Jumat, 15 Juni 2012

Santri Narkoba Ditemukan Tewas Distrum



Palembang,


Dua santri rehabilitasi narkoba di Pondok Pesantren (Ponpes) Arahman, Jalan Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat,Kecamatan Plaju,Palembang, Rabu (13/6) ditemukan tewas mengapung di kolam samping pondok pesantren.

Kapolsekta Plaju AKP Oscar Heuza mengatakan, saat ini masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya kedua santri rehabilitasi tersebut. Kedua korban sebelum tewas diduga dianiaya dan disetrum karena di tubuh keduanya banyakditemukan bekas penganiayaan dan setruman.Saat ini pihak ponpes tidak ada yang memberikan keterangan dan terkesan tertutup. Tetapi, segera penanggung jawab ponpes akan kita panggil untuk dimintai keterangan.Karena kedua korban diduga dibunuh, tuturnya.

Di jasad dua santri yang menjalani rehabilitasi, yakni Yerry Angga Saputra (16), warga Jalan Veteran, Palembang, dan Hendri Saputra (19), warga Kemuning, Palembang, banyak ditemukan bekas penganiayaan seperti bekas ikatan pada kedua kaki dan di tubuhnya terdapat bekas luka bakar akibat setruman listrik.

Diduga sebelum dibuang ke kolam, kedua korban tersebut dianiaya, lalu disetrum dengan aliran listrik hingga tewas. Di sekitar lokasi jenazah keduanya ditemukan kabel biru yang diduga untuk menyetrum. Jenazah keduanya pertama kali ditemukan warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Begitu melihat dua mayat mengapung di kolam, warga tersebut langsung memberi tahu warga.

Tak lama kemudian, warga berdatangan ke lokasi penemuan. Mereka langsung melaporkan penemuan tersebut ke Polsekta Plaju Palembang. Jajaran Polsekta Plaju yang dipimpin Kapolsekta Plaju AKP Oscar Heuza mendatangi lokasi penemuan bersama tim identifikasi Polresta Palembang.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, jenazah keduanya dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Dr Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk divisum.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, malam sebelum ditemukan tewas mengapung, kedua santri sempat berusaha melarikan diri dari Ponpes Arahman.Namun, aksinya diketahui petugas jaga sehingga keduanya kembali ditangkap. Lalu dimasukkan ke ruang isolasi untuk menjalani rehabilitasi lebih lanjut. Pagi harinya kedua korban ditemukan tewas. Atas kejadian tersebut, perwakilan Ponpes Arahman bersikap tutup mulut.

Saat jajaran Polsekta Plaju dan petugas Tim Identifikasi datang ke lokasi penemuan, tidak satu pun pengurus Ponpes Arahman keluar.

Ibu korban Yerry bernama Ainun (48), menceritakan anaknya baru dua pekan menjalani rehabilitasi di Ponpes Arahman lantaran ketergantungan narkoba jenis sabu-sabu.Sebelum ditangkap polisi karena narkoba, lebih baik aku masukkan saja ke pondok supaya direhabilitasi.  Biarlah aku membayar mahal di pondok itu, asalkan anak aku bisa sembuh.Tapi malah kejadiannya seperti ini, sesal Ainun di kamar jenazah RSMH Palembang kemarin.

Dia mengetahui anaknya tewas setelah ditelepon pengurus ponpes.Aku ditelepon orang pondok dan disuruh datang karena ada yang harus dibicarakan. Rupanya setelah datang, aku mendapati anak aku sudah meninggal dengan cara yang tidak wajar,ungkapnya. (sir)

Tidak ada komentar: