Rabu, 25 Juli 2012

20% Jalan di Sumsel Rusak

Sek
itar 20% atau sepanjang 328 km dari 1.644 km panjang jalan provinsi yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Sumsel saat ini dalam kondisi rusak. Padahal, menjelang Lebaran dipastikan lalu lintas pengguna jalan meningkat.

Wakil Ketua DPRD Sumsel Achmad Djauhari menilai, kapasitas jalan di Sumsel masih belum mampu menahan beban kendaraan yang melintas.

“Dalam artian, kendaraan yang melintas dan muatan yang dibawa sudah melebihi tonase jalan,” kata Djauhari, Rabu (25/7). Menurut Djauhari, sebagus apapun kualitas jalan yang dibangun, jika tidak diperhatikan dengan baik maka usianya tentu tidak akan panjang. “Ke depan, jalan yang dibangun harus kelas jalan yang sesuai dengan kendaraan yang lewat. Jalan yang dibuat harus bagus, lebarnya juga ditambah, jangan hanya ditinggikan,”  ulasnya.

Politisi Partai Demokrat ini juga menyampaikan, khusus kemacetan yang kerap terjadi di antara poros jalan Palembang- Indralaya dan Palembang- Betung, akibat dari rusaknya jalan di kawasan itu sejak empat tahun lalu. “Saya melihat, Balai Besar (Balai Besar Jalan dan Jembatan Wilayah III) tidak bekerja maksimal, sedangkan kita perjuangkan ke pusat agar masalah ini diperhatikan. Sejak empat tahun lalu jalan tersebut sudah terbengkalai. Kinerja Balai Besar tidak besar, mereka tidak ada akses di Jakarta,”ujarnya geram.

Djauhari setuju, kalau kinerja Balai Besar Jalan dan Jembatan Wilayah III dievaluasi. DPRD Sumsel juga akan mengusulkan agar orang-orang yang memiliki kemampuan dan kredibel di bidangnya, untuk mengisi posisi-posisi strategis di Balai Besar.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Provinsi Sumsel Heri Amalindo mengemukakan, kondisi jalan yang rusak tersebut jelas dapat menghambat dan membahayakan pengguna jalan yang melintas, terutama menjelang arus mudik mendatang yang dipastikan akan padat.

“Kami terus melakukan perbaikan yang sifatnya sporadis pada jalan provinsi di daerah yang mengalami kerusakan,” ujar Heri Amalindo.

Heri melanjutkan, banyak faktor yang menyebabkan kerusakan jalan, di antaranya kondisi cuaca yang cenderung tidak stabil hingga terjadinya genangan air di jalan lantaran banjir. Banyaknya pengguna jalan yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas di jalan raya juga turut memengaruhi kerusakan jalan. Hal tersebut terlihat dari muatan kendaraan yang sering melebih kapasitas yang telah ditetapkan.

“Jalan provinsi itu kapasitasnya hanya 6 ton, sementara kendaraan yang lewat saat ini volumenya banyak melebihi tonase. Untuk melakukan pelarangan kita tidak punya kewenangan, karena ada instansi lain yang lebih berwenang,” kilahnya. Kendati begitu, dia menegaskan, untuk arus mudik Lebaran Idul Fitri mendatang, tidak akan terjadi kendala atau masalah dengan jalan provinsi yang akan dilalui.

Berdasarkan penilaian pihaknya, jalan yang mengalami kerusakan tersebut masih tergolong atau dalam kategori aman, sehingga layak untuk dilalui. Heri mengatakan, pihaknya tidak akan memasang target sampai kapan jalan tersebut selesai diperbaiki.“Bagi kami, seluruh jalan yang rusak akan diselesaikan dengan baik,”tukasnya. Dia mengungkapkan, untuk memperbaiki jalan provinsi yang rusak, pada 2012 telah dianggarkan dana sebesar Rp450 miliar yang bertujuan untuk perawatan rutin.

“Tiap tahun anggaran perawatan rutin ini kita tingkatan, agar jalan provinsi Sumsel ini benar-benar baik. Kalau dihitung untuk perbaikan, itu membutuhkan dana Rp50 juta-100 juta per kilo meter. Kalau tidak dilakukan perawatan, maka jalan akan semakin rusak dan dana perbaikannya makin besar,” jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Balai Besar Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Syarkowi menuturkan, bahwa pihaknya tiap tahun melakukan pemeliharaan jalan yang ada di Sumsel. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jembatan terutama yang berusia di atas 20 tahun, seperti Jembatan Ampera dan Ogan Lama. “Kami rutin melakukan pemeliharaan berkala, peningkatan kapasitas, pelebaran dan penggantian jembatan dan pembangunan jalan dan jembatan baru agar bisa bertahan lama,” kilahnya. (sir)

Tidak ada komentar: