan hanya satu tahun sekali.
Selain itu dia bercita-cita Wayang Palembang asli kesenian Palembang ini dapat dikenal di Tanah Air bahkan keseluruh negara.
Kini hanya dia yang menjadi dalang asli Palembang. Almarhum Ki Agus Rusdi Rasyid, merupakan salah satu dalang terakhir yang menguasai permainan wayang Palembang. Sementara ayahnya baru meninggal setahun lalu. Adapun dalang-dalang lain, seperti Syekh Hanan dan Ki Agus Umar, sudah meninggal beberapa tahun silam. Sebenarnya masih ada dalang yang tersisa, Sukri Ahkab, yang pernah menjadi Kepala Stasiun RRI Palembang. Sukri pun sudah pindah dari Palembang beberapa tahun lalu. (sh/muhamad nasir)



http://www.sinarharapan.co.id/berita/0905/02/hib02.html

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0905/01/hib03.html

wanita hami harus rajin kontrol

Wanita Hamil, Kontrol Mutlak Diperlukan


Palembang:

Kehamilan memberikan tanda bahwa sebuah keluarga akan mendapat anugrah keturunan. Kalau tak dirawat dan dikontrol, sang janin bisa saja tak sempat lahir. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi sebelum calon bayi bisa menghirup udara di luar rahim ibunya.

Karenanya, dr Hafiz Usman SpOG dari Rumah Sakit Dr Noesmir DKT Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, mengingatkan perlunya kontrol kehamilan sampai jabang bayi lahir. Termasuk nantinya, pascakelahiran tentunya.

Masa kehamilan memang merupakan rentang waktu yang harus diwaspadai. Dengan kontrol yang rutin dapat diketahui secara dini kondisi kehamilan dan kondisi janin.

Mungkin saja, dari luar terlihat normal ternyata kehamilan terjadi justru di luar rahim. Kalaupun di dalam rahim, tentu juga tetap perlu kontrol rutin untuk mengetahui posisi bayi. Melintang, sungsang, atau berubah.

Dengan panduan dokter, posisi yang bakal sulit saat melahirkan bisa diatur kembali. Begitupun, jenis kelamin dapat dideteksi. Atau, dengan peralatan kedokteran yang smakin maju, kondisi bayi apabila memiliki kelainan dapat diketahui.

”Saya pernah mendapatkan kondisi bayi yang memiliki kelainan. Karenanya saya rujuk ke Palembang supaya bisa dipastikan. Ternyata, kemudian dirujuk lagi ke Jakarta, dan memang akhirnya diketahui kelainannya cukup riskan,” ujar dr Hafiz.

Karenanya, dengan kontrol rutin, meski Cuma ke bidan sekalipun bisa memberikan informasi kepada calon orang tua tentang janin dan kondisi ibunya.
Contoh terkini, adalah temuan janin yang membatu setelah sekitar 24 tahun tersembunyi di rahim ibunya.

Tim dokter Rumah Sakit Dr Noesmir DKT Baturaja, mengungkap misteri hilangnya kandungan Painah (48) yang telah berusia 7 bulan pada 1984 lalu. Ternyata, janin itu telah membatu di rahim sang ibu. Penemuan ini dalam istilah kedokteran disebut lithopedion


Terkuaknya misteri calon anak pertama yang telah diidam-idamkan warga Belitang BK XVI, Kabupaten OKU Timur, itu saat menjalani operasi tumor rahim yang dilakukan tim medis Rumah Sakit Dr Noesmir DKT Baturaja.

Seperti diberitakan sebelumnya, operasi itu dipimpin dr Hafiz Usman SpOG. Saat operasi berlangsung tim medis menemukan sebongkah batu seukuran kepalan tangan orang dewasa berada di luar dinding rahim Rainah. Saat diperiksa, ternyata sebongkah batu tersebut adalah janin bayi yang telah mengalami pengapuran.

Organ tubuh janin tersebut masih tampak jelas.Terdiri dari kepala, rangka kedua tangan, kaki, tulang iga dan tulang belakang. Diperkirakan janin “batu” itu memiliki panjang sekitar 14 cm dengan dengan berat sekitar 300-4000 gr.
Kepala janin menyatu dengan pangkal paha. Selain menemukan janin “batu”, tim medis juga menemukan sebongkah batu berukuran lebih kecil yang awalnya diduga plasenta. Janin yang mengalami pengapuran ini diduga merupakan janin bayi yang dikandung Painah pada 1984 silam. Saat itu usia kandungan Painah sudah berjalan tujuh bulan dan mendadak hilang.

Ketua Tim Dokter Operasi dr Hafiz Usman SpOG mengaku terkejut dengan ini. Awalnya, pihaknya hanya melakukan operasi pengangkatan rahim saja. Pasien mengalami kehamilan ekstra uterine atau intra abidol minal. Di mana pasien sempat hamil tujuh bulan terus hilang.Ini disebabkan janin bayi meninggal namun tidak membusuk dan tidak bisa keluar.

Kondisi ini, menurut dr Hafiz, bisa terjadi karena diperkirakan saat hamilnya istri Sugiyanto ini tidak melakukan kontrol rutin. Kehamilan yang dialaminya adalah intra abdominal. Kehamilan di luar saluran telur.

Karena kurangnya nutrisi dan oksigen, menyebabkan janin meninggal. Kekurangan oksigen sehingga menyebabkan janin akhirnya tak tertolong lagi. Ini memang dampak dari kehamilan di luar rahim. Atau mungkin saja, tanpa diketahui adanya perlakuan-perlakuan dari luar yang tak semestinya. Bagi kehamilan normal, mungkin saja tak menjadi masalah. Tapi bagi kehamilan di luar rahim, pengurutan yang dilakukan secara tradisional bisa berbahaya.

Kalau kontrol dilakukan, tentu banyak upaya yang dapat dilakukan sehingga kekurangan oksigen bagi janin bisa diantisipasi.

Begitupun dengan kondisi pascajanin meninggal, tentunya sejalan dengan tradisi di masyarakat. Biasanya lumrah kalau janin tiba-tiba menghilang. Masyarakat menganggap itu disebabkan berbagai faktor alam. Misalnya, lahir gaib.
Padahal, dengan perkembangan ilmu kedokteran, bisa diketahui kondisi janin. Bila ada masalah, tentunya dapat dilakukan upaya pengeluaran dari janin dari rahim.
Kasus hamil di luar rahim, sesungguhnya sering terjadi. Bila cepat diketahui bisa diselamatkan dengan cara operasi saat usia kehamilan sudah cukup bulan.
Keberadaan janin yang tak bernyawa tentu saja berdampak. Bagi vertilisasi (kesuburan), misalnya, ternyata Painah tak punya keturuna lagi pasca kehamilannya menghilang dan kemudian ditemukan membatu.

Keluarga itu kemudian memang mengambil anak dan sekarang sudah dewasa. Keberadaan benda lain selain organ tubuh dalam rahim tentu saja akan berdampak.

Dampak lainnya, tentu saja sakit perut berkepanjangan. Dan, saat masa pramenopause, ketika hormon kewanitaan mulai berubah, kelainan mulai dirasakan.
Seperti pada Ny Painah, mengalami pendarahan. Dan dideteksi ada tumor jinak di rahimnya.

Janin yang sudah membatu ini, sesungguhnya bisa memberikan masukan bagi ilmu pengetahuan. Jika saja, keluarga Painah merelakan ’bayinya’ itu dijadikan bahan penelitian di laboratorium tentu saja merupakan sumbangan yang tak ternilai. Informasi awal, janin membatu itu dikebumikan sebagaimana mestinya. (sh/muhamad nasir)

profil syamsu indra usman

Syamsu Indra Usman Hs


Penyair Gunung yang Jadi Ikon Daerah


Palembang:

Gaya bicaranya blak-blakan. Meski dia orang seni, ternyata bahasanya justru meledak-ledak. Tak ada gambaran kalau dia seniman. Berbeda jika dia sudah bergulat dengan puisi, baru kelihatan bahwa dia seorang seniman.

Nama Syamsu Indra Usman, sesungguhnya memang sudah dikenal di wilayah Sumsel. Tak sekadar di daerahnya, Kabupaten Empat Lawang. Bahkan, dalam benak beberapa sastrawan dan budayawan di Jakarta pun namanya sudah terpatri.

Kalau rajin membuka Direktori Penulis Indonesia, atau Buku Pintar Sastra Indonesia karya Pamusuk Eneste, pun Direktori Seni dan Budaya Indonesia 2000 memang namanya sudah tercatat.

Dalam dunia tulis menulis, sastrawan unik ini memiliki sedikitnya lima nama alias. Kelimanya, Indra Usman Karang Cayo, Indra Usman Ulu Musi, Indra Usman Rajo Teleguh, Indra Usman Patiugau, dan IIN Sarosa.

Meski usianya sudah kepala lima, lelaki kelahiran Lahat 12 Oktober 1956 ini memang masih penuh semangat. Suami Wesi ini masih aktif dalam organisasi kesenian. Dia bahkan kini dipercaya sebagai Ketua Dewan Kesenian Empat Lawang.

Meski karyanya sudah tak terhitung lagi, memang ayah dari Dwi Maresta Putri, Alva Agusti Sriosa, dan Pebi Ayu Lestari ini lebih suka tinggal di desanya di Lubuk Puding Kecamatan Ulu Musi, Empat Lawang. Karenanya, oleh teman-temannya dia dijuluki sebagai Penyair Gunung.

Alumni Akademi Bank danManajemen, Jurusan Perbankan Jember ini, memang lebih memilih berkarya dari kampung halamannya. Meski demikian, karya-karya telah merambah ke berbagai media dan dinikmati oleh banyak orang.

Selain sebagai seniman, di daerahnya dia juga mengabdi sebagai guru dan juga aktif di berbagai organisasi. Puluhan karyanya pun telah diterbitkan diantaranya, Orang-Orang Tertindas (Kumpulan Puisi), Balada Gadis Urban (Kumpulan Puisi), Hati Seorang Perempuan (Novel), Resep Makanan Daerah Empat Lawang, Petatah Petitih daerah Empat Lawang, Kumpulan Rejung Empat Lawang ( kumpulan pantun), juga Kamus Bahasa Daerah Empat Lawang.

Selain karya-karya yang telah diterbitkan, uniknya Syamsu Indra Usman ternyata masih telaten menyimpan tulisan tangan asli karya-karya itu. ”Selama ini saya memang menulis sendiri dengan tangan karya-karya saya. Mengetik pun saya tak bisa. Apalagi, menggunakan komputer,” ujarnya ketika ditemui di kediamannya di Tebingtinggi yang baru dihuninya sekitar setahun terakhir.

Salah satu karya yang tengah diselesaikannya adalah membuat kamus bahasa Empat Lawang. ”Ini bukan proyek dan saya bekerja sendiri mengumpulkan data-datanya,” ujarnya bersemangat. Memang tak ada nada-nada rendah dalam gaya bicaranya.

Keprihatinannya terhadap seni dan budaya daerah yang nyaris punah pun diungkapkannya dengan bersemangat. Disebutkannya misalnya di daerahnya Empat Lawang yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lahat terdapat delapan tarian tradisional.

Sayang, lima diantaranya kini sudah punah. Yakni tarian gegerit, senggam sirih, kekok, ngelsambai, dantari selendang. Kini yang masih lestari hanya tiga tarian, yakni tari ngarakpenganten, melami menda, dan tari pereng.

Padahal, menurutnya tarian yang sudah takpernah lagi dibawakan itu punya ciri-ciri khas. Seperti tari kekok, merupakan tari komedi yangf dibawakan penari dengan memakai dua tempurung kelapa yang diletakkan di tangan dan kiri. Tari gegerit, dimainkan tujuh gadis di depan gerbang saat menyambut tamu dengan upacara adat yang diiringi dengan tabuhan gong kulintang dan rebab.
Lalu tarian ngelsambai, dibawakan muda-mudi sembari melantunkan pantun bersahut.

Punahnya tarian ini memang disebabkan banyak faktor. Diantaranya, tak ada lagi mereka yang menguasai tarian itu. Sementara, generasi muda tak ada yang mewarisinya.
Tahun 1960-an lalu, sebenarnya masih ada sekitar 10 empu tari tradisional. Namun hingga 1980-an, tinggal seorang lagi. Sampai akhirnya, empu terakhir, Cik Inah meninggal dan kini tak ada lagi yang meneruskannya.

Karenanya, tugas berat Syamsu Indra Usman, berusaha menggali kembali budaya yang punah ini dengan berbagai cara dan media. Dia yaklin usahanya akan membawa hasil. Apalagi, semangatnya memang patut diacungi jempol. Sama seperti semangatnya soal pemekaran daerahnya.

Dia dikenal telah menggunakan sebutan Empat Lawang sejak 1992 dalam karya-karyanya. Padahal, saat itu dia sering disebut gila dan edan. Apalagi, isu pemekran sama sekali masih tabu di era orde baru ketika itu. (sh/muhamad nasir)


Sisi Lain

Membidani Pemekaran

Diluar profesinya sebagai seniman, Syamsu Indra Usman termasuk salah seorang yang membidani lahirnya Kabupaten Empat Lawang. Bagaimana, ide gilanya itu telah dimulai sejak 1992. Dalam karya-karyanya dia telah memasukkan nama Empat Lawang. Suatu pemikiran yang ketika itu memang belum bisa diterima. Di rumahnya pula beberapa tua adat dan tokoh masyarakat pernah bermusyawarah membentuk wacana melepaskan diri dari Lahat dan berdiri sebagai wilayah otonom.

Perjuangan untuk itu memang tidak mudah. Berbagai cara dan jalur dilakukan. Banyak tokoh daerah dan mereka yang sukses di luar terlibat dalam kegiatan besar itu. Termasuk beberapa organisasi dan persatuan warga empat lawang.

Paling tidak, perjuangannya yang dilakukan bersama-sama itu kini memang terbukti. Dia masih ingat ketika menyebut-nyebut soal pemekaran tudingan gila langsung mengarah. Tetapi berkat musyawarah dengan semua, dibicarakan keuntungan dan kelebihannya, akhirnya makin banyak jemo (orang) ang ngerti. Kalau awalnya jemo gilo (orang gila) nya masih sedikit, lama-lama terus bertambah. Dan perjuangan pun semakin kuat. Hingga di akhir reformasi, semakin gencar dan dia tak terlibat lagi. Perjuangannya sudah di tingkat yang berbeda. (sh/muhamad nasir)

Rabu, 22 April 2009

janin membatu setelah 24 tahun

Ditemukan, Janin Membatu dalam Rahim


Palembang

Tim dokter Rumah Sakit Dr Noesmir DKT Baturaja, mengungkap misteri hilangnya kandungan Rainah (48) yang telah berusia 7 bulan pada 1984 lalu. Ternyata, janin itu telah membatu di rahim sang ibu. Penemuan ini dalam istilah kedokteran disebut lithopedion


Terkuaknya misteri calon anak pertama yang telah diidam-idamkan warga Belitang BK XVI, Kabupaten OKU Timur, itu saat menjalani operasi tumor rahim yang dilakukan tim medis Rumah Sakit Dr Noesmir DKT Baturaja.

Operasi itu dipimpin dr Hafiz Usman SpOG. Saat operasi berlangsung tim medis menemukan sebongkah batu seukuran kepalan tangan orang dewasa berada di luar dinding rahim Rainah. Saat diperiksa, ternyata sebongkah batu tersebut adalah janin bayi yang telah mengalami pengapuran.

Organ tubuh janin tersebut masih tampak jelas.Terdiri dari kepala, rangka kedua tangan, kaki, tulang iga dan tulang belakang. Diperkirakan janin “batu” itu memiliki panjang sekitar 14 cm dengan dengan berat sekitar 300-4000 gr.

Kepala janin menyatu dengan pangkal paha. Selain menemukan janin “batu”, tim medis juga menemukan sebongkah batu berukuran lebih kecil yang awalnya diduga plasenta. Janin yang mengalami pengapuran ini diduga merupakan janin bayi yang dikandung Rainah pada 1984 silam. Saat itu usia kandungan Rainah sudah berjalan tujuh bulan dan mendadak hilang.

Ketua Tim Dokter Operasi dr Hafiz Usman SpOG mengaku terkejut dengan ini. Awalnya, pihaknya hanya melakukan operasi pengangkatan rahim saja. Pasien mengalami kehamilan ekstra uterine atau intra abidol minal. Di mana pasien sempat hamil tujuh bulan terus hilang.Ini disebabkan janin bayi meninggal namun tidak membusuk dan tidak bisa keluar.

”Terjadilah proses kalsifikasi atau pengapuran,” tandasnya. Hafidz menambahkan, sebelumnya Rainah hanya mengeluhkan pendarahan atau haid selama dua bulan tanpa henti.

Setelah diteliti dan dilakukan USG,pasien positif memiliki tumor jinak atau mioma uteri.”Dalam USG tersebut awalnya saya juga lihat ada gambar klasifikasi yang kurang jelas di luar rahim. Kendati demikian kita awalnya masih fokus pada mioma uteri itu,”tandas dia. Menurut Hafidz, penemuan janin menjadi batu ini diketahui saat operasi berlangsung.

Menurut Hafiz, kalau operasi pengangkatan rahim saja biasanya hanya 45 menit. Karena sekalian membersihkan ini mereka menghabiskan waktu 1 jam 25 menit dengan penambahan darah sebanyak dua kantong. (sir)
Kemampuan Menulis Akademisi Rendah

PALEMBANG - Rendahnya kemampuan menulis kalangan akademisi dikemukakan tujuh pembicara dalam Seminar Nasional Bahasa yang digelar Program Pascasarjana Universitas PGRI Sabtu (19/7).
Ketujuh pembicara yang tampil dalam seminar bertema "Aktualisasi Literasi Kaum Intelektual yang Berwawasan Iptek dan Imtaq Terpadu," Prof Chaedar Alwasilah MA, PhD, dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung;Prof Chuzaimah D Dien, MA,EdD, dari Unsri; Drs Trisman M Hum, Kepala Balai Bahasa Palembang; Prof Drs Nangsari Ahmad, MA, PhD, Direktur Pascasarjana Universitas PGRI Palembang; dan tiga mahasiswa Pascasarjana Universitas PGRI, Muhamad Nasir, Warino, dan Komariah Darma Budi.
Profesor Chaedar Alwasilah MA PhD mengemukakan politik bahasa dan pendidikan telah menyebabkan kalangan akademisi minim kemampuan dan kemauan menulis. Faktor warisan kebijakan yang sentralistik menyebabkan kalangan akademisi takut untuk mengemukakan pendapat. (sir)


http://www.sinarharapan.co.id/berita/0807/21/kesra04.html

sfc juru kunci

SFC Dipaksa Juru Kunci

Palembang,

Tekad Sriwijaya FC lepas dari juru kunci dengan mengalahkan Gamba Osaka dalam pertandingan home Selasa malam (21/4) tak terealiasi. Kebobolan tiga bol, membawa tim pemegang double winner ini menempati kuru kunci tanpa satu poin pun.

Bermain di hadapan penonton sendiri dan didukung cuaca ternyata tak membuat pemain Kayamba dkk bisa menjebol pertahanan Gamba Osaka.


Tiga gol yang dilesakkan pemain Gamba Osaka,mulai dari Leandro Da Silva di menit 30, Sasaki Hayato di menit 45 dan Cho Jae Jin di menit 74,menambah dalam defisit gol menjadi 17 kali kebobolan dalam empat pertandingan Liga Champions Asia (LCA) 2009 ini.

Pelatih kepala SFC, Rahmad Darmawan, usai pertandingan mengungkapkan, sebenarnya mereka memiliki kans untuk membuat gol.

Tercatat sekitar lima peluang yang tidak dapat dimaksimalkan Kayamba dkk. Namun dari awal pertandingan anak asuhnya salah dalam menerapkan offside system, maka gol pertama Gamba Osaka bisa terjadi.

Rahmad mengatakan timnya sudah bermain cukup efektif, tapi tetap saja kematangan lawan yang juga juara bertahan LCA edisi 2008, sangat membuat mereka tidak bisa berbuat banyak.

Pelatih Gamba Osaka Akira Nishino menuturkan, mereka cukup puas dengan hasil tadi malam. Semua berjalan sesuai dengan harapan dan instruksi yang sudah dilakukannya pada pemain.

Diungkapkannya, masih ada 16 pertandingan yang akan dimainkan baik dalam Liga maupun Champions. Untuk itulah, Akira menambahkan masih banyak yang harus dilakukan anak asuhnya, agar dapat membuat yang lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya. “Apa yang kami capai tahun lalu (Juara Champions) akan kami lakukan lagi tahun ini. Makanya kami akan berusaha memperbaiki tim,” ucapnya.

Pertandingan sendiri cukup seru. Saat wasit asal Singapura Abdul Malik meniupkan peluit tanda babak pertama dimulai, SFC yang menerapkan skema 3-5- 2 di babak pertama ini mencoba untuk langsung menekan tamunya.


Setelah lebih dari 25 menit mengepung pertahanan SFC, pola serangan Gamba yang cukup sabar bisa menyarangkan gol pertamanya di menit 30.Berawal dari serangan terencana Leandro yang lolos dari jebakan offside dan tanpa pengawalan langsung menghujamkan tendangan kerasnya ke gawang SFC. Kali ini Dede Sulaiman tak mampu menahan kerasnya laju bola tersebut.

Serangan SFC ,masih sangat mudah dibaca barisan pertahanan Gamba. Aliran serangan SFC terlalu monoton tanpa banyak membuat variasi, hingga pekerjaan Yamaghuci di belakang tidak terlalu sulit. Sebaliknya, Gamba malah menambah satu gol lagi tepat di menit 45,melalui kaki Sasaki Hayato setelah menerima bola rebound Takada yang sebelumnya membentur tiang gawang.

Di paruh kedua, Gamba tetap bermain dengan sabar tapi sangat efektif. Sementara SFC tidak menambah intensitas serangan, melainkan lebih merapatkan pertahanan. Rahmad Darmawan pun memasukkan tenaga baru, Ambrizal di menit 58 untuk mengganti Isnan Ali yang kurang maksimal. SFC hampir membuat gol, sayang umpan tarik Worabay dari sektor kiri Gamba masih bisa diblok kiper Matsuyo, setelah Nakazawa tanpa sengaja menahan laju bola yang mengarah kegawang mereka sendiri.

Striker Gamba asal Korea Selatan (Korsel), Cho Jae Jin, juga turut menyumbangkan satu gol untuk Biru Hitam di menit 74. Gol ini cukup matang karena berawal dari serangan yang terencana. Gelandang serang Gamba Yamakazi Masato, yang mendapatkan bola dari sisi kiri pertahanan SFC dengan manisnya mengirim umpan trobos kepada Cho Jae Jin yang telah mendapatkan posisi yang pas.

Tanpa banyak memegang bola, pemain jangkung ini langsung mengarahkan tendangan keras dari jarak pendeknya ke gawang SFC. Hingga wasit meniupkan peluit panjang pertanda pertandingan selesai, skor tetap 3-0 untuk keunggulan Gamba Osaka. (sir)

Kamis, 16 April 2009

Ita Diana, Menyungkit Songket Melestarikan Budaya



448: Beginilah menyungkit songket





Ita Diana

Melestarikan Songket, Melanggar Tradisi

Pembuatan songket ternyata tak semudah dibayangkan. Bukan sekedar menenun seperti sering kita lihat, seorang wanita menenun kain songket dengan lincahnya. Meskipun, itupun membutuhkan waktu paling tidak seminggu.

Sebelum menenun, ternyata ada langkah awal yang harus dilakukan untuk bisa menghasilkan songket. Proses inilah yang menentukan seperti apa motif songket itu nanti jadinya. Tahap inidisebut dengan proses menyungkit atau membuat motif.

Di Sumsel, tak banyak yang bisa menyungkit ini. Karena memang pengetahuan dan keterampilan ini diturunkan turun-temurun. Itupun tidak semua keturunan bisa mendapatkan nasib baik diajari menyungkit.

Karenanya, penyungkit ini jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Mereka berada di perkampungan orang-orang asli Palembang seperti di Tanggabuntung dan 3-4 Ulu Palembang.



Seorang penenun sedang mengerjakan tenunan songket motif buatan Ita Diana



Diantaranya, Ita Diana. Wanita kelahiran Palembang ini mendapat keahlian menyungkit dari neneknya. Tepatnya, adik dari kakeknya, almarhumah Nenek Imah. Dari cucu-cucu lainnya, dia beruntung karena mendapat kepercayaan dan kesempatan untuk belajar mencukit. Meski harus mengorbankan sekolah.

Istri Ismail ini, mendapatkan kemampuan mencukit jugatidak mudah. Bertahun-tahun dia belajar.
Ibu dari M Ajid Sidik, Enha Anggi Pratama, dan M Balya ini pun tidak menurunkan kemampuannya kepada keturunannya. Karena memang dia tak punya anak wanita.

Ditemui dikediamannya di kawasan 3-4 Ulu, Palembang, Ita menceritakan bahwa, desain songket biasanya terdiri dari teretes, hiasan pinggiran (tepi), tawur, rebung, apit, rumpak, ombak, kembang/tumpal.

Untuk kembang atau tumpal, bisa berupa motif naga besaung nampan perak, bungo cino, ulir, ataupun kembang pacar. Khusus untuk kembang/tumpal tidak boleh diganti. Sudah menjadi pakem, kalaupun mau memodifikasi, biasnya di bagian yang lain.

Proses pembuatan songket, menurutnya dimulai dari nyucuk suri, ngelak, pencukitan (membuat motif). Setelah itu baru menenun.

Bagi Ita sendiri, dia bukan sekadar membuat motif songket Palembang tetapi juga mengerjakan motif songket Jambi yang punya ciri khas tersendiri. Yang biasnya bermotif emong kuncai, kembang duren dan angso suo

Ukuran songket biasanya 90 cm x 2 meter. Untuk songket biasnya dibutuhkan 7 tukel benang. Nantinya, bisa menjadi 3 kain songket. Mengerjakannya bisa sepuluh hari.


Ita Diana menunjukkan songket hasil kreasinya pesanan seorang pejabat di Jakarta.




Mengerjakan songket, mulai dari proses pembuatan motif tidak sedikit. Diantaranya, kuda-kuda (kudo dayan), apit, penyuncing, beluro, por, suri, dan teropong. Juga dibutuhkan banyak lidi, terutama dalam pembuatan motif.

Penggunaan lidi, sedikitnya 170 batang untuk satu songket. Rinciannya,, teretes 21,
tawur 12, rebung 60, rumpal/bunga api 8-10, ombak 9, kembang/tumpal 25-60.
Diungkapkan Ita, lidi-lidi ini biasanya dibeli dari pengrajin rokok gudung. Seikat seharga Rp 2.000 berisi sekitar 500 batang.

Motif songket ini sendiri, setelah selesai dibuat nantinya bisa digunakan untuk menenun sedikitnya 500 songket. Namun kalau tidak terawat dan tidak telaten, bisa-bisa hanya bisa untuk tiga songket. ”Bergantung kepada penenunnya,” ujarnya.
Upah membuat motif ini sendiri, saat ini berkisar Rp 225.000 hingga Rp 250.000. Bergantung kerumitannya. Hanya saja, pembuatan motif ini masih menemui kendala karena berbagai faktor. Diantaranya, masih minimnya keinginan orang untuk belajar. Juga minimnya modal untuk membuat motif, sehingga pembuatan motif baru dilaksanakan jika ada yang memesan.

Beberapa tahun terakhir, jumlah pembuat motif ini sebenarnya bisa dihitung dengan jari. Itu karena fakor-faktor tersebut ditambah adanya aturan bahwa pembuatan motif ini hanya bleh diturunkan kepada keturunan.


Bagi Ita sendiri, dia merasa tak masalah mengajarkan teknik pembuatan motif itu. Karenanya, ketika ada tawaran dari Disperindag untuk mengajar di kursus pembuatan motif, dia tak berkeberatan. Juga beberapa even lainnya yang dilaksanakan oleh berbagai organisasi dan disponsori berbagai perusahaan.

Melalui Disperindag saja, dia sudah tiga kali dilibatkan. Termasuk ke berbagai daerah, seperti Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI). Hasilnya, kini sudah puluhan penyungkit baru kini telah lahir. Termasuk di kampungnya, yang pelatihannya melalui kelurahan.


Mengajar program Disperindag 3 kali sudah tiga kali, sedikitnya mengajari 60 orang. Ditambah di kelurahan, sebanyak 25 orang. Kini mereka sudah produktif. Beberapa rumah tenun di Palembang, bahkan pesanan-pesanan dari luar daerah memang telah memanfaatkan jasa penyungkitan tersebut. (muhamad nasir)


Sisi Lain

Biaya Seharga Satu Suku Emas


Ita Diana mengawasi seorang anak didiknya sedang mengerjakan pencukitan songket....




Belajar mencukit bisa dengan dua cara. Secara privat atau ikut program yang dilaksanakan dinas/instansi atau organisasi tertentu.

Hasilnya memang tak sama. Karena biaya dan waktu belajar pun memang berbeda. Untuk yang privat, Ita mematok harga tertentu. Inipun sesungguhnya sudah berlaku secara umum di Palembang. Yakni, biayanya seharga satu suku emas atau 6,7 gram.

Saat harga emas naik seperti sekarang ini, bisa mencapai Rp 2 juta. Belajarnya, selama tiga bulan dengan belajar sekali seminggu. Mulai dari nyucuk suri, ngelak, pencukitan (membuat motif) sekaligus menenun.

Sementara kalau ikut program, hanya dua kali pertemuan. Biasanya, cocok untuk mereka yang pernah memiliki kemampuan menenun. Sehingga punya kemampuan dana pengetahun dasar tentang songket menyongket.

Bagi Ita, untuk kursus-kursus ini dia biasanbya dibayar Rp 500 ribu dengan murid paling banyak 20 orang. Kalau dibanding belajar privat tentu tak seimbang. ”Tetapi, manfaatnya tentu songket bisa lebih lestari,” ujarnya. (muhamad nasir)

Telkomsel-Dekopin kerjasama



Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno (kiri) dan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono saat menandatangani kerjasama penyediaan solusi telekomunikasi bagi koperasi di seluruh Indonesia (15/4). Telkomsel bekerjasama dengan Dekopin menyediakan layanan komunikasi murah Closed User Group, mobile wallet T-Cash & Remittance, Push E-mail, dan layanan bagi pengembangan 30 juta anggota komunitas koperasi di daerah USO (Universal Service Obligation).

Telkomsel Berikan Solusi Bagi Komunitas Koperasi



Jakarta:

Telkomsel melakukan penandatanganan kerjasama dengan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) untuk penyediaan solusi telekomunikasi bagi koperasi di seluruh Indonesia, Kamis (16/4).

Kerjasama ini merupakan bentuk dukungan Telkomsel terhadap perkembangan koperasi yang merupakan sendi perekonomian Indonesia.

Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno dan Ketua Umum Dekopin Adi Sasono, di mana nota kesepahaman ini mencakup layanan HALO Koperasi Closed User Group, T-Cash & Remittance, Push E-mail, dan layanan untuk pengembangan komunitas koperasi di daerah USO (Universal Service Obligation).

Layanan HALO Koperasi Close User Group memberikan tarif komunikasi murah sesama komunitas anggota Dekopin, yang dilengkapi dengan fasilitas canggih seperti mobile wallet T-Cash dan T-Remittance yang memungkinkan transaksi dan transfer uang via ponsel, serta layanan Push Email guna meningkatkan kinerja yang lebih efektif dan produktif.

Di samping itu, upaya Dekopin untuk mengembangkan komunitas koperasi di daerah terpencil, tentunya akan semakin mudah karena didukung jaringan telekomunikasi terluas yang dilayani 27.500 BTS (Base Transceiver Station) dan penggelaran program USO yang akan menjangkau 24.051 desa terpencil.

Sarwoto mengatakan, ”Kerjasama ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap perkembangan koperasi di Indonesia, di mana dengan jaringan terluas hingga pelosok memberikan solusi komunikasi bagi seluruh anggota Dekopin yang berjumlah lebih dari 30 juta dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.”

“Dukungan kami ini didasarkan atas kesamaan visi pelayanan, di mana seperti kita ketahui bersama pemerintah sangat mendorong perekonomian rakyat berbasis koperasi sebagai sendi perekonomian nasional untuk kesejateraan masyarakat luas. Demikian juga halnya Telkomsel juga terus berupaya menghadirkan manfaat bagi seluruh masyarakat dengan membuka keterisolasian komunikasi seluruh wilayah populasi Indonesia,” ungkap Sarwoto.

Adi Sasono menambahkan, “Kehadiran layanan telekomunikasi tentunya akan sangat membantu perkembangan komunitas koperasi, dari perekonomian kerakyatan menuju perekonomian modern. Peningkatan 1% layanan telekomunikasi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3%, tapi kami yakin di Indonesia bahwa peningkatan 1% layanan telekomunikasi selular akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 6%-9%.”

Kerjasama Telkomsel dengan Dekopin merupakan bentuk kelanjutan komitmen Telkomsel dalam mendukung sendi-sendi perekonomian bangsa khususnya koperasi maupun usaha kecil menengah (UKM). Sebelumnya di tahun ini, Telkomsel juga telah mendukung Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) untuk para anggotanya yang umumnya adalah UKM dan wiraswastawan dalam mendapatkan solusi komunikasi untuk meningkatkan produktivitas mereka. (sir/rel)

Caleg Demokrat, Sofwatillah

Sofwatillah, dari DPRD Kota ke DPR RI

Palembang:

Penghitungan memang belum usai, tetapi hasilnya sudah diprediksi. Selain mendudukkan nama-nama yang tak asing, juga ada nama yang sebelumnya tak terdengar.
Salah satunya, nama Sofwatillah Mohzaib dari Partai Demokrat. Sebelumnya, Ofat duduk di DPRD Kota Palembang.
Dalam pemilu 2009, dia justru mencalon ke DPR RI. Spontan, berbagai komentar muncul. Apalagi, Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel saja, Ahmad Jauhari hanya mencalon di DPRD Sumsel.
Hasil- hitungan sementara calon legislatif (Caleg) DPR RI, daerah pemilihan I Sumatera Selatan, meliputi, Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, (Muba), Musi Rawas (Mura) dan Lubuklinggau, dari Partai Demokrat Sumsel, Sofwatillah Mohzaib menyaingi posisi Dodi Reza Alex Noerdin dari Partai Golkar. Sofwatillah berada di urutan ke dua perolehan suara dari Dapil I untuk DPR RI asal Sumsel.
Sofwatillah yang akrab disapa Opat ini dalam pantauan unggul di beberapa kecamatan di Palembang menyaingi Dodi putra dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Sebagai contoh, di Kecamatan Gandus, yang meliputi lima kelurahan, Opat memimpin
Opat selama ini memang bukanlah caleg yang diunggulkan di Palembang. Terlebih sebagai orang yang masih muda dan saingannya merupakan para senior dan orang-orang ternama di daerah ini.
Namun si pembuat Al Qur’an raksasa yang kini dipamerkan di Masjid Agung Palembang itu melenggang ke Senayan. Saingan terberatnya Dodi Reza Alex Noerdin di posisi pertama. Hasil realcount yang dihimpun di Kelurahan 36 ilir, Kecamatan Gandus Palembang dari 27 TPS yang ada Opat mengantongi 941 dari total 1377 termasuk suara Partai Demokrat. Sementara Dodi Reza Alex mengumpulkan 887 dan Partai Golkar 1.138 suara.
Di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Sofwatillah Mohzaib unggul sementara di Kecamatan Banyuasin III/Pangkalan Balai , Opat mengantongi 1.960 suara jauh di atas perolehan Hakim Sorimuda Pohan (sebelumnya anggota DPR RI) yang mengantongi 515 suara, partai 2.027 sehingga total 5.467. Di Muara Telang Opat mengantongi 1.542 suara, suara partai 1579. Total dari 10 caleg DPRI yang ada dan suara partai mencapai 4 .111.
Sofwatillah yang dihubungi terpisah mengatakan dirinya bersyukur atas perolehan suara yang dikantonginya. Namun dia tetap akan menunggu hitungan sebenarnya dan menghormati kerja panitia yang ada. “Kendati dalam partai kami punya tim yang membidangi itu, saya tetap menunggu hitungan dari KPUD. Saya percaya mereka bekerja dengan jujur dan benar. Namun demikian saya pribadi akan tetap wasdapa dan mengikuti tahap demi tahap hitungan yang ada,” ujarnya.
10 nama berpeluang mewakili Sumsel di DPR RI dari partai-partai yang masuk 10 besar peghitungan sementara. Diantaranya, terdapat mantan Wagub Sumsel Mahyudin NS dan putra Gubernur Sumsel, Dedi Reza Alex.

Hasil perhitungan resmi KPUD Sumsel memang belum diumumkan,namun sedikitnya 10 caleg unggulan untuk DPR dari dapil Sumsel I dan Sumsel II berpeluang terpilih ke Senayan. Untuk Pemilu 2009, para caleg akan memperebutkan 17 kursi dari dua dapil, Sumsel 1 (7 kursi) dan Sumsel II (10 kursi)

Ke-10 caleg unggulan tersebut antara lain Dodi Reza Alex dan Tantowi Yahya (Partai Golkar), Mahyudin NS dan Sofwatillah Mohzaib (Partai Demokrat), Dudhie Makmun Murod dan Nazaruddin Kiemas (PDIP), Mustafa Kamal dan Bukhori (PKS), serta Achmad Hafisz Tohir dan Putrajaya Husein (PAN). (sir)

Selasa, 14 April 2009

Raskin Buruk

Kualitas Raskin Buruk, Warga Mengeluh


Palembang:

Beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di wilayah Muaratelang, kualitasnya sangat buruk. Selain patah-patah, bekas kulit padi juga mendominasi.


Warga Muaratelang, Warino mengungkapkan, beras yang diterimanya ini terpkaa diterima dan mereka membersihkannya sebelum dimasak. ”Agak susah saja membersihkannya. Selain itu, berasnya juga butirananya kecil-kecil, karena memang banyak yang patah-patah,” ujarnya.

Kondisi ini memang menjadi temuan Society Corruption Investigation (SCI). Koordinator Kebijakan Public Society Corruption Investigation (SCI), Maruli sebelumnya mengungkapkan, berdasarkan investigasi pihaknya kondisi itu dikarenakan adanya indikasi penyimpangan beras Dolog yang dilakukan rekanan Dolog Sumsel Perusahaan Penggilingan (PP) CV Harras Group di Desa Telang Sari, Muara Telang, Banyuasin.

Akibatnya, volume beras diduga tak sesuai dengan kontrak dan kualitas beras yang sampai ke penerima raskin jauh dibawah standar.

Pengadaan yang dilakukannya, setelah mendapat kontrak pengadaan beras, PP Harras Group tidak mengirim beras ke gudang Dolog Sumsel lagi. Beras itu tetap di gudang yang bersangkutan di jalur 8 Banyuasin untuk kemudian langsung disalurkan ke penerima raskin.

Anehnya, yang bersangkutan dapat mencairkan dana sesuai dengan kontrak ke Dolog Sumsel tanpa melalui prosedur pemeriksaan surveyor dan petugas Dolog. Akibatnya, volume beras diragukan dan beras yang dikirim diduga bercampur sekam dan sebagian besar menir karena brokennya di atas 50 persen. kecil
‘’Jika harga patokan pemerintah (HPP) Dolog Rp 4.600 jika dikalikan dengan 1000 ton maka jumlah kontraknya mencapai Rp 4,6 miliar,” ujarnya

Sementara Abu, koordinator lapangan gudang beras mengakui kalau pihaknya sejak Februari lalu mendapat kontrak pengadaan beras miskin sebanyak 1.000 ton dan menyimpan beras ke gudang miliknya.

Kasi Humas Dolog Divre Sumsel, Arsyad ketika dikonfirmasi menyatakan, memang pengadaan raskin di beberapa daerah memang tidak dikitim ke gudang Dolog di Palembang. Tetapi, sebelum disalurkan sudah melalui pemeriksanaan dan pengawasan pihaknya. Termasuk di wilayah Muaratelang, Banyuasin, menurutnya ada Unit penggilingan beras (UPGB) milik Dolog.

”Petugas kami ada di wilayah tersebut. Jadi, kami hanya menyewa gudang itu. Soal kualitas beras yang diterima masyarakat, akan ditindaklanjuti. Kalau memang terbukti, beras itu akan diganti,” ujarnya. (sir)

Kamis, 09 April 2009

PSK dan Germo Berikan suara



PSK Kampung Baru Antusias Mencontreng


Palembang:

Para pekerja seks komersial (PSK) dan germo penghuni Lokalisasi Kampung Baru di Km 9 Palembang antusias memberikan suara di dua TPS yang disiapkan, Kamis (9/4).

TPS 21 yang terletak di depan Graha Sriwijaya Kompleks Lokalisasi Kampung Baru tampak didatangi para PSK. Mereka terlihat berdandan menor dan segar karena sudah mandi. Aroma farfum tercium dari tubuh mereka.

Mereka antre menukarkan undangan memilih dengan nomor antre. Enam bilik suara yang ditutup kain batik disiapkan di lokasi ini. Tampak para PSK ini cukup lama berada dalam bilik suara. Beberapa orang diantaranya bahkan tampak memanggil petugas untuk minta penjelasan soal cara mencontreng.

