Sabtu, 21 Juli 2012

DPRD: Siap Bantu Selesaikan Konflik PTPN VII




Palembang, 

Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo menilai konflik lahan yang terjadi di PTPN VII unit usaha Cinta Manis, Kabupaten OI, sebaiknya diselesaikan secara administratif oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Sementara ribuan warga OI kemarin mendemo Polda Sumsel tuntut pembebasan 11 rekannya yang ditahan.

“Biarkan Pemprov Sumsel yang menyelesaikannya. Apabila tidak tuntas dan harus menemui Meneg BUMN, DPRD Sumsel siap membantu,”katanya ketika dimintai tanggapannya.

Ribuan petani dari 20 desa di tiga kecamatan wilayah Kabupaten OI yang bersengketa dengan manajemen PTPN VII unit usaha Cinta Manis, mendatangi Mapolda Sumsel. Kedatangan mereka bertujuan supaya ke-11 rekan warga yang ditahan polisi sejak Kamis (19/7) dibebaskan.Setibanya di Mapolda Sumsel, massa emosi dan berusaha merobohkan pagar masuk Mapolda Sumsel. Beruntung massa yang hendak menerobos masuk ke berhasil diredam para tokoh desa masing-masing dan aparat Polresta dan Mapolda Sumsel yang berjaga-jaga.

Setelah melalui negosiasi yang cukup alot dengan pejabat Polda Sumsel yang memantau jalanya demo, yakni Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting, Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Raja Hariono,Kabid Propam Polda Sumsel,Kombes Pol Franky S Parapat dan Pjs Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova, akhirnya sekitar 20 perwakilan pendemo dipersilahkan masuk melakukan dialog dengan pejabat utama Polda Sumsel di ruang Deviacita Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Koordinator aksi dari Walhi Sumsel,Anwar Sadat menyambut baik kesempatan yang diberikan untuk berdialog. Selama ini, lanjut Sadat, para petani dan warga melakukan aksi selalu sopan dan baik sesuai mekanisme.

“Saya ikut dialog ini karena sangat menghormati institusi kepolisian ini dalam hal ini Polda Sumsel. Kami ingin ke-11 warga dilepas. apa salah mereka. Karena saat kejadian mereka sedang duduk santai di pos lalu diserbu ratusan anggota Brimob Polda Sumsel bersenjata lengkap. Kemudian dipukuli dan diancam pakai senpi. Akhirnya ke-11 orang dibawa ke mobil. Bahkan ada yang ditelanjangi,” tandasnya.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Raja Hariono menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik dari Polsek Tanjung Batu dan Polres OI, yang terbukti bersalah sembilan orang sedangkan tiga lainnya sudah dilepas.

“Tuduhannya adalah ke-9 orang terbukti membawa senjata tajam dan dijerat UU darurat. Bukan atas kasus pengerusakan atau pembakaran. Saat ini masih dalam proses penyidikan. Polda Sumsel menyepakati paling lambat Selasa (24/7) ke-9 warga yang ditahan akan dibebaskan dengan persyaratan penangguhan tahanan,” ungkapnya di hadapan para perwakilan pendemo.

Ukur Ulang

Gubernur Sumsel Alex Noerdin meminta Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumsel melakukan pengukuran ulang lahan PTPN VII unit usaha Cinta Manis di Kabupaten Ogan Ilir (OI).

“Lahan yang belum memiliki HGU akan diperjelas statusnya oleh BPN,”kata Alex seusai rapat dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Sumsel di Auditorium Bina Praja, Pemprov Sumsel. Alex juga memperingatkan pihak tertentu yang berusaha memperkeruh suasana untuk berhenti.

Pemprov Sumsel akan menjatuhkan sanksi kepada semua pihak yang terbukti menjadi provokator hingga menimbulkan aksi anarkistis yang dilakukan warga. “Sekarang status quo, nantinya lahan yang belum HGU akan diukur ulang dan jika ada kelebihan di luar yang telah HGU atau diajukan akan dikembalikan kepada yang berhak. Sekali lagi, kepada yang berhak,” kata Alex.

Copot Kapolres dan Dansat Brimob

Independent Police Watch (IPW) Sumsel melalui Ketua Divisi Humas dan Publikasinya Jon Kennedy mendesak agar Kapolres dan Dansat Brimobda Sumsel dicopot karena dinilai telah melakukan tindakan kekerasan dalam penanganan demo warga OI.

"Menindaklanjuti insiden Pemukulan yang terjadi pada saat pengamanan oleh Aparat Kepolisian di Areal Perkebunan tebu milik PTPN VII, Independent Police Watch, setelah melakukan investigasi dan komunikasi dari beberapa korban tindakan represif Aparat Kepolisian, mendapatkan beberapa Fakta-fakta yang sangat tragis, dan tentunya menjadi cambukan serta mencoreng Institusi Kepolisian khususnya di Sumatera Selatan," paparnya

Dari beberapa informasi yang didapatkan, bahwa akibat kejadian tersebut Kepolisian telah melakukan tindakan represif yang berlebihan kepada warga cinta manis, dan salah satu anggota DPRD Sumsel Rusdi Tahar, yang kini dirawat di RS. Charitas.


"Hasil Investigasi Lapangan yang kami dapatkan, kemarin sekelompok Aparat Brimob menyerbu Posko-posko yang didirikan Warga Cinta Manis dengan melakukan penangkapan, pengrusakan, dan tindakan represif lainya. Tentu saja, membuat ketakutan dan ancaman yang serius di tengah warga cinta manis. Hal tersebut, tentunya dikhawatirkan akan semakin memancing emosi dan kemarahan warga yang masih depresi akibat Insiden yang terjadi di areal Perkebunan PTPN VII. Tindakan tersebut justru menjadi propaganda besar dalam memancing kerusuhan dan bentrok antara warga dan aparat kepolisian," tambahnya. (sir)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

http://www.indosiar.com/patroli/warga-bakar-lahan-tiga-polisi-terluka_97529.html