Didampingi saksi, petugas kemudian masuk ke bilik. Mereka menjelaskan secara singkat. Di beberapa bilik lainnya, terdengar para PSK ini saling bertanya dengan rekannya di bilik sebelah.

Suasana serupa juga terlihat di TPS 20 yang juga berada dalam lokalisasi. Para PSK ini memang sengaja menghentikan sementara proesi mereka menerima tamu selama masa memberikan suara dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

”Biasanya juga jarang Mas, tamu yang datang pagi-pagi begini,: ujar Eka, PSK penghuni rumah bordil Kuda Putih.

Para PSK ini memang tampak antusias memberikan haknya. Usai mendapatkan nomor antre, mereka duduk menunggu panggilan. ”Kayak nunggu tamu aja ya Mas,” ujar Fitri, seorang PSK muda yang masih berusia 21 tahun.

Lokalisasi ini sebenarnya telah ditutup Pemprov Sumsel pada tahun 2000 lalu. Saat itu, Gubernur Sumsel dijabat H Rosihan Arsyad.

Namun paska penutupan itu, ternyata operasional para PSK dan germo masih terus berlangsung. Hanya saja, jumlah penghuninya memang jauh berkurang. Kalau dulu, ujar seorang germo Aminong, ada empat TPS di lokalisasi ini. Dengan jumlah RT mencapai empat RT. Kini, karena penghuninya berkurang, jumlah RT pun menyusut menjadi hanya 2 RT.

Di dua TPS yang ada, tercatat ada 787 PSK dan germo yang memberikan suara.(sir)









Rabu, 08 April 2009

Napi Tak Berikan suara





Ribuan Napi Tak Berikan Suara


Palembang:

Dari 1.200 napi laki-laki dan wanita penghuni LP Pakjo Palembang, hanya enam orang yang memberikan suara Kamis (9/4). Sementara 1.194 lainnya tak bias memberikan suara karena berbagai hal.

Sempat terjadi adu argumentasi antara Kalapas Pakjo JokoWibowo Hayono dengan Ketua TPS 47 Fahmi Novianto. Soalnya, ternyata pihak LP sudah mendata 410 penghuni LP yang bias memberikan suara. Namun pihak petugas TPS bersikeras bahwa yang bisa memberikan suara hanyalah napi yang punya undangan dan kartu pilih serta terdata.

”Kalau hanya terdata saja, tetapi tak punya undangan tak bisa memilih. Atau punya undangan tetapi tak terdata juga tak bisa memilih,” ujarnya.

Sementara, pihak LP juga mengutip keterangan terakhir KPU pusat menyatakan bahwa semua Napi yang punya hak suara berhak memilih. Artinya, tidak sekadar 410 yang mendapat vonis dibawah lima tahun.

Akhirnya disepakati bahwa yang bisa memilih hanya enam orang. Mereka ini yang terdata dan punya undangan yang telah dikirimkan keluarga mereka.

Sementara, satu napi yang punya kartu pilih namun tak punya undangan meski terdaftar tak diperkenankan memberikan suara di TPS 47. Begitu juga tiga napi lainnya yang punya undangan, karena tak terdaftar juga tak diperkenankan memberikan suara.
Pelaksanaan pemilihan umum di LP ini juga sempat terhambat karena kunci kotak suara tak bisa dibuka. Petugas TPS akhirnya atas perkenan saksi dan petugas keamanan membongkar kunci gembok kotak suara. (sir)







Gubernur berikan suara di TPS 3















Gubernur Memberikan Suara di TPS 3


Palembang:

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin bersama keluarga besarnya memberikan suara di TPS 3 Jalan Merdeka, Kelurahan Bukit Lama, Palembang.

Mantan Bupati Muba ini berjalan kaki dari rumahnya yang berjarak sekitar 575 meter ke TPS yang terletak di halaman Puskesmas Merdeka.

Tampak memberikan suara bersamanya, istrinya Hj Eliza Alex Noerdin, putranya Dodi Reza Alex bersama istrinya Tia Ifadah, juga dua cucu kembarnya.

Sembari menggendong cucunya, Alex menuju TPS sekitar pukul 09.00 WIB. Sama seperti warga lainnya, Gubernur ikut antre sesuai dengan nomor yang diberikan petugas TPS.

Tampak Alex memberikan suara di bilik suara berbarengan dengan istri dan anak-menantunya.

Seusai memberikan suara, langsung kembali ke kediaman. Saat yang sama, Kapolda Sumsel Irjen Sisno Hadikusumo meninjau ke TPS tempat gubernur memberikan hak suaranya. (sir)

Selasa, 07 April 2009

karyawan bank buana mogok lagi

Aksi Karyawan Bank Buana Berlanjut

Palembang
Aksi mogok kerja yang dilakukan puluhan karyawan PT Bank UOB Buana Tbk terkait tuntutan kesejahteraan Selasa (7/4) berlanjut. Para karyawan melanjutkan aksinya sampai tuntutan mereka dikabulkan.

Berdasarkan pantauan, suasana Kantor Cabang Utama Bank UOB Buana di kawasan Mesjid Lama 16 Ilir terlihat lebih lengang dibanding hari sebelumnya. Kali ini karyawan yang tergabung dalam aksi mogok kerja tampak berkumpul di lantai dasar gedung berlantai empat tersebut.

Mereka terlihat duduk-duduk santai di pojok ruangan beralaskan tikar sembari mengobrol satu sama lain. Aksi mogok ini berlangsung sejak pagi pukul 07.00 WIB sampai jam kantor usai pukul 17.00 WIB. Yang sedikit berbeda, di bagian front office kantor terpasang pengumuman baru yang menginformasikan bahwa ruangan sedang direnovasi.

Padahal, saat aksi mogok kerja sebelumnya, pengumuman ini tidak tampak. Begitu pula yang terjadi di lantai dua gedung tersebut.Aktivitas transaksi yang masih ramai pada hari sebelumnya kemarin justru tidak tampak sama sekali.Hanya terlihat beberapa nasabah yang duduk di kursi antrean.

Pimpinan Operasional Bank UOB Buana Palembang Wanny Siddik enggan berkomentar lebih banyak.

Ketua Serikat Pekerja Karyawan PT Bank UOB Buana Tbk Palembang Tajudin Harun mengaku akan terus melakukan aksi sembari menunggu informasi dari kantor pusat terkait tuntutan yang mereka ajukan.“Kami berharap masalah ini bisa cepat selesai,”ungkapnya ditemui seusai melakukan pertemuan dengan pihak operasional Bank UOB Buana Palembang.

Menurut Tajudin, karyawan yang melakukan aksi mogok kerja merata di semua divisi bank, termasuk teller, customer service, dan bagian-bagian lain, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 70–80 orang dari 150 karyawan.Mengenai kelanjutan aksi nantinya, Tajudin belum berani memastikan karena masih harus menunggu petunjuk pihak pusat yang semula rencananya akan melakukan aksi mogok sampai 8 April.

Aksi itu, menurutnya, tidak mempengaruhi aktivitas transaksi perbankan. Sebab, semua karyawan tidak seluruhnya melakukan aksi mogok kerja.“Kami aksi biasa, normal,(karyawan) yang mogok sama dengan kemarin.Transaksi juga lancar,karena tidak semuanya mogok. Yang mau kerja ya tetap kerja, makanya transaksi tetap berjalan,” katanya. (sir)

Rumah Murah

Contoh Rumah Murah Diresmikan



Palembang:

Program pilot project (percontohan) pembangunan rumah murah yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diresmikan Selasa (7/4) oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.

Sebagai bentuk dimulainya pembangunan rumah murah yang diperuntukkan bagi guru PNS dan sektor nonformal itu, dibangun rumah contoh tipe 36/120 khusus guru PNS dan tipe 21/100 bagi sektor nonformal di Kompleks Perumahan OPI Jakabaring,Palembang.

Dari rumah contoh itu,juga bakal dibangun 1.000 unit rumah tipe 36/120 bagi guru PNS di Jakabaring dan 1.000 unit rumah tipe 21/100 bagi sektor nonformal di wilayah Gandus. Yang dirasakan sangat membantu, rumah murah yang dibangun itu tanpa uang muka dan pemilik rumah cukup membayar kredit Rp 10.000/hari untuk guru PNS dan Rp5.000/hari bagi sektor nonformal.

Pencanangan dimulainya pembangunan rumah murah tersebut tampak hadir Wakil Wali Kota Palembang H Romi Herton, Direktur Utama (Dirut) Bank Sumsel Asfan Fikri Sanaf dan unsur muspida lainnya beserta pejabat di lingkungan Pemprov dan Pemkot Palembang. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, pencananganpembangunan rumah murah ini juga bakal diikuti bupati/wali kota se-Sumsel.

Sejumlah kabupaten/kota yang sudah menaruhkan minatnya untuk menyediakan lahan pembangunan rumah murah adalah Kab Lahat, Kota Pagaralam,dan Palembang. Pencanangan pembangunan rumah murah adalah titik awal untuk pembangunan 2.000 rumah murah dan diharapkan dapat diikuti 11 Bupati dan 4 Wali Kota di Sumatera Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) Provinsi Sumsel Rizal Abdullah menjelaskan, sebagai tahap awal pembangunan rumah murah yang dibangun di atas lahan 10 hektare di Jakabaring, terlebih dahulu dibangun sejumlah rumah contoh. Untuk tipe 36/120 dibangun dengan model standar dan konsep yang nyaman, dengan menyiapkan sarana sanitasi yang memadai.

Sedangkan tipe 21/100 dibangun dengan model panggung yang lokasinya akan dibangun di kawasan Musi II,Kecamatan Gandus. Mengenai kriteria rumah murah sendiri, Rizal mengaku belum dapat memastikan, karena masalah itu sudah menjadi kewenangan tim seleksi yang dibentuk Pemprov. Namun, melihat kondisi yang ada saat ini,dengan jumlah pendaftar yang cukup banyak, maka bagi pemilik yang memenuhi kriteria umum dan khusus akan diundi.

”Dengan sistem undi diharapkan semua pihak dapat menerimanya,” terang Rizal. Rizal juga menyebutkan,sesuai ketentuan kenyamanan pemukiman, di lokasi pembangunan rumah murah, itu juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dari PDAM, listrik melalui PT PLN dan Gas Kota (city gas) dari PT PGN. (sir)

Karyawan Buana Mogok

Karyawan Bank UOB Buana Mogok Kerja

Palembang:

Layanan Bank UOB Buana Palembang Senin (6/4) sempat terganggu akibat aksi mogok kerja yang dilakukan puluhan karyawan perusahaan tersebut. mogok ini sudah terjadi sejak pagi hari.

Meski masih mengenakan seragam kerja, hampir seluruh karyawan yang bertugas hari itu tidak tampak melakukan aktivitas kerja seperti biasa. Di lantai dasar kantor cabang Palembang di kawasan Masjid Lama misalnya,karyawan terlihat hanya duduk-duduk santai dan mengobrol antarmereka.

Sementara, nasabah terlihat terus berdatangan karena memang mereka tidak dapat bertransaksi di kantor cabang Bank UOB Buana lainnya. “Ini masalah kenaikan dan intensif gratifikasi tahunan. Pada 2008 lalu teman-teman kecewa karena (jumlah kenaikan gaji dan bonus) lebih kecil,kami minta ini disamakan dengan tahun lalu (2007). Apalagi, kami lihat keuntungan perusahaan masih wajar dan tingkat kerugiannya pun tidak terlalu besar,”papar Ketua Serikat Pekerja Karyawan Bank UOB Buana Palembang Tajudin Harun.

Mewakili karyawan lainnya,Tajudin berharap perusahaan bisa lebih transparan soal perkembangan perusahaan.Pasalnya,insentif gratifikasi yang diterima karyawan pada 2008 yang besarnya 25%,sangat kecil dibanding keuntungan yang diperoleh perusahaan.

“Alasan perusahaan, keuntungan saat krisis global ini tidak begitu bagus.Tapi,kami melihat ini masih wajar, makanya kami minta (gratifikasi) sama dengan tahun lalu,”tandasnya.

Pimpinan Operasional Bank UOB Buana Palembang Wanny Siddiq, mengemukakan antara manajemen Bank UOB Buana dengan SPKUOBB memang belum mencapai kesepakatan atas beberapa poin tuntutan yang disampaikan karyawan. Salah satunya, tuntutan SPKUOBB soal pembayaran kenaikan gaji sebesar 26%, termasuk perhitungan indeks kebutuhan hidup.

Menurut manajemen Bank UOB Buana, hal itu sulit dipenuhi, mengingat krisis perekonomian global telah memengaruhi kondisi perekonomian, termasuk industri perbankan. Namun, dengan mempertimbangkan hasil kinerja Bank UOB Buana pada 2008, manajemen tetap memberikan kenaikan gaji, termasuk indeks kebutuhan hidup, dengan kisaran 11–17%. (sir)

Camat Mobilisasi Massa Dilaporkan ke Panwaslu

Diduga memobilisasi massa, 3 Camat di Ogan Ilir (OI) Dilaporkan ke Panwaslu

Palembang:

Tiga camat dan satu Sekretaris Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OganIlir (OI) dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) atas tuduhan pelanggaran kampanye. Mereka dituding secara terang-terangan memobilisasi massa serta mengajak massa untuk memilih calon legislatif (caleg) yang berasal dari Partai Golkar.

Tiga camat dimaksud adalah Camat Payaraman Saheb Aziz; Camat Lubuk Keliat Zamrowi,dan Camat Pemulutan Barat Zaidan. Sementara satu Sekcam yakni Sekcam Sungai Pinang Mustakimah. Dia juga diduga ikut terlibat memobilisasi massa dengan mengajak masyarakat memilih Partai Golkar.

Kuat dugaan, ketiga camat dan sekcam itu melakukan kampanye atas instruksi Bupati OI Mawardi Yahya agar pada 9 April masyarakat memilih caleg yang berasal dari Partai Golkar.

Koordinator Aliansi Caleg Muda Menggugat Kabupaten OI Masyhuri sekaligus Wakil Sekretaris PBR OI kemarin menyatakan, atas keikutsertaan birokrasi dalam pemilu legislatif ini menandakan tidak netralnya abdi negara (pemerintah) dalam menentukan seorang pemimpin yang akan menduduki kursi Dewan.

Untuk itulah, pihaknya melaporkan masalah ini ke Panwaslu OI dengan membawa bukti akurat berupa rekaman video dan visual saat para camat dan sekcam melangsungkan kampanye. Semua bukti dalam bentuk rekaman video audio dan visual sudah disiapkan dan tinggal mengantarkannya ke Panwaslu OI.

Senada dikatakan caleg dapil IV PAN Adi Chandra. Menurut dia, pihaknya keberatan atas tindakan yang dilakukan sejumlah pejabat birokrasi OI. Hal ini jelas sangat merugikan karena banyaknya kecurangan yang dilakukan.

“Kami siap kalah asalkan caleg Golkar dapat berkompetisi secara kompetitif dan tidak melakukan kecurangan- kecurangan,”terangnya. Dia mengakui, selama ini Panwaslu OI seperti tertidur lelap melihatbanyaknya pelanggaran.Dia mengancam akan melaporkan masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi jika tidak ditanggapi Panwaslu OI.

Camat Pemulutan Barat Zaidan saat dikonfirmasi melalui ponselnya membantah keras apa yang dilaporkan Aliansi Caleg Muda Menggugat tersebut.“Tidak ada itu.Saya tidak pernah memobilisasi massa dengan mengajak warga untuk memilih caleg dari Partai Golkar,” kata Zaidan.

Ketua Panwaslu Kabupaten OI Massuryati saat dikonfirmasi kemarin menyatakan, pihaknya siap menindaklanjuti semua laporan yang disampaikan warga asalkan waktunya tidak kedaluwarsa dan disertakan dengan saksi dan bukti akurat lainnya. (sir)

Kontes Waria dalam kampanye

Gelar Kontes Waria, Ketua DPRD Pagaralam Menjadi Tersangka


Palembang:


Ketua DPRD Pagaralam Pitermen Maulana ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pelanggaran pemilihan umum (pemilu) legislatif saat menggelar kontes waria di Gedung Balai Kota Pagaralam, Sabtu (21/3) lalu.

Kapolres Pagaralam AKBP K A Sholeh mengungkapkan, caleg DPRD Sumsel dari Partai Golkar itu telah selesai diperiksa dan berkas pemeriksaannya segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam. Syahril menjelaskan, pihaknya tinggal melengkapi barang bukti (BB) berupa STNK dan BPKB mobil tersangka. Jika semua bukti pendukung tersebut sudah dikumpulkan, baru dilimpahkan.

“Kami dari penyidik tidak ada kendala dalam memeriksa Piterman Maulana karena yang bersangkutan cukup kooperatif. Bahkan setelah pemanggilan yang pertama, Piterman langsung datang untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran yang dilakukan,” ungkap Syahril. Dia menambahkan, penetapan tersangka terkait pelanggaran yang dilakukan tersangka pada kegiatan di Balai Kota Pagaralam beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjut dia, Piterman diduga melanggar UU Pemilu Nomor 10 Tahun 2008 tentang Penggunaan Fasilitas Negara.Tersangka juga dikenakan Pasal 270 junto Pasal 84 ayat 1 huruf h UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang pelanggaran Pemilu, yakni menggunakan fasilitas negara dengan ancaman 6–24 bulan penjara.

“Kalau semunya sudah selesai berkas bersama Piterman segera dilimpahkan ke Kejari Kota Pagaralam untuk diproses lebih lanjut. Namun, dari hasil koordinasi dengan kejaksaan, masih ada yang kurang, yaitu surat-surat mobil LC BG 2 WZ yang menjadi kendaraan dinas tersangka saat melakukan kampanye dan beberapa saksi lagi,”ungkap Kasat Reskrim.

Sementara itu, Peterman Maulana membantah melakukan pelanggaran. Menurut dia,saat acara kontes waria tersebut dirinya hanya sebagai tamu undangan dan tidak melakukan kampanye.(sir)

PSMS di AFC

Menang 1-0, PSMS Runner Up Sementara

Palembang:


Menang 1-0 atas VB Sports Maladewa 1-0, di Stadion Gelora Sriwijaya Jaka Baring Palembang,tadi malam, PSMS memperkokoh posisinya di klasemen sementara grup F Piala Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) sebagai runner up. Puncak klasemen sementara tetap dipegang South China yang sukses mengalahkan Johor FC 2-0 tadi malam.

Gol semata wayang ini terjadi, setelah umpan matang Elie Aiboy, lewat tendangan bebas sukses diselesaikan Aun Carbiny lewat sundulan.Penjaga gawang VB Sports Maladewa, Shinan Mohammed gagal menyelamatkan gawangnya.

Dengan hasil ini, tim berjuluk Ayam Kinantan sementara tetap menduduki posisi runner up klasemen sementara grup F, dengan nilai 6 poin sementara, hasil dua kali menang dan sekali kalaha.

Sementara,VB Sport Maladewa dan Johor FC yang memiliki poin satu hasil sekali seri dan tidak pernah menang dari tiga pertandingan berada pada posisi tiga dan empat klasemen.

Pertandingan yang dipimpin wasit asal Tadjikistan Rustam Khalav ini berjalan cukup menarik dan relatif berimbang. Wasit juga cukup tegas mengambil keputusan.

Pelatih VB Sports Maladewa Lazlo Kiss mengaku kekalahan ini sungguh mengecewakannya. Menurut dia,dari awal datang ke Indonesia,pihaknya tidak diuntungkan, selain perjalanan jauh, ada satu pemain yang visanya tertahan.

“Kami sempat nyasar ke Medan lebih 36 jam sebelum akhirnya ke Palembang, apalagi di sana (Medan) tidak memperoleh sesi latihan,” ujarnya. (sir)

KPK Usut TAA

KPK Lanjutkan Usut Kasus TAA

Palembang:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melanjutkan penyidikan dan penyelidikannya terhadap kasus alih fungsi hutan Tanjung Api Api di Palembang.

Selain memeriksa Bupati Banyuasin, tim penyidik KPK Selasa (7/4) menggeledah kantor PT Chandratex di kawasan Ruko Taman Mandiri, Jalan Angkatan 45, Palembang. Dalam waktu yang bersamaan tim penyidik KPK juga mengecek langsung bangunan fisik di kawasan Pelabuhan Tanjung Api Api,Banyuasin.

Kepada wartawan, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pemeriksaan tersebut untuk melanjutkan pemeriksaan kasus Tanjung Api Api. Namun Johan belum bisa memastikan sampai kapan para penyidik tersebut berada di Palembang.

“Tim kita melanjutkan penyelidikan hasil pengembangan kasus Tanjung Api Api, termasuk melakukan pengeledahan dan pengecekan di beberapa tempat,”kata Johan Budi. Menurut Johan, penggeledahan dan pengecekan lokasi di kawasan Tanjung Api Api ini untuk melengkapi keterangan saksi-saksi yang diperiksa KPK selama beberapa hari terakhir.

Sebelumnya,beberapa saksi seperti karyawan Chandra Taz, rekanan mantan Gubernur Syahrial Oesman termasuk Bupati Banyuasin H Amirudin Inoed telah diperiksa.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat ini mengatakan, penggeledahan dan pengecekanlokasipembangunan Tanjung Api Api sebagai kelanjutan dari proses penyidikan sebelumnya.


Pengamatan Sinar Harapan, para penyidik KPK yang dipimpin Kompol Roni Santana Tarigan setibanya di Mapolda Sumsel, berkoordinasi di halaman parkir Mapolda Sumsel. Setelah itu, tim KPK beranjak meninggalkan gedung Mapolda Sumsel.

Dalam melakukan penyelidikan, tim penyidik KPK dibagi menjadi dua.Tim pertama beranggotakan 4 orang penyidik, mereka berangkat menuju kantor PT Chandratex. Tim yang dipimpin langsung Kompol Roni Santana Tarigan dan ditemani seorang anggota Brimob. Setibanya di halaman kantor PT Chandratex, tim ini langsung bergegas masuk ke dalam ruangan kantor.T

idak diketahui secara persis apa yang dilakukan tim penyidik dalam kantor milik penguasaha Chandra Antonio Tan yang telah divonis penjara selama 3 tahun oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, 13 Maret lalu itu.

Pasalnya, pemeriksaan tersebut belangsung sangat tertutup. Sejak memasuki kantor tidak sedetik pun tim penyidik keluar dari gedung tersebut. Bahkan saat memasuki jam makan siang,hanya petugas Brimobda Polda Sumsel yang mengawal mereka keluar dari gedung untuk mengambil makanan dari dalam mobil.

Begitupula saat waktu makan malam tiba,sekitar pukul 19.30 WIB, hanya petugas Brimobda Polda yang keluar dari kantor tersebut. Hingga pukul 22.00 WIB tadi malam, para penyidik KPK masih berada di gedung kantor PT Chandratex.

Sementara tim kedua berangkat menggunakan dua mobil kijang Innova warna silver BG 999 RH dan BG 2925 NH. Tim kedua ini beranggotakan 6 orang penyidik yang mengendari Innova dan dikawal 5 personel Brimobda Sumsel beranjak meninggalkan Mapolda Sumsel menuju pelabuhan Tanjung Api Api, sesaat setelah tim pertama berangkat. Baru pada sekitar pukul 20.30 tim penyidik ini mendatangi kantor PT Chandratex dan bertemu dengan tim penyidik lainnya.(sir)

Bupati Banyuasin Diperiksa KPK

Pengusutan Kasus TAA Berlanjut, Bupati Banyuasin Dimintai Keterangan

Palembang:

Pengusutan kasus korupsi TanjungApiApi terus berlanjut. Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed Senin (6/4) dimintai keterangan oleh penyidik KPK terkait kasus yang telah menetapkan mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman sebagai tersangka ini.

Amiruddin menjalani pemeriksaan di ruang Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumsel selama sekitar 4,5 jam. Pada pemeriksaan tersebut, Amiruddin terlihat mengenakan baju safari biru tua lengkap dengan pengawalan dua ajudannya.

Seusai menjalani pemeriksaan, Amiruddin terlihat turun dari pintu belakang gedung sat tipikor dan langsung bergegas menuju mobilnya yang tengah terparkir. Saat yang bersamaan dengan pemeriksaannya, sejumlah bupati dan wali kota di Sumsel tengah mengikuti teleconference unsur Muspida Sumsel dengan Mendagri di ruang Rekonfu Polda Sumsel yang berjarak sekitar 20 meter dari tempatnya diperiksa.

Ditemui wartawan seusai pemeriksaannya di Mapolda Sumsel, orang nomor satu di bumi Sedulang Setudung ini, membenarkan dirinya menjalani pemeriksaan dan memberikan keterangan terkait kasus TAA. Namun, Amiruddin yang saat ini menjalani periode kedua kepemimpinannya di Banyuasin menolak memberikan keterangan terkait dengan isi pemeriksaan.

“Kalau itu silakan tanya kepada KPK ya,”kata Amiruddin seraya bergegas memasuki mobil Kijang Innova miliknya. Baru pada sekitar pukul 14.00 beberapa penyidik KPK yang dipimpin Kompol Roni Santana meninggalkan Mapolda Sumsel dengan menumpang mobil Kijang Innova B 8149 OG warna silver.

Humas KPK Johan Budi membenarkan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan di Polda Sumsel. Menurut dia, tim penyidik KPK saat ini tengah melakukan pemeriksaan di Sumsel terkait kasus Tanjung Api Api. “Saat ini tim kita tengah berada di Polda Sumsel untuk melanjutkan pemeriksaan dan penyidikan kasus Tanjung Api Api,” katanya singkat. (sir)

iPhone dipasarkan di Palembang



CAPTION
GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma, saat mendampingi Bapak Handoko Lukito mendapatkan layanan dari Customer Service graPARI Telkomsel, yang merupakan salahsatu pelanggan Priority Telkomsel yang berkesempatan memiliki iPhone 3G pertama saat dilakukan penjualan perdananya di Palembang.






CAPTION
GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma, saat menjelaskan berbagai fitur dan aplikasi yang terdapat dalam iPhone 3G Telkomsel kepada Bapak Handoko Lukito, yang merupakan salahsatu pelanggan Priority Telkomsel yang berkesempatan memiliki iPhone 3G pertama saat dilakukan penjualan perdananya di Palembang.




iPhone Dipasarkan Secara Resmi di Palembang

Palembang:

Produk iPhone 3G Telkomsel resmi dipasarkan di Palembang Selasa (7/4). Penawaran perdana mulai dilakukan di GraPARI Palembang dan dihadiri pelanggan Priority Telkomsel.
Palembang merupakan kota kelima pemasaran produk ini setelah Jakarta dan Makassar. Informasi pembelian dapat diakses melalui situs http://www.telkomsel.com/iphone/ wheretobuy.


Selain di GraPARI, pembelian iPhone 3G Telkomsel kini mulai dapat dilakukan di Telesindo Shop, kawasan Veteran, Palembang.

“Hari ini (kemarin) kami sengaja memberikan kesempatan pertama khusus bagi pelanggan Priority Telkomsel yang sangat antusias mendapatkan ponsel revolusioner ini,” papar GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel I Ketut Susila Dharma.

Produk ini merupakan kombinasi tiga produk dalam satu kesatuan, yakni ponsel revolusioner, iPod berlayar lebar, dan terobosan baru perangkat internet yang menghadirkan pengalaman menakjubkan dari sebuah perangkat mobile. Dengan dukungan kecepatan jaringan 3G, peta GPS, dan berbagai fitur enterprise corporate, di antaranya Microsoft Exchange.

Melalui akses App Store, tersedia puluhan ribu aplikasi,mulai games, social networking, financial planning, hingga health management yang telah di download lebih dari 500 juta kali sampai saat ini.“Saat ini iPhone 3G setidaknya telah hadir di lebih dari 70 negara di seluruh dunia,”ungkapnya.

Telkomsel juga menawarkan tiga pilihan paket tarif khusus untuk iPhone 3G yang sudah termasuk gratis bicara,SMS,dan akses data. Pelanggan dapat menikmat gratis incoming call sepanjang hari,gratis outgoing call hingga 360 menit,300 SMS gratis,serta gratis penggunaan akses data sebesar 1 GB (upload dan download), dengan kecepatan hingga 3,6 Mbps.

“Kami menawarkan solusi bagi pelanggan untuk mendapatkan iPhone dengan harga yang makin terjangkau. Melalui kerja sama dengan bank tiga bank terkemuka, kami menghadirkan paket cicilan kartu kredit, dengan biaya uang muka yang lebih rendah,” ungkap Ketut.

Selain dapat digunakan pada jaringan Telkomsel 3G,iPhone ini juga dapat digunakan di seluruh jaringan 2G serta mampu mendeteksi jaringan hotspotWiFi secara otomatis sehingga dapat mengakses internet lebih cepat maupun browsing multimedia. (sir/rel)




CAPTION
GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma, bersama Manager Regional Account Mangement Sumbagsel,Herlindra, saat mendampingi Bapak Handoko Lukito menerima Tshirt “ I Got iPhone 3G 1” yang merupakan salahsatu pelanggan Priority Telkomsel yang berkesempatan memiliki iPhone 3G pertama saat dilakukan penjualan perdananya di Palembang.




CAPTION
GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma, bersama Manager Branch Palembang, TS Parlindungan saat mendampingi Bapak Handoko Lukito yang merupakan salahsatu pelanggan Priority Telkomsel yang berkesempatan memiliki iPhone 3G pertama saat dilakukan penjualan perdananya di Palembang.

Telkomsel Siap Pemilu



Petugas Telkomsel sedang melakukan pengecekan Compact Mobile Base Stations (Combat) di salah satu lokasi dekat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Telkomsel telah menyiapkan seluruh elemen jaringannya untuk menghadirkan kenyamanan komunikasi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 yang akan dilaksanakan 9 April 2009, diantaranya penyediaan kapasitas handling SMS (SMSC) terbesar hingga 47.100 SMS/detik atau berkemampuan melayani hingga 4 miliar SMS/hari.




Jaringan Telkomsel Siap Layani Pemilu 2009




Jakarta:

Telkomsel telah menyiapkan seluruh elemen jaringannya untuk menghadirkan kenyamanan komunikasi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 yang akan dilaksanakan 9 April 2009.

Berbagai elemen network seperti SMSC (Short Message Service Center), BTS (Base Transceiver Station), MSC (Mobile Switching Center), dan IN (Intelligent Network) telah siap melayani masyarakat, terutama 72 juta pelanggan Telkomsel yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia hingga pelosok.

”Memastikan kesiapan berbagai elemen jaringan tersebut tentunya merupakan kewajiban kami untuk mendukung pemerintah dalam mensukseskan Pemilu 2009 dalam hal kelancaran komunikasi. Untuk komunikasi suara, jaringan Telkomsel menghadirkan tingkat Call Completion Success Rate mencapai 98,58%, dimana hal ini menggambarkan tingginya tingkat kesuksesan suatu komunikasi sejak tersambung hingga selesainya percakapan,” papar Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.

Untuk kenyamanan komunikasi SMS, Telkomsel menyediakan kapasitas handling SMS 47.100 SMS/detik atau berkemampuan melayani hingga 4 miliar SMS/hari. Selama masa kampanye, trafik penggunaan SMS pelanggan Telkomsel fluktuatif sekitar 310 – 325 juta SMS perhari dimana tidak terlalu terjadi peningkatan yang signifikan dibanding hari normal biasa yang rata-rata juga sekitar 310 juta SMS perhari.

Dari sisi jaringan, Telkomsel telah membangun sekitar 27.500 BTS yang menjangkau lebih dari 95 persen wilayah populasi Indonesia, Dan untuk kenyamanan layanan data, jaringan Telkomsel telah didukung teknologi canggih mulai dari GPRS, EDGE, 3G WCDMA hingga HSPDA.

Telkomsel juga telah menghadirkan Mobile Switching Center (MSC) sejumlah 111 MSC untuk mejaminkan kelancaran koneksi komunikasi. Di samping itu untuk kenyamanan pelanggan kartu prabayar, Telkomsel juga telah menyediakan kapasitas handling Intelligent Network (IN) sebesar 97 juta, mengingat hampir 95 persen pengguna seluler Indonesia adalah pelanggan prabayar.

Seluruh elemen infrastruktur Telkomsel telah menghadirkan kemampuan handling pelanggan atau HLR (home Location Register) hingga lebih dari 100 juta pelanggan. Bahkan mengingat bayaknya perantau yang akan pulang kampung untuk menggunakan hak pilihnya sekalian liburan karena hari H Pemilu diikuti libur panjang (long weekend), Telkomsel telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan kapasitas kelonggaran daya tampung perpindahan pelanggan atau Visitor Location Register (VLR) sebesar 73 juta.

“Kebutuhan komunikasi masyarakat menjelang Pemilu dan libur panjang ini diperkirakan meningkat. Kesibukan panitia dan kontestan Pemilu tentunya sangat membutuhkan dukungan sarana komunikasi baik untuk koordinasi, penyebaran informasi, maupun komunikasi antara petugas-petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar,” ungkap Sarwoto. (sir/rel)

Minggu, 05 April 2009

koresponden juara iv futsal antarmedia



Tim Koresponden Juara IV Futsal Antarmedia

Palembang:

Tim koresponden yang merupakan underdog dalam Turnamen Futsal antaramedia memperebutkan Piala Gubernur 2009 Sabtu (4/4) akhirnya menjadi juara IV.
Dari 16 tim yang berlaga, Tim Koresponden harus merelakan gelar juara III kepada tim Berita Pagi dan berhak mendapat hadiah uang Rp 7 juta. Sementara jawara even ini dipegang Tim Sumeks yang mengantongi hadiah Rp 20 juta dan runner up diraih Tim Sripo dengan hadiah Rp 15 juta.








Tim koorespenden diperkuat antara lain, Buyung Wijaya Kusuma (Kompas), Noverta Salyadi (Gatra), Arif Ardiansyah (Tempo), Muhamad Nasir (Sinar Harapan), Bangun P Lubis (Suara Pembaruan), dan Irwan Wahyudi (Bisnis Indonesia).
Dibabak sebelumnya, Tim Koresponden mengalahkan Tim Sentral Pos, TVRI. Namun langkahnya dijegal Tim Sumeks yang melaju ke final. Saat memperebutkan juara III dan IV harus menyerah kepada tim Berita Pagi.


Tim Futsal Sumatera Ekspres (Sumeks) yang diperkuat langsung Pimrednya, Mahmud meraih double winners dalam ajang turnamen yang digelar di lapangan futsal Sriwijaya Sport Centre. Final futsal tersebut mengantarkan tim Sumeks menjadi jawara, sekaligus pemainnya, Ahmad Rivai sebagai pemain terbaik. Top skor dengan 14 gol diraih pemain dari Berita Pagi, Habibie. Pemain terbaik dan top skor mengantongi masing-masing hadiah Rp 2 juta.


Gubernur Sumsel Alex Noerdin terlihat cukup antusias dalam gelar turnamen Futsal antar media tersebut. Menurut dia,Palembang sebentar lagi bakal menjadi tuan rumah cabangolahraga(Cabor) Futsalpada Sea Games 2011.

“Kita akan membangun tribun futsal yang memadai dandapatdimanfaatkansebagaimedia berlatih dan berbagai kompetisi akbar lainnya,”ujar Alex Noerdin.

Ketua PWI Sumsel Oktaf Riyadi saat pembukaan mendapayhadiah sepeda motor dari Gubernur Sumsel. Karena saat penendangan bola pertama oleh Gubernur, dia berhasil mengamankan gawangnya.




Keenam tim yang berlaga di even ini, Tim Sumeks, Tim Sripo, Tim Berita Pagi, Tim, Koresponden, Tim Sindo, Tim Sriwijaya TV, Tim PalTV, Tim Kompas, Tim TVRI, Tim JJTV, Tim Radar Palembang, Tim Palembang Pos, Tim Palembang Ekspres, Tim KPI dan Radio, dan Tim Sentral Pos.


Menurut Ketua Pelaksana, Riduan Temenggung, even ini digelar bukan sekadar sebagai sarana silaturahmi tetapi juga mencari bibit atlet futsal dari kalangan wartawan untuk diterjunkan di Porwanas yang rencananya digelar di Palembang.(sir)












Kamis, 02 April 2009

karyawan wachyuni mandira





Dialog Eks Karyawan vs Manajemen WM Deadlock

Palembang:

Upaya penyelesaian kasus antara eks karyawan dengan manajemen PT Wachyuni Mandira (WM) kembali belum menemukan titik temu.

Dialog yang difasilitasi pihak Pemrov Sumsel hingga kemarin sore berakhir deadlock. Tanpa kesepakatan.

Sebelumnya, ratusan eks Karyawan PT. Wahyu Mandira, kembali mendatangi Kantor Gubernur Sumsel kemarin.

Mereka menagih janji Gubernur Sumsel, Alex Nurdin, yang akan menyelesaikan permasalahan mereka dengan Direksi PT Wahyu Mandira.

Kedatangan karyawan ke kantor gubernur Sumsel untuk kesekian kalinya, masih belum ada titik temu. Karyawan selain menuntut pesangon, pembayaran Jamsostek dan pembebasan salah satu buruh bernama Yonce yang saat ini masih ditangkap dan diproses di Polres OKI. Bahkan berkasnya disudah diserahkan ke Kejaksaan dan sudah masuk proses persidangan.






”Kami datang kembali ke kantor Gubernur, untuk menagih janji yang pernah di ungkapkan oleh Bapak Alex Nurdin, pada aksi kami yang kedua, dan kalau sampai hari ini belum ada penyelesaian, kami akan menginap di kantor Gubernur,” teriak para karyawan.

Para karyawan ini menegaskan, tidak mungkin Gubernur tidak bisa menyelesaikan masalah seperti ini.

Tak lama berselang perwakilan masa diterima oleh Wagub Eddy Yusuf, yang memfasilitasi perwakilan masa untuk berdialog dengan Direksi PT. Wahyu Mandira, karena Wagub telah memanggil Direksi PT Wahyu Mandira.

Hanya saja, rapat penyelesaian konflik perburuhan antara direksi PT Wachyuni Mandira dengan 167 karyawan korban PHK yang difasilitasi Wagub Sumsel Eddy Yusuf deadclock.

Kedua pihak yang berseteru masing-masing mempertahankan pendapat masing-masing. Karyawan mendesak agar perusahaan membayar pesangon dan uang Jamsostek. Sementara, PT Wachyuni Mandira menempuh jalur penyelesaian melalui peradilan industrialisasi.

"Kami selesaikan ke jalur hukum," kata GM Hubungan Industri PT Wahyuni Mandira, Lumban Gaul.

Mengenai tunggakan Jamsostek sebesar Rp 8 miliar, diakuinya sudah dibayar Rp 2 miliar bahkan dalam sudah dalam perencanaan di April ini pelunasan tunggakan akan dicicil sisanya, ungkapnya.



Sementara buruh yang menjadi korban PHK tetap menolak hasil pertemuan tersebut dan tetap mendesak hak buruh. (k20)

Rabu, 01 April 2009

Human Trafficking

Human Trafficking Wanita Asal Jabar Digagalkan

Palembang

Human trafficking (penjualan) enam wanita asal Jawa Barat (Jabar) untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di Palembang digagalkan meski para korban telah sempat melayani para lelaki hidung belang selama tujuh hari.

Informasi yang dihimpun, para korban ini dijual oleh seorang tersangka, berinisial Wa seharga Rp 3 juta per orang. Awalnya, para korban ini oleh Wa dijanjikan bekerja di Singapura.
Para korban, La (19) dan Ti (19), asal Desa Kotasari, Kecamatan Pusakanegara, Subang; Ay (22), Sut (30), Tr (23), dan Ca (30), asal Indramayu.
Terungkapnya human trafficking ini, menurut Kapoltabes Palembang Kombes Luki Hermawan, berawal dari kecurigaan orang tua Tr (salah seorang korban), Mahrani yang berhasil menghubungi anaknya via handphone. Dari situlahkemudian diketahui kondisi keenam korban.
Para korban ini sendiri menurut Wa kepada para korban, diberangkatkan Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Eka Santi Jaya Mulia (ESJM) di Jakarta. Rencana awal, Wa akan memberangkatkan keenam wanita inike Singapura lewat Batam. Namun entah mengapa, ketika tiba di Palembang mereka justru dijual ke germo di lokalisasi Teratai Putih.
Mahrani sebelumnya ternyata sudah mengontak PT ESJM dan didapat informasi bahwa mereka tidak punya sponsor bernama Wa. Diduga, ia hanya memanfaatan PJTKI tersebut.
Lokalisasi ini sendiri, berdasarkan data Sinar Harapan telah ditutup sejak 2000 lalu. Namun ternyata hingga kini lokalisasi yang terletak di Km 9 Palembang itu masih operasional.

Para korban kini setelah diselamatkan dari Wisma Saputra dan Sari Indah. Dua germo, Ujang dan Kasim ikut diamankan.
Ay, salah seorang korban mengaku dia bertemu dengan Wa bersama korban lainnya ketika menunggu bus di Subang. ”Katanya kami mau dijadikan TKW dengan gaji jutaan. Kami kemudian dibawa ke Palembang. Di tempat itu kami tidak boleh keluar dan diharuskan melayani para lelaki hidung belang,” ujarnya. (sir